cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Edukasi Kesehatan dan Pemanfaatan Herbal untuk Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi di Kabupaten Bandung Patonah Patonah; Aris Suhardiman; Lia Marliani; Purwaniati Purwaniati; Mamay M Sobandi; Jajang Japar Sodik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2128

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi kesehatan dan pemanfaatan herbal untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Kabupaten Bandung. Program ini dirancang untuk mengatasi tingginya prevalensi hipertensi melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan edukasi meliputi seminar kesehatan interaktif, demonstrasi praktis penggunaan herbal, serta skrining kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, di mana persentase peserta dengan pemahaman memadai tentang hipertensi meningkat dari 19% menjadi 72%. Selain itu, peserta mulai menerapkan perilaku hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan aktivitas fisik. Pengenalan herbal seperti jahe, kunyit, dan seledri memberikan alternatif strategi pengendalian tekanan darah yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Inisiatif ini menunjukkan efektivitas intervensi berbasis komunitas secara holistik dalam meningkatkan hasil kesehatan masyarakat dan pentingnya program edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Health Education and Herbal Utilization for Hypertension Prevention and Management in Bandung Regency This community service program focused on health education and herbal utilization for the prevention and management of hypertension in Bandung Regency. The program was designed to address the high prevalence of hypertension through promotive and preventive approaches. Activities included interactive health seminars, practical demonstrations on herbal utilization, and health screenings for blood pressure, glucose, cholesterol, and uric acid levels. The results showed a significant improvement in community knowledge, with the percentage of participants with adequate understanding of hypertension increasing from 19% to 72%. Additionally, participants adopted healthier behaviors, such as reducing salt intake and increasing physical activity. The introduction of herbal remedies, including ginger, turmeric, and celery, offered alternative strategies for blood pressure control, integrating local wisdom with modern science. This initiative demonstrated the effectiveness of holistic community-based interventions in improving public health outcomes and underscored the importance of sustainable health education programs.
Pelatihan Kelompok Usaha Petani Kopi Dengan Metode Diversifikasi Produk Komoditas Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Gonoharjo Jawa Tengah Farlin Nabila Mawarni; Suhita Whini Setyahuni; Mutiara Zahra Herawati; Fatkhiyatul Azizah; Nadya Febrianti Prayogi; Muhammad Reza Putra Kurniawan; Meilana Chorisa Nuraini
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2132

Abstract

Desa Gonoharjo yang berlokasi di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah mempunyai permasalahan rendahnya harga jual panen kopi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan desa sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual kopi melalui pengolahan produk hasil panen kopi. Pelatihan diberikan kepada 60 warga Desa Gonoharjo. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam jangka waktu dua bulan, dari bulan Juli-Agustus 2024. Pelatihan ini dilaksanakan dalam empat tahap dengan metode diversifikasi produk dan menggunakan konsep one village one product. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa produk diversifikasi kopi cascara tea, sabun kopi, diffuser kopi dan kopi bubuk. Kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan warga dalam meningkatkan daya jual produk dan pemahaman mitra mengenai nilai produk yang diukur dari peningkatan skor pre-test dan post-test dari semula adalah 62,9 menjadi 93,4 poin. Tantangan dalam kegiatan pelatihan ini adalah kurangnya akses informasi bagi mitra terkait dengan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya diperlukan pendampingan pemasaran produk usaha. Workshop on Coffee Production for Farmers Community using Product Diversification Approach in Order To Enhance The Income of Community at Gonoharjo Village, Central Java Province, Indonesia Gonoharjo Village, which is located in Kendal Regency, Central Java Province, has the problem of low selling prices for coffee harvests. This community service activity aims to provide solutions to village problems as an effort to increase the selling value of coffee through processing coffee harvested products. Training was given to 60 residents of Gonoharjo Villagers. Duration of the program itself is two months, since July to August 2024. This training was carried out in four stages using the product diversification method and using the one village one product concept. This activity produces output in the form of diversified cascara tea coffee products, coffee soap, coffee diffusers and ground coffee. This training activity was successful in increasing residents' ability to increase product selling power and partners' understanding of product value as measured by increasing pre-test and post-test scores from 62.9 to 93.4 points. This program have some challenges, such as lack of information of marketing product to the villagers, hence the marketing workshop should embedded to the community service’s program in the future.  
Peningkatan Kualitas SDM Kelompok Sadar Wisata untuk Penguatan Potensi dan Promosi Desa Berbasis Digital Dwinita Arwidiyarti; Ahmad Subki; Agus Hermanto
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2136

