cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2024): February" : 13 Documents clear
Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang Melalui Praktik Penggunaan Biodigester untuk Pengelolahan Sampah Organik Septa Katmawanti; Farah Paramita; Windi Chusniah Rachmawati; Dea Aflah Samah; Oktavia Sri Wahyuni; Sila Kriscahyanti; Lorenza Arinda Saputri; Nida An Khofiyya
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1545

Abstract

Sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, terjadi peningkatan volume sampah yang semula 68,5 juta ton pada tahun 2021 menjadi 70 juta ton di tahun 2022. Perlu adanya upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memanfaatkan media biodigester. Biodigester merupakan salah satu alat pengelolahan sampah organic menjadi bahan bakar pengganti elpigi dan sebagai energi listrik yang ramah lingkungan, ekonomis, dan menggunakan sumber daya yang mudah dicari. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang menggunakan alat yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil observasi, Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang belum pernah memanfaatkan biodigester sebagai media pengelolahan sampah organik. Selama ini pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang masih menggunakan metode hulu hilir untuk menampung sampah yang ada. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun tahap pelaksanaan ini terdiri atas penyuluhan, demonstrasi dan praktik penggunaan biodigester. Sasaran kegiatan ini adalah 30 WBP dan petugas lapas. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang karena tidak hanya dapat mengelola sampah, melainkan dapat meningkatkan keterampilan WBP sehingga mampu meningkatkan kualitas hunian WBP sebagai upaya pembinaan. Adapun rekomendasi yang kami berikan yaitu dengan membagikan media cetak kepada sasaran sebagai bahan bacaan, sehingga ketika tim sudah tidak memonitoring kegiatan, WBP maupun petugas tetap dapat mengikuti tahapan-tahapan dalam pembuatan dan penggunaan biodigester secara mandiri. Empowering Inmates of the Class IIA Women's Prison in Malang City Through the Practice of Using a Biodigester for Organic Waste Management  Waste is one of the main challenges in achieving sustainable development. In Indonesia, there has been an increase in the volume of waste from 68.5 million tons in 2021 to 70 million tons in 2022. Efforts are needed to overcome this problem, one of which is using biodigester media. Biodigester is a tool for processing organic waste as a substitute fuel for LPG and as electrical energy that is environmentally friendly, economical, and uses resources that are easy to find. This empowerment activity aims to overcome the waste problem in the Class II A Women's Prison environment in Malang City using environmentally friendly tools.Based on observations, the Class IIA Women's Prison in Malang City has never used a biodigester as a medium for managing organic waste. So far, the Class IIA Women's Prison in Malang City is still using upstream and downstream methods to accommodate existing waste. This activity is carried out through the planning, preparation, implementation, and evaluation stages. The implementation stage consists of counseling, demonstrations, and practice in using the biodigester. The target of this activity is 30 WBP and prison officers. This activity was highly appreciated by the Class IIA Women's Prison in Malang City because it not only managed waste but also improved the skills of inmates so that they could improve the quality of inmates' housing as a coaching effort. The recommendation we give is to distribute printed media to targets as reading material, so that when the team is no longer monitoring activities, WBP and officers can still follow the stages in making and using a biodigester independently.
Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Cuci Piring di Kabupaten Bener Meriah Rizka Mulyawan; Agam Muarif; Khairul Anshar; Ahmad Fikri; Nurwardina Sofiyani; Nur Aisyah; Maulana Heru Mulya; Melianda Putri Wulandari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1586

Abstract

Ampas kopi dari kedai kopi selama ini pada umumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, minyak jelantah juga pada umumya dibuang ketika tidak dimanfaatkan dan dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang diolah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Dari fakta tersebut, limbah minyak jelantah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring. Ampas kopi juga dapat digunakan sebagai karbon aktif yang dapat digunakan untuk menyerap kotoran. Pada umumnya, minyak jelantah dari rumah tangga di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah, dimana angka pervalensi stunting cukup tinggi, dibuang atau digunakan kembali yang berdampak negatif bagi kesehatan tanpa dijadikan produk yang lebih berguna seperti sabun cuci piring. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada kepada masyarakat di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang berjumlah dua puluh delapan orang di desa tersebut untuk memanfaatkan limbah ampas kopi dan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun cuci piring sebagai solusi alternatif dari sabun cuci piring komersil yang lebih ekonomis. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah berubahnya cara pandang dan sikap dari peserta untuk menggunakan limbah minyak jelantah dan amps kopi yang dapat merusak lingkungan menjadi bahan yang lebih berguna yaitu sabun cuci piring serta keterampilan dan pemahaman terkait cara pembuatannya. Used Cooking Oil and Coffee Grinds Utilization for Dish Soap Production Counselling in Bener Meriah District Coffee grinds from coffee cafes should currently be used properly. Additionally, cooking oil can contaminate the environment because it is typically thrown away after use. Soap can be made using processed frying oil as a raw ingredient. These data suggest that leftover cooking oil may have a purpose as dishwashing soap. Additionally, coffee grinds can be utilized as activated carbon to draw dirt to the surface. Used cooking oil from homes in Kenine Village, Bener Meriah Regency, where stunting prevalence is rather high, is typically thrown out or reused without being converted into a more beneficial product like dishwashing soap, which is harmful to health. Based on these challenges, the Bener Meriah Regency's community service projects in Kenine Village involve reaching out to the locals to use leftover coffee grounds and cooking oil as the primary ingredients for dishwashing soap, which is a more affordable alternative to commercial dishwashing soap. As a result of this outreach program, participants' attitudes and perspectives regarding recycling waste that could harm the environment into more valuable commodities have changed.  
Function of Internal Control in Financial Management in Pamona Puselemba District Poso Abdul Pattawe; Muhammad Darma Halwi; Rahayu Indriasari; Jurana Jurana; Muhammad Ridwan Nasir
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1599

Abstract

This community service activity was carried out in the Pamona Puselemba sub-district, Poso. The partners for this activity are the heads and secretaries of villages in the Pamona Puselemba Poso sub-district. The aim of this service is to increase the capacity of village officials regarding the internal control function in financial management of Pamona Puselemba Poso District. Community service activities are carried out using the counseling method. The activity was attended by approximately 15 people consisting of village heads and secretaries in the Pamona Puselemba sub-district, Poso Regency. In the service program carried out in connection with counseling regarding the function of internal control in managing village finances in Pamona Puselemba District, Poso Regency, it turned out that it was able to improve the ability of village officials and officials in managing, using and being accountable for village funds in the villages of Pamona Puselemba District, Poso Regency. The results of this service activity are: first, increasing the ability of the community in the villages of Pamona Puselemba District, Poso Regency to play an active role and also be fully involved in the use of village funds in the form of village activities financed by the village fund budget; Second, increased accountability of village managers in Pamona Puselemba District, Poso Regency in being accountable for the use of village funds; Third, increasing communication and availability of information between the community and village officials in the management and use of village funds
Tes Potential Review Pada Pegawai BSPJI Banjarbaru Dalam Pengembangan Self Awareness Helwy Nurazizah; Annisa Fitria; Shanty Komalasari; Musfichin Musfichin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1678

Abstract

Kesadaran diri pada setiap pegawai akan memberikan dampak positif terhadap instansi, terkhusus dalam kesadaran diri terhadap potensi yang dimiliki. Sadar akan adanya potensi dalam diri, akan membantu  kelancaran kinerja seorang pegawai karena menggunakan keahlian-keahlian yang mereka miliki.  Penelitian ini merupakan jenis kualitatif melalui studi pustaka seperti buku, jurnal, skripsi, tesis dan lainnya, serta studi lapangan melalui observasi beserta wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pelaksanaan tes potential review di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru. Melalui wawancara awal dengan salah satu pegawai BSPJI Banjarbaru, bahwa subjek tersebut mengatakan masih belum terlalu mengenal diri sendiri, sehingga diperlukan kegiatan tes potential review  untuk melihat potensi apa saja yang ada pada dirinya dan dapat menumbuhkan kesadaran diri (self awareness) terhadap keahlian yang dimiliki diri sendiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di BSPJI Banjarbaru, dengan diikuti 20 orang peserta tes yang berstatus sebagai pegawai BSPJI Banjarbaru. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peserta tes mengatakan saat mengdengar hasil tes tersebut senang karena menunjukan hasil yang positif serta mengetahui potensi apa saja yang perlu ditingkatkan. Selain itu, hasil tes tersebut sesuai dengan diri sendiri, tetap juga ada potensi yang tidak disadari seperti Gaya Kepemimpinan yang Birokratis. Peserta tes mengatakan, akan mengembangkan potensi-potensi tersebut hingga dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri maupun organisasi. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu pegawai BSPJI Banjarbaru untuk menumbuhkan kesadaran diri (self awareness) terhadap potensi yang dimiliki, baik yang sudah diketahui ataupun belum diketahui. Potential Review Test For BSPJI Banjarbaru Employees in Developing Self Awareness Self awareness of each employee will have a positive impact on the agency, especially in self awareness of their potential. Being aware of the potential within oneself will help smooth an employee's performance by using the skills they have. This type of research is qualitative through literature studies such as books, journals, theses and others, as well as field studies through observations and interviews. This research aims to provide information about the implementation of potential review tests at the Banjarbaru Industrial Standardization and Services Center (BSPJI). Through an initial interview with one of the BSPJI Banjarbaru employees, the subject said that he still didn't really know himself, so a potential review test was needed to see what potential he had and to grow self-awareness regarding his own skills. Alone. This activity was carried out at BSPJI Banjarbaru, attended by 20 test participants who had the status of BSPJI Banjarbaru employees. Based on research results, test participants said that when they heard the test results they were happy because they showed positive results and knew what potential needed to be improved. Apart from that, the test results are in accordance with yourself, there is also potential that is not realized, such as a bureaucratic leadership style. Test participants said they would develop these potentials so that they could provide benefits for themselves and the organization. It is hoped that this activity can help BSPJI Banjarbaru employees to increase self-awareness regarding their potential, whether known or unknown
Edukasi Gizi Remaja dan Pencegahan Stunting Anggi Jamiyanti; Widyawati; Sri Mulyati Rahayu; Irisanna Tambunan; Eki Pratidina
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1680

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Trend masalah kesehatan pada remaja antara lain kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan, kurang energi kronis dan obesitas. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita dengan ditandai tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Penyebab stunting multidimensi dimana salah satunya adalah gizi ibu mulai dari masa remaja. Gizi Remaja putri yang buruk menyebabkan peningkatan kejadian stunting. Pengetahuan tentang gizi pada remaja sangat penting karena akan berdampak pada jangka panjang terhadap derajat kesehatan. Pengetahuan remaja yang baik tentang gizi berkolerasi dengan kesehatan dilihat dari status gizi yang juga baik. Untuk membekali remaja dalam pengetahuan gizi dan pencegahan stunting maka pengabdian masyarakat perlu dilakukan. Kegiatan bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran dalam menerapkan gizi seimbang pada remaja dan pencegahan stunting di Pesantren Yayasan Lima Menara. Pemberian edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Evaluasi pre dan post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasil yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan sebagian besar (70%) cukup, dengan nilai rata-rata 71,8. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi/penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta. Adolescent Nutrition Education and Stunting Prevention Adolescence is a transition period from children to teenagers. Trends in health problems in adolescents include iron deficiency (anemia), lack of height, chronic lack of energy and obesity. Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter body height compared to children their age. The causes of stunting are multidimensional, one of which is maternal nutrition starting from adolescence. Poor nutrition among young women causes an increase in the incidence of stunting. Knowledge about nutrition in adolescents is very important because it will have a long-term impact on health status. Adolescents' good knowledge about nutrition is correlated with health as seen from their good nutritional status. To equip teenagers with nutritional knowledge and stunting prevention, community service needs to be carried out. The activity aims to increase knowledge and awareness in implementing balanced nutrition for teenagers and preventing stunting at the Lima Menara Foundation Islamic Boarding School. Education is provided using lecture and discussion methods. Pre and post-test evaluations are carried out to determine increases in knowledge. The results obtained were that the majority (70%) had a sufficient increase in knowledge, with an average value of 71.8. This shows that education/counseling can increase the knowledge of participants.
Simulasi Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pada Masyarakat di Desa Keboireng Tulungagung Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Shulhan Arief Hidayat
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1749

