cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30323851     EISSN : 30321883     DOI : https://doi.org/10.57235
MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion dengan nomor ISSN terdaftar 3032-3851 (Cetak - Print) dan 3032-1883 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Akuntansi, Manajemen, Ekonomi, Bisnis, dll 2. Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran 3. Sosial, Budaya, Politik, Hukum, Agama MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Maret & September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 176 Documents
Pelaksanaan Tradisi Nyorong pada Perkawinan Suku Samawa Sebagai Perwujudan Karakter Tanggung Jawab Sahrul, Adhi; Yuliatin, Yuliatin; Alqadri, Bagdawansyah; Kurniawansyah, Edy
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.6011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi nyorong pada perkawinan Suku Samawa sebagai perwujudan karakter tanggung jawab serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan tradisi nyorong tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian etnografi dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tradisi nyorong pada perkawinan Suku Samawa memiliki beberapa tahapan yang dapat mewujudkan karakter tanggung jawab bagi setiap individu, terutama bagi calon pengantin, yaitu : (1) Tahap Persiapan, yakni kegiatan Barajak (mengundang), tokal adat, pembentukkan panitia. (2) Kegiatan Inti, yakni kegiatan tradisi nyorong dan penyerahan seserahan. (3) Tahap Penutupan, yakni kegiatan ritual adat barodak rapancar atau proses luluran kepada calon pengantin dan pembacaan doa. Kemudian terdapat beberapa faktor pendukung dalam pelaksanaan tradisi nyorong yakni: (1) adanya kemauan dan kesungguhan dari calon pengantin, (2) adanya dukungan keluarga pengantin, dan (3) adanya tradisi Jema (kegiatan menghantarkan bantuan berupa sembako). Selain itu, terdapat juga beberapa faktor penghambatnya yakni: (1) keadaan ekonomi calon pengantin, (2) kurangnya partisipasi masyarakat, dan (3) kondisi serta jarak tempuh yang begitu jauh sehingga dapat menjadi penghambat bahkan mengagalkan pelaksanaan tradisi nyorong tersebut.
Analisis Sistem Aplikasi Kasir Minimarket Cerry Mart (Studi Kasus PT Putra Taman Gelang) Fikri, Muhammad
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.6600

Abstract

Aplikasi kasir yang digunakan oleh Minimarket Cherry Mart, di bawah naungan PT Putra Taman Gelang, masih memiliki keterbatasan pada aspek penyimpanan data laporan penjualan. Salah satu kendala utama yang diidentifikasi adalah tidak tersedianya sistem backup otomatis dan pengelolaan arsip laporan tahunan secara sistematis. Hal ini menyebabkan tingginya risiko kehilangan data akibat human error, kerusakan perangkat, atau kelalaian dalam penyimpanan manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan sistem kasir yang sedang berjalan dan merumuskan solusi teknis untuk memitigasi kehilangan data penjualan tahunan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta studi literatur dari jurnal terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi fitur backup otomatis ke server lokal maupun cloud, serta penerapan arsip digital berbasis waktu dapat menjadi solusi efektif. Sistem tersebut tidak hanya menjaga keamanan data tetapi juga mempermudah pelacakan histori penjualan untuk kepentingan evaluasi dan audit. Rekomendasi pengembangan sistem diarahkan pada teknologi berbasis web dengan database terstruktur dan sistem pencadangan terjadwal.
Inventarisasi dan Eksplorasi Etnobotani Karo Sebagai Pestisida Alami di Desa Lau Solu Kecamatan Mardingding Supiani, Supiani; Yatira, Nanda; Simatupang, Elsa Maria Br; Syam, Nasywa Kamila; Tarigan, Yunita Sabrina Br; Pasaribu, Nurraifani
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.5833

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan lokal yang dijadikan sebagai pestisida alami dan mendeskripsikan bentuk eksplorasi pengolahan tumbuhan lokal sebagai pestisida alami pada etnik Karo di Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Metode penelitian yang akan diterapkan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan pragmatis. Metode dan pendekatan dipilih sejalan dengan tujuan penelitian agar mampu mendeskripsikan berbagai jenis tumbuhan lokal dan kegunaannya secara praktis dalam bentuk aneka eksplorasi pengolahan obat. Teknik pengumpulan data melalui 1). observasi dengan memperhatikan ragam jenis tumbuhan lokal dan bentuk pengolahan yang dilakukan masyarakat Karo sebagai pestisida alami 2). wawancara mendalam diperlukan untuk mampu menjawab pengetahuan lokal dalam pengolahan tumbuhan lokal sebagai warisan budaya Karo. Hasil penelitian diproleh terdapat tujuh jenis tanaman lokal etnik Karo yang dapat dijadikan sebagai pestisida alami, diantaranya tuba, balong terotong, bahing, mbako gara, belo, sere, dan mimba. Beragam pengelolaan yang dilakukan sehingga mencapai hasil akhir untuk dijadikan sebagai pestisida, seperti pencarian bahan, pencucian, pengeringan, pefermentasian, dan lain sebagainya hingga dapat dijadikan masyarakat Karo sebagai pestisida alami. Penelitian ini urgen dilakukan dalam mendukung Sustainable Development Goals dalam lingkup kesehatan lingkungan untuk menuju lingkungan sehat bebas residu sekaligus mendukung pemajuan objek budaya dalam domain kearifan lokal.
Pembelajaran Bahasa Jerman Berbasis Bermain dan Belajar pada Keterampilan Grammatik und Sprechen Zega, Anjeli; Zahra, Meily; Sitinjak, Moses; Tampubolon, Tania Try Habsari; Sari, Risnovita
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.7033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman tata bahasa (Grammatik) dengan kemampuan berbicara (Sprechen) dalam pembelajaran bahasa Jerman. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena bahwa penguasaan tata bahasa yang baik diyakini dapat menunjang keterampilan berbicara secara lebih tepat dan komunikatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jerman sebagai responden. Data diperoleh melalui tes pemahaman tata bahasa, observasi praktik berbicara, serta wawancara mendalam untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penguasaan Grammatik berpengaruh signifikan terhadap kelancaran dan ketepatan dalam Sprechen. Peserta dengan pemahaman tata bahasa yang lebih baik mampu menyampaikan ide dengan struktur kalimat yang benar, kosakata yang sesuai, serta intonasi yang lebih terarah. Sebaliknya, keterbatasan dalam Grammatik sering kali menimbulkan kesalahan komunikasi dan mengurangi kepercayaan diri dalam berbicara. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran Grammatik secara kontekstual untuk mendukung keterampilan Sprechen.
Analisis Kasus Kesenjangan Pendidikan Dalam Perspektif Sila Ke-5 Pancasila: Studi Kasus SMA Antara Wilayah Kota Maju dan Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) Simarmata, Grace; Sitorus, Friska; Khairunnisa, Khairunnisa; Khalisa, Indah; Silalahi, Rahel Nanda Jaenetta; Parinduri, Nazla Suhaila; Yunita, Sri
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.7025

Abstract

Kesenjangan sosial dalam pendidikan antara wilayah perkotaan dan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) merupakan permasalahan yang masih menjadi penghambat utama penyelesaian proyek-proyek pembangunan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stagnasi pendidikan, dampaknya terhadap sumber daya manusia, dan strategi potensial untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi publik dengan menyajikan berbagai literatur akademis, laporan pemerintah, dan temuan penelitian yang berkaitan langsung dengan topik pendidikan di wilayah perkotaan dan 3T. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekurangan infrastruktur, kinerja siswa yang buruk, kualitas fasilitas belajar yang buruk, dan kondisi sosial ekonomi secara umum merupakan penyebab utama stagnasi pendidikan. Peserta didik di wilayah perkotaan menikmati akses yang lebih baik terhadap teknologi, fasilitas, dan layanan pendidikan, sementara di wilayah 3T, sering kali terdapat permasalahan seperti keterbatasan sarana, sekolah yang jauh, dan kondisi ekonomi keluarga secara keseluruhan. Kondisi ini berimplikasi pada kualitas pendidikan, angka putus sekolah, dan kondisi umum generasi muda dari 3T. Oleh karena itu, diperlukan ketegasan, pemerataan pendidik, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai pengganti solusi tradisional. Studi ini menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat umum dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan berjalan dengan baik.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Swalayan Nadia Mart Losari) Intana, Dewi; Afridah, Nur; Khojin, Nur; Dumadi, Dumadi; Sholeha, Amelia
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.7032