Abstract

Program penguatan potensi dan promosi Desa Wisata Sesaot bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan program ini melibatkan workshop dan pelatihan berbasis partisipatif, yang mencakup materi pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, pengelolaan media sosial, serta penggunaan aplikasi berbasis Android. Mitra kegiatan terdiri dari 15 anggota Pokdarwis berusia 25–35 tahun. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam pemasaran digital, tercermin dari nilai rata-rata pre-test sebesar 59,7 yang meningkat menjadi 84 pada post-test, dengan rata-rata N-Gain 0,68 (kategori sedang hingga tinggi). Selain itu, Pokdarwis berhasil mengelola akun media sosial untuk mempromosikan objek wisata dan produk UMKM, serta meluncurkan aplikasi Desa Wisata berbasis Android yang memudahkan wisatawan untuk mendapatkan informasi, membeli tiket, dan berbelanja produk lokal secara online. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas mitra serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan. Disarankan agar pemerintah desa memberikan dukungan berkelanjutan untuk memastikan komitmen pengelola dalam mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi. Improving the Quality of Human Resources of Tourism Awareness Groups to Strengthen Potential and Promote Digital-Based Villages  The program to enhance the potential and promotion of Desa Wisata Sesaot aims to strengthen the capacity of the local tourism awareness group (Pokdarwis) in utilizing digital media for promotion. The program's implementation methods involved participatory workshops and training sessions, covering digital marketing, creative content creation, social media management, and the use of Android-based applications. The program engaged 15 Pokdarwis members aged 25–35 years. The results indicated significant improvements in the participants' digital marketing skills, as reflected by an average pre-test score of 59.7, which increased to 84 in the post-test, with an average N-Gain of 0.68 (moderate to high category). Additionally, the Pokdarwis successfully managed social media accounts to promote tourist attractions and local MSME products, as well as launched an Android-based Desa Wisata application. This application provides tourists with easy access to information, online ticket purchases, and local product shopping. In conclusion, the program effectively enhanced the partners' capacity and supported sustainable development goals. It is recommended that the village government provide ongoing support to ensure the commitment of the managers in optimizing digital media as a promotional tool.
Digitalisasi dan Penerapan E-CRM dalam Pengembangan Kelompok Usaha Cemilan Khas Lombok di Desa Ombe Baru Maspaeni Maspaeni; Eluiz Yansirus Saniah; Ahmad Yani; Zaenudin Zaenudin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2152