Abstract

Ancaman bencana geologis seperti gempa bumi dan tsunami di Indonesia, meskipun jarang terjadi dalam skala besar dibandingkan dengan bencana hidrometeorologis, dapat menyebabkan kerusakan yang serius dan korban jiwa besar. Kesiapsiagaan yang rendah dalam menghadapi risiko bencana merupakan penyebab utama dampak negatif. Wilayah pesisir Kabupaten Tulungagung, terutama terhadap tsunami, memiliki peran sebagai pelindung alam namun juga rentan terhadap bencana. Diperlukan peningkatan pengetahuan terkait upaya mitigasi bencana tsunami di wilayah tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat tentang tanggap darurat menghadapi bencana tsunami. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode sosialisasi dan roleplay simulasi tanggap darurat bencana tsunami. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa Keboireng yang berada pada pesisir pantai gemah sebanyak 40 orang. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta akan diminta untuk mengisi kuesioner yang dibuat tentang kesiapsiagaan tanggap darurat bencana tsunami. Hasil hasil penelitian, skor pengetahuan pre-test didapatkan nilai rata-rata 74,80 dengan   nilai   minimal   dan   maksimal   67-83. Setelah   diberikan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat bencana tsunami skor pengetahuan post-test didapatkan hasil rata-rata 84,25 dengan skor minimal dan maksimal 75-95. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi dapat disimpulkan bahwa kegiatansimulasi ini terbukti sangat efektif dalam memberikan pemahaman mendalam tentang langkah-langkah setelah menerima peringatan bencana, termasuk strategi penyelamatan diri dan jalur evakuasi. Emergency Response Simulation for Tsunami Disaster in the Community of Keboireng Village, Tulungagung Geological disaster threats such as earthquakes and tsunamis in Indonesia, although occurring less frequently on a large scale compared to hydro-meteorological disasters, can cause severe damage and significant loss of life. Low preparedness in facing disaster risks is a major contributor to negative impacts. The coastal area of Tulungagung Regency, particularly in relation to tsunamis, plays a role as a natural protector but is also vulnerable to disasters. Enhancing knowledge related to tsunami disaster mitigation efforts is necessary in this area. This community service aims to improve the community's knowledge of emergency response to tsunami disasters. The implementation method involves socialization and role-play simulation of emergency response to tsunami disasters. The target participants are 40 residents of Keboireng village located on the Gemah coastal area. To assess the participants' knowledge, a questionnaire on emergency response preparedness for tsunami disasters will be administered before and after the community service. The research results show that the pre-test knowledge score averages 74.80, with a minimum and maximum score of 67-83. After receiving socialization and simulation of emergency response to tsunami disasters, the post-test knowledge score averages 84.25, with a minimum and maximum score of 75-95. Based on the activities carried out by the service team, it can be concluded that this simulation activity is proven to be highly effective in providing in-depth understanding of the steps to take after receiving disaster warnings, including self-rescue strategies and evacuation routes.
Ergonomic Education to Reduce the Risk of Musculoskeletal Disorders Indriyani Indriyani; Rury Tiara Oktariza; Noviyanti Noviyanti; Mochammad Nanda Ardani Alfath; Adinda Fatimah Azahra
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1755

