cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Bagi Guru SMA Negeri 19 Surabaya Ribut Surjowati; Bekti Wirawati; Wahyun Bardianing; Ratu Tria; Bintang Yusma; Shafira Aulia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2013

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PBL) oleh para guru, dengan dukungan media pembelajaran Prezi Video yang menarik. Program ini diikuti oleh 17 guru dari berbagai disiplin ilmu, dengan fokus pada presentasi interaktif, sesi diskusi, dan pendampingan. Pelatihan dilaksanakan secara luring, meliputi pemberian materi, diskusi, dan bimbingan individu. Berdasarkan evaluasi kuantitatif, 85% peserta berhasil membuat video berbasis Prezi, menunjukkan peningkatan pemahaman dan motivasi di kalangan guru. Tingkat kepuasan peserta tinggi, dengan 16 dari 17 guru menyatakan materi yang disampaikan jelas dan relevan. Hasil kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam mendorong penerapan pembelajaran inovatif. Kesimpulannya, pelatihan ini membuktikan bahwa PBL yang didukung oleh media digital seperti Prezi dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru. Rekomendasi ke depan mencakup penggunaan alat digital lainnya dan memperpanjang waktu pelatihan untuk penerapan praktik yang lebih mendalam. The Implementation of Innovative Learning Models for Teachers of SMA Negeri 19 Surabaya This activity's objective is to enhance teachers' understanding and application of project-based learning (PBL) supported by Prezi Video as an engaging instructional media. The program was attended by 17 teachers across various disciplines, focusing on interactive presentations, discussions, and mentoring. Conducted offline, the training included material delivery, discussion sessions, and individual guidance. Based on the quantitative evaluation, 85% of participants successfully created Prezi-based videos, highlighting an increase in understanding and motivation among teachers. Participant satisfaction was high, with 16 out of 17 reporting clear and relevant material presentation. The session results indicate the effectiveness of this approach in fostering innovative learning applications. In conclusion, this training demonstrates that PBL supported by digital media like Prezi can enhance teachers' instructional skills. Future recommendations include expanding to other digital tools and extending training time for better hands-on application.
Pelatihan Guru IPA SMP Mendesain Media Praktikum Berbasis Physics Education Technology Di Kabupaten Konawe Amiruddin Takda; Muh Anas; Hunaidah Hunaidah; Erniwati Erniwati; La Maronta Galib; Luh Sukariasih; Syarifuddin Syarifuddin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.2017

Abstract

Program kemitraan masyarakat internal (PKMI) dari LPPM UHO mengatasi masalah yang dihadapi oleh guru sains SMP di Kabupaten Konawe, yang jarang melakukan eksperimen, terutama selama pandemi Covid-19. Kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi laboratorium virtual dan peralatan laboratorium sekolah yang tidak memadai menjadi kendala utama. PKMI bertujuan untuk melatih guru-guru ini merancang media praktikum sains berbasis Physics Education Technology (PhET) Simulation. Pelatihan yang diadakan pada tanggal 7 Oktober 2022 di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Anggaberi ini diikuti oleh 19 peserta. Metode pelatihan meliputi tiga tahap: perencanaan (Plan), pelaksanaan (Do), dan refleksi (See). Analisis awal menunjukkan bahwa 78,9% peserta belum pernah menggunakan PhET untuk praktikum sains. Setelah pelaksanaan PKMI, 78,9% peserta menganggap materi pelatihan sangat membantu dalam mengatasi masalah praktikum sains. Selain itu, 73,7% menganggap materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan pengajaran sains saat ini. Kemampuan peserta dalam merancang eksperimen berbasis PhET dikategorikan sangat baik (52,6%), baik (31,6%), dan cukup baik (15,8%). Respon peserta terhadap pelaksanaan PKMI sangat positif, dengan 78,9% menyatakan sangat puas. Keberhasilan ini didukung oleh kemampuan tim PKM dalam membimbing peserta, yang dinilai sangat mampu oleh 84,2% peserta.  Training Junior High School Science Teachers to Design Practical Media Based on Physics Education Technology in Konawe Regency The internal community partnership program (PKMI) from LPPM UHO addresses issues faced by junior high school science teachers in Konawe Regency, who rarely conduct experiments, especially during the Covid-19 pandemic. Teachers' lack of ability to use virtual laboratory technology and insufficient school laboratory equipment were significant obstacles. PKMI aimed to train these teachers to design science practical media based on Physics Education Technology (PhET) Simulation. The training, held on October 7, 2022, at SMP Negeri 1 Anggaberi's Computer Laboratory, involved 19 participants. The method included three stages: planning (Plan), implementation (Do), and reflection (See). Initial analysis showed that 78.9% of participants had never used PhET for science practicums. After PKMI implementation, 78.9% of participants found the training material very helpful in addressing science practicum issues. Additionally, 73.7% deemed the training material highly suitable for current science teaching needs. Participants' ability to design PhET-based experiments was categorized as very good (52.6%), good (31.6%), and quite good (15.8%).The participants' response to PKMI implementation was overwhelmingly positive, with 78.9% expressing high satisfaction. This success is attributed to the PKM team's capability, rated very capable by 84.2% of participants.
Edukasi Pengendalian Hipertensi pada Lansia dengan “Menari” Makan Benar Tensi Normal Sada Rasmada; Mateus Bagas Nugroho Jati; Paramitha Wirdani Ningsih Marlina; Agnes Maharani Puji Wulandari; Aloysius Prima Cahya Miensugandhi; Damelya Patricksia Dampang
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2034

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang pengendalian hipertensi melalui kebiasaan makan yang tepat dengan tema "Menari: Makan Benar Tensi Normal." Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat dan melibatkan 33 peserta lansia dari wilayah Johar Baru, Jakarta. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan, sesi edukasi, serta monitoring dan evaluasi (monev) setelahnya. Pada sesi edukasi yang dilaksanakan pada tanggal 8 November 2022, peserta menerima informasi mengenai pencegahan hipertensi, pilihan makanan yang tepat, dan metode memasak yang benar melalui penggunaan poster dan mini-poster. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di antara peserta, dengan persentase peserta yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 78,8% sebelum edukasi menjadi 97% setelahnya. Evaluasi yang dilakukan satu minggu kemudian melalui wawancara telepon mengonfirmasi bahwa peserta mengingat informasi yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dibuktikan melalui catatan pola makan mereka. Kesimpulannya, intervensi edukasi ini secara efektif meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pengelolaan hipertensi. Studi ini merekomendasikan program edukasi yang rutin dan monitoring yang konsisten untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil kesehatan lansia. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi edukasi semacam ini terhadap pengendalian hipertensi dan kesehatan secara keseluruhan pada populasi lansia. Education on Controlling Hypertension in the Elderly by “Menari”: Makan Benar, Tensi Normal  This community service activity aimed to educate elderly individuals about hypertension control through proper dietary habits, themed "Menari: Makan Benar Tensi Normal." The program was conducted in collaboration with local healthcare professionals and involved 33 elderly participants from the Johar Baru area of Jakarta. The method included preparatory steps, educational sessions, and subsequent monitoring and evaluation (monev). During the educational sessions, held on November 8, 2022, participants received information on hypertension prevention, appropriate food choices, and cooking methods through the use of posters and mini-posters. Results indicated a significant improvement in knowledge among participants, with the percentage of those with good knowledge increasing from 78.8% before the education to 97% afterward. The evaluation, conducted one week later through telephone interviews, confirmed that the participants retained the information and applied it in their daily lives, as evidenced by their dietary recalls. In conclusion, the educational intervention effectively increased the knowledge of elderly participants regarding hypertension management. The study recommends regular educational programs and consistent monitoring to sustain and improve the health outcomes of the elderly. Further research could explore the long-term impact of such educational interventions on hypertension control and overall health in elderly populations.
Pelatihan Menggunakan Question.AI dalam Membantu Bapak/Ibu Warga Aik Are Mendampingi Belajar Anaknya di Rumah Baiq Rina Amalia Safitri; M Fuaddunazmi; Wirawan Putrayadi; Jarir Jarir
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2035

Abstract

Pelatihan penggunaan aplikasi Question.AI di Dusun Aik Are bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi warga dalam mendampingi pembelajaran anak-anak di rumah, khususnya pada mata pelajaran matematika. Metode pelaksanaan mencakup pendataan peserta, sosialisasi, dan pelatihan langsung dengan pendekatan direct instruction. Kegiatan ini melibatkan fasilitator dari Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) yang memberikan panduan teknis, mulai dari instalasi aplikasi hingga penggunaannya. Mitra utama pelatihan adalah warga Dusun Aik Are yang memiliki keterbatasan akses teknologi pendidikan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi Question.AI, dengan 100% peserta menyatakan pelatihan efektif membantu instalasi dan penggunaan aplikasi. Dampak positif mencakup meningkatnya kepercayaan diri warga dalam mendampingi pembelajaran anak-anak dan terciptanya budaya belajar berbasis teknologi di rumah. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi teknologi warga dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas. Rekomendasi meliputi perluasan materi pelatihan untuk mencakup aplikasi pembelajaran lain dan evaluasi keberlanjutan dampak pelatihan. Training Using Question.AI to Help Aik Are Residents Accompany Their Children's Learning at Home The training on using the Question.AI application in Dusun Aik Are aimed to enhance the community's technological literacy in supporting their children's learning at home, particularly in mathematics. The implementation methods included participant data collection, socialization, and hands-on training using the direct instruction approach. Facilitators from Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) provided technical guidance, from app installation to its usage. The primary partners for the training were the residents of Dusun Aik Are, who faced limited access to educational technology. The results showed improved participant proficiency in using the Question.AI application, with 100% of participants affirming the training's effectiveness in assisting installation and application use. Positive impacts included increased confidence among residents in guiding their children's learning and the establishment of a technology-based learning culture at home. In conclusion, this training successfully improved technological literacy and delivered long-term benefits for the community. Recommendations include expanding the training materials to cover other educational applications and evaluating the sustainability of the training's impact.
Edukasi Rekam Medis Elektronik Sebagai Upaya Transformasi Kesehatan Digital Di Puskesmas Selogiri Rika Andriani; Julia Pertiwi; Arifatun Nisaa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2036

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pengabdian masyarakat di Puskesmas Selogiri adalah kurangnya pemahaman staf terhadap implementasi rekam medis elektronik (RME). Hal ini diperparah oleh minimnya partisipasi staf dalam sosialisasi dan pelatihan terkait RME yang diselenggarakan oleh dinas kesehatan dan organisasi profesi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman staf Puskesmas Selogiri tentang RME untuk mendukung transformasi kesehatan digital. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode penyuluhan yang melibatkan tahapan identifikasi permasalahan, persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah seluruh staf Puskesmas Selogiri, termasuk kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan staf administrasi. Sebanyak 63 orang terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari berbagai profesi seperti dokter, perawat, dan staf lainnya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman staf terhadap RME. Data kuantitatif dari pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai total dari 46,17 menjadi 88,35. Data kualitatif dari diskusi dan observasi mengindikasikan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi pelatihan.  Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman staf mengenai RME, yang dapat mendukung keberhasilan implementasi RME di Puskesmas Selogiri. Rekomendasi yang dihasilkan adalah perlunya pelatihan lanjutan mengenai alih media dari rekam medis berbasis kertas menjadi elektronik untuk memastikan kelancaran implementasi dan keberlanjutan program. Pelatihan tambahan juga dapat meningkatkan kesiapan dan keterampilan staf dalam menghadapi tantangan teknologi kesehatan di masa depan. Electronic Medical Records Education to Accelerate Digital Health Transformation at Selogiri Community Health Center  The main issue addressed in the community service program at Selogiri Community Health Center was the limited understanding of staff regarding the implementation of electronic medical records (EMR). This issue was exacerbated by the low participation of staff in EMR-related training and socialization conducted by health authorities and professional organizations. The goal of this initiative was to enhance the knowledge and understanding of Selogiri Community Health Center staff about EMR to support digital health transformation. The implementation method employed was the counseling method, involving stages of problem identification, preparation, implementation, monitoring, and evaluation.The partners involved in this activity were the entire staff of Selogiri Community Health Center, including the head of the health center, healthcare professionals, and administrative staff. A total of 63 participants were involved, comprising various professions such as doctors, nurses, and other staff members. The results of this program indicated a significant increase in staff understanding of EMR. Quantitative data from pre-test and post-test assessments showed an increase in the average total score from 46.17 to 88.35. Qualitative data from discussions and observations indicated increased enthusiasm and active participation among participants during the training sessions.The conclusion of this program is that the counseling method is effective in improving staff understanding of EMR, which can support the successful implementation of EMR at Selogiri Community Health Center. The recommendations derived from this activity include the need for further training on the transition from paper-based medical records to electronic records to ensure the smooth implementation and sustainability of the program. Additional training can also enhance staff readiness and skills in facing future challenges related to health technology.
Strategi Peningkatan Penjualan Melalui Media Sosial Instagram Pasar Trans Data Pada UMKM Kripik Talas Sanggulara di Desa Padende Winny Adriyanti Utami; Maskuri Sutomo; Ponirin Ponirin; Mohammad Ega Nugraha
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2039

