cover
Contact Name
Siti Mutholingah
Contact Email
siti.mutholingah89@gmail.com
Phone
+6285731759907
Journal Mail Official
siti.mutholingah89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cengger Ayam No. 24 Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education (AJMIE)
ISSN : -     EISSN : 27744639     DOI : 10.32478
Core Subject : Education,
Tafsir Tarbawi, Hadith Tarbawi, Studies of Islamic Education, Studies of Sufism, Science of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Management of Islamic Education, Evaluation of Islamic Education, Curriculum Development of Islamic Education, Learning and Teaching Strategies, Modern Education Problems and Multidisciplinary Islamic Education
Articles 119 Documents
Penguatan Literasi Keagamaan Berbasis Kajian Kitab Safinatun Najah di Sekolah Menengah Kejuruan: Strengthening Religious Literacy Based on the Study of the Book of Safinatun Najah in Vocational High Schools Izzah, Lailatul; Ulil Hidayah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/x1tmqc54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penguatan literasi keagamaan melalui kajian kitab Safinatun Najah di SMK Bustanul Hasan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi keagamaan dalam membentuk karakter dan akhlak siswa, terutama dalam konteks sekolah menengah kejuruan yang tidak berafiliasi langsung dengan sistem pendidikan pesantren. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan guru dan siswa dari latar belakang pesantren dan non-pesantren sebagai subjek. Data diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan dilakukan dengan mengintegrasikan kajian kitab sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan latar belakang pemahaman siswa terhadap teks keagamaan, strategi pembelajaran yang kontekstual dan pendekatan praktis terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa. Kajian ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama berbasis kitab klasik dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai religiusitas di sekolah vokasional.
“Pesantren Ramah”: Deskripsi Eksklusif Pengalaman Santri di Lingkungan Pesantren: “Friendly Pesantren”: an Exclusive Description of Students’ Experiences in Pesantren Environment Indrawati; Khoiriyah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/jbt30829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi konsep pesantren ramah santri di Pesantren Darul Hikmah Al-Islamy Kabupaten Probolinggo, serta mengungkap pengalaman santri dalam berinteraksi dan beradaptasi di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, penghargaan, dan pelatihan karakter. Pesantren ini menjadi representasi lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen menciptakan atmosfer belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, sekaligus mengedepankan pembentukan karakter santri secara utuh melalui keseimbangan antara aspek spiritual, sosial, dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang berorientasi pada penggambaran fenomena secara alami dan faktual tanpa manipulasi terhadap konteks penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan santri, ustadzah, dan pengasuh pesantren; observasi partisipatif terhadap kegiatan harian santri; serta dokumentasi berbagai aktivitas pelatihan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan hingga perolehan pemaknaan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ramah santri di Pesantren Darul Hikmah Al-Islamy diwujudkan melalui kebijakan pembinaan tanpa kekerasan, pendekatan edukatif yang humanis, serta pengembangan kegiatan bernilai karakter seperti halaqah akhlak, pelatihan tahfidz Al-Qur'an, kepemimpinan, dan kegiatan sosial. Suasana pesantren yang terbuka dan komunikatif menciptakan hubungan yang harmonis antara santri, ustadzah, dan pengasuh, sehingga menumbuhkan rasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan belajar. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap terbentuknya karakter santri yang religius, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Dengan demikian, pesantren ramah santri tidak hanya menjadi wadah pembelajaran keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembentukan kepribadian yang humanis dan berkeadaban.
Integrasi Nilai Adab dalam Kitab Riyadhus Sholihin pada Perencanaan dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Islam di Pondok Pesantren: Adab Values Integration in the Riyadhus Sholihin Book in Planning and Evaluation of Islamic Education Learning at Pesantren Mabruroh, Roichatul; Nur Yanah; Askin
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/sqkw4y21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi nilai adab dalam kitab Riyadhus Sholihin pada proses perencanaan dan evaluasi di Pondok Putri Al Falah Duwet, sebuah pesantren tahfidz putri yang telah menerapkan pembinaan adab secara konsisten meskipun belum terdokumentasi dalam bentuk kurikulum tertulis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Putri Al Falah telah mengimplementasikan nilai-nilai adab seperti ikhlas, tawadhu’, amanah, sabar, menghormati guru, dan ukhuwah melalui pembiasaan harian, keteladanan ustadzah, kegiatan terstruktur seperti muhadhoroh, piket kebersihan, mentoring kamar, disiplin ibadah, serta penguatan adab dalam interaksi sosial. Perencanaan pendidikan dilakukan secara non-dokumen namun terinternalisasi kuat dalam aktivitas pesantren. Evaluasi pendidikan dilakukan melalui observasi sikap, kedisiplinan ibadah, etika belajar, dan konsistensi hafalan, serta dilengkapi dengan sistem reward and punishment (ta’zir). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi nilai adab dari Riyadhus Sholihin telah berjalan secara efektif di Pondok Putri Al Falah meskipun belum diformalkan dalam dokumen perencanaan dan standar evaluasi tertulis. Formalisasi kurikulum dan instrumen evaluasi berbasis adab direkomendasikan untuk meningkatkan mutu, konsistensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.
Pembudayaan Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Tingkat Sekolah Menengah Pertama: Cultivating the Religious Moderation Values in Islamic Religious Education Learning at the Junior High School Level Fashi Hatul Lisaniyah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/52z76153

