cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Pemanfaatan Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) sebagai Antioksidan Alami dalam Formulasi Krim Anti Aging: Anti Aging Cream Formulations Using Binahong Leaves (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Ethanol Extract as a Natural Antioksidant Ani, Nur; Awusi, Riati Yulia Emanuel; Anisa , Nur
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2531

Abstract

Another name for binahong leaves is Anredera cordifolia (Ten) Steenis) include tannins, phenolics, alkaloids, flavonoids, and saponins as secondary metabolites. Additionally, the flavonoid components in the leaves give them a strong antioxidant capacity. The purpose of this study is to ascertain whether or whether the cream dosage form of binahong leaf ethanol extract is stable, as well as the concentration at which the dose is most stable. The cold extraction method maceration and preparation evaluation is the technique employed. Based on the research findings, formulations 0, I, II, and III exhibit stability in cream dosage form and good homogeneity with an average spreadability of > 5 cm, adhesion that satisfies standards of > 1 second, and pH at the proper number 6 with skin pH. Based on the research findings, it can be said that all of the preparations FI, FII, and FIII as well as F0 as a negative control are stable in cream dosage form. Formula III, which satisfies all test evaluation standards and requirements for cream preparations, has the most stable concentration. Keywords:          Red Binahong Leaves, Antioxidants, Ethanol Extract, Cream   Abstrak Daun Binahong dengan nama lain (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik dan tanin. Serta daun yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dari senyawa flavonoidnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabil atau tidaknya ekstrak etanol daun binahong dalam bentuk sediaan krim dan pada konsentrasi berapa sediaan paling stabil. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi dingin yaitu maserasi dan evaluasi sediaan. Hasil penelitian menunjukkan formula 0, I, II dan III stabil dalam bentuk sediaan krim dan memiliki tingkat homogenitas yang baik dengan daya sebar yang menunjukkan rata-rata > 5cm, daya lekat yang memenuhi standar yaitu >1detik dan pH yang berada pada angka 6 yang sesuai dengan pH kulit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua sediaan FI, FII, dan FIII serta F0 sebagai control negatif stabil dalam bentuk sediaan krim dan formula dengan konsentrasi paling stabil adalah formula III yang memenuhi seluruh syarat dan standar evaluasi pengujian untuk sediaan krim. Kata Kunci:         Daun Binahong Merah, Antioksidan, Ekstrak Etanol, Krim
Perbandingan Aktivitas Antioksidan, Inhibitor Enzim Tirosinase, dan Antibakteri Serum Ekstrak Air, Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi dan Kombinasinya: Comparison of Antioxidant Activity, Tyrosinase Enzyme Inhibitors, and Antibacterial Activity of Water Extract, Ethanol Extract of Coffee Fruit Peel and their Combination Putri, Mega Karina; Dellima, Beta Ria Erika Marita
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2533

Abstract

Coffee fruit peel is known to contain of polyphenols, caffeine, chlorogenic acid and flavonoids which are beneficial as antioxidants, antiaging, antibacterial and face brightener. This research aims to formulate a serum preparation with the active ingredient coffee fruit peel extract. This research was carried out by carrying out various stages, such as making extract, making serum preparations and evaluating the physical properties, antioxidant, antibacterial and inhibitory activity enzim tyrosinase. Based on the research results, coffee fruit peel extract can be formulated into a serum preparation. The combination of ethanol and water extract of coffee fruit peel provides the best bacterial growth inhibitory effect on P. acnes. Serum preparations of ethanol and water extract of coffee fruit peel and their combination have weak antioxidant activity. Serum preparations of water extract of coffee fruit peel have the best % inhibition of the tyrosinase enzyme. Keywords:          coffee fruit peel, serum, DPPH, antibacterial, tyrosinase enzyme   Abstrak Kulit buah kopi mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol, kafein, asam klorogenat, dan flavonoid yang bermanfaat bagi kulit sebagai antioksidan, antiaging, antibakteri, dan face brightener. Banyaknya manfaat yang diberikan oleh kulit buah kopi untuk kulit wajah, membuatnya berpotensi sebagai bahan baku kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi sediaan serum dengan zat aktif ekstrak kulit buah kopi. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan berbagai tahapan, seperti pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan serum dan evaluasi sifat fisiknya, uji aktivitas antioksidan, antibakteri, dan penghambatan enzim tirosinase. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak kulit buah kopi dapat diformulasikan menjadi sediaan serum Kombinasi ekstrak etanol dan ekstrak air kulit buah kopi memberikan daya hambat pertumbuhan bakeri terbaik pada bakteri  P. acnes. Sediaan serum ekstrak etanol dan ekstrak air kulit buah kopi  beserta kombinasinya  mempunyai aktivitas antioksidan yang lemah.Sediaan serum ekstrak air kulit buah kopi  mempunyai   %penghambatan enzim tirosinase  terbaik dibandingkan serum ekstrak etanol dan kombinasi ekstrak kulit buah kopi. Kata Kunci:         kulit buah kopi, serum, DPPH, antibakteri, enzim tirosinase  
Hubungan antara Status Pekerjaan, Tingkat Pengetahuan, dan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang: The Relationship between Employment Status, Level of Knowledge, and Family Support on Medication Adherence in Hypertensive Patients in Ardimulyo Village, Singosari District, Malang Regency Elnabila, Yasyviena Za’ima; Sari, Een Permata; Michelle, Michelle; Putra, Rifqi Alamsyah; Taqiyyuddin, Zaki; Zahra, Sophia; Muljo, Vanessa Vania; Muhammad, Raihan Akbar; Sumiati, Sumiati; Rahmatullah, Ivan; Djuari, Lilik
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2534

Abstract

Hypertension is a chronic disease that can lead to severe complications if not properly managed. Medication adherence plays a crucial role in controlling blood pressure in hypertensive patients. Various factors affect patients' adherence to medication, including employment status, knowledge levels, and family support. This study analyzes the relationship between these factors and medication adherence among hypertensive patients in Ardimulyo Village, Malang Regency, using a cross-sectional design. Data were gathered through structured interviews and analyzed using the Chi-Square test. The results indicated no significant relationship between employment status (p=0.877) or knowledge level (p=0.181) and medication adherence. However, there was a significant relationship between family support and medication adherence (=0.047), with a weak to moderate correlation strength (contingency coefficient=0.240). However, family support plays a crucial role. Consequently, strategies aimed at improving medication adherence should focus on boosting family involvement and support systems to enhance health outcomes for patients with hypertension. Keywords:          hypertension, medication adherence, employment status, level of knowledge, family support   Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Kepatuhan dalam minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah penderita hipertensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan ini antara lain status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menganalisis hubungan antara faktor-faktor tesebut terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Desa Ardimulyo, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan koefisien kontingensi untuk menilai hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p=0,047) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang (koefisien kontingensi=0,240). Sedangkan status pekerjaan dan tingkat pengetahuan tidak terbukti berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Oleh karena itu, upaya peningkatan kepatuhan minum obat dapat difokuskan pada peningkatan dukungan keluarga terhadap penderita hipertensi. Kata Kunci:         hipertensi, kepatuhan minum obat, status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga
Hubungan Terapi Oksigen Hiperbarik terhadap Perbaikan Kaki Diabetik di Sebuah Rumah Sakit Militer di Jakarta: Association between Hyperbaric Oxygen Therapy and Improvement of Diabetic Foot at a Military Hospital in Jakarta Pasaribu, Hillber Daniel; Hayati, Taureni; Putro, Ardhestiro Harnindyo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2559

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease with a high global prevalence. A serious complication, diabetic foot, can cause high morbidity and an increased risk of amputation. In Indonesia, about 15% of DM patients develop diabetic foot, with an amputation rate reaching 30%. Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) is offered as an adjunctive therapy to improve tissue oxygenation, angiogenesis, and wound healing. This study evaluates the effectiveness of HBOT in improving diabetic foot based on the Wagner score through a retrospective observational design using secondary medical records from 2021–2024. A total of 30 patients were analyzed using the Friedman and Wilcoxon tests. The results showed a significant association between HBOT and diabetic foot improvement (p < 0.001), particularly in patients undergoing more than 10 therapy sessions, who exhibited significant Wagner score improvement (p < 0.001). These findings confirm HBOT’s role in reducing diabetic foot severity. Keywords:          Hyperbaric Oxygen Therapy, Adjunct Therapy, Diabetic Foot   Abstrak Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi global. Komplikasi serius, yaitu kaki diabetik, dapat menimbulkan morbiditas tinggi dan risiko amputasi; di Indonesia, sekitar 15% pasien DM mengalami kaki diabetik dengan angka amputasi mencapai 30%. Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) ditawarkan sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan oksigenasi jaringan, angiogenesis, dan penyembuhan luka. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas TOHB terhadap perbaikan kaki diabetik berdasarkan skor Wagner melalui desain observasional retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien tahun 2021–2024. Sebanyak 30 pasien dianalisis dengan uji Friedman dan Wilcoxon. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara TOHB dan perbaikan kaki diabetik (p < 0,001), terutama pada pasien yang menjalani ?10 sesi terapi yang mengalami peningkatan skor Wagner signifikan (p < 0,001). Temuan ini mengonfirmasi bahwa TOHB berkontribusi signifikan menurunkan derajat keparahan kaki diabetik. Kata Kunci:         Terapi Oksigen Hiperbarik, Terapi Tambahan, Kaki Diabetik
Formulasi Handbody Lotion dari Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Virgin Coconut Oil: Formulation of Handbody Lotion from Combination of Guava Leaf Extract (Psidium guajava L.) and Virgin Coconut Oil Karolin, Cindi; Suharman, Andi; Sukaryawan, Made
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2539

Abstract

Handbody lotion was formulated using guava leaf extract (Psidium guajava L.) and virgin coconut oil (VCO) as the main ingredients. The guava leaf extract was obtained through a maceration process using 96% ethanol as the solvent, resulting in a yield of 8.2%, while the VCO was produced enzymatically with a yield of 25.17%. The lotion was developed in three formula variations: F1 (5% extract, 10% VCO), F2 (6% extract, 15% VCO), and F3 (7% extract, 20% VCO). Physical characteristics were evaluated by assessing homogeneity, pH level, spreadability, viscosity, and specific gravity. The results indicated that all formulations met the quality standards in accordance with SNI 16-4399-1996. Based on the hedonic test, formula F1 was the most preferred in terms of texture, fragrance, and color. Keywords:          Formulasition, Guava leaf extract, Virgin coconut oil, Handbody lotion   Abstrak Handbody Lotion diformulasikan dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan virgin coconut oil (VCO) sebagai bahan utama. Ekstrak daun jambu biji diperoleh melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 96% dan menghasilkan rendemen sebesar 8,2%, sedangkan VCO diperoleh secara enzimatis dengan rendemen sebesar 25,17%. Lotion dikembangkan dalam tiga variasi formula, yaitu F1 (5% ekstrak, 10% VCO), F2 (6% ekstrak, 15% VCO), dan F3 (7% ekstrak, 20% VCO). Pengujian terhadap karakteristik fisik dilakukan dengan menilai homogenitas, tingkat keasaman (pH), daya sebar, viskositas, serta bobot jenis sediaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi standar mutu sesuai ketentuan SNI 16-4399-1996. Berdasarkan uji hedonik, formula F1 merupakan yang paling disukai dari segi tekstur, aroma, dan warna. Kata Kunci:         Formulasi, Ekstrak  jambu biji, Minyak kelapa murni, Handbody Lotion
Karakteristik Penderita Diabetes Melitus dengan Tuberkulosis di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Tahun 2022-2023: Characteristics of Diabetes Mellitus Patients with Tuberculosis at Abdoel Wahab Sjahranie Regional General Hospital during 2022-2023 Falah, Irdiansyah Al; Sawitri, Endang; Retnaningrum, Yuliana Rahmah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2541

Abstract

Individuals with diabetes mellitus have a weakened immune system, making them 2-3 times more vulnerable to tuberculosis than those without the condition. This study is to investigate the characteristics of diabetic mellitus patients with tuberculosis at Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital (RSUD) from 2022 to 2023. This observational study employed a cross-sectional design and examined 67 medical records of individuals diagnosed with both diabetes mellitus and tuberculosis between 2022 and 2023. This research examined 67 medical records of diabetes mellitus patients diagnosed with tuberculosis at Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital (RSUD) throughout the period of 2022-2023. The results show that the age group of patients This study analyzed 67 medical records of diabetes mellitus patients with tuberculosis at Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital (RSUD) in 2022-2023. The findings showed that 12 patients were aged 19-44 years, 38 patients were aged 45-59 years, and 17 patients were aged ?60 years. In terms of gender distribution, 48 patients were male, while 19 patients were female. Based on Body Mass Index (BMI), 4 patients were classified as severely underweight, 17 patients as mildly underweight, 25 patients had a normal BMI, 10 patients were mildly overweight, and 11 patients were severely overweight. Regarding HbA1c levels (glycemic control), 0 patients had good glucose control, while 29 patients had moderate control, and 38 patients had poor glucose control. The most commonly used treatment was combination therapy with RHZE (Rifampin, Isoniazid, Pyrazinamide, and Ethambutol) and insulin, administered to 19 patients. Bacteriological examination results indicated that 55 patients had detected tuberculosis bacteria, while 12 patients had undetected bacteria. In terms of prognosis, 31 patients not survived, while 36 patients survived. The study concludes that most diabetes mellitus patients with tuberculosis at Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital (RSUD) during 2022-2023 were male, aged between 45 and 59 years, exhibiting a normal BMI, poor glycemic control as indicated by HbA1c levels, receiving combination treatment of RHZE with insulin, showing positive bacteriological test results, and having a survival prognosis. Keywords:          Diabetes Mellitus, Tuberculosis, Risk Factors, Management, Prognosis   Abstrak Penderita diabetes melitus memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga berisiko 2-3 kali lebih tinggi untuk terkena tuberkulosis dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita diabetes melitus dengan tuberkulosis di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie tahun 2022-2023. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan 67 data rekam medis pasien diabetes melitus dengan tuberkulosis tahun 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan rentang usia 19-44 tahun = 12 penderita, 45-59 tahun = 38 penderita, >60 tahun = 17 penderita. Jenis kelamin laki-laki = 48 penderita dan perempuan = 19 penderita. Indeks massa tubuh kurus tingkat berat = 4 penderita, kurus tingkat ringan = 17 penderita, normal = 25 penderita, gemuk ringan = 10 penderita, dan gemuk berat = 11 penderita; nilai HbA1c didapatkan kontrol glukosa baik = 0 penderita, kontrol glukosa sedang = 29 penderita, kontrol glukosa buruk = 38 penderita; pengobatan yang paling banyak digunakan adalah terapi kombinasi RHZE (Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol) dengan insulin dengan jumlah 19 penderita, bakteriologis detected = 55 penderita, dan not detected = 12 penderita, prognosis meninggal = 31 penderita, dan hidup = 36 penderita. Disimpulkan bahwa penderita diabetes melitus dengan tuberkulosis di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie tahun 2022-2023 terbanyak adalah laki-laki usia 45 hingga 59 tahun, IMT normal, HbA1c kategori kontrol glukosa buruk, pengobatan kombinasi RHZE (Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol) dengan insulin, pemeriksaan bakteriologis terdeteksi, dan prognosis hidup. Kata Kunci:         Diabetes Melitus, Tuberkulosis, Faktor Risiko, Tatalaksana, Prognosis
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Bangsal Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah dengan Metode ATC/DDD Periode Januari-Maret 2025: Evaluation of Antibiotic Use in Internal Medicine Wards at Regional General Hospitals Using the ATC/DDD Method for the Period January-March 2025 Badaria, Lailatul; Nasution, Nuraini; Azura, Dhea Nur; Nadine, Shahira Audia; Ananda, Elcie; Wijianto, Bambang; Isnindar, Isnindar
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2551

Abstract

Resistance can occur in several types of microorganisms with high prevalence that threaten human health. To reduce the occurrence of antibiotic resistance, an evaluation of antibiotic use is needed to determine the rational use of drugs using a quantitative method, namely the ATC/DDD method. The purpose of this study was to determine the use of antibiotics and an overview of antibiotic use patterns in inpatients in the internal medicine ward at the Regional General Hospital for the period January-March 2025 using the ATC/DDD method. This study is a descriptive study with data collection carried out retrospectively through a review of medical record documents available in the SIMRS application, manual prescriptions, and electronic prescriptions at the Regional General Hospital for the period January-March 2025. The results obtained from this study showed that the most widely used antibiotic was ceftriaxone with a figure of 59.47 DDD/100 patient days. The majority of patients were male and over 60 years old, with the three most common diagnoses being diarrhea, typhoid fever, and chronic kidney disease, and with a length of hospitalization of 3-6 days so that the use of antibiotics at the Regional General Hospital was rational in accordance with the line therapy according to the most common disease. Keywords:          Antibiotic Use Evaluation, ATC/DDD Method   Abstrak Resistensi dapat terjadi pada beberapa jenis mikroorganisme dengan prevalensi tinggi yang mengancam kesehatan manusia. Untuk mengurangi terjadinya resistensi antibiotik diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik untuk menentukan penggunaan obat secara rasional dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu metode ATC/DDD. Tujuan penelitian yaitu mengetahui penggunaan antibiotik dan gambaran pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Periode Januari-Maret 2025 menggunakan metode ATC/DDD. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan secara retrospektif melalui peninjauan dokumen rekam medis yang tersedia di aplikasi SIMRS, resep manual, dan resep elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah periode Januari-Maret 2025. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ceftriaxone dengan angka 59,47 DDD/100 patient days. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dan berusia lebih dari 60 tahun, dengan tiga diagnosis terbanyak yaitu diare, demam tifoid, dan penyakit ginjal kronik, serta dengan lama rawat inap selama 3-6 hari sehingga penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Umum Daerah sudah rasional sesuai dengan lini terapi sesuai penyakit terbanyak. Kata Kunci:         Evaluasi Penggunaan Antibiotik, Metode ATC/DDD
Formulasi Nanoemulsi Sediaan Face Mist Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) dan Sari Lidah Buaya (Aloe Vera L.) untuk Melembabkan Wajah: Formulation of Nanoemulsion Face Mist Preparation with Tomato Extract (Solanum Lycopersicum L.) and Juice Aloe Vera (Aloe Vera L.) for Face Moisturizing Nida, Laelatun; Nurhidayati, Lailiana Garna; Cahyanta, Agung Nur
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2557

Abstract

Face mist is a cosmetic preparation used to whiten and moisturize facial skin. This study aimed to formulate and evaluate a nanoemulsion face mist combining tomato extract (Solanum lycopersicum L.) and aloe vera juice (Aloe vera L.) as a natural moisturizer. The nanoemulsion was prepared by mixing oil and water phases using a magnetic stirrer. Evaluations included organoleptic test, pH, homogeneity, viscosity, spray pattern, drying time, stability, skin hydration, particle size, and hedonic test. The best stability was found in Formula 3, containing 0.75% tomato extract and 4.75% aloe vera. This formula showed a particle size of 16.6 nm, a polydispersity index of 0.331, and the highest skin moisture increase was observed in Formula 2 at 51.33% after 21 days. The results suggest that ripe tomato extract and aloe vera can be successfully formulated into a nanoemulsion face mist as a facial moisturizer. Keywords:          nanoemulsion, face mist, tomato, aloe vera, facial moisturizer   Abstrak Face mist adalah sediaan kosmetik yang berfungsi untuk memutihkan dan melembabkan kulit wajah. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan nanoemulsi face mist kombinasi ekstrak tomat (Solanum lycopersicum L.) dan sari lidah buaya (Aloe Vera L.) sebagai pelembab alami. Nanoemulsi dilakukan dengan mencampurkan fase minyak dan fase air menggunakan magnetic stirrer. Evaluasi yang dilakukan seperti uji organoleptik, pengukuran pH, pemeriksaan homogenitas, viskositas, serta uji stabilitas, kelembapan kulit dan ukuran partikel. Formulasi terbaik dilihat pada uji stabilitas diperoleh pada Formula 3 dengan komposisi 0,75% ekstrak tomat dan 4,75% sari lidah buaya. Sediaan ini menunjukkan ukuran partikel 16,6nm, indeks polidispersitas 0,331, serta perubahan kelembaban kulit paling tinggi pada formula 2 sebesar 51,33% setelah penggunaan 21 hari. Hasil penelitian memberikan bahwa ekstrak tomat matang dan lidah buaya dapat diformulasikan ke dalam sediaan nanoemulsi face mist sebagai produk pelembap wajah. Kata Kunci:         Nanoemulsi, face mist, tomat, lidah buaya, pelembab wajah
Sampul Depan, Informasi Editorial, Daftar Isi, Pedoman Penulis, Sampul Belakang: Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Editor, Journal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2573

Abstract

Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Medis pada Pasien Glaukoma Primer Sudut Terbuka dengan Kombinasi Obat Latanoprost-Betaxolol dengan Latanoprost-Timolol di Rumah Sakit Mata Cicendo: Analysis of the Cost Effectiveness of Medical Treatment in Patients with Primary Open-Angle Glaucoma Treated with a Combination of Latanoprost-Betaxolol and Latanoprost-Timolol at Cicendo Eye Hospital Utami, Pujani; Saidah, Siti; Mulyani, Yani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2553

Abstract

Glaucoma is the second leading cause of blindness after cataracts and is permanent. Glaucoma therapy involves the use of prostaglandin analogues, adrenergic blocking agents, or a combination of both. Various therapeutic issues related to cost have been identified when considering combination drugs and their effectiveness. This study aims to determine the use of glaucoma drugs combination medications that are most cost-effective for patients at Cicendo Eye Hospital using latanoprost, latanoprost+betaxolol, and latanoprost+timolol. The study design is a retrospective descriptive observational study with a pharmacoeconomic analysis approach using outpatient medical records. The most commonly used combination medications belongs to the prostaglandin analog and adrenergic blocking agent class, namely latanoprost+timolol (74.51%), latanoprost+betaxolol (17.65%), and latanoprost (7.84%). The combination of latanoprost+timolol 0.5% is considered the most cost-effective therapy for Open-Angle Glaucoma with an ACER value of Rp 11,853 and an ICER of Rp 41,003.58. Keywords:          Cost-Effectiveness Analysis, Glaucoma, Combination Drugs   Abstrak Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak dan bersifat permanen. Terapi glaukoma adalah dengan pengobatan golongan analog prostaglandin, adrenergic blocking agent, termasuk kombinasi keduanya. Ditemukan berbagai permasalahan terapi terkait sisi biaya dengan melihat obat kombinasi dan keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat glaucoma kombinasi yang paling cost-effective pada pasien di RS Mata Cicendo dengan terapi latanoprost, latanoprost+betaxolol, latanoprost+timolol. Desain penelitian ini adalah observasi retrosfektif deskriptif  dengan pendekatan analisis farmakoekonomi dari data rekam medik pasien rawat jalan. Obat kombinas yang paling banyak digunakan adalah golongan Analog prostaglandin & adrenergic blocking agent yaitu latanoprost+timolol (74,51%), latanoprost+betaxolol (17,65%) dan latanoprost (7,84%). Kombinasi latanoprost+timolol 0,5%  dinilai sebagai terapi paling cost-effective untuk Glaukoma Sudut Terbuka dengan nilai ACER sebesar Rp 11.853 dan ICER Rp 41.003,58. Kata Kunci:         Analisis Efektifitas Biaya, Glaukoma, Obat kombinasi

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue