cover
Contact Name
Gama Bagus Kuntoadi
Contact Email
okudagama@gmail.com
Phone
+62818751419
Journal Mail Official
eduremikjournal@wdh.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No. 1, Pamulang Barat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3048071X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Focus of EDU RMIK Journal: Jurnal Edukasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (EDU RMIK) is a journal that publishes research on medical records and health information management with an interdisciplinary approach. Scope of EDU RMIK Journal: Clinical Classification, Disease Codification, and Actions Health Data and Information Management Health Information Technology Electronic Medical Record (EMR) Management of the Medical Record Work Unit Quality Management of Medical Records and Health Information Health Statistics, Basic Epidemiology, and Biomedicine
Articles 66 Documents
TINJAUAN PERALIHAN REKAM MEDIS MANUAL KE REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN 5 (Lima) UNSUR MANAJEMEN DI INSTALASI REKAM MEDIS RSIA BUAH HATI PAMULANG Utama, Timor; Firmansyah, Miftah Parid; Sari, Mita Hidayah
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1295

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memengaruhi sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk peralihan dari rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME). Di Indonesia, rumah sakit secara bertahap mulai mengimplementasikan RME untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan. Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Pamulang mulai menerapkan RME pada tahun 2024, namun dalam proses transisi tersebut masih ditemukan beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam peralihan dari rekam medis manual ke RME berdasarkan lima unsur manajemen, yaitu man, money, method, material, dan machine. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan koordinator rekam medis dan petugas IT, sedangkan objek penelitian adalah unit rekam medis dan unit IT. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pendekatan lima unsur manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME secara umum telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mendukung efisiensi kerja. Namun, pelatihan belum menjangkau seluruh pengguna secara menyeluruh. Tersedia anggaran khusus, sarana dan prasarana memadai, serta alur penggunaan yang jelas sehingga membantu keteraturan pekerjaan. Secara keseluruhan, penerapan RME mempermudah kinerja petugas, meskipun optimalisasi pengembangan sumber daya manusia masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan mutu pelayanan.
Shift Kerja Dan IMT Sebagai Faktor Risiko Kelelahan Kerja Pada Petugas Kebersihan Rumah Sakit Qomariyah, Lailatul; Ridho, Muhammad; Majida, Lia Awwalia; Fadhilah, Humaira; Hadi, Thalitha El Zhafira; Kasumawati, Frida
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1293

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan dan keselamatan kerja utama yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Staf kebersihan di rumah sakit rentan terhadap kelelahan akibat sistem kerja shift dan beban kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat kelelahan kerja di kalangan staf kebersihan di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 38 staf kebersihan, dan diterapkan pengambilan sampel total, menghasilkan 38 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,0% responden mengalami kelelahan kerja yang tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dan kelelahan kerja (p = 0,007), serta antara IMT dan kelelahan kerja (p = 0,023). Dapat disimpulkan bahwa shift kerja dan IMT berhubungan secara signifikan dengan tingkat kelelahan kerja. Penjadwalan shift yang tepat dan menjaga berat badan ideal dianjurkan untuk mengurangi risiko kelelahan.
Analisis Kuantitatif Kelengkapan Formulir Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Pondok Aren Tahun 2025 Christin, Rumondang; Rahmi, Junaida; Werfete, Anggraeny Rahma
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1296

Abstract

Latar Belakang: Analisis kuantitatif rekam medis merupakan telaah bagian tertentu dari isi rekam medis untuk menemukan kekurangan khusus yang berkaitan dengan pendokumentasian. Kelengkapan rekam medis menjadi indikator mutu pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh berkas rekam medis rawat inap bulan Maret–Juni 2025 sebanyak 120 formulir. Sampel berjumlah 92 formulir yang dipilih dengan teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi checklist dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Kelengkapan identitas pasien mencapai 81,25% (kategori baik), dengan ketidaklengkapan tertinggi pada nomor rekam medis (35%). Kelengkapan laporan penting hanya 37,5% dengan ketidaklengkapan tertinggi pada pengkajian awal (51%). Autentikasi petugas lengkap sebesar 55,25%, dengan ketidaklengkapan tertinggi pada tanda tangan perawat (66%). Pendokumentasian catatan yang baik menunjukkan 78% berkas masih memiliki coretan atau tipe-x. Kesimpulan: Kelengkapan formulir berkas rekam medis rawat inap di Puskesmas Pondok Aren masih belum memenuhi standar 100% sesuai Permenkes No. 24 Tahun 2022, khususnya pada komponen laporan penting dan autentikasi petugas. 
TINJAUAN PELAKSANAAN ASSEMBLING DALAM PENGENDALIAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS UNTUK PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI RSUD PONDOK AREN Lestari, Santi; Rahmi, Junaida; Rusdiana, Ima; Berliana, Azzahra; Kuntoadi, Gama Bagus
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1294

Abstract

Medical records are important documents that support the quality of health services, administration, and legal protection in hospitals. One of the important processes in medical record management is assembling, which is the process of collecting, arranging, and reviewing the completeness of medical record documents. This study aims to review the implementation of assembling in controlling the completeness of medical records to improve service quality at Pondok Aren Regional General Hospital.This research used a quantitative descriptive design with purposive sampling. The sample consisted of 127 inpatient medical record files. Data were collected through observation sheets, documentation studies, and interviews with three medical record officers involved in the assembling process.The results showed that the completeness of patient identity such as patient name, gender, and medical record number reached 100%. However, several components were still incomplete, including admission and discharge forms (79%) and medical resume (73%). In addition, the implementation of assembling had not been fully optimal due to limitations in human resources and the still manual medical record system.The study concludes that the implementation of assembling in controlling the completeness of medical records at Pondok Aren Regional General Hospital still needs improvement. Hospitals are expected to conduct periodic evaluations and prepare for the transition to electronic medical record systems to improve the quality of medical record management.
Optimasi Waktu Tunggu Pelayanan Melalui Rancangan Prototipe Sistem E-Registration: Studi Kasus Puskesmas Bambu Apus Maulina, Fresty Cahya; Firmansyah, Miftah Parid; Utama, Timor; Koswara, Fajar Maliq
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1304

Abstract

Meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan yang efisien di Puskesmas Bambu Apus memerlukan transformasi digital yang signifikan dalam administrasi pasien. Kendala konvensional, termasuk antrean fisik yang padat, durasi tunggu yang lama, dan risiko kesalahan pencatatan manual yang inheren, secara fundamental menghambat kualitas layanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendaftaran yang berfokus pada efesiensi layanan pendaftaran.Karena keterbatasan penelitian, lingkup penelitian ini mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan arsitektur sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan petugas rekam medis dan pasien, serta tinjauan komprehensif terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kebijakan institusi. Kerangka kerja evaluasi berfokus pada kompetensi sumber daya manusia, kesiapan material termasuk infrastruktur perangkat keras dan jaringan, serta keselarasan sistemik dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Sintesis dari elemen-elemen ini menghasilkan prototipe fungsional yang memitigasi hambatan administratif dan menyediakan antarmuka digital yang efisien. Pada akhirnya, implementasi sistem ini menawarkan solusi strategis untuk transisi dari proses manual ke otomatis, memastikan integritas data yang lebih tinggi dan layanan kesehatan masyarakat yang lebih responsif.
Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Kebijakan Pelayanan Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Putri, Nur Islamiah; Rois, Amika; Riyastuti, Feni; Mukhsin, Akhmad; Syarif, Mulkan
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan mengenai kebijakan pelayanan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 192 tenaga kesehatan, dengan sampel 130 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 105 orang (80,77%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 72 responden (55,38%), diikuti kategori cukup 34 responden (26,16%) dan kategori kurang 24 responden (18,46%). Berdasarkan jenis kelamin, pengetahuan kategori baik paling banyak terdapat pada responden laki-laki sebesar 56% (14 orang), sedangkan pada perempuan sebesar 55,24% (58 orang). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan baik, masih terdapat proporsi yang cukup besar pada kategori cukup dan kurang. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan agar implementasi SIMRS dan RME dapat berjalan optimal serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.