cover
Contact Name
Andi Ulfah Khuzaimah
Contact Email
jpftonline@gmail.com
Phone
+6285397596856
Journal Mail Official
jpftonline@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika-FKIP, Universitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta Km.9, Palu-Indonesia 94119
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23383240     EISSN : 25805924     DOI : https://doi.org/10.22487/jpft.v12i3.3706
The Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online is a peer-reviewed journal published three times a year (April, August, and December) by the Physics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Tadulako. The journal serves as a communication platform for researchers, academics, and practitioners to discuss and explore empirically relevant issues in physics education. Scope JPFT: Jurnal Pendidikan Fisika covers a wide range of topics, including: Enhancement of physics teaching techniques Development of physics evaluation instruments Creation of physics teaching media Development of physics teaching models that consider local wisdom and are enriched with religious and cultural principles Theoretical and current contributions in applied physics
Articles 219 Documents
Kemampuan Berpikir Kreatif dan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Mata Pelajaran IPA Fisika Juan Dwi Prasetyo Paemba; Syamsu Syamsu; Haeruddin Haeruddin; Amiruddin Kade; Syamsuriwal Syamsuriwal; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6211

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis merupakan bagian penting dari keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMPN 4 Palu pada materi kalor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 25 peserta didik, serta 12 responden yang dipilih secara purposif untuk wawancara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai dan wawancara semi-terstruktur. Instrumen penelitian terdiri atas empat soal untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan lima soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori kreatif dengan rata-rata persentase 73,44%, meliputi indikator fluency 65,63%, flexibility 79,69%, originality 76,56%, dan elaboration 71,88%. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis berada pada kategori baik dengan rata-rata 71,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memiliki dasar kemampuan berpikir tingkat tinggi, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek kelancaran ide dan argumentasi ilmiah melalui pembelajaran yang lebih eksploratif dan berbasis pemecahan masalah.
Studi Literatur: Penggunaan Media Virtual Dalam Pembelajaran Fisika Ayu Nadya; Taufiq Taufiq; Nadya Anggraini
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6215

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tren penelitian, jenis media, dan dampak penggunaan media pembelajaran virtual dalam pembelajaran fisika SMA. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis dengan tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion. Artikel diperoleh melalui Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Dari 300 artikel awal, setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi berdasarkan judul, abstrak, serta full-text, diperoleh 25 artikel terbit pada 2021–2026 untuk dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital berupa e-learning, e-modul, dan e-book interaktif merupakan kategori paling dominan (32%), diikuti simulasi virtual/virtual laboratory (28%), Augmented Reality (24%), dan Virtual Reality (16%). Penggunaan media virtual secara umum berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep, motivasi, keterlibatan, literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat, akses internet, biaya, dan kesiapan pedagogis guru. Dengan demikian, pemilihan media virtual perlu disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kompetensi guru agar mendukung pembelajaran fisika yang fleksibel, interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Kajian ini juga menegaskan pentingnya pengembangan media yang mudah diakses secara berkelanjutan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Menggunakan LKPD Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Fatimah Fatimah; Muh. Syarif S. Abd. Syukur; Haeruddin Haeruddin; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Rudi Santoso
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6477

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh model belajar mengajar Cooperative Learning berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap hasil belajar peserta didik pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuasi-eksperimen dengan rancangan Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design yang melibatkan 44 peserta didik kelas VII di MTs Alkhairaat Dolo, terbagi atas kelas eksperimen serta kelas kontrol. Pengambilan data dilaksanakan melalui tes hasil belajar berbentuk soal esai (pretest maupun posttest). Analisis data memanfaatkan uji ANOVA dan uji N-Gain. Temuan uji ANOVA pada data pretest menggambarkan tidak adanya perbedaan kemampuan awal yang signifikan (F = 0,931; α = 0,340 > 0,05), sedangkan pada data posttest terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelompok (F = 8,795; α = 0,005 < 0,05). Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 39% dan kelas kontrol sebesar 23,75%, di mana berdasarkan klasifikasi Wiyono (2020) kedua perolehan tersebut berada pada kategori tidak efektif (<40%). Namun demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan LKPD memberikan peningkatan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung.
Analisis Kesalahpahaman Siswa Pada Materi Usaha Dan Energi Menggunakan Tes Diagnostik Lima Tingkat di Kelas X Fathir Firdaus; Marungkil Pasaribu; I Wayan Darmadi; Ielda Paramita; Ketut Alit Adi Untara
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6536

Abstract

Evaluasi miskonsepsi siswa kelas X dalam memahami topik usaha dan energi dilakukan melalui penelitian ini menggunakan Five-Tier Diagnostic Test. Mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini melibatkan 74 siswa yang berasal dari MAN 1 dan MAN 2 Palu sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan lewat instrumen tes diagnostik lima tingkat yang menguji jawaban, argumentasi, derajat keyakinan, hingga paparan terbuka mengenai asal pengetahuan siswa. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa pemahaman konsep siswa berada di angka 38% (kategori sedang), sementara persentase miskonsepsi mencapai 25,9%. Selain itu, teridentifikasi pula false negative sebesar 6,4%, false positive 7,1%, serta kondisi kurang pengetahuan sebanyak 21,6% (kategori rendah). Indikasi miskonsepsi paling dominan muncul pada sub-topik definisi usaha menurut ilmu fisika. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan adanya kendala konseptual yang cukup mendasar pada siswa. Oleh sebab itu, implementasi Five-Tier Diagnostic Test terbukti andal dalam memetakan salah konsep secara komprehensif, sekaligus berfungsi sebagai acuan bagi pendidik untuk memformulasikan metode pembelajaran yang lebih efektif guna memperbaiki pemahaman siswa.
Motivasi Belajar Fisika melalui Model Physics-App Builder Berbasis Generative AI (AWS PartyRock): Studi Pendahuluan dengan Kerangka ARCS: Studi dengan Kerangka ARCS Albertus Tuhu Setyo Nugroho
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6669

Abstract

Pemanfaatan generative artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran fisika berpotensi meningkatkan motivasi belajar, tetapi efektivitasnya bergantung pada bagaimana AI diposisikan dalam proses penalaran murid. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan motivasi belajar fisika setelah penerapan model Physics-App Builder, yaitu pengembangan Project-Based Learning (PjBL) yang menerapkan pendekatan physics-first dengan menempatkan AI setelah murid membangun konsep fisika. Penelitian menggunakan pendekatan praeksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest yang melibatkan seluruh delapan murid kelas XI IPA SMA Dominikus Wonosari. Motivasi belajar diukur menggunakan angket ARCS yang telah divalidasi, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran diamati melalui lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sebesar 94,44% (kategori sangat tinggi) dan peningkatan motivasi belajar dari 77,73% menjadi 85,94% dengan N-gain 0,368 (kategori sedang). Peningkatan tertinggi terjadi pada dimensi Confidence (N-gain = 0,625), sedangkan dimensi Kreasi AI mencapai 87,50%. Temuan ini mengindikasikan bahwa penempatan AI sebagai sarana membangun dan memverifikasi representasi konsep fisika, bukan sebagai penyedia jawaban, berpotensi meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendorong kreativitas murid.
Rancangan Spektroskop Sederhana untuk Analisis Spektrum Cahaya Alda aldafebrinty; Nurhamidah Nurhamidah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6729

Abstract

Spektroskop merupakan instrumen optik yang digunakan untuk mengamati spektrum cahaya melalui fenomena difraksi dan dispersi. Keterbatasan ketersediaan instrumen tersebut di lingkungan pendidikan mendorong pengembangan spektroskop sederhana yang mudah dibuat, berbiaya rendah, dan efektif sebagai media pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan merancang spektroskop sederhana berbasis Compact Disc (CD) sebagai kisi difraksi serta menganalisis kualitas spektrum cahaya berdasarkan variasi tegangan sumber cahaya dan jarak pengamatan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan sumber cahaya berupa senter bertegangan 3,7 V dan 4,5 V serta variasi jarak pengamatan 3 cm, 5 cm, dan 10 cm. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan panjang spektrum dan secara deskriptif kualitatif berdasarkan kejelasan warna serta karakteristik visual spektrum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang spektrum pada tegangan 3,7 V berturut-turut sebesar 14,6 cm, 12,8 cm, dan 12,3 cm, sedangkan pada tegangan 4,5 V sebesar 13,6 cm, 12,1 cm, dan 11,1 cm. Panjang spektrum cenderung menurun seiring bertambahnya jarak pengamatan. Kualitas spektrum dipengaruhi oleh kondisi sumber cahaya, karakteristik kisi difraksi CD, dan konfigurasi alat. Spektroskop sederhana berbasis CD berpotensi digunakan sebagai media praktikum fisika yang efektif, ekonomis, dan mudah diterapkan untuk mempelajari spektrum cahaya, difraksi, dan dispersi.
Analisis Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Gerak Lurus Menggunakan Five-Tier Multiple Choice Test Resi Warisah; Muhammad Jarnawi; Wahyuni N. Laratu; Nurasyah Dewi Napitupulu; Ketut Alit Adi Untara; Andi Ulfah Khuzaimah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6760

