cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antituberkulosis Lichen Usnea sp.: Phytochemical Screening and Antitubercular Activity of Lichen Usnea sp. Riga, Riga; Agustini, Dewi Meliati; Shidiq, Gin Gin Ash; Ikhsan, Muhammad Habibul
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2381

Abstract

This research aims to identify fractions inhibiting the growth of M. tuberculosis. The sample in this study was Usnea sp. dissolved in methanol followed by extraction with EtOAc. Antituberculosis testing was carried out using the Microscopic Observation Drug Susceptibility (MODS) method on both extracts (methanol and ethyl acetate) with media as negative control and media and Polymyxin, Amphotericin B, Nalidixic acid, Trimethoprim and Azlocillin (PANTA) as positive control. Observations of them were carried out until the 14th day using a microscope. The observation results showed that the EtOAc extract had a strong minimum killing power against M. tuberculosis isolate H37Rv, while the methanol extract showed a moderate minimum killing power against M. tuberculosis isolate H37Rv at a concentration of 250 ppm. Interestingly, the antitubercular activity using MODS method from Usnea sp. extract. Was firstly studied in this research. Keywords:          Lichen, M. Tuberculosis, MODS, Usnea sp.   Abstrak Tujuan studi ini yaitu untuk mengidentifasi fraksi yang dapat menginhibisi pertumbuhan bakteri M. tuberculosis. Sampel yang diujikan adalah ekstrak pekat Lichen Usnea sp. yang dilarutkan dengan metanol yang selanjutnya diekstraksi dengan etil asetat. Aktivitas antituberkulosis ditentukan dengan metode Microscpy Observation Drug Susceptibility (MODS) terhadap kedua ekstrak (metanol dan etil asetat). Media kosong digunakan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif berupa media dan Polymyxin, Amphotericin B, Nalidixic acid, Trimethoprim and Azlocillin (PANTA). Isolat bakteri yang digunakan adalah M. tuberculosis isolat H37Rv. Pengamatan dilakukan sampai hari ke-14 menggunakan mikroskop. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki daya bunuh minimum yang kuat terhadap M. tuberculosis isolat H37Rv, sementara ekstrak metanol menunjukkan daya bunuh minimum yang sedang terhadap M. tuberculosis isolat H37Rv pada konsentrasi 250 ppm. Menariknya, penelitian uji aktivitas antituberkular menggunakan metode MODS dari ekstrak Usnea sp. pertama kali dilakukan pada penelitian ini. Kata Kunci:         Lichen, M. Tuberculosis, MODS, Usnea sp.
Senyawa Metabolite Sekunder dan Aktifitas Afrodisiak Ekstrak Etanol Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl) Secara In silico: Secondary Metabolite Compounds and Aphrodisiac Activity of Ethanol Extract of Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl) With In silico Methode Taufikurrahman, Taufikurrahman; Widyowati, Retno; Sukardiman, Sukardiman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2391

