cover
Contact Name
Heri Budiawan
Contact Email
jurnal.balarea@umtas.ac.id
Phone
+6282316127727
Journal Mail Official
jurnal.balarea@umtas.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Jl. Tamansari Km 2,5 Kota Tasikmalaya, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
balarea
ISSN : -     EISSN : 2961760X     DOI : https://doi.org/10.35568/balarea.v4i1
Balarea adalah jurnal pengabdian masyarakat yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Dengan hadirnya Jurnal ini, diharapkan akan menjadi sarana publikasi ilmiah bagi dosen, mahasiswa, dan pakar kesehatan dengan scope kegiatan-kegiatan dengan tema pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Articles 47 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN CARE GIVER DALAM MERAWAT PASIEN DENGANGANGGUAN JIWA DI LEMBAGA SOSIAL REHABILITASI PENDERITA GANGGUANJIWA MENTARI HATI Neni Sholihat; Indra Gunawan; Nia Restiana; Rosy Rosnawanti; Saryomo Saryomo
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi yang seimbang antara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu dapat mengatasi persoalan hidup, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya. Apabila individu tidak mampu unuk beradaptasi dengan kondisi sekitarnya maka individu tersebut dapat mengalami ganguan jiwa. Berdasarkan data hasil Riskedas tahun 2013 mengenai prevalansi penderita gangguan jiwa di Indonesia, ditemukan sekitar 6% penduduk Indonesia mengalami gangguan emosional dan sekitar 1.7 % mengalami gangguan jiwa berat. Sedangkan di Jawa Barat prevalansi gangguan jiwa mencapai 1.6 % dan di Kota Tasikmalaya sebanyak 171 penderita. Gangguan jiwaini disebabkan oleh faktor biologi, psikologis dan sosial budaya. Selain itu masalah kesehatan jiwa juga muncul diakibatkan oleh penyediaan perawatan pada pasien dengan gangguan jiwa yang tidak memadai khususunya di kota kecil atau di perdesaan. Pasien dengan gangguan jiwa kronis memerlukan pengelolaan perawatan yang melibatkan berbagai elemen dalam proses penyembuhan pasien seperti keluarga, komunitas dan care giver agar pengelolaan kilnisnya menunjukan perbaikan.
PENGABDIAN MASYRAKAT TENTANG KESEHATAN JIWA PADA REMAJA SMP DAN SMA DI WILAYAH PUSKESMAS TAMANSARI Rossy Rosnawanty; Neni Sholihat; Saryomo Saryomo; Nia Restiana; Qonita Chairun Nissa; Gandi Sukma Nugraha; Fani Sulistian; Fitri Nurlina; Dede Elvan Rispandi
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Remaja dikatakan sebagai masa kritis, dimana pada usia ini Remaja mulai mencari jati dirinya. Masalah-masalah yang terjadi pada remaja antara lain tidak punya gaya sendiri, takut menyampaikan ide, mudah tersinggung, kurang percaya diri, malu bergaul, minder, suka menyendiri, melamun, ide bertentangan dengan orang tua, punya aturan sendiri yang tidak sesuai dengan orang tua, ragu dengan cita-cita, tidak punya harapan, mudah putus asa, sampai dengan pergaulan bebas dan terjerumus dalam narkoba. Maka untuk menghindari dan mengatasi dampak penyimpangan tersebut diperlukan suatu wadah agar dapat mewujudkan sumberdaya yang tidak hanya sehat secara fisik saja tetapi juga mental dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal melalui upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan jiwa yang terus menerus melalui pendidikan kesehatan jiwa pada remaja
PENYULUHAN MASYRAKAT TENTANG EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Ida Herdiani; Oni Sahroni; Usman Sasyari; Titin Suhartini; Ihsan Ihsan; Sania Maulida; Muhammad Dinnar; Ade Isna; Risti Supriatiningsih; Risma Siti Nurhamanah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the covid-19 virus outbreak in a number of regions in Indonesia is very worrying for all levels of society, including its spread in the City of Tasikmalaya. In the context of preventing and controlling the virus, the government applies health protocols for the community in public places and facilities. The working area of the Tamansari Health Center is an area where the community is still less aware of complying with health protocols as evidenced by the large number of people who do not wear masks and crowd in public facilities. With these conditions, it will facilitate the transmission of the Covid-19 virus. By looking at these conditions, we will conduct education on health protocols during the adaptation period of new habits, which is the government's effort to break the chain of transmission of the Covid -19 virus.
EDUKASI HAND HYGIENE SEBAGAI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM MENGHADAPI ADAPTASI KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Hani Handayani; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Rossy Rosnawanty; Fitri Nurlina; Yuyun Solihatin; Neni Nurhasanah; Ucu Rikmal; Alma Nurazmi Syahidah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah jenis virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini bermula dari Cina. Novel corona virus merupakan salah satu keluarga dengan virus penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Tanda dan gejala umum infeksi Covid19 antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui sentuhan fisik dan cairan batuk/bersin. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur. Berdasarkan hal tersebut edukasi hand hygiene sebagai penerapan protocol kesehatan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru pandemic covid.19 di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya.
SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA PADA MASYARAKAT DESA SINDANG JAYA KECAMATAN CIKALONG Hani Handayani; Yuyun Sholihatin; Asep Setiawan; Ida Herdiani; Hana Ariyani; Miftahul Falah; Bayu Brahmantia; Neni Sholihat; Saryomo Saryomo; Rossy Rosnawanty; Indra Gunawan; Neni Nuraeni; Ida Rosidawati; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Tatang Kusmana; Fitri Nurlina; Lilis Lismayanti; Nia Restiana; Usman Sasyari; Oni Sahroni
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadikannya sebagai negara yang memiliki lebih kurang 17.504 buah pulau dengan luas. daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2 atau sekitar 70% luas Indonesia merupakan perairan, sedangkan 30% sisanya merupakan daratan. Namun selain diberkahi oleh kekayaan alam yang melimpah, letak Indonesia yang unik ini pun membawa konsekuensi logis bahwa Indonesia merupakan negara dengan memiliki potensi kerawanan bencana geologi yang cukup tinggi dan tersebar dari ujungbarat pulau Sumatera hingga selatan pulau Papua. Hal ini disebabkan oleh letak geologis Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Sirkum Pasifik sebelah timur (Pasific Ring of Fire) serta berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah baratbaratlaut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Indo-Australia yang bergerak keutara-timurlaut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke arah baratdaya dengan kecepatan 13 cm pertahun
PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KELURAHAN MULYASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMLAYA PROVINSI JAWA BARAT Lilis Lismayanti; Ida Rosidawati; Ryan Apriyandi Hakim; Ulfiana Rochman
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah individu yang mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada rentang usia remaja seseorang banyak mengalami perubahan-perubahan baik itu fisik maupun psikis. Saat ini banyak terjadi fenomena yang berkaitan dengan remaja akibat adanya perubahan yang terjadi pada diri remaja itu sendiri, diantaranya dalah pergaulan bebas yang menyebabkan angka kejadian hamil di usia muda, penyakit menular seksual yang semakin meningkat. Hal-hal tersebut disebabkan karena lemahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Survei yang dilakukan oleh WHO tentang pendidikan kesehatan reproduksi membuktikan dapat mengurangi atau mencegah perilaku hubungan seksual pranikah yang berarti pula dapat mengurangi akibat-akibat yang terjadi dari tindakan tersebut. Oleh karena itu akan dilaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan hasil survei komisi perlindungan anak Indonesia bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak (LPA) di 12 provinsi pada tahun 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks, 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan, 21,2% remaja SMA mengaku sudah pernah melakukan aborsi. Dalam buku pernikahan dini, delima generasi ekstravaganza, hampir 80% remaja melakukan hubungan seksual ( intercourse) di luar nikah dengan pacarnya dalam jangka kurang dari 1 tahun. Kasus KTD (kehamilan tidak diinginkan) yang terjadi 30% pada remaja informasi mengenai seksual dicoba untuk dipenuhi dengan cara membahas bersama teman-teman, buku-buku tentang seksual atau mengadakan percobaan dengan jalan masturbasi, bercumbu atau berhubungan seksual.
PENYULUHAN TENTANG MEROKOK DI DALAM RUMAH DI RW 10 KELURAHAN MULYASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT Lilis Lismayanti; Ida Rosidawati; Syahreza Muh Al Ghafiki; Maulana Gunawan
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bisa digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Kemudian ada juga yang menyebutkan bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bahan lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustika dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Saat ini penjualan rokok semakin tak terkendali dan tanpa batasan, seperti diketahui dari anak-anak remaja maupun dewasa bisa membeli rokok secara bebas. Hal ini merugikan bagi generasi penerus bangsa rokok sangat mengancam generasi penerus bangsa. Para tenaga kesehatan menginginkan adanya tindakan dan usaha mencegah remaja di bawah umur dari bahaya merokok. Oleh karena itu akan diadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk semua kalangan. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid Al mubarokah Tasikmalaya pada tanggal 6 April 2018 dan masjid Manarul Huda pada tanggal 10 april 2018 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah, bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya merokok
EDUCATIONAL KIT PENCEGAHAN STUNTING DI MASA COVID-19 DI DESA MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI WILAYAH KERJA PKM TAMANSARI Neni Nuraeni; Hani Handayani; Asep Setiawan; Neni Sholihat; Ali Firdaus; Ayu Yulia; Deba Yasa Zakiah; Desi Mulyani
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia kejadian stunting masih fluktuatif setiap tahunnya, prevalensi stunting mengalami penuruan dan juga kenaikan. Ini terbukti dari hasil data Riskesdas tahun 2007 (36%), 2010 (35%), 2013 (37,2%), 2015 (29%) (Kemenkes, 2016). Sedangkan tahun 2018 prevelensi stunting mengalami kenaikan kembali yaitu 30,8 % data ini menunjukkan bahwa prevelensi stunting masih diatas target yang ingin dicapai oleh nasional, karena prevalensi stunting di Indonesia tahun 2018 pada anak dibawah usia 5 tahun yang berjenis kelamin laki-laki sering terjadi pada usia 12-35 bulan dengan prevalensi 41,2% pada usia 12-23 bulan dan 43% usia 24-35 bulan. (Riskesdas, 2018). Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI (2018) menunjukkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 prevalensi stunting pada balita di Jawa Barat berjumlah 29,6% yaitu sebanyak 9,8% mempunyai status gizi sangat pendek dan 19,8% pendek. Data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya 2018 menunjukkan angka stunting di Kota Tasikmalaya berjumlah 5.290 kasus yang tersebar di 21 Puskesmas. Upaya pencegahan stunting merupakan prioritas nasional pemerintah Indonesia. Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Program prioritas dalam pencegahan stunting meliputi percepatan pengurangan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, pemerataan layana pendidikan berkualitas, peningkatan akses terhadap perumahan dan pemukiman layak, serta peningkatan tata kelola layanan dasar (Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, 2017)
PENANGGULANGAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI HIPERTENSI DAN SCREENING TEKANAN DARAH DI KOTA TASIKMALAYA Nina Pamela Sari; Sri Mulyanti; Aida Sri Rachmawati; Hani Handayani; Fitri Nurlina; Tatang Kusmana; Azril Muzamil; Agung Alwi Ayudiani Prastika
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan perlu mendapatkan perhatian karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) menyatakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Pada 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi.Persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat di negara berkembang. Data Global Status Report on Non Communicable Disesases tahun 2010 menyebutkan persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat 40% di negara ekonomi berkembang, sedangkan negara maju hanya 35%. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015)
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Tentang Praktik Cuci Tangan Yang Baik Dan Benar Bagi Siswa Di Sdn 2 Batumalang Novi Indri Tiani; Miftahul Falah; Muhamad Rofiq Najib; Erisca Yusdiantini; Nida Nursoffiah; Ai Nurlaela; Andi Nurjamil; Ami Dini Kartini; Daffa Ikhsan Nurfajari; Fitria Ummu Gaida Azzahro; Hani Anggraeni; Izul Ahmad Mubaroq; Melisa Anzani; Tika Nurul Ula; Ilki Hendra Nataprawira
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.3118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan siswa SDN 2 Batumalang agar tahu dan mampu mempraktikan cuci tangan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dengan pendekatan partisipasif dan komunikasi individual, artinya siswa diajak untuk memahami teori, kemudian dilakukan pendekatan secara person dan didampingi untuk mendukung pelaksanaan praktik. Pengabdian ini dilakukan di SDN 2 Batumalang pada siswa kelas rendah yaitu kelas 1, 2 dan 3 yang berjumlah 54 siswa di Kabupaten Pangandaran. Hasil yang didapat bahwa terdapat perubahan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dari Penyuluhan PBHS tentang Mencuci Tangan terhadap perilaku Siswa di SDN 2 Batumalang Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap praktik cuci tangan yang baik dan benar penting bagi siswa SDN 2 Batumalang. Kegiatan ini memperoleh respon yang positif dari pihak sekolah dan juga para siswa yang sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Disarankan guru lebih memperhatikan dan mempraktikkan cuci tangan yang baik dan benar secara rutin sehingga terjaga dari penyakit.