cover
Contact Name
Sastrawan
Contact Email
lppm.uniqhba@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.uniqhba@gmail.com
Editorial Address
Jln. H. Badaruddin – Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia 83562
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda
ISSN : 23549777     EISSN : 26148420     DOI : https://doi.org/10.37824/jkqh
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health, including health administration, public health, nursing, obstetrics, pharmacy, medicine, and other related field. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter.
Articles 181 Documents
Krisis Miastenik: Literature Review Atmaja, I Made Brama; Rahmat, Dwi; Hunaifi, Ilsa
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.401

Abstract

Krisis Miastenik merupakan komplikasi dari penyakit Miastenia Gravis (MG) yang ditandai dengan terjadinya perburukan kelemahan otot yang signifikan sehingga menyebabkan kegagalan respiratori dan membutuhkan intubasi dan ventilasi mekanik. Tujuan dari penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk membahas secara komprehensif mengenai krisis miastenik dan penatalaksanaan yang tepat pada pasien miastenia gravis dengan komplikasi krisis miastenik. Metode penulisan tinjauan pustaka ini menggunakan metode literature review. Penelusuran tinjauan pustaka menggunakan Pubmed, Researchgate, dan Google Scholar. Sebanyak 20 artikel masuk ke dalam tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka ini membahas definisi, epidemiologi, manifestasi klinis, diagnosis, tatalaksana, kompliksai dan prognosis, serta perbedaan antara Krisis Miastenik dan Krisis Kolinergik. Diharapkan dari tinjauan pustaka ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut terkait Krisis Miastenik.
Konsep Sayyidah Maryam untuk Inovasi Desain Arsitektur Ruang Persalinan Munafiah, Durrotun; Afriani, Anita Indra; Gurnita, Fauziah Winda
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.402

Abstract

Setiap wanita menginginkan pengalaman hamil dan bersalin yang menyenangkan, sehat, nyaman. Dari penelitian ditemukan bahwa lingkungan merupakan faktor yang paling besar dalam proses penyembuhan di dalam fasilitas medis yaitu sebesar 40%. Bukti menunjukkan bahwa dua dari faktor yang berkontribusi mungkin dikarenakan budaya rumah sakit dan lingkungan fisik di rumah sakit dimana tempat wanita tersebut bersalin. Pengembangan desain kamar persalinan yang memperhatikan kesejahteraan ibu dan janin dengan konsep Sayyidah Maryam. Penelitian Pengembangan (Design Research), model pengembangan, prosedur pengembangan, dan uji desain untuk mengasilkan karya arsitektur pengembangan desain kamar bersalin dengan konsep Sayyidah Maryam. Ruangan didesain penuh ketenangan, rangkaian kaligrafi firman Alloh Subhanahu Wata’ala, musik murotal memiliki irama yang indah dan juga secara psikologis dapat memotivasi dan memberikan dorongan semangat dalam menghadapi persalinan.Pendekatan metode snoezelen meliputi ruangan yang segar, harum, lampu-lampu yang unik dan terang meningkatkan kenyamanan dan relaksasi serta meditasi terapi warna dapat memberikan ketenangan pikiran dan kedamaian jiwa
Penerapan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk Mendeteksi Prescreption Error pada Depo Farmasi Rawat Jalan Instalasi Farmasi RSUD Praya Alawiyah, Tuti Erma
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.403