Abstract

Workers are mainly human resources with a significant influence on the production process, in particular manual work. Activities in manual material handling include carrying, lifting, lowering, pushing, and pulling loads. Transport labor is one type of work that requires energy and great muscle strength and a strong physique to carry the load at work. Workers who are in the wrong position during prolonged work will increase the risk of musculoskeletal complaints. The purpose of this community service activity is to provide ergonomic education to reduce the risk of Musculoskeletal Disorders. Methods: This service activity uses counseling methods, leaflet giving, demonstrations, simulations, and discussions. The participants were given questionnaires before and after educational activities, namely ergonomics knowledge questionnaires to determine the level of ergonomics knowledge and also musculoskeletal complaint questionnaires. Results: This activity was attended by 21 participants who were all male. In the knowledge variable, the mean pre-test value was 56.67 and the post-test was 68.57. In the Musculoskeletal complaint variable, the mean pre-test value was 30.05 and the post-test was 28.76. Conclusion:  Based on the results of the pre-test and post-test, shows that ergonomics education can help improve ergonomic knowledge and reduce the risk of musculoskeletal disorders in workers.
Peningkatan Produksi Karang Hias Sistem Inventory untuk Pengembangan Desa Wisata Bahari di Pulau Karanrang, Pangkep, Sulawesi Selatan Paharuddin Paharuddin; Mauli Kasmi; Sulkifli Sulkifli; Irawan Alham; Andi Ridwan Makkulawu; Ardiansyah Ardiansyah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1762

Abstract

Program Penerapan Iptek Pengembangan Kewilayahan (PIPK) ini bertujuan untuk meningkatkan produksi karang hias melalui penerapan sistem inventori dalam rangka pengembangan Desa Wisata Bahari di Pulau Karanrang, Pangkep, Sulawesi Selatan. Potensi terumbu karang yang strategis menjadi fokus utama untuk dikembangkan melalui budidaya karang hias. Program PIPK ini dilaksanakan dengan melibatkan dua kelompok usaha kecil, UKM DEWIKAR dan UKM Rezky Bahari. Program ini juga mencakup pendampingan dalam pengadaan sumber bibit karang, teknik produksi, dan pemeliharaan berkelanjutan. Hasil Pre Test yang diberikan kepada mitra menunjukkan bahwa sebelumnya, hanya 9 dari 15 orang (60%) yang memiliki pemahaman yang umum tentang pemeliharaan karang hias pasca panen. Kemudian setelah proses pendampingan meningkat sebanyak 14 dari 15 orang (93%), terutama dalam hal legalitas saat memperoleh indukan berasal dari alam (F0) dan proses seleksi indukan berkualitas sesuai standar ekspor yang selanjutnya menjadi anakan generasi pertama (F1). Program PIPK ini mendukung konservasi lingkungan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta industri pariwisata bahari. Improving Ornamental Coral's Production by Inventory System for Development of Maritime Tourism Village in Karanrang Island, Pangkep, South Sulawesi This regional development science and technology program (PIPK) aims to increase the production of ornamental corals through the application of an inventory system in the context of developing a Maritime Tourism Village on Karanrang Island, Pangkep, South Sulawesi. The strategic potential of coral reefs is the main focus to be developed through ornamental coral cultivation. This PIPK program was implemented by involving two small business groups, namely DEWIKAR UKM and Rezky Bahari UKM. The program also includes assistance in procuring coral seed sources, production techniques, and sustainable maintenance. The results of the Pre Test given to partners showed that previously only 9 out of 15 people (60%) had a general understanding of post-harvest maintenance of ornamental corals. Then after the mentoring process, it increased to 14 out of 15 people (93%), especially in terms of legality when obtaining broodstock from nature (F0) and the process of selecting quality broodstock according to export standards which subsequently became first generation (F1) pups. This PIPK program supports environmental conservation, sustainable economic growth, and the marine tourism industry.
Strengthening Collaboration Instruments in Stunting Prevention as Implementing the Sustainable Development Goals in Malang Regency East Java Haryo Prasodjo; Najamuddin Khairur Rijal; Mohd. Agoes Aufiya; Hutri Agustino
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1764

