cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 30628377     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 66 Documents
Development of PAI Learning Media Using the Raptivity Platform in Motivating Learning at Al-Inayah Purwosari Junior High School Pasuruan Lailatul Mukarromah; Ahmad Ma’ruf; Askhabul Kirom; Wiwin Fachrudin Yusuf
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/csvk5g94

Abstract

Media pembelajaran merupakan komponen penting pendukung efektifitas proses pembelajaran yang dilakukan. Pengembangan media pembelajaran menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan selama proses pembelajaran memiliki dampak yang signifikan. Terutama dalam membangun semangat dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan menguji efektifitas media pembelajaran dengan menggunakan platform raptivity dalam meningkatkan motivasi belajar di kelas 7 SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian R & D, dengan menggunakan teknik Brog and Gall yang dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan. Instrumen pendukung yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner respon peserta didik. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap para ahli sebagai uji validasi menunjukkan skor yang dapat dikatakan layak, meskipun masih terdapat kometar dan saran. Sedangkan untuk angket respon peserta didik memberikan gambaran bahwa 90% peserta didik menyatakan sangat puas terhadap media platform raptivity dalam proses belajar yang dilakukan. Sehingga, dapat diamati bahwa media pembelajaran dengan menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan terhadap pembelajaran PAI dinyatakan sangar layak dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Kata Kunci: Media Pembelajaran PAI, Platform Raptivity, Motivasi Belajar. Abstract Learning media is an important component supporting the effectiveness of the learning process carried out. The development of learning media using the raptivity platform applied during the learning process has a significant impact. Especially in building enthusiasm and increasing student learning motivation. This study was conducted to develop and test the effectiveness of learning media using the raptivity platform in increasing learning motivation in class 7 of SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. The method used is the R & D research method, using the Brog and Gall technique which is carried out using several stages. Supporting instruments used as data collection techniques are observation, interviews, documentation, and student response questionnaires. The results of the study conducted on experts as a validation test showed a score that could be said to be decent, although there were still comments and suggestions. While the student response questionnaire provides an illustration that 90% of students stated that they were very satisfied with the raptivity platform media in the learning process carried out. Thus, it can be observed that learning media using the raptivity platform applied to Islamic Religious Education learning is stated to be very worthy of being further developed as an alternative in increasing student learning motivation. Keywords: PAI Learning Media, Raptivity Platform, Learning Motivation
MENGGAPAI RIDHA ALLAH MELALUI IBADAH RITUAL(Penafsiran ayat-ayat Sholat dan Puasa Menurut Al-Mawardi dalam Kitab Al-Nukat wa al ‘Uyun) Wahyu Gil Dimas Alfian Sodri; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih; Nyoko Adi Kuswoyo
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6976vy91

Abstract

Salah satu fungsi Al-Qur’an sebagai pembimbing bagi orang-orang yang beriman menuju ridha Allah swt. Orang-orang beriman akan terus senantiasa berlomba-lomba menggapai ridha Allah swt. Hal ini merupakan objektivitas suatu ibadah dari sisi subtansialnya. Meskipun beberapa kali al-Qur’an menjanjikan surga sebagai ganjaran ibadah, namun sesungguhnya surge tersebut merupakan bentuk ridha Allah swt kepada hamba-Nya. Para ulama’ telah sepakat tidak ada sesuatu hal yang berat dikerjakan kecuali sesuatu hal yang diwajibkan Allah swt kepada orang-orang yang beriman. Sholat dan puasa merupakan bentuk ibadah ritual yang diwajibkan Allah swt kepada orang-orang yang beriman. Oleh karenanya dapat dipastikan bahwa ibadah ritual tersebut merupakan salah satu cara menggapai ridha Allah swt. Dalam hal ini, Al-Mawardi dalam tafsirnya An-Bukat wa al-‘Uyun mereprentasikan subtansi iabadah sholat dan puasa sebagai tangga untuk menggapai ridha Allah swt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode kajian tafsir maudhu’i untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan shalat dan puasa. Penelitian juga menggunakan pendekatan kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan informasi dan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. Yakni data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah kitab tafsir An-Nukat wa al-‘Uyun karya Imam al-Mawardi. Sedangkan data sekunder diambil dari literatur, buku, catatan, majalah, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa keikhlasan, konsistensi, dan pemahaman mendalam terhadap makna ibadah adalah kunci utama dalam meraih ridha Allah. Al-Mawardi dalam tafsirnya menekankan perilaku hati yang harus sesuai dengan tujuan ibadah itu sendiri, hal ini yang kemudian disebut subtansial ibadah. Kondisi hati yang lalai menurut al-Mawardi merupakan penyebab seorang hamba sulit untuk sampai pada Tuhannya. Ibadah shalat dan puasa yang dilakukan dengan niat tulus dan penghayatan mendalam dapat mendatangkan keberkahan serta memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Allah, serta membentuk karakter muslim yang lebih baik. Dari kepribadian yag baik dikarenakan ibadah dengan cara yang benar inilah seorang hamba dapat sampai kepada Allah swt dan mendapatkan ridha-Nya.
Pandangan Al-Qur’an Terhadap Persepsi Istilah Hari Sial Masyarakat Desa. Mojorejo Kec. Pungging Kab. Mojokerto Mokhammad Saifuddin Azzuhri; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih; Nyoko Adi Kuswoyo
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/a1aagn80

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kepercayaan masyarakat Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto terhadap konsep "hari sial" dalam perspektif Islam. Meskipun kepercayaan ini masih bertahan sejak zaman jahiliyah, Islam menegaskan bahwa tidak ada hari yang secara inheren membawa kesialan atau keberuntungan, karena segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah SWT. Dengan menggunakan pendekatan analisis teks Al-Qur'an dan tafsir, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih rasional dan spiritual, serta mendorong masyarakat meninggalkan kepercayaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menganalisis kepercayaan masyarakat Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto terhadap konsep "hari sial," terutama di bulan Suro, serta mengevaluasi keyakinan ini dari perspektif Islam. Meskipun kepercayaan ini kuat dan diwariskan turun-temurun, Islam menolak konsep "hari sial" dan mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah SWT. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan fenomenologis untuk memahami bagaimana persepsi hari sial terbentuk dalam konteks sosial dan kultural. Hasilnya menunjukkan bahwa keyakinan ini bertentangan dengan ajaran Islam dan perlu digantikan dengan pemahaman yang lebih rasional dan spiritual. Abstract This study explores the beliefs of the people of Mojorejo Village, Pungging District, Mojokerto Regency towards the concept of "unlucky days" from an Islamic perspective. Although this belief has persisted since the time of ignorance, Islam emphasizes that there is no day that inherently brings bad luck or good fortune, because everything that happens is part of the destiny of Allah SWT. By using the approach of analyzing the text of the Qur'an and interpretation, this study aims to provide a more rational and spiritual understanding, and encourage people to abandon beliefs that are not in accordance with Islamic teachings. This study analyzes the beliefs of the people of Mojorejo Village, Pungging District, Mojokerto Regency towards the concept of "unlucky days," especially in the month of Suro, and evaluates this belief from an Islamic perspective. Although this belief is strong and has been passed down from generation to generation, Islam rejects the concept of "unlucky days" and teaches that everything that happens is part of the destiny of Allah SWT. This study uses a sociological and phenomenological approach to understand how the perception of unlucky days is formed in a social and cultural context. The results show that this belief is contrary to Islamic teachings and needs to be replaced with a more rational and spiritual understanding.
Telaah Tematik Tentang Kriteria Hidup Baik Dalam Al-Qur’an Naf’an Salim; Wiwin Ainis Rohtih; Amir Mahmud; Nyoko Adi Kuswoyo
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/52hc3w52

Abstract

Artikel penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui kriteria hidup baik menurut al-Qur’an, serta penafsiran ayat yang berhubungan dengannya, dan korelasi antara kriteria dengan kehidupan yang baik. Metode yang digunakan  yaitu pendekatan kualitatif, yang menekankan hal terpenting suatu perkara atau barang. Sedangkan, jenis penelitiannya yaitu penelitian kepustakaan, yang metode pengumpulan beberapa informasi dan data pada berbagai literatur. Dan dalam metode penafsirannya, menggunakan metode tafsir maudhu’i (tematik), yaitu metode yang memfokuskan pandangan terhadap tema tertentu, kemudian menelusuri pendapat al-Qur’an yang sesuai dengan tema yang dibahas. Umumnya, pandangan kriteria hidup baik adalah hal yang bersifat dunia, seperti harta melimpah, tempat tinggal layak, tubuh sehat, dan lainnya. Sedangkan dalam penelitian ini kriteria hidup baik berdasarkan pada penafsiran QS. an-Nahl ayat 97 terhimpun tiga kriteria, yakni sejahtera dalam artian sejahtera dalam hal dunia ataupun jiwanya. Kedua, merasa cukup (qana’ah) sebagai penunjang kesejahteraan yang menghasilkan kriteria terakhir, yakni kebahagiaan. kebahagian dunia ataupun akhirat yang merupakan kebagiaan utama, yakni bahagia dalam surga Allah. Abstract This research article was created with the aim of finding out the criteria for a good life according to the Qur'an, as well as the interpretation of verses related to it, and the correlation between the criteria and a good life. The method used is a qualitative approach, which emphasizes the most important thing about a matter or item. Meanwhile, the type of research is library research, which is a method of collecting some information and data from various literatures. And in the interpretation method, using the maudhu'i (thematic) interpretation method, which is a method that focuses on a particular theme, then traces the opinions of the Qur'an that are in accordance with the theme being discussed. Generally, the view of the criteria for a good life is something worldly, such as abundant wealth, decent housing, a healthy body, and others. While in this study the criteria for a good life are based on the interpretation of QS. an-Nahl verse 97, three criteria are collected, namely prosperity in the sense of prosperity in terms of the world or his soul. Second, feeling sufficient (qana'ah) as a supporter of prosperity which produces the last criterion, namely happiness. happiness in the world or the hereafter which is the main happiness, namely happiness in Allah's heaven.
Konsep Zuhud Prespektif  Dr. Atabik Lutfi, M.A Dalam  Tafsir Tazkiyah Fina Nur Jannah; Ahmad Zainuddin; M. Mukhid Mashuri; Miftarah Ainul Mufid
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/93fbps43

Abstract

Setiap manusia pasti mengharapkan kehidupan yang baik, dan cenderung mengikuti kemauan-kemauan yang di kendalikan oleh hawa nafsu masing-masing, mereka cenderung ingin menguasai dunia, yang mana kebanyakan orang yang salah faham terhadap zuhud, banyak yang mengira kalau zuhud adalah meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan dunia, dan mengharamkan yang halal.  Zuhud bukanlah meninggalkan kenikmatan dunia, dan juga bukan seseorang yang mengenakan pakaian yang lusuh, bukan berarti seseorang yang miskin, bukan juga seseorang yang hanya duduk di masjid, beribadah dan beribadah saja tanpa melakukan kegiatan lainnya. Hakikat zuhud yaitu mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik, zuhud memiliki posisi yang paling utama setelah manusia taqwa kepada Allah. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode maudhu’i Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, yang menekankan hal terpenting suatu perkara. Sedangkan jenis penelitian yang di pakai yaitu penelitian kepustakaan, yang menggunakan pengumpulan informasi dan data melalui berbagai literatur. Dan dalam metode penafsirannya, menggunakan metode tafsir maudhu‟i (tematik), yaitu metode yang mengarahkan pandangan kepada tema tertentu, kemudian mencari pandangan al-Qur‟an mengenai tema tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menuntun setiap orang kepada kezuhudan. Dalam Tafsir Tazkiyah banyak sekali paparan tentang zuhud dalam kehidupan sehari-hari di antaranya yaitu mnusia di anjurkan untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan yang mana sekarang banyak manusia yang cenderung ingin unggul dari orang lain. sifat berlomba-lomba dalam kebaikan akhirat merupakan puncak tertinggi untuk orang-orang yang berbakti kepada Alllah SWT. selanjutnya kita harus selalu tawakkal kepada Allah dengan bentuk menyerahkan seluru persoalan kita kepada Allah, yang mana tidak ada rencana apapun kecuali takdir Allah. Abstract Every human being certainly hopes for a good life, and tends to follow the desires that are controlled by their respective lusts, they tend to want to rule the world, which most people misunderstand about zuhud, many think that zuhud is leaving wealth, rejecting all worldly pleasures, and forbidding what is halal. Zuhud is not leaving worldly pleasures, and also not someone who wears shabby clothes, does not mean someone who is poor, nor is it someone who just sits in the mosque, worshiping and worshiping without doing other activities. The essence of zuhud is to divert pleasure from something to something better, zuhud has the most important position after humans are pious to Allah. The method used in this study is the maudhu'i method. The method used is a qualitative approach, which emphasizes the most important thing in a matter. While the type of research used is library research, which uses the collection of information and data through various literature. And in the interpretation method, it uses the Maudhu'i (thematic) interpretation method, namely a method that directs one's gaze to a certain theme, then looks for the view of the Qur'an regarding that theme. This research aims to guide everyone to asceticism. In the Tafsir Tazkiyah there are many explanations about asceticism in everyday life, including that humans are encouraged to always compete in goodness, where nowadays many people tend to want to be superior to other people. The nature of competing for goodness in the afterlife is the highest peak for people who are devoted to Allah SWT. Next, we must always trust Allah in the form of submitting all our problems to Allah, where there is no plan except Allah's destiny.
Konsep Personal Branding Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab Heni Puji Lestari; Miftara Ainul Mufid; Mukhid Mashuri; Ahmad Zainuddin
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/a9t3r356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep personal branding dalam Al-Qur'an melalui perspektif Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab. Personal branding, yang umumnya dipahami sebagai upaya individu untuk membangun citra diri yang kuat dan konsisten di hadapan publik, dalam konteks Al-Qur'an dapat diartikan sebagai upaya seorang Muslim untuk menampilkan identitas diri yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Tafsir Al-Misbah, yang dikenal dengan pendekatan kontekstual dan relevan dengan kehidupan modern, menjadi sumber utama dalam penelitian ini untuk menggali bagaimana Al-Qur'an membimbing individu dalam membentuk identitas dan citra diri yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks, khususnya analisis tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mendorong pembentukan personal branding yang didasarkan pada nilai-nilai ketakwaan, kejujuran, dan integritas, serta pentingnya konsistensi antara ucapan dan perbuatan dalam menciptakan citra diri yang positif dan dihormati. Abstract This study aims to examine the concept of personal branding in the Qur'an through the perspective of Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab. Personal branding, which is generally understood as an individual's effort to build a strong and consistent self-image in front of the public, in the context of the Qur'an can be interpreted as an effort by a Muslim to display a self-identity that is in line with Islamic values. Tafsir Al-Misbah, which is known for its contextual approach and relevance to modern life, is the main source in this study to explore how the Qur'an guides individuals in forming a good identity and self-image. This study uses a qualitative method with a text analysis approach, especially interpretation analysis. The results of the study show that the Qur'an encourages the formation of personal branding based on the values ​​of piety, honesty, and integrity, as well as the importance of consistency between words and deeds in creating a positive and respected self-image.
Pendekatan Dakwah Dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Kota Yogyakarta Adwin Hakim Wali'ulhaq
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/9n0a8r30

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkap narasi dakwah yang ditampilkan juru da’i dalam mencegah kenakalan remaja di kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Teknik pemilihan narasi dakwah sejumlah da’i dalam mensyiarkan wawasan Islami di kalangan generasi muda sehingga itu sebagai data primer. Sedangkan data sekundernya meliputi literatur ilmiah, website ataupun artikel di media sosial. Penelitian ini menunjukkan keterlibatan da’i menggembleng akidah, menanamkan akhlak, dan menyebarluaskan pengetahuan keagamaan di kalangan remaja muslim mengambil peranan penting sebagai manifestasi amar makruf nahi munkar. Kreatifitasi sejumlah da’i mengemas pesan dakwah secara santun dan menarik menyesuaikan bahasa, kebutuhan dan selera anak muda masa kini. Pendekatan dakwah santun dan lemah lembut terhadap kaum muda secara perlahan menimbulkan pengaruh positif dan memunculkan perubahan sosial secara berkelanjutan. Abstract This article aims to reveal the da'wah narrative displayed by da'i juru in preventing juvenile delinquency in the city of Yogyakarta. This research method uses qualitative with the type of literature study research. The technique of selecting da'wah narratives of a number of da'i in broadcasting Islamic insights among the younger generation so that it is as primary data. While the secondary data includes scientific literature, websites or articles on social media. This research shows that the involvement of da'i in galvanising faith, instilling morals, and disseminating religious knowledge among Muslim youth plays an important role as a manifestation of amar makruf nahi munkar. The creativity of a number of da'i to package da'wah messages in a polite and interesting manner to suit the language, needs and tastes of today's youth. A polite and gentle da'wah approach to young people slowly creates a positive influence and brings about social change in a sustainable manner.
Komunikasi Antar Budaya Dalam Proses Integrasi Budaya Suku Tionghoa Dengan Suku Minangkabau Khairini; Arinil Haq
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/gqx8j456

Abstract

Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Penelitian ini fokus terhadap masalah proses komunikasi antar budaya yang terjadi pada salah satu penduduk di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh yang berketurunan Tionghoa Melayu yang menyorot pada integrasi dalam bentuk komunikasi antar kelompok beragama dan bagaimana tingkat kerukunan yang terjalin antara masyarakat keturunan Tionghoa Melayu ini dengan penduduk di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi budaya dalam proses adaptasi serta proses integrasi antara salah satu warga yang berketurunan Tionghoa Melayu dengan penduduk di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi antar budaya dan agama dalam proses integasi budaya di Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang dianggap sesuai untuk mendapatkan data dan informasi mengenai komunikasi antarbudaya di masyarakat Sungai Beringin. Wawancara secara daring adalah metode pertama yang dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yakni dengan salah satu masyarakat nagari yaitu Dhea selaku narasumber. Hasil menunjukkan bahwa proses komunikasi masyarakat dengan budaya yang berbeda ini dapat menghasilkan sebuah sikap sumbangsih yang kaya akan toleransi dan jika dilihat di lain sisi, hal ini juga bisa menciptakan kerisihan bagi masyarakat lain yang minim akan sikap toleran terutama dalam hal perbedaan budaya atau agama yang dianut. Tetapi dalam kasu ini, kerukunan antara penduduk yang berlainan budaya masih tetap terjaga keharmonisannya. Hal ini dapat terbukti ketika penduduk yang bisa saling menghargai dan menumbuhkan sikap toleransi dalam berbudaya. Kesimpulan dari analisis ini adalah Nagari Sungai Beringin adalah salah satu nagari yang salah satu penduduknya berketurunan Tionghoa Melayu yang membuktikan bahwa dengan memiliki budaya yang berbeda tetap bisa menunjukkan sikap toleransi dan mewujudkan kerukunan antar umat berbudaya dan beragama. Abstract Intercultural communication is communication that occurs between people who have different cultural backgrounds. This study focuses on the problem of the intercultural communication process that occurs in one of the residents of Nagari Sungai Beringin Payakumbuh who is of Chinese Malay descent, which highlights the integration in the form of communication between religious groups and the level of harmony that is established between the Chinese Malay descendant community and the residents of Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. The purpose of this study is to determine cultural communication in the process of adaptation and integration between one of the residents of Chinese Malay descent and the residents of Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. In addition, this study also aims to determine the supporting and inhibiting factors of intercultural and religious communication in the process of cultural integration in Nagari Sungai Beringin Payakumbuh. The research method used is a qualitative research method, which is considered appropriate for obtaining data and information regarding intercultural communication in the Sungai Beringin community. Online interviews are the first method used to collect data and information, namely with one of the villagers, namely Dhea as a resource person. The results show that the communication process of people with different cultures can produce an attitude of contribution that is rich in tolerance and if seen on the other side, this can also create discomfort for other people who have minimal tolerance, especially in terms of cultural or religious differences. But in this case, harmony between residents of different cultures is still maintained. This can be proven when residents can respect each other and foster an attitude of tolerance in culture. The conclusion of this analysis is that Nagari Sungai Beringin is one of the villages whose residents are of Chinese Malay descent, which proves that by having different cultures, they can still show an attitude of tolerance and realize harmony between cultural and religious communities.
Dakwah Pada Media Dalam Membentuk Identitas Sosial Remaja Rohman Padil; Zulkipli Lessy
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vpt2d666

Abstract

Perkembangan teknologi dan media digital yang pesat telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan identitas sosial remaja. Remaja, sebagai kelompok yang paling aktif mengakses media, seringkali terpapar berbagai konten yang mempengaruhi nilai-nilai, sikap, dan perilaku mereka. Dakwah melalui media digital, seperti media sosial, video streaming, dan podcast, memainkan peran penting dalam memberikan panduan moral dan agama bagi remaja di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dakwah pada media dalam membentuk identitas sosial remaja, dengan fokus pada bagaimana konten dakwah dapat membantu remaja memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan observasi terhadap konten dakwah di berbagai platform media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah yang disampaikan melalui media mampu menjangkau remaja secara efektif, terutama ketika pesan-pesan disampaikan dengan gaya yang kreatif, relevan, dan interaktif. Selain itu, media dakwah berkontribusi dalam membentuk identitas sosial remaja yang lebih positif, dengan menanamkan nilai-nilai Islami seperti toleransi, tanggung jawab sosial, dan akhlak yang baik. Hasil dari penelitian ini menujukkan, bahwa dakwah pada media memiliki potensi besar dalam membentuk identitas sosial remaja, terutama di tengah tantangan arus modernitas dan globalisasi. Dengan strategi penyampaian yang tepat, dakwah dapat menjadi alat yang efektif untuk mendampingi remaja dalam membangun jati diri yang kuat dan berkarakter sesuai dengan ajaran Islam. Abstract The rapid development of technology and digital media has influenced various aspects of life, including the formation of adolescents' social identity. Adolescents, as the group most actively accessing media, are often exposed to various content that influences their values, attitudes, and behavior. Da'wah through digital media, such as social media, video streaming, and podcasts, plays an important role in providing moral and religious guidance for adolescents in the modern era. This study aims to analyze the role of da'wah on the media in shaping adolescents' social identity, with a focus on how da'wah content can help adolescents understand and internalize Islamic values ​​in their daily lives. The research methods used are literature studies and observations of da'wah content on various digital media platforms. The results of the study show that da'wah delivered through the media is able to reach adolescents effectively, especially when the messages are delivered in a creative, relevant, and interactive style. In addition, da'wah media contributes to shaping a more positive adolescent social identity, by instilling Islamic values ​​such as tolerance, social responsibility, and good morals. The results of this study show that da'wah in the media has great potential in shaping the social identity of adolescents, especially amidst the challenges of modernity and globalization. With the right delivery strategy, da'wah can be an effective tool to accompany adolescents in building a strong identity and character in accordance with Islamic teachings.
Retorika Dakwah Habib Rizieq Syihab Dalam Fenomena 212 Muhammad Rizqi Kader
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Komunikasii, dakwah dan al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/y2bvsv92

Abstract

Penelitian ini berjudul “Retorika Dakwah Habib Rizieq Syihab Dalam Fenomena 212”, pada penelitian ini peneliti lebih fokus untuk menganalisa penerapan retorika di dalam dakwah Habib Rizieq dengan model penelitian kualitatif. Adapun Teknik analisis yang digunakan yaitu pertama peneliti mengumpulkan data-data yang akan dikaji dari media youtube kemudian peneliti mentranskrip data-data tersebut dan langkah selanjutnya peneliti menganalisa penerapan retorika dalam dakwah yang di oralkan oleh Habib Rizieq Syihab pada fenomena 212 yang bertempat di Monas. Adapun pisau analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu  berangkat dari teori Retorika Aristoteles yang terdapat dari poin pertama yaitu mengkaji tentang pengertian retorika. Retorika sendiri yaitu sebagai seni berbicara. Kedua tentang model-model persuasif retorika yang melingkupi ethos, logos, dan pathos. Ketiga mengkaji tentang hukum-hukum retorika yang menurut Aristoteles memiliki lima hukum yaitu Inventio, Desposito, Ekucatio, Memoria, dan Pronuntiatio.Keempat mengkaji tentang bentuk-bentuk pesan retorika yaitu Informatif, Persuasif, dan Koersif. Kelima mengkaji tentang jenis-jenis retorika yang melingkupi Pidato Politik, Pidato Forensik, dan Pidato Epideiktik. Adapun pendekatan peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan riset naratif yaitu mengkaji tentang fenomena yang terjadi dan tutur kata. Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk menganalisa penerapan retorika di dalam dakwah yang dilakukan oleh Habib Rizieq Syihab dalam fenomena 212. Kata Kunci: Retorika Dakwah, Habib Rizieq, 212 Abstract This study is entitled "Habib Rizieq Syihab's Preaching Rhetoric in the 212 Phenomenon", in this study the researcher focuses more on analyzing the application of rhetoric in Habib Rizieq's preaching with a qualitative research model. The analysis technique used is first the researcher collects data to be studied from YouTube media then the researcher transcribes the data and the next step the researcher analyzes the application of rhetoric in preaching orally by Habib Rizieq Syihab in the 212 phenomenon which took place at Monas. The analytical tool used by the researcher in this study is based on Aristotle's Rhetoric theory which is found in the first point, namely studying the definition of rhetoric. Rhetoric itself is the art of speaking. Second, about persuasive models of rhetoric that encompass ethos, logos, and pathos. The third examines the laws of rhetoric which according to Aristotle have five laws, namely Inventio, Desposito, Ekucatio, Memoria, and Pronuntiatio. The fourth examines the forms of rhetorical messages, namely Informative, Persuasive, and Coercive. The fifth examines the types of rhetoric that encompass Political Speech, Forensic Speech, and Epideictic Speech. The researcher's approach in conducting this research is to use a narrative research approach, namely examining the phenomena that occur and speech. In this study, the researcher tries to analyze the application of rhetoric in the preaching carried out by Habib Rizieq Syihab in the 212 phenomenon.