cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No.27 Kemiling Bandar Lampung -Indonesia.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : https://doi.org/10.33024/hjk.v18i10
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Jurnal terbit setiap bulan dan artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, untuk abstrak artikel ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Articles 329 Documents
Penatalaksanaan art therapy terhadap kecemasan dan stres ibu hamil: A literature review Meiranny, Arum; Kusumaningsih, Meilia Rahmawati; Listi, Fera Ratna
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.685

Abstract

Background: Pregnant women often face psychological challenges, such as anxiety and stress, which can negatively impact maternal health and fetal development. One alternative approach to managing anxiety and stress is art therapy, which enables pregnant women to express emotions creatively to enhance psychological well-being. Purpose: To evaluate the effectiveness of art therapy in managing anxiety and stress in pregnant women. Method: A literature review was conducted by accessing sources from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. A total of 10 selected articles, consisting of 6 international journals and 4 national journals published within the last 10 years, were analyzed. The included studies focused on the implementation of art therapy to reduce anxiety and stress in pregnant women. Results: The analysis of several studies revealed that art therapy has a significant effect on reducing anxiety and stress levels among pregnant women. This therapy provides positive psychological and emotional benefits by creating opportunities for relaxation and self-expression. Conclusion: Art therapy is effective in reducing anxiety and stress among pregnant women. This knowledge can be utilized by healthcare professionals as a non-pharmacological intervention to improve the mental health of pregnant women during pregnancy.   Keywords: Anxiety; Art Therapy; Pregnancy; Stress.   Pendahuluan: Ibu hamil sering menghadapi tantangan psikologis, seperti kecemasan dan stres, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu serta perkembangan janin. Salah satu pendekatan alternatif untuk mengatasi kecemasan dan stres adalah melalui art therapy, yang memungkinkan ibu mengekspresikan emosi secara kreatif guna meningkatkan kesejahteraan psikologis. Tujuan: Untuk mengevaluasi penatalaksanaan art therapy terhadap kecemasan dan stres ibu hamil. Metode: Kajian literatur dilakukan dengan mengakses sumber dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Sebanyak 10 artikel terpilih, terdiri dari 6 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, digunakan sebagai dasar analisis. Penelitian yang disertakan mencakup penatalaksanaan art therapy untuk mengurangi kecemasan dan stres pada ibu hamil. Hasil: Analisis dari beberapa penelitian menunjukkan, bahwa art therapy secara signifikan berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan dan stres pada ibu hamil. Terapi ini memberikan manfaat positif, baik secara psikologis maupun emosional dengan menciptakan ruang untuk relaksasi dan ekspresi diri. Simpulan: Art therapy efektif dalam menurunkan kecemasan dan stres pada ibu hamil. Pengetahuan ini dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan sebagai bagian dari intervensi non-farmakologi untuk meningkatkan kesehatan mental ibu selama kehamilan.   Kata Kunci: Art Therapy; Ibu Hamil; Kecemasan; Stres.
Hubungan ketuban pecah dini dan preeklampsia dengan persalinan preterm Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda; Boa, Grasiana Florida
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.693

