cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 309 Documents
PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM MENYELESAIKAN POLA BILANGAN PERKALIAN KELAS VIII SMPN 2 NANGA PINOH Sugiono, Fani; Ferianti, Flesia Welly
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7860

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe students’ conceptual understanding in solving multiplication number pattern problems in Grade VIII of SMPN 2 Nanga Pinoh. A qualitative descriptive approach was employed, using written tests and in-depth interviews to obtain a comprehensive depiction of students’ thinking processes. Data validity was ensured through technique triangulation, allowing the findings to be more accurate and trustworthy. The results show that students’ conceptual understanding is categorized as very good, with an average score of 90,96 and 83.33% of students meeting the mastery criterion. High-achieving students demonstrated the ability to recognize numerical regularities, determine relationships between terms, and correctly apply the formula . However, students in the medium and low categories still experienced difficulties in identifying ratios and generalizing patterns into symbolic forms. Differences in learning outcomes were influenced by students’ logical thinking abilities, the teacher’s instructional strategies, and students’ reflective skills in evaluating their solutions. Discovery learning and scaffolding approaches were found to effectively support more meaningful and in-depth understanding of multiplication number patterns. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan perkalian di kelas VIII SMPN 2 Nanga Pinoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes deskriptif dan wawancara mendalam untuk menggali proses berpikir siswa secara lebih komprehensif. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik sehingga temuan yang diperoleh lebih akurat dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa tergolong sangat baik, dengan rata-rata nilai 90,96 dan 83,33% siswa mencapai KKM. Siswa berkemampuan tinggi mampu mengenali keteraturan pola, menentukan hubungan antar suku, serta menerapkan rumussecara tepat. Namun, siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesulitan dalam menentukan rasio serta menggeneralisasikan pola ke bentuk simbolik. Perbedaan hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan berpikir logis, strategi pembelajaran guru, dan kemampuan reflektif siswa dalam menyebarkan langkah penyelesaiannya. Pendekatan pembelajaran penemuan (discovery learning) dan bimbingan bertahap (scaffolding) terbukti membantu siswa memahami pola bilangan secara lebih bermakna dan mendalam.
PERAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM MENGOPTIMALKAN BADAN USAHA MILIK DESA BERSAMA KABUPATEN MOJOKERTO Irmawan, Mochammad Surya; Anshori, Isa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7906

Abstract

The Community and Village Empowerment Office of Mojokerto Regency, East Java Province, is a government agency that plays a vital role in formulating and implementing regional policies in the field of community and village empowerment. It also coordinates, supervises, and facilitates the implementation of programs related to community and village government empowerment, including the existence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in villages throughout Mojokerto Regency. In this study, the author used a qualitative descriptive research method with data obtained through observation, interviews, and documentation techniques. The research findings indicate that optimizing the development of management capacity in Village-Owned Enterprises can increase village original income through the implementation of Joint Village-Owned Enterprises (BUMDesMa) carried out by villages and sub-districts across Mojokerto Regency. While there are notable benefits, several challenges still remain, which necessitate consistent monitoring and evaluation to ensure the continued progress of BUMDesMa in Mojokerto Regency. With these efforts, BUMDesMa is expected to function optimally as an economic driver in rural areas and significantly contribute to the sustainable increase of Village Original Income (PADes) in Mojokerto Regency. ABSTRAK Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu instansi pemerintahan yang memiliki peran penting dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang pemberdayaan masyarakat desa dan juga mengkoordinasikan, membina dan memfasilitasi pelaksanaan program-program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, serta adanya BumDes yang ada di desa-desa di seluruh Kabupaten Mojokerto. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengoptimalkan pengembangan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dapat meningkatkan pendapatan asli desa dalam Badan Usaha Milik Desa Bersama yang dilaksanakan eh desa bersama kecamatan di seluruh Kabupaten Mojokerto Hal ini tentu saja adanya keuntungan dan juga hambatan yang ada sampai saat ini, tentu juga harus di lakukan monitoring dan evaluasi untuk kemajuan Badan Usaha Milik Desa Bersama yang ada di Kabupaten Mojokerto. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan BumDes Bersama dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak ekonomi desa dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kabupaten Mojokerto secara berkelanjutan.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Sumiati, Sumiati; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Rezkillah, Ineng Irma
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7974

