cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Inhibitor CARDS Toxin sebagai Pengobatan Pnemonia pada Biji Jintan Hitam (Nigella sativa): CARDS Toxin Inhibitor as Pnemonia Treatment in Black Cumin Seed (Nigella sativa) Anwar, La Ode Muhammad; Pramestyani, Embriana Dinar; Adiwisastra, Nuzul Gyanata; Muslih, Hamdan Faisal; Romli, Cindy Junita; Jannah, Zam Zam Zainatul; Harahap, Kurnia Pebriyanti; Okhanza, Awanda Pramudita; Lestari, Sri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2459

Abstract

CARDS toxin is a protein component that triggers pnemonia. The purpose of this research is to find out what compounds can inhibit CARDS toxin in black cumin seed compounds. CARDS toxin was downloaded on the PDB site with the code 4TLW. The control used is hydroxychloroquine compound. The docking results showed inhibition of CARDS toxin, namely quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside (-16.4 kcal/mol), gramisterol (-10.0 kcal/mol), taraxerol (-9.6 kcal/mol) and quercetin (-9.0 kcal/mol) compared to the control. SwissADME pharmacokinetic values showed that the compounds were lipophilic, namely gramisterol and taraxerol. Absorption values showed that only quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside and quercetin compounds had high absorption values while other compounds were still very low. Only quercetin compound inhibited CYP1A2. Bioavailability values of all compounds were more than 10%. All plant compounds are possible to be synthesized (range score 1-10). Keywords:          CARDS Toxin, Pnemonia, Mycoplasma pneumoniae   Abstrak CARDS toxin merupakan kompenen protein pencetus penyakit pnemonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa apa saja yang mampu menghambat CARDS toxin pada senyawa biji jintan hitam. CARDS toxin diunduh pada situs PDB dengan kode 4TLW. Kontrol yang digunakan adalah senyawa hydroxychloroquine. Hasil docking menunjukan terdapat penghambatan CARDS toxin yaitu quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside (-16.4 kcal/mol), gramisterol (-10.0 kcal/mol), taraxerol (-9.6 kcal/mol) dan quercetin (-9.0 kcal/mol) dibanding dengan kontrol. Nilai farmakokinenik SwissADME menunjukan senyawa bersifat lipofilik yaitu gramisterol dan taraxerol. Nilai absorbsi menunjukan hanya senyawa quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside dan quercetin memiliki nilai absorbsi yang tinggi sedanggkan senyawa lain masih sangat rendah. Hanya senyawa quercetin yang menghambat CYP1A2. Nilai bioavabilitas semua senyawa lebih dari 10%. Semua senyawa tanaman memungkinkan untuk dapat disintesis (range score 1-10). Kata Kunci:         CARDS Toxin, Pnemonia, Mycoplasma pneumoniae
Hubungan Usia, Dosis, dan Cara Minum Obat Amlodipin terhadap Risiko Efek Samping pada penderita Hipertensi: The Correlation between Age, Dosage, and Amlodipin Administration on the Risk of Side Effects on Hypertension Sufferers Kamaruddin, Harni Sartika; Afifa, Nur; Tulak, Grace Tedy; Masdin, Rahmat
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amlodipine is an antihypertensive drug that is generally recommended as a first-line therapy option in the treatment of hypertension. Amlodipine therapy as blood pressure control is often reported to cause undesirable effects such as edema, headache, rash, nausea, flushed face, drowsiness, hypotension and dizziness. This study aims to analyze the relationship between age, dose and method of taking amlodipine on the risk of side effects in outpatient hypertension sufferers at one of the hospitals in Kolaka. This research is an observational analytical study using the method Cross sectional. Research sample data was obtained from medical records at the internal medicine outpatient clinic and based on interviews from check. The research subjects who met the research criteria were 86 sufferers. The clinical symptoms experienced were edema, abdominal pain, palpitations, drowsiness, nausea, vomiting, itching, vertigo, insomnia and fatigue. Age, dose and method of drinking did not correlate with complaints of clinical symptoms of side effects in hypertension sufferers [p>0.05]. So it is important to monitor side effects in patients receiving amlodipine therapy Keywords:          hipertensi, amlodipin, side effect   Abstrak Amlodipin merupakan obat antihpertensi yang umumnya direkomendasikan sebagai pilihan terapi lini pertama pada pengobatan hipertensi.Terapi amlodipin sebagai kontrol tekanan darah sering dilaporkan memberikan efek yang tidak diinginkan seperti edema, sakit kepala, ruam, mual, muka memerah, mengantuk, hipotensi dan pusing.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor usia, dosis dan cara minum amlodipin terhadap risiko efek samping pada penderita hipertensi rawat jalan disalah satu rumah sakit di Kolaka.Penelitian merupakan penelitian analitik observasional dengan metode Cross sectional. Data sampel penelitian diperoleh dari rekam medis pada poliklinik rawat jalan penyakit dalam serta wawancara yang didasari from check. Subyek penelitian yang memenuhi kriteria penelitian sejumlah 86 penderita. Keluhan gejala klinis yang dialami yaitu edema, nyeri perut, jantung berdebar, mengantuk, mual, muntah, gatal, vertigo, insomnia dan kelelahan. Usia, dosis dan cara minum tidak berkolerasi terhadap keluhan gejala klinis efek samping pada penderita hipertensi [p>0,05]. Sehingga penting melakukan monitoring efek samping pada pasien yang mendapatkan terapi amlodipin. Kata Kunci:         hipertensi, amlodipin, efek samping
Optimasi Formulasi Sabun Pembersih Wajah Antibakteri Variasi Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk dan Ekstrak Daun Kemangi: Optimization of Antibacterial Facial Cleansing Soap Formulation Variations Combinations of Orange Peel Essential Oil and Basil Leaf Extract Sari, Gigih Kenanga; Hapsari, Estuningtyas Ayu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2468

