cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No.27 Kemiling Bandar Lampung -Indonesia.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : https://doi.org/10.33024/hjk.v18i10
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Jurnal terbit setiap bulan dan artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, untuk abstrak artikel ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Articles 329 Documents
Pelvic rocking exercise pada ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan Nugrahaningtyas, Jacoba; Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.787

Abstract

Background: Labor begins when uterine contractions occur or often called HIS and women release mucus mixed with blood, this happens because the cervix begins to open. Problems in the first stage in Indonesia are still widely found, including prolonged labor of 42.96% which is one of several causes of maternal and newborn death. The consequences that will arise for mothers with a long first stage include premature rupture of membranes, uterine rupture, pelvic floor injuries, and dehydration. Midwives can overcome labor pain in order to shorten the time of labor by providing complementary therapy to mothers in labor. Complementary therapy is a therapy that complements and enhances conventional therapy. Purpose: To determine the effect of pelvic rocking exercises on mothers in labor on the length of the first stage of labor. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design. The population in this study were all maternity visits, both primipara and multipara, at the independent practice of midwife Wati Subagyo which were carried out in July - August 2024. The population in this study were primigravidarum mothers with a sample size of 20 participants divided into 2 groups, namely intervention and control. Data analysis of characteristics using the chi square test and statistical tests using the Independent T test. Results: The test of the length of the first stage of labor with treatment showed a p value of more than 0.05, so Ho was accepted, in other words, all treatments were not accepted and all treatments were the same. Conclusion: There is no significant effect of the mother's pelvic rocking movements on the length of the first stage of labor.   Keywords: Mother Giving Birth; Opening I Period; Pelvic Rocking.   Pendahuluan: Persalinan dimulai bila timbul kontraksi uterus atau sering disebut HIS dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah, hal ini terjadi karena servik mulai membuka. Permasalahan pada kala I di Indonesia, masih banyak ditemukan diantaranya adalah partus lama sebesar 42.96% yang merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir. Akibat yang akan timbul bagi ibu dengan kala I lama yaitu diantaranya ketuban pecah dini, ruptur uteri, cedera dasar panggul, dan dehidrasi. Bidan dapat mengatasi rasa nyeri persalinan guna mempersingkat waktu persalinan dengan memberikan terapi komplementer pada ibu bersalin. Terapi komplementer merupakan terapi yang bersifat melengkapi dan menyempurnakan terapi konvensional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelvic rocking exercise pada ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kunjungan persalinan, baik primipara maupun multipara di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) Wati Subagyo, dilaksanakan pada dari bulan Juli - Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu primigravidarum dengan jumlah sampel sebanyak 20 partisipan, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Analisis data untuk karakteristik menggunakan uji chi square dan pada uji statistik menggunakan T Independent test. Hasil: Uji lama persalinan kala 1 dengan perlakuan, menunjukkan bahwa p-value lebih dari 0.05, maka Ho diterima, dengan kata lain semua perlakuan tidak diterima dan semua perlakuan adalah sama. Simpulan: Tidak ada pengaruh yang signifikan gerakan pelvic rocking ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan.   Kata Kunci: Ibu Bersalin; Lama Kala I; Pelvic Rocking.
Latihan pernapasan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada anak dengan infeksi saluran pernapasan bawah: A scoping review Widiastuti, Maria Yosephine; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Mardhiyah, Ai
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.796