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penjualan UMKM Kripik Talas Sanggulara di Desa Padende melalui promosi media sosial Instagram Pasar Trans Data. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemilik usaha, Bapak Andi, dengan total satu mitra yang terlibat langsung dalam proses observasi dan wawancara. Metode pelaksanaan meliputi observasi mendetail dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi tantangan serta peluang pemasaran yang ada. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk merumuskan strategi pemasaran digital yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penjualan setelah dilakukan promosi melalui Instagram. Pemasukan bulanan meningkat dari Rp 150.000 pada bulan Oktober menjadi Rp 300.000 pada bulan Januari. Feedback positif dari konsumen juga meningkat, memperkuat citra dan reputasi merek. Jangkauan pasar yang lebih luas berhasil dicapai, menjangkau konsumen di luar daerah operasional utama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa promosi melalui media sosial Instagram efektif dalam meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pasar, dan membangun reputasi merek. Rekomendasi untuk UMKM adalah untuk terus memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi utama, dengan fokus pada konten yang menarik dan interaksi aktif dengan konsumen untuk menjaga momentum pertumbuhan penjualan. Strategy to Increase Sales Through Instagram Social Media Pasar Trans Data on Sanggulara Taro Chips UMKM in Padende Village  The objective of this research is to enhance the sales of the Sanggulara Taro Chips UMKM in Padende Village through social media promotion on Instagram by Pasar Trans Data. The partner in this activity is the business owner, Mr. Andi, with one partner directly involved in the observation and interview process. The implementation method includes detailed observation and in-depth interviews to identify existing marketing challenges and opportunities. The obtained data is then analyzed to formulate an effective digital marketing strategy. The results of the research show a significant increase in sales after the promotion on Instagram. Monthly revenue increased from Rp 150,000 in October to Rp 300,000 in January. Positive feedback from consumers also increased, strengthening the brand image and reputation. A wider market reach was achieved, extending to consumers beyond the primary operational area. The conclusion of this research is that promotion through Instagram social media is effective in increasing sales, expanding market reach, and building brand reputation. The recommendation for UMKM is to continue utilizing social media as the primary promotional tool, focusing on engaging content and active interaction with consumers to maintain sales growth momentum
Penguatan Kapasitas Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Praya Barat Daya Rindawan Rindawan; Johan Irmansyah; Edi Kurniawan; Rusdiana Yusuf; Adi Suriatno
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2043

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Mitra dalam program ini adalah sepuluh sekolah dasar dengan total partisipasi 50 guru. Metode pelaksanaan melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan, pelatihan intensif, pendampingan mentor-mentee, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknologi para guru. Sebelum pelatihan, 75% guru kurang percaya diri menggunakan aplikasi pembelajaran, namun setelah pelatihan, lebih dari 85% guru merasa lebih percaya diri dan terampil. Selain itu, partisipasi dan hasil belajar siswa juga meningkat, dengan nilai rata-rata kelas meningkat sekitar 15%. Rekomendasi dari program ini adalah pentingnya penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan institusi pendidikan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan keterampilan teknologi di kalangan guru, menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan interaktif bagi siswa. Strengthening Teacher Capacity in Technology-Based Learning in Elementary Schools in Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency The purpose of this Community Service (PKM) activity is to improve teacher competence in technology-based learning in elementary schools in Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency. Partners in this program are ten elementary schools with a total participation of 50 teachers. The implementation method involves needs analysis, planning, intensive training, mentor-mentee assistance, and ongoing evaluation. The results show a significant increase in teachers' technology skills. Before the training, 75% of teachers were less confident in using learning applications, but after the training, more than 85% of teachers felt more confident and skilled. In addition, student participation and learning outcomes also increased, with the average class score increasing by around 15%. The recommendations of this program are the importance of providing adequate technology infrastructure, ongoing training, and support from educational institutions to ensure the sustainability and effectiveness of the use of technology in learning. The holistic and collaborative approach applied has proven effective in bridging the gap in technology skills among teachers, creating a more dynamic and interactive learning environment for students.  
Penyuluhan dan Mentoring Rencana Bisnis BMK bagi UMKM di Desa Grajagan dan Bangsring Muthmainnah Muthmainnah; Putri Wulandari; Ahmad Ainun Najib; Sela Rachmawati; Tiara Tiara; Riyanto Efendi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.2056

Abstract

Bisnis model kanvas (BMK) adalah sebuah metode alternatif yang digunakan untuk mendapatkan perencanaan bisnis strategis dan pengambilan keputusan strategis yang perlu dilaksanakan agar suatu usaha dapat terus berkembang. Sayangnya, pelaku UMKM di Desa Grajagan dan Bangsring belum mengenal bisnis model kanvas untuk usaha mereka. hal ini disebabkan mereka hanya mengandalkan pengetahuan umum maupun pengetahuan turun-temurun dari orang tua dan sanak kerabat dalam menjalankan usahanya padahal persaingan dalam bisnis umkm saat ini semakin ketat sehingga diperlukan perencanaan bisnis yang baik. Mitra kegiatan penyuluhan dan mentoring rencana bisnis BMK ini adalah 30 pelaku UMKM di Desa Grajagan dan Bangsir dengan tujuan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan pelaku UMKM mengenai rencana bisnis BMK. Kegiatan ini juga membantu ke 30 pelaku UMKM tersebut untuk mengenali potensi dan tantangan bisnis yang mereka hadapi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan mentoring.  Berdasarkan hasil pre tes dan post tes saat penyuluhan 90% peserta mampu memahami rencana bisnis BMK. Perbandingan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan meningkat dari rerata nilai 33,16 menjadi 90. Selain itu, selama mentoring 80% peserta puas dengan kegiatan mentoring. Dengan hasil ini para pelaku umkm direkomendasikan untuk mengimplementasikan rencana bisnis BMK untuk pengembangan usahanya yang berkelanjutan. Counseling and Mentoring on Rencana bisnis BMK for UMKM in Grajagan and Bangsring Villages The Bisnis Model Kanvas (BMK) is an alternative method used to obtain strategic rencana bisnisning and make strategic decisions that need to be implemented so that a business can continue to grow. Unfortunately, MSMEs in Grajagan and Bangsring Villages are not yet familiar with the canvas business model for their businesses. This is because they only rely on general knowledge and knowledge passed down from parents and relatives to run their business, even though competition in the MSME business is currently getting tougher, so good rencana bisnisning is needed. The partners for this BMK rencana bisnis outreach and mentoring activity are 30 MSME players in Grajagan and Bangsir Villages with the aim of increasing the literacy and ability of MSME players regarding BMK rencana bisniss. This activity also helped the 30 MSMEs to recognize the business potential and challenges they faced. The methods used are counseling and mentoring.  Based on the results of the pre-test and post-test during the counseling, 90% of participants were able to understand BMK's rencana bisnis. The comparison of participants' level of understanding before and after the activity increased from a mean value of 33.16 to 90. In addition, during mentoring 80% of participants were satisfied with the mentoring activity. With these results, MSME players are recommended to implement the BMK rencana bisnis for sustainable business development.
Edukasi Pentingnya Ketersediaan Database Terhadap Efektivitas Kinerja Kelurahan Tatura Selatan Novi Andriani; Bakri Hasanuddin; Lina Mahardiana; Pricylia Chintya Dewi Buntuang
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2059