Abstract

Orange peel essential oil and basil leaf extract are known as natural ingredients that contain medicinal ingredients. The extracts of these two plants are useful as antibacterials. The aims of this research are to determine the antibacterial activity of facial soap containing the active ingredients orange peel essential oil and basil leaf extract. The methods studied include organoleptic properties, pH value, foam height, free alkali content, specific gravity and antibacterial activity. The type of research used is experimental research. Data collection was carried out by measuring, while data analysis was descriptive and analytical. The research design used was a post-test only control design. Conclusions include the preparation of facial cleansing soap with a combination of orange peel essential oil and basil leaf extract which meets SNI requirements which is classified as an inhibitory bacterial work zone but the most optimal is F3, there are differences in the diameter of the inhibitory zone for the growth of Staphylococcus aureus bacteria in facial cleansing soap with a combination of active ingredients. orange peel essential oil and basil leaf extract. Keywords:          facial cleansing soap, orange peel essential oil, basil leaf extract   Abstrak Minyak atsiri kulit jeruk dan ekstrak daun kemangi dikenal sebagai bahan alami yang mengandung bahan obat. Ekstrak kedua tumbuhan ini bermanfaat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri sabun wajah yang mengandung bahan aktif minyak atsiri kulit jeruk dan ekstrak daun kemangi. Metode yang diteliti meliputi sifat organoleptik, nilai pH, tinggi busa, kandungan alkali bebas, berat jenis dan aktivitas antibakteri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran, sedangkan analisis data bersifat deskriptif dan analitis. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control design. Sediaan sabun pembersih wajah dengan kombinasi minyak atsiri kulit jeruk dan ekstrak daun kemangi telah memenuhi syarat SNI yang tergolong zona kerja penghambat bakteri namun yang paling optimal adalah F3, terdapat perbedaan diameter zona hambat. untuk pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada sabun pembersih wajah dengan kombinasi bahan aktif. minyak esensial kulit jeruk dan ekstrak daun kemangi. Kata Kunci:         sabun, pembersih, wajah, jeruk, kemangi
Studi In Silico Potensi Antikanker Kolorektal Senyawa Zerumbone dan Derivatnya terhadap Protein P38-MAPK: Study of In Silico Anticancer Colorectal Potential of Zerumbone Compounds and Their Derivatives Against on P38-MAPK Protein Al-Husni, Ihza Adzkiya Mubarak; Napitu, Ade Shinta Maria Br; Melki, Yana Putri Amelia; Azti, Zahara; Ahmad, Winda Tiara; Primasty, Ratna Dewi; Fida, Marsa Jannatul; Saputro, Anjar Hermadi; Auli, Winni Nur
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2469

