cover
Contact Name
-
Contact Email
lensapendas@umkuningan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lensapendas@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas Muhammadiyah Kuningan Jl. R.A Moertasiah Soepomo No.28B, 45511 Kuningan - Jawa Barat
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Lensa Pendas
ISSN : 25410199     EISSN : 25416855     DOI : https://doi.org/10.33222/jlp
Core Subject : Education,
Jurnal Lensa Pendas merupakan majalah publikasi artikel ilmiah Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang memuat karya tulis ilmiah berkaitan dengan IPTEK terkait dengan pendidikan dasar, ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. Lensa Pendas menjadi salah satu media penerbitan artikel ilmiah berupa hasil penelitian atau hasil pemikiran (konseptual) sebagai upaya meningkatkan publikasi ilmiah dalam bidang pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 279 Documents
Pengembangan Komik Digital PERSAMI untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas IV pada Materi Pelestarian Sumber Daya Alam Muhammad Azrul Hakim; Regina Lichteria Panjaitan; Aah Ahmad Syahid
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5658

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar sering menemukan berbagai kendala, terutama ketika menyampaikan konsep materi pelestarian sumber daya alam. Topik ini seringkali sulit dipahami oleh kalangan siswa akibat minimnya media visual yang menarik dan kontekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media komik digital PERSAMI serta mengetahui kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV pada materi pelestarian sumber daya alam. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang berdasarkan pada model pengembangan ADDIE. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas IV A sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen wawancara, angket validasi ahli materi, media, dan bahasa, angket respons siswa, serta tes untuk mengukur pemahaman konsep siswa sebelum dan setelah melakukan pembelajaran memakai media yang dikembangkan. Berdasarkan hasil validasi, komik digital PERSAMI berada pada kategori sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kemudian untuk uji efektivitas, hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa yang ditunjukkan oleh perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, komik digital PERSAMI terbukti sangat efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV pada materi pelestarian sumber daya alam. Komik digital PERSAMI ini diharapkan bisa menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Pengelolaan Materi Tauhid Integrative pada Pembelajaran Akidah di Sekolah Dasar Ahmad Nazar Fakhury; Irawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5668

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Nilai dasar tersebut berakar pada konsep tauhid yang menjadi fondasi seluruh aspek kehidupan dan ilmu pengetahuan. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), pembelajaran Akidah berperan penting dalam menanamkan nilai ketauhidan sejak dini. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa materi Akidah sering disajikan secara parsial dan kognitif, belum menyentuh aspek integratif antara iman, ilmu, dan amal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan strategi penyusunan materi tauhid integratif dalam pembelajaran Akidah di SD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur klasik dan kontemporer tentang pendidikan Islam, filsafat tauhid, dan integrasi iman-ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyusunan materi tauhid integratif melibatkan tiga dimensi utama: integrasi antara nilai ketuhanan dan pengetahuan ilmiah, integrasi antara aspek spiritual dan rasional peserta didik, serta integrasi antara teori keimanan dan praktik kehidupan sehari-hari. Implementasi pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter. Dengan demikian, penyusunan materi tauhid integratif tidak hanya memperkaya wawasan teologis peserta didik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual yang hidup dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Ukuran Tedensi Sentral dan Letak dalam Analisis Nilai Siswa Nurdahlia; Deswika Khairotul Nisa; Amanda Nala Fatricia; Nurul Syafira; Syahdilla Febriana; Nurhaswinda
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5675

Abstract

Analisis data yang tepat sangat diperlukan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa agar informasi yang dikumpulkan dapat diinterpretasikan secara objektif. Statistik deskriptif merupakan metode umum untuk mengevaluasi nilai siswa, terutama ketika menggunakan ukuran lokasi dan kecenderungan sentral. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan gagasan dan penggunaan ukuran lokasi, seperti kuartil, desil, dan persentil, serta ukuran kecenderungan sentral, seperti mean, median, dan modus, dalam pemeriksaan nilai siswa. Tinjauan pustaka dari berbagai sumber literatur terkait statistik pendidikan merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Selain itu, studi ini menerapkan perhitungan ukuran kecenderungan sentral dan lokasi menggunakan data nilai siswa simulasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran distribusi nilai dan posisi siswa dalam kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran tendensi sentral mampu memberikan gambaran umum mengenai kecenderungan nilai siswa, sedangkan ukuran letak memberikan informasi yang lebih rinci terkait posisi relatif siswa dalam kelompok. Penggunaan kedua ukuran tersebut secara bersamaan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, analisis nilai siswa menggunakan ukuran tendensi sentral dan ukuran letak dapat menjadi dasar yang objektif dalam evaluasi pembelajaran dan pengambilan keputusan pendidikan.
Analisis Etnomatematika pada Perhitungan Weton sebagai Konteks Pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Sulistiyowati; Mujizatin Fadiana; Heny Sulistyaningrum
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5687

Abstract

Pendekatan etnomatematika menempatkan budaya sebagai sumber pengetahuan matematis yang bermakna dalam pembelajaran. Salah satu praktik budaya yang mengandung struktur matematis adalah perhitungan weton dalam tradisi masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep-konsep matematika yang terkandung dalam perhitungan weton serta mengkaji relevansinya sebagai konteks pembelajaran matematika kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian etnomatematika. Data diperoleh melalui studi pustaka dan analisis dokumen terhadap praktik perhitungan weton, literatur budaya Jawa, serta dokumen kurikulum dan buku teks matematika sekolah dasar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi dan menafsirkan konsep-konsep matematika yang muncul dalam perhitungan weton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan weton mengandung konsep sistem bilangan, operasi penjumlahan, pola siklus, dan klasifikasi. Selain itu, siklus pertemuan antara hari dan pasaran mencerminkan konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) yang relevan dengan materi matematika sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa perhitungan weton dapat dipahami sebagai bentuk matematika informal yang sistematis dan logis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa weton memiliki potensi sebagai konteks pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna di sekolah dasar. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian etnomatematika, dan secara praktis memberikan alternatif bagi guru dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika secara ilmiah dan edukatif. Kata kunci: etnomatematika, weton, budaya Jawa, pembelajaran matematika kontekstual, sekolah dasar
Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam Mendukung Pembelajaran Abad 21 Adzkar Fadhlika Haafhizu; Yasmin Nazhmi Aimar; Vina Ismatul Maula; Lia Fathur Hoeriyah; Auliya Aenul Hayati
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5689

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif dalam mendukung keterampilan abad ke-21 siswa sekolah dasar, yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan pada siswa kelas V SD Negeri Pelandakan 2, Kota Cirebon, sebanyak 21 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan persentase ketercapaian indikator keterampilan abad 21. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek keterampilan abad 21, dengan rata-rata peningkatan sebesar 22%. Aspek komunikasi dan keberanian berpendapat meningkat paling tinggi sebesar 26%, diikuti kreativitas sebesar 24%. Selain itu, nilai rata-rata kelas meningkat dari 72,3 menjadi 82,7, dengan ketuntasan belajar mencapai 90%. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan inklusif, serta meningkatkan hasil akademik maupun keterampilan sosial siswa. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan adaptasi guru terhadap metode baru, pembelajaran kooperatif terbukti menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21.
Struktur Sosial, Peran Komunitas dan Modal Sosial dalam Pengelolaan Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan Adang Setiawan; Dewi Pauziyah; Yasmin Nazmi A; Iin Wariin B
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5693

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial, partisipasi masyarakat, dan modal sosial dalam pengelolaan Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, dengan menggunakan perspektif IPS Terpadu. Penelitian ini dilakukan di Desa Wisata Cibuntu yang melibatkan masyarakat sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial di Desa Wisata Cibuntu terorganisir dengan baik, di mana berbagai lapisan masyarakat bekerja sama dalam pengelolaan pariwisata. Partisipasi masyarakat sangat luas, dengan kontribusi signifikan dari berbagai kelompok, seperti Karang Taruna, kelompok wanita tani, dan pelaku UMKM. Modal sosial yang terbentuk, seperti kepercayaan antarwarga dan norma gotong royong, memperkuat kerjasama antar masyarakat dalam mengelola desa wisata. Namun, terdapat tantangan dalam sistem penunjukan kepengurusan dan kesulitan dalam memenuhi standar pengelolaan homestay. Rekomendasi yang dihasilkan adalah pentingnya pembaruan sistem rotasi kepengurusan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan homestay oleh warga, serta memperluas promosi untuk menarik lebih banyak wisatawan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di desa lain dengan potensi serupa.
Optimalisasi Media Peta Pahlawan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Firda Tri Mahbubatul Jannah; Ayu Anisa Oktaefi; Dita Dwi Wulandari; Gistia Erwanti; Elga Tira Trieyani; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5695

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid kelas VI pada materi Pahlawan Nasional melalui optimalisasi penggunaan media peta pahlawan dalam pembelajaran IPS. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid sekolah dasar kelas VI. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, post-test setiap siklus, lembar observasi, serta dokumentasi pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar murid setelah penerapan media peta pahlawan. Rata-rata nilai pretest sebesar 55,71 meningkat menjadi 62,14 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 70 pada siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 42,85% menjadi 64,28% pada siklus II. Penggunaan media peta pahlawan meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kreativitas murid melalui aktivitas identifikasi dan analisis tokoh berdasarkan letak geografis. Simpulan penelitian menunjukkan media peta pahlawan efektif mendukung pembelajaran IPS interaktif dan bermakna, serta disarankan digunakan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siklus di kelas VI formal
Integrasi Nilai Karakter Lokal PO5 dalam Pembelajaran Berbasis Etnomatematika di Sekolah Dasar Dina Firliana Nurddin; La Ali; Siti Rahmatia Kaif
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai karakter lokal PO5 yang dapat mendukung dan dikembangkan dalam pembelajaran berbasis etnomatematika di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian ini adalah guru Matematika SD, tokoh budaya dan masyarakat Buton. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Buton, khususnya rumah adat Buton, benteng Keraton Buton, dan permainan tradisional Buton, memiliki potensi yang kuat sebagai sumber etnomatematika dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Unsur-unsur budaya tersebut memuat konsep-konsep matematis yang relevan dengan kurikulum sekolah dasar, meliputi geometri, pola dan simetri, pengukuran, serta penalaran logis. Identifikasi nilai karakter lokal PO-5 menunjukkan bahwa setiap unsur budaya Buton mengandung nilai Po Ma-masiaka (saling menyayangi), Po Pia-piara (saling memelihara), Po Mae-maeaka (saling menghargai), Po Angka-angkataka (saling mengangkat harkat dan martabat), serta Po Binci-binciki Kuli (toleransi). Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan secara sistematis dalam desain pembelajaran matematika melalui aktivitas kolaboratif, kontekstual, dan berbasis pengalaman belajar nyata.
Kebijakan Pemerintah dan Tata Kelola Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan (Studi Desa Wisata Perspektif IPS Terpadu) Aprilia Nuraeni; Vina Fitria Rahmah; Cecillia Asano; Lusi Yani Indah; Iin Wariin Basyari
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah desa dan tata kelola Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Cibuntu dan pihak pengelola desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa berperan strategis dalam pengelolaan desa wisata melalui kebijakan yang menempatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola utama aset dan usaha pariwisata. Pengelolaan desa wisata melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui Pokdarwis dan kelompok seni lokal dengan pola kerja sama berbasis komunitas. Namun demikian, penelitian ini menemukan kendala berupa rendahnya keterlibatan generasi muda dan koordinasi antarlembaga yang belum terlembaga secara formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola Desa Wisata Cibuntu mencerminkan praktik pariwisata berbasis masyarakat yang berpotensi menjadi sumber pembelajaran kontekstual IPS Terpadu di Sekolah Dasar.