cover
Contact Name
Fadlan Barakah
Contact Email
fadlanbarakah@usk.ac.id
Phone
+6281329411577
Journal Mail Official
sosiologi.fisip@usk.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Jln. Tgk Tanoh Abee, Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
ISSN : 22525254     EISSN : 26548143     DOI : https://doi.org/10.24815/jsu
JURNAL SOSIOLOGI USK: Media Pemikiran & Aplikasi is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and sociological issues. JSU is published two times a year. This journal has been accredited sinta 3
Articles 159 Documents
Perlawanan Pedagang Kaki Lima di Laman Boenda Tanjungpinang Sitorus, Paul Samuelson; Wahyuni, Sri; Solina, Emmy
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.25776

Abstract

This study aims to describe the resistance carried out by street vendors on the Boenda Tanjung Pinang page. This study uses a qualitative approach, data obtained from interviews and observations. This study identifies that the policing carried out by Satpol PP against street vendors is a form of implementing local government regulations. To get around the policing activities that the Satpol PP is continuously carrying out, street vendors fight in two forms, namely hidden and open resistance. The two forms of resistance became an alternative for traders to continue selling at the Boenda site and to fulfill their daily needs.AbstrakKajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perlawanan yang dilakukan oleh Pedagang Kaki Lima di Laman Boenda Tanjung Pinang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara dan observasi. Kajian ini mengidentifikasi bahwa penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap pedagang kaki lima merupakan bentuk penerapan peraturan pemerintah daerah. Untuk menyiasati kegiatan penertiban yang terus dilakukan oleh Satpol PP, para pedagang kaki lima melakukan perlawanan dalam dua bentuk yaitu perlawanan tersembunyi dan terbuka. Kedua bentuk perlawanan itu menjadi alternatif para pedagang untuk tetap berjualan di lokasi laman Boenda dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Formalisasi Tradisi Me Bu Gateng sebagai Upaya Penanggulangan Stunting di Kabupaten Bireuen Yunanda, Rizki; Chalid, Ibrahim; Meliza, Richa
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.25585

Abstract

The article aims to describe the formalization of the Me Bu Gateng tradition as a Gampong Qanun to prevent stunting in the community in Bireuen Regency. This study uses a qualitative approach, and data collection is carried out through observation, interviews, and document studies. This study indicates that the formalization of the Bu Gateng tradition as a Gampong Qanun is an innovation program carried out by the Bireuen Regency Government in strengthening and supporting stunting prevention efforts. The formalization of this tradition was realized by the joint work between agencies in supporting stunting prevention efforts in Bireuen Regency. The me bu gateng program has become a patterned project on infant health and nutrition knowledge during pregnancy. The formalization of the tradition in the Gampong Regulation has succeeded in changing the tradition from twice during pregnancy to every month until the end of pregnancy. This condition has resulted in the fulfillment of nutrition for both mother and baby to protect the baby from stunting.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan formalisasi tradisi Me Bu Gateng sebagai Qanun Gampong untuk mencegah stunting pada masyarakat di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Kajian ini menunjukkan bahwa formalisasi tradisi Bu Gateng sebagai Qanun Gampong merupakan program inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memperkuat dan mendukung upaya pencegahan stunting. Formalisasi tradisi ini diwujudkan dengan kerja sama antar instansi dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bireuen. Program me bu gateng telah menjadi proyek berpola tentang pengetahuan kesehatan, gizi dan nutriai bayi selama kehamilan. Formalisasi tradisi dalam bentuk Peraturan Gampong telah berhasil mengubah tradisi dari dua kali selama kehamilan menjadi setiap bulan hingga akhir kehamilan, dan kondisi ini telah menghasilkan pemenuhan gizi serta nutrisi bagi ibu dan bayi sehingga bayi terhindar dari stunting.
Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Siswa terkait Bencana Erupsi Merapi di SMPN 1 Kemalang Ciptosari, Dewi Candra; Ningrum, Syilvia Mildiana; Yan Kanapi, Bintang Ibnu; Andreanto, Ade; Ningsih, Elfa Rustantia; Yuliani P. A, Aisah Dewi; Wardhani, Puspita Indra
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.24503