Abstract

Background: Lower respiratory tract infections are a major cause of morbidity and mortality in children. Prompt and effective management is essential to improve child health outcomes. Breathing exercises have been identified as an intervention that can help improve oxygen saturation in children with respiratory distress. However, a deeper understanding of the effectiveness and application of breathing exercises in the context of lower respiratory tract infections remains to be improved. Purpose: To explore and analyze breathing exercises to improve oxygen saturation in children with lower respiratory tract infections. Method: Research scope reviews using Prisma-ScR guidelines. Research leveling and article feasibility criteria using the population, concepts, and context (PCC) approaches with sources taken from the pubmed database, ScienceDirect, and Google Scholar. The keyword used is “Breathing Exercise OR Respiratory Muscle Training AND Children OR Child OR Pediatric OR Childhood AND Oxygen Saturation OR Oxygen Level OR SpO2“. Results: This review identified that breathing exercise interventions, such as balloon blowing, Hoberman Spheres, and modified pursed lip breathing, significantly improved oxygen saturation and respiratory function in children with lower respiratory tract infections. Key findings included decreased breathing difficulty, increased compliance through play-based methods, and clinically significant improvements in respiratory parameters over 3–10 days of intervention. Strategies to optimize outcomes include a structured, play-based approach, frequent short-duration exercises, and integration into routine pediatric care. Conclusion: Game-based breathing exercises have proven effective in increasing oxygen saturation and various respiratory parameters in children with respiratory problems. Every technique mimics the specific advantages, and the right application can be an optimal result for the child's population.   Keywords: Children; Breathing Exercises; Lower Respiratory Tract Infection; Oxygen Saturation.   Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan bawah merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penanganan yang cepat dan efektif sangat penting untuk meningkatkan hasil kesehatan pediatrik. Latihan pernapasan telah diidentifikasi sebagai intervensi yang dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen pada anak-anak yang mengalami kesulitan bernapas. Namun, pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas dan penerapan latihan pernapasan dalam konteks infeksi saluran pernapasan bawah masih perlu ditingkatkan. Tujuan: Untuk mengeksplorasi dan menganalisis latihan pernapasan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada anak dengan infeksi saluran pernapasan bawah. Metode: Penelitian scoping review menggunakan panduan PRISMA-ScR. Pertanyaan penelitian dan kriteria kelayakan artikel menggunakan pendekatan population, concept, dan context (PCC) dengan sumber literatur diambil dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “Breathing Exercise OR Respiratory Muscle Training AND Children OR Child OR Pediatric OR Childhood AND Oxygen Saturation OR Oxygen Level OR SpO2 “. Hasil: Tinjauan ini mengidentifikasi bahwa intervensi latihan pernapasan, seperti meniup balon, Hoberman Sphere, dan pernapasan bibir menyempit yang dimodifikasi, secara signifikan meningkatkan saturasi oksigen dan fungsi pernapasan pada anak-anak dengan infeksi saluran pernapasan bawah. Temuan kunci meliputi penurunan kesulitan bernapas, peningkatan kepatuhan melalui metode berbasis permainan, dan perbaikan klinis yang signifikan dalam parameter pernapasan selama 3–10 hari intervensi. Strategi untuk mengoptimalkan hasil mencakup pendekatan berbasis permainan yang terstruktur, latihan durasi pendek yang sering, serta integrasi ke dalam perawatan pediatrik rutin. Simpulan: Latihan pernapasan berbasis permainan terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan berbagai parameter pernapasan pada anak-anak dengan gangguan pernapasan. Setiap teknik memiliki kelebihan spesifik, dan penerapan yang tepat dapat memberikan hasil yang optimal bagi populasi pediatrik   Kata Kunci: Anak; Infeksi Saluran Pernapasan Bawah; Latihan Pernapasan; Saturasi Oksigen.
Kebutuhan informasi pada keluarga pasien di intensive care unit: A scoping review Supriyadi, Yadi; Kosasih, Cecep Eli; Nuraeni, Aan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.797

Abstract

Background: The families of patients play a crucial role in supporting the care and recovery process of patients in the Intensive Care Unit (ICU). One critical aspect of this role is the need for comprehensive and relevant information about the patient's condition and care in the ICU. Purpose: To explore the information needs of families of patients in the intensive care unit (ICU). Method: Literature search was conducted in Scopus, PubMed, and CINAHL databases and google scholar search engine. The initial articles found were 12,056, then 9 articles were included in the study. Data were extracted and synthesized to provide a comprehensive picture of the information needs of patient families in the ICU. Results: Families need in-depth information about the patient's condition, the care provided, and the medical team involved in the care. A variety of communication and education methods have been used to meet this information need, including the use of easy-to-understand language and the provision of written or visual materials. Education that is tailored to the family's preferences and needs and pays attention to the language used is key to providing effective support to families of patients in the ICU. Conclusion: Families play a vital role in understanding and addressing the informational needs of ICU patient families. Enhancing communication and education tailored to family needs can improve family involvement in patient care and overall care outcomes.   Keywords: Information Needs; Intensive Care Unit; Patient's Family.   Pendahuluan: Keluarga pasien memiliki peran penting dalam mendukung proses perawatan dan pemulihan pasien di Intensive Care Unit (ICU). Salah satu aspek krusial dalam peran keluarga ini adalah kebutuhan akan informasi yang komprehensif dan relevan tentang kondisi dan perawatan pasien di ICU. Tujuan: Untuk mengeksplorasi kebutuhan informasi keluarga pasien di intensive care unit (ICU). Metode: Pencarian literatur dilakukan di database Scopus, PubMed, dan CINAHL serta search engine Google Scholar. Artikel awal yang ditemukan adalah 12,056, kemudian 9 artikel disertakan dalam penelitian. Data diekstraksi dan disintesis untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kebutuhan informasi keluarga pasien di ICU. Hasil: Keluarga membutuhkan informasi yang mendalam tentang kondisi pasien, perawatan yang diberikan, dan tim medis yang terlibat dalam perawatan. Berbagai metode komunikasi dan edukasi telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi ini, termasuk penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan penyediaan materi tertulis atau visual. Edukasi yang disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan keluarga serta memperhatikan bahasa yang digunakan menjadi kunci dalam memberikan dukungan yang efektif kepada keluarga pasien di ICU. Simpulan: Keluarga memiliki peran penting dalam memahami dan memenuhi kebutuhan informasi keluarga pasien di ICU. Memperbaiki komunikasi dan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien serta meningkatkan hasil perawatan secara keseluruhan.   Kata Kunci: Intensive Care Unit; Kebutuhan Informasi; Keluarga Pasien.
Peran sendawa terhadap regurgitasi pada bayi baru lahir: A scoping review Khotimah, Diah Khusnul; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Rakhmawati, Windy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.798

Abstract

Background: Regurgitation in newborns is a common problem that is often complained of by parents and can affect the comfort and quality of life of the baby. One factor that is thought to play a role in preventing regurgitation is the practice of burping after breastfeeding. Although many studies have discussed breastfeeding techniques and preventing regurgitation, the role of burping has not been explored in depth. Purpose: To explore the role of belching on regurgitation in newborns. Method: The scoping review used three databases, namely CINAHL, PubMed, and Scopus and one search engine, Google Scholar. The keywords used in the search were "burping," "regurgitation," "newborn," and "infant care." Inclusion criteria included articles discussing burping practices in the context of newborn care and regurgitation published in the last 10 years, in English or Indonesian. Data extraction was performed using manual tables, and data analysis was performed descriptively qualitatively. Results: There were 6 articles that met the inclusion criteria and discussed the role of burping on regurgitation in newborns. The authors found several themes including the correct burping technique, the right time to burp, and maternal education on the correct way to burp. The results showed that proper burping practices can reduce the frequency of regurgitation in infants, although some studies showed differences in the effectiveness of this technique. Conclusion: Burping technique has an effect on reducing regurgitation in newborns.   Keywords: Burping; Newborns; Regurgitation.   Pendahuluan: Regurgitasi pada bayi baru lahir merupakan masalah umum yang sering dikeluhkan oleh orang tua dan dapat mempengaruhi kenyamanan serta kualitas hidup bayi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mencegah regurgitasi adalah praktik sendawa setelah menyusui. Meskipun banyak penelitian yang membahas teknik-teknik menyusui dan pencegahan regurgitasi, peran sendawa belum dieksplorasi secara mendalam. Tujuan: Untuk mengeksplorasi peran sendawa terhadap regurgitasi pada bayi baru lahir. Metode: Scoping review menggunakan tiga database, yaitu CINAHL, PubMed, dan Scopus serta satu search engine Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah "burping," "regurgitation," "newborn," dan "infant care." Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas praktik sendawa dalam konteks perawatan bayi baru lahir dan regurgitasi yang diterbitkan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Ekstraksi data dilakukan menggunakan tabel manual, dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil: Terdapat 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan membahas tentang peran sendawa terhadap regurgitasi pada bayi baru lahir. Penulis menemukan beberapa tema mencakup teknik sendawa yang tepat, waktu yang tepat untuk melakukan sendawa, serta edukasi ibu mengenai cara yang benar untuk melakukan sendawa. Praktik sendawa yang tepat dapat mengurangi frekuensi regurgitasi pada bayi, meskipun beberapa studi menunjukkan perbedaan dalam efektivitas teknik ini. Simpulan: Teknik sendawa memiliki pengaruh terhadap penurunan regurgitasi pada bayi baru lahir.   Kata Kunci: Bayi Baru Lahir; Regurgitasi; Sendawa.
Eksplorasi dampak kesepian pada pasien di intensive care unit (ICU): Tinjauan sistematik Setiawan, Deris Riandi; Kosasih, Cecep Eli; Mirwanti, Ristina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.799