Abstract

Pembudayaan nilai-nilai moderasi beragama pada tingkat sekolah merupakan kebutuhan strategis dalam membangun kultur toleransi dan keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk praktik dan strategi pembudayaan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Babat. Sekolah dengan lokasi mayoritas Masyarakat berafiliasi Islam Nahdlatul Ulama (NU), namun memiliki siswa dengan latarbelakang keberagaman agama dan kelompok keagamaan seperti dari Muhammadiyah, LDII, non Muslim. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembudayaan nilai-nilai moderasi beragama dilaksanakan melalui penataan ekosistem sekolah yang inklusif, integrasi materi, penguatan praktik toleransi, serta pembiasaan dalam kegiatan keagamaan. Kebijakan sekolah dan dukungan dari guru menjadi factor pendukung terlaksananya praktik pembudayaan tersebut, sedangkan factor penghambat muncul dari siswa itu sendiri yang mempunyai cara pandang yang sudah dibentuk dari lingkungan keluarga
Kenduri, Selametan, Tahlilan, dan Maulid Nabi: Menakar Tradisi Lokal di Indonesia dalam Perspektif Islam: Kenduri, Selametan, Tahlilan, and Maulid Nabi: Assessing Local Traditions in Indonesia from an Islamic Perspective Ilyas, Muhammad; Attamimi, Muhammad Iqbal; Muttaqin, Moch. Nurhidayatul; Soebahar, Halim; Amal, Khusna; Mursalim, Mursalim
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/cb1j2507

Abstract

This article discusses the local traditions of Kenduri, Selametan, Tahlilan, and Maulid Nabi from the perspective of Islam Nusantara, focusing on their meanings, the Islamic values they embody, and the controversies surrounding these practices in Indonesia. This phenomenon illustrates the process of acculturation between Islamic teachings and established local cultural wisdom, but faces ideological polemics between traditionalist and reformist groups. The main issues addressed in this article are how these traditions are understood by the community, what Islamic values they contain, and how the controversies surrounding their legal status can be analysed in greater depth. The research method used is a literature study, reviewing various relevant literature to comprehensively analyse the four traditions. The results show that Kenduri, Selametan, Tahlilan, and Maulid Nabi contain Islamic values such as gratitude, togetherness, ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood), and the strengthening of social morals. However, these traditions face controversy, particularly regarding whether they are sunnah or bid'ah, which creates tension between puritan and traditionalist groups. Further discussion reveals that Islam Nusantara offers a moderate model of religiosity, balancing text and cultural context, and supporting inclusiveness and social harmony.
Pemanfaatan Media Digital sebagai Penguat Motivasi Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Digital Media Utilization as a Motivation Enhancer in Islamic Education Learning Ahmad Rafdi, Danendra
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/96hdvt66

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana media digital dapat memperkuat motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pertanyaan utama yang dibahas adalah bagaimana media digital, sebagai produk perkembangan teknologi, mampu berkontribusi pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam konteks PAI. Berposisi sebagai kajian teoretis, artikel ini menganalisis konsep motivasi dalam pendidikan Islam serta memadukannya dengan perspektif pedagogi digital kontemporer. Pembahasan dilakukan melalui telaah literatur mengenai motivasi belajar, teori pendidikan Islam, dan pemanfaatan media digital, khususnya terkait unsur multimedia, interaktivitas, dan gamifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital efektif dalam meningkatkan motivasi belajar karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, bermakna, dan sesuai dengan karakter generasi digital. Selain itu, integrasi media digital menuntut kreativitas guru serta penguatan etika.
Penerapan Metode Yanbu’a Berbantuan Aplikasi Lumi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Kelas IV Sekolah Dasar: Yanbu'a Method Implementation Assisted by the Lumi Application to Improve the Reading Qur'an Ability in Islamic Education Learning for Grade IV Elementary Schools Juliastri Azzahra; St. Marwiyah; Mustafa
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/491yzz39

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan metode Yanbu’a berbantuan aplikasi Lumi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada penerapan metode Yanbu’a berbantuan aplikasi Lumi di kelas IV SDN 54 Salupikung Kota Palopo dan mengetahui penggunaan metode Yanbu’a berbantuan aplikasi Lumi dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV di SDN 54 Salupikung Kota Palopo yang berjumlah 21 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data yaitu melalui tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan kegiatan pembelajaran memperoleh nilai yaitu 93%. Kemudian nilai hasil observasi aktivitas peserta didik memperoleh hasil akhir sebanyak 93% termasuk kategori sangat baik. Adapun nilai hasil tes kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik mengalami peningkatan sebanyak 25% dari siklus I ke siklus II, dengan perolehan nilai ketuntasan klasikal yaitu 79% (tuntas). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan melalui penerapan metode Yanbu’a berbantuan aplikasi Lumi dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas IV SDN 54 Salupikung Kota Palopo. Dengan demikian, penerapan metode Yanbu’a dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Pendidikan Islam berbasis Budaya Lokal: Integrasi Tradisi Burdah dalam Nilai-nilai Karakter Religius di Kabupaten Probolinggo: Local Culture-Based Islamic Education: Integration of Burdah Tradition into Religious Character Values ​​in Probolinggo Regency Lailatul Farihah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/qbar1x96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana tradisi Burdah diintegrasikan dalam pembentukan nilai-nilai karakter religius masyarakat Desa Karanganyar, Kabupaten Probolinggo. Tradisi Burdah merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan dan budaya Islam lokal yang sarat dengan nilai religius, sosial, dan spiritual. Nilai karakter religius yang dimaksud mencakup aspek keimanan, ketakwaan, kebersamaan, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap tradisi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, pelaku tradisi Burdah, dan masyarakat sebagai informan kunci, observasi partisipatif terhadap pelaksanaan Burdah, serta dokumentasi berupa arsip kegiatan dan rekaman visual. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan: reduksi data untuk menyeleksi informasi relevan, penyajian data secara sistematis, serta penarikan kesimpulan untuk memahami konstruksi nilai karakter religius yang terbentuk.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Burdah memiliki fungsi sentral dalam memperkuat nilai-nilai religius masyarakat melalui syair-syair pujian kepada Nabi, penguatan spiritual, serta kebersamaan dalam jamaah. Tradisi ini juga berperan sebagai media internalisasi nilai keteladanan, kedisiplinan, dan sikap religius melalui pengulangan, nasihat, dan praktik keagamaan yang diwariskan lintas generasi. Integrasi tradisi Burdah dalam kehidupan masyarakat tidak hanya bergantung pada aturan formal keagamaan, tetapi juga pada kekuatan budaya lokal, relasi sosial, dan pengaruh spiritual yang berkelanjutan dalam membentuk karakter religius masyarakat Desa Karanganyar
Konsep Pendidikan Karakter Toleransi Untuk Membangun Persaudaraan Perspektif Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah: The Concept of Tolerance Character Education for Building Brotherhood: Quraish Shihab’s Perspective in Tafsir Al-Mishbah Iman, Nuril; Mochamad Nurcholiq; A. Qomarudin
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/42qnsb52

Abstract

Indonesia is a nation rich in cultural, ethnic, and religious diversity. However, this diversity also poses challenges to social harmony, as it can sometimes trigger conflicts, particularly those related to religion. In this context, character education for tolerance is a vital collective endeavour. M. Quraish Shihab offers a profound perspective on tolerance education in Islam through his Tafsir Al‑Mishbah. This study analyzes Shihab’s concepts of building brotherhood and of forming a tolerant character as presented in Tafsir Al‑Mishbah. Employing a qualitative library‑research approach, the study collects, reviews, and analyzes primary, secondary, and tertiary literature relevant to the topic. The findings indicate that Shihab’s concept of character education for tolerance is grounded in the principle of ukhuwah (brotherhood), which encompasses religious, national, and humanitarian dimensions. He advocates contextual, moderate, and humanistic approaches that promote inclusivity and respect for diversity. The study suggests that Qurʾanic‑based character education for tolerance should be integrated into Islamic education curricula to cultivate individuals who are tolerant, just, and capable of living peacefully in plural societies.
Implementasi Program Pembiasaan Membaca 10 Menit dalam Meningkatkan Budaya Literasi Keislaman Siswa di Sekolah Dasar: Implementation of the 10-Minutes Reading Habit Program to Improve Islamic Literacy Culture for Students in Elementary School Nurhidayah, Dede
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/5pn9g491

Abstract

A culture of literacy is an important foundation in basic education because reading skills are the basis for successful learning at the next level. From an Islamic perspective, the urgency of literacy is further strengthened by the command of Iqra, the first revelation, which emphasizes that reading is the gateway to civilization and a means of acquiring knowledge. This study aims to describe the implementation of the program and its impact on improving student literacy. The study used a descriptive qualitative method with observation, interview, and documentation techniques. Data were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the habit of reading for 10 minutes helped improve students' reading fluency, increase vocabulary, train concentration, and foster interest in reading. The relevance to Islamic values further strengthens the meaning of this activity because students are accustomed to loving knowledge as part of Islamic teachings. Factors supporting success include teacher commitment, principal support, parental involvement, and the use of appropriate reading materials. Obstacles that emerged included limited reading materials and differences in student abilities.

Page 11 of 12 | Total Record : 119