Abstract

Pemahaman konsep fisika yang kuat sangat penting bagi siswa, namun materi Gerak Lurus sering memicu miskonsepsi yang sulit dideteksi. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menganalisis secara komprehensif tingkat pemahaman konsep siswa SMA Negeri 5 Palu pada materi Gerak Lurus menggunakan Five-Tier Multiple Choice Test. Penelitian melibatkan 27 siswa kelas XI Merdeka 9 sebagai subjek tes dan 11 siswa sebagai responden wawancara. Data dikumpulkan melalui 18 butir soal tes five-tier dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Temuan utama menunjukkan pemahaman konsep siswa berada pada kategori sangat rendah dan didominasi miskonsepsi. Secara rinci, hanya 1 siswa paham konsep, 9 kurang pengetahuan (lemah pada indikator mengklasifikasikan dan menggeneralisasikan), 1 tidak paham konsep (lemah pada inferensi), dan 16 siswa mengalami miskonsepsi pada indikator interpretasi, mencontohkan, membandingkan, serta menjelaskan. Wawancara mengonfirmasi miskonsepsi dipicu intuisi keliru dan kebiasaan menghafal rumus. Dalam implikasinya, Five-Tier Multiple Choice Test terbukti efektif mendiagnosis letak dan akar miskonsepsi hingga tingkat keyakinan serta penalaran siswa. Informasi diagnostik ini dapat digunakan guru secara konkret untuk merancang modul ajar berbasis strategi perbaikan konseptual (conceptual change) guna mereduksi miskonsepsi Gerak Lurus.
Pengaruh Model PBL-LKPD Berbantuan Solar System Scope Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Tata Surya Dikelas VII SMP Novi Irmala Sari; Lia Afriyanti Nasution; Khariah Khariah; Juliandi Siregar
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6810

Abstract

Penelitian ini berfokus membandingkan capaian hasil belajar tata surya antara siswa kelas VII yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD serta aplikasi Solar System Scope, dengan kelompok yang belajar secara konvensional. Menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu (Nonequivalent Control Group Design), sampel diambil secara purposive sampling di SMP Swasta Swadaya Sumberejo, yakni kelas VII-1 (25 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 (26 siswa) sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui 20 butir soal pilihan ganda yang telah dinyatakan valid dan reliabel melalui uji instrumen serta penilaian ahli. Hasil analisis statistik dengan IBM SPSS menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (sig. = 0,000 < 0,05), di mana rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 84,20, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh 63,46. Keunggulan ini diperkuat oleh capaian N-Gain kelas eksperimen yang 29,66% lebih tinggi, serta indeks effect size sebesar 1,82 yang tergolong dalam kategori Sangat Besar. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi model PBL dengan aplikasi interaktif Solar System Scope terbukti memberikan pengaruh positif yang sangat kuat dalam mengoptimalkan pemahaman materi tata surya peserta didik.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Mobile Learning Qreative Educative Terhadap Hasil Belajar Kognitif Fisika Pada Materi Gelombang Mekanik Hanna Aulia Siregar; Lia Afriyanti Nasution; Rofiqoh Hasan Harahap; Juliandi Siregar; Khairiah Khairiah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6814

Abstract

Penelitian ini berawal dari sebuah tantangan bagaimana cara membuat materi fisika yang abstrak jadi lebih mudah dipahami oleh siswa, sekaligus memanfaatkan teknologi sekolah dengan maksimal. Untuk menjawabnya, penelitian ini menguji coba model Discovery Learning yang dipadukan dengan aplikasi Mobile Learning bernama Qreative Educative pada materi Gelombang Mekanik.Melalui pendekatan kombinasi (explanatory sequential design) pada 18 siswa kelas XI IPA yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling, instrumen data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara, lalu dianalisis dengan uji statistik N-Gain serta Wilcoxon, hasil belajar mereka dipantau sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasilnya sangat menggembirakan Nilai rata-rata siswa melonjak drastis dari 49,44 saat pretest menjadi 79,44 saat posttest. Uji statistik (Wilcoxon) juga memperkuat bahwa peningkatan ini bukan kebetulan semata. Secara nyata, aplikasi ini sukses memvisualisasikan gelombang yang tadinya sulit dibayangkan, sekaligus memberikan koreksi langsung agar siswa tidak salah paham. Kesimpulannya, kolaborasi metode Discovery Learning dan aplikasi Qreative Educative ini terbukti ampuh mendongkrak pemahaman fisika siswa, sehingga pendekatan inovatif ini sangat layak direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran interaktif yang efektif di dalam kelas.