cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,168 Documents
Tinjauan Ontologis dan Epistemologis terhadap Fenomena Siswa yang Sering Datang Terlambat ke Sekolah Rorimpandey, Widdy H. F; Pinu, Jesita Evani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13830

Abstract

Fenomena siswa yang sering datang terlambat ke sekolah merupakan salah satu permasalahan klasik dalam dunia pendidikan yang berkaitan erat dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran belajar. Kajian ini berupaya menelaah persoalan tersebut dari perspektif filsafat pendidikan, khususnya melalui pendekatan ontologis dan epistemologis. Secara ontologis, fenomena keterlambatan dipahami sebagai realitas eksistensial siswa dalam konteks hubungan antara individu, lingkungan, dan sistem pendidikan. Sementara itu, secara epistemologis, artikel ini membahas bagaimana pengetahuan tentang penyebab dan solusi keterlambatan dapat diperoleh, divalidasi, dan digunakan oleh pendidik untuk membentuk karakter disiplin siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan bukan sekadar tindakan individual yang bersifat kebiasaan, melainkan manifestasi dari struktur kesadaran, nilai, dan konteks sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap hakikat keberadaan (ontologi) dan cara mengetahui (epistemologi) sangat penting dalam membangun pendekatan pendidikan yang lebih reflektif dan transformative.
Penindakan Hukum Terhadap Politik Uang pada Pemilu di Indonesia Tidak Menimbulkan Efek Jera Fauzan, Anis; Kaharuddin, Kaharuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13831

Abstract

Politik uang (money politics) merupakan perbuatan yang mempunyai daya rusak cukup tinggi terhadap integritas Pemilihan Umum (Pemilu) dan kualitas demokrasi di Indonesia. Meskipun telah diatur sebagai tindak pidana dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, penindakan hukum terhadap praktik ini secara empiris dinilai gagal menciptakan efek jera (deterrent effect) yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab tidak efektifnya penindakan hukum politik uang, terutama yang berkaitan dengan substansi, struktur, dan budaya hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi rumusan delik yang multitafsir, kesulitan pembuktian di lapangan, kelemahan koordinasi antar lembaga Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), serta tingginya toleransi sosial dan pragmatisme politik di tingkat pemilih. Implikasi dari tidak adanya efek jera ini adalah terus berlanjutnya praktik klientelisme, korupsi elektoral, dan delegitimasi institusi demokrasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi regulasi untuk memperjelas dan memperberat sanksi, penguatan independensi dan kapasitas Gakkumdu, serta revitalisasi pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat..
Antara Rumah dan Sekolah: Kajian Filsafat Pendidikan tentang Dampak Disfungsi Keluarga terhadap Motivasi Kehadiran Anak Sumilat, Juliana Margareta; Rumimper, Solagratia Aprili
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13832

Abstract

Kehadiran anak di sekolah merupakan indikator penting yang mencerminkan motivasi belajar sekaligus kesejahteraan emosional mereka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kehadiran kerap dipengaruhi oleh kondisi internal keluarga, terutama ketika anak berada dalam lingkungan disfungsional yang ditandai konflik orang tua, kekerasan, atau tekanan ekonomi. Artikel ini mengkaji pengaruh disfungsi keluarga terhadap motivasi kehadiran anak, memahami relasi antara keluarga, sekolah, dan perkembangan motivasi melalui perspektif filsafat pendidikan, serta menelaah bagaimana sekolah dapat menafsirkan ulang perannya dalam mendampingi anak yang kehilangan motivasi akibat dinamika keluarga. Menggunakan pendekatan integratif yang memadukan psikologi perkembangan, temuan empiris, dan kajian filsafat pendidikan, penelitian ini menegaskan pentingnya sekolah sebagai ruang aman yang memulihkan, mendukung, dan memberdayakan anak. Kajian ini menyimpulkan bahwa motivasi kehadiran tidak semata-mata persoalan kedisiplinan, tetapi refleksi dari pengalaman hidup anak. Karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara keluarga dan sekolah untuk memastikan perkembangan belajar yang optimal, inklusif, dan berkeadilan.
Kekuatan Pembuktian Psikologi Forensik sebagai Alat Bukti dalam Perkara Kekerasan Seksual Terhadap Anak Cahyaningsih, Rohmah Dwi; Bakhtiar, Handar Subhandi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13833

Abstract

Salah satu kendala dalam pembuktian kasus kekerasan seksual yaitu minimnya alat bukti karena tempat terjadi perkara berada di area privat. Tulisan ini bertujuan menganalisis kerangka regulasi dalam pengaturan psikologi forensik sebagai alat bukti bagi perkara kekerasan seksual terhadap anak dan kekuatan pembuktiannya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini pendekatan perundang-undangan yang menganalisis secara deduktif-induktif mengenai pengaturan psikologi forensik dalam hukum positif di Indonesia dan kekuatan pembuktiannya. Dalam konteks kekerasan seksual, kehadiran psikologi forensik membawa prespektif berbeda bahwa modus kekerasan atau ancaman kekerasan seksual tidak hanya berbentuk kekerasan yang bersifat fisik namun dapat berupa intimidasi fisik yang mempengaruhi psikis korban. Berdasarkan hasil penelitian secara implisit KUHAP maupun beberapa undang-undang mengatur mengenai penggunaan psikologi forensik sebagai alat bukti. Mengacu pada Pasal 24 ayat (3) UU TPKS hasil pemeriksaan psikologi forensik dikategorikan sebagai alat bukti surat. Keterangan satu saksi dan/atau korban disertai dengan hasil pemeriksaan forensik cukup untuk membuktikan kesalah terdakwa. Namun dalam praktek peradilan, sebelum UUTPKS disahkan masih ditemukan hakim yang tidak mengimplementasikan psikologi forensik sebagai instrumen untuk membantu hakim dalam membuktikan kekerasan seksual terhadap anak dan memidana pelakunya. Berdasarkan hasil penelitian agar kedepannya dibuat kebijakan teknis di lingkungan masing-masing institusi penegak hukum untuk dapat mengoptimalkan penggunaan psikologi forensik dalam proses peradilan.
Tantangan Pembelajaran di SDN 2 Mopuya dalam Menghadapi Perubahan Kurikulum Secara Berkelanjutan Sumilat, Juliana Margareta; Nur, Rafly Muhammad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan pembelajaran di SDN 2 Mopuya dalam menghadapi perubahan kurikulum yang berlangsung secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum menimbulkan berbagai tantangan, seperti kurangnya sosialisasi terhadap setiap kurikulum baru dan kurangnya sarana pendukung dalam penerapan model pembelajaran yang dituntut kurikulum baru tersebut. Selain itu, guru memerlukan waktu lebih banyak untuk menyusun perangkat ajar dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik siswa. Tantangan tersebut berdampak pada kesiapan guru dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan yang berkesinambungan dan pendampingan dari pihak sekolah maupun dinas pendidikan agar implementasi kurikulum dapat berjalan secara optimal.
Inovasi Teknologi dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar di Era Digital Abad 21 Kalengkongan, Jeane; Montori, Selfia; Lengkong, Gloria; Caroles, Denisa; Rorimpandey, Widdy H. F.
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13835

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital abad ke-21 telah memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, terutama pada transformasi metode dan pendekatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar. Sebagai mata pelajaran yang bersifat konseptual dan eksperimental, IPA menuntut strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis serta keterampilan ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai inovasi teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran IPA melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Artikel ilmiah terpilih dalam rentang 2015–2025 dikaji secara sistematis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi seperti Augmented Reality, simulasi virtual, permainan edukatif, video interaktif, dan Learning Management System terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kompetensi teknologi guru, serta minimnya dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi yang terencana, relevan dengan konteks sekolah, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21 untuk mendorong pembelajaran IPA yang lebih adaptif dan bermakna
Utilitas dan Realitas dalam Perkspektif Pragmatisme Terhadap Implementasi Handphone (HP) sebagai Media Edukasi di SD N 2 Kawangkoan Mangantes, Meisie Lenny; Warangkiran, Maria Imanuela
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13837

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis utilitas dan realitas penggunaan gadget dalam pembelajaran siswa sekolah dasar berdasarkan perspektif pragmatisme dan kajian ontologis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologis untuk menggali pengalaman nyata guru dan siswa dalam pemanfaatan telepon pintar di SD N 2 Kawangkoan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget memiliki nilai guna yang positif sebagai media literasi digital melalui aplikasi yang telah disiapkan sekolah. Namun, realitas di lapangan memperlihatkan bahwa beberapa siswa menyalahgunakan HP, seperti mengecek notifikasi dan membuka aplikasi lain sehingga mengganggu fokus belajar. Temuan ini mengindikasikan adanya dualitas fungsi gadget sebagai media edukasi sekaligus sumber distraksi. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai pragmatis gadget bergantung pada konsekuensi nyata penggunaannya serta kualitas pengawasan guru. Dengan demikian, pemanfaatannya perlu diarahkan secara lebih terstruktur agar manfaat edukatif lebih dominan.
Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Era Digital Serta Implikasinya Terhadap Proses Pembelajaran Mangantes, Meisie Lenny; Taroreh, Imanuel W. E.
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13839

Abstract

Perkembangan teknologi digital memengaruhi pola belajar siswa sekolah dasar, khususnya dalam hal motivasi belajar. Penggunaan gawai yang tidak terarah menyebabkan distraksi dan rendahnya fokus siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penyebab rendahnya motivasi belajar siswa di era digital serta merumuskan strategi peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara dengan siswa, guru, dan kepala sekolah, serta dokumentasi di SD Negeri II Tomohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan motivasi belajar disebabkan oleh distraksi digital, metode pembelajaran yang monoton, kurangnya pemanfaatan teknologi yang inovatif oleh guru, serta kurangnya dukungan sistemik di tingkat sekolah. Data wawancara menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik pada hiburan digital, guru kesulitan mengendalikan fokus siswa, dan kepala sekolah melihat perlunya pelatihan pedagogik digital. Teknologi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa apabila digunakan secara tepat melalui media visual dan interaktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru.
Analisis Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 14/Pdt.G.S/2024/PN DPS Mengenai Wanprestasi dan Eksekusi Jaminan Fajri, Fasya Ehsan; Mediansya, Muhammad Alif Dzaky; Nasution, Fakhri Hanif
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13841

Abstract

Artikel ini menyajikan analisis yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 14/Pdt.G.S/2024/PN Dps mengenai sengketa wanprestasi dan pelaksanaan jaminan dalam kerangka hukum perdata Indonesia. Penelitian ini menelaah keabsahan perjanjian kredit, penetapan wanprestasi oleh tergugat, serta pertimbangan hukum yang digunakan majelis hakim dalam memutus perkara. Hasil analisis menunjukkan bahwa perjanjian kredit memenuhi ketentuan Pasal 1320 dan 1338 KUH Perdata sehingga sah dan mengikat para pihak. Pengadilan juga menetapkan bahwa tergugat telah lalai memenuhi prestasinya, sesuai unsur wanprestasi dalam Pasal 1238 dan 1243 KUH Perdata. Dalam menentukan akibat hukum, hakim menerapkan asas proporsionalitas dan keadilan dengan mengabulkan sebagian gugatan untuk mencegah tuntutan ganti rugi yang berlebihan. Putusan juga mengesahkan eksekusi objek jaminan melalui lelang umum oleh KPKNL, selaras dengan doktrin hak kebendaan seperti droit de préférence dan droit de suite sebagaimana diatur dalam UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan serta Pasal 1131–1132 KUH Perdata. Kajian ini menyimpulkan bahwa putusan tersebut memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi kreditur dan menunjukkan penerapan doktrin wanprestasi serta prosedur Gugatan Sederhana secara tepat, sejalan dengan asas kepastian hukum, efisiensi peradilan, dan keadilan putusan.
Pelindungan Terhadap Para Pihak dalam Kontrak Dagang Internasional: Perbandingan Antara UNCITRAL Model Law dan Hukum Nasional Indonesia Nafis, Abdul Haris; Velentina, Rouli Anita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13855

Abstract

Penelitian ini membahas Perlindungan terhadap para pihak dalam kontrak dagang internasional dengan membandingkan ketentuan UNCITRAL Model Law dan hukum nasional Indonesia. Dalam konteks perdagangan lintas batas, isu Perlindungan hukum menjadi krusial karena melibatkan perbedaan sistem hukum, budaya bisnis, serta mekanise penyelesaian sengketa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan perbandingan (Comparative Approach) serta pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Pembahasan difokuskan pada prinsip-prinsip kebebasan berkontrak, good faith, kesetaraan para pihak, pilihan hukum forum, serta peran arbitrase internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNCITRAL Model Law memberikan kerangka hukum yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan perdagangan internasional, sementara hukum nasional Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam kontrak lintas batas, terutama terkait penerapan asas good faith dan pilihan hukum asing. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi hukum nasional dengan standar internasional untuk memperkuat kepastuan hukum dan keadilan bagi para pihak dalam kontrak dagang internasional.