Abstract

Background: Loneliness is a significant emotional challenge for Intensive Care Unit (ICU) patients that is often exacerbated by physical and social isolation due to visiting restrictions. This condition can impact the mental and physical well-being of patients, making it important for healthcare providers to develop a deep understanding of loneliness in ICU patients. Purpose: To explore the impact of loneliness in intensive care unit (ICU) patients. Method: The narrative review research design was derived from quantitative and qualitative studies using the Reporting for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines. The article selection process used questions with a population, concept, and context (PCC) approach including; P: Intensive Care Unit (ICU) patients; C: impact of loneliness; and C: ICU patient outcomes. Inclusion criteria for this narrative review were accessible full-text articles, published in English, articles with both qualitative and quantitative designs, and published within a 5-year period (2019-2024). A search was conducted on three major databases (CINAHL, PubMed, and Scopus) yielding a total of 52 articles and after an elimination process, 5 articles were obtained for review. Results: Loneliness in ICU patients has a significant impact on emotional, physical, and social health, including decreased mental health, quality of life, and increased risk of death. Conclusion: This review emphasizes the importance of a holistic approach in ICU care that includes physical, psychological, and social aspects of patients. Optimal psychosocial support is expected to reduce the negative impact of loneliness and improve the quality of life of ICU patients. Suggestion: Health workers can improve a more holistic approach by paying attention to psychological, social, and emotional support. This is expected to reduce feelings of loneliness experienced by patients and ultimately accelerate the recovery process and improve the quality of life of patients in the ICU environment.   Keywords: Intensive Care Unit (ICU); Loneliness; Patients.   Pendahuluan: Kesepian merupakan tantangan emosional signifikan bagi pasien di Intensive Care Unit (ICU) yang sering diperburuk oleh isolasi fisik dan sosial akibat kebijakan pembatasan kunjungan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik pasien, sehingga penting bagi tenaga medis untuk mengembangkan pemahaman mendalam mengenai rasa kesepian pada pasien ICU. Tujuan: Untuk mengeksplorasi dampak kesepian pada pasien intensive care unit (ICU). Metode: Desain penelitian tinjauan naratif didapat dari penelitian studi kuantitatif dan kualitatif menggunakan panduan Reporting for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Proses pemilihan artikel menggunakan pertanyaan dengan pendekatan population, concept, dan context (PCC) meliputi; P: Pasien di Intensive Care Unit (ICU); C: dampak loneliness; dan C: outcomes pasien di ICU. Kriteria inklusi pada tinjauan naratif ini adalah artikel full text dapat diakses, dipublikasikan dalam Bahasa Inggris, artikel dengan desain kualitatif dan kuantitatif serta dipublikasikan dalam rentang 5 tahun (2019-2024). Pencarian dilakukan pada tiga database utama (CINAHL, PubMed, dan Scopus) yang menghasilkan total 52 artikel dan setelah proses eliminasi, didapatkan 5 artikel untuk telaah. Hasil: Perasaan kesepian pada pasien ICU berdampak signifikan pada kesehatan emosional, fisik, dan sosial, yang mencakup penurunan kesehatan mental, kualitas hidup, dan peningkatan risiko mortalitas. Simpulan: Tinjauan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan ICU yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien. Dukungan psikososial yang optimal diharapkan dapat mengurangi dampak negatif kesepian dan meningkatkan kualitas hidup pasien ICU. Saran: Tenaga kesehatan dapat meningkatkan pendekatan yang lebih holistik dengan memperhatikan dukungan psikologis, sosial, dan emosional. Hal ini diharapkan dapat mengurangi perasaan kesepian yang dialami pasien dan pada akhirnya mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien di lingkungan ICU.   Kata Kunci: Intensive Care Unit (ICU); Kesepian; Pasien.
Faktor yang memengaruhi kunjungan penderita hipertensi di posbindu penyakit tidak menular (PTM) Nurhasanah, Raden; Qomarania, Witri Zuama; Hosizah, Hosizah; Temesvari, Nauri Anggita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.807

Abstract

Background: The results of the 2023 Indonesian Health Survey show that the prevalence of hypertension in Indonesia based on measurements of the population aged ≥18 years is 30.8%, but only 8.6% are diagnosed by doctors, while cases of hypertension at the Sukasari Health Center between 2020 and 2023 have doubled from 3.428 to 6.229 people. Integrated non-communicable disease development posts are one strategy in dealing with hypertension. On the other hand, hypertension sufferers who routinely visit integrated non-communicable disease development posts are still low at 45.7%. Purpose: To determine the factors that influence visits by hypertension sufferers to integrated non-communicable disease development posts. Method: An observational quantitative study using a cross-sectional method was conducted at the Sukasari Health Center, Sukasari Village, Tangerang District, Tangerang City, Banten in March-June 2024. The sampling technique used was total sampling and 155 samples were obtained. The research data collection was carried out by reviewing documents (secondary data) and the instrument used was a document review sheet to review data on visits to the integrated non-communicable disease development post. Results: This study shows that the most influential factors on visits by hypertension sufferers to the integrated non-communicable disease development post are primary education level (p-value = 0.007 OR = 11.140), secondary education (p-value = 0.026 OR = 7.266), prehypertension blood pressure (p-value = 0.041 OR = 2.698), and hypertension blood pressure level 2 (p-value = 0.045 OR = 0.369). Meanwhile, the variables that had no effect were gender (p-value=0.205), occupation (p-value=0.743), and comorbidity (p-value=0.497). Conclusion: The most influential factors on visits by hypertension sufferers to the integrated non-communicable disease development post were education level and blood pressure status. Suggestion: There should be efforts to increase the active role and support of health cadres and village officials in promoting the activities of the integrated non-communicable disease development post, through social media groups for residents in each region so that the community can diligently visit the integrated non-communicable disease development post.   Keywords: Hypertension; Visit; Integrated Development Post; Non-Communicable Diseases.   Pendahuluan: Hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, menunjukan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ≥18 tahun sebesar 30.8%, namun hanya sebesar 8.6% yang terdiagnosis dokter, sedangkan kasus penyakit hipertensi di Puskesmas Sukasari antara tahun 2020 dan 2023 meningkat dua kali lipat dari 3.428 menjadi 6.229 jiwa. Posbindu PTM merupakan salah satu strategi dalam penanggulangan hipertensi. Di sisi lain, penderita hipertensi yang rutin berkunjung ke posbindu PTM masih rendah dengan persentase 45.7%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan penderita hipertensi di posbindu penyakit tidak menular (PTM). Metode: Penelitian kuantitatif observasional menggunakan metode cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Sukasari, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten pada Bulan Maret-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan didapatkan sebanyak 155 sampel. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara telaah dokumen (data sekunder) dan instrumen yang digunakan adalah lembar telaah dokumen untuk melakukan tinjauan data kunjungan posbindu PTM. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan penderita hipertensi di posbindu PTM adalah jenjang pendidikan dasar (p-value=0.007 OR=11.140), pendidikan menengah (p-value=0.026 OR=7.266), tekanan darah prehipertensi (p-value=0.041 OR=2.698), dan tekanan darah hipertensi tingkat 2 (p-value=0.045 OR=0.369). Sementara itu, variabel yang tidak ada pengaruh adalah jenis kelamin (p-value=0.205), pekerjaan (p-value=0.743), dan komorbiditas (p-value=0.497). Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan penderita hipertensi di posbindu PTM adalah jenjang pendidikan dan status tekanan darah. Saran:  Adanya upaya untuk meningkatkan peran aktif dan dukungan kader kesehatan serta perangkat desa dalam mempromosikan kegiatan posbindu PTM, melalui grup media sosial warga pada tiap wilayah agar masyarakat dapat rajin berkunjung ke posbindu PTM.   Kata Kunci: Hipertensi; Kunjungan; Penyakit Tidak Menular (PTM); Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).
Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku bullying pada anak usia sekolah: A systematic literature review Eni, Rosmi; Rinancy, Hariet; Siagian, Siti Hotna
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.816

Abstract

Background: Bullying is violent behavior carried out by individuals or groups on an ongoing basis against someone who is considered weak or helpless, either physically or psychologically. At school age children are at an essential stage in life, where children have a very large desire to face new things and will be easily influenced by the environment. Purpose: To determine the factors that influence bullying behavior in school-age children. Method: Systematic literature review research sourced from database sources, namely Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. The keywords used are bullying, factors, and school children. 149 literatures were obtained, then for the assessment of the quality of the literature using the PRISMA method and 9 literatures were selected that met the inclusion criteria. Results: Of the 9 literatures examined regarding the factors that cause bullying in school-age children, all literatures stated that the most dominant factors causing bullying are family factors, peer influence and school environment. 5 of the literatures stated that the most dominant bullying factors in children are unpleasant experiences and social media influence, while 3 literatures stated that the bullying factors are personality and high self-esteem and substance use. Conclusion: Factors that influence bullying behavior in school-age children are family factors, children's bad experiences (bad experiences in childhood), peer or school factors, social media, and exposure to addictive substances. Therefore, appropriate intervention is needed to address these causal factors, so that the prevalence of bullying behavior in school-age children can decrease.   Keywords: Bullying; School-Age Children; Violence.   Pendahuluan: Bullying adalah perilaku kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok secara terus-menerus terhadap seseorang yang dianggap lemah atau tidak berdaya dapat dilakukan secara fisik maupun psikologis. Pada usia sekolah anak berada pada tahapan esensial dalam kehidupan, dimana anak memiliki angan yang sangat besar untuk menghadapi hal baru dan akan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku bullying pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian systematic literature review berasal dari sumber database yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Sciencedirect. Kata kunci yang digunakan adalah bullying, factor, dan anak sekolah. Didapatkan 149 literatur, kemudian untuk penilaian kualitas literatur menggunakan metode PRISMA dan terpilih 9 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Dari 9 literatur yang diteliti, semua literatur menyatakan bahwa faktor yang paling dominan yang menyebabkan terjadinya bullying adalah faktor keluarga, pengaruh teman sebaya, dan lingkungan sekolah. 5 diantara literatur menyatakan, faktor bullying yang paling dominan pada anak adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan pengaruh media social. Sementara 3 literatur menyatakan, faktor bullying adalah kepribadian dan harga diri yang tinggi serta penggunaan zat adiktif. Simpulan: Faktor yang memengaruhi perilaku bullying pada anak usia sekolah adalah faktor keluarga, adverse children experience (pengalaman buruk di masa kecil), peer group atau faktor sekolah, media social, dan paparan zat adiktif. Oleh karena itu, perlunya intervensi yang tepat untuk mengatasi faktor penyebab tersebut, agar prevalensi perilaku bullying pada anak usia sekolah dapat menurun.   Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Bullying; Kekerasan.
Dampak kehamilan remaja terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, dan pendidikan: A systematic review Beluan, Maria Irene Somi; Budiati, Tri; Rahmah, Hayuni; Rachmawati, Imami Nur
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.824

Abstract

Background: Teenage pregnancy is a significant and complex public health problem with wide-ranging impacts on physical, mental, socioeconomic, and educational health. Purpose: To explore the impact of teenage pregnancy on the health, social, economic and educational outcomes of teenage girls. Method: The systematic review study used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines to analyze and disseminate research results found through literature searches in online databases Pubmed, ScienceDirect, ProQuest, Sage, and Taylor & Francis with the keywords teenager OR adolescent and adolescent pregnancy OR teen pregnancy and Impact on adolescent pregnancies or maternal outcomes of teenagers pregnancy. Results: 12 articles containing 63,482 adolescent pregnancies were obtained. The impacts of pregnancy on teenagers identified were mental health disorders, suicide risk, inadequate utilization of Antenatal Care (ANC) services, adverse impacts on mothers, violence, socioeconomics, and education that changed the lives of adolescents. Conclusion: Teenage pregnancy has broad impacts including physical, psychological, socioeconomic, and education. This is important to know so that it can be the basis for formulating effective policies and programs in preventing teenagers pregnancy. Suggestion: Judging from the majority of articles used retrospective research, so longitudinal studies with multidimensional variables, more varied regions, especially involving research originating from Indonesia are the author's recommendations to be carried out in further research in order to provide other, more diverse insights.   Keywords: Impact of Teenage Pregnancy; Economy; Health; Education; Social.   Pendahuluan: Kehamilan pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang signifikan dan kompleks dengan dampak yang luas terhadap kesehatan fisik, mental, sosial-ekonomi, dan pendidikan. Tujuan: Untuk mengeksplorasi dampak kehamilan remaja terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada remaja putri. Metode: Penelitian systematic review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk menganalisis dan mengevaluasi hasil penelitian yang ditemukan melalui pencarian literatur pada database Pubmed, ScienceDirect, ProQuest, Sage, dan Taylor & Francis online dengan kata kunci teenager OR adolescent and adolescent pregnancy OR teen pregnancy and Impact on adolescent pregnancies or maternal outcomes of adolescent pregnancy. Hasil: Diperoleh 12 artikel yang menyertakan 63.482 kehamilan remaja. Dampak kehamilan pada remaja yang teridentifikasi yakni gangguan kesehatan mental, risiko bunuh diri, pemanfaatan pelayanan Antenatal Care (ANC) yang belum memadai, hasil buruk pada maternal, kekerasan, sosial ekonomi, dan pendidikan yang mengubah kehidupan remaja. Simpulan: Kehamilan remaja menimbulkan dampak yang luas meliputi fisik, psikologis, sosial ekonomi dan pendidikan. Hal ini penting untuk diketahui agar menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program yang efektif dalam mencegah kehamilan pada remaja. Saran: Menilik dari kebanyakan artikel yang digunakan menerapkan penelitian retrospektif, sehingga studi longitudinal dengan variabel multidimensi, wilayah yang lebih bervariasi, terutama melibatkan penelitian yang berasal dari Indonesia menjadi rekomendasi penulis untuk dilakukan pada penelitian selanjutnya agar dapat memberikan wawasan lain yang lebih beragam.   Kata Kunci: Dampak Kehamilan Remaja; Ekonomi; Kesehatan; Pendidikan; Sosial.
Gambaran tingkat kesadaran diri tentang penyakit kanker pada masyarakat Amalia, Sabrina Nur; Purba, Chandra Isabella Hostanida; Rahayu, Urip
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.832

Abstract

Background: Cancer is a disease that is the leading cause of death on a world scale and by 2022 will reach 19 million cases. Cancer in Indonesia reached 408,661 cases in 2022 with a death rate of 242,988 cases. The most important disease prevention is to foster self-awareness. Self-awareness is the key to change in one's life in carrying out healthier behavior. Purpose: To determine the level of self-awareness about cancer in the community. Method: A quantitative descriptive study was conducted on residents in Jatinangor District to determine the level of self-awareness about cancer. The sampling technique used was proportional random sampling and from 12 villages in Jatinangor District, 3 villages were selected as research locations, namely Sayang Village, Cileles Village, and Cintamulya Village. The sample inclusion criteria were residents who lived locally with age ≥ 18 years. The instrument in this study was the Cancer Awareness Measure (CAM) questionnaire consisting of 6 domains and 47 question items. Data were analyzed using univariate analysis. Results: There were 53.6% of respondents who had low self-awareness of cancer and from the 6 domains, 3 domains including awareness of the most at-risk age, the highest incidence of cancer, and cancer screening programs were in the low self-awareness category. Conclusion: Conclusion: The level of self-awareness of cancer in the community is still relatively low and is often found in respondents with female gender characteristics, age range 26-35 years, unemployed, last education level elementary school, and no history of cancer in the family. Suggestion: Further research can examine the factors that influence the low level of self-awareness of cancer.   Keywords: Cancer; Self-Awareness; Society.   Pendahuluan: Kanker adalah penyakit yang menjadi penyebab utama kematian dalam skala dunia dan pada tahun 2022 mencapai 19 juta kasus. Penyakit kanker di Indonesia mencapai 408.661 kasus pada tahun 2022 dengan angka kematian sebanyak 242.988 kasus. Pencegahan penyakit yang paling penting adalah dengan menumbuhkan kesadaran dalam diri. Kesadaran diri merupakan kunci perubahan dalam hidup seseorang dalam melakukan perilaku lebih sehat. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kesadaran diri tentang penyakit kanker pada masyarakat. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan kepada penduduk di Kecamatan Jatinangor untuk mengetahui gambaran tingkat kesadaran diri tentang penyakit kanker. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni proporsional random sampling dan dari 12 desa di Kecamatan Jatinangor, terpilih 3 desa sebagai lokasi penelitian diantaranya Desa Sayang, Desa Cileles, dan Desa Cintamulya. Kriteria inklusi sampel adalah penduduk yang berdomisili setempat dengan usia ≥ 18 tahun. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner Cancer Awareness Measure (CAM) terdiri dari 6 domain dan 47 item pertanyaan. Data dianalisis menggunakan univariate. Hasil: Terdapat sebanyak 53.6% responden memiliki kesadaran diri yang kurang terhadap penyakit kanker dan dari 6 domain, 3 domain diantaranya kesadaran terhadap usia paling berisiko, insidensi kanker terbanyak, dan program skrining kanker berada pada kategori kesadaran diri rendah. Simpulan: Tingkat kesadaran diri terhadap kanker pada masyarakat masih tergolong rendah dan banyak ditemukan pada responden dengan karakteristik berjenis kelamin perempuan, rentang usia 26-35 tahun, tidak bekerja, tingkat pendidikan terakhir sekolah dasar, dan tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga. Saran: Penelitian selanjutnya dapat meneliti terkait faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kesadaran diri terhadap penyakit kanker.   Kata Kunci: Kanker; Kesadaran Diri; Masyarakat.
Illness perception sebagai supporting factor terhadap treatment motivation pada pasien kanker Prasetya, Arief Widya; Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.837

Abstract

Background: Illness perception towards cancer disease varies widely from bad perception to good perception. The perception held by cancer patients can be an important factor in decision making to undergo treatment. Purpose: To explain illness perception as a supporting factor for treatment motivation in cancer patients. Method: A cross-sectional quantitative study was conducted at the Indonesian Cancer Foundation, East Java Branch, Surabaya in January 2022. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 50 respondents. The independent variable in this study is the perception of the disease and the dependent variable is the motivation to seek treatment. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using linear regression test. Results: Illness perception has a significant effect on treatment motivation (p < 0.05) with a contribution of 0.588, indicate perception of illness plays an important role as a supporting factor in shaping treatment motivation in cancer patients. Conclusion: Positive Illness perception and family support have an important role in increasing treatment motivation in cancer patients   Keywords: Cancer; Illness Perception; Treatment Motivation   Pendahuluan: Illness perception terhadap penyakit kanker sangat bervariasi,  mulai dari persepsi yang buruk sampai yang baik. Persepsi yang dianut pasien kanker dapat menjadi faktor penting untuk pengambilan keputusan menjalani pengobatan. Tujuan: Untuk menjelaskan illness perception sebagai supporting factor terhadap treatment motivation pada pasien kanker. Metode: Penelitian kuantitatif cross-sectional, dilaksanakan di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur Surabaya pada bulan Januari 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah illness perception dan variabel dependen adalah treatment motivation. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji regresi linear. Hasil: Illness perception memiliki pengaruh yang signifikan terhadap treatment motivation (p < 0.05) dengan kontribusi sebesar 0.588, menunjukkan bahwa persepsi terhadap penyakit berperan penting sebagai faktor pendukung dalam membentuk motivasi pengobatan pada pasien kanker. Simpulan: Illness perception yang positif dan dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi pengobatan pada pasien kanker.   Kata Kunci: Illness Perception; Kanker; Treatment Motivation.

Page 10 of 33 | Total Record : 329