Abstract

Background: Prematurity is the leading cause of neonatal death and is now the second leading cause of death in infants. The incidence of preterm birth generally ranges from 6-10%, with only 1.5% of births occurring at less than 32 weeks' gestation and 0.5% at less than 28 weeks' gestation. Purpose: To determine the relationship between premature rupture of membranes and preeclampsia and preterm birth. Method: This quantitative study, using a case-control approach, was conducted on February 13-14, 2025, at Bhayangkara Hospital in Bandar Lampung. The sample consisted of 206 respondents divided into two groups: a case group consisting of 103 respondents with preterm labor and a control group consisting of 103 respondents with term (non-preterm) labor. The sampling technique used was simple random sampling. Data were collected using a checklist based on medical records, then analyzed univariately and bivariately. The statistical test used was Chi-square, as all data were categorical. Results: 86 respondents (83.5%) from the case group and 41 respondents (39.8%) from the control group experienced premature rupture of membranes. Furthermore, 84 respondents (81.6%) from the case group and 48 respondents (46.6%) from the control group experienced preeclampsia. There was a significant association between premature rupture of membranes and preterm labor (p-value = 0.000) with an odds ratio (OR) of 7.6. Similarly, there was a significant association between preeclampsia and preterm labor (p-value = 0.001) with an OR of 5.0. Conclusion:  Premature rupture of membranes and preeclampsia play a significant role in increasing the risk of preterm birth. Suggestion: Hospitals can provide more intensive care and treatment for preterm births in accordance with established protocols. This can be achieved by providing outreach through the distribution of brochures, leaflets, and other media to inform pregnant women about the risk factors for preterm birth.   Keywords: Pre-Eclampsia; Premature Rupture of Membranes; Preterm Labor.   Pendahuluan: Prematuritas adalah penyebab utama kematian neonatal dan sekarang menjadi penyebab utama kedua kematian pada anak-anak bawah lima tahun. Angka kejadian persalinan preterm pada umumnya adalah sekitar 6-10%, hanya 1.5% persalinan terjadi pada umur kehamilan kurang dari 32 minggu dan 0.5% pada kehamilan kurang dari 28 minggu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dan preeklampsia dengan persalinan preterm. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control yang dilaksanakan pada tanggal 13–14 Februari 2025, di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Sampel terdiri dari 206 responden yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus sebanyak 103 responden dengan persalinan preterm dan kelompok kontrol sebanyak 103 responden dengan persalinan maturitas (non-preterm). Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui lembar checklist berdasarkan data rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square karena seluruh data bersifat kategorik. Hasil: Responden yang mengalami ketuban pecah dini berjumlah 86 responden (83.5%) dari kelompok kasus dan 41 responden (39.8%) dari kelompok kontrol. Selain itu, responden yang mengalami preeklampsia tercatat sebanyak 84 responden (81.6%) dari kelompok kasus dan 48 responden (46.6%) dari kelompok kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketuban pecah dini dengan persalinan preterm (p-value = 0.000) dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 7.6. Demikian pula, terdapat hubungan yang signifikan antara preeklampsia dan persalinan preterm (p-value = 0.001) dengan OR sebesar 5.0. Simpulan: KPD dan preeklamsia memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan risiko terjadinya persalinan preterm. Saran: Rumah sakit dapat memberikan penanganan dan perawatan yang lebih intensif terhadap kejadian persalinan preterm sesuai dengan protap yang ada dengan cara memberikan pemahaman melalui penyebaran brosur, leaflet dan lain sebagainya, sehingga ibu hamil memperoleh informasi tentang faktor yang berisiko terhadap kejadian persalinan preterm.   Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini (KPD); Preeklampsia; Persalinan Preterm.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Mengetahui Skrining Hepatitis B di Indonesia Charolina, Chika Helen Lola
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.712