Abstract

Pelayanan rumah sakit termasuk di dalamnya pelayanan farmasi merupakan wilayah berisiko tinggi dalam mengakibatkan medication error. Medication error adalah kejadian yang merugikan pasien, akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan. Medication error yang terjadi tentunya merugikan pasien dan dapat menyebabkan kegagalan terapi, bahkan dapat menimbulkan efek obat yang tidak diharapkan. Medication error pada fase prescribing terjadi karena rasio antara beban kerja dan SDM tidak seimbang, penulisan resep tidak memenuhi persyaratan kelengkapan resep, gangguan pada saat bekerja berupa dering telpon, pencahayaan, serta permintaan obat secara lisan. Dalam analisis resiko dapat digunakan berbagai metode salah satunya adalah Failure Mode and Effect Analysis atau FMEA. Hasil analisis prescription error dengan menggunakan metode FMEA yaitu indikator tidak ada riwayat alergi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) 100, tidak ada diagnosa pasien, tidak ada pengkajian resep dan tidak ada nomor rekam medik memiliki nilai RPN masing-masing 60, dan terakhir tidak ada tanggal lahir pasien memiliki nilai RPN 36. Setelah itu dilakukan analisis penyebab ketidaklengkapan penulisan resep yang menyebabkan prescription error dengan menggunakan analisa Fish bone sehingga memperoleh kesimpulan bahwa terjadinya prescription error yaitu dikarenakan faktor SDM dengan beban pekerjaan yang tinggi, komunikasi yang tidak efektif antar petugas kesehatan serta dari pengaruh pasien itu sendiri yang memiliki karakter terburu-buru dan tidak mengetahui dampak yang sangat besar jika terjadi kesalahan dalam penulisan resep.
Derajat Kontaminasi SARS-CoV-2 di Poli Pinere: Sebuah Tinjauan Pustaka Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Mulya, Shania Hafitsa; Eustachius Hagni Wardoyo; Bayu Tirta Dirja; Dewi Suryani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.407

Abstract

COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) merupakan wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dengan mode transmisi yang bervariasi. Wabah ini telah menyebar secara global dan telah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Penularan COVID-19 bahkan dapat terjadi melalui kontaminasi lingkungan di Rumah Sakit termasuk ruang Poli Pinere sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi literatur yang relevan dari berbagai referensi dan terfokus pada upaya pencegahan, pengendalian dan derajat kontaminasi SARS-COV-2 di Poli Pinere Rumah Sakit. Pada lingkungan rumah sakit termasuk di Poli Pinere, kontaminasi SARS-CoV-2 dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung di permukaan lantai, gagang pintu, meja samping tempat tidur, gagang jendela, pompa infus, ambu bag, bantal, monitor pasien, atas TV, peredam pembuangan udara, dan tempat duduk toilet. Dari kontaminasi inilah memungkinkan terjadinya penularan COVID-19 kepada tenaga kesehatan, pasien dan pengunjung. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan prosedur disinfeksi, menerapkan personal protective equipment yang baik dan hand hygine. Perlu dilakukan upaya untuk mencegah dan mengendalikan penularan COVID-19 akibat kontaminasi di lingkungan Poli Pinere rumah sakit. Beberapa cara diantaranya yakni prosedur disinfeksi, menerapkan personal protective equipment yang baik dan hand hygiene.
Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Siswi di MTs Miftahul Iman Yulandasari, Vera; Suhamdani, Haris; Husen, Lalu Muhammad Sadam
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.410

Abstract

Masa menstruasi merupakan fenomena alamiah yang terjadi sepanjang fase reproduksi setiap wanita. Kebanyakan wanita mengalami nyeri selama periode menstruasi tersebut. Nyeri ini dapat menganggu kegiatan sehari-hari pada remaja salah satunya belajar, sehingga harus ditangani dengan tepat seperti halnya dengan tindakan non-farmakologi seperti terapi kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penurunan skala nyeri dismenore pada remaja melalui kompres air hangat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre eksperimental menggunakan metode one group pretest-postest design. Sampel penelitian ini adalah siswi mts miftahul iman yang mengalami dismenore dan tidak memiliki riwayat menggunakan terapis farmakologis sebanyak 30 orang dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Untuk skala nyeri menggunakan skala penilaian numerik (Numerical Rating Scale, NRS) skala 0-10. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan skala nyeri dismenore pada remaja sebelum di berikan terapi kompres air hangat dan sesudah di berikan terapi kompres air hangat dengan taraf signifikan dilihat dari nilai 0,000<0,05. Sehingga dapat di simpulkan kompres air hangat dapat digunakan sebagai alternative terapi non farmakologi untuk penatalaksanaan dismenore.
Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Parsley (Petroselinum Crispum) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Secara Invitro Bimmaharyanto S., Dedent Eka; Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.411