Abstract

Disaster is an eternal phenomenon, some can be prevented, and some cannot be avoided, so humans can only try to anticipate so that there will be no loss of property and life. This article aims to determine school students' level of preparedness and knowledge in disaster-prone areas in the Klaten district, specifically at SMP N 1 Kemalang. This research uses a quantitative method with a cross-sectional study model. The population in this study were students of SMPN 1 Kemalang, Klaten Regency, with a sample of 65 students. The data analysis technique used is the descriptive statistical analysis technique. This study found that students' knowledge and preparedness in dealing with the Merapi eruption disaster were fairly good. This study concludes that students' knowledge about disasters relates to disaster preparedness itself.AbstractBencana merupakan fenomena yang abadi, ada yang dapat dicegah, dan ada yang tidak dapat dihindari, sehingga manusia hanya dapat berusaha mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian harta benda dan jiwa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan dan pengetahuan siswa sekolah di daerah rawan bencana di kabupaten Klaten, khususnya di SMP N 1 Kemalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Kemalang Kabupaten Klaten dengan jumlah sampel 65 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana erupsi Merapi sudah cukup baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan siswa tentang bencana berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana itu sendiri.
Interaksi dan Dampak Sosial Budaya dalam Pengembangan Pariwisata Sri Widari, Dewa Ayu Diyah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.25608

Abstract

This study aims to examine the social interactions between tourists and local communities and the socio-cultural impacts arising from these interactions. The method used in this research is the literature study method. This study shows that social interactions between tourists and local communities lead to positive and negative responses depending on the benefits derived from tourism development. The socio-cultural impact of tourism can be grouped into three: the effect on the demographic structure, the impact on the design and social life, and the effect on culture. To maintain tourism development at a controllable level, the monitored of the socio-cultural implications of tourism must continue to maximize its benefits of tourism.AbstrakKajian ini bertujuan untuk mengkaji tentang interaksi sosial yang terjadi antara wisatawan dan masyarakat lokal serta dampak sosial budaya yang timbul dari interaksi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. Studi ini menunjukkan bahwa interaksi sosial antara wisatawan dan masyarakat lokal menimbulkan tanggapan positif dan negatif tergantung pada manfaat yang diperoleh dari pengembangan pariwisata. Dampak sosial budaya pariwisata dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu dampak terhadap struktur demografi, dampak terhadap struktur dan kehidupan sosial, dan dampak terhadap budaya. Untuk menjaga perkembangan pariwisata pada tingkat yang terkendali, dampak sosial budaya pariwisata harus dipantau terus menerus untuk memaksimalkan manfaat pariwisata di destinasi.
Pendekatan Budaya dalam Resolusi Konflik Politik Aceh: Suatu Catatan Reflektif Sahlan, Muhammad; Ilham, Iromi; Amin, Khairul; Kamil, Ade Ikhsan
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.25272

Abstract

This reflective paper aims to discuss the importance of using a cultural approach to resolve political conflicts and see the past as a learning space to create a civilization in the present and future. In the context of conflict, Aceh has become a medium for learning how the political conflict between GAM and the Indonesian government is resolved. The experience of past conflicts, a series of failed negotiations, and the cultural approach to the Helsinki negotiations, in parallel, serve as important lessons and evidence that historical-humanism does not work in a vacuum. This article illustrates that a cultural approach is a key to successful negotiations for a resolution. This is due to several things: first, building an estuary of peace with a cultural approach taking into account the representations and interests of the two conflicting parties, related to technicalities and mechanisms and matters of a substantive nature. Second, understanding and appreciating the perspective of others is important to know what messages and aspirations have not been conveyed properly so far. And third, acknowledging past mistakes and sins, then sincerely and boldly apologizing to those who were hurt, is a form of acknowledging regret for what has been done.AbstrakTulisan reflektif ini bertujuan untuk membahas pentingnya menggunakan pendekatan budaya untuk menyelesaikan konflik politik dan melihat masa lalu sebagai ruang belajar untuk menciptakan peradaban di masa sekarang dan masa depan. Dalam konteks konflik, Aceh menjadi media pembelajaran bagaimana konflik politik antara GAM dan pemerintah Indonesia diselesaikan. Pengalaman konflik masa lalu, serangkaian negosiasi yang gagal, dan pendekatan kultural terhadap negosiasi Helsinki, secara paralel, menjadi pelajaran dan bukti penting bahwa humanisme-historis tidak bekerja dalam ruang hampa. Artikel ini menggambarkan bahwa pendekatan budaya adalah kunci keberhasilan negosiasi untuk sebuah resolusi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal: pertama, membangun muara perdamaian dengan pendekatan budaya dengan memperhatikan representasi dan kepentingan kedua pihak yang bertikai, terkait teknis dan mekanisme serta hal-hal yang bersifat substantif. Kedua, memahami dan menghargai cara pandang orang lain penting untuk mengetahui pesan dan aspirasi apa yang selama ini belum tersampaikan dengan baik. Dan ketiga, mengakui kesalahan dan dosa masa lalu, kemudian dengan tulus dan berani meminta maaf kepada yang tersakiti, merupakan bentuk pengakuan penyesalan atas apa yang telah dilakukan.
Wellness tourism sebagai Bentuk Adaptasi terhadap Dinamika Pariwisata Bali di Era New Normal Susanti, Herny
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.24744

Abstract

This study aims to determine the potential of wellness tourism in Bali, identify the involvement of stakeholders in the development of wellness tourism, and find forms of wellness tourism development in Bali as part of adaptation to the dynamics of tourism in the new normal era. This study uses a qualitative method. Data were collected using in-depth interviews with stakeholders/policymakers and academics in the tourism sector. The theories used in this research are adaptation theory, participation theory, and community-based tourism theory. This study found that the potential for wellness tourism in Bali is more focused on natural resources, culture, spirituality, and local wisdom. The involvement of stakeholders in the development of wellness tourism is more about the implementation of their respective duties and functions, including in terms of regulations/policies; provision of clean, healthy, safe, and environment (CHSE) facilities; as well as the role of the community in realizing sustainable tourism. This study also found that the form of wellness tourism that needs to be developed is wellness tourism which is characteristic of Bali, involves the local community more thoroughly, and prioritizes the principles of sustainable tourism.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wellness tourism di Bali, mengidentifikasi keterlibatan stakeholder dalam pengembangan wellness tourism, dan menemukan bentuk-bentuk pengembangan wellness tourism di Bali sebagai bagian dari adaptasi terhadap dinamika pariwisata di era new normal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan/pengambil kebijakan dan akademisi di sektor pariwisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori adaptasi, teori partisipasi, dan teori pariwisata berbasis masyarakat. Studi ini menemukan bahwa potensi wellness tourism di Bali lebih terfokus pada sumber daya alam, budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal. Keterlibatan stakeholder dalam pengembangan wellness tourism lebih pada pelaksanaan tugas dan fungsinya masing-masing, termasuk dalam hal regulasi/kebijakan; penyediaan fasilitas bersih, sehat, aman, dan lingkungan (CHSE); serta peran masyarakat dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa bentuk wellness tourism yang perlu dikembangkan adalah wellness tourism yang menjadi ciri khas Bali, melibatkan masyarakat setempat secara lebih menyeluruh, dan mengedepankan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.
Sikopansi: Seni Membudak dalam Ritus Penindasan Bakti, Indra Setia; Muklir, Muklir; Sufi, Sufi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i1.25456

Abstract

This study aims to explore the practice of sycophants in the office. We used observation and literature study as methods. We analyzed the data obtained from observations and document studies dialectically. The results showed that the behavior of sycophants as an individual initiative in the organizational arena institutionalized the habitus of a sycophant. The sycophants who lack the capability and professionalism have succeeded in politicizing the situation in the office for their interests through various oppression rites. Dominative social relations have created a toxic work environment and killed the desire of other staff to be creative and innovate. As a result, government organizations carry out routine tasks, but hard to come up with brilliant ideas in assisting community services because many of their employees no longer believe in the career path system in their office.AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik sikopansi di lingkungan kerja. Peneliti menggunakan metode observasi dan studi literatur. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan lapangan dan kajian dokumen dianalisis secara dialektis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menjilat atasan sebagai prakarsa individu dalam arena organisasi yang menginstitusionalisasi habitus sikopan. Para sikopan yang minim kapabilitas dan profesionalitas berhasil memolitisasi situasi yang terjadi di lingkungan kerja untuk kepentingan pribadinya melalui berbagai ritus penindasan. Relasi sosial yang bersifat dominatif melahirkan lingkungan kerja toksik yang membunuh semangat staf lain dalam berkreativitas dan berinovasi. Alhasil organisasi pemerintahan berjalan dalam skema pelaksanaan rutinitas kerja namun agak sulit menelurkan ide-ide brilian dalam pelayanan masyarakat karena banyak pegawai yang tidak percaya lagi dengan sistem jenjang karier di kantornya.
Playing with Identity Politics: An Analysis Post-2019 Presidential Election Lesmana, Aditya Candra; Sutrisno, Budi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v15i2.23716

Abstract

This article aims to discuss the potential for the disintegration of the Indonesian nation after the 2019 general election. The method used is a literature study using the concept of Identity Politics. The result of the study found that the game of identity politics in the implementation of the Presidential election created a counter-productive process. There is a potential for national disintegration due to the identity politics played by the two pairs of candidates fighting in the Presidential election. The strengthening of feelings of in-groupness creates dislike for other groups pushed the emergence of various phenomena and acts of violence due to the use of identity politics in the 2019 presidential election.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membahas potensi disintegrasi bangsa Indonesia pasca pemilu 2019. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan konsep identitas politik. Hasil penelitian menemukan bahwa permainan politik identitas dalam pelaksanaan Pilpres menciptakan proses yang kontra produktif. Ada potensi disintegrasi bangsa akibat politik identitas yang dimainkan dua pasangan calon yang bertarung di Pilpres. Menguatnya perasaan in-groupness menimbulkan ketidaksukaan terhadap kelompok lain mendorong munculnya berbagai fenomena dan tindakan kekerasan akibat penggunaan politik identitas pada pemilihan presiden 2019.
Persepsi Resiko Covid-19 pada Siswa MAN 1 Pidie Darwin, Darwin; Nurainun, Nurainun; Yuliana, Yuliana; Saudah, Saudah; Nazarullah, M.; Dewi, Cut Ratna; Juliana, Fitri
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v15i2.24396

Abstract

Individual responses to the COVID-19 pandemic are influenced by their knowledge and perception of the pandemic. This study aims to determine the relationship between knowledge and risk perception of MAN 1 Pidie students against Covid-19. This research is a descriptive study using quantitative methods with a survey model, namely a cross-sectional survey. The research population was all MAN 1 Pidie who were selected using a total sampling technique. Data was collected using a questionnaire with the help of the Google Forms application. The data obtained were analyzed descriptively using the Pearson correlation test and simple linear regression test. This study indicates that students' knowledge about covid-19 is in the high category, while students' risk perceptions are in the medium category. Statistical test results show the value of sig. 0.0000.05. Thus, this study concludes a significant relationship between students' knowledge about COVID-19 and their perception of risk for COVID-19.AbstrakRespons individu terhadap pandemi covid-19 dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsinya terhadap pandemi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan persepsi risiko siswa MAN 1 Pidie terhadap Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode kuantitatif dengan model survei yaitu cross sectional survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MAN 1 Pidie yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan bantuan aplikasi google formulir. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Pearson dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang covid-19 berada pada kategori tinggi, sedangkan persepsi risiko siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. 0,0000,05. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa tentang covid-19 dengan persepsi resiko mereka terhadap covid-19.
Sosialisasi Pencegahan Covid-19 pada Anak-Anak di Dusun Talang Kabupaten Sukoharjo Lilfitri, Ikha Nadia; Ciptosari, Dewi Candra; Aisa, Widya Nur; Dewi, Ratih Puspita
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v15i2.23284

Abstract

This article is the result of community service activities. The purpose of this activity is to disseminate information about Covid-19 to children in Talang Hamlet. This socialization activity was carried out online with the Google Meet application with 19 children as participants from elementary to high school levels. The technique of delivering socialization uses the lecture method with PowerPoint media. This activity increased the knowledge of children in Talang Hamlet about the Covid-19 pandemic, especially about the dangers of Covid-19, prevention of Covid-19, and the application of health protocols during the Covid-19 pandemic. At the final stage of the activity, assistance was provided in necessities and hand sanitizer to local hamlet residents. This activity concluded that COVID-19 socialization activities for children could increase their knowledge about Covid-19.AbstrakArtikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang Covid-19 kepada anak-anak di Dusun Talang. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara online dengan aplikasi Google Meet dengan peserta 19 anak dari tingkat SD hingga SMA. Teknik penyampaian sosialisasi menggunakan metode ceramah dengan media PowerPoint. Kegiatan ini menambah pengetahuan anak-anak di Dusun Talang tentang pandemi Covid-19 khususnya tentang bahaya Covid-19, pencegahan Covid-19, dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Di akhir kegiatan, diberikan bantuan sembako dan hand sanitizer kepada warga dusun setempat. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi COVID-19 kepada anak-anak dapat menambah pengetahuan mereka tentang Covid-19.

Page 8 of 16 | Total Record : 159