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk edukasi pentingnya penggunaan database terhadap kinerja kelurahan Tatura Selatan. Fokus utama adalah pada bagaimana database dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data, pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta keamanan data di kelurahan tersebut. Pendekatan pengabdian ini adalah sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan database secara signifikan meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mengurangi kesalahan dan duplikasi informasi. Pelayanan publik menjadi lebih responsif dan tepat waktu, berkat akses cepat terhadap data yang relevan. Selain itu, database memungkinkan analisis data yang mendalam, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan strategis. Keamanan data juga meningkat dengan adanya fitur perlindungan yang kuat, menjaga informasi sensitif dari akses tidak sah. Secara keseluruhan, implementasi database di kelurahan Tatura Selatan berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan, berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat setempat. Education on the Importance of Database Availability for the Effectiveness of South Tatura Village Performance Community service aims to educate the Tatura Selatan urban village on the importance of database usage for improving performance. The main focus is on how databases can enhance the efficiency of data management, public services, decision-making, and data security in the village. The approach of this service is socialization. The results of the service showed that the use of databases significantly increases the efficiency of data management and reduces errors and duplication of information. Public services become more responsive and timely thanks to quick access to relevant data. Additionally, databases enable in-depth data analysis, supporting better and more strategic decision-making. Data security is also improved with strong protection features, safeguarding sensitive information from unauthorized access. Overall, the implementation of the database in Tatura Selatan successfully improved operational efficiency and service quality, contributing to the well-being of the local community.    
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Implementasi Program Kelurahan Cantik Zikri Iman Gifari; Risnawati Risnawati; Bakri Hasanuddin; Pricylia Chintya Dewi Buntuang
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2060

Abstract

Studi ini ingin melihat bagaimana permberdayaan Sumber Daya Manusia dalam mendukung proses implementasi Program Kelurahan Cantik pada setiap tingkatan RT di Kelurahan Tatura Selatan. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan data statistik bagi para ketua RT yang berjumlah 25 orang dan pejabat kelurahan, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam mengelola administrasi dan membuat keputusan berdasarkan data. Hasil studi menunjukkan bahwa program ini memberikan berbagai manfaat penting seperti peningkatan kualitas layanan publik, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, partisipasi aktif masyarakat, pengembangan inovasi lokal, dan penguatan kapasitas administratif. Walaupun begitu, tantangan seperti keterbatasan teknologi dan keterampilan SDM tetap menjadi kendala yang perlu diatasi. Pengabdian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kontribusi pemberdayaan SDM melalui program Kelurahan Cantik ini terhadap peningkatan kinerja pemerintah dalam hal ini kelurahan, serta membangun daya inovasi sumber daya manusia dalam bekerja. Empowerment of Human Resources to Support the Implementation of the “Kelurahan Cinta Statistik” Program This study aims to explore how Human Resource empowerment supports the implementation of the Kelurahan Cantik Program at each RT level in Kelurahan Tatura Selatan. The program's goal is to enhance the understanding and skills of the 25 RT heads and sub-district officials in using statistical data, enabling them to manage administration more effectively and make data-driven decisions. The study's results indicate that the program provides several significant benefits, including improved public service quality, more efficient resource use, active community participation, local innovation development, and strengthened administrative capacity. However, challenges such as technological limitations and gaps in human resource skills remain obstacles that need to be addressed. This initiative offers a deep understanding of how Human Resource empowerment through the Kelurahan Cantik Program contributes to improving local government performance and fostering human resource innovation in their work.