Abstract

Sustainable Development Goals prepared by the United Nations in order to improve the welfare of people throughout the world. Of the seventeen priority programs, one of them is related to anti-poverty, anti-hunger targets and the availability of healthy and adequate sanitation. These three programs are often identified with the problem of stunting. In 2022, there will be at least 16 regencies/cities in East Java Province that will be priority areas for working on stunting and one of them is Malang Regency. Therefore, this community service aims to contribute to efforts to deal with stunting through strengthening collaboration between actors. This service partner is the Population Control and Family Planning Service the leading sector for handling stunting in Malang Regency. This community service method consists of four stages, starting from observation and documentation, followed by FGD and workshop activities, monitoring and evaluation and termination. The result of this community service is to contribute to strengthening collaboration instruments for stunting prevention in Malang Regency through the formation of cross-sectoral teams to empowering local communities  
Pemberdayaan Kelompok Remaja Melalui Edukasi dan Praktek Pengurusan Jenazah Di Desa Tolawawo Kec. Lalonggasumeeto Lilin Rosyanti; Indriono Hadi; Akhmad Akhmad; Dwiyanti Dwiyanti; Maman Indrayana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1778

Abstract

  Masa remaja didefinisikan sebagai masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, perlunya pemberdayaan remaja sebagai pendekatan untuk mendidik, menginspirasi, dan mengembangkan kapasitas diri,  untuk memaksimalkan perubahan dan dampak yang  bermanfaat bagi masyarakat.  Tujuannya ;  adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  peserta remaja mesjid dan masyarakat dewasa muda melalui pemberian  edukasi dan pelatihan pengurusan jenazah susuai protokol kesehatan. Metode yang digunakan:  Persuasif edukatif, dan praktek  dengan menggabungkan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Pelaksanaan dari tanggal 5 September-14 November, Jumlah peserta pelatihan 65 orang. Hasil : Pengetahuan, pre test, nilai kurang,  67,69%, nilai cukup, 18,46%, dan nilai baik, 13,85%.  Sedangkan post testnya  nilai kurang 1,54%, cukup 56.67 % dan nilai baik 56,92 %. Adapun nilai praktek/ketrampilan pre test nilai kurang, 67,69 %,  nilai cukup, 27,69 %,  dan nilai baik, 4,62 %, Sedangkan post testnya nilai kurang  10,77 %, cukup 36,92% dan nilai baik 52,31. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pada kegiatan pemberdayaan remaja dengan edukasi dan pelatihan jenazah Empowerment Of Adolescent Groups Through Education And Managing Corpses In Tolawwo Village, Kec. Lalonggasumeeto Adolescence is defined as a transitional period between childhood and adulthood, the need for youth empowerment as an approach to educate, inspire, and develop self-capacity, to maximize change and beneficial impact on society. objective; there is an increase in the knowledge and skills of youth participants in mosques and young adults through the provision of education and training in care corpses with health protocols. Method : Persuasive educative, and practice by combining lecture, question and answer and practice methods. Implementation from September 5 to November 14, The number of training participants is 65 people. results: Knowledge, pre test, less value, 67.69%, enough value, 18.46%, and good value, 13.85%. While the post test score is less than 1.54%, enough is 56.67% and good value is 56.92%. As for the practice/skills pre-test score, the value is less, 67.69%, the value is sufficient, 27.69%, and the value is good, 4.62%, while the post-test value is less, 10.77%, 36.92% is enough and the value is good 52,31. Conclusion: There was an increase in the participants' knowledge and skills in Adolescence empowerment activities with corpse education and training

Page 1 of 2 | Total Record : 13