Abstract

The era of globalization presents complex challenges in the form of moral degradation and the dominance of instant culture due to technological advances, which are slowly eroding the social and ethical values ??of elementary school students. This study aims to analyze the urgency and strategies for implementing character education to develop high-quality, responsible human resources with strong resilience against the negative impacts of globalization. The research method used was a meta-analysis, reviewing eight selected relevant scientific articles, using a literature review approach to integrate previous empirical findings. The analysis results indicate that the integration of character education through Social Studies (IPS) subjects, the use of cultural stories, and extracurricular activities has proven effective in optimizing students' cognitive, affective, and spiritual development. Quantitative data from the literature review noted a significant increase in students' discipline and responsibility, moving from an initial percentage of 58.3% (sufficient category) to 87.5% (excellent category) after the character education intervention. The main conclusion of this study confirms that character education is a vital instrument that must be implemented holistically and sustainably in elementary schools to build a solid spiritual and ethical foundation, enabling students to adapt to global dynamics without losing their national identity. ABSTRAK Era globalisasi menghadirkan tantangan kompleks berupa degradasi moral dan dominasi budaya instan akibat kemajuan teknologi, yang secara perlahan mengikis nilai sosial dan etika siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi serta strategi implementasi pendidikan karakter guna membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, bertanggung jawab, serta memiliki filter yang kuat terhadap dampak negatif globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah meta-analisis dengan menelaah delapan artikel ilmiah terpilih yang relevan, menggunakan pendekatan studi pustaka untuk mengintegrasikan temuan-temuan empiris sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), pemanfaatan dongeng budaya, serta kegiatan ekstrakurikuler terbukti efektif dalam mengoptimalisasi perkembangan kognitif, afektif, dan spiritual siswa. Temuan data kuantitatif dari studi literatur mencatat adanya peningkatan signifikan pada aspek kedisiplinan dan tanggung jawab siswa, yang bergerak dari persentase awal sebesar 58,3% (kategori cukup) menjadi 87,5% (kategori baik sekali) setelah dilakukan intervensi pendidikan karakter. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan instrumen vital yang harus diterapkan secara holistik dan berkelanjutan di sekolah dasar untuk membangun fondasi spiritual serta etika yang kokoh, sehingga siswa mampu beradaptasi dengan dinamika global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PERBANDINGAN Kardo, Benisius; Gracia Manoe Gawa, Maria
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.7985

Abstract

This study aims to analyze students' errors in solving mathematics problems on the topic of ratios in grade VII at SMP NCIPS Kupang. The research method used is qualitative descriptive, with three students selected based on their ability levels: high, medium, and low. The research instruments included a diagnostic test with two essay questions and interviews to explore the causes of students' errors. Data analysis was conducted using the Newman Error Analysis stages, which include reading, understanding, transformation, process skills, and writing the final answer. The results show that high-ability students only made errors in the final answer writing stage, while medium-ability students often made errors in understanding the question, transformation, and calculation stages. Low-ability students encountered difficulties in almost all stages, particularly in understanding the question and transforming the problem into the correct mathematical form. The most dominant errors were found in understanding the question and transforming the problem. Factors causing these errors include a lack of understanding of the concept of ratios, misconceptions between direct and inverse ratios, and rushing through the problem-solving process. These findings are expected to provide valuable insights for teachers in designing more effective learning strategies to improve students' problem-solving skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi perbandingan pada kelas VII SMP NCIPS Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek tiga siswa yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan: tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik yang berisi dua soal uraian dan wawancara untuk menggali penyebab kesalahan. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan Analisis Kesalahan Newman, yang meliputi tahap membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi hanya mengalami kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir, sementara siswa dengan kemampuan sedang sering melakukan kesalahan pada tahap pemahaman soal, transformasi, dan perhitungan. Siswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan di hampir seluruh tahap, terutama dalam memahami soal dan mengubah informasi ke bentuk matematika yang tepat. Kesalahan yang paling dominan ditemukan pada pemahaman soal dan transformasi masalah. Faktor penyebab kesalahan antara lain kurangnya pemahaman konsep perbandingan, miskonsepsi antara perbandingan senilai dan berbalik nilai, serta terburu-buru dalam menyelesaikan soal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB SEBAGAI PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Ni’mah, Azkia Faiqotun; Yusuf , Enjang Burhanudin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8199

Abstract

ABSTRACT Extremism and religious terrorism pose a serious threat to social cohesion and national stability, demanding wasathiyyah (religious moderation) as a fundamental solution. Wasathiyyah encompasses the pillars of Justice (Al-Adl), Balance (Tawazun), and Tolerance, serving as a counterweight to both limitless liberalism and rigid radicalism. Given that this phenomenon is driven by rigid textual interpretation, the integration of moderation concepts into Islamic Religious Education (PAI) is imperative. This research aims to address the gap in conceptual literature by formulating a strategic design for integrating wasathiyyah values into PAI, utilizing M. Quraish Shihab's Tafsir Al-Mishbah as the primary philosophical and methodological basis. The study employs a purely qualitative approach with a library research design, treating Tafsir Al-Mishbah as the primary data. Data was processed using Content Analysis with the Tafsir Maudhu'i (Thematic Interpretation) approach, classifying the substance of wasathiyyah within the domain of PAI. The findings indicate that the integration of wasathiyyah into PAI must be philosophically supported by Al-Attas's Concept of Din (for the balance of knowledge) and methodologically by Tafsir Maudhu'i (for comprehensive and contextual Qur'anic guidance). Practically, the strategic design includes (1) curriculum revision ensuring balance (Al-Adl and Tawazun); (2) dialogical, critical, and collaborative learning strategies; and (3) reinforcement of an anti-discrimination school culture. Student success indicators are measured by their ability to achieve Justice (Al-Adl) in critical thinking and Balance (Tawazun) in pro-social interaction. Therefore, wasathiyyah is the anti-extremism solution that must be mainstreamed in PAI. PAI must transform into an intellectual fortress that shapes balanced (mutawassit) Muslim individuals through the application of the Tafsir Maudhu'i methodology, yielding contextual guidance and measurable achievement indicators. ABSTRAK Ekstremisme dan terorisme berdalih agama merupakan ancaman serius bagi kohesi sosial dan stabilitas nasional, sehingga menuntut wasathiyyah (moderasi beragama) sebagai solusi fundamental. Wasathiyyah yang mencakup pilar Keadilan (Al-Adl), Keseimbangan (Tawazun), dan Toleransi adalah penyeimbang terhadap liberalisme tanpa batas dan radikalisme kaku. Mengingat fenomena ini sering dimotori oleh penafsiran dalil yang rigid, integrasi konsep moderasi ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi imperatif. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur konseptual dengan merumuskan desain strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai wasathiyyah ke dalam PAI, dengan menjadikan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab sebagai basis filosofis dan metodologis utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif murni dengan desain studi kepustakaan (library research), menjadikan Tafsir Al-Mishbah sebagai data primer. Data diolah menggunakan metode Analisis Isi (Content Analysis) dengan pendekatan Tafsir Maudhu'i (Tematik), untuk mengklasifikasikan substansi wasathiyyah ke dalam ranah PAI (kurikulum, pedagogi, evaluasi, dan budaya sekolah). Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa integrasi wasathiyyah ke dalam PAI harus didukung secara filosofis oleh Konsep Din Al-Attas (untuk keseimbangan ilmu) dan secara metodologis oleh Tafsir Maudhu'i (untuk panduan Qur'ani yang utuh dan kontekstual). Secara praktis, desain strategis mencakup (1) revisi kurikulum yang seimbang (Al-Adl dan Tawazun); (2) strategi pembelajaran dialogis, kritis, dan kolaboratif; dan (3) penguatan budaya sekolah anti-diskriminasi. Indikator keberhasilan siswa diukur dari kemampuan mereka mencapai Keadilan (Al-Adl) dalam berpikir kritis dan Keseimbangan (Tawazun) dalam interaksi pro-sosial. Dengan demikian dapat dusimpulkan bahwa wasathiyyah adalah solusi anti-ekstremisme yang harus diarusutamakan dalam PAI. PAI harus bertransformasi menjadi benteng intelektual yang membentuk individu Muslim seimbang (mutawassit) melalui penerapan metodologi Tafsir Maudhu'i, sehingga menghasilkan panduan kontekstual dan indikator capaian yang terukur.
IMPROVING SPATIAL UNDERSTANDING USING BILINGUAL PHRASES DESCRIBING POSITION IN ELEMENTARY CLASSROOM ACTIVITIESNALISIS Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br; Ginting, Sinthya Wardhani; Aulia, Rahma; Arwila, Arwila; Maharaja, Wina Yunita; Utami, Tri Setia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8207

Abstract

ABSTRACT Spatial understanding is an important component in early cognitive development and plays a major role in mathematical reasoning, problem solving, and everyday navigation. This study aims to examine the contribution of bilingual spatial phrases such as di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, and di belakang / behind in improving the spatial understanding of elementary school students. The method used is a literature review by synthesizing journal articles and scientific books published in the last five to ten years that are relevant to spatial language, bilingual scaffolding, and classroom learning strategies. The synthesis results indicate that explicit exposure to spatial language strengthens children's mental representation of object positional relationships, while the use of bilingual phrases further enhances understanding through the process of mapping concepts from the first language to the target language. Interactive learning activities such as direction games, object arrangement, map tasks, and digital games can improve spatial vocabulary, reasoning skills, and student engagement in learning. In addition, the use of bilingual spatial language creates an inclusive learning environment, increases confidence, and encourages active participation, especially for students with limited English skills. Thus, the integration of bilingual spatial phrases is an effective pedagogical approach that supports the cognitive, linguistic, and academic development of elementary school students. This study recommends the systematic application of multimodal and bilingual learning strategies in early learning to optimize the development of spatial understanding. ABSTRAK Pemahaman spasial merupakan komponen penting dalam perkembangan kognitif awal dan berperan besar dalam kemampuan penalaran matematika, pemecahan masalah, serta navigasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi frasa spasial bilingual seperti di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, dan di belakang / behind dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mensintesis artikel jurnal dan buku ilmiah terbitan lima hingga sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan bahasa spasial, scaffolding bilingual, dan strategi pembelajaran di kelas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa paparan eksplisit terhadap bahasa spasial memperkuat representasi mental hubungan posisi objek pada anak, sementara penggunaan frasa bilingual semakin meningkatkan pemahaman melalui proses pemetaan konsep dari bahasa pertama ke bahasa sasaran. Aktivitas pembelajaran interaktif seperti permainan arah, penataan objek, tugas peta, dan permainan digital mampu meningkatkan kosakata spasial, kemampuan penalaran, serta keterlibatan belajar siswa. Selain itu, penggunaan bahasa spasial bilingual menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif terutama bagi siswa dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Dengan demikian, integrasi frasa spasial bilingual merupakan pendekatan pedagogis efektif yang mendukung perkembangan kognitif, linguistik, dan akademik siswa sekolah dasar. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran multimodal dan bilingual secara sistematis dalam pembelajaran awal untuk mengoptimalkan perkembangan pemahaman spasial.
PERKEMBANGAN ISLAM MELAYU DAN ISLAM NUSANTARA: SEJARAH, BUDAYA, DAN PENGARUH SOSIAL Safrina, Sri; Rusli, Risan; Ismail, Ismail; Dewi, Mutia; Kirana, Candra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8264

Abstract

This study aims to examine the development of Malay Islam and Islam Nusantara by analyzing its historical, cultural, and social dimensions within the Southeast Asian context. The research employs a qualitative approach based on a literature review, analyzing academic books, journal articles, and relevant scholarly sources related to Islamization and local Islamic dynamics. The findings indicate that Islam developed in the Malay–Nusantara region through peaceful mechanisms, particularly trade, Sufi-based da‘wah, and sustained social interaction. This process not only facilitated the emergence of early Islamic centers but also encouraged cultural acculturation between Islamic teachings and local traditions. Culturally, this interaction produced moderate, adaptive, and contextual forms of religious expression, reflected in local customs, language, and Islamic literacy traditions. Socially, Islam played a significant role in shaping governance structures, educational institutions, and social cohesion from the pre-colonial period to the modern era. Overall, this study confirms that Malay Islam and Islam Nusantara represent a creative interaction between Islamic values and local culture, resulting in a distinctive, inclusive, and socially relevant form of Islam. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan Islam Melayu dan Islam Nusantara dengan menelaah dimensi sejarah, budaya, dan pengaruh sosialnya dalam konteks Asia Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku akademik, artikel jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan dengan proses islamisasi dan dinamika Islam lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam berkembang di kawasan Melayu–Nusantara melalui mekanisme damai, terutama perdagangan, dakwah sufistik, dan interaksi sosial yang berkelanjutan. Proses tersebut tidak hanya mendorong terbentuknya pusat-pusat awal Islam, tetapi juga memfasilitasi akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal. Dari aspek budaya, interaksi tersebut melahirkan corak keberagamaan yang moderat, adaptif, dan kontekstual, tercermin dalam praktik adat, bahasa, serta tradisi literasi Islam. Sementara itu, dari sisi sosial, Islam berperan penting dalam membentuk struktur pemerintahan, lembaga pendidikan, dan solidaritas masyarakat, baik pada masa pra-kolonial maupun hingga periode modern. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam Melayu dan Islam Nusantara merupakan hasil interaksi kreatif antara ajaran Islam dan budaya lokal yang membentuk identitas keislaman khas, inklusif, dan relevan dalam menghadapi dinamika sosial kontemporer.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU INDISIPLINER SISWA KELAS X DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Azisa, Aurel Belva Idfi; Utami, Diyah Nurul; Maulana, Mumtaz Khanif; Sari, Intan Ika; Guritno, Agung
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8279

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the indisciplinary of 10th grade students at Suruh 1 Public High School in mathematics learning. Disciplinary problems such as lack of focus, joking around, tardiness, not doing assignments, and playing with gadgets indicate an interaction between internal and external factors that shape student behavior during the learning process. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews and classroom observations. The research informants involved four students, a mathematics teacher, and a guidance counselor as the main informants. The results show that internal factors such as low motivation, interest in learning, self-regulation, and anxiety about mathematics contribute significantly to the emergence of indisciplinary. External factors, including peer influence, classroom management, teaching style, and lack of parental supervision, also reinforce this behavior. The findings also show that the combination of students' psychological conditions and the quality of the learning environment is the main trigger for disruptive behavior in learning. This study concludes that improving discipline requires attractive learning strategies, firm and consistent classroom management, and continuous collaboration between teachers, parents, and schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku indisipliner siswa kelas X SMA Negeri 1 Suruh dalam pembelajaran matematika. Fenomena indisipliner seperti kurang fokus, bercanda, keterlambatan, tidak mengerjakan tugas, dan bermain gawai menunjukkan adanya interaksi antara faktor internal dan eksternal yang membentuk perilaku siswa selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi kelas. Informan penelitian melibatkan empat siswa, seorang guru matematika, dan seorang guru BK sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti rendahnya motivasi, minat belajar, regulasi diri, dan kecemasan terhadap matematika berkontribusi besar terhadap munculnya perilaku indisipliner. Faktor eksternal yang mencakup pengaruh teman sebaya, manajemen kelas, gaya mengajar guru, serta kurangnya pengawasan orang tua turut memperkuat terjadinya perilaku tersebut. Temuan juga menunjukkan bahwa kombinasi antara kondisi psikologis siswa dan kualitas lingkungan belajar menjadi pemicu utama munculnya perilaku mengganggu dalam pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kedisiplinan membutuhkan strategi pembelajaran yang menarik, manajemen kelas yang tegas dan konsisten, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah secara berkelanjutan.
FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM DALAM KAJIAN ONTOLOGI DAN METAFISIKA Arafah, Tiara Pelangi; Khobir, Abdul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8287

Abstract

Islamic education plays a strategic role in character formation, but the dominance of the modern education system, which tends to be materialistic, often neglects the spiritual dimension of students. This study aims to reconstruct the philosophical foundation of Islamic education through an in-depth study of ontology and metaphysics, and analyze its implications for curriculum development and learning methodology in the contemporary era. By applying a library research method based on a qualitative-descriptive approach, this research critically examines authoritative literature from classical thinkers such as Al-Farabi, Ibn Sina, and Al-Ghazali to the views of contemporary scholars. The research findings reveal that ontologically, Islamic education views humans as multidimensional beings with rational and spiritual potential to achieve the status of insan kamil. Meanwhile, the metaphysical perspective emphasizes that the reality of education is not limited to empirical aspects, but is integrated with transcendental values ??where revelation and intuition become valid sources of knowledge alongside reason. It is concluded that the integration of ontology and metaphysics is an absolute foundation for building a holistic educational paradigm, which is able to balance intellectual intelligence with spiritual maturity in order to produce a generation that is adaptive but still based on divine values. ABSTRAK Pendidikan Islam memegang peran strategis dalam pembentukan karakter, namun dominasi sistem pendidikan modern yang cenderung materialistik sering kali mengabaikan dimensi spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi landasan filosofis pendidikan Islam melalui kajian mendalam mengenai ontologi dan metafisika, serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum dan metodologi pembelajaran di era kontemporer. Dengan menerapkan metode studi kepustakaan (library research) berbasis pendekatan kualitatif-deskriptif, riset ini menelaah secara kritis literatur otoritatif dari pemikir klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali hingga pandangan sarjana kontemporer. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa secara ontologis, pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensi yang memiliki potensi rasional dan spiritual untuk mencapai derajat insan kamil. Sementara itu, perspektif metafisika menegaskan bahwa realitas pendidikan tidak terbatas pada aspek empiris, melainkan terintegrasi dengan nilai-nilai transendental di mana wahyu dan intuisi menjadi sumber pengetahuan yang valid bersanding dengan akal. Disimpulkan bahwa integrasi ontologi dan metafisika merupakan fondasi mutlak untuk membangun paradigma pendidikan yang holistik, yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual guna mencetak generasi yang adaptif namun tetap berlandaskan nilai ketuhanan.    
KONSEP LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PRESPEKTIF AL QUR’AN Marliana, Fenia; Ramadhan, Ghifar; Kurahman, Opik Taupik; Jannah, Sabrina Izzatul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8399

Abstract

Education plays a vital role in shaping human personality, but discourse on the educational environment is often trapped in merely sociological-institutional aspects without delving into the theological normative foundations derived from the Qur'an. This research focuses on examining and reconstructing the concept of the Islamic educational environment from the perspective of the Qur'an in order to find a comprehensive philosophical foundation. The method applied is qualitative through library research with a thematic interpretation approach (maudhu'i) of verses relevant to the educational ecosystem, which are then analyzed descriptively-analystically. The research findings show that the Qur'an places the environment as a determinant factor in character formation, which is integrated into three main domains: the family as the foundation for instilling monotheism and compassion, schools as a means of intellectual and moral development, and society as a vehicle for actualizing socio-religious values. These three environments must synergize within the framework of monotheism and exemplary behavior (uswah hasanah) as exemplified by the Prophet Muhammad. It is concluded that the success of Islamic education is highly dependent on the creation of a conducive environment based on divine values, so that it can produce perfect human beings who have spiritual, moral and intellectual balance. ABSTRAK Pendidikan memegang peranan vital dalam pembentukan kepribadian manusia, namun diskursus mengenai lingkungan pendidikan sering kali terjebak pada aspek sosiologis-institusional semata tanpa menggali landasan normatif teologis yang bersumber dari Al-Qur’an. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji dan merekonstruksi konsep lingkungan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur’an guna menemukan landasan filosofis yang komprehensif. Metode yang diterapkan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat yang relevan dengan ekosistem pendidikan, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan lingkungan sebagai faktor determinan dalam pembentukan karakter, yang terintegrasi dalam tiga ranah utama: keluarga sebagai fondasi penanaman tauhid dan kasih sayang, sekolah sebagai sarana pengembangan intelektual dan akhlak, serta masyarakat sebagai wahana aktualisasi nilai sosial-religius. Ketiga lingkungan ini harus bersinergi dalam kerangka ketauhidan dan keteladanan (uswah hasanah) sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Disimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan Islam sangat bergantung pada terciptanya lingkungan kondusif yang berlandaskan nilai-nilai Ilahiah, sehingga mampu mencetak insan kamil yang memiliki keseimbangan spiritual, moral, dan intelektual.