cover
Contact Name
Eko Prasetyo
Contact Email
prasetyo.kesmas@gmail.com
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jupenkes.msi@gmail.com
Editorial Address
Puripaka Regency Blok E No 18/19 Bawu Batealit Jepara Jawa Tengah 59461
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30483042     DOI : https://doi.org/10.70109/jupenkes
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan (kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran, keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi, dan ilmu kesehatan lainnya)
Articles 77 Documents
Pendidikan Kesehatan Pengetahuan Bullying pada Anak Sekolah Dasar Hidayati, Eni; Olina, Yanuan Ben; Fitrikasari, Alifiati; Sakti, Hastaning; Dewi, Nur Setiawati
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.87

Abstract

Bullying merupakan masalah kesehatan psikososial yang masih banyak terjadi pada anak usia sekolah dasar dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, emosional, serta perkembangan sosial anak. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku bullying sering disalahartikan sebagai bentuk candaan antar teman, sehingga kurang mendapatkan perhatian dan penanganan yang optimal dari pihak sekolah maupun keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai bullying, meliputi pengertian, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahannya di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, serta penggunaan media audiovisual yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Kegiatan ini melibatkan 35 siswa kelas IV, V, dan VI sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang bullying, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengenali berbagai bentuk bullying serta munculnya sikap penolakan terhadap perilaku bullying. Penyuluhan kesehatan berpotensi menjadi upaya promotif dan preventif yang efektif dalam mencegah bullying dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi perkembangan anak.
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Sekolah Lansia Di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus Purwandari, Nila Putri; Apriliyasari, Renny Wulan; Faidah, Noor; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.90

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada kelompok lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Lansia di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menunjukkan tingkat pengetahuan yang masih rendah terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur melalui program Sekolah Lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pengukuran tekanan darah, dan aktivitas fisik ringan. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pengukuran tekanan darah, serta senam lansia, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab langsung dan pengamatan kemampuan peserta dalam memahami materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia terkait faktor risiko, tanda dan gejala, serta strategi pencegahan hipertensi. Sebanyak 90% peserta mampu memahami cara pengukuran tekanan darah, dan 80% peserta menunjukkan motivasi meningkat untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin. Kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan mendorong perubahan perilaku sehat. Program serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala sebagai upaya berkelanjutan dalam pengendalian penyakit tidak menular di Desa Kutuk.
Penguatan Kesadaran Diri terhadap Kesehatan Mental pada Remaja Putri Arsy, Gardha Rias; Wulan, Emma Setiyo; Wulandari, Shafia Dwi; Sanjaya, Akhmad Agung
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.91

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang penting dalam pembentukan generasi akan datang yang sehat, tangguh, dan produktif. Untuk mewujudkannya, menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup. Kesehatan mental remaja juga memainkan peranan penting dalam menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka. Tujuan program untuk eningkatkan kesadaran diri terhadap kesehatan mental pada remaja-remaja putri. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui tahapan: Persiapan, Sosialisasi, Pelaksanaan Kegiatan (Penjelasan materi, Simulasi dan Evaluasi) dan Penutup. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di ikuti oleh 72 siswa. Pada data di atas di dapat diketahui bahwa permasalahan yang dialami yaitu banyaknya remaja putri yang mengalami kebingungan masa depan, merasa tidak dicintai di lingkungan keluarga, dan rendah diri. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, gambaran pemahaman tentang upaya peningkatan kesadaran diri terhadap pentingnya memelihara Kesehatan mental pada remaja putri.
Mengenali Diri, Mengembangkan Diri: Gizi dan Kesehatan Mental Sejak Dini Khairani, Yenny; Fitrianingsih, Asti Dewi Rahayu; Auradyta, Bintang Firza; Fauziati, Laili Sani
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.94

Abstract

Gangguan kesehatan mental pasca persalinan pada ibu, yang dipicu oleh tekanan ekonomi, sosial, dan kurangnya dukungan, berdampak negatif pada pola asuh dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), sehingga berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak. Di Desa Sanca, Kabupaten Subang menunjukkan rendahnya pemahaman ibu mengenai praktik pemberian makan yang tepat dan pentingnya kesehatan mental dalam pengasuhan. Tujuan program “Mengenali Diri, Mengembangkan Diri: Gizi dan Kesehatan Mental Sejak Dini” adalah memperkuat kapasitas orang tua melalui edukasi gizi dan kesehatan mental untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang digunakan melibatkan partisipasi aktif peserta, diskusi, dan demonstrasi dengan menggunakan media power point dan poster. Evaluasi dilakukan dengan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, di mana rata-rata post-test mencapai 9 dari 10 jawaban benar, dan peserta menunjukkan kemampuan menjelaskan prinsip dasar dan menu MPASI sesuai usia serta terlibat aktif dalam sesi demo masak. Program ini efektif dalam meningkatkan wawasan, keterampilan dasar pengolahan MPASI, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, yang didukung oleh pendekatan edukasi partisipatif dan kolaborasi tenaga kesehatan lokal.
Edukasi Penggunaan Bahan Tambahan Makanan yang Aman Bagi Kesehatan di Panjatan Kulon Progo Warsi, Warsi; Sunarti, Sunarti; Narwanti, Iin
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.95

Abstract

Keamanan pangan saat ini masih menjadi sorotan publik, terutama keamanan pangan pada makanan jajanan. Penggunaan bahan tambahan makanan sintetis sering menjadi permasalahan terutama pada produksi pangan non pabrikan. Lansia merupakan salah satu kelompok rentan sehingga kemanan pangan lansia harus selalu di jaga. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi penggunaan bahan tambahan makanan yang aman dengan sasaran lansia di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyyah (PCM)  Panjatan Kulon Progo. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi tentang penggunaan bahan tambahan makanan untuk kelompok lansia di wilayah PCM Panjatan Kulon Progo. Metode yang digunakan ceramah dan diskusi interaktif. Hasil pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan dari median 40 menjadi 90 dengan nilai p value 0.001. Simpulan; Edukasi penggunaan bahan tambahan makanan pada lansia meningkatkan pengetahuan lansia tentang penggunaan bahan tambahan makanan yang aman.
Edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dalam rangka Pengurangan Risiko Bencana Prasetyo, Eko; Mubaroq, Muhammad Husni; Dewi, Ervi Rachma; Wahyuni, Sri; Febriyanti, Marisa Salsa; Almayda, Akbar Raihan
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.96

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan bencana, termasuk wilayah Desa Rahtawu Kudus yang memiliki potensi tinggi terhadap tanah longsor dan banjir. Anak usia sekolah dasar menjadi kelompok rentan sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana berbasis satuan pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana melalui sosialisasi dan demonstrasi SPAB di SDN 1 Rahtawu Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 40 siswa dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi dan simulasi sederhana kesiapsiagaan bencana. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta, serta observasi keaktifan selama kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta. Persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% sebelum kegiatan menjadi 67,5% setelah kegiatan, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 47,5% menjadi 7,5%. Sosialisasi dan demonstrasi SPAB terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana siswa sekolah dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah dan mendukung penerapan SPAB secara berkelanjutan.
Edukasi Bahaya Pergaulan Bebas dan Bahaya Merokok bagi Kesehatan Remaja di SMPN 1 Mejobo Kudus Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Najwa, Rayya Sofichul; Rahmasari, Nia; Verensia, Anggun Berliantin; Saputri, Steviana Intan
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.97

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap perilaku berisiko, termasuk pergaulan bebas dan kebiasaan merokok, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman remaja menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai bahaya pergaulan bebas serta dampak merokok terhadap kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan pemanfaatan media leaflet kepada siswa SMPN 1 Mejobo Kudus. Evaluasi kegiatan dilaksanakan secara deskriptif kualitatif melalui tanya jawab terstruktur dan observasi partisipasi siswa setelah penyampaian materi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu menjawab lima pertanyaan evaluasi dengan benar serta secara aktif mengajukan dua pertanyaan yang relevan dengan materi yang disampaikan. Temuan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap materi edukasi kesehatan. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah dengan pendekatan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja untuk menghindari pergaulan bebas dan kebiasaan merokok.