cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
Penggunaan Kelambu Dengan Kejadian Penyakit Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Indarwati, Suami; Helmy, Helina
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10388

Abstract

Background: The Pesawaran Regency area has topography, most of which are located on the seashore. In general, the people who live on the beach complain about the high incidence of malaria. Due to the fact that most of the areas are located on the seashore, it is very possible for malaria to occur, especially in the working area of the Hanura Public Health Center, Pesawaran Regency.Purpose: This study aims to determine the relationship between the use of mosquito nets and the incidence of malaria in the working area of the Hanura Public Health Center, Pesawaran District.Meanwhile, the specific objective of this study was to determine the incidence of malaria in Pesawaran District, Lampung Province. Know the description of the use of mosquito nets. Knowing the description of confounding variables: age, gender, education.Methods: This research methodology has this type of research is analytic, namely a study conducted with the aim of looking at the relationship between mosquito nets and the incidence of malaria in the work area of the Hanura Health Center in Pesawaran District.Result: The research results for the relationship between the use of mosquito nets and the incidence of malaria resulted in a p value of 0.18 which means greater than 0.05Conclusion: The research results for the relationship between the use of mosquito nets and the incidence of malaria resulted in a p value of 0.18 which means greater than 0.05 so it can be concluded that there is no significant relationship between the dependent variable and the independent variable. Keywords: Malaria, Relationship of malaria incidence, Mosquito Nets, Community Health Centers ABSTRAK Latar Belakang: Wilayah Kabupaten Pesawaran memiliki topografi wilayah yang sebagian besar berada di tepi pantai. Umum nya warga masyarakat yang tinggal di tepi pantai mengeluhkan banyaknya kejadian malaria. Dikarenakan wilayah yang sebagian besar berada di tepi pantai maka akan sangat memungkinkan untuk terjadi nya kejadian malaria terutama di wilayah kerja puskesmas hanura kabupaten pesawaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria di wilayah kerja puskesmas hanura kabupaten pesawaran. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah Mengetahui kejadian malaria di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Mengetahui gambaran penggunaan kelambu. Mengetahui gambaran variabel confounding: umur, jenis kelamin, pendidikan.Metode: Metodologi penelitian ini memiliki jenis penelitian analitik yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara kelambu dengan kejadian penyakit malaria yang ada wilayah kerja puskesmas hanura di kabupaten pesawaran.Hasil: Hasil penelitian untuk hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria menghasilkan p value 0,18 yang berarti lebih besar dari 0,05Kesimpulan: Hasil penelitian untuk hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria menghasilkan p value 0,18 yang berarti lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak memiliki hubungan yang signifikan antara variable dependen dan variable independen. Kata Kunci: Malaria, Hubungan kejadian malaria, Kelambu, Puskesmas
PENGARUH MUROTTAL DENGAN KECEMASAN PERSALINAN KALA I PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY DENTE KABUPATEN TULANG BAWANG Yulianti, Ria; Sari, Dewi Yulia; Putri, Ratna Dewi; Sari, Nita Evriana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i2.4934

Abstract

Background: Anxiety facing labor is felt by all pregnant women, especially primigravida. In Indonesia, it was found that primigravida mothers experienced severe anxiety reaching 83.4% and moderate anxiety by 16.6% while in multigravida mothers, severe anxiety was 7%, moderate anxiety was 71.5 %, and mild anxiety 21.5%. The purpose: this study is to know the effect of murottal with first stage labor anxiety in primiparous mothers in the working area of the Way Dente Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021.Methods: This research was conducted with a quantitative approach. Non-equivalent quasi-experimental analytical research design. The population in this study were all mothers who were about to give birth in the work area of the Way Dente Health Center, Tulang Bawang Regency totaling 44. The sample in this study amounted to 15 respondents in the control group and 15 respondents in the intervention group. The object of this research is: Murotaal therapy for labor anxiety. The time of the research was carried out in March-July 2021. Data collection used an observation sheet. Analysis with univariate and bivariate (T-Test).Results: It is known that the average anxiety before being given murottal is 54.27 and after being given it is 27.00. It is known that the average anxiety before being given care is 51.67 and after being given care is 35.87. Conclusion: There is a Murottal Effect with First Stage Labor Anxiety on Primiparous Mothers in the Working Area of Way Dente Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021 p-value 0.000. Suggestions: expected to make promotive efforts for midwifery services so that related institutions can pay more attention to techniques for reducing anxiety during childbirth. Keywords: Murottal, Anxiety, Labor, Primipara ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan mengadapi persalinan dirasakan seluruh ibu hamil khususnya primigravida, Di Indonesia didapatkan bahwa ibu primigravida mengalami kecemasan tingkat berat mencapai 83,4% dan kecemasan sedang sebesar 16,6% sedangkan pada ibu multigravida didapatkan kecemasan tingkat berat 7%, kecemasan tingkat sedang 71,5%, dan cemas ringan 21,5%.Tujuan penelitian: diketahui Pengaruh Murottal  Dengan Kecemasan Persalinan Kala I Pada Ibu Primipara Di Wilayah Kerja  Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2021.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian analitik quasi eksperimen non equivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang akan bersalin di Wilayah kerja Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang berjumlah 44. Sampel pada penelitian ini berjumlah 15 responden pada kelompok kontrol dan 15 responden pada kelompok intervensi. objek dalam penelitian adalah: terapi murotaal terhadap kecemasan persalinan. Waktu peneltian dilaksanakan pada bulan Maret- Juli 2021.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa dengan univariat dan bivariat (T-Tes).Hasil: Diketahui rata-rata kecemasan sebelum diberikan murottal adalah 54,27 dan setelah diberikan adalah 27,00. Diketahui rata-rata kecemasan sebelum diberikan asuhan adalah 51,67 dan setelah diberikan asuhan adalah 35,87.Kesimpulan: Ada Pengaruh Murottal  Dengan Kecemasan Persalinan Kala I Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2021 p-value 0,000.Saran: diharapkan melakukan upaya promotif bagi pelayanan kebidanan sehingga institusi terkait bisa lebih memperhatikan teknik penurunan kecemasan pada saat persalinan. Kata Kunci : Murottal, Kecemasan, Persalinan, Primipara
PEPPERMINT OIL DENGAN LUKA PUTING PADA IBU MENYUSUI Diana, Averia Eva; Maternity, Dainty; Hermawan, Dessy; Evayanti, Yulistiana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5196

Abstract

Background: Pain in the nipples (nipple pain) is a problem that is often found in breastfeeding mothers and is one of the reasons why mothers choose to stop breastfeeding their babies. Data obtained at the Merbau Mataram Health Center on 10 breastfeeding mothers who had less than six months, there were 6 mothers who experienced nipple sores in the first week of breastfeeding. Purpose: This study aims to determine the effect of using peppermint oil on wounds in nursing mothers in the Merbau Mataram Public Health Center, Merbau Mataram District in 2020. Methods: This type of research is quantitative with an experimental study design. The sample in this study were 28 post partum mothers who experienced pain, and were divided into control groups and treatment groups respectively. The sampling technique used was purposive sampling technique. The research site was conducted in the work area of the UPT Mataram Merbau Health Center on June 15-July 12, 2020. The data analysis of this study used the Independent t-test. Result: The statistical test results of the Sig. (2-tailed) 0.836> 0.05, which means that Ha is rejected. The results of different tests using the Independent t-test on the mean pain scale that were placed in the control group on the fourth, eighth and 14th day were 3.29, 2.64, and 1.29, respectively, while in the treatment group were 3.21, 1.29, and 1.21. Conclusion: There is no effect of using peppermint oil on nipple wounds in breastfeeding mothers in the UPT Puskesmas Merbau Mataram Kab. Lampung Selatan in 2020. It is hoped that mothers will understand the importance of breast care since the final trimester, so that mothers can anticipate early in preventing nipple soresSuggestion It is expected for mothers to understand the importance of breast care since the final trimester, so that mothers can anticipate early in preventing nipple sores in nursing mothers. The use of a larger sample size with a more heterogeneous population needs to be done so that the research results can be generalized and to increase the validity of the research findings. Further research on breastfeeding frequency and infant sucking strength also needs to be explored in order to identify comparisons of nipple pain scales in breastfeeding mothers. Keywords              : Peppermint oil, Nipple Pain Scale, Breastfeeding Technique ABSTRAK Latar belakang : Nyeri pada puting (nipple pain) merupakan masalah yang sering ditemukan pada ibu menyusui dan menjadi salah satu penyebab ibu memilih untuk berhenti menyusui bayinya. Data yang didapatkan di Puskesmas Merbau Mataram  terhadap 10 ibu menyusui yang memiliki bayi kurang dari enam bulan, terdapat 6 ibu mengalami luka puting pada minggu pertama menyusui.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan peppermint oil dengan luka puting pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kecamatan Merbau Mataram tahun 2020.Metode : Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain studi eksperimental. Sampel pada penelitian ini adalah 28 ibu post partum yang mengalami nyeri puting, dan terbagi dalam kelompok kontrol dan kelompok treatment masing-masing berjumlah 14 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tekhnik purposive sampling. Tempat penelitian dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas merbau Mataram pada tanggal 15 Juni-12 Juli 2020. Analisa data penelitian ini menggunakan Uji-t Independent.Hasil : Hasil uji statistik didapatkan nilai Sig. (2-tailed) 0,836 >  0,05 yang artinya Ha ditolak. Hasil Uji beda menggunakan Uji-t Independent terhadap rata-rata skala nyeri puting pada kelompok kontrol pada hari ke empat, delapan dan 14 berturut-turut adalah 3.29, 2.64, dan 1.29, sedangkan pada kelompok treatment adalah 3.21, 1.29, dan 1.21.Kesimpulan : Tidak ada pengaruh penggunaan peppermint oil dengan luka puting pada ibu menyusui di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Merbau Mataram Kab. Lampung Selatan Tahun 2020. Diharapkan bagi ibu untuk memahami pentingnya perawatan payudara sejak trimester akhir, sehingga ibu dapat mengantisipasi lebih dini dalam mencegah terjadinya luka puttingSaran Diharapkan bagi ibu untuk memahami pentingnya perawatan payudara sejak trimester akhir, sehingga ibu dapat mengantisipasi lebih dini dalam mencegah terjadinya luka puting pada ibu menyusui. Penggunaan ukuran sampel yang lebih besar dengan populasi yang lebih heterogen perlu dilakukan agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dan guna meningkatkan validitas temuan penelitian. Penelitian lebih lanjut mengenai frekuensi menyusui dan kekuatan hisapan bayi juga perlu dieksplorasi guna mengidentifikasi perbandingan skala nyeri puting pada ibu menyusui.Kata Kunci            : Peppermint oil, Skala Nyeri Puting, Teknik Menyusui
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan Eka Putri, Selvi Yulia; Zarma, Zarma; Evrianasari, Nita
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i1.14589

Abstract

Some factors influencing a pregnant mother’s anxiety in preparing for birthing include environment, depressed emotion, physical factors, age, knowledge/experience. Medical condition, education level, occupation, and personality of each individual. An interview result to 7 pregnant mothers with anxiety showed that 2 mothers had junior high school education level, 1 mother was unemployed, 2 mothers were primigravida, and 2 mothers were at 19 and 20 years old. The objective of this research was to find out the factors related to maternal anxiety in preparing birthing in Roli Yantina, Amd. Keb midwifery clinic in Negeri Katon of Pesawaran district in 2020.   This was a quantitative analytic correlational research by using cross sectional approach. Population was 38 pregnant mothers at trimester III visiting Roli Yantina, Amd.Keb midwifery clinic in Negri Katon of Pesawaran district from January to June 2020. 34 respondent samples were taken by using accidental sampling. Data were analyzed by using chi square test.  The research result showed that there were significant correlations of age (p-value 0.042 < 0.05), education level (p-value 0.011 < 0.05), occupation (p-value 0.017 < 0.05), and parity (p-value 0.040 < 0.50) to maternal anxiety in preparing birthing in Roli Yantina, Amd. Keb midwifery clinic. The researcher expects pregnant mothers to be more routine visiting antenatal care and to maintain healthy life style by joining exercising for pregnant mothers, consuming vegetables and fruits to have good birthing process.Keywords                      : factors related to anxiety ABSTRAK : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI BPS ROLI YANTINA, Amd.Keb NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2020 Beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan adalah lingkungan, emosi yang ditekan, sebab-sebab fisik, usia, pengetahuan/pengalaman, kondisi medis, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, pekerjaa, dan kepribadian masing-masing individu.Berdasarkan wawancara kepada 7 ibu yang mengalami cemas, diketahui, 2 ibu mempunyai pendidikan SMP, 1 ibu tidak bekerja, 2 ibu merupakan primigravida dan 2 ibu berusia 19 dan 20 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Ibu (umur, paritas, pekerjaan, dan pendidikan) Dalam Menghadapi Persalinan di BPS Roli Yantina, Amd.Keb Negri Katon Pesawaran Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dan rancangan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata ibu hamil trimester III yang berkunjung di BPS Roli Yantina, Amd.Keb Negri Katon Pesawaran. setiap bulannya dari bulan januari-juni 2020 sebanyak 38 orang ibu hamil dengan jumlah sample berjumlah 34 ibu hamil. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik sample accidental sampling dan menggunakan analisis data uji Chi-square. hasil penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan di BPS Roli Yantina Amd,Keb yaitu faktor usia p-value: 0,042<0,05 pendidikan p-value:0,011<0,05 pekerjaan              p-value:0,017<0,05 paritas p-value:0,040<0,05, dari keempat faktor diatas memiliki hubungan yang signifikan. Penelitian ini diharapkan kepada ibu hamil harus lebih rutin dalam melakukan kunjungan antenatal care, serta menjaga pola hidup sehat dengan cara mengikuti senam hamil, mengkonsumsi buah dan sayur, sehingga proses persalinan yang akan dijalani berjalan dengan baik.Kata Kunci            : Faktor Faktor kecemasan & kecemasan ibu hamilPustaka                 : 18(2003-2019)
Pengaruh Teknik Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Motorik Dan Peningkatan Berat Bayi Pada Pmb Ni Wayan Richa Desiyanti, S.Tr.Keb Tahun 2021 Sari Nainggolan, A.Triska Oktavika; Rosmiyati, Rosmiyati; Suharman, Suharman; Fitria, Fitria
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9529

Abstract

Background: According to the Indonesian Ministry of Health that in 2010, 11.5% of children under five in Indonesia experienced growth and development disorders. While the data shows the total index of child development in Indonesia includes 88.3% and Lampung 85.%. (Riskesdas, 2018).Objective: The purpose of this study is to find out whether in doing baby massage is able to improve motor development and increase the baby's weight.Methods:Research used quantitatively, sampling techniques are generally done randomly with a pre-experimental design, experimental with one group pretest-posttest research design using a sample of as many as 20 babies. The study was conducted in June and July 2021, this study was in PMB Ni Wayan Richa Desiyanti, S.Tr.Keb Central Lampung.Result:The results of this study from 20 respondents averaged motor development before intervention of 0,30 standard errors of 0,050 lowest average results or minimum results of 0 and the highest results or maximal results of 1. While the average weight score before the intervention of 7.33 standard errors amounted to 0.247 the lowest average result or minimum result was 6 and the highest blood pressure result or maximal result of 9. Motor mean values after 0,05, SE 0,050 min 0 and max 1. While the weight after 0,05, SD 0,224, SE 0,050 min 0 and max 1.Conclusion: It can be concluded that the results of the t wilcoxon obtained p value0,000< α (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is an influence on the technical impact of baby massage on motor development and weight gain aged 4-12 months.Suggestion: Suggestions that the elderly and the community are able to apply baby massage to increase the child's motor development and baby's weight.Keywords: Baby, Baby Massage, Motor Development, Weight Gain Latar Belakang: Data nasional Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia bahwa pada tahun 2010, sebesar 11,5% anak balita di Indonesia mengalami kelainan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan data menunjukan total indeks perkembangan anak di Indonesia mencakup 88,3% dan Lampung 85,% . (Riskesdas, 2018).Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah dengan di lakukan baby massage mampu meningkatkan perkembangan motorik dan meningkatkan berat badan bayi.Metode: Penelitian yang di gunakan kuantitatif, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random dengan desain pre-experimental  design, experimental dengan desain penelitian One Group pretest-posttest dengan menggunakan sampel sebanyak 20 bayi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni dan bulan Juli tahun 2021, Penelitian ini di PMB Ni Wayan Richa Desiyanti, S.Tr.Keb Lampung Tengah.Hasil: Hasil penlitian ini dari 20 responden nilai rata-rata perkembangan motorik sebelum intervensi sebesar 0,30 standar eror sebesar 0,050 hasil rata-rata terendah atau hasil minimal yaitu sebesar 0 dan hasil tertinggi atau hasil maximal sebesar 1. Sedangkan hasil nilai rata-rata berat badan sebelum intervensi sebesar 7,33 standar eror sebesar 0,247 hasil rata-rata terendah atau hasil minimal yaitu sebesar 6 dan hasil tekanan darah tertinggi atau hasil maximal sebesar 9. Nilai mean motorik setelah 0,05, SE 0,050 min 0 dan max 1. Sedangkan berat badan setelah 0,05, SD 0,224, SE 0,050 min 0 dan max 1.Kesimpulan: Dapat di simpulkan hasil uji wilcoxon didapat p value 0,000<α (0,05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh teknik baby massage terhadap perkembangan motorik dan kenaikan berat badan bayi usia 4-12 bulan.Saran: Saran agar oang tua dan masyarakat mampu menerapkan baby massage agar meningkatkan perkambangan motorik anak dan berat badan bayi.Kata Kunci: Bayi, Baby Massage, Perkembangan Motorik, Kenaikan Berat Badan
Dukungan Suami Dalam Pencegahan Anemia Pada Kehamilan Rachmawati, Fijri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6386

Abstract

Background: More than 80% of countries in the world, the prevalence of anemia in pregnancy is > 20% and can be considered as a major public health problem. Chronic iron deficiency can affect the general well-being of both mother and baby. The indirect factor of anemia is the husband's support, the husband has a very important role for the mother, support can be given in the form of physical and psychological.Objective: To determine the relationship of husband's support in preventing anemia in pregnancy.Methodology: An analytical observational study with a cross sectional approach, which was conducted from December 2020 to February 2021. The sample size was 47 pregnant women and 47 husbands. Data analysis uses chi square, if it does not meet the requirements then use Kolmogorov Smirnov.Results: statistical test results showed that there was a relationship between husband's support in preventing anemia in pregnancy (P=0.000)Conclusion: the results of the study found that there was a relationship between husband's support in preventing anemia in pregnancy.Suggestion: Conduct counseling and IEC about the importance of nutrition during pregnancy to prevent nutritional iron deficiency anemia in pregnant women by involving husbands, families and health workers, as well as health workers to provide assistance and regular monitoring of activities that have been carried out as an effort to improve maternal nutrition. pregnant Keywords: Husband's support, Prevention of Pregnancy Anemia ABSTRAK Latar Belakang: Lebih dari 80% Negara di dunia, prevalansi anemia pada kehamilan > 20% dan dapat dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama. Kekurangan zat besi kronis dapat mempengaruhi kesejahteraan umum ibu dan bayi. Faktor tidak langsung anemia yaitu dukungan suami, suami memiliki peran yang sangat penting bagi ibu, dukungan dapat diberikan dalam bentuk fisik maupun psikis.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan.Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember sampai bulan Februari Jumlah sampel 47 responden ibu hamil dan 47 responden suami. Analisa data menggunakan chi square.Hasil: hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan (P=0.000)Kesimpulan: hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan.Saran: Melakukan penyuluhan dan KIE tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia defesensi besi gizi ibu hamil dengan melibatkan suami, keluarga serta petugas kesehatan, serta petugas kesehatan melakukan pendampingan dan pemantauan secara rutin tentang kegiatan yang sudah dilakykan sebagai salah satu upaya meningkatkan gizi ibu hamil Kata Kunci: Dukungan suami, Pencegahan Anemia Kehamilan 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAPIHAN ASI SECARA DINI PADA ANAK USIA 0-2 TAHUNDI KLINIK DIANA SUNGGAL Kadir, Dalimawaty; Sembiring, Julina Br; Safitri, Mey Elisa
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4439

Abstract

Background: The high incidence of early weaning is 60%. Weaning is a critical period in a child's life because there is a change in feeding on breastfeeding to family food. Objective:The purpose of this study was to determine the factors associated with early weaning of breastfeeding in children aged 0-2 years at the Diana Clinic Sunggal.Methods:The design of this study used an analytic survey with a cross-sectional approach. The independent variables in this study were knowledge, employment status, and husband's support. The population in this study were 50 mothers who have children aged 0-2 years. Data analysis techniques in this study used univariate and bivariate analyses.Result:Based on the results of the study, a relationship between knowledge and age of breastfeeding was found with p-value = .015, a relationship between work status and age of early weaning breastfeeding was found with p-value = .027, and a relationship between husband's support and age of breastfeeding was found with p-value = .008.Conclusion:Inferentially a relationship between knowledge, employment status, and husband's support with the age of early weaning of breastfeeding on Children aged 0-2 at the Diana Clinic Sunggal in 2020 were found. It is hoped that respondents will wean their children at the age of two and for health workers in order to further improve counselling about the appropriate time for weaning.Suggestion  It is expected for health workers to provide counseling and education about early weaning to be able to increase mother's knowledge in understanding breastfeeding, so that mothers can know well about early weaning Keywords : Knowledge, Occupational Status, Husband's Support, Weaning Breastfeeding. ABSTRAK Latar Belakang:Tingginya angka kejadian penyapihan ASI secara dini sebanyak 60%. Penyapihan merupakan masa kritis dalam kehidupan anak, karena terjadi perubahan pemberian makanan dari semula mendapat ASI menuju makanan keluarga.Tujuan:Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyapihan ASI secara dini pada anak usia 0-2 tahun  di Klinik Diana Sunggal.Metode:Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebasdalam penelitian ini yaitu pengetahuan, status pekerjaan, dan dukungan suami. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun sebanyak 50 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling. Tekhnik analisa data dalam penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil:Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan usia penyapihan ASI dengan nilai p value= 0,015, ada hubungan status pekerjaan dengan usia penyapihan ASI dengan nilai p value =0,027, dan ada hubungan dukungan suami dengan usia penyapihan ASI dengan nilai p value= 0,008.Kesimpulan: adanya hubungan antara pengetahuan, status pekerjaan, dan dukungan suami dengan Usia Penyapihan ASI Secara Dini Pada Anak Usia 0-2 tahun di Klinik Diana Sunggal Tahun 2020. Diharapkan kepada responden untuk menyapih anaknya pada usia dua tahun dan untuk tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan konseling tentang waktu yang tepat dalam penyapihan ASI.Saran Diharapkan bagi petugas kesehatan agar memberikan penyuluhan dan pendidikan tentang penyapihan dini untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam memahami pemberian ASI, sehingga ibu dapat mengetahui dengan baik mengenai penyapihan dini. Kata Kunci : Pengetahuan, Status pekerjaan, Dukungan suami, Penyapihan ASI. 
Analisis Faktor Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah Putri, Elsa Erita; Indarwati, Suami; Muslim, Zainal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22853

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. TB is a disease that has existed for a long time and remains the leading cause of death among infectious diseases. Objective: This study aims to analyze environmental factors and community behavior in relation to pulmonary TB incidence in the Bandar Jaya Health Center work area, Central Lampung District, in 2025. Method: The type and design of the study include an observational research design, with a case-control study approach. This study will analyze environmental and community behavioral factors as risk factors for pulmonary TB incidence in the Bandar Jaya Health Center service area. The sample size is 66 participants, divided into 33 pulmonary TB case groups and 33 control groups. Results: Based on the research conducted, the factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis in the Bandar Jaya Community Health Center working area in 2025 showed a significant relationship between ventilation (OR = 6.250; 95% CI = 2.131-18.330), lighting (OR = 3.077; 95% CI = 1.126–8.412), Humidity (OR = 9.800; 95% CI = 2.991–32.111), Walls (OR = 1.250; 95% CI = 7.485–130.469), and Smoking Habits (OR = 4.063; 95% CI = 4.278–46.230) with the occurrence of Pulmonary TB in the Work Area of the Bandar Jaya Health Center. Conclusion: It is concluded that there is an association between environmental factors and community behavior and the incidence of pulmonary TB in the Bandar Jaya Health Center service area, Lampung Tengah District, in 2025.  Keywords: Pulmonary TB, Environmental Factors  ABSTRAK LatarBelakang : Tuberkulosis (TB) sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB merupakan penyakit yang sudah ada sejak lama dan masih menjadi penyebab utama kematian di antara penyakit menular.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025.Metode : Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan termasuk desain penelitian Observasional, pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan desain studi Case Control. Penelitian ini akan menganalisis lingkungan dan perilaku masyarakat sebagai faktor resiko kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya. Dengan jumlah sampel 66 orang yang terbagi atas 33 kelompok kasus TB Paru dan 33 kelompok kontrol.Hasil : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Tahun 2025 didapatkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara Ventilasi (OR = 6,250 ; 95% CI = 2,131-18,330), Pencahayaan (OR = 3,077 ; 95% CI = 1,126-8,412), Kelembaban (OR = 9,800; 95% CI = 2,991-32,111), Dinding (OR = 1,250 ; 95% CI = 7,485-130,469), dan Kebiasaan Merokok (OR = 4,063 ; 95% CI = 4,278-46,230) dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya.Kesimpulan : Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara faktor lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 Kata kunci : TB Paru, Faktor Lingkungan
Postnatal Breast Care Berpengaruh Pada Pengeluaran Kolostrum Ermasari, Anissa
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8720

Abstract

Background : The failure of exclusive breastfeeding is one of the effects of not releasing colostrum immediately after the mother gives birth. The World Health Organization (WHO) reports that the rate of exclusive breastfeeding in the world is only approximately 38%, while in Indonesia the coverage is only 52.5%. One of the factors that can affect the secretion time of colostrum is breast care. Postnatal Breast Care can influence the pituitary to produce the hormones prolactin and oxytocin which can increase colostrum production.Purpose : To determine the effect of postnatal breast care on colostrum secretion in post partumMethods : Using the Quasy Experiment research design with the one shot case study or posttest only design approach. The sampling technique in this study was non-probability sampling, and 30 respondents were obtained. Data analysis in this study was carried out using univariate and bivariate methods using the Spearman rank correlation test.Results : The results of this study indicate that the frequency of postpartum postnatal breast care to release colostrum is the most commonly done once, as many as 21 respondents (70%), the proportion of time realising colostrum after being given postnatal breast care intervention is ≤ 24 hours, namely 29 respondents (96.67%). The results of the Spearman rank correlation test obtained a p value (0.007) < a (0.05) and an r value of 0.480Conclusion : The conclusion of this study Postnatal Breast Care has an effect on colostrum secretion in postpartumSuggestion aimed at health services and health workers, especially midwives who provide care for postpartum mothers Keywords : Postnatal Breast Care, Colostrum, Exclusive Breastfeeding ABSTRAK Latar Belakang : Gagalnya ASI Eksklusif adalah salah satu dampak dari tidak segera keluarnya kolostrum setelah ibu melahirkan. World Health Organization (WHO) melaporkan tingkat pemberian ASI eksklusif di dunia kurang lebih hanya 38%, sedangkan di Indonesia cakupannya hanya 52,5%. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi waktu pengeluaran kolostrum adalah breast care. Postnatal Breast Care  dapat mempengaruhi hipofise untuk memproduksi hormone prolaktin dan oksitosin yang dapat meningkatkan produksi dan pengeluaran kolostrum.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Postnatal Breast care terhadap pengeluaran kolostrum pada ibu post partum.Metode : Menggunakan rancangan penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan The one shot case study atau posttest only design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini nonprobability sampling, dan didapatkan 30 responden. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat yang Menggunakan uji korelasi spearman rank.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan frekuensi Postnatal breast care postpartum sampai mengeluarkan kolostrum yang paling banyak dilakukan adalah 1 kali sebannyak 21 responden (70%), proporsi waktu pengeluaran kolostrum setelah diberikan intervensi Postnatal breast care adalah ≤ 24 Jam yaitu sebanyak 29 responden (96,67%). Hasil uji korelasi spearman rank didaptkan nilai p value (0,007) < a (0,05) dan nilai r sebesar 0,480.Kesimpulan : Simpulan penelitian ini Postnatal Breast Care berpengaruh pada pengeluaran kolostrum pada ibu postpartum.Saran : Ditujukan kepada pelayanan Kesehatan dan tenaga kesehatan khususnya bidan yang memberikan asuhan terhadap ibu postpartum Kata Kunci : Postnatal Breast Care, Kolostrum, ASI Eksklusif
KONSUMSI BUAH PEPAYA PADA IBU MEMPENGARUHI BERAT BADAN BAYI USIA 24 – 40 HARI PADA IBU MENYUSUI EKSKLUSIF Anggraini, Dinda Mutia; Putri, Ratna Dewi; Anggraini, Anggraini; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5167

Abstract

ABSTRACT PAPAYA CONSUMPTION IN MOTHERS AFFECTS THE WEIGHT OF INFANTS AGED 24 – 40 DAYS IN EXCLUSIVE BREASTFEEDING MOTHERS Background One of the traditional plants that can increase breast milk production and can increase baby's weight is papaya. Papaya as a fruit that contains laktagogum is a tropical fruit known as Caricapepaya. Papaya fruit is also one type of fruit that has a high nutritional content and is rich in health benefits. The purpose of this study was the Effect of Papaya Consumption in Mothers on Baby Weights aged 24-40 Days in Exclusive Breastfeeding Mothers at BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District, North Lampung Regency in 2021.Methods The type of research used is quasi-experimental with the post-test with control group experimental method. The population in this study were all breastfeeding mothers who had babies aged 24-40 days from February - March 2021, totaling 30 respondents, and a sample of 30 respondents. In this study the sampling technique used is purposive samplingResult The average weight of infants aged 24-40 days in the control group before was 4.046 and after was 4.433Conclusion Based on the statistical test, it is known that the p-value is 0.000 or p-value <0.05, which means that there is an effect of Papaya Consumption in Mothers on the Weight of Babies aged 24-40 Days in Exclusive Breastfeeding Mothers at BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District. North Lampung Regency in 2021.Suggestions It is hoped that health workers can improve health services on how to increase breast milk production, by providing health education about the importance of giving papaya fruit to breast milk production.Keywords              : Papaya Fruit, Weight Gain of 24-40 Days Old Babies  ABSTRAK Latar Belakang Salah satu tanaman tradisional yang dapat meningkatkan produksi ASI dan dapat menambah berat badan bayi adalah pepaya.Pepaya sebagai salah satu buah yang mengandung laktagogum merupakan buah tropis yang dikenal dengan sebutan Caricapepaya. Buah pepaya juga merupakan salah satu jenis buah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan kaya akan manfaat bagi kesehatan.Tujuan dari penelitian ini adalah Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Pada Ibu Terhadap Berat Badan Bayi Usia 24-40 Hari Pada Ibu Menyusui Eksklusif Di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.Metode Jenis penelitian yang digunakan quasi eksperimen dengan metode eksperimen Post Test With Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi usia 24-40 hari dari bulan Februari - Maret Tahun 2021 yang berjumlah 30 responden, dan sampel berjumlah 30 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingHasil rata-rata BB bayi usia 24-40 hari pada kelompok kontrol sebelum adalah 4,046 dan sesudah adalah 4,433Kesimpulan Berdasarkan uji statistic diketahui p-value 0,000 atau p-value < 0,05 yang artinya ada Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Pada Ibu Terhadap Berat Badan Bayi Usia 24-40 Hari Pada Ibu Menyusui Eksklusif Di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.Saran Diharapakan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayana  kesehatan tentang cara bagaimana meningkatkan produksi ASI, dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian buah pepaya terhadap produksi ASI.Kata Kunci            : Buah Pepaya, Penambahan Berat Badan Bayi Usia 24 – 40 Hari 

Page 3 of 15 | Total Record : 147