Abstract

Colorectal cancer (CRC) is one of the diseases with the highest incidence rate in Indonesia and the world. Cancer treatment often uses natural compounds as an alternative treatment such as zerumbone in lempuyang rhizome. P38-Mitogen-activated protein kinase (MAPK) becomes the main target because it can regulate various cellular programs. Research was conducted to analyze the interaction of zerumbone and its derivatives against P38-MAPK proteins as potential anti-colorectal cancer. The method used was in silico using the pkCSM web, ProTox-II, Pubchem, SwissADME, and software such as Avogadro, AutoDockTools, BIOVIA Discovery Studio Visualizer. In Silico results of Dibenzosuberone compound as a natural ligand with a binding energy value of -13.05 kcal/mol, while the best test ligand is Derivat 21 with a binding energy value of -10.94 kcal/mol. Derivat 21 binds to the same active side as the natural ligand, namely: LEU104, LYS53, ALA51, ILE 84. ASP168, MET109, and ASP112. So that Derivat 21 has the potential as an anti-colorectal cancer drug that is more effective and safe compared to other compounds. Keywords:          Zerumbone, Colorectal Cancer, P38-MAPK, In silico   Abstrak Kanker kolorektal (colorectal cancer, CRC), salah satu jenis penyakit dengan tingkat kejadian tertinggi di Indonesia juga di dunia. Pengobatan kanker sering menggunakan senyawa alami sebagai pengobatan alternatif seperti zerumbone pada rimpang lempuyang. P38-Protein kinase teraktivasi mitogen (MAPK) menjadi target utama karena dapat mengatur berbagai program seluler. Penelitian dilakukan untuk menganalisis interaksi zerumbone dan derivatnya terhadap protein P38-MAPK sebagai potensi anti kanker kolorektal. Metode yang digunakan secara in silico menggunakan web pkCSM, ProTox-II, Pubchem, SwissADME, dan software seperti Avogadro, AutoDockTools, BIOVIA Discovery Studio Visualizer. Hasil In Silico senyawa Dibenzosuberone sebagai ligan alami dengan nilai binding energy -13,05 kkal/mol, Sedangkan ligan uji terbaik yaitu Derivat 21 dengan nilai binding energy -10,94 kkal/mol. Derivat 21 berikatan pada sisi aktif yang sama dengan ligan alami yaitu: LEU104, LYS53, ALA51, ILE 84. ASP168, MET109, dan ASP112. Sehingga Derivat 21 memiliki potensi sebagai obat anti kanker kolorektal yang lebih efektif dan aman dibandingkan dengan senyawa lainnya. Kata Kunci:         Zerumbone, Kanker Kolorektal, P38-MAPK, In Silico
Karakterisasi dan Analisis Vitamin C dalam Teh Kombucha Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Variasi Lama Fermentasi: Characterization and Analysis of Vitamin C in Avocado Seed Kombucha Tea (Persea americana Mill.) with Variation of Fermentation Duration Annaza, Alwan Darwissy; Jubaidah, Siti; Supriningrum, Risa
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2472

Abstract

Avocado seeds contain several minerals and vitamin C, these seeds can be fermented into tea with kombucha culture, SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeats). The length of fermentation will have an impact on the vitamin C content in the tea. The purpose of this study was to determine the characteristics and vitamin C content based on variations in the length of fermentation time of avocado seed kombucha tea. The research conducted was experimental research and used the RAL (Completely Randomized Design) method with variations in the length of fermentation. The research stages include plant determination, simplisia processing, making kombucha tea based on variations in fermentation time, characteristic tests, qualitative and quantitative analysis of vitamin C, and data analysis using SPSS IBM 25 with a 95% confidence level. The results obtained vitamin C content of avocado seed kombucha tea with 1 day fermentation time of 0.4628 ± 0.0099%, 3 days fermentation time of 0.4740 ± 0.0059%, 5 days fermentation time of 0.5081 ± 0.0118%, 7 days fermentation time of 0.6439 ± 0.0148%, 9 days fermentation time of 0.7048 ± 0.0255% and 11 days fermentation time of 0.6216 ± 0.0411%. Statistical data analysis of vitamin C levels using the One Way ANOVA test with p < 0.05 and obtained a significance value of 0.0000, namely there is a significant difference between the six fermentation lengths. Keywords:          Kombucha Tea, Characterization, Vitamin C, Long Fermentation   Abstrak Biji alpukat mengandung beberapa mineral dan vitamin C, biji ini dapat difermentasi menjadi teh dengan kultur kombucha yaitu SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeats). Lama fermentasi akan berdampak pada kandungan vitamin C yang ada dalam teh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan kandungan vitamin C berdasarkan variasi lama waktu fermentasi dari teh kombucha biji alpukat. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan variasi lama fermentasi. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengolahan simplisia, pembuatan teh kombucha berdasarkan variasi lama waktu fermentasi, uji karakteristik, analisis kualitatif dan kuantitatif vitamin C, dan analisis data menggunakan SPSS IBM 25 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh kadar vitamin C teh kombucha biji alpukat dengan lama fermentasi 1 hari sebesar 0,4628 ± 0,0099%, lama fermentasi 3 hari sebesar 0,4740 ± 0,0059%, lama fermentasi 5 hari sebesar 0,5081 ± 0,0118%, lama fermentasi 7 hari sebesar 0,6439 ± 0,0148%, lama fermentasi 9 hari sebesar 0,7048 ± 0,0255% dan lama fermentasi 11 hari sebesar 0,6216 ± 0,0411%. Analisis data statistik kadar vitamin C menggunakan uji One Way ANOVA dengan p<0,05 dan didapatkan nilai signifikansi 0,0000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara keenam lama fermentasi. Kata Kunci:         Teh Kombucha, Karakterisasi, Vitamin C, Lama Fermentasi
Sampul Depan, Informasi Editorial, Daftar Isi, Pedoman Penulis, Sampul Belakang: Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Editor, Journal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2536

Abstract

Sampul Depan, Informasi Editorial, Daftar Isi, Pedoman Penulis, Sampul Belakang Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Jurnal Sains dan Kesehatan, J. Sains Kes. 2025. Vol. 7 No. 1.
Sampul Depan, Informasi Editorial, Daftar Isi, Pedoman Penulis, Sampul Belakang: Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Editor, Journal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2542

Abstract

Inovasi Hair Tonic Kombinasi Daun Cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr.) dan Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Penumbuh Rambut: Hair Tonic Innovation Combination of Cempedak Leaves (Artocarpus integer (Thunb.) Merr.) and Aloe Vera (Aloe vera) as Hair Growth Liranti, Nintra Mahdan; Duma, Melin Sagita; Dewiningtias, Ni Luh Manik Putri; Marijadi, Kania Adistyawati; Sastyarina, Yurika
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2177

Abstract

Exposure to high-intensity sunlight can cause hair strands to become dry, brittle, and fall out easily. Hair loss is a disorder that can cause hair to fall off the scalp. The content of flavonoid compounds in cempedak leaves is known to help in the hair growth process and has antioxidant properties. A part from cempedak leaves, aloe vera also contains beneficial substances to reduce hair loss  and stimulate hair growth. This research aims to create and determine the evaluation results of the hair tonic preparation formula combining cempedak leaf extract and aloe vera extract and determine the rabbit hair growth activity of the hair tonic preparation combining cempedak leaf extract and aloe vera. This research is experimental, namely by formulating, carrying out physical evaluations, and testing the activity of a hair tonic preparation combined with cempedak leaf extract and aloe vera. The combination of the two ingredients has been proven to produce optimization of the base formula for hair tonic preparations. The best hair tonic formula base is F3, with better hair growth activity results; namely, the average hair length on the 8th day is 5.85 ± 2.37 mm, and the average hair length on the 15th day is 6 .58 ± 2.99 mm, and 21th day is 9,95 ± 1,71 mm. The organoleptic evaluations, pH levels, homogeneity, viscosity levels, and dry time have met the specified requirements. The results obtained show that the hair tonic preparation made has the potential to grow hair. Keywords:          Hair tonic, hair loss, antioxidant, cempedak leaf, aloe vera   Abstrak Kerontokan rambut merupakan suatu gangguan yang dapat menyebabkan rambut terlepas dari kulit kepala. Kandungan senyawa  flavonoid di dalam daun cempedak diketahui dapat membantu dalam proses pertumbuhan  rambut dan bersifat antioksidan. Selain daun cempedak, lidah buaya juga mengandung zat bermanfaat untuk mengurangi kerontokan rambut serta menstimulasi pertumbuhan rambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan mengetahui hasil evaluasi dari formula sediaan hair tonic kombinasi ekstrak daun cempedak dan ekstrak lidah buaya, serta mengetahui aktivitas pertumbuhan rambut kelinci dari sediaan hair tonic kombinasi ekstrak daun cempedak dan lidah buaya. Penelitian ini dilakukan dengan menformulasikan, melakukan evaluasi fisik, dan menguji aktivitas dari sediaan hair tonic kombinasi ekstrak daun cempedak dan lidah buaya. Kombinasi kedua bahan terbukti menghasilkan optimasi basis formula untuk sediaan hair tonic. Optimasi basis formula sediaan hair tonic yang terbaik adalah Formula 3 dengan hasil aktivitas pertumbuhan  rambut yang meningkat dengan rata-rata yaitu pada hari ke-8 yaitu 5,85 ± 2,37 mm,  hari ke-15 yaitu 6,58 ± 2,99 mm, dan hari ke-21 yaitu 9,95 ± 1,71 mm. Evaluasi organoleptik, kadar pH, homogenitas, kadar viskositas, dan waktu kering yang dilakukan sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa sediaan hair tonic yang dibuat berpotensi sebagai penumbuh rambut. Kata Kunci:         Hair tonic, rambut rontok, antioksidan, daun cempedak, lidah buaya
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol 96% Batang Apel Beludru (Diospyros Blancoi A.Dc.) terhadap Jumlah Limfosit, Monosit, dan Neutrofil pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karagenan: Antiinflammatory Activity of 96% Ethanol Extract of Apel Beludru Stems (Diospyros Blancoi A.Dc.) to the Number of Lymphocytes, Monocytes, and Neutrophils in Carrageenan-induced Wistar Rats Rusdi, Numlil Khaira; Bariroh, Tahyatul; Isra, Rafiq Al; Rahmat, Amalia; Fujianti, Fujianti; Prastiwi, Rini; Sunaryo, Hadi; Hariyanti, Hariyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2437

Abstract

The potential of velvet apple plants (Diospyros blancoi A. DC) is large, further research is still needed to determine the anti-inflammatory effect on velvet apple stems (Diospyros blancoi A. DC). The purpose of this study was to determine the anti-inflammatory activity of 96% ethanol extract of velvet apple stems against the reduction of lymphocytes, monocytes, and neutrophils. A total of 25 male white rats of wistar strain were divided into 5 groups, namely the negative control group, the positive control group (Na diclofenac), the group given 96% ethanol extract of velvet apple stems with several doses, namely doses of 125 mg / kg BB, 250 mg / kg BB and 500 mg / kg BB. All test animals were made air bags on days 1 and 3, then on day 6 test preparations and carrageenan induction were carried out. On the 7th day blood was taken through the retroorbital sinuses, then the calculation of lymphocytes, monocytes, neutrophils using a microscope was carried out and the data were analyzed using One-way Anova and Kruskal Wallis test. The results showed a higher percentage of negative lymphocytes, monocytes, and neutrophils compared to the treatment group. In the treatment group, the dose of 500mg/kgBB had a significant decrease in the percentage of lymphocytes, monocytes, neutrophils compared to the negative group (p<0.05) and was not significantly different from the positive control group. Ethanol extract 96% velvet apple stem dose 500 mg/kg body weight has the greatest anti-inflammatory activity against decreasing the percentage of lymphocytes, monocytes, and neutrophils. Keywords:          anti-inflammatory, apel beludru, Diospyros blancoi A. DC, lymphosite, monosite, neutrophil   Abstrak Potensi tanaman apel beludru (Diospyros blancoi A. DC) yang besar, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek antiinflamasi pada batang apel beludru (Diospyros blancoi A. DC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol 96% batang apel beludru terhadap penurunan limfosit, monosit, dan neutrofil. Sebanyak 25 ekor Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (Na diklofenak), kelompok yang diberi ekstrak etanol 96% batang apel beludru dengan beberapa dosis yaitu dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB. Semua hewan uji dibuat kantung udara pada hari ke-1 dan ke-3, lalu pada hari ke-6 dilakukan pemberian sediaan uji dan induksi karagenan. Pada hari ke-7 diambil darah melalui sinus retroorbitalis, kemudian dilakukan perhitungan sel limfosit, monosit, dan neutrofil menggunakan mikroskop. Data dianalisis menggunakan One-way Anova dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan jumlah limfosit, monosit, dan neutrophil kelompok kontrol negatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakuan, pemberian ekstrak dosis 500mg/kgBB mengalami penurunan persentase jumlah limfosit, monosit, neutrofil terbesar secara signifikan dibandingkan kelompok negatif (p<0,05) dan tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif. Ekstrak etanol 96% batang apel beludru dosis 500 mg/kg BB memiliki aktivitas antiinflamasi terbesar terhadap penurunan persentase jumah limfosit, monosit, dan neutrophil. Kata Kunci:         antiinflamasi, apel beludru (Diospyros blancoi A. DC), limfosit, monosit, neutrophil
Hubungan Hipertensi dan Obesitas dengan Hipertensi Okular: Relationship between Hypertension and Obesity with Ocular Hypertension Chair, Naila Permata; Fatmawati, Nur Khoma; Rachmi, Eva
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2438

