cover
Contact Name
Arnawan Hasibuan
Contact Email
arnawan@unimal.ac.id
Phone
+628126448121
Journal Mail Official
editor@dikara.org
Editorial Address
Lhokseumawe, Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara
Published by Dikara Institute
ISSN : -     EISSN : 28283481     DOI : -
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara ISSN 2828-3481 (Online) merupakan jurnal pengabdian dosen untuk mempublikasikan hasil tridharma perguruan tinggi berupa artikel pengabdian. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara terbit 3 kali setahun, setiap April, Agustus dan Desember. Naskah yang disubmit harus ditulis dengan format template dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, setiap naskah yang masuk harus bebas plagiasi dan merupakan karya sendiri yang belum diterbitkan di jurnal manapun. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara menerima naskah dalam bidang multidisiplin mencakup ilmu sosial, sains, teknik, ekonomi, dan humaniora. Naskah yang disubmit harus menggunakan format template jurnal dan memenuhi kaidah Author Guidelines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir melalui Pendekatan Edukatif Muliana, Muliana; Yusuf, Muhammad; Siraj, Siraj; Nufus, Hayatun
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan berdampak langsung terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta keberlangsungan pendidikan masyarakat. Desa Alue Thoe, Kecamatan Matang Kuli, termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir akibat faktor geografis dan sistem drainase yang terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanggulangan banjir melalui pendekatan edukatif yang partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi kebencanaan, edukasi kesiapsiagaan banjir, diskusi kelompok terarah, serta simulasi tanggap darurat banjir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait penyebab banjir, langkah mitigasi, dan prosedur kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah banjir. Pendekatan edukatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir. Kegiatan ini diharapkan menjadi model penguatan kapasitas masyarakat berbasis edukasi yang berkelanjutan di wilayah rawan banjir.
Integrasi Manajemen Usaha dan Mitigasi Risiko Banjir dalam Penguatan Ketahanan UMKM di Aceh Utara Azhar, Azhar; Edyansyah, T; Wahyuddin, Wahyuddin; Hilmi, Hilmi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang terjadi secara berulang dan menimbulkan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah. Di wilayah Aceh Utara, banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM yang memiliki keterbatasan modal dan kapasitas manajerial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengintegrasikan manajemen usaha dan mitigasi risiko banjir sebagai strategi penguatan ketahanan UMKM di Aceh Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang meliputi identifikasi dan pemetaan masalah, analisis kebutuhan, pelaksanaan pendampingan manajemen usaha dan keuangan, integrasi mitigasi risiko dalam operasional usaha, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas manajerial pelaku UMKM, ditandai dengan kemampuan menyusun perencanaan usaha berbasis risiko banjir, perbaikan praktik pengelolaan keuangan usaha, serta penerapan langkah mitigasi risiko dalam operasional sehari-hari. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir pelaku UMKM dari pendekatan reaktif menuju pendekatan adaptif dalam menghadapi banjir. Kegiatan ini berkontribusi dalam mempercepat pemulihan usaha pasca banjir dan membangun fondasi ketahanan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan di wilayah rawan bencana.
Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Enzim Biometa pada Pembibitan Kakao di Desa Cot Keumuneng Kecamatan Sawang Aceh Utara Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Sari, Dewi Kumala; Yusuf, Muhamad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cot Keumuneng di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, merupakan desa dengan kondisi geografis berbukit dan jumlah penduduk sekitar 310 jiwa. Ekonomi masyarakat masih lemah, didominasi oleh petani, buruh, dan pedagang kecil, dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah. Potensi pertanian, khususnya tanaman kakao, cukup besar, namun terkendala rendahnya pendidikan dan ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merusak lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengenalan teknologi pertanian ramah lingkungan, seperti penggunaan enzim biometa dan pembibitan kakao organik dengan metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat di Desa Cot Keumuneng telah  dapat  meningkatkan kemampuan  teknis  mitra dalam mengelola pembibitan kakao dan produksi enzim biometa, sehingga mitra dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik secara mandiri. Secara keseluruhan menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan pelatihan berhasil meningkatkan minat, kesadaran, dan keterampilan mitra secara signifikan, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan bibit kakao yang lebih optimal dan pemanfaatan limbah organik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Perancangan dan Pelaksanaan Pendirian Gapura di Desa Kampung Kreatif Sugih Waras, Talang Jambe Kota Palembang Melalui Kaida Arsitektur Syaputra, Herdeni; Deni, Deni; Fahrizal, Effan; A, Hendra
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gapura, sebagai elemen arsitektur berskala kecil, memiliki peran fundamental dalam identifikasi, orientasi, dan pembentukan citra kawasan. Penelitian ini berfokus pada kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Kreatif Sugih Waras, Talang Jambe, Palembang, yang bertujuan merenovasi gapura utama RT.05 RW.03. Kondisi gapura eksisting yang kusam dan kurang merepresentasikan branding "Kampung Kreatif" menjadi pemicu utama. Solusi yang ditawarkan adalah perancangan gapura melalui kaidah arsitektur yang berlandaskan Partisipasi Warga dan Prinsip Upcycling, dengan memanfaatkan ribuan limbah tabung silikon (sealant) bekas sebagai elemen dekoratif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Action Research dan Participatory Design, melibatkan mahasiswa arsitektur dan komunitas lokal secara gotong royong. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi gapura menjadi sebuah tetenger (landmark) yang kuat, dicapai melalui aplikasi prinsip repetisi, geometri, dan kontras warna yang memperkuat tema kemerdekaan dan kreativitas lokal. Kontribusi terbesar proyek ini adalah mendemonstrasikan bagaimana intervensi desain skala mikro dapat memberikan dampak emosional yang besar dan menanamkan kesadaran kolektif tentang arsitektur berkelanjutan.
Pencegahan KBGO Guna Membangun Ruang Aman Digital Bagi Anak & Perempuan Muslim di Era Society 5.0 Puspasari, Cindenia; Darnila, Eva; Siregar, Widyana Verawaty; Husniati, Ade Muana; Mardhiah, Ainol
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sebagai upaya membangun ruang aman digital bagi anak dan perempuan di era Society 5.0, di mana teknologi seperti AI, IoT, dan big data dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah sosial sambil menempatkan manusia sebagai pusatnya. KBGO, sebagai bentuk kekerasan gender yang difasilitasi teknologi (menurut UN Women), mencakup pelecehan online, revenge porn, doxxing, cyberstalking, deepfake pornography, dan hate speech berbasis gender. Dampaknya merusak kesehatan mental korban, terutama generasi muda, serta memperburuk ketidaksetaraan gender dan menghambat partisipasi perempuan di ruang digital. Di Indonesia, kasus KBGO melonjak dan didominasi penyebaran konten intim non-konsensual. Upaya anti-KBGO meliputi strategi edukasi kampanye #AwasKBGO oleh SAFENet, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati 25 November-10 Desember, serta inisiatif pemerintah melalui KemenPPPA, Komnas Perempuan, dan regulasi seperti UU ITE. Artikel ini berbasis pengabdian masyarakat di Universitas Malikussaleh menggunakan teknik PAS (Problem-Agitate-Solution) untuk edukasi. Strategi pencegahan mencakup edukasi kesadaran masyarakat tentang consent dan etika digital, dukungan korban melalui laporan dan konsultasi psikologis, peran platform digital dalam deteksi konten berbahaya, serta kolaborasi multi-pihak untuk transformasi budaya. Gerakan ini tidak hanya melindungi korban, tetapi juga membangun akhlak generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan bebas diskriminasi, dengan ajakan aktif melaporkan kasus ke lembaga terkait.
Implementasi Media Augmented Reality dalam Pembelajaran Materi Digital pada Mahasiswa Semester II Teknik Informatika UNIMAL Darnila, Eva; Puspasari, Cindenia; Fadlisyah, Fadlisyah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi media Augmented Reality (AR) sebagai inovasi pembelajaran pada mata kuliah materi dasar digital untuk mahasiswa semester 2 Program Studi Teknik Informatika Universitas Malikussaleh. Teknologi AR digunakan untuk menghadirkan visualisasi tiga dimensi pada konsep-konsep digital yang bersifat abstrak, seperti sistem bilangan, gerbang logika, aljabar Boolean, peta Karnaugh, dan rangkaian flip-flop. Penggunaan AR memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan objek 3D sehingga proses pemahaman materi menjadi lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi teori mengenai konsep dasar digital dan prinsip kerja AR, bimbingan praktik menggunakan aplikasi AR berbasis marker-based tracking, serta evaluasi yang dilakukan melalui angket skala Likert dan observasi. Instrumen penilaian difokuskan pada aspek pemahaman, motivasi belajar, tampilan visual, dan interaktivitas dalam proses pembelajaran. Hasil implementasi menunjukkan bahwa 40 mahasiswa yang terlibat memberikan respons positif terhadap penggunaan AR, dengan nilai rata-rata penilaian berada pada kategori baik hingga sangat baik. Mahasiswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mampu menghubungkan teori dengan praktik melalui eksplorasi objek 3D. Visualisasi AR yang jelas dan fitur interaktif seperti rotasi, zoom in, dan zoom out membantu memperkuat pemahaman konsep digital yang sebelumnya sulit dibayangkan melalui metode konvensional. Secara keseluruhan, AR terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran materi dasar digital di Perguruan Tinggi.
Pembuatan Tong Sampah Lingkungan dari Bahan Daur Ulang di Desa Kampung Kreatif Sugih Waras, Talang Jambe Kota Palembang Melalui Nilai Guna Arsitektur Annura, Inas Widada; Deni, Deni; Atthaillah, Atthaillah; Iqbal, Muhammad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim akademisi Program Studi Arsitektur dengan fokus pada pembuatan tong sampah lingkungan dari bahan daur ulang di Desa Kampung Kreatif Sugih Waras, Talang Jambe, Kota Palembang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, sekaligus memperkenalkan penerapan prinsip nilai guna arsitektur dalam desain fasilitas lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya fasilitas pengelolaan sampah dan minimnya kesadaran terkait pemilahan sampah. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam proses pengumpulan bahan bekas, perancangan bentuk tong sampah, hingga pengecatan dan penempatan di titik strategis desa. Penerapan prinsip nilai guna arsitektur—fungsi, kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan—menjadi dasar dalam pembuatan tong sampah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan daur ulang, bertambahnya fasilitas kebersihan di lingkungan desa, serta bertambahnya pemahaman mengenai desain utilitas publik berbasis arsitektur.
Peningkatan Literasi dan Keterampilan Teknis Masyarakat melalui Pendampingan Instalasi Panel Surya Skala Rumah Tangga Jannah, Misbahul; Hasibuan, Arnawan; Asran, Asran; Kartika, Kartika; Siska, Deassy; Roid, Fahrian
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan akses listrik masih menjadi permasalahan utama di wilayah pedesaan terpencil, khususnya pada daerah dengan kepadatan penduduk rendah dan jarak yang jauh dari pusat perkotaan. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan aktivitas rumah tangga, sosial, dan ekonomi masyarakat. Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi keterbatasan pasokan listrik konvensional akibat kendala geografis dan infrastruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan teknis masyarakat melalui pendampingan instalasi dan pemeliharaan sistem panel surya skala rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan teknis partisipatif yang meliputi identifikasi kondisi awal, perencanaan sistem panel surya off-grid, pelaksanaan instalasi sesuai standar teknik elektro, pelatihan pemeliharaan sistem, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap prinsip kerja panel surya, kemampuan melakukan instalasi dasar dan pemeliharaan rutin, serta meningkatnya keandalan akses listrik rumah tangga. Penerapan sistem panel surya skala rumah tangga terbukti mendukung kemandirian energi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup di wilayah pedesaan terpencil.
Edukasi Perencanaan dan Perancangan Ruang Terbuka Hijau di Bukit Cot Panggoi Lhokseumawe Dafrina, Armelia; Muthmainnah, Muthmainnah; Saptari, Mochamad Ari
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen krusial dalam perencanaan kota berkelanjutan yang berfungsi untuk menyeimbangkan lingkungan alam dan lingkungan binaan. Keberadaan RTH yang semakin berkurang di kota-kota padat penduduk menimbulkan berbagai dampak negatif lingkungan, seperti peningkatan suhu mikro, polusi udara, dan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, peran, atau implementasi kebijakan RTH di wilayah studi tertentu termasuk Kota Lhokseumawe. Penelitian ini sering kali bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif, menggunakan data sekunder dari instansi terkait, literatur, dan hasil penelitian sebelumnya. Metode pengumpulan data dapat mencakup survei lapangan, observasi, kuesioner kepada masyarakat, dan wawancara dengan ahli tata kota atau pertamanan. Analisis spasial juga dapat digunakan untuk mengevaluasi pemenuhan RTH sesuai standar yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, seperti UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Hasil penelitian sering menunjukkan bahwa penyediaan RTH di banyak kota masih menjadi masalah dan belum memenuhi standar minimal 30% dari luas wilayah. Meskipun demikian, RTH yang ada terbukti memberikan manfaat signifikan, baik fungsi ekologis (penyerapan polusi udara, penyediaan oksigen, area resapan air) maupun fungsi sosial (rekreasi, peningkatan kesehatan mental, dan penguatan ikatan sosial). Evaluasi menunjukkan bahwa fungsi RTH belum optimal dan diperlukan pengelolaan yang lebih baik serta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian RTH.
Redesain Fasad Masjid Nurul Yaqin sebagai Pengabdian Ilmu Arsitektur Kepada Masyarakat Jorong Aurduri Nagari Batubulek Sumatera Barat Zaimah, Fitri; Novianti, Yenny; Munandar, Aris; Hassan, Soraya Masthura; Deni, Deni
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Redesain Fasad Masjid Nurul Yaqin di Jorong Aurduri, Nagari Batubulek, Sumatera Barat merupakan bentuk nyata pengabdian ilmu arsitektur kepada masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan kontekstual. Proyek ini bertujuan memperbaiki kualitas visual dan spiritual masjid yang mengalami penurunan estetika, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam dan budaya lokal Minangkabau. Metode pelaksanaan melibatkan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam tahap observasi, analisis, perancangan, visualisasi, hingga implementasi fasad utama. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada estetika dan makna simbolik bangunan, di mana fasad baru menonjolkan komposisi simetris, ornamen geometris Islami, serta dominasi warna putih sebagai simbol kesucian. Selain menghasilkan rancangan arsitektur yang representatif, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan rumah ibadah dan menumbuhkan semangat gotong royong. Keterbatasan dana tidak mengurangi makna sosial proyek ini, melainkan membuka peluang tindak lanjut berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian arsitektur dapat berperan sebagai media pemberdayaan spiritual, sosial, dan budaya masyarakat.