cover
Contact Name
Khurin In Ratnasari
Contact Email
khurininratnasari@gmail.com
Phone
+6282331288750
Journal Mail Official
khurininratnasari@gmail.com
Editorial Address
Dusun Krajan 1 RT :02 RW : 13 Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
As-sunniyyah
ISSN : -     EISSN : 28092538     DOI : https://doi.org/10.62097/assunniyyah.v3i02.1532
Jurnal As-sunniyyah Merupakan jurnal tentang publikasi hasil penelitian, pengabdian dan karya ilmiah mahasiswa IAI Al-Falah As-sunniyyah Kencong Jember yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media komunikasi dan informasi ilmiah dibidang ilmu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak, Bimbingan Konsling , Ekonomi, Hukum, Hukum keluarga islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal ini diharapkan dapat membantu para dosen dan mahasiswa dalam menginformasikan / mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah di seluruh Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Peran Kreativitas Siswa dalam Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika pada Pembelajaran Kontekstual Hariyanto, Hariyanto
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan aktivitas yang berlangsung dengan melibatkan bermacam- macam komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang salah satunya adalah kreativitas siswa. Untuk itu perlu dilakukan usaha perbaikan pengajaran yang lebih mendasar yang menyangkut tentang proses pemecahan masalah dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini untuk menjawab permasalahan bagaimanakah pengaruh kreativitas siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pokok bahasan optic fisis dalam pembelajaran kontekstual. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI Siswa MAN 3 Jember, sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas XI-A. Data penelitian dikumpulkan dengan metode tes, yaitu tes kreativitas dan tes kemampuan memecahkan masalah. Data dianalisis dengan analisis korelasi regresi sederhana diperoleh hasil penelitian sebagai berikut Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kreativitas siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pokok bahasan optic fisis dengan koefisien korelasi r = 0,752 dan diperoleh hubungan fungsional antara kreativitas dengan kemampuan memecahkan masalah yang dinyatakan dengan garis linier^Y =8,37 + 0,85 X . Hasil penelitian ini juga menunjukkan makin tinggi kreativitas makin tinggi pula kemampuan memecahkan masalah dalam pelajaran fisika. Dengan demikian usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu diarahkan pada pengembangan potensi kreativitas dalam pembelajaran.
Implementasi Student Centered Learning dalam Kegiatan Praktikum Fisika Dasar Siswa Hariyanto, Hariyanto
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengimplementasikan student centered learning dalam praktikum fisika dasar. Berdasarkan pengalaman di jurusan fisika selama ini, kendala yang dijumpai adalah masih banyak siswa yang belum dapat mandiri dalam melaksanakan kegiatan praktikumnya karena lebih banyak menunggu penjelasan dari guru dan kurang berinisiatif dalam menyelesaikan masalah praktikumnya. Student centered learning (SCL) merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek aktif dan mandiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Memperhatikan karakteristik praktikum yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan ilmiah (hard skills dan soft skills) siswa dalam mengidentifikasi gejala dan menyelesaikan masalah perlu dilakukan pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan ilmiah siswa secara maksimal. Untuk mengatasi keadaan tersebut, telah diujicobakan suatu mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterampilan praktikum siswa. Efektivitas mekanisme kegiatan praktikum dengan pendekatan SCL tersebut dilihat berdasarkan sejauhmana sasaran yang diinginkan tersebut tercapai. Hasil implementasi student centered learning dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Atribut-atribut student centered learning yang dapat diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar meliputi: kerja kelompok, diskusi, menulis, presentasi, dan pemecahan masalah. 2) Atribut-atribut softs skills siswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut student centered learning yang diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar adalah: kerjasama merupakan penekanan dari kegiatan kerja kelompok, manajemen diri merupakan penekanan dari kegiatan diskusi, komunikasi tulis merupakan penekanan dari kegiatan menulis, komunikasi lisan merupakan penekanan dari kegiatan presentasi, berfikir kritis dan analitis merupakan penekanan dari pemecahan pemecahan masalah. 3) Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar melalui kegiatan yang meliputi: pralaboratorium, praktikum, pelaporan, dan presentasi. Implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut dapat mendukung keterampilan praktikum. Mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efektif dalam membekali keterampilan praktikum yang harus dimiliki siswa. 4) Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efisien digunakan, karena siswa maupun guru praktikum dapat menggunakan waktu dan peralatan praktikum yang tersedia dengan baik.
Kesulitan Pemecahan Masalah Fisika pada Siswa MAN 3 Jember Hariyanto, Hariyanto
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi kesulitan pemecahan masalah fisika pada siswa MAN 3 Jember. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menyebarkan angket. Responden terdiri dari 120 siswa yang berasal dari kelas XII IPA 1. Dilakukan pula wawancara pada beberapa guru serumpun dan siswa. Berdasarkan hasil penyebaran angket, diperoleh 26% siswa mengalami kesulitan pada materi Suhu dan Kalor, 25% Optik, 21% Fluida Statik, 17% Elastisitas dan Hukum Hooke, dan 11% Kinematika. Kesulitan tersebut salah satunya disebabkan pembelajaran bagi siswa yang kurang maksimal dalam bentuk hands on activity. Sebanyak 88% siswa mengatakan bahwa pembelajaran fisika yang sering dialami adalah dengan metode ceramah. Siswa mengalami kesulitan belajar fisika dalam menyelesaikan permasalahan pada soal sebesar 32%, kesulitan memahami konsep dan rumus 26%, kesulitan menggunakan persamaan atau rumus dalam soal 18%, kesulitan menganalisis grafik dan gambar 17%, dan kesulitan menyimpulkan materi yang telah dipelajari 7%. Kesulitan tersebut terlihat ketika siswa memecahkan permasalahan pada soal kinematika serta suhu dan kalor. Diperoleh dari hasil angket, bahwa 76% siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan pada soal dengan alasan lupa atau tidak paham, sebesar 19% siswa kurang memahami solusi pemecahan masalah pada soal, dan hanya sebesar 5% siswa mampu memecahkan permasalahan pada soal.
Pengaruh Strategi Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Tofaynudin, Johan Indrus; Magfiro, Izza Masroatul
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 01 (2021): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Jember, untuk menciptakan pembelajaran yang efektif pada mata pelajaran fiqih adalah menerapkan strategi Problem Solving untuk menstimulus peserta didik agar berpikir kritis sehingga dapat mencari solusi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-sehari sesuai dengan materi yang diajarkan. Pentingnya menerapkan strategi pembelajaran Problem Solving dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, baik dari kemampuan berpikir, minat dan sikap dalam belajar, serta keterampilan fisik dalam aktivitas belajar sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menjawab permasalahan bagaimanakah pengaruh strategi problem solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih pada aspek kognitif, efektif dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen. Populasi penelitian siswa kelas 8 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Jember. Dengan menggunakan Sampling Purposive, dan teknik analisis data menggunakan uji Independent t Test. Hasil penelitian ini sebagaimana telah diperoleh dari hasil belajar kognitif sebesar Sig 2 tailed 0,000 ˂ 0,05 dengan nilai Sig sebesar 0,838 yang berarti pengaruh sangat kuat, untuk hasil belajar afektif sebesar Sig 2 tailed 0,000 ˂ 0,05 dengan nilai Sig sebesar 0,477 yang berarti pengaruh sedang, dan psikomotorik sebesar Sig 2 tailed 0,000 ˂ 0,05 dengan nilai Sig sebesar 0,777 yang berarti pengaruh kuat. Kemudian, dari hasil angket Problem Solving diperoleh 21 siswa (100%) menunjukkan sangat puas dengan pembelajaran menggunakan strategi Problem Solving. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan strategi Problem Solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Jember.
Mengembangkan Kecerdasan Spiritual dan Sosial Melalui Evaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa MAN 2 Jember Wahidah, Nur; Afida, Ifa
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intelligence is the ability to understand the world, think rationally, and use effective resources when faced with challenges. the contents of the Act above indicates that the function of education as a formation of personality that reflects the values of high nobility is more focused to form students who are intelligent spiritual and intelligent in social. Developed spiritual intelligence through evaluation of learning result of Islamic education of student MAN 2 Jember is to develop spiritual intelligence on the behavior of believers and cautious, and than develop spiritual intelligence on grateful behavior. whereas To develop social intelligence through evaluation of learning result of Islamic education of student MAN 2 Jember is develop social intelligence on honest, The attitude of discipline, responsibility attitude, Caring attitude (tolerance and gotongroyong), Good manners and The attitude of self-confidence.
Akhlak Murid dan Guru Analisis Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim Karya Hadhrotus Syaikh Kh. Hasyim Asy’ari Fadlillah, Fadlillah; Wakhidah, Umi
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1071

Abstract

Pendidikan akhlak bagi murid dan guru sangatlah penting, karena salah satu faktor penyebab kegagalan pendidikan agama Islam selama ini adalah rendahnya akhlak seorang murid dan seorang guru. Tidak dipungkiri lagi bahwa antara guru dan murid ada banyak sekali akhlak dan etika yang perlu dipelajari dan diterapkan pada era sekarang ini, baik itu terhadap guru dan murid, terhadap diri sendiri maupun terhadap ilmu. Agar suatu proses pembelajaran bukan hanya berakhir dengan lulusnya murid dari suatu jenjang pendidikan tertentu, tapi berlanjut dengan bermanfaatnya ilmu yang didapatkan bagi murid, guru maupun orang lain. Artikel ini membahas bagaimana konsep akhlak murid dan guru menurut kitab Adab Al-Alim wa Al-Muta’allim karya Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Temuan dari artikel ini adalah konsep akhlak guru dan murid yang dipaparkan KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang murid harus memiliki akhlak yang terpuji, baik itu terhadap guru, diri sendiri maupun terhadap ilmu. Karena tujuan pembelajaran adalah memberi pengetahuan, merubah tingkah laku dan meningkatkan kualitas, bukan hanya sebatas transfer of knowledge saja. Seorang guru adalah suri tauladan bagi murid. Jika gurunya baik maka muridnya akan baik. KH. Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa seorang guru juga harus memiliki akhlak yang terpuji, baik terhadap murid, diri sendiri dan bahkan saat mengajar. Oleh karena itu konsep akhlak ini merupakan konsep yang sangat bagus untuk diterapkan pada era sekarang ini.
Pengaruh Metode Team Quiz Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ulum, M Bustanul
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1072

Abstract

Dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan diharapkan mampu membuat guru untuk lebih kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menarik. Dalam kegiatan belajar, aktifitas fisik maupun mental harus selalu terkait. Seorang anak melakukan proses berpikir sepanjang ia melakukan suatu perbuatan. Pada penelitian menggunakan metode team quiz untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam metode team quiz, diawali dengan guru menerangkan materi pelajaran, dan siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Semua anggota kelompok Bersama-sama mempelajari materi tersebut. Setelah itu diadakan pertandingan antar kelompok. Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia, dan berlangsung seumur hidup. Belajar adalah proses seorang dalam memperoleh sebuah pengetahuan, ketrampilan, serta kecakapan. Kesiapan belajar siswa erat kaitannya dengan hasil belajar siswa, maka dari itu kesiapan dalam diri seorang siswa sangat penting. Hasil belajar dapat diartikan proses perubahan kemampuan intelektual, kemampuan minat, dan kemampuan motorik halus dan kasar pada siswa. Perubahan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran khususnya dalam satuan pendidikan dasar diharapkan sesuai dengan tahap perkembangannya. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam merupakan bentuk kinerja belajar peserta didik dalam memahami dan mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dalam penelitian ini misalnya mengani penerapan metode team quiz, peserta didik diharapakan mampu meningkatkan hasil belajarnya setelah diterapkannya merode tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang yaitu penelitian Wilcoxon karena data yang diuji tidak berditribusi normal. populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VI SDN Ampel 03 yang berjumlah 50 siswa dengan subjek diambil satu kelas dari 2 kelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Adanya Pengaruh Metode Team Quiz Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Konsep Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini Menurut Imam Al-Ghazali Agus Puspita W, Dhevin M.Q
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1173

Abstract

Abstrak, Akhlak menurut Imam Al Ghazali adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Pendidikan akhlak anak usia dini sangatlah penting karena pembentukan kepribadian sejak kecil akan berdampak kepada fase kehidupan selanjutnya, menancap menjadi karakter yang kuat pada jiwa anak. materi pendidikan akhlak anak usia dini menurut Imam Al-Ghazali terdiri dari beberapa hal yaitu akhlak terhadap allah, akhlak terhadap orang tua dan akhlak kepada diri sendiri yang meliputi : adab makan, adab berpakaian, sabar berani, adab berjalan, larangan sering mengucapkan sumpah, larangan mencuri. Tujuan pendidikan akhlak yakni membentuk manusia yang beriman dan pertakwa kepada allah swt, memiliki ilmu pengetahuan dan mengamalkanya bagi kesejahteraan umat manusia, membentuk keluhuran akhlak dan budi pekerti, memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat, merehabilitasi akhlak umat yang telah rusak, menanamkan persaudaraan, kasih sayang sesama umat manusia dan menjaga kelestarian alam semesta. sedangkan metode pendidikan akhlak bagi anak usia dini menurut Imam Al-Ghazali adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode kisah, metode ganjaran (hadiah) dan hukuman.
Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Dipesantren Syaikhu, Ach; Ratu Balqis, Rizqiyah; Jauhari Faruq, Dukan
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1175

Abstract

Banyaknya kasus penyimpangan perilaku dikalangan remaja Indonesia adalah tanda bahwa lemahnya peran pendidikan dalam membangun karakter dan budaya bangsa dikalangan remaja. Pengembangan karakter dan budaya bangsa sangat penting untuk membentuk generasi bangsa agar ciri khas sopan santun nusantara tetap tercermin pada diri bangsa Indonesia. dapat dilihat disetiap lembaga pendidikan formal, nilai-nilai karakter budaya bangsa hanya digaungkan tanpa dilaksanakan sesuai dengan tradisi khas bangsa Indonesia. Tidak hanya pada pendidikan formal, pada lembaga pesantren pun sangat penting di adakan pengembangan karakter dan budaya bangsa. Pesantren merupakan salah satu pendidikan alternati yang masih relevan untuk melahirkan genersi yang berbudaya. Karena pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja, tetpi juga ilmu-ilmu umum yang bertujuan menyimbangkan kehidupan. Tanpa adanya keseimbangan karakter dan hilangnya nilai budaya maka sebuah bangsa akan terancam. Jurnal ini disusun dengan tujuan menjelaskan tentang pengembangan nilai karakter dan budaya pada pesantren. Metode yang digunakan deskriptif analitis terhadap konsep-konsep kunci. Analisis data dengan tehnik content analisis. Hasil penelitian merumuskan bahwa untuk mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat dilakukan apabila mengikuti empat cara, yaitu: 1). Keteraturan interior, 2) koherensi, 3) keteguhan, 4) kesetiaan. Sedangkan untuk mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa di pesantren dapat dilakukan jika pesntren tetap konsiste dalam: 1) membentuk manusia rabbani, yakni yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah SWT; 2) membina manusia-manusia unggul yang bashthatan fil ‘ilmi wal jismi; dan 3) pesantren mempersiapkan generasi yang tafaquh fiddin.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Visual Terhadap Minat Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Smp Plus Bustanul Ulum Mlokorejo Puger Wahidah, Nur; Agustin, Nabila; Afida, Ifa
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 02 (2023): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i02.1180

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat komunikasi antara guru dengan peserta didik yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Dengan menggunakan media pembelajaran maka akan lebih mudah untuk merangsang pemikiran peserta didik, juga bisa membawa peserta didik kedalam dunia pendidik dan juga menjadikan kelas lebih efektif. Pada penelitian ini berhasil menyimpulkan bahwa:(1)ada pengaruh positf media pembelajaran visual proyeksi terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan agama islam siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Bustanul Ulum Mlokorejo-Puger. dengan nilai sig 0,001 < 0,05 dengan nilai r Square 15,6%. (2) ada pengaruh positf media pembelajaran visual non proyeksi terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan agama islam siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Bustanul Ulum Mlokorejo-Puger.dengan nilai sig 0,000 < 0,05 dengan nilai r Square 48,5%.(3) ada pengaruh positf media pembelajaran visual terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan agama islam siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Bustanul Ulum Mlokorejo-Puger. dengan nilai sig 0,000<0,05 dengan nilai r Square 38,9%.