cover
Contact Name
Suryaning Setyowati
Contact Email
suryaning.setyowati@ums.ac.id
Phone
+6285869463911
Journal Mail Official
suryaning.setyowati@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt. 5, Pabelan, Kartasura, Kab. Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : https://www.doi.org/10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 57 Documents
Karakteristik Arsitektur Rumah Tinggal Jawa Tondano di Kabupaten Gorontalo Tamrin, Moh. Muhrim; Nurmiah, Nurmiah; Umar, Umar
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4380

Abstract

Komunitas Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo merupakan keturunan pengikut setia perang Diponegoro (1825-1830) dengan Kyai Modjo sebagai panglima perang dikirim ke Minahasa. Mereka menikahi wanita Minahasa dan menetap di Gorontalo. Karakteristik perumahan orang-orang Jaton di Gorontalo menunjukkan keunikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik bangunan rumah Komunitas Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo dalam dua konteks elemen budaya, dan (2) menganalisis bentuk bangunan rumah Komunitas Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo berupa karakteristik (ukuran, kepadatan bangunan, dan tipe). Metode dieksploitasi dalam penelitian ini adalah Kualitatif-rasionalistik. Hasil dari penelitian karakteristik arsitektur rumah tinggal Jawa Tondano Di Kabupaten Gorontalo dalam pembangunan rumah tinggal, memiliki beberapa karakteristik seperti pada organisasi ruang memiliki 3 bagian, yaitu bagian depan, bagian tengah, dan dan bagian belakang. Struktur pondasi yang di gunakan adalah struktur setempat/umpak, serta struktur balok menggunakan sistem ikat. Bentuk atap bangunan yang di digunakan menggunakan atap limas, atap palana, ataupun perpaduaan antara atap limas dan atap pelana. Model jendela dan yaitu berbentuk jalusi dan berbentuk papan yang disusun, sementara sistem peletakan tangga memiliki 2 tangga yang terletak di depan bangunan serta terletak di bagian belakang yang berhubungan langsung dengan area dapur. Jenis ragam hias/ornamen lainya terdapat pada ventilasi pintu dan jendela, syarat pembangunan rumah tinggal Jaton meliputi: formasi rumah menggunakan tangga utama, bentang bangunan antara 6 m – 8 m, dan panjang bangunan antara 8 m – 10 m (tergantung penghuni), standar tinggi kolom antara 1.5 m – 2 m, jumlah anak tangga menggunakan hitungan angka antara 1,3,4,6,7, dan 9 (2,5,8 dianggap kurang baik).
Pengaruh Pencahayaan Buatan Terhadap Perilaku Anak Autis Di SLB Sri Mujinab Pekanbaru Putri, Elya Indah; Sudarwanto, Budi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4475

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kelainan sensori yang mengakibatkan penderita ASD mengalami kesulitan dalam komunikasi. Objek penelitian dilakukan di SLB N Sri Mujinab Pekanbaru yang murid sekolah tersebut merupakan penderita ASD. Pencahayaan buatan memiliki fungsi sebagai penerang saat cahaya matahari tidak maksimal. Berdasarkan Putri (2015), kondisi pencahayaan buatan pada ruang kelas SLB ini tidak terlalu cukup sehingga pengidap ASD tidak fokus dalam proses belajar mengajar dikarenakan pencahayaan yang ada kurang nyaman. Oleh karena itu, pencahayaan buatan sangat berpengaruh terhadap perilaku penderita ASD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pencahayaan buatan terhadap perilaku anak ASD dan mengetahui pencahayaan buatan seperti apa untuk kenyamanan siswa SLB Sri Mujinab. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa hasil kuesioner dan pengukuran data kuantitatif dengan menggunakan lux meter untuk data iluminasi. Hasil dari penelitian ini adalah cahaya buatan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak ASD, jika cahaya terlalu gelap atau terang, penderita ASD akan merasa tidak aman bahkan tantrum.
Tipologi Bangunan Cagar Budaya Karya A.F. Aalbers Di Kota Bandung: Transformasi Fungsi Hunian Menjadi Komersil Nurrahman, Ilham; Soewarno, Nurtati; Wahadamaputera, Shirley
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4507

Abstract

Kota Bandung menjadi pusat kegiatan pada era pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Barat. Banyak bangunan karya arsitek Belanda di Kota Bandung yang bertahan hingga saat ini. Arsitek Belanda yang datang ke Kota Bandung adalah arsitek yang bekerja untuk perusahaan swasta salah satunya adalah A.F. Aalbers. Bangunan karyanya kini termasuk kedalam bangunan cagar budaya, namun seiring dengan tuntutan zaman beberapa bangunan mengalami transformasi fungsi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana tipologi bangunan yang dimiliki dan transformasi yang terjadi pada bangunan karya Aalbers di Kota Bandung yang awalnya berfungsi hunian kini menjadi komersil. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan bagaimana kondisi bangunan setelah mengalami transformasi. Hasil yang didapatkan dengan beberapa parameter amatan adalah proses transfomasi yang terjadi didasari oleh faktor tertentu. Perubahan ruang dan sirkulasi disesuaikan dengan fungsi tanpa melanggar peraturan yang berlaku. Transformasi bangunan hunian menjadi komersil yang terjadi tidak hanya mencerminkan bentuk adaptasi bangunan dalam menjaga keberlangsungan bangunan kolonial dari masa ke masa tetapi juga berperan sebagai bagian konservasi dan pengembangan bangunan cagar budaya tersebut untuk tetap hidup.
Makna Arsitektur Masjid Pathok Negoro Sebuah Karya yang Melampaui Batas Ruang dan Waktu Setyawati, Endang; Tisnawati, Endah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4531

Abstract

Dalam wilayah Kawasan Negara Kasultanan Yogyakarta, dikenal adanya keberadaan Masjid Pathok Negoro. Masjid-masjid ini pada masa pendiriannya difungsikan sebagai sistem pertahanan negara dari serangan musuh (penjajah Belanda dan Jepang pada masanya), baik dari dalam maupun dari luar wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kesenjangan teori tentang bentuk pertahanan suatu wilayah Kerajaan dengan bentuk pertahanan yang ada di Negara Kasultanan Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan grounded theory, dengan tujuan untuk mengungkap makna dari fakta empiris yang mendalam dari fenomena yang ada. Dalam grounded, penelusuran data lebih banyak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori dari data lapangan tanpa adanya teori awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pertahanan Masjid Pathok Negoro yang dirancang oleh Sultan HB I sejak awal berdiri dalam fungsinya sebagai sistem pertahanan negara telah bergeser menjadi bentuk teritori wilayah masyarakat eksklusif masyarakat Islam. Keberadaannya masih bisa dirasakan dalam era modern saat ini sebagai wilayah yang eksklusif dalam kehidupan masyarakatnya. Peran raja/Sultan dan Kyai menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi peruangan wilayahnya.
Identifikasi Material Industrial untuk Kenyamanan Termal pada Bangunan Sawahan Food Court dengan Konsep Arsitektur Ekologis: - Rahma, Issa Vuka; Mutiari, Dhani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4547

Abstract

Di era modern ini tantangan lingkungan dan urbanisasi yang semakin meningkat, keharusan untuk menciptakan arsitektur yang tidak hanya estetis namun juga ramah terhadap alam menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini mengeksplorasi paradigma arsitektur ramah terhadap lingkungan dan terus berkembang, untuk mencapai keseimbangan harmonis antara lingkungan binaan dan alam. Penelitian ini menggali prinsip dan praktik yang mendasari pendekatan termasuk desain industrial, material berkelanjutan, dan penggunaan elemen alami dalam konstruksi. penelitian ini dimaksudkan untuk mewujudkan proyek arsitektur ramah lingkungan yang inovatif disajikan untuk menunjukkan penerapan ide-ide di dunia nyata, menekankan potensinya dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan, mendorong pemulihan keseimbangan ekologi serta peningkatan estetika pada bangunan. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data literatur dari jurnal terkait material industrial. Kemudian, melakukan analisis pendekatan pada arsitektur ekologis yang dikaitakan dengan elemen-elemen pembentuk ruang pada bangunan. Kemudian menggunakan simulasi sederhana terkait kenyamanan termal. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa Sawahan Food court menerapkan pendekatan Arsitektur Ekologis dengan mengkaji interaksi antara desain arsitektur dan lingkungan alam pada bangunan Sawahan Food Court. Penelitian ini menggaris bawahi potensi masa depan yang lebih berkelanjutan dimana arsitektur menjadi kekuatan pendorong dalam pengelolaan ekologi dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Urban Vibrancy Sebagai Faktor Daya Tarik Kawasan Di Kecamatan Genteng, Surabaya Rambe, Aisyah Ronawan; Wibisono, Bambang Hari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4577

Abstract

Vibrancy menganalisis dampak positif dari kehidupan perkotaan terhadap perspektif masyarakat. Mengetahui sejauh mana kota mengalami kehidupan yang dinamis, kaya akan budaya, dan menarik. Mengacu pada tingkat aktivitas manusia dan interaksinya didalam kota.  Kehidupan perkotaan didefinisikan dan diukur secara berbeda dalam literatur. Awalnya, digambarkan sebagai jumlah orang di sekitar jalan atau lingkungan. Sekarang, umumnya dikaitkan dengan intensitas aktivitas, keragaman penggunaan lahan, dan aksesibilitas. Dalam konteks penelitian ini, Urban Vibrancy dianggap sebagai faktor utama yang membentuk daya tarik suatu kawasan. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis sejauh mana keberagaman dan intensitas interaksi dalam Urban Vibrancy berkontribusi terhadap daya tarik kawasan. Penelitian ini memanfaatkan sumber utama melalui data Open Street Map (OSM), data ini dapat membantu dalam menjelajahi keberagaman aktivitas di suatu wilayah. Menggunakan metode Kernel Density Estimation dan Observasi lapangan untuk menganalisis hasil. Hasilnya menunjukkan Kawasan dengan intensitas aktivitas padat dan ramai yang sebagian besar terdistribusi di area pusat kota terutama Kecamatan Genteng, Surabaya.
Penerapan Prinsip Permakultur Desain Melalui Elemen Arsitektural pada Bangunan Vertical Harvest Farms, USA Dewi, Aprilia Shyntia; Safeyah, Muchlisiniyati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4593

Abstract

Fenomena ketidakberlanjutan pertanian perkotaan (urban farming) dalam bentuk bangunan atau area pertanian dipengaruhi faktor lingkungan, manusia dan infrastruktur. Seperti di Indonesia, belum tersedianya bangunan pertanian perkotaan yang mendukung infrastruktur terhadap ketahanan pangan, sehingga kurang dalam merespon kondisi iklim dan cuaca setempat. Bangunan pertanian yang ada masih berfokus pada teknik tanaman yang mudah tanpa memikirkan konsep berkelanjutan. Untuk itu, dilakukan penelitian terhadap bangunan yang sukses dalam penerapan pertanian perkotaan, seperti Vertical Harvest Farms USA yang memiliki konsep pertanian berkelanjutan. Konsep berkelanjutan untuk pengolahan pertanian perkotaan dapat dicapai dengan prinsip permakultur desain melalui elemen arsitektural pada penataan ruangan, tipologi massa dan material bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana prinsip permakultur desain diterapkan  lalu dikaitkan dengan elemen arsitektural pada Vertical Harvest Farms USA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui data sekunder dari berbagai teori dan studi literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vertical Harvest Farms USA sebagian besar mencakup penerapan prinsip permakultur desain melalui elemen arsitektural. Adapun wujud fisiknya berupa penggunaan material berbasis green house yang disesuaikan dengan cuaca dan iklim daerah setempat dan penataan ruang yang optimal sesuai konsep ruang pertanian. Namun, terkait tipologi massa, masih kurang memenuhi kriteria prinsip permakultur desain, yaitu Desain dari Pola hingga Detail.
Preferensi Pengunjung Terhadap Karakteristik Arsitektur Spot Foto Buatan pada Destinasi Hutan Pinus Mangunan: - Moedia, Nurul Izzah; Pramitasari, Diananta
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4698

Abstract

Pariwisata Indonesia berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi dalam era pariwisata 4.0.  Evolusi ini menuntut setiap bagian pada industri pariwisata untuk berperan aktif. Tidak hanya manusianya, melainkan destinasi wisata pun harus ikut beradaptasi. Pada pariwisata 4.0 ini ditetapkan Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai target pasar wisatawan, sehingga destinasi dan atraksi disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kedua generasi ini. Penelitian ini dilakukan di destinasi Hutan Pinus Mangunan yang sangat dikenal akan atraksi spot foto buatannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik arsitektur dari spot foto buatan yang ada dan mengeksplorasi preferensi wisatawan Generasi Z dan Generasi Milenial untuk mengetahui kebutuhan spot foto buatan dalam berwisata.  Metode yang digunakan yaitu observasi dan penyebaran kuesioner secara langsung kepada wisatawan, sehingga didapatkan 67 responden yang mewakili kedua generasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa wisatawan cenderung lebih menyukai spot foto yang harmonis dengan latar belakang alaminya, baik dari segi material, warna, tekstur dan skala tanpa menciptakan kontras yang berlebihan dengan sekitarnya. Selain itu, penting untuk spot foto buatan menggabungkan kecantikan spot foto buatan dengan view alami di belakangnya untuk menciptakan visualisai yang lebih menyatu. Adanya spot dengan bentuk beraturan dan simetris antara kedua sisinya juga menjadi pilihan favorit wisatawan Generasi Z dan Generasi Milenial untuk berfoto.
Analisis Potensi Penempatan Sky Bridge Stasiun Solo Balapan dengan Space Syntax Nugraha, Dwi Agung; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4713