Abstract

Kelompok Usaha Cemilan Khas Lombok adalah salah satu UMKM di Desa Ombe Baru yang dikelola oleh 10 orang warga setempat. Fokus usaha dari kelompok ini adalah cemilan atau makanan ringan seperti kerupuk makaroni besar, kerupuk makaroni kecil atau sepat, jagung pedes, kerepek singkong rasa balado, kerepek singkong orginal, kerepek sukun, kerepek pisang, kerupuk rindu, basreng, seblak dan lain-lain. Kelompok usaha ini memliki beberapa kendala diantaranya mengenai pemasaran produk yang belum menjangkau pasar yang luas, branding yang belum ada dan kuat, packaging belum dibuat dengan baik, mitra kerjasama dan kolaborasi masih kurang, loyalitas dan kepuasan pelanggan belum dapat dikeloa dan dijaga dengan baik dan lain-lain. Permasalahan ini adalah merupakan sebuah tantangan yang perlu dicari solusinya. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang yang dilakukan oleh Dosen dari Perguruan Tinggi, sangat perlu untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami kelompok usaha ini. Dengan demikian, tujuan utama dari pelaksanaan PMP  atau pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memecahkan permasalahan yang dihadapi kelompok usaha Cemilan Khas Lombok agar mampu untuk terus berinovasi dan tetap mampu bersaing di zaman yang semakin kompetitif. Digitalization and Implementation of E-CRM in the Development of Lombok's Typical Snack Business Group in Ombe Baru Village The Lombok Special Snack Business Group is one of the MSMEs in Ombe Baru Village managed by 10 residents. The focus of this group's business is snacks or light foods such as large macaroni crackers, small macaroni crackers or sepat, spicy corn, cassava crackers with balado flavor, original cassava crackers, breadfruit crackers, banana crackers, longing crackers, basreng, seblak, and others. This business group has several obstacles including product marketing that has not reached a wide market, branding that does not exist and is strong, packaging that has not been made properly, cooperation and collaboration partners are still lacking, customer loyalty and satisfaction not being managed and maintained properly, and others. This problem is a challenge that needs to be solved. For this reason, the Beginner Community Service (BCS) activity carried out by Lecturers from Universities is very necessary to help overcome the problems experienced by this business group. Thus, the main objective of implementing this BCS is to solve the problems faced by the Lombok Special Snacks business group so that they can continue to innovate and remain competitive in an increasingly competitive era.
Pelatihan Pembukuan dan Pemasaran Digital UMKM Industri Gerabah Desa Pejaten Kecamatan Kediri Tabanan Bali Ni Made Intan Priliandani; I Dewa Ayu Kristiantari; I Gusti Ayu Athina Wulandari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2154

Abstract

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM industri gerabah di Desa Pejaten, Bali, dalam manajemen keuangan, pemasaran digital, dan tata kelola perusahaan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, observasi langsung, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pembukuan sederhana (50%), penerapan kebijakan tata kelola (75%), dan interaksi pemasaran digital (25%). Selain itu, penjualan melalui platform digital meningkat sebesar 15%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam mendukung transformasi digital. Kendati demikian, masih diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan implementasi dan konsistensi strategi. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan dan integrasi teknologi dapat memberikan dampak nyata pada pertumbuhan UMKM di era digital Training on Bookkeeping and Digital Marketing for MSMEs in the Pottery Industry of Pejaten Village, Kediri District, Tabanan, Bali This training and mentoring program aims to enhance the capacity of MSMEs in the pottery industry in Pejaten Village, Bali, focusing on financial management, digital marketing, and corporate governance. The implementation methods included interactive training, direct observation, and tailored mentoring sessions. The results showed significant improvements in participants' understanding of basic bookkeeping (50%), implementation of governance policies (75%), and digital marketing engagement (25%). Additionally, online sales increased by 15%, demonstrating the effectiveness of the training in supporting digital transformation. However, ongoing support is required to ensure consistent implementation and sustainability of strategies. These findings confirm that a needs-based approach and technology integration can have a tangible impact on the growth of MSMEs in the digital era.
Peningkatan Produktivitas Usaha Kelompok Industri Pengrajin Panci Atau Dandan Khas Lombok Okki Afriwan; Nizar Hamdi; Hambali Hambali; Zaenuddin Zaenuddin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2155

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelompok pengrajin panci khas Lombok "Beriuk Maju" di Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif meliputi desain produk, manajemen usaha, pemasaran digital, dan perencanaan bisnis, dengan durasi total 24 jam selama 4 hari, diikuti oleh 12 anggota kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis produksi, manajemen keuangan, inovasi produk, serta kemampuan pemasaran menggunakan teknologi digital. Anggota juga berhasil menyusun rencana bisnis untuk pengembangan usaha jangka panjang. Kesimpulan, program ini berhasil meningkatkan kapasitas kelompok mitra, menghasilkan peningkatan kualitas produk dan daya saing di pasar. Rekomendasi mencakup pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan usaha dan memperluas dampak positif bagi masyarakat desa. Increasing the Productivity of the Industrial Group of Lombok's Typical Pot or Dandan Craftsmen This community service program aims to enhance the productivity of the "Beriuk Maju" Lombok traditional pot craftsmen group in Aik Berik Village, Central Lombok Regency. The participatory training method included product design, business management, digital marketing, and business planning, conducted over a total of 24 hours in 4 days, involving 12 group members. Results showed significant improvements in technical production skills, financial management, product innovation, and digital marketing capabilities. Participants successfully developed business plans for long-term enterprise growth. In conclusion, the program effectively enhanced the capacity of the partner group, leading to improved product quality and market competitiveness. Recommendations include ongoing mentorship to ensure sustainability and broaden the positive impact on the village community.
Peningkatan Produktivitas Usaha lndustri Manufaktur Dari Logam Melalui Digitalisasi Manajemen Pengelolaan Usaha Muhamad Ahyat; Nizar Hamdi; Hambali Hambali
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2159