Abstract

Background: Hepatitis is an inflammation of the liver cells caused by viral, bacterial, or parasitic infections, smoking, alcohol consumption, and autoimmune disorders. Purpose: To analyze factors associated with hepatitis B screening in Indonesia. Method: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. Secondary data were obtained from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), a survey program of the United States Agency for International Development (USAID), collected in 2017 with a total sample of 4,218 people. Results: The distribution of respondent characteristics showed that of the 4,218 respondents, the majority were aged 2,282 (54.1%) and above, 2,331 (55.3%), most of whom lived in rural areas (2,877 (68.2%), and 2,927 (69.4%) had a high level of education. A total of 4,168 (98.8%) were non-smokers. Data analysis showed age (p-value 0.698), gender (p-value 0.000*), residence (p-value 0.000*), education level (p-value 0.090), and smoking status (p-value 0.000*). Conclusion: There is a significant relationship between gender, type of residence, and smoking status. However, there is no significant relationship between age and education level and hepatitis B screening in Indonesia. Suggestion: More intensive education regarding the importance of hepatitis B screening is recommended, especially for pregnant women and their children and partners, to increase awareness of the risk of hepatitis B transmission. Information campaigns about transmission, prevention, and treatment can help reduce transmission rates.   Keywords: HbsAg Antigen; Hepatitis B; Screening.   Pendahuluan: Hepatitis adalah suatu peradangan pada sel-sel hati yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau parasit, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan gangguan autoimun. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan mengetahui skrining hepatitis B di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Indonesian Demographic Health Survey (IDHS), sebuah program survei dari United States Agency for International Development (USAID) dan data yang diambil pada tahun 2017 dengan total sampel 4,218. Hasil: Distribusi karakteristik responden menunjukkan bahwa dari 4,218 responden, mayoritas berusia >35 tahun sebanyak 2,282 (54.1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 2,331 (55.3%), sebagian besar tinggal di daerah pedesaan sebanyak 2,877 (68.2%), dan memiliki tingkat pendidikan tinggi sebanyak 2,927 (69.4%) dengan status tidak merokok sebanyak 4,168 (98.8%). Analisis data menunjukkan usia (p-value 0.698), jenis kelamin (p-value 0.000*), tempat tinggal (p-value 0.000*), tingkat pendidikan (p-value 0.090), dan status merokok (p-value 0.000*). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara variabel jenis kelamin, jenis tempat tinggal, dan status merokok. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel usia dan tingkat pendidikan dengan skrining hepatitis B di Indonesia. Saran: Penyuluhan yang lebih intensif mengenai pentingnya skrining hepatitis B diharapkan lebih dilakukan secara ketat, terutama di kalangan ibu hamil dan pasangan, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan resiko penularan virus hepatitis B. Kampanye informasi tentang cara penularan, pencegahan, dan pengobatan dapat membantu mengurangi angka penularan.   Kata Kunci: Antigen HbsAg; Hepatitis B; Skrining.
Baby massage dan sensory play meningkatkan kualitas tidur pada bayi 6-12 bulan Mahardika, Desvita Ramadhini Nurulcahya; Atika, Yulianti; Rahim, Anita Faradilla
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.779

Abstract

Background: The golden period in babies is an important time in the formation of neurons and synapses, making babies very responsive to the environment. At this point, parents can maximize the child's potential by providing good nutrition, quality sleep, physical activity, stimulation, and a supportive environment. Lack of quality sleep can lead to physiological and psychological problems, such as impaired growth, fatigue, decreased immunity, and mood disorders. Purpose: To analyze whether baby massage and sensory play improve sleep quality in babies aged 6-12 months. Method: Quasi experimental quantitative research method with pre-test and post-test, conducted at Hafizha Baby Care Clinic and Alfarizky Beibee Care, Malang City, East Java in September-October 2024. The sampling technique used purposive sampling with the number of samples used as many as 30 participants who were divided into intervention and control groups. The independent variables in this study were baby massage and sensory play exercise, while the dependent variable was the quality of sleep of infants aged 6-12 months. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using paired sample t-test. Results: There were significant changes between the intervention group and the control group. The mean sleep quality score increased significantly from 25.87 ± 1.831 to 36.40 ± 8.942, while the control group also experienced an increase in score from 24.47 ± 4.690 to 3.53 ± 11.024. The p-value was 0.000, indicating that the difference between the two groups was highly statistically significant (p<0.05). Conclusion: Baby massage has a greater impact on improving sleep quality because it directly affects the baby's body. However, combining infant massage with sensory play exercises also has a positive effect on sleep quality in babies aged 6-12 months.   Keywords: Baby; Baby Massage; Sensory Play; Sleep Quality.   Pendahuluan: Masa golden period pada bayi adalah waktu penting dalam pembentukan saraf dan sinaps, membuat bayi sangat responsif terhadap lingkungan. Orang tua dapat memaksimalkan potensi anak dengan memberikan nutrisi yang baik, tidur berkualitas, aktivitas fisik, stimulasi, dan lingkungan yang mendukung. Kurangnya kualitas tidur dapat menyebabkan masalah fisiologis dan psikologis, seperti gangguan pertumbuhan, kelelahan, penurunan kekebalan tubuh, dan gangguan suasana hati.   Tujuan: Untuk menganalisis baby massage dan sensory play meningkatkan kualitas tidur pada bayi 6-12 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif metode quasi experimental dengan pre-test dan post-test, dilaksanakan di Klinik Hafizha Baby Care dan Alfarizky Beibee Care, Kota Malang Jawa Timur, pada bulan September-Oktober 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 partisipan yang terbagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah baby massage dan sensory play exercise, sedangkan variabel dependen adalah kualitas tidur bayi usia 6-12 bulan. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil: Terdapat perubahan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Rerata skor kualitas tidur meningkat secara signifikan dari 25.87 ± 1.831 menjadi 36.40 ± 8,942, sedangkan kelompok kontrol juga mengalami peningkatan skor dari 24.47 ± 4.690 menjadi 3.53 ± 11.024. P-value sebesar 0.000, menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua kelompok tersebut sangat signifikan secara statistik (p<0.05). Simpulan: Baby massage memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas tidur karena memberikan efek langsung pada tubuh bayi. Meskipun demikian, kombinasi baby massage dengan sensory play exercise juga memberikan pengaruh positif terhadap kualitas tidur bayi usia 6–12 bulan.   Kata Kunci: Bayi; Baby Massage; Kualitas Tidur; Sensory Play.  
Efektivitas intervensi apoteker terhadap optimalisasi terapi opioid dan manajemen nyeri pada pasien kanker: A literature review Budiastuti, Rizky Farmasita; Sari, Santi Purna; Andrajati, Retnosari; Syafhan, Nadia Farhanah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.872

Abstract

Background: Cancer pain remains a significant clinical challenge, with a high prevalence across various disease stages. Opioids are the mainstay for moderate to severe pain management but carry risks of dependence, tolerance, and serious side effects, necessitating careful supervision. Purpose: To review the effectiveness of pharmacist interventions in managing opioid use among cancer pain patients. Method: A literature search was conducted using two approaches: keyword-based searches through electronic databases (Google Scholar and Scopus) and the snowballing technique. Keywords included "cancer pain," "opioid," "pharmacist intervention," and "breakthrough pain," combined with Boolean operators. After identifying primary articles, backward and forward snowballing was performed to find additional relevant studies. All articles were screened based on predefined inclusion and exclusion criteria. Results: The review demonstrates that pharmacist interventions can improve pain control by up to 40%, reduce opioid-related side effects such as constipation by up to 50%, and enhance patient adherence to therapy. In Indonesia, however, barriers such as limited access to strong opioids, low patient education levels, and minimal pharmacist involvement in multidisciplinary teams remain significant challenges. Conclusion: Pharmacists play a strategic role in cancer pain management, particularly in optimizing pain control, minimizing opioid dependence, and managing adverse effects. Their active involvement in multidisciplinary teams enhances patients' quality of life and reduces inappropriate opioid use. Strengthening policies, providing continuous professional development, and conducting context-specific research are essential to optimize pharmacist contributions in Indonesia.   Keywords: Cancer Pain; Opioids; Pain Management; Pharmacist Intervention.   Pendahuluan: Nyeri kanker merupakan tantangan klinis utama dengan prevalensi tinggi pada berbagai tahap penyakit kanker, dan opioid menjadi terapi lini utama untuk nyeri sedang hingga berat. Namun, penggunaannya memiliki risiko ketergantungan, toleransi, serta efek samping serius, sehingga diperlukan pengawasan ketat. Tujuan: Untuk meninjau literatur terkait efektivitas intervensi apoteker dalam pengelolaan penggunaan opioid pada pasien nyeri kanker. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pencarian menggunakan kata kunci melalui basis data elektronik (Google scholar dan Scopus) serta teknik snowballing. Kata kunci yang digunakan meliputi: "cancer pain", "opioid", "pharmacist intervention", dan "breakthrough pain", yang dikombinasikan menggunakan operator Boolean. Setelah diperoleh artikel utama, dilakukan teknik snowballing secara backward dan forward untuk menemukan studi relevan. Semua artikel yang diperoleh diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Tinjauan menunjukkan bahwa intervensi apoteker dapat meningkatkan efektivitas terapi nyeri hingga 40%, menurunkan kejadian konstipasi sebagai efek samping hingga 50%, serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap regimen terapi. Namun, di Indonesia, implementasi peran apoteker masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan akses opioid kuat, kurangnya edukasi pasien, dan rendahnya keterlibatan apoteker dalam tim multidisiplin. Simpulan: Dari tinjauan ini menunjukan bahwa intervensi apoteker terbukti memiliki kontribusi strategis dalam pengelolaan nyeri kanker, khususnya melalui pengendalian nyeri yang lebih efektif, pencegahan ketergantungan opioid, dan manajemen efek samping yang lebih terstruktur. Keterlibatan apoteker dalam tim multidisiplin dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan risiko penggunaan opioid yang tidak tepat. Namun, untuk mengoptimalkan peran ini, diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, serta riset lebih lanjut dalam konteks lokal untuk menjawab tantangan implementasi di Indonesia.   Kata Kunci: Intervensi Apoteker; Nyeri Kanker; Opioid; Pengelolaan Nyeri.
Persepsi psikoedukasi, pengetahuan, dan dukungan terhadap perilaku caregiver dalam merawat orang dengan gangguan jiwa Almunsiri, Osep Yasier; Sari, Cucuk Kunang
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.884

Abstract

Background: Mental disorders are a major health problem, with cases at Bumi Community Health Center increasing from 54 in 2019, 63 in 2020, and 72 in 2021. People with mental disorders experience a self-care deficit in meeting basic needs. Therefore, families are required to develop their own skills in caring for people with mental disorders. Caregiver behavior can be influenced by psychoeducation, knowledge, and family support. Purpose: To determine the perception of psychoeducation, knowledge, and support for caregiver behavior in caring for people with mental disorders. Method: This study used a descriptive analytical correlational approach. A sample of 67 respondents was obtained using a purposive sampling technique. Data were collected through a questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results: Based on statistical tests, it was found that caregiver psychoeducation was included in the good category (62.7%), had high knowledge (58.2%), and family support (50.7%). Psychoeducation, knowledge, and family support had a positive and significant influence on behavior in caring for people with mental disorders. The most dominant factor in influencing caregiver behavior in nurses with people with mental disorders was psychoeducation (OR: 15.544), after being controlled for family support and knowledge. Conclusion: Family knowledge and support have a positive and significant influence on caregiver behavior in caring for people with mental illness. However, psychoeducation remains the most dominant factor influencing caregiver behavior, after controlling for family support and knowledge.   Keyword: Caregivers; Knowledge; People with Mental Disorders; Psychoeducation; Support.   Pendahuluan: Gangguan jiwa menjadi masalah kesehatan yang utama, karena kasus gangguan jiwa di Puskesmas Bumi mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2019 mencapai 54 kasus, tahun 2020 mencapai 63 kasus, dan tahun 2021 mencapai 72 kasus. Orang dalam Gangguan Jiwa (OdGJ) mengalami defisit perawatan diri dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Oleh karena itu, keluarga dituntut untuk memiliki kemampuan sendiri dalam merawat OdGJ. Perilaku caregiver dapat dipengaruhi oleh psikoedukasi, pengetahuan, dan dukungan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui persepsi psikoedukasi, pengetahuan, dan dukungan terhadap perilaku caregiver dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel yang dilibatkan sebanyak 67 responden, diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa psikoedukasi caregiver termasuk dalam kategori baik (62.7%), memiliki pengetahuan tinggi (58.2%), dan keluarga memberikan dukungan (50.7%). Psikoedukasi, pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pada perawat OdGJ. Faktor yang paling dominan dalam memengaruhi perilaku caregiver pada perawat dengan OdGJ adalah faktor psikoedukasi (OR: 15.544), setelah dikontrol oleh faktor dukungan keluarga dan pengetahuan. Simpulan: Pengetahuan dan dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku caregiver dalam merawat OdGJ. Namun, faktor yang paling dominan dalam memengaruhi perilaku caregiver adalah faktor psikoedukasi setelah dikontrol oleh faktor dukungan keluarga dan pengetahuan.   Kata Kunci: Caregiver; Dukungan; Orang dengan Gangguan Jiwa (OdGJ); Pengetahuan; Psikoedukasi.
Pembayaran kapitasi berbasis kinerja terhadap kualitas pelayanan pasien bpjs kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama: A scoping review Pertiwi, Dian Ratna; Suryoputro, Antono; Adiz, Matheus Sakundarno
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.927

Abstract

Background: Performance-based capitation payments are an innovative approach in the health financing system implemented by the health social security administering body. Purpose: To analyze the impact and effectiveness of performance-based capitation payments in improving the quality of health services and resource management in the national health insurance system. Method: The literature review was conducted systematically through databases such as Google Scholar, PubMed Central, Researchgate, and other sources. The keywords used in the literature search were capitation, based, performance, commitment, service, and capitation-based, performance, and commitment. Results: Performance-based capitation payments have varying impacts on the quality of social security agency for health patient services at primary health facilities (PHF). Conclusion: Achievement of performance-based capitation indicators is influenced by several factors, including the availability of human resources (medical and non-medical personnel), infrastructure, information systems, governance and organization, and financing. These factors align with the primary health care capacity domain components in the WHO primary health care monitoring framework.   Keywords: Performance-Based Capitation; Quality of Health Services; Social Health Security Administration.   Pendahuluan: Pembayaran kapitasi berbasis kinerja merupakan suatu pendekatan inovatif dalam sistem pembiayaan kesehatan yang diimplementasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Tujuan: Untuk menganalisis dampak dan efektivitas pembayaran kapitasi berbasis kinerja dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengelolaan sumber daya di dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Metode: Penelitian literature review dilakukan secara sistematis melalui database seperti Google Scholar, PubMed Central, Researchgate, dan sumber lainnya. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran literatur adalah kapitasi, berbasis, kinerja, komitmen, pelayanan dan kapitasi berbasis, kinerja, dan komitmen. Hasil: Pembayaran kapitasi berbasis kinerja (P4K) memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap kualitas pelayanan pasien BPJS kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Simpulan: Tercapainya indikator KBK dipengaruhi oleh beberapa factor, meliputi ketersediaan sumber daya manusia (tenaga medis dan non medis), ketersediaan sarana prasarana, ketersediaan sistem informasi, tata kelola dan organisasi, serta pembiayaan. Faktor-faktor ini selaras dengan komponen domain kapasitas FKTP dalam kerangka pemantauan layanan primer WHO.   Kata Kunci: BPJS Kesehatan; Kapitasi Berbasis Kinerja; Kualitas Pelayanan Kesehatan.
Peran media powerpoint dan model gigi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar Nisa, Fauzia Annafiun; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.966

Abstract

Background: The most common dental and oral problem found in children is dental caries. Behavioral factors play an important role in preventing caries. However, children's neglect of dental and oral health is generally caused by a lack of knowledge about the importance of maintaining dental and oral health. Purpose: To determine the effect of powerpoint presentations and dental models on improving knowledge about oral health among elementary school students. Method: A pre-experimental study with a one-group pre-test post-test design. The study subjects consisted of 22 students selected using total sampling. The educational media used were PowerPoint presentations and dental models. Bivariate analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: There was an increase in knowledge about oral health after the educational session using PowerPoint presentations and dental models. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000, indicating that the use of both media significantly influenced the level of knowledge about oral health.  Conclusion: Powerpoint presentations and dental models are effective tools for promoting health education among children, as they capture attention and facilitate understanding.    Keywords: Dental Models; Elementary School; Knowledge; PowerPoint; Oral Health.   Pendahuluan: Masalah gigi dan mulut yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah karies gigi. Faktor perilaku memegang peran penting dalam upaya pencegahan karies tersebut. Namun, perilaku abai anak terhadap kesehatan gigi dan mulut umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh media powerpoint dan model gigi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 22 siswa yang diperoleh dengan metode total sampling. Media penyuluhan yang digunakan adalah powerpoint dan model gigi. Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan penyuluhan dengan media powerpoint dan model gigi. Hasil Uji Wilcoxon didapatkan p-value sebesar 0.000, menunjukkan bahwa penggunaan kedua media tersebut berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan: Media powerpoint dan model gigi efektif digunakan dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan anak karena keduanya mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman.   Kata Kunci: Kesehatan Gigi Dan Mulut; Model Gigi; Pengetahuan; Powerpoint; Sekolah Dasar.
Determinan kepuasan perawat terhadap dokumentasi asuhan keperawatan di rekam medis berbasis elektronik Hidayati, Nur; Widodo, Arif; Yulian, Vinami
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.979