Abstract

Tingginya mobilitas dapat berdampak pada kepadatan arus lalu-lintas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan  mendirikan infrastruktur pejalan kaki seperti trotoar sebagai jalur pejalan kaki dan jembatan penyeberangan orang atau JPO atau sky bridge. Apabila diamati fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk pejalan kaki tersebut masih kurang diminati oleh masyarakat. Kondisi tersebut terjadi juga di kawasan Stasiun Solo Balapan. Pengunaan fasilitas pejalan kaki seperti jalur pedestrian dan sky bridge sepi peminat.  Tujuan dari penulisan untuk mengetahui letak titik posisi yang berpotensi dalam penempatan sky bridge guna memperkuat interaksi sosial di lingkungan Kawasan Stasiun Solo Balapan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang bersifat eksperimental. Penempatan sky bridge ini dianalisis menggunakan analisis space syntax dengan menggunakan program DepthmapX. Program ini akan menghasilkan dari 3 poin berupa Connectivity, Integration, dan Intelligibility, sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian adalah, 1] Connectivity, terdapat variasi nilai connectivity di kawasan Stasiun Solo Balapan, dengan nilai minimum sebesar 3, nilai maksimum sebesar 167, dan rata-rata sebesar 40.4627. Jalan Gadjah Mada memiliki tingkat keterhubungan paling signifikan dengan jalan sekitarnya; 2] Integration, menunjukkan Jalan Gajah Mada Mongonsidi mendapatkan nilai tertinggi sebesar 2.37888, menandakan potensi destinasi tertinggi dan cocok untuk penempatan sky bridge; 3] Intelligibility, memiliki nilai yang rendah (0.336793), mengindikasikan bahwa struktur ruang secara keseluruhan sulit dipahami hanya dari pemahaman sebagian ruang.
Permanensi Kawasan Pusat Kota Banyuwangi Wijaya, Catherine Kirsten Eka; Sunaryo, Rony Gunawan; Hariyanto, Agus Dwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.5072

Abstract

Banyuwangi sebagai wilayah perkotaan memiliki perjalanan sejarah panjang,  dari wilayah Kerajaan Blambangan kemudian beralih menjadi  pos induk VoC di ujung timur Jawa di era kolonial. Banyuwangi selanjutnya menjadi kota pelabuhan dagang yang berlanjut hingga era kemerdekaan, hingga beralih kembali pada era pemerintahan Bupati Azwar Anas, Kota Banyuwangi ditetapkan salah satu visinya menjadi kota wisata. Hingga masa yang cukup lama elemen-elemen perkotaan Banyuwangi bersifat persisten, namun perubahan visi kota yang terakhir mendorong perubahan elemen-elemen perkotaan. Beberapa elemen persisten di pusat kota diubah dengan tren masa kini, sehingga karakter awalnya berubah atau hilang. Upaya pembaruan ini kontradiktif terhadap strategi pemanfaatan potensi sejarah perkotaan untuk pariwisata. Penelitian ini merupakan analisis urban tissue pusat kota Banyuwangi,  dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengidentifikasi elemen kota yang bertahan maupun yang punah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permanensi elemen perkotaan Banyuwangi agar elemen-elemen yang memiliki signifikansi dalam morfologi dan sejarah transformasi  kota Banyuwangi dapat dikenali. Hasil penelitian terdapat dua puluh lima yang persisten dan delapan elemen yang punah. Sebagian besar elemen perkotaan yang persisten bernilai historis signifikan dan potensial dikembangkan menjadi bagian srategi wisata sejarah dan budaya perkotaan Banyuwangi.