cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
ojsjuragan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ragam Pengabdian
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : 30638011     EISSN : 3063802X     DOI : doi.org/10.62710/juragan
Core Subject : Education, Social,
Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,220 Documents
Peran Pasar Bumi Pakuwon dalam Mendukung Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Sri Utari; Ahmad Hudaiby Galih Kusumah; Gita Siswhara
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hkj08w75

Abstract

Pengembangan pariwisata perdesaan menjadi salah satu strategi dalam memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan. Pasar Bumi Pakuwon di Desa Bantaragung merupakan kegiatan wisata kuliner berbasis masyarakat yang memadukan produk lokal, budaya, dan kehidupan perdesaan. Namun, keberlanjutannya perlu dilihat dari keterkaitan aspek ekonomi, sosial-budaya, lingkungan, dan tata kelola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pasar Bumi Pakuwon dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Desa Bantaragung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dokumentasi, dan tinjauan pustaka, kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Bumi Pakuwon berperan dalam mendukung keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi, pelestarian budaya dan regenerasi, pengelolaan sampah, penggunaan material ramah lingkungan, dan kolaborasi antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat. Namun, efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pengelolaan transportasi wisatawan masih perlu diperkuat.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskriptif melalui Penerapan Metode Guided Writing Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Berisiko Kesulitan Belajar Kelas V SDN 001 Malinau Utara Julius Julius; Ishartiwi Ishartiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/41qkwq70

Abstract

This community service project was initiated to address the low descriptive writing skills among elementary school students, particularly those at risk of learning difficulties, which hinder their literacy development. The purpose of this activity was to implement an effective intervention using guided writing combined with contextual teaching and learning (CTL) approaches to enhance students' ability to plan, write, and revise descriptive texts rooted in real-life experiences. The methodology involved a classroom action research model carried out in cycles, encompassing planning, implementation, observation, and reflection stages. The intervention included modeling contextual texts, interactive discussions, structuring outlines, guided drafting, revisions, presentation, and collaborative evaluation. Data collection consisted of qualitative observations and quantitative assessments of students' writing outcomes, specifically measuring the percentage of students reaching the minimum mastery criteria (KKM ≥75). The results showed a significant increase in students' writing competence, with the percentage of students achieving mastery rising from 35% pre-intervention to 85% post-intervention, surpassing the targeted 80%. Additionally, improvements in students’ ideas development, text organization, vocabulary richness, and confidence were observed. These findings demonstrate that guided writing integrated with contextual teaching effectively facilitates literacy improvements among at-risk elementary learners, fostering engagement, confidence, and better writing skills.
Pengalaman Psikologis Work Life Balance Karyawan dengan Sistem Shift pada Industri Kopi di Kota Tasikmalaya Reza Faizal Anshori; Riki Nugraha
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/313jxt11

Abstract

Sistem kerja shift di industri kopi membuat para pekerja harus mengikuti jadwal yang tidak selaras dengan ritme pribadi, keluarga, dan sosial mereka. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi para pekerja melalui keterbatasan waktu, kelelahan kerja, dan perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman psikologis terkait keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi di kalangan pekerja shift di industri kopi di Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdesain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Data dianalisis secara idiografis melalui proses membaca dan membaca ulang, pencatatan awal, pengembangan tema-tema yang muncul, pengelompokan tema, analisis lintas kasus, serta interpretasi pengalaman-pengalaman yang bermakna. Hasil penelitian ini mengungkap pola-pola utama yang membentuk pengalaman psikologis terkait keseimbangan kerja-kehidupan.  Ketidaksesuaian antara jam kerja dan kehidupan pribadi, berkurangnya energi psikologis akibat tuntutan pekerjaan dan kelelahan, serta upaya karyawan untuk mendapatkan kembali kendali atas waktu mereka. Karyawan merespons kondisi ini melalui empat strategi: manajemen waktu, penyesuaian prioritas, komunikasi dengan keluarga, dan dukungan lingkungan sosial. Temuan ini menekankan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan pada pekerja shift bukanlah kondisi statis, melainkan negosiasi berkelanjutan antara tuntutan pekerjaan, waktu, dan psikologis, sumber daya pribadi, serta kebutuhan individu. Oleh karena itu, manajemen kafe sebaiknya menerapkan penjadwalan shift yang transparan dan fleksibel serta sistem dukungan kesejahteraan karyawan untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan retensi di industri kreatif lokal.
Strategi Kebijakan dalam Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Papua melalui Penguatan Pembangunan Berkelanjutan Dirkareshza, Nada Prima; Adhyarsa, Bayu Aji; Wahyudi, Slamet Tri
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5ktapr05

Abstract

Pendirian Organisasi Papua Merdeka dan keinginannya untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI bukan tanpa alasan. Usaha pemerintah dalam penanggulangan KKB sangat militeristik dan tidak melihat mengapa OPM itu sendiri terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa strategi pembangunan berkelanjutan penting dalam mengatasi akar masalah pelanggaran HAM di Papua serta merumuskan strategi kebijakan yang tepat untuk mereduksi potensi pelanggaran tersebut. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan historis dan pendekatan konsep. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan militeristik tidak mampu menyelesaikan pelanggaran HAM, karena persoalan yang terjadi bersifat struktural dan menuntut pemulihan keadilan sosial. Pembangunan berkelanjutan menjadi strategi ideal karena menekankan pemerataan, pemenuhan hak asasi manusia dasar, partisipasi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang inklusif dan tetap memperhatikan ekosistem lingkungan setempat. Implementasi strategi ini dapat mengatasi ketidakadilan, mengurangi kesenjangan, memperbaiki hubungan negara dengan Masyarakat Asli Papua, dan mencegah potensi pelanggaran HAM di masa depan.
Local Wisdom Of Wailaki Kema Sa'o Of Ende Ethnic As An Effort To Strengthen Character Of Responsibility And Social Care In Rukuramba Village, East Nusa Tenggara Suratih Muhamad Karo; Eny Kusdarini
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4wwep41

Abstract

This study aims to identify the values embedded in the Wailaki Kema Sa’o house-building tradition and their role in strengthening the characters of responsibility and social care among the people of Rukuramba Village, East Nusa Tenggara; analyze the contribution of this local wisdom to the development of responsibility and social care; and examine the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed an ethnographic study with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data validity was ensured through credibility testing, persistent observation, and triangulation. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2023), consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Wailaki Kema Sa’o tradition embodies important local wisdom values, including religious, aesthetic, mutual cooperation, moral, and tolerance values. The tradition strengthens responsibility through accountability to duties and trust, family, community, nation and state, and the environment. It also enhances social care by fostering mutual assistance, empathy, tolerance, social action, and noble character. Supporting factors include adequate facilities and infrastructure, community participation and awareness, and village government support, while economic limitations and declining youth involvement remain the main obstacles to its sustainability.
The Influence of Accounting Information and Online ZIS System Transformation on Muzakki's Interest in Paying Zakat Inayah Auliannisa Jamaluddin; Sugiyarti Fatma Laela
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1g4dfc39

Abstract

This study examines the influence of accounting information and the transformation of the online Zakat, Infak, and Sedekah (ZIS) system on muzakki's interest in paying zakat. This quantitative research employs a Structural Equation Modeling (SEM) approach, utilizing primary data collected through questionnaires distributed via WhatsApp, Instagram, and Facebook. The findings reveal that both accounting information and the online ZIS system significantly affect muzakki's interest in paying zakat. Transparency in accounting information enhances muzakki trust, while the convenience offered by the online ZIS system significantly encourages muzakki participation. These results underscore the importance of financial report accountability and the optimization of digital technology to promote zakat engagement. Furthermore, this study encourages Zakat Management Organizations to become more transparent and technologically adaptive to build public trust. The novelty of this research lies in utilizing the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) 109 as the foundation for developing accounting information indicators, which has not been extensively employed in previous studies. This research is expected to contribute to the development of zakat literature and serve as a reference for zakat managers in improving transparency and digital-based services.
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Penerapan Model Reciprocal Teaching Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Berisiko Kesulitan Belajar Kelas V SDN 001 Malinau Utara Vanriko Vanriko; Ishartiwi Ishartiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tmwhg220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Reciprocal Teaching berbasis kontekstual dalam pembelajaran pemahaman bacaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa berisiko kesulitan belajar di kelas V SDN 001 Malinau Utara, serta (2) meningkatkan keterampilan pemahaman bacaan siswa melalui penerapan model tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi tes pemahaman bacaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Reciprocal Teaching berbasis kontekstual berhasil meningkatkan keterampilan pemahaman bacaan siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 44,0 pada tahap pratindakan menjadi 72,5 pada Siklus I, dan mencapai skor optimal sebesar 87,5 pada Siklus II, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai (KKM ≥ 70, dengan 100% siswa tuntas). Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan belajar, interaktivitas, serta keterlibatan yang bermakna dan sesuai dengan pengalaman kehidupan nyata mereka
Peningkatan Proses dan Hasil Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa dengan Hambatan Membaca Menggunakan Media Flowchart Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Kelas V SD D. Ramos; Atien Nur Chamidah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8ks0ey11

Abstract

Low reading comprehension in inclusive schools often stems from excessive cognitive load caused by dense, conventional narrative texts. This classroom action research aims to enhance Indonesian language learning and reading comprehension for fifth-grade students with reading difficulties using a Deep Learning approach. Following the Kemmis and McTaggart model across two cycles (four sessions), the study involved 20 fifth-grade students at SD Negeri 1 Malinau Utara, focusing on two students with reading disabilities. Data collected via end-of-cycle essay tests, observations, and documentation were analyzed using comparative descriptive analysis. Results showed that Cycle I, relying solely on text-based materials, yielded sub-optimal results, with classical mastery at 55%. In Cycle II, environmental modifications—seating target students in the front row—and visual scaffolding via event-flow flowcharts and sequential picture cards were introduced. Consequently, target students achieved a score of 70 (meeting minimum mastery), while classical mastery rose to 90%. Combining a Deep Learning approach with flowchart visual media effectively and equitably improves reading comprehension and outcomes in inclusive classrooms.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Jigsaw untuk Meningkatkan Partisipasi Murid Berkesulitan Belajar di dalam Kelas Inklusif Lerianto Lerianto; Atien Nur Chamidah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2rysnf37

Abstract

Perilaku pasif dan rendahnya partisipasi siswa berkesulitan belajar selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V inklusif SD Negeri 001 Malinau Utara melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini, yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran serta meningkatkan partisipasi aktif siswa berkesulitan belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dengan melibatkan dua belas subjek (lima siswa laki-laki dan tujuh siswa perempuan) berkarakteristik akademik heterogen. Data partisipasi siswa dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi siswa yang signifikan, dari 39,29% (kategori "kurang") pada tahap prasiklus menjadi 64,29% (kategori "cukup") pada Siklus I, dan mencapai 85,71% (kategori "sangat baik") pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Peningkatan paling signifikan terjadi pada empat siswa berkesulitan belajar, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan diskusi kelompok maupun presentasi. Temuan ini mengonfirmasi efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan partisipasi aktif dan menumbuhkan inklusi sosial bagi siswa berkesulitan belajar di kelas inklusif.
Pergeseran Loyalitas Karyawan Menuju Gig Economy: Analisis Motivasi Karyawan Tetap Beralih Menjadi Pekerja Lepas (Freelancer) pada Pekerja Retail di Kota Tasikmalaya Riki Nugraha; Reza Faizal Anshori
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5c97dc17

Abstract

The shift from permanent employment to freelancing within the gig economy reflects a redefinition of work loyalty. This study explores the experiences and subjective meanings of retail employees transitioning to freelance work, alongside their underlying motivations. It proposes the concept of loyalty reorientation, expanding turnover studies from an employee exit view to a career transition perspective. Using a descriptive qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data were gathered via in depth interviews with 30 current and former permanent retail employees in Tasikmalaya City who transitioned into freelancing. Findings reveal that declining conventional loyalty stemmed from push factors like micromanagement, rigid working hours, and corporate burnout. Conversely, key pull factors included achieving schedule autonomy, income diversification, and work-life integration. These findings contribute to future of work academia and assist retail leaders in developing retention strategies tailored to autonomy, flexibility, and modern career development.