Abstract

Erectile dysfunction is one of the most common sexual problems in men. Drugs available on the market can be used to treat this problem, but the use of these drugs often causes unwanted side effects, the use of natural ingredients as an alternative treatment is increasingly popular, one of which is a herb made from chili jamu (Piper retrofractum Vahl). Metabolite profiling of the chili jamu plant turns out to be different depending on the location of growth, it is thought to result in differences in natural conditions and circumstances which result in differences in aphrodisiac activity. Cabe Jawa extracted with 96% ethanol was analyzed using LC / MS, detected as many as ten secondary metabolites namely, Salsolinol, Quercetin, Caffeoyl putrescin, Diferuloyl putrescine, Feruloyl tyramine, Hydroxychloroquine, Tetrahydropapaveroline, Piperine, N-Oleyl-Leucine, Capsaicin. From the results of in silico tests, it is known that piperine has activity as a phosphodiesterase type 5 (PDE5) inhibitor with binding energy and inhibition constant values of -8.62 kcal/mol and 0.485 uM. Keywords:          Piper retrofractum Vahl, Secondary metabolite, Aphrodisiac   Abstrak Disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah seksual yang paling umum terjadi pada pria. Obat yang tersedia di pasaran dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini, tetapi penggunaan obat tersebut seringkali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan., penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengobatan semakin populer, salah satunya yaitu ramuan berbahan cabe jamu (Piper retrofractum Vahl). Metabolit profiling dari tanaman cabe jamu ternyata berbeda-beda tergantung dari lokasi tumbuhnya, hal tersebut diduga mengakibatkan perbedaan kondisi dan keadaan alam yang berakibat pada perbedaan aktivitas afrodisiak. Cabe jamu yang diekstrak dengan etanol 96% di analisa dengan menggunakan LC/MS, terdeteksi sebanyak sepuluh metabolite sekunder yaitu, Salsolinol, Quercetin, Caffeoyl putrescin, Diferuloyl putrescine, Feruloyl tyramine, Hydroxychloroquine, Tetrahydropapaveroline, Piperine, N-Oleyl-Leucine, Capsaicin. Dari hasil uji in silico diketahui bahwa piperine memiliki aktifitas sebagai penghambat phosphodiesterase type 5 (PDE5) dengan nilai energi ikat dan konstanta inhibisi sebesar -8,62 kkal/mol dan 0,485 uM. Kata Kunci:         Piper retrofractum Vahl, Metabolite sekunder, Afrodisiak
Formulasi Sleeping Mask Gel Ekstrak Kulit Buah Kopi Beserta Penentuan Kadar Fenol Total, Kafein dan Aktivitas Antioksidannya: Formulation of Sleeping Mask Gel Coffee Peel Extract and Determination of Total Phenol Content, Caffeine Content and Antioxidant Activity Putri, Mega Karina; Dellima, Beta Ria Erika Marita
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2399

Abstract

Coffee production in Indonesia continues to increase from year to year, followed by an increase in the amount of waste produced. One of these wastes is fruit peel. Coffee peel is known to contain various secondary metabolite compounds such as polyphenols, anthocyanins and caffeine which have antioxidant activity. Antioxidants are needed by the skin to overcome skin problems. In this way, coffee peel has the potential to be formulated as a sleeping mask gel. This research aims to formulate a sleeping mask gel and determination of total phenol content, caffeine content and, and activity antioxidant. This research was by carrying out various stages, such as making coffee peel extract, formulation sleeping mask gel preparations with 5 different formulas, evaluation of the physical properties, determination of total phenol content, caffeine content and, and activity antioxidant (% reduction of free radicals). The best formula that meets the requirements for a good gel preparation with the highest caffeine and phenol levels as well as the best antioxidant activity is F3. The resulting sleeping mask gel is brown in color, smells of coffee, and has a thick form. F3 has a caffeine content of 3.03 ppm, a total phenol content of 2.56 ppm and a free radical inhibition percentage of 5.13%. Keywords:          caffeine, coffee peel,  free radical scavenging ,total phenol, waste coffee   Abstrak Produksi jumlah kopi di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun, diikuti dengan peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Salah satunya adalah kulit buah. Kulit buah kopi diketahui mengandung berbagai macam senyawa metabolit sekunder seperti polifenol, antosianin, dan kafein yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Antioksidan dibutuhkan oleh kulit untuk mengatasi permasalahan kulit. Dengan begitu, kulit buah kopi memiliki potensi difomulasikan sebagai sleeping mask gel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sleeping mask gel beserta penentuan kadar fenol total, kafein dan aktiivtas antioksidannya. Penelitan dilaksanakan dengan tahapan, seperti pembuatan ekstrak kulit buah kopi, pembuatan sediaan sleeping mask gel dengan 5 formula yang berbeda pada konsentrasi ekstrak kulit buah kopi: F1 (1%),F2 (1,5%), F3(2%), F4 (2,5%), dan F5(3%), evaluasi sifat fisik sediaan, penentuan kadar fenol total, kadar kafein serta aktivitas antioksidan (% peredaman radikal bebas) dengan metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula terbaik yang memenuhi syarat sediaan gel yang baik dengan kadar kafein dan kadar fenol tertinggi serta aktivtas antioksidan terbaik adalah F3. Sleeping mask gel yang dihasilkan berwarna coklat, berbau kopi, dan mempunyai bentuk kental. F3 mempunyai kadar kafein sebesar 3,03 ppm, kadar fenol total sebesar 2,56 ppm dan % penghambatan radikal bebas sebesar 5,13%. Kata Kunci:         fenol total, kafein, kulit buah, limbah kopi, peredaman radikal bebas
Analisis Bakteri E. Coli Pada Air Minum di Tempat Pengelolaan Pangan Tanjung Perak Surabaya: Analysis of E. Coli Bacteria in Drinking Water at Tanjung Perak Food Management Site Surabaya Listya, Nindya Dwi; Handayani, Dwi; Palupi, Reni Candra
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2405

Abstract

Water is one of the basic needs that is very important for humans, but water can also be a medium for spreading disease. Therefore, the government established the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 of 2023 concerning Environmental Health. One of the drinking water quality requirements listed in the Permenkes is a microbiological parameter with an indicator of E. coli bacteria content in drinking water as much as 0/100ml. In the process of storing drinking water, a clean water storage area is needed so that it is not contaminated. This study aims to determine the presence of E. coli bacteria in drinking water with descriptive methods and data used secondary data at the Surabaya Class I Port Health Office, Tanjung Perak Working Area. The results showed that 1 Food Management Place did not meet the requirements because the drinking water contained E. coli bacteria as much as 2/100 ml. Keywords:          Mineral water, E. coli   Abstrak Air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting bagi manusia, namun air juga bisa menjadi media penyebaran penyakit. Oleh sebab itu pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Salah satu persyaratan kualitas air minum yang tercantum dalam Permenkes tersebut adalah parameter mikrobiologi dengan indikator kandungan bakteri E. coli dalam air minum sebanyak 0/100ml. Dalam proses penyimpanan air minum diperlukan tempat penyimpanan air yang bersih agar tidak terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri E. coli pada air minum dengan metode deskriptif dan data yang digunakan data sekunder di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Perak. Hasil penelitian didapatkan 1 Tempat Pengelolaan Pangan tidak memenuhi syarat karena air minum tersebut mengandung bakteri E. coli sebanyak 2/100 ml. Kata Kunci:         Air Minum, E. coli
Uji Kadar Flavonoid pada Daun Ketapang dan Aktivitasnya sebagai Antioksidan: Determination of Flavonoid Ketapang Leaves and Their Activity as Antioxidants Sari, Laras; Siburian, Putri Dela; Kasik, Olivia Clara; Lestari, Dewi; Erika, Farah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2413

Abstract

This study aims to determine the total flavonoid content and antioxidant activity of the ethanol extract of ketapang leaves (Terminalia catappa L.) located in the Mulawarman University area. The extract was made using maceration using ethanol solvent. The total flavonoid content test was carried out using the UV-Vis spectrophotometric method. Antioxidant activity testing uses the method of measuring free radical capture by 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Testing of total flavonoid levels in the ethanol extract of Ketapang leaves showed the presence of flavonoids of 4.875 mg/L. Meanwhile, testing antioxidant activity using the DPPH method shows the presence of very strong antioxidants. Keywords:          ketapang leaves; flavonoid; antioxidant   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) yang berada di kawasan Universitas Mulawarman. Ekstrak dibuat menggunakan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Uji kadar flavonoid total dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode pengukuran penangkapan radikal bebas oleh 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Uji kadar flavonoid total pada ekstrak etanol daun ketapang menunjukkan adanya flavonoid sebesar 4,875 mg/L. Sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan keberadaan antioksidan yang sangat kuat. Kata Kunci:         daun ketapang; flavonoid; antioksidan
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Editor, Journal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2419

Abstract

Efektivitas Pelaksanaan Program Stunting di Kabupaten Buton Tengah: Effectiveness of Stunting Program Implementation in Buton Tengah Regency Prasetyani, Reyni; Tenri, Andi; Asmiddin, Asmiddin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2461

Abstract

Stunting is a condition where a person has a height that is not in accordance with their age. The stunting condition in Buton Tengah Regency is one of the highest in Southeast Sulawesi Province. To find out the extent of the implementation of the stunting reduction program in Buton Tengah Regency, it is necessary to analyze the effectiveness of the stunting program with a decrease in the incidence of stunting in Buton Tengah Regency in 2023. This study is a non-experimental descriptive study by looking at the effectiveness of the stunting program with a decrease in the prevalence of stunting in Buton Tengah Regency in 2023. The results of the analysis show that there was an increase in the prevalence of stunting from 2022 to 2023, namely from 1621 stunting incidents to 1805 incidents. This shows that the stunting program in Buton Tengah Regency has not been effective in reducing the incidence of stunting as a whole in Buton Tengah Regency. However, the stunting program has been effective in reducing the incidence of stunting in three sub-districts, namely Gu, East Mawasangka, and Sangia Wambulu Districts. Keywords:          effectiveness, program, stunting   Abstrak Stunting adalah suatu kondisi seseorang memiliki keadaan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umurnya. Kondisi stunting di Kabupaten Buton Tengah menduduki salah satu urutan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mengetahui sejauh mana implementasi program penurunan stunting di Kabupaten Buton Tengah, maka perlu dilakukan analisis efektivitas program stunting dengan penurunan angka kejadian stunting di Kabupaten Buton Tengah Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan melihat efektivitas program stunting dengan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Buton Tengah Tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi kenaikan prevalensi stunting dari tahun 2022 ke tahun 2023, yaitu dari kejadian stunting sebesar 1621 menjadi sebesar 1805 kejadian. Hal ini menunjukkan bahwa program stunting di Kabupaten Buton Tengah belum efektif dalam menurunkan kejadian stunting secara menyeluruh di Kabupaten Buton Tengah. Namun, program stunting telah efektif menurunkan kejadian stunting di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gu, Mawasangka Timur, dan Sangia Wambulu. Kata Kunci:         efektivitas, program, stunting
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Personil Universitas Pertahanan Republik Indonesia: Relationship Between Physical Activity and Cognitive Function in the Personnel the Republic of Indonesia Defense University Fajrin, Ilham Rizky; Hayati, Taureni; Hanifah, Hanifah; Mozart, Mozart
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2497

Abstract

The 2022 WHO report reveals that 81% of adolescents and 27.5% of adults are insufficiently active, with Indonesia's rate rising from 26.1% in 2013 to 33.5% in 2018. This study aims the link between physical activity and cognitive function among 43 staff members at the Indonesian Defense University (UNHAN RI) using a cross-sectional design and consecutive sampling. Data were collected through the Indonesian version of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA-INA) via interviews and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) from December 2023 to January 2024. Chi-square and Fisher tests (p < 0.05) analyzed the relationships between physical activity, cognitive function, gender, and age. Results showed low physical activity led to a 44.4% decline in cognitive function, while moderate and high activity showed declines of 20% and 47.1%, respectively. However, no significant relationships were found between physical activity and cognitive function, age, or gender (p > 0.05). Keywords:          Cognitive Function, IPAQ, MoCA, Physical Activity   Abstrak Laporan WHO tahun 2022 menyoroti bahwa 81% remaja dan 27,5% orang dewasa kurang aktif, dengan angka di Indonesia meningkat dari 26,1% pada tahun 2013 menjadi 33,5% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada 43 staf di Indonesia Universitas Pertahanan (UNHAN RI) dengan menggunakan desain cross-sectional dan konsekutif sampling. Data dikumpulkan melalui Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA) dengan wawancara untuk mengisi kuesioner dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dengan mengisi kuisioner dari Desember 2023 hingga Januari 2024. Uji chi-square dan Fisher (p <0,05) menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, kognitif fungsi, jenis kelamin, dan usia. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang rendah menyebabkan penurunan fungsi kognitif sebesar 44,4%, sedangkan aktivitas sedang dan tinggi menunjukkan penurunan masing-masing sebesar 20% dan 47,1%. Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif, usia, atau jenis kelamin (p > 0,05). Kata Kunci:         fungsi kognitif, IPAQ, MoCA, aktivitas fisik
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Editor, Journal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2498

Abstract

Perbandingan Uji Aktivitas Antibakteri Sarang Semut (Myrmecodia Tuberosa Jack) Kalimantan Terhadap Pertumbuhan Bakteri Treponema denticola Penyebab Penyakit Infeksi Periodontal: Comparison Antibacterial Activity Test of Borneo Ant-Nest (Myrmecodia tuberosa Jack) Against the Growth of Treponema denticola Bacteria Causing Periodontal Infection Disease Sallata, Kaka Batara; Astuti, Lilies Anggarwati; Alhawaris, Alhawaris; Listiyawati, Listiyawati; Paramita, Swandari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2510

Abstract

Periodontitis is a condition that affects the supporting structure of the teeth and causes tooth loss. Indonesia has a variety of medicinal plants, one of which is ant's nest (Myrmecodia tuberosa jack) which contains various secondary metabolites. To determine the antibacterial activity of Kalimantan anthill extract (Myrmecodia tuberosa jack) in inhibiting the growth of Treponema denticola bacteria. This research is a pure experimental research (true experimental) with post test only control group design. Ant-nest extract (Myrmecodia tuberosa jack) was made by maceration method using 96% ethanol and then serial dilution. The results showed antibacterial activity at concentrations of 80 mg/mL and 40 mg/mL which means it has bacteriostatic properties with a p value = 0.003 which means there is a very significant difference in each concentration of anthill extract and the results of the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) did not show any killing power against Treponema denticola bacteria. Ant-nest extract (Myrmecodia tuberosa jack) has the ability to inhibit the growth of Treponema denticola bacteria and there are very significant differences in each concentration of ant nest extract (Myrmecodia tuberosa jack) against Treponema denticola bacteria. Keywords:          Ethanol extract, Myrmecodia tuberosa jack, Chronic periodontitis, Treponema denticola   Abstrak Periodontitis adalah kondisi yang mempengaruhi struktur penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyah bahkan tanggal. Indonesia memiliki beragam tanaman obat, salah satunya sarang semut (Myrmecodia tuberosa jack) yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak sarang semut Kalimantan (Myrmecodia tuberosa jack) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Treponema denticola. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental) dengan post test only control group design. Ekstrak sarang semut (Myrmecodia tuberosa jack) dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% lalu dilakukan serial dilusi. Hasil penelitian menunjukan adanya aktivitas antibakteri pada konsentrasi 80 mg/mL dan 40 mg/mL yang berarti memiliki sifat bakteriostatik dengan nilai p= 0,003 yang berarti terdapat perbedaan sangat signifikan pada setiap konsentrasi ekstrak sarang semut dan hasil Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) tidak menunjukan adanya daya bunuh terhadap bakteri Treponema denticola. Ekstrak sarang semut (Myrmecodia tuberosa jack) memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Treponema denticola dan terdapat perbedaan yang sangat bermakna pada tiap konsentrasi ekstrak sarang semut (Myrmecodia tuberosa jack) terhadap bakteri Treponema denticola. Kata Kunci:         Ekstrak Etanol, Treponema denticola, Myrmecodia tuberosa jack, Periodontitis kronis

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue