cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECERDASAN INTELEKTUAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Hayati, Susani; Martilova, Dona
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5657

Abstract

Background : Intellectual Intelligence (IQ) is the ability to work in the abstract, both using ideas, symbols, logical relationships, and the ability of theoretical concepts. One of the fundamental factors that affect IQ is the environment which includes honing, caring, and nurturing. Mental stimulation (sharpening) stimulates psychosocial mental development, including intelligence. Children who get a lot of directed stimulation will develop faster than children who get less or even no stimulation. (Roseli, 2011; Soetjaningsih, 2014). There is a relationship between early childhood education stimulation and intelligence quotient in preschoolers (Fazrin, 2017)Purpose: To find out there is a relationship between parenting patterns and intellectual intelligence in preschool-aged children.Methods: A correlational study with a cross sectional approach using a total sampling technique with a sample of 48 respondents who have taken the IQ test. Data collection was done by using a questionnaire. Analysis of univariate and bivariate data with chi square test.Results: Most of the parents who applied democratic parenting showed intellectual intelligence above the average as many as 27 people (56.5%). Meanwhile, permissive and authoritarian parenting tend to show an average intellectual intelligence of 7 respondents (14.6%) and 5 respondents (10.4%). The results of the Chi Square test show that there is a relationship between parenting patterns and intellectual intelligence because p value = 0.029 < (0.05).Conclusion is that there is a relationship between parenting and intellectual intelligence in preschool-aged children at Aisyiah 7 Kindergarten, Pekanbaru.Suggestion It is hoped that the results of this study can be developed for further research, by adding other variables that may have an influence on parenting patterns and the level of intellectual intelligence.  Keywords: Parenting, Intellectual Intelligence  ABSTRAKLatar belakang Kecerdasan Intelektual (IQ) adalah kemampuan untuk bekerja secara abstrak, baik menggunakan ide-ide, symbol, hubungan logis, dan kemampuan konsep-konsep teoritis. Salah satu faktor mendasar yang mempengaruhi IQ adalah lingkungan yang termasuk didalamnya asah, asih, dan asuh. Stimulasi mental (asah) merangsang perkembangan mental psikososial diantaranya adalah kecerdasan. Anak yang banyak mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang   dibandingkan anak yang kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi. (Roseli, 2011; Soetjaningsih, 2014). Terdapat hubungan stimulasi pendidikan anak usia dini dengan integelensi quotient pada anak usia prasekolah (Fazrin, 2017)Tujuan : Mengetahui ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecerdasan intelektual pada anak usia prasekolah.Metode: Penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling dengan sampel 48 responden yang telah mengikuti tes IQ. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian: Sebagian besar orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis menunjukkan kecerdasan intelektual diatas rata-rata yaitu sebanyak 27 orang (56,5%). Sedangkan pola asuh permisif dan otoriter cenderung menunjukkan kecerdasan intelektual rata-rata yaitu sebanyak 7  responden (14,6%), dan 5 responden (10,4%). Hasiln uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecerdasan intelektual karena p value =0,029 < (0,05).Kesimpulan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kecerdasan intelektual pada anak usia prasekolah di TK Aisyiah 7 Pekanbaru.Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya, denganmenambahkan variabel lain yang dimungkinkan memiliki pengaruh terhadap pola asuh orang tua dan tingkat kecerdasan intelektual.  Kata kunci : Pola Asuh Orang Tua, Kecerdasan
AKUPRESUR SP6 TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Ariesty, Ghina Ayu; Mariza, Ana; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3428

Abstract

Labor pain begins to arise in stage I, which comes from uterine contractions and cervical dilation, labor pain can cause complications of labor, one of which is prolonged labor. Prolonged labor is the most reported complication (41%). One of the techniques for reducing labor pain is acupressure SP6. The research objective was to determine the effect of SP6 acupressure on the intensity of active phase I labor pain at Airan Raya Hospital, South Lampung in 2020. This type of quantitative research uses a quasi-experimental approach and pre-post test design. The time of the study was conducted from April to July 2020. The population in this study were all stage I inpartum patients at Airan Raya Hospital, South Lampung in 2020, a sample of 28 people, using purposive sampling technique. The independent variable was Acupressure SP6, the dependent variable was labor pain. Data collection using the VAS observation sheet, univariate and bivariate data analysis (t test). The results of the study the mean labor pain before being given the SP6 acupressure technique was 7.3 and after being given the SP6 acupressure technique was 5.47. There is an effect of the SP6 acupressure technique on active phase I labor pain at Airan Raya Lampung Selatan Hospital in 2020 (p-value 0.00 <0.05) with a decrease of 1.83. It is suggested for mothers to disseminate their experiences, especially the SP6 acupressure action which aims to reduce pain during labor, so that it can be information for other mothers who are about to give birth. For health workers, improve the skills of officers to perform acupressure techniques SP6. Keywords : SP6 acupressure, labor pain, Active phase I Labor Pain ABSTRAK Nyeri persalinan mulai timbul pada tahap kala I yang berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi seriks, nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi persalinan salah satunya adalah partus lama. Partus lama adalah komplikasi yang paling banyak dilaporkan (41%), salah satu tekhnik untuk pengurangan nyeri persalinan adalah denganakupresur SP6. Tujuan penelitian diketahui pengaruh akupresur SP6 terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan pre dan post test design. Waktu penelitian dilakukan dari bulan April – Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien inpartu kala I di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020, sampel sebanyak 28 orang, tekhnik sampling dengan Purposive Sampling. variabel independen adalah Akupresur SP6, dependen nyeri persalinan. pengumpulan data dengan lembar observasi VAS, analisis data secara univariat dan bivariat (uji T). Hasil penelitian rata-rata nyeri persalinan sebelum diberikan teknik akupresur SP6 adalah 7,3 dan setelah diberikan teknik akupresur SP6 adalah 5,47. Ada pengaruh teknik akupresur SP6 terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020 (p–value0,00< 0,05) dengan penurunan 1,83. Disarankan bagi ibu untuk menyebarluaskan pengalaman yang didapat, khususnya tindakan  akupresur SP6  yang bertujuan untuk pengurangan nyeri selama persalinan berlangsung, sehingga dapat menjadi informasi bagi ibu yang akan bersalin lainnya. Bagi petugas kesehatan, agar meningkatkan keterampilan petugas untuk melakukan teknik akupresur SP6. Kata kunci  : Akupresur SP6, Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif 
Kajian Kebisingan Dan Suhu Di Industri Mebel Kayu Sanran, Lutfiah Dwi; Helmy, Helina; Barus, Linda; Masra, Ferizal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21078

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Industri mebel kayu merupakan salah satu sektor usaha yang berkembang di Indonesia dan berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, di balik pertumbuhannya, sektor ini menyimpan potensi risiko terhadap kesehatan lingkungan kerja, terutama akibat paparan suhu tinggi dan faktor fisik lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebisingan dan suhu di lingkungan kerja tiga industri mebel kayu yang berada di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, serta menilai kesesuaiannya dengan standar kesehatan lingkungan kerja.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat Sound Level Meter dan Thermohygro Meter, serta wawancara terhadap pekerja dan pengelola industri. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumen pendukung lainnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan kerja di ketiga industri melebihi ambang batas kenyamanan kerja yang ditetapkan, yaitu di atas 30°C. Sementara itu, tingkat kebisingan di ketiga industri masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA, sehingga tidak melebihi ambang yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun tingkat kebisingan masih dalam kategori aman, suhu kerja di industri mebel kayu di Kecamatan Sukarame belum memenuhi standar kenyamanan. Diperlukan upaya pengendalian suhu melalui perbaikan ventilasi dan peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: Kebisingan, Suhu, Industri Mebel, Kesehatan Kerja, Lingkungan Kerja.
Pengaruh Pendampingan Pada Ibu Bersalin & Pendamping Persalinan Terhadap Keberhasilan IMD Indrasari, Nelly; Nurlaila, Nurlaila; Putriana, Yeyen
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13368

Abstract

Breast milk is the gold standard baby food, breast milk is proven to have advantages that cannot be replaced by any food or drink, because breast milk contains the most appropriate, complete nutrients and always adapts to the baby's needs at all times. The gold standard for baby food begins with Early Breastfeeding Initiation (IMD), followed by exclusive breastfeeding for 6 (six) months (Munzia, 2013). According to data, only 3.7% of babies in Indonesia are breastfed within the first hour after birth. The failure of mothers to breastfeed their babies until the age of six months is actually just one problem, mothers do not fully understand how to breastfeed properly, including techniques and how to obtain breast milk, especially when they have to work. Understanding IMD is a very important issue. It is possible to implement IMD if individuals, families, health workers and the community already understand the meaning, benefits and objectives of IMD (Munzia, 2013). The results of Riskesdas (2018) stated that the rate of exclusive breastfeeding for 6 month old babies in Lampung Province reached 37.3% of the target of 60%. Meanwhile, in West Tulang Bawang Regency, the achievement of exclusive breastfeeding is 29.1% of the target of 60%, the achievement of IMD > 1 hour is 1.8% and IMD < 1 hour is 39.6%, which should be carried out on all newborn babies. (Riskesdas, 2018). The aim of the research is to determine the influence of assistance to mothers in labor & birth companions on the success of IMD in the PMB in the West Tulang Bawang Regency Service Work Area in 2022. This research uses a quasi experiment with control group design. The population in this study were all birth attendants and birth mothers in the work area of the West Tulang Bawang District Health Service in 2022. The sample for this study was birth attendants and birth mothers in the work area of the West Tulang Bawang District Health Service in 2022, totaling 96 people. Data was collected by means of documentation studies, interviews and observations. Data is processed and analyzed with descriptive and analytical statistics. The results of data processing show that the average IMD success in the intervention group was in the second 30 minutes, while for the control group there were 7 respondents who failed IMD and the rest succeeded IMD in the third 30 minutes. On average, respondents who were given assistance 3 times or more were successful in carrying out IMD in the first 30 minutes. Those who were given assistance 1-2 times managed to carry out the IMD in the second 30 minutes. Meanwhile, respondents in the control group (no assistance) on average succeeded in carrying out IMD in the 3rd 30 minutes. The results of statistical tests obtained a value of p=0.002, it can be concluded that there is a significant influence if assistance is provided by birth attendants on the success of IMD in mothers giving birth. Keywords:  Assistance, Early Breastfeeding Initiation (IMD)  ABSTRAK ASI merupakan makanan bayi dengan standard emas, ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman apapun, karena ASI mengandung zat gizi paling tepat, lengkap, dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Standar emas makanan bayi dimulai dengan tindakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dilanjutkan dengan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 (enam) bulan (Munzia, 2013). Menurut data hanya 3,7 % bayi di Indonesia disusui dalam 1 jam pertama setelah kelahiran. Ketidakberhasilan ibu menyusui bayinya sampai usia enam bulan, sebenarnya hanya satu masalah, yaitu ibu belum memahami sepenuhnya cara menyusui yang benar termasuk teknik dan cara memperoleh ASI terutama saat mereka harus bekerja. Pemahaman tentang IMD merupakan persoalan yang sangat penting. Yang memungkinkan terlaksanannya IMD apabila individu, keluarga, petugas kesehatan serta masyarakat sudah memahami tentang pengertian, manfaat, serta tujuan dari IMD (Munzia, 2013). Hasil Riskesdas (2018) menyatakan bahwa angka pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 6 bulan di Provinsi Lampung hanya mencapai 37,3% dari target sebesar 60%. Sedangkan di Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk capaian pemberian ASI eksklusif, yaitu 29,1% dari target sebesar 60%, capaian IMD > 1 jam 1,8% dan IMD < 1 jam 39,6% yang seharusnya IMD dilakukan pada semua bayi baru lahir (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian diketahui pengaruh pendampingan pada ibu bersalin & pendamping persalinan terhadap keberhasilan IMD di PMB Wilayah Kerja Dinas Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan quasi experiment with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pendamping persalinan dan Ibu Bersalin di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2022. Sampel penelitian ini adalah pendamping persalinan dan Ibu Bersalin di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2022 yang berjumlah 96 orang. Pengumpulan data dengan cara studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data diolah dan di analisis dengan statistik deskriptif dan analitik. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata keberhasilan IMD pada kelompok intervensi pada 30 menit kedua, sedangkan untuk kelompok kontrol terdapat 7 orang responden yang tidak berhasil IMD dan sisanya berhasil IMD di 30 menit ketiga. Rata-rata responden yang diberi pendampingan sebanyak 3 kali atau lebih berhasil melakukan IMD di 30 menit pertama. Untuk yang diberi pendampingan 1-2 kali berhasil mekakukan IMD di 30 menit kedua. Sedangkan responden yang menjadi kelompok kontrol (tidak dilakukan pendampingan) rata-rata berhasil melakukan IMD di 30 menit ke 3. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,002, berarti dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan jika dilakukan pendampingan pada pendamping persalinan terhadap keberhasilan IMD pada ibu bersalin.   Kata kunci: Pendampingan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
EFEKTIFITAS THERAPI MUROTTAL TERHADAP POLA TIDUR BAYI BBLR Putriana, Yeyen; Aliyanto, Warjidin
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5679

Abstract

Background :Babies with low birth weight (LBW) are at high risk for health problems. LBW infants require special handling to minimize the risk of infant morbidity and mortality. The latest complementary treatments for LBW are Kangaroo Method Treatment (KMT), baby massage and murottal therapy. The murottal effect on LBW is the increase in body weight and the baby's body temperature becomes stable. The weight gain in this study is thought to be a mechanism of long quiet sleep in LBW infants.Purpose:This study aims to determine sleep patterns through morottal therapy as one of the stimulations in LBW care along with Kangaroo Method Treatment (KMT).Methods :The research design used quasi experimental with pretest control group design . The research was conducted at Abdul Moeloek Hospital (RSUAM) Bandar Lampung. The population in this study were all LBW infants who were treated in the Perinatology Room of the General Hospital. Sampling technique using probability sampling. The sample size was determined using the two-mean difference hypothesis test formula, obtained as many as 30 samples.Results : showed that there was a difference in the increase in sleep duration on days I, 2, 3 and 4 in the intervention group (60 minutes of murottal therapy and control (30 minutes of morottal therapy).Conclusion:The conclusion is that there are differences in sleep patterns in the intervention group (60 minutes) and the control group (30 minutes) with a v palue of 0.000. among the babies low birth weight at Abdul Moeloek Hospital (RSUAM) Bandar LampungSuggestion: This study recommends the use of murottal therapy in the treatment of LBW for 60 minutes a day. Keywords: LBW, KMT, Sleep Pattern, Murottal Therapy AbstrakLatar Belakang : Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)  berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan. Bayi BBLR membutuhkan penanganan khusus guna memperkecil risiko kesakitan dan kematian bayi. Perawatan komplementer  BBLR terkini adalah Perawatan Metode Kangguru (PMK), pijat bayi dan therapi murottal. Pengaruh murottal terhadap BBLR adalah adanya kenaikan berat badan dan suhu tubuh bayi menjadi stabil. Kenaikan berat badan pada penelitian tersebut diduga adanya mekanisme tidur tenang yang Panjang pada bayi BBLR.Tujuan :Penelitian ini bertujuan mengetahui pola tidur melalui therapi morottal sebagai salah satu stimulasi dalam perawatan BBLR bersamaan dengan Perawatan Metode Kangguru (PMK) .Metode :Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pretest control group design . penelitian  dilaksanakan di rumah sakit Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi BBLR yang dirawat di Ruang Perinatologi  RSUAM. Tehnik pengambilan sample menggunakan probalility sampling. Besar sample ditetapkan menggunakan rumus uji hiptesis beda dua mean berpasangan didapatkan sebanyak 30 sample.Hasil : terdapat perbedaan peningkatan lama tidur pada hari ke I, 2, 3 dan 4 pada kelompok intervensi (60 menit therapi murottal dan control (30 menit therapi morottal).Kesimpulan terdapat perbedaan pola tidur pada kelompok intervensi (60 menit) dan kelompok control (30 menit) dengan v palue 0,000. Pada bayi BBLR di RSUAM Bandar LmapungSaran : therapi murottal dapat diberikan selama 60 menit kepada bayi BBLR untuk meningkatkan pola tidurnya Kata kunci : BBLR, PMK, Pola Tidur,  Therapi Murottal
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN LAMA KALA I DI PMB WIRAHAYU PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Anggraini, Anggraini; Maisyaroh, Siti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1,Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i1.3342

Abstract

ABSTRAK: HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN LAMA KALA I DI PMB WIRAHAYU PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020. Latar belakang : Menurut Sukarni, K (2013), gejala klinik lama persalinan terjadi pada ibu dan juga pada janin, ibu yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan akan menyebabkan gelisah, letih, suhu badan meningkat, berkeringat, nadi cepat, pernapasan cepat dan meteorismus, sedangkan pada janin akan berakibat denyut jantung janin cepat atau hebat atau tidak teratur bahkan negatif, air ketuban terdapat mekonium, kental kehijau-hijauan, berbau. Selama fase kala 1 aktif ibu bersalin mengalami nyeri (skala 6-9), gelisah, cemas, dan tidak dapat beristirahat dengan tenang. Kondisi ini akan mengakibatkan detak jantung meningkat, tekanan darah dan temperatur juga meningkat.Tujuan : diketahui Hubungan Kecemasan Ibu Dengan Lama Kala I Di PMB Wirahayu Panjang Bandar Lampung Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan Desain penelitian ini menggunakan analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin Di PMB Wirahayu Panjang Bandar Lampung dengan rata-rata kunjungan/bulan berjumlah 36 responden dengan jumlah Sampel berjumlah 36 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling.Hasil : Berdasarkan analisis univariat, diketahui bahwa Di PMB Wirahayu Panjang Bandar Lampung Tahun 2020, responden yang mengalami kecemasan dan tidak berjumlah sama rata yaitu 18 responden (50,0%) dan rata-rata responden mengalami lama kala I yang normal berjumlah 23 responden (63,9%). Berdasarkan uji statistik, diketahui tidak ada hubungan kecemasan dengan lama kala I Di PMB Wirahayu Panjang Bandar Lampung Tahun 2020 dengan p-value 1,000 dan nilai OR 1,273.Kesimpulan : tidak ada hubungan kecemasan dengan lama kala I Di PMB Wirahayu Panjang Bandar LampungSaran : Hasil penelitian ini diharapkan agar pihak PMB dapat menjelaskan dan memberikan informasi kesehatan tentang persiapan persalinan, mengadakan konsultasi kepada ibu yang mengalami kecemasan pasca persalinan, melakukan evaluasi dan identifikasi kepada ibu hamil yang akan melakukan persalinan agar tidak mengalami komplikasi.Kata Kunci : Tingkat Kecemasan & Lama Kala I
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Terbangun (Coleus Ambonicus Lour) Terhadap Pengeluaran Asi Hari Ke-3 Pada Ibu Primipara Di Rsud Dr.H. Abdul Moeloek Povinsi Lampung Akrin, Serliana; Yantina, Yuli; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18404

Abstract

 Introduction The smoothness of breast milk production is influenced by many factors, in some mothers breastfeeding may occur during pregnancy and some occur after delivery, this breastfeeding can affect exclusive breastfeeding for babies where in 2018 the achievement of exclusive breastfeeding in the city of Bandar Lampung was only 69.53 %. One of the efforts to facilitate breastfeeding could be done by giving torbangun leaf extract. The research objective was to know the effect of giving torbangun leaves (coleus ambonicus lour) on the 3rd day of breastfeeding for primiparous mothers at Dr.H Abdul Moloek Regional Public Hospital, Lampung Province.Method This type of quantitative research with a Quasi Experiment research design posttest control group design. The population of all primiparous postpartum mothers on the first day at RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital, Lampung Province as many as 61 patients, with a sample of 30 people divided into 2 groups, purposive sampling technique sampling. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test).Results showed that the average time to release breastmilk on the 3rd day of postpartum mothers who were given terbangun leaf extract (coleus ambonicus lour) at Dr.H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital, Lampung Province for 41.8 hours and Post Partum mothers who were not given terbangun leaf extract (coleus ambonicus lour) for 58.4 hours. There was an effect of giving Terbangun leaf extract (coleus ambonicus lour) on the time of delivery of breast milk on the 3rd day of postpartum primiparous mothers in Dr.H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital, Lampung Province  p-value = 0.002 (p-value> α = 0.05). Suggestions for postpartum mothers are expected to consume Terbangun leaves which are made into extracts, or used as dishes such as vegetable soup so that milk production can be accelerated and increased. Keywords : breastmilk production, terbangun leaves extract, primiparous ABSTRAK Latar Belakang Kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh banyak factor, Pada sebagian ibu pengeluaran ASI bisa terjadi dari masa kehamilan dan sebagian terjadi setelah persalinan, pengeluaran ASI ini bisa mempengaruhi pemberian Asi ekkslusif pada bayi dimana di tahun 2018 pencapaian ASI eksklusif di Kota bandar Lampung hanya sebesar 69,53%. salah satu upaya untuk melancarkan ASI dapat silakukan dengan pemberian ekstrak daun torbangun. tujuan  penelitian diketahui pengaruh pemberian daun torbangun (coleus ambonicus lour) terhadap waktu  pengeluaran  asi hari ke-3 pada ibu primipara di RSUD Dr.H Abdul Moloek  Povinsi Lampung Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen posttest control group design. Populasi seluruh ibu postpartum primipara hari pertama di  RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Povinsi Lampung sebanyak 61 pasien, Dengan  sampel sebanyak 30 orang yang di bagi menjadi 2 kelompok, teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test).Hasil Diketahui rata-rata waktu  pengeluaran ASI hari ke-3 pada ibu Post Partum yang diberi ekstrak daun torbangun (coleus ambonicus lour) di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek  Povinsi Lampung  selama 41,8 jam dan ibu Post Partum yang tidak diberi ekstrak daun torbangun (coleus ambonicus lour) selama 58,4 jam. Ada Pengaruh  pemberian ekstrak Daun Torbangun (coleus ambonicus lour) terhadap waktu  pengeluaran ASI hari ke-3 ibu Post Partum primipara di RSUD Dr.H Abdul Moeloek  Povinsi Lampung  p-value = 0, 002 (p-value > α = 0,05). saran bagi Ibu nifas di harapkan dapat mengkonsumsi daun torbangun yang di jadikan ekstrak, atau dijadikan masakan seperti sayur sop sehingga produksi ASI dapat dipercepat dan semakin meningkat.Kata kunci: penegeluaran ASI, ekstrak daun torbangun, primipara
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Suntik 3 Bulan Br Surbakti, Sempa Kita; Purnamasari, Eka; Agussamad, Indra; Sihombing, Verti; Sitompul, Lewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13101

Abstract

 In 2019, the world population reached 7.7 billion people. This number will increase by 1.08% from 2018, equivalent to 7.6 billion people. Over the past decade, the world's population has grown steadily at an annual rate of 1-1.2% per year. In 2050 the world population is estimated to only grow by 0.53%, the maternal mortality ratio is a measure of the level of service provided to mothers during childbirth.The aim of the research was to determine the factors that influence the 3-month injectable birth control contraceptive in Pekan Sawah Village. Carrying out research in the Pekan Sawah village.The research design used was descriptive with a cross sectional design. The research sample was all 92 women. The data collection instrument was a questionnaire regarding age, knowledge, education, parity and the choice of 3-month injectable birth control contraception. Data were analyzed using the Chi Square test.Univariate results: 92 respondents, the majority of respondents' ages were in the 21-35 years category, 35 people (38%), most had sufficient knowledge, 65 people (70.7%), most had secondary education, 49 people (53.5%), most had parity. 28 people (30.4%) were in category 2, most of the 3-month family planning injections were in the sufficient category, 76 people (82.6%). Bivariate results show that there is a relationship between the factors age (pvalue=0.008), knowledge (pvalue=0.036), education pvalue=(0.05), and parity (pvalue=0.014) in selecting a 3-month injectable birth control contraceptive.To increase Health Promotion and health motivation through IEC (Communication, Information and Education) regarding Family Planning and contraceptives does not only involve facilities at Health Institutions but also all families. Keywords: 3-month injectable contraceptive, knowledge, education ABSTRAK Pada tahun 2019, Populasi dunia mencapai 7,7 miliar jiwa. Jumlah ini akan meningkat 1,08% dari 2018 setara dengan 7,6 miliar orang. Selama dekade terakhir, populasi dunia telah tumbuh terus pada tingkat tahunan sebesar 1-1,2% per tahun. Pada tahun 2050 populasi dunia diperkirakan hanya tumbuh sebesar 0,53%, rasio kematian ibu merupakan ukuran tingkat pelayanan yang diberikan kepada ibu saat melahirkan.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan doi Desa Pekan Sawah. Pelaksanaan penelitian di desa pekan sawah.Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh wanita yang berjumlah 92 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner mengenai umur, pengetahuan, pendidikan, paritas dan pemilihan kontrasepsi KB Suntik 3 Bulan. Data dianalisis dengan uji Chi Square.Hasil Univariat 92 responden yang mayoritas umur responden berada pada kategori 21-35 tahun sebanyak 35 orang (38%), sebagian besar pengetahuan Cukup sebanyak 65 orang (70.7%), Sebagian besar pendidikan Menengah sebanyak 49 orang (53.5%), sebagian besar paritas berada pada kategori 2 sebanyak 28 orang (30.4%), sebagian besar suntik KB 3 Bulan berada pada kategori cukup sebanyak 76 orang (82.6%). Hasil Bivariat menunjukkan adanya hubungan faktor umur (pvalue=0,008), pengetahuan (pvalue=0,036), pendidikan pvalue=(0,05), dan paritas (pvalue=0,014) dalam pemilihan alat kontrasepsi KB suntik 3 Bulan.Untuk meningkatkan Promosi Kesehatan dan motivasi kesehatan melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) mengenai Keluarga Berencana dan alat-alat kontrasepsi tidak hanya melibatkan sarana di Lembaga Kesehatan tetapi juga seluruh para keluarga. Kata Kunci: KB suntik 3 bulan, pengetahuan, pendidikan
Faktor Resiko Cacingan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Masra, Ferizal; Barus, Linda; Indarwati, Suami
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8505

Abstract

Background: Worm disease is a disease caused by Soil Transmitted Helminth (STH) infection or intestinal worm parasitic infection that is transmitted through the soil. Worm parasites that often cause intestinal worms in Indonesia are roundworms (Ascaris lumbricoides), whipworms (Trichuris trichuria) and hookworms (Necator americanus and Ancylostoma duodenale). Worm disease is still a public health problem in developing countries like Indonesia, because of its high morbidity and mortality. More than 1.5 billion people, or 24% of the world's population, are infected with soil-borne helminths worldwide. Infection is widespread in tropical and subtropical regions, with the greatest number occurring in sub-Saharan Africa, America, China and East Asia. (WHO, 2022). The results of a survey by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia from several provinces in Indonesia showed that the general worm prevalence was 40-60%. While the number of events increases to 30-90%, if the prevalence is calculated in school-age children. (Rosyidah & Prasetyo, 2018). The age range that often experiences worms is the age of 6-12 years or at the elementary school (SD) level because it is influenced by the level of personal hygiene. (Rahma et al., 2020; Suriani et al., 2019)Many factors play a role as risk factors for worms to occur, especially in elementary school-age children. (Amoah, 2018) states that Water, Sanitation and Hygiene (WASH) is the main risk factor for STH infection in humans, in addition to socioeconomic risk factors (poverty). Meanwhile, according to (Gabrie, 2013) the risk factors for worm infection are Host Biology Factor, Host Behavior Factor, Socio-Economic Factor, Environmental Factor, and Other Factors.Purpose: The aim of this study was to get an overview of the risk factors experienced by worms sufferers. The research was conducted in July-August 2022 in the Working Area of the Kelumbayan Induk Health Center, Tanggamus Regency.Method: This research was conducted using quantitative methods with a descriptive research design. The population and sample of this study were students in grades 1 to 6 at SDN 1 Kiluan Negeri, Kelumbayan District, Tanggamus Regency, where the population consisted of all 218 students (Dapodik Students at SDN 1 Kiluan Negeri). While the research sample consisted of 71 students who were selected using the Simple Random Sampling technique, and the determination of the sample size used the Slovin and Kotler formula. Data collection was carried out by observing for 1 week the presence of risk factors, both in the home environment, school environment, and other factors. The research results were processed and analyzed descriptively and presented using a frequency table to get an overview of the risk factors for helminthiasis in the Working Area of the Kelumbayan Induk Health Center, Tanggamus Regency in 2022Results: The results showed that 80.3% of the number of family members living in the same house was quite large, 21.1% of the respondents' houses had dirt floors, 2.8% of the respondents did not have a healthy family latrine, 5.6% of the respondents' houses did not have access to clean water, 88.7% raise livestock in the yard, 43.7% of respondents do not have the habit of washing hands with soap and running water, 36.6% still have the habit of not using footwear when playing outside, 39.4% respondents have games that come into contact with the ground, and 95.8% stated that they had consumed deworming medicationConclusion: The condition of the respondent's home environment and the respondent's habits are still at risk of causing transmission and spread of worms in the community. For this reason, it is necessary to increase the role of teachers in schools to pay even greater attention to students to always maintain personal hygiene and the cleanliness of their environment, and parents need to remind their children to always maintain personal hygiene, especially at home. Meanwhile, the Puskesmas is routinely monitoring the growth and development of elementary school-age children as well as carrying out continuous helminthiasis surveys accompanied by treatment efforts for children who are proven to have worms.Suggestion For parents to pay more attention to their children's health by checking them at a health facility, giving deworming medication to children who are positive for worms, and providing examples of proper hand washing. The school should make hand washing facilities so that students can practice the correct way of washing hands. To the puskesmas to reactivate the deworming program for elementary school childrenKeywords: Worms, Personal Hygiene, Elementary school age  ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit cacingan adala penyakit yang diakibatkan oleh infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) atau infeksi parasit cacing usus yang penularan melalui tanah. Parasit cacing yang sering menyebabkan penyakit cacingan di Indonesia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichuria) dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Penyakit cacingan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. Lebih dari 1,5 miliar orang, atau 24% dari populasi dunia, terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah di seluruh dunia. Infeksi tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan jumlah terbesar terjadi di sub-Sahara Afrika, Amerika, Cina dan Asia Timur.(WHO, 2022). Hasil survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia dari beberapa provinsi di Indonesia didapatkan persentase kecacingan secara umum sebesar 40-60%. Sedangkan jumlah kejadian meningkat hingga 30-90%, jika prevalensi dihitung pada anak usia sekolah.(Rosyidah & Prasetyo, 2018). Rentang usia yang sering mengalami cacingan yaitu usia 6-12 tahun atau pada jenjang sekolah dasar (SD) karena dipengaruhi oleh tingkat personal hygiene. (Rahma et al., 2020; Suriani et al., 2019)Banyak faktor yang berperan sebagai faktor resiko terjadi cacingan, terutama pada anak usia sekolah dasar. (Amoah, 2018)  menyatakan bahwa Air, Sanitasi dan Kebersihan (WASH) merupakan faktor resiko yang utama terjadinya infeksi STH pada manusia, selain faktor resiko sosial ekonomi (kemiskinan). Sedangkan menurut (Gabrie, 2013) faktor resiko terjadinya infeksi cacingan adalah Host Biology Factor, Host Behaviou Factor, Socio-Economic Factor, Environmental Factor, dan Other Factors.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran faktor resiko yang dialami penderita cacingan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus tahun 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Kelumbayan Induk Kabupaten Tanggamus.Metode: Penelitiain ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 1 sampai 6 SDN 1 Kiluan Negeri Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus, dimana populasinya adalah seluruh siswa sebanyak 218 Siswa (Dapodik Siswa SDN 1 Kiluan Negeri). Sedangkan sampel penelitian adalah siswa yang terpilih dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling berjumlah 71 orang, dan penentuan besar sampel menggunakan rumus Slovin and Kotler. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama 1 minggu terhadap keberadaan faktor resiko, baik di lingkungan rumah  lingkungan sekolah, dan faktor lainnya. Hasil penelitian diolah dan dianalisis secara deskriptif dan disajikan menggunakan tabel frekuensi untuk mendapatkan gambaran faktor resiko penyakit cacingan di Wilayah Kerja Puskesmas Kelumbayan Induk Kabupaten Tanggamus Tahun 2022Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa 80,3% jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah cukup besar, 21,1% rumah responden berlantai tanah, 2,8 % responden tidak memiliki jamban keluarga yang sehat, 5,6% rumah responden tidak memiliki akses ke air bersih, 88,7% memelihara hewan ternak di pekarang rumah, 43,7% responden tidak memiliki kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, 36,6% masih memiliki kebiasaan tidak menggunakan alas kaki saat bermain di luar, 39,4% responden memiliki permainan yang bersentuhan dengan tanah, dan 95,8% menyatakan pernah mengkonsumsi obat cacingKesimpulan: Kondisi lingkungan rumah responden dan kebiasaan responden masih banyak beresiko menimbulkan penularan dan penyebaran penyakit cacingan di masyarakat. Untuk itu perlu ditingkatkannya peran guru di sekolah untuk memberikan perhatian lebih besar lagi kepada anak didik untuk selalu menjaga kebersihan dirii dan kebersihan lingkungannya, dan pihak orang tua perlu harus mengingatkan anak-anaknya untuk selalu menjaga kebersihan diri terutama di rumah. Sedangkan pihak Puskesmas untuk rutin memantau tumbuh kembang anak-anak usia sekolah dasar sekaligus menjalankan melaksanakan survey kecacingan secara terus menerus disertai dengan upaya pengobatan buat anak-anak yang terbukti mengindap cacinganSaran Agar orang tua lebih memperhatikan kesehatan anaknya dengan memeriksakannya ke sarana kesehatan, memberikan obat cacing pada anak yang posif kecacingan, dan memberikan contoh mencuci tangan yang benar. Pada pihak sekolah agar membuat sarana cuci tangan agar siswa dapat mempraktekkan cara cuci tangan yang benar. Kepada pihak puskesmas agar mengaktifkan kembali program kecacingan pada anak sekolah dasar Kata Kunci: Cacingan, Personal Hygiene, Usia SD
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Andriani, Verra; Yuliasari, Dewi; Sunarsih, Sunarsih; Samino, Samino
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17506

Abstract

Tingginya angka kehamilan beresiko tinggi yang terjadi pada ibu hamil mengakibatkan banyak terjadi permasalahan reproduksi pada wanita dan rendahnya tingkat kesejahteraan keluarga. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang efektifitasnya relative lama dan merupakan  salah satu upaya promotif serta preventif dari Program Keluarga Berencana Pemerintah dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan hasil pra survey di Puskesmas Rajabasa Indah terdata rendahnya cakupan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Puskesmas Rajabasa Indah Tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analytic cross sectional dan pengambilan sampel dengan menggunakan tekhnik accidental sampling dilakukan dari bulan Juni sampai Jui 2021 terhadap 100 responden akseptor KB dimana pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan ceklist, kemudian dilakukan analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan korelasi antara dua variabel dependen dan independen.Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan distribusi frekuensi pemilihan MKJP terbanyak pada non MKJP yaitu 69 orang (69 %), tingkat pendidikan paling banyak pendidikan rendah 63 orang (63%), tingkat pengetahuan paling banyak tingkat pengetahuan rendah 68 orang (68%), umur responden paling banyak antara 20-30 tahun yaitu 59 orang (59%), pekerjaan paling banyak pada status bekerja 66 orang (66%), jumlah anak terbanyak kategori anak banyak yaitu 68 orang (68%) dan dukungan suami paling banyak kategori dukungan yang baik 63 orang (63%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,026), tingkat pengetahuan (p=0,034), umur (p=0,035), pekerjaan (p=0,024), jumlah anak (p=0,010), dan dukungan suami (p=0,024) dengan pemilihan MKJP. Saran bagi Wanita Pasangan Usia Subur hendaknya dapat berpartisipasi dalam program Pelayanan Keluarga Berencana dengan menggunakan jenis kontrasepsi MKJP. Kata Kunci                  : Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Umur, Jumlah Anak, Dukungan Suami dan MKJP.     ABSTRAK THE FACTORS CONCERNING THE USE OF LONG-TERM CONTRACEPTION METHOD  The high number of high-risk pregnancies that occur in pregnant women causes many reproductive problems on women and low level of family welfare. Long-Term Contraception Method is a contraceptive method with relatively high effectiveness and is one of the promotive and preventive efforts from the Government Family Planning Program in order to suppress the rate of population growth. Based on the results of the pre-survey at Rajabasa Indah Health Center, it was found that the low coverage of the use of the Long-Term Contraception Method at Rajabasa Indah Health Center in 2020. The objective of this study was to determine the factors that influence the use of the Long-Term Contraception Method at Rajabasa Indah Health Center in 2021.This research was quantitative with a cross-sectional analytic research design and sampling using the accidental sampling technique carried out from June to July 2021 on 100 respondents who were registered as family planning acceptors. The data collection technique was through questionnaires and checklists, then data analysis was carried out univariate and bivariate with statistical tests Chi Square and was presented in the form of frequency distribution table and table of correlation relationships between two dependent and independent variables.From the research that has been conducted, it was found that the preference distribution of long term contraception method was the highest  in non-long term contraception method namely 69 people (69%), the most dominant education level was 63 people (63%) with low background, the most dominant knowledge level was 68 people (68%) with low knowledge,  59 people (59%) respondents were between 20-30 years,  66 people (66%) were in the working status, 68 people (68%) had many children and 63 people (63%) had good husband support. There were significant relationships between education (p=0.026), level of knowledge (p=0.034), age (p=0.035), occupation (p=0.024), number of children (p=0.010), and husband support (p=0.024) toward the preferences of long-term contraception method. Suggestions for Women with Childbearing Age should be able to participate in the Family Planning Service program using the long-term contraception method type for contraception. Keywords       : Education, Knowledge, Occupation, Age, Number of Children, Husband Support and long-term Contraception Method.  

Page 2 of 15 | Total Record : 147