Abstract

Candida albicans merupakan flora normal didalam tubuh manusia. Mikroorganisme  spesies jamur dari golongan deuteromycota ini pada kondisi tertentu dapat bersifat pathogen. Spesies ini adalah salah satu penyebab infeksi oportunistik kandidiasis pada kulit, mulut, organ kelamin. Parsley (Petroselinum crispum) merupakan tanaman aromatik berkhasiat obat. Kandungan senyawa flavanoid pada tanaman ini memiliki khasiat sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dan konsentrasi minimal ekstrak etanol daun parsley (Petroselinum crispum) dalam menghambat pertumbuhan  Candida albicans. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode disc diffusion test, menggunakan sampel uji ekstrak etanol 70% daun parsley (Petroselinum crispum) dengan konsentrasi 10%; 30%; 50%; 80% dan 100% (b/V). Kontrol positif menggunakan nystatin 100.000 IU dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Hasil pengamatan dianalisis secara diskriptif dan diuji menggunakan analisisn statistik ANOVA Kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun parsley (Petroselinum crispum) signifikan efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans. Konsentrasi 100% memiliki efek setara dengan kontrol positif. Sedangkan konsentrasi minimum yang mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans adalah sebesar 10%.
Aktivitas Imunomodulator Kombinasi Ekstrak Sambiloto dan Jahe Merah terhadap Parameter Leukosit Pratiwi, Arik Dian Eka; Ramonah, Dewi; Elisa, Novi
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.430

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness) dan jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) telah diketahui memiliki aktivitas imunomodulator. Guna mendapatkan terapi yang lebih baik, para peneliti masih mengeksplorasi kombinasi berbagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dosis efektif kombinasi sambiloto dan jahe merah sebagai imunomodulator terhadap parameter leukosit. Hewan uji dibagi dalam 5 kelompok. Induksi bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) dilakukan pada hari ke-7 keseluruh kelompok mencit. Sampel darah diambil pada hari ke-0, 8 dan 14 untuk pengukuran jumlah leukosit menggunakan hematology analyzer. Selanjutnya dianalisis menggunakan ANOVA satu jalan dan dilanjutkan dengan Post Hoc Test. Hasil pemeriksaan sampel darah menunjukkan bahwa peningkatan leukosit yang signifikan terjadi pada hari ke-14 setelah sebelumnya mengalami penurunan pada hari ke-8. Dosis efektif Kombinasi Ekstrak Sambiloto dan Jahe Merah (KESJM) ditunjukan pada kombinasi dengan perbandingan dosis (1:2). Kombinasi tersebut menggambarkan perbedaan yang tidak bermakna terhadap kelompok kontrol positif sehingga dapat disimpulkan bahwa KESJM memiliki aktivitas imunomodulator.  
Analisis Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja Pada Masa Pandemi Covid 19 Fadila, Rizki; Mega Putri Via; AAI Citra Dewiyani; Anggi Ardhia
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.446

Abstract

Salah satu implementasi sistem kendali mutu dan kendali biaya pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah adanya penyesuaian pembayaran kapitasi berdasarkan pencapaian indikator Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK). Hingga saat ini, pencapaian indikator KBK di Puskesmas wilayah Kota Blitar masih belum maksimal. Penelitan ini merupakan penelitan deskriptif kualitatif menggunakan data capaian indikator KBK pada Puskesmas di wilayah kota Blitar. Rata-rata capaian pembayaran KBK di Puskesmas wilayah Kota Blitar sebesar 98%. Hambatan yang dialami dalam pencapaian target indikator angka kontak pada Puskesmas di wilayah Kota Blitar adalah meningkatnya penyebaran virus Covid-19, seringnya gangguan pada aplikasi P-Care dan minimnya kemampuan petugas dalam melakukan input data ke aplikasi P-Care. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam pencapaian indikator RRNS adalah adanya permintaan pasien untuk dapat langsung dirujuk ke Rumah Sakit tanpa melalui pemeriksaan terlebih dahulu dan adanya perbedaan persepsi