Abstract

Program pemberdayaan kelompok usaha industri manufaktur logam "UD. Yariz" di Desa Paokmotong, Lombok Timur bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas mitra dalam manajemen usaha. Program ini melibatkan pelatihan berbasis pendekatan partisipatif dan metode difusi ilmu pengetahuan. Tiga aspek utama yang dilatih meliputi manajemen produksi, manajemen keuangan, dan pemasaran berbasis teknologi informasi. Evaluasi dilakukan dua kali dalam satu bulan untuk menilai efektivitas pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan mitra. Pada aspek produksi, pemahaman mitra meningkat sebesar 20% dalam hal rencana produksi, penjadwalan, pengendalian mutu, dan diversifikasi produk. Dalam manajemen keuangan, mitra mampu membuat laporan keuangan sederhana. Sementara itu, pada pemasaran, mitra berhasil mengembangkan media promosi digital dan memperluas jaringan usaha. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas usaha mitra secara menyeluruh. Rekomendasi diberikan untuk melanjutkan pendampingan dalam teknologi pemasaran digital dan inovasi produk. Improving the Productivity of Metal Manufacturing Industry Enterprises Through the Digitalization of Business Management  The empowerment program for the metal manufacturing industry group "UD. Yariz" in Paokmotong Village, Lombok Timur, aims to enhance the productivity and capacity of its partners in business management. The program utilized a participatory approach and knowledge diffusion methods, focusing on training in three key areas: production management, financial management, and technology-based marketing. Evaluations were conducted twice a month to assess the training's effectiveness. The results indicated significant improvements in partners' understanding and skills. In production management, participants showed a 20% increase in comprehension regarding production planning, scheduling, quality control, and product diversification. In financial management, partners gained the ability to create basic financial reports. Additionally, in marketing, they successfully developed digital promotional media and expanded their business networks. In conclusion, the program effectively enhanced the overall business capacities of the participants. It is recommended to continue supporting digital marketing technologies and product innovation to sustain these outcomes
Edukasi Financial Intelligence pada UMKM di Desa Lero Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Ira Nuriya Santi; Muslimin Muslimin; Zakiyah Zahara; Darman Darman; Wiri Wirastuti; Farid Farid; Sri Wanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2160

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi dan mempelajari keahlian dasar yang berkaitan dengan pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan pinjaman. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan pencatatan keuangan. Temuan utama kegiatan ini adalah masih rendahnya pemahaman tentang kecerdasan mengelola keuangan (financial intelligence) di Desa Lero Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala disebabkan oleh tingkat pendidikan mereka yang rendah, keterbatasan ekonomi dan lingkungan tempat tinggal sehingga menjadikan mereka kekurangan pengetahuan terhadap keuangan. Implikasi kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta dapat meningkatkan kemampuan literasi terkait pencatatan keuangan. Dari kegiatan tersebut diharapkan masyarakat Desa Lero memiliki kecerdasan dalam mengelola keuangan. Financial Intelligence Education for SMEs in Lero Village, Sindue District, Donggala Regency The purpose of this activity is to educate and learn basic skills related to income, expenses, savings, and loans. The methods used are lectures and financial recording assistance. The main findings of this activity are the low understanding of financial intelligence in Lero Village, Sindue District, Donggala Regency due to their low level of education, economic limitations, and residential environment, which makes them lack knowledge about finance. The implications of this community service activity provide understanding to micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and can improve literacy skills related to financial recording. From this activity, it is hoped that the people of Lero Village will have intelligence in managing finances.
Pelatihan Guru IPA SMP dalam Membuat Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Culturally Responsive Teaching: Upaya Mewujudkan Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional Tutut Nurita; Erman Erman; Enny Susiyawati; Ahmad Fauzi Hendratmoko; Sapti Puspitarini
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2173

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru IPA SMP dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan melibatkan 45 guru anggota MGMP IPA Kabupaten Pasuruan menggunakan desain one-group pretest-posttest. Metode pelatihan terdiri dari blended learning yang mencakup workshop luring dan pendampingan daring melalui Google Classroom. Kegiatan melibatkan pengenalan CRT, praktik penyusunan LKPD, hingga pengunggahan karya di Platform Merdeka Mengajar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru, dengan skor rata-rata posttest berada di kategori sangat baik (55,56%). Keterampilan guru dalam menyusun LKPD berbasis CRT juga meningkat, terutama dalam aspek integrasi budaya lokal dan strategi pembelajaran. Pembahasan mengungkapkan perlunya pendampingan berkelanjutan untuk penguasaan prinsip CRT. Rekomendasi mencakup penguatan pelatihan pada aspek integrasi budaya dan kolaborasi guru-peserta didik untuk efektivitas pembelajaran berbasis budaya. Training of Junior High School Science Teachers in Creating Student Worksheets Based on Culturally Responsive Teaching: Efforts to Realize the Implementation of the Independent Curriculum as a National Curriculum Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru IPA SMP dalam This program aimed to enhance junior high school science teachers' knowledge and skills in developing Student Worksheets (LKPD) based on Culturally Responsive Teaching (CRT) to support the implementation of the Independent Curriculum. The program engaged 45 teachers from the MGMP IPA in Pasuruan Regency, using a one-group pretest-posttest design. The training method combined blended learning, including face-to-face workshops and online mentoring via Google Classroom. Activities included CRT introduction, LKPD design practice, and uploading teacher-created worksheets to the Merdeka Mengajar Platform. The results showed a significant improvement in teachers’ knowledge, with an average posttest score categorized as excellent (55.56%). Teachers’ skills in developing CRT-based LKPD also improved, especially in integrating local cultural values and implementing teaching strategies. The discussion highlighted the need for continuous mentoring to deepen understanding of CRT principles. Recommendations include strengthening training in cultural integration aspects and fostering teacher-student collaboration for more effective culturally-based learning.  
Pengolahan Jamur Tiram Sebagai Alternatif Makanan Bernutrisi dengan Eksplorasi Rasa dan Tekstur Jamur Crispi Tries Ellia Sandari Sandari; Ida Ayu Nuh Kartini; Pramita Studiviany Soemadijo; Rini Rahayu Sihmawati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Informasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (SILPM) di Kelurahan Sempaja Timur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui digitalisasi manajemen data, pemantauan kegiatan, dan kolaborasi. Mitra utama adalah LPMK Sempaja Timur, yang berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 100% anggota LPM yang dilatih mampu mengoperasikan sistem informasi, serta 90% responden merasa terbantu dalam mengakses informasi dan pelaporan melalui SILPM. Sistem ini berhasil mendigitalisasi 95% data anggota dan mencatat 80% laporan kegiatan secara real-time. Kesimpulannya, digitalisasi manajemen LPM mendukung peningkatan transparansi, efisiensi program, dan keterlibatan masyarakat. Rekomendasi mencakup pelatihan lanjutan, pemantauan keberlanjutan sistem, dan integrasi dengan program pemberdayaan lainnya. Implementation of the East Sempaja LPM Information System as an Acceleration of Increasing Community Welfare This study aims to implement the Community Empowerment Institution Information System (SILPM) in East Sempaja Village to enhance community welfare through digitalized data management, activity monitoring, and collaboration. The main partner is the East Sempaja Community Empowerment Institution (LPMK), actively involved in planning and execution. The participatory method included socialization, training, technology application, and monitoring and evaluation. The results demonstrate significant improvements, with 100% of trained LPM members able to operate the information system and 90% of respondents finding it beneficial for accessing information and reporting. The system successfully digitalized 95% of member data and recorded 80% of activity reports in real-time. In conclusion, LPM management digitalization supports enhanced transparency, program efficiency, and community engagement. Recommendations include advanced training, system sustainability monitoring, and integration with other empowerment programs.