cover
Contact Name
Puji Astuti
Contact Email
puji21433@gmail.com
Phone
+6281347243104
Journal Mail Official
puji21433@gmail.com
Editorial Address
urnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Kalimantan Timur. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, Kalimantan Timur. Telepon 0541 743390. Email:jakt@untag-smd.ac.id, cc: puji21433@gmail.com URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/JAKT
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika
ISSN : 29866200     EISSN : 29863503     DOI : https://doi.org/10.31293/jakt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika (JAKT) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk menerbitkan naskah penelitian di bidang teknologi pertanian, budidaya pertanian, bidang manajemen hutan, budidaya hutan, hama penyakit hutan, dan yang relevan dengan pertanian tropika dan kehutanan tropika.
Articles 59 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN PADA KELERENGAN YANG BERBEDA DI KEGIATAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAS SANTAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Saputra, Ari; Kamarubayana, Legowo; Yahya, Zuhdi; Yulianthi, Rolly
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8943

Abstract

DAS Santan yang merupakan salah satu DAS di wilayah Kalimantan Timur, juga memiliki peran yang cukup penting karena beberapa aktivitas penggunaan lahan di DAS Santan yang dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian seperti perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan dan lain-lainnya. Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk mengatasi lahan kritis, memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga yaitu dengan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tinggi tanaman dan kondisi tanaman pada kegiatan P0 dan P3 di DAS Santan serta membandingkan tingkat pertumbuhan tinggi tanaman pada lokasi kelerengan yang berbeda terhadap kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start yang dilakukan melalui teknik sampling. Penelitian ini dilakukan di di Blok XVIII petak 5 dan Blok XII petak 2 areal DAS Santan. Hasil Penelitian ini menunjukkan pada kegiatan P0 dan P3 rata-rata tinggi tanaman pada Blok XVIII Petak 5 ialah 47 cm dan 134 cm. Pada Blok XII Petak 2 rata-rata tinggi tanaman nya ialah 47 cm dan 131 cm. Pada kegiatan P0 dan P3 memiliki nilai persentase tanaman sehat dan mati yang sama yaitu persentase tanaman sehat nya ialah 94,70% dan persentase tanaman matinya ialah 5,30%. Perbandingan rataan tinggi tanaman pada blok XVIII Petak 5 lebih baik dibandingkan dengan blok XII Petak 2 hal ini dikarenakan pada blok XVIII Petak 5 nilai kemiringan kelerengan yaitu 3,6% yang termasuk bentuk relief kelerengan agak landai dan juga nilai rataan tinggi tanamannya ialah 134 cm, sedangkan pada blok XII Petak 2 nilai kemiringan kelerengannya yaitu 18,4% yang termasuk bentuk relief kelerengan agak curam serta nilai rataan tinggi tanamannya ialah 131 cm.
STUDI PERKEMBANGAN KEGIATAN PERHUTANAN SOSIAL DALAM PEMANFAATAN EKOWISATA TAMAN SUNGAI DUMARING DI KAMPUNG DUMARING KECAMATAN TALISAYAN KABUPATEN BERAU SEBAGAI BINAAN KPHP BERAU PANTAI TAHUN 2024 Hamidah, Nur; Ismail, Ismail; Tirkaamiana, Mohammad Taufan; Yulianthi, Rolly
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9234

Abstract

Potensi ekowisata yang berada di sekitar masyarakat hutan mendorong lahirnya 2 (dua) agenda pengelolaan kawasan hutan, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar hutan dan juga penciptaan model pelestarian hutan yang efektif. Pemerintah menyiapkan sebuah program berupa Program Perhutanan Sosial yang diperuntukkan oleh seluruh masyarakat sekitar hutan melalui pola pemberdayaan dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan perhutanan sosial yang terdapat pada Taman Sungai Dumaring. Setelah penulis mengetahui skema yang diterapkan, penulis mencari tahu perkembangan hasil dari kegiatan perhutanan sosial di Taman Sungai Dumaring, serta untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan Perhutanan Sosial di Kampung Dumaring. Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan kualitatif yang dilakukan selama 2 (dua) bulan efektif. Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur menjadi lokasi penelitian karena sebagai salah satu dari pelaksanaan Program Perhutanan Sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program Perhutanan sosial di Kampung Dumaring telah mendapat perizinan pelaksanaan Perhutanan Sosial Hutan Desa dengan luas total 5.083 Ha pada kawasan hutan Lindung dan partisipasi masyarakat di Kampung Dumaring sangat antusias dengan adanya Program Perhutanan Sosial.
PENGARUH DOSIS PUPUK TSP DAN KONSENTRASI PUPUK GROWMORE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS KANTON TAVI Sosi, Hendrikus; Napitupulu, Marisi; Patah, Abdul
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8944

Abstract

Salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia adalah produksi kacang panjang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk TSP dan konsentrasi pupuk Growmore serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang varietas Kanton Tavi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2019. Tempat penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sambutan, Jl. Handil Kopi Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan percobaan faktorial 4 × 4 dan jumlah ulangan 4 (empat) kali, terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah dosis TSP (T) terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa Pupuk TSP atau kontrol (t0), dosis TSP 3 g/polibag (t1), dosis pupuk TSP 4 g/polibag (t2), dan dosis pupuk TSP 6 g/polibag (t3). Faktor II adalah konsentrasi pupuk Growmore (M), terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk Growmore atau kontrol (m0), dosis pupuk Growmore 2 g/polibag (m1), dosis pupuk Growmore 4 g/polibag (m2), dan dosis pupuk Growmore 6 g/polibag (m3). Hasil perlakuan TSP (T) berpengaruh sangat nyata terhadap terhadap panjang tanaman 6 mingu setelah tanam dan jumlah polong per tanaman. Berpengaruh nyata terhadap panjang polong. Jumlah polong terbanyak terdapat pada perlakuan pupuk TSP 6 gram/ polibag (t3) yaitu, 23,25 polong, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan (t0) yaitu, 15,31 polong. Hasil perlakuan Growmore (M) berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan panjang polong pertanaman. Interaksi perlakuan (TxM) berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong, berat polong, dan panjang polong.
TINGKAT PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN PADA KEGIATAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL KUTAI DESA SUKARAHMAT KABUPATEN KUTAI TIMUR Mahendra, Mahendra; Kamarubayana, Legowo; Yahya, Zuhdi; Jannah, Noor
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9238

Abstract

Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai oleh pemegang IPPKH penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan yang merupakan salah satu kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan sebagai upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tinggi tanaman dan kondisi tanaman (sehat dan mati) pada kegiatan P0, P1, P2, dan P3 rehabilitasi daerah aliran sungai di Kawasan Taman Nasional Kutai. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start yang dilakukan melalui teknik sampling. Penelitian ini dilakukan di petak penanaman blok 12 petak 2 Kawasan Taman Nasional Kutai Desa Sukarahmat Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tingkat pertumbuhan tinggi tanaman pada kegiatan P0, P1, P2, dan P3 memiliki hasil yang cukup signifikan yang dimana rata-rata tinggi pertumbuhan tanaman secara berturut-turut ialah 47,33 cm, 66,62 cm, 92,13 cm, dan 131,05 cm. Kemudian kondisi Tanaman yang dimana meliputi persentase rataan tanaman sehat dan mati memiliki hasil yang cukup signifikan juga yang dimana pada kegiatan P0 persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 94,48% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 5,52% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah. Pada P1 kegiatan  persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 94,94% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 5,06% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah. Pada kegiatan P2 persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 96,63% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 3,37% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah dan pada kegiatan P3 persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 97,50% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 2,50% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah. Hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa evaluasi terhadap pertumbuhan tanaman baik tanaman kehutanan dan MPTS yaitu pada kegiatan P0, P1, P2, dan P3 menunjukkan keberhasilan diatas 75%.
KEBERHASILAN HIDUP STEK PUCUK MERAWAN (Hopea odorata Roxb.) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA KONSENTRASI ROOTONE-F Hirung, Agustinus Frederiku; Jumani, Jumani; Kamarubayana, Legowo; Hidayat, Muhammad Rizyan Anggra
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Rootone-F untuk kemampuan berakar stek pucuk merawan dan lama perendaman Rootone-F untuk memperolah kemampuan berakar stek pucuk merawan yang terbaik. Penelitian mwnggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola factorial 3 x 10 x 48 dan didalam masing-masing ulangan berisi 10 stek pucuk dengan perlakuan konsentrasi Rootone-F (Kontrol, 200 ppm, 350 ppm, 500 ppm) dan lama perendaman (kontrol, 8 jam, 16 jam, dan 24 jam). Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase hidup tanaman tertinggi sebesar 81,25 % pada ulangan 1. Hasil sidik ragam persentase hidup dari perlakuan dosis hormon dan lama perendaman memberikan pengaruh yang signifikan terhadap interaksi kombinasi pemberian dosisi Rootone-F dengan perlakuan lama perendaman. Sedangkan parameter tunas baru, daun baru, panjang akar dan jumlah akar hasil sidik ragam tidak signifikan atau tidak berbeda nyata.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NUTRISI ORGANIK TANAMAN (NOT) LAU KAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS ZATAVY F1 Rohimat, Galih Rian; Syahfari, helda; Rahmi, Abdul; Orianto, Karolina Sherly
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8987

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas holtikultura jenis sayuran yang popular konsumen Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan (NOT) Lau Kawar serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun varietas Zatavy F1, serta memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi NOT yang tepat untuk pertumbuhan tanaman mentimun varietas Zatavy F1. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Maret 2024. Lokasi penelitian di lahan P4S Lau Kawar Jl. Soekarno Hatta Km 36 Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 4 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang diulang sebanyak 4 kali. Setiap faktor perlakuan diberi 4 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (a0), pupuk kandang ayam 10 ton/ha (a1), pupuk kandang ayam 15 ton/ha, pupuk kandang ayam 20 ton/ha.  Faktor konsentrasi NOT Lau Kawar terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa NOT Lau Kawar atau kontrol (n0), NOT Lau Kawar 18 ml/1 liter air (n1), NOT Lau Kawar 28 ml/1 liter air, dan NOT Lau Kawar 38 ml/1 liter air (n3). Perlakuan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 10 hari setelah tanam, jumlah daun 10 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 30 hari setelah tanam, jumlah daun 20 hari setelah tanam, dan jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang tanaman 20 hari setelah tanam, jumlah daun 30 hari setelah tanam, berat buah per tanaman dan panjang buah. Berat buah terberat per tanaman terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 kg/ha (a2), yaitu 124,99 g/tanaman. Perlakuan NOT Lau Kawar tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 10 hari setelah tanam, jumlah daun, umur saat berbunga, umur saat panen, panjang buah, dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 20,30 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah per tanaman. Berat buah terberat per tanaman terdapat pada perlakuan NOT Lau Kawar (n2), yaitu dengan konsentrasi 28 ml/1 liter air. Interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman, jumlah daun, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang buah.
PERSEN HIDUP TANAMAN REKLAMASI PADA LOKASI IZIN USAHA PERTAMBANGAN CV RINDA KALTIMANUGERAH DI KOTA SAMARINDA Putra, Muryadi Dwi; Derita, Djumansi; Yahya, Zuhdi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9278

Abstract

Reklamasi lahan pasca tambang merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memulihkan fungsi ekosistem yang telah rusak akibat aktivitas pertambangan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat presentase kehidupan tanaman pada lahan reklamasi di CV Rinda Kaltimanugerah (CV. RKA) Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan penentuan lokasi penelitian menggunakan Stratified Sampling. Setiap strata akan diambil sampel sebesar 10%,dari 1 plot sampel berukuran 50 m x 50 m dari masing-masing strata dihitung berdasarkan proporsional dengan luas masing-masing strata. Hal ini dilakukan untuk efesiensi biaya dan menghemat waktu penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persen hidup tanaman reklamasi pada lokasi  Izin Usaha Pertambangan  CV Rinda Kaltimanugerah di Kota Samarinda adalah : 1) Persen Hidup tanaman Sengon (Paraserianthes Falcataria) yaitu pada  plot 1 lebih banyak dibandingkan dengan plot 2 yaitu sebanyak 7 pohon (47%) dibandingkan 3 pohon (20%); 2). Untuk persen hidup tanaman Akasia (Acacia Mangium) dari 2 plot bahwa plot 1 lebih banyak dibanding plot 2 yaitu 18 pohon (60%) dibandingkan 12 pohon (40)%;  3) Apabila dibandingakan hasil persen hidup antara tanaman Akasia (Acacia Mangium) dan Sengon (Paraserianthes Falcataria) pada plot penelitian bahwa tanaman Akasia (Acacia Mangium) lebih tinggi persen hidup daripada tanaman Sengon (Paraserianthes Falcataria)  yaitu dari 30 pohon tanaman Akasia (Acacia Mangium) yang di tanam pada 2 plot yang hidup adalah 18 pohon (66%), sedangkan pada tanaman Sengon persen hidup adalah 10 pohon (33%).
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) VARIETAS DEWATA F1 Pangga, Yohansen Jair; Rahmi, Abdul; Sutejo, Hery; Norhadi, Norhadi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9245

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat Kesehatan. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, untuk memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ombau Asa Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pada Juni-September 2023. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 3 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (P) terdiri atas 3 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (p0), 10 g polibag-1 (p1), dan 20 g polibag-1 (p2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK mutiara (N) terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK mutiara (n0),  1,5 g polibag-1 (p1), 3,0 g polibag-1 (p2), dan 4,5 g polibag-1 (p3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.   Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 20 g polibag-1 (p2) yaitu 31,28 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang ayam ((p0) yaitu 25,19 g tanaman-1; (2) pemberian pupuk NPK mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 4,5 g polibag-1 (n3) yaitu 29,38 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk NPK mutiara (n0) yaitu 26,30 g tanaman-1.; dan (3) interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga dan umur tanaman saat panen,  tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.
PENINGKATAN PERFORMA AGRONOMIS JAGUNG MANIS MELALUI AMENDEMEN ORGANIK BIOCHAR DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Wardani, Dwika Karima Karima; Siallagan, Rani Mukerji; Triyanti, Vitri Renny
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9203

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of biochar derived from rice husk and empty fruit bunch (EFB) compost as soil amendments to improve soil fertility and enhance the growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt.). The research was conducted at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Universitas Medan Area, using a factorial randomized block design (RBD) consisting of two factors: four levels of biochar (0–2.25 kg/plot) and four levels of EFB compost (0–1.125 kg/plot), with two replications. Soil and organic material characteristics were analyzed prior to application. Biochar showed low nutrient contents but had a neutral pH (6.8), whereas EFB compost contained higher nitrogen (2.4%) and phosphorus (0.27%). Soil analysis indicated acidic conditions (pH 4.5) with low nitrogen availability (0.19%). Results showed that the application of biochar, EFB compost, and their combination had no significant effect on plant height and number of leaves during the vegetative phase (2–7 WAP), possibly due to low soil nitrogen and limited early nutrient availability. However, descriptive analysis highlighted the potential synergistic role of biochar in improving soil pH and structure, while EFB compost contributed to increased nutrient supply. The integration of biochar and EFB compost demonstrates potential as an environmentally friendly strategy to support sustainable sweet corn production on acidic, nutrient-poor soils. Further analysis on yield components is expected to determine the optimum dosage for agronomic performance.