Abstract

Background: The Hospital Management Information System (SIMRS) is a crucial component in supporting the digital transformation of healthcare services, particularly through the implementation of electronic medical records. The transition from manual, paper-based medical records to electronic medical records has generated a positive response from users. This response has impacted nurses' satisfaction with nursing care documentation in electronic medical records. This satisfaction is measured through five dimensions of End-User Computer Satisfaction (EUCS). Purpose: To analyze the determinants of nurses' satisfaction with nursing care documentation in electronic medical records. Method: This quantitative study used a descriptive-analytical observational design with a cross-sectional approach. The data collection instrument was a questionnaire based on the five EUCS dimensions. Results: The determination test showed that all EUCS dimensions were determinants of nurses' satisfaction with nursing care documentation in electronic medical records. Multiple linear regression analysis showed that format had the most significant influence on nurse satisfaction, followed by timeliness and accuracy, while ease of use had a negative influence. Conclusion: All EUCS dimensions (format, content, ease of use, timeliness, and accuracy) were determinants of nurses' satisfaction with nursing care documentation in electronic medical records at Kota Regional General Hospital. Statistics show that formatting has the most significant impact on user satisfaction. Suggestion: To support the smooth operation of electronic medical record applications, a stable internet connection, an attractive format, ease of system operation, content tailored to user needs, and accurate data are required. To improve user satisfaction, regular and planned evaluations involving various parties within the agency are necessary, and electronic medical record users must respond promptly to complaints and suggestions.   Keywords: Electronic Medical Record; Nursing Care Documentation; Nurse Satisfaction.   Pendahuluan: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan, khususnya melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Perubahan RM manual kertas menjadi RME menimbulkan respon terhadap penggunanya. Respon ini berdampak terhadap kepuasan perawat dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan di RME. Kepuasan ini dilihat dari lima dimensi End User Computer Satisfaction (EUCS). Tujuan: Untuk menganalisis determinan kepuasan perawat terhadap dokumentasi asuhan keperawatan di rekam medis berbasis elektronik. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berdasarkan lima dimensi EUCS. Hasil: Uji determinasi didapatkan semua dimensi EUCS merupakan determinan kepuasan perawat terhadap dokumentasi asuhan keperawatan di RME. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa dimensi format memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepuasan perawat, diikuti oleh timeliness dan accuracy, sedangkan dimensi easy of use justru menunjukkan pengaruh negatif. Simpulan: Determinan kepuasan perawat terhadap dokumentasi asuhan keperawatan di rekam medis elektronik di rumah sakit Kota adalah semua dimensi EUCS (format, content, easy to use, timelines, accuracy). Adapun secara statistic menunjukkan bahwa variable format yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepuasan pengguna. Saran: Dalam mendukung kelancaran aplikasi RME, diperlukan kestabilan jaringan internet, tampilan format yang menarik, kemudahan dalam operasional system, conten/isi yang memenuhi kebutuhan pengguna, serta ketepatan data yang diberikan. Sementara, untuk meningkatkan kepuasan pengguna perlu terus dilakukan evaluasi yang rutin dan terencana dengan melibatkan berbagai pihak di instansi ini dan segera merespon keluhan ataupun saran dari pengguna RME.   Kata Kunci: Dokumentasi Asuhan Keperawatan; Kepuasan Perawat; Rekam Medis Elektronik.
Determinan gejala kecemasan pasien gagal ginjal kronik pada fase awal menjalani hemodialisa Kharisma, Asdilia; Muzaenah, Tina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1056

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a condition of decreased kidney function that lasts for more than three months. Patients undergoing hemodialysis to treat CKD often experience decreased quality of life and various physical and psychological symptoms, one of which is anxiety. Anxiety and depression are often experienced, especially by patients who have just started hemodialysis therapy. Purpose: To determine the most dominant determinants of anxiety symptoms in chronic kidney disease patients undergoing early hemodialysis. Method: This descriptive analytical study was conducted at the Hemodialysis Unit of Prof. Margono Soekarjo Regional Hospital, Purwokerto, in December 2024. The population was all patients aged 20-60 years who had been undergoing hemodialysis for less than one year, with a sample size of 71 respondents. Results: The dominant symptoms of anxiety from physical and psychological aspects of anxiety symptoms are sleep disturbances (12.9%), nervous (autonomic) symptoms (10.6%) namely dry mouth and dizziness, anxious feelings (10.6%) namely feelings of anxiety and discomfort, tension (10.3%) namely the state of being unable to rest and sleep peacefully, somatic symptoms (8.4%) namely pain and aches in the muscles, and digestive symptoms (8%) namely nausea and vomiting. Conclusion: The most dominant determinants of anxiety symptoms in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis are behavioral responses in the form of sleep disturbances, neuromuscular system symptoms (autonomic symptoms), affective responses in the form of anxiety and tension, neuromuscular system symptoms (somatic symptoms), and gastrointestinal system symptoms (digestive symptoms). Suggestion: Future research can use anxiety questionnaires that focus on psychological aspects. Furthermore, this study only used questionnaires for data collection, so interviews can be used to gather symptoms experienced by chronic kidney failure patients.   Keywords: Anxiety; Chronic Kidney Failure; Hemodialysis.   Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Pasien yang menjalani hemodialisis untuk menangani GGK sering mengalami penurunan kualitas hidup dan berbagai gejala fisik dan psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan dan depresi sering dialami, terutama oleh pasien yang baru memulai terapi hemodialisis. Tujuan: Untuk mengetahui determinan gejala yang paling dominan dari gejala kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik fase awal menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian deskriptif analitik, dilaksanakan di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada bulan Desember 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan usia 20-60 tahun yang sedang menjalani hemodialisa kurang dari satu tahun dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 71 responden. Hasil: Gejala kecemasan yang dominan dari gejala-gejala kecemasan pada aspek fisik dan psikologis adalah gangguan tidur (12,9%), gejala saraf (autonom) (10,6%) yaitu keadaan mulut kering dan kepala pusing, perasaan cemas (10,6%) yaitu keadaan cemas dan firasat buruk, ketegangan (10,3%) yaitu keadaan tidak dapat istirahat dan tidur dengan tenang, gejala somatik (8,4%) yaitu sakit dan nyeri di otot-otot, dan gejala pencernaan (8%) yaitu keadaan mual dan muntah. Simpulan: Determinan gejala yang paling dominan dari gejala-gejala kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik fase awal menjalani hemodialisa adalah pada respon perilaku berupa gangguan tidur, sistem neuromuscular berupa gejala saraf (autonom), respon afektif berupa perasaan cemas dan ketegangan, sistem neuromuscular berupa gejala somatik, dan sistem gastrointestinal berupa gejala pencernaan. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan kuesioner kecemasan yang fokus pada aspek psikologis. Selain itu, pengambilan data dalam penelitian ini hanya menggunakan kuesioner, sehingga dapat menggunakan wawancara dalam mengumpulkan gejala-gejala yang dialami oleh pasien gagal ginjal kronik.   Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik (GGK); Hemodialisis; Kecemasan.