Abstract

Bisnis ritel swalayan berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk sehari-hari, sehingga mendorong persaingan yang ketat antar swalayan. Penelitian ini dilakukan di Swalayan Nadia Mart Losari yang berdiri sejak tahun 2009 di Brebes, dengan tujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 171 konsumen. Pengujian data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi 0,002 0,05 dan t hitung 3,189 t tabel 1,97427. Variabel harga juga berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 dan t hitung 5,351 t tabel 1,97427. Sedangkan promosi berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,006 0,05 dan t hitung 2,813 t tabel 1,97427. Secara simultan, kualitas pelayanan, harga, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F hitung sebesar 51,840 F tabel 2,654 dan signifikansi 0,000 0,05.
Kajian Semiotika Cerita Rakyat Pakpak “Berru Ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal” Panggabean, Ester Enjelysa; Hutagalung, Naima Azmi; Pane, Puan Annisa; Sagala, Revayani; Amalia, Nila Dwi; Lubis, Fitriani
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 3, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol serta makna yang terkandung dalam cerita rakyat Pakpak “Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks cerita rakyat yang diperoleh dari sumber digital. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon dalam cerita ini meliputi burung Sigurba-Gurba Sipitu Takal dan seruling sebagai representasi kekuatan supranatural dan estetika. Indeks ditemukan pada perilaku menyimpang tokoh utama serta kepergian putri raja sebagai akibat dari kerusakan moral. Sementara itu, simbol meliputi angka tujuh sebagai lambang kesempurnaan, burung sebagai simbol martabat perempuan, serta istana sebagai simbol tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, cerita ini mengandung nilai moral dan kearifan lokal masyarakat Pakpak yang menekankan pentingnya integritas, kesetiaan, dan keseimbangan hidup.
Implementasi Nilai Persatuan Dalam Penetapan Prioritas Penerima Bansos bagi Kelompok Rentan di Kelurahan Kenangan Baru Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Siregar, Usman Jalal; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Perangin-Angin, Rista Novita Sari; Sitepu, Dwi Afnelia Rivana Okta Br; Manday, Mardianti; Damanik, Desy Cristin; Huda, Eva Nurul
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 3, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8177

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi nilai Persatuan Indonesia dalam penetapan prioritas penerima bantuan sosial (bansos) bagi kelompok rentan di Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Bantuan sosial merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti masyarakat miskin, lansia, dan penyandang disabilitas. Namun, dalam pelaksanaannya sering ditemukan permasalahan seperti ketidaktepatan sasaran, kurangnya transparansi, serta dugaan diskriminasi yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan konflik antar warga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan dapat menggambarkan bagaimana pemerintah daerah menjaga prinsip non-diskriminatif dalam menentukan penerima bansos, menilai dampak distribusi bansos terhadap potensi konflik sosial, serta menganalisis peran nilai sila ke-3 Pancasila dalam menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah agar kebijakan bansos dapat dilaksanakan secara lebih adil, transparan, tepat sasaran, serta mampu memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat.
Makna Tradisi Masihol Tu Tulangna Pada Etnis Batak Toba di Desa Mela I Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Sihombing, Yosie Magdalena; Supsiloani, Supsiloani
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 3, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.7420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses serta makna yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Masihol tu Tulangna pada etnis Batak Toba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana semua data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data-data disusun dengan reduksi, kemudian merumuskan kesimpulan setelah dianalisis dengan cara kualitatif. Adapun makna dari pelaksanaan tradisi Masihol tu Tulangna yaitu untuk menghormati tulang selaku pihak yang memiliki peran penting di dalam kehidupan masyarakat etnis Batak Toba. Tradisi Masihol tu Tulangna tidak hanya ritual adat semata, tetapi menjadi ajang dalam mempererat ikatan sosial, kekeluargaan, dan gotong royong yang merupakan ciri khas masyarakat Batak Toba.
Analisis Struktur dan Kaidah Bahasa Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa Napitupulu, Prety Vania Akwila; Purba, Sherly Anjelia; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Fitri, Novita Eka; Siregar, Rafiqah Yusna
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 3, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur serta kaidah bahasa dalam karya ilmiah mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya ketidaktepatan dalam penyusunan sistematika penulisan dan penggunaan bahasa pada makalah maupun laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen terhadap sejumlah karya ilmiah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum struktur karya ilmiah telah memuat bagian utama, seperti pendahuluan, pembahasan, dan penutup, namun masih terdapat ketidakkonsistenan dalam pengorganisasian subbab serta kesalahan pada ejaan, tanda baca, diksi, dan kalimat efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan agar kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sesuai pedoman dan kaidah bahasa Indonesia dapat meningkat.