Abstract

Intraocular pressure is the pressure inside the eye, which normally ranges from 10-21 mmHg, with an average of 16 ± 25 mmHg. Maintaining intraocular pressure within the normal range is crucial because elevated intraocular pressure (ocular hypertension) can lead to decreased perfusion in the eye which eventually increasing the risk of primary open-angle glaucoma (POAG) and retinal vein occlusion. High blood pressure and a high Body Mass Index (BMI) can influence an increase in intraocular pressure by disrupting the aqueous humor outflow mechanisms. The purpose of this study is to analyze the correlation between hypertension and obesity in ocular hypertension. The study employed an analytical observational design using a cross-sectional approach. Sample selection was performed using the purposive sampling method and involved 48 patients who met the study criteria. Researched data was obtained from both secondary and primary data through examination of blood pressure, body weight, height, and intraocular pressure. Bivariate data analysis was conducted using the Chi-Square test and Fisher's exact test. The results showed that the majority of the hypertensive patient group has normal intraocular pressure (41.6%), and the majority of obese patients also have normal intraocular pressure (43.7%). Based on bivariate analysis showed the correlation between hypertension and ocular hypertension yielded p-value = 0.458 and the correlation between obesity and ocular hypertension yielded p-value = 0.330. The analysis suggests that hypertension and obesity does not have a significant correlation with ocular hypertension. Keywords:          Ocular Hypertension, Hypertension, Obesity, Intraocular Pressure   Abstrak Tekanan intraokular merupakan tekanan di dalam bota mata, yang normalnya berkisar dari 10 – 21 mmHg, dengan rata-rata 16 ± 2,5 mmHg. Tekanan intraokular perlu dipertahankan dalam kisaran normal karena tekanan intraokular yang tinggi (hipertensi okular) memicu penurunan perfusi pada mata sehingga meningkatkan risiko terjadinya glaukoma sudut terbuka dan oklusi vena retina. Hipertensi dan indeks massa tubuh (IMT) tinggi dapat memengaruhi peningkatan tekanan intraokular melalui terganggunya mekanisme aliran humor aquos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hipertensi dan obesitas dengan hipertensi okular. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan melibatkan 48 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Data penelitian diperoleh dari data sekunder dan data primer melalui pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan tekanan intraokular. Uji bivariat data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kelompok pasien hipertensi lebih banyak memiliki tekanan intraokular normal (41,6%) dan mayoritas pasien obesitas memiliki tekanan intraokular normal (43,7%). Berdasarkan analisis bivariat antara hubungan hipertensi dan hipertensi okular didapatkan p value = 0,616 dan hubungan obesitas dengan hipertensi okular didapatkan p value = 0,330. Dapat disimpulkan bahwa hipertensi dan obesitas tidak memiliki hubungan dengan hipertensi okular. Kata Kunci:         Hipertensi Okular, Hipertensi, Obesitas, Tekanan Intraokular

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue