cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Aktivitas Antihiperglikemia Infusa Daun Sambung Nyawa (Gynura Procumbens) dengan Metode Toleransi Glukosa pada Mencit Jantan (Mus Musculus): Antihyperglycemic Activities of Sambung Nyawa Leaves (Gynura Procumbens) Infusion using a Glucose Tolerance Method in Male Mice (Mus Musculus) Ridhotulloh, Yusuf Isro; Rijai, Laode; Mus, Nurul Muhlisa; Arifuddin, M.; Ibrahim, Arsyik; Ahmad, Islamudin; Herman, Herman; Hikmawan, Baso Didik; Junaidin, Junaidin; Febrina, Lizma; Faisal, Muhammad; Rusman, Arman; Riki, Riki; Almeida, Maria; Bone, Mahfuzun; Arifian, Hanggara; Samsul, Erwin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2421

Abstract

Hyperglycemia is a condition where blood sugar increases significantly which can lead to diabetes mellitus. Sambung Nyawa (Gynura Procumbens) leaves are a plant that is empirically believed to reduce hyperglycemia and has been scientifically proven based on several studies, however there has been no research that provides information about sembung nyawa leaves in infusion form. This study aims to determine the content of secondary metabolites in the infusion of the leaves of Gynura Procumbens and its antihyperglycemia activity in male males. This study consisted of phytochemical and antihyperglycemia screening using a tolerance method induced by glucose monohydrate at a dose of 2g/kgBW. The test group consisted of a negative control group (Na CMC 1%), a positif group (Glibenclamide), and 3 groups of sambung nyawa leaf infusion (5%, 10%, 15%). The results of the research showed that the infusion of sembung nyawa leaves contained secondary metabolites, namely tannins, phenolics, flavonoids and saponins. The effect of reducing blood sugar levels in test animals showed a significant reduction (0.00<0.05) at a 10% concentration infusion compared to the negative control and not significant to the positive control. The conclusion shows that the infusion of sambung nyawa leaves has an antihyperglycemic effect. Keywords:          Antihyperglycemic, Sambung Nyawa Leaves, Glucose Monohydrate   Abstrak Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan gula darah yang cukup signifikan yang akan berubah menjadi kondisi diabetes mellitus. Daun sambung nyawa (Gynura Procumbens) merupakan tumbuhan yang dipercaya secara empiris menurunkan hiperglikemia dan terbukti secara ilmiah berdasarkan beberapa penelitian dalam bentuk ekstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder pada infusa daun sambung nyawa dan aktivitas antihiperglikemia pada mencit jantan. Penelitian ini terdiri dari skrining fitokimia dan antihiperglikemia menggunakan metode toleransi yang dinduksi glukosa monohidrat dengan dosis 2g/kgBB. Kelompok uji terdiri dari kelompok kontrol negatif (Na CMC 1%), positif (Glibenklamid), dan 3 kelompok infusa daun sembung nyawa (5%, 10%, 15%). Hasil penelitian menunjukkan infusa daun sambung nyawa mengandung metabolit sekunder yaitu tanin, fenolik, flavonoid dan saponin. Efek penurunan kadar gula darah pada hewan uji menunjukkan penurunan yang signifikan (0,00<0,05) pada infusa konsentrasi 10% dibandingkan dengan kontrol negatif dan tidak signifikan terhadap kontrol positif. Kesimpulan menunjukkan bahwa infusa daun sambung nyawa mempunyai efek antihiperglikemia. Kata Kunci:         Antihiperglikemia, Daun Sambung Nyawa, Glukosa Monohidrat  
Pengaruh Kepemimpinan Islami Terhadap Kinerja Tenaga Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang: The Influence of Islamic Leadership on the Performance of Pharmacy Personnel in the Kindergarten Hospital Pharmacy Installation Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang Apriani, Welin Devsi; Fathnin, Fildza Huwaina
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2426

Abstract

Content Islamic leadership is expected to be able to stimulate employee motivation to achieve optimal performance. Leadership is related to the performance of pharmaceutical personnel because leaders plan, inform, make and evaluate various decisions that must be implemented in the hospital, therefore, leadership is an important factor in employee performance. This research aims to determine the influence of Islamic Leadership on the Performance of Pharmacy Personnel in the Kindergarten Hospital Pharmacy Installation Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang. This research is a quantitative type with analytical methods. Sampling used a questionnaire instrument, each variable consisting of 6 questions which were distributed directly in the Hospital Pharmacy Installation Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang. The sampling technique used in this research was a saturated sampling technique with a total sample of 18 respondents. Then look for the influence between the two variables using the Spearman rank correlation test. Rresults of this study show a significant value of 0.003 <0.05 with a correlation coefficient value of 0.661. Conclusion, there is a significant influence between Islamic leadership on the performance of pharmaceutical staff in the Hospital Pharmacy Installation Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang with a strong and positive correlation relationship, namely the better the Islamic leadership, the better the performance of the pharmaceutical staff. Keywords:          Islamic Leadership, Performance, Pharmacy   Abstrak Kepemimpinan islami diharapkan mampu memacu motivasi karyawan untuk tercapainya kinerja yang optimal. Kepemimpinan berhubungan dengan kinerja tenaga kefarmasian kerena pemimpin yang merencanakan, menginformasikan, membuat, dan mengevaluasi berbagai keputusan yang harus dilaksanakan dalam rumah sakit oleh karena itu, kepemimpinan salah satu faktor penting dalam kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Islami terhadap Kinerja Tenaga Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang. Penelitian ini masuk kedalam jenis kuantitatif dengan metode analitik. Pengambilan sampel menggunakan instrument kuesioner yang masing-masing variabel terdiri atas 6 pertanyaan yang disebar secara langsung di di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh dengan total sampel sebanyak 18 responden. Kemudian dicari pengaruh antara kedua variabel dengan menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikan 0,003 < 0,05 dengan nilai koefisin korelasi 0,661. Kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan islami terhadap kinerja tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang dengan hubungan korelasi yang kuat dan positif yaitu semakin bagus kepemimpinan islami maka semakin bagus pula kinerja tenaga kefarmasian. Kata Kunci:         Kapemimpinan Islami, Kinerja, Kefarmasian  
Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Golek (Mangifera indica L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Test of Ethanol Extract of Golek Mango Leaves (Mangifera indica L.) Against Staphylococcus aureus Bacteria Yuniarti, Rafita; Rukmana, Siti; Nasution, Haris Munandar; Rani, Zulmai; Fauzi, Ziza Aisyia Putri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2427

Abstract

Mango golek is among the numerous beneficial plants in the Mangifera genus. Mango leaves have antibacterial, antifungal, antiviral, and antiparasitic properties. The purpose of this research was to determine how effective an ethanol extract of mango golek leaves was against Staphylococcus aureus bacteria and what kind of secondary metabolites were present in the extract. This study employed laboratory experimental methods such as the maceration method with 70% ethanol solvent, phytochemical screening test, and Mango golek leaf extract (Mangifera indica L.) Staphylococcus aureus antimicrobial activity test at various concentrations of 100 mg/day. mL, 70, 50, 30, and 10 mg/mL using the agar diffusion method. Mango golek leaves ethanol extract included alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids/triterpenoids, according to the screening results. values of 100 mg/mL and 70 mg/mL were considered high, while values of 50 and 30 mg/mL were considered moderate. Keywords:          cMangifera indica L., Staphylococcus aureus   Abstrak Salah satu tanaman dari genus Mangifera adalah mangga golek yang memiliki banyak manfaat. Salah satu keuntungan adalah sifat antiparasit, antijamur, antivirus, dan antibakterinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif ekstrak daun mangga golek terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan mengidentifikasi metabolit sekundernya. Dalam penelitian ini, menggunakan metode eksperimental yang meliputi uji fitokimia, pembuatan pelarut etanol 70% dari ekstrak daun mangga golek (Mangifera indica L.), dan uji antibakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 100, 70, 50, 30, dan 10 mg/mL menggunakan metode difusi agar. Hasil skrining, ekstrak etanol daun mangga golek mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Uji antibakteri, ekstrak daun mangga golek memiliki sifat antimikroba Staphylococcus aureus dengan kategori kuat 100 dan 70 mg/mL dan kategori sedang 50 dan 30 mg/mL. Kata Kunci:         Antibakteri, Mangifera indica L, Staphylococcus aureus
Optimasi Suhu dan Lama Perendaman terhadap Kadar Klorin pada Kertas Rokok Menggunakan Metode Iodometri: Optimization of Temperature and Soaking Time on Chlorine Levels in Cigarette Paper Using the Iodometric Method Yazid, Edy Agustian; Yaqin, Nur; Zahroh, Roihatul; Salsabila, Dava Isabel
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2430

Abstract

Chlorine is a chemical, produced and used throughout the world. Chlorine is usually used as a disinfectant and paper bleach. Cigarette paper is made from materials that are bleached using chlorine. Chlorine is toxic, especially when inhaled, potentially causing eye, skin, respiratory tract irritation and lung damage. The chlorine solubility factor is influenced by temperature and soaking time. This research aims to determine the optimum temperature and soaking time for chlorine levels in filtered cigarette paper (RF) and non-filtered cigarettes (RNF). The research was carried out experimentally with quantitative analysis techniques using the iodometric method. The parameters observed were chlorine levels with temperature variations of 25°C, 50°C, 75°C, 100°C and soaking times of 10 minutes, 15 minutes, 20 minutes, 25 minutes. The research results showed that the highest chlorine levels in RF and RNF paper were 19.26 ppm and 17.88 ppm respectively. The research results concluded that the highest chlorine levels were obtained in RF and RNF paper using the same optimum temperature and soaking time, namely 75°C for 20 minutes. Keywords:          chlorine, iodometry, temperature, soaking time, cigarettes   Abstrak Klorin merupakan bahan kimia, diproduksi dan digunakan di seluruh dunia. Klorin biasanya digunakan sebagai desinfektan dan pemutih kertas. Kertas rokok dibuat dari bahan yang diputihkan menggunakan klorin. Klorin bersifat toksik terutama bila terhisap, berpotensi menyebabkan iritasi mata, kulit, saluran pernafasan dan kerusakan paru-paru. Faktor kelarutan klorin dipengaruhi oleh suhu dan waktu perendaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui suhu dan waktu perendaman  optimum terhadap kadar klorin pada kertas rokok filter (RF) dan rokok non filter (RNF). Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan teknik analisis secara kuantitatif menggunakan metode iodometri. Parameter yang diamati  adalah kadar klorin dengan variasi suhu 25°C, 50°C, 75°C, 100°C  dan waktu perendaman 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit. Hasil penelitian didapatkan kadar klorin tertinggi pada kertas RF dan RNF berturut-turut 19,26 ppm dan 17,88 ppm. Hasil penelitian disimpulkan kadar klorin tertinggi didapatkan pada kertas RF  dan RNF menggunakan suhu dan waktu perendaman optimum yang sama, yaitu suhu 75°C selama 20 menit. Kata Kunci:         klorin, iodometri, suhu, waktu perendaman, rokok
Efektivitas Ekstrak Kayu Sengon (Falcataria moluccana) dan Asap Cair Batang Bambu (Bambusa sp) sebagai Disinfektan: Effectiveness of Sengon Wood Extract (Falcataria moluccana) and Bamboo Stem Liquid Smoke (Bambusa sp) as Disinfectants Anisa, Divia; Marlina, Rina; Juniar, Fadia Rahma; Nurjaman, Deni; Fadhila, Feldha; Mayuri, Nindya Sekar; Rumidatul, Alfi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2431

Abstract

Lack of cleanliness of the surrounding environment can influence the spread of infectious diseases, such as toilets being contaminated by pathogenic microorganisms. It is common for prevention to use disinfectants, but the negative impact of using them can cause skin and respiratory irritation. The objective of this research is to determine the effectiveness of the combination of sengon twig wood extract and bamboo stem liquid smoke as a disinfectant. The method of this research is uses an experimental design where testing is carried out in vitro using an inhibition test and in vivo using a swab on a table by looking at the effects before and after the swab. Results: In vitro, the largest inhibition zone was formed in a combination ratio of 40:60 for Salmonella typhimurium ATCC 25241 of 11.8 mm; Candida albicans ATCC 10231 in comparison 30:70 was 5.33 mm; Aspergillus flavus ATCC 9643 in a ratio of 30:70 of 5.5 mm. In vivo, using swabs on the table, the average reduction in the number of bacterial colonies was 92% and in fungi the average was 73%. The combination of sengon twig wood extract and bamboo stem liquid smoke has the potential to be a disinfectant Keywords:          Liquid smoke, bamboo sticks, disinfectant, sengon twigs   Abstrak Kurangnya kebersihan lingkungan sekitar dapat mempengaruhi penyebaran penyakit infeksi, seperti toilet yang tercemari oleh mikroorganisme patogen.  Lumrahnya pencegahan menggunakan disinfektan, namun dampak negatif penggunaanya dapat menyebabkan iritasi kulit dan pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak kayu ranting sengon dan asap cair batang bambu sebagai disinfektan. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dimana dilakukan pengujian secara in vitro menggunakan uji daya hambat dan in vivo menggunakan swab pada meja dengan melihat efek sebelum dan setelah swab. Secara in vitro terbentuk zona hambat paling besar pada kombinasi perbandingan 40:60 untuk Salmonella typhimurium ATCC 25241 sebesar 11.8 mm; Candida albicans ATCC 10231 di perbandinga 30:70 sebesar 5.33 mm; Aspergillus flavus ATCC 9643 di perbandingan 30:70 sebesar 5.5 mm. In vivo melalui swab pada meja diperoleh nilai rata-rata penurunan jumlah koloni bakteri  sebesar 92% dan pada jamur rata-rata sebesar 73%. Kombinasi ekstrak kayu ranting sengon dan asap cair batang bambu berpotensi sebagai disinfektan Kata Kunci:         Asap cair, batang bambu, disinfektan, kayu ranting sengon  
Aktivitas Antitukak Lambung Ekstrak Etanol Akar Pakis Tangkur (Polypodium feei., METT) pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi dengan Asetosal: Antiulcer Activity of Extract of Ethanol of Polypodium feei Roots in Male Rats Induced with Acetosal Suwandi, Deden Winda; Utami, Putri Antiyani; Subarnas, Anas
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2434

Abstract

A health problem with a fairly high prevalence in humans is stomach ulcer. This disease is characterized by damage to the mucosal layer by an imbalance of proactive and aggressive factors. This study aims to determine the effect of Pakis tangkur roots as an anti-gastric ulcer. This test was carried out in vivo on male white Wistar mice. The research began by making Pakis tangkur root extract by maceration using 96% ethanol. The extract doses were 100, 200 and 400 mg/kg body weight and Sucralfate 90 mg/kg body weight was used as a positive control. Acetosal 1000 mg/kg bw is used as an ulcer inducer. The parameters observed were the number of ulcers and the severity of the ulcers. The results showed that the ethanol extract of Pakis tangkur roots at 200 mg/kg body weight and a dose of 400 mg/kg body weight had anti-gastric ulcer activity that was significantly different from the control (p<0.05). The effective dose of ethanol extract of Pakis tangkur roots is 200 mg/kg bw. Keywords:          Pakis Tangkur, Aspirin, Stomach Ulcer   Abstrak Salah satu masalah kesehatan pada manusia dengan prevalensi cukup tinggi adalah tukak lambung. Penyakit ini ditandai dengan rusaknya lapisan mukosa dinding lambung karena adanya ketidakseimbangan faktor proaktif dan agresif pada dinding lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek akar pakis tangkur sebagai antitukak lambung. Pengujian ini dilakukan secara in vivo terhadap tikus putih jantan galur wistar. Pengujian diawali dengan membuat ekstrak akar pakis tangkur dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang digunakan adalah 100, 200 dan 400 mg/kg bb dan Sukralfat 90 mg/kg bb digunakan sebagai kontrol positif. Asetosal 1000 mg/kg bb digunakan sebagai Penginduksi tukak yang diberikan selama 7 hari. Parameter yang diamati adalah jumlah tukak dan keparahan tukak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar pakis tangkur dosis 200 dan 400 mg/kg bb menunjukkan aktivitas antitukak lambung yang berbeda bermakna terhadap kontrol (p<0,05). Dosis efektif ekstrak etanol akar pakis tangkur adalah 200 mg/kg bb. Kata Kunci:         Akar Pakis Tangkur, Aspirin, Tukak Lambung  
Aktivitas Sinergetik Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) dan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii (Nees & T.Nees) Blume) pada Mencit Terinduksi Aloksan: Synergetic Antidiabetic Activity of Combination of Sungkai Leaves Extract (Peronema canescens Jack.) and Cinnamon Extract (Cinnamomum burmanii (Nees & T.Nees) Blume) in Alloxan-Induced Mice Lestari, Ade; Ihsan, Mahya; Agustin, Putri; Tarigan, Indra Lasmana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2435

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack) is known to contain flavonoid compounds with antioxidant properties that may contribute to blood glucose reduction. Cinnamon (Cinnamomum burmanii (Nees & T. Nees) Blume) also contains key antidiabetic compounds, including methylhydroxy chalcone, cinnamaldehyde, and proanthocyanidins. The combination of multiple medicinal plants is believed to produce a synergistic effect, potentially enhancing antidiabetic activity. This study aimed to evaluate the effects of a combination of sungkai and cinnamon leaf extracts on body weight and blood glucose levels in alloxan-induced mice (Mus musculus). The extracts were obtained through maceration and subjected to phytochemical screening. The antidiabetic test was conducted using seven treatment groups, with observations recorded on days 3, 5, and 7 following extract administration. Phytochemical analysis revealed that the combined extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and triterpenoids. The treatment groups (C+, P1–P5) showed a lower percentage of body weight loss compared to the negative control group; however, no statistically significant differences were observed. In contrast, the P5 group (250 mg sungkai extract + 100 mg cinnamon extract) demonstrated the highest percentage reduction in blood glucose levels, reaching 43.97% on day 5, significantly outperforming other treatment groups. These findings suggest that the combination of sungkai and cinnamon leaf extracts has promising potential as an effective antidiabetic agent. Keywords:          Diabetes, Sungkai, Cinnamon   Abstrak Sungkai (Peronema canescens Jack) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah melalui aktivitas antioksidannya. Kayu manis (Cinnamomum burmanii (Nees & T. Nees) Blume) juga mengandung senyawa aktif seperti metilhidroksi chalcone, sinamaldehid, dan proantosianidin yang berperan dalam mekanisme antidiabetes. Kombinasi beberapa tanaman obat diyakini dapat memberikan efek sinergis yang lebih kuat dalam menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek kombinasi ekstrak daun sungkai dan kayu manis terhadap berat badan dan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan diuji kandungan fitokimianya. Uji antidiabetes dilakukan pada tujuh kelompok perlakuan yang diamati pada hari ke-3, ke-5, dan ke-7 setelah pemberian perlakuan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sungkai dan kayu manis mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Kombinasi ekstrak menunjukkan penurunan berat badan yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol negatif, namun perbedaannya belum signifikan secara statistik. Sebaliknya, perlakuan P5 (kombinasi 250 mg ekstrak daun sungkai dan 100 mg ekstrak kayu manis) menunjukkan penurunan kadar glukosa darah paling signifikan, dengan persentase sebesar 43,97% pada hari ke-5. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sungkai dan kayu manis memiliki potensi sebagai agen antidiabetes yang efektif. Kata Kunci:         Antidiabetes, Kayu Manis, Sungkai
Formulasi Sediaan Eyeshadow Compact Powder Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val): Formulation of Eyeshadow Compact Powder Turmeric Extract (Curcuma domestica Val) Sari, Ananda Alfira; Saryanti, Dwi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2436

Abstract

Eyeshadow compact powder is a solid-shaped cosmetic that can give color to the eyelids aiming to give a firm impression on the user. Synthetic dyes are still often used in cosmetics because they are bright but harmful in color. The curcumin compound in turmeric (Curcuma domestica Val.) makes it an alternative to the natural yellow dye. This study aims to utilize turmeric dye as a natural dye for eyeshadow compact powder and determine its stability. The method used in making extracts is the maceration method of 96% ethanol extract solvent. The concentration of eyeshadow compact powder turmeric extract is 5%, 10%, and 15%. The parameters tested include organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, cracking, polishing, stability, and hedonic tests. The results of the three eyeshadow compact powder formulas meet the requirements in organoleptis tests, homogeneity, dispersion, polishing power, hedonic tests, and pH tests. The results of the 15% concentration of turmeric extract compact powder eyeshadow showed physical properties including dark yellow color, compact powder form, turmeric odor strong, homogeneous, dispersed, and pH test of (6.9±0.1), polishing test of (1.3±0.57), and hedonic test most preferred by panelists. Keywords:          Eyeshadow Compact Powder, Curcumin, Turmeric, Natural Dyes   Abstrak Eyeshadow compact powder merupakan kosmetik berbentuk padat yang dapat memberikan warna pada kelopak mata bertujuan untuk memberikan kesan tegas pada pengguna. Pewarna sintetis masih sering digunakan dalam kosmetik karena warnanya cerah namun berbahaya. Senyawa kurkumin didalam kunyit (Curcuma domestica Val.) menjadikannya suatu alternatif pewarna yang alami berwarna kuning. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pewarna kunyit sebagai pewarna alami eyeshadow compact powder dan mengetahui stabilitasnya. Metode yang digunakan pada pembuatan ekstrak yaitu metode maserasi pelarut ekstrak etanol 96%. Konsentrasi eyeshadow compact powder ekstrak kunyit yaitu 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diuji meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, keretakan, poles, stabilitas, dan hedonic. Hasil ketiga formula eyeshadow compact powder memenuhi persayaratan pada uji organoleptis, homogenitas, dispersi, daya poles, uji hedonic, dan uji pH. Hasil penelitian eyeshadow compact powder ekstrak kunyit konsentrasi 15% menunjukkan sifat fisik antara lain warna kuning tua, bentuk compact powder, bau kunyit kuat, homogen, terdispersi, dan uji pH sebesar (6,9±0,1), uji poles sebesar (1,3±0,57), dan uji hedonik yang paling disukai panelis. Kata Kunci:         Eyeshadow Compact Powder, Kurkumin, Kunyit, Pewarna Alami
Stadium dan Tipe Histopatologi Kanker Serviks pada Pasien Kanker Serviks dengan Kemoradiasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Periode 2021-2022: Stage and Histopathology Type of Cervical Cancer in Cervical Cancer Patients with Chemoradiation at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda 2021-2022 Periods Maharani, Anggita; Hasanah, Nurul; Achmad, Andika Adi Saputra; Ngo, Novia Fransiska; Sawitri, Endang
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2447

Abstract

Cervical cancer is a malignancy resulting from the uncontrolled development of cells in the cervix, making it the second most prevalent form of cancer in Indonesia. Currently, cancer treatments comprise surgical intervention, chemotherapy, and radiotherapy, or in conjunction, depending on the stage of the disease. This study aims to identify the stage and histopathological type of cervical cancer in cervical cancer patients with chemoradiation as well as urea levels and creatinine levels before patients underwent chemoradiation at Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital Samarinda between 2021 and 2022. A cross-sectional study design was employed, encompassing 116 medical record data. Overall, the majority of cervical cancer patients who receive chemoradiation were in the histophatological type of squamous cell carcinoma (75%), predominantly at Stage II (64,3%), have anemia in their hemoglobin  levels (57,8%), and normal levels of urea and creatinine were (75%) and (91,4%) respectively. Keywords:          cervical cancer, chemoradiation, histopathological type, stage, creatinine   Abstrak Kanker serviks merupakan keganasan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada leher rahim, menduduki urutan kedua kanker terbanyak di Indonesia. Pengobatan kanker meliputi terapi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi, atau kombinasi sesuai dengan stadium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stadium dan tipe histopatologi kanker serviks pada pasien kanker serviks dengan kemoradiasi serta kadar ureum dan kadar kreatinin sebelum pasien menjalani kemoradiasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode 2021-2022. Desain penelitian cross-sectional menggunakan 116 data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien kanker serviks terbanyak pada kelompok tipe histopatologi karsinoma sel skuamosa (75%), stadium pasien kanker serviks terbanyak adalah stadium II (64,3%), dan kadar hemoglobin terbanyak pada kelompok anemia (57,8%), serta kadar ureum dan kreatinin masing-masing pada kelompok normal sebesar (75%) dan (91,4%). Kata Kunci:         kanker serviks, kemoradiasi, tipe histopatologi, stadium, kreatinin  
Penjualan Resep Antibiotik Kelompok Access Menurut Klasifikasi AWaRe di Apotek Kabupaten Sleman: Sales of Access Group Antibiotic Prescriptions According to AWaRe Classification at Sleman Regency Pharmacies Sinatria, Arifi Bhakti; Saepudin, Saepudin; Harun, Sabariah Noor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2449

Abstract

Antibiotic resistance is most challenging issues in 21 st century. Therefore, WHO released a categorization of antibiotics into Access, Watch and Reserve (AWaRe) groups in order to optimize the use of the Access group into minimum 60%. The objective of this study is to determine the profile of antibiotic prescription at community pharmacies in Sleman Regency, during the period of 2019 - 2022 according to AWaRe. A cross-sectional survey was designed to collect the data on antibiotic prescription from 10 community pharmacies in Sleman. The quantity of prescribed antibiotics were analysed quantitatively using ATC/DDD methodology, and then classified based AWaRe classification. This study found 10-13 antibiotic agents in the Access group (52% - 62%) and the percentage of Access in DDD was 52.38% and 61.90% by WHO and MoHRI AWaRe classification, respectively. Antibiotic prescription within the community level in Sleman, has reached the target of access group according to MoHRI. Keywords:          antibiotics prescription, ATC/DDD, AWaRe classification, community pharmacy   Abstrak Resistensi antibiotik merupakan masalah yang paling menantang di abad ke-21 ini. Oleh karena itu, WHO mengeluarkan kategorisasi antibiotik ke dalam kelompok Access, Watch, dan Reserve (AWaRe) dengan tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan kelompok Access minimal 60%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan antibiotik di apotek Kabupaten Sleman, selama periode 2019 - 2022 berdasarkan AWaRe. Penelitian ini merupakan survei potong lintang dengan mengumpulkan data peresepan antibiotik dari 10 apotek di Kabupaten Sleman. Kuantitas antibiotik yang diresepkan dianalisis secara kuantitatif menggunakan metodologi ATC/DDD, dan kemudian diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi AWaRe. Penelitian ini menunjukan terdapat 10-13 agen antibiotik pada kelompok Akses (52% - 62%) dengan persentase dalam satuan DDD adalah 52,38% dan 61,90% berdasarkan klasifikasi AWaRe WHO dan Kemenkes Indonesia. Peresepan antibiotik di tingkat Apotek komunitas di Sleman, telah mencapai target kelompok Akses menurut Kemenkes RI. Kata Kunci:         Peresepan Antibiotik, ATC/DDD, Klasifikasi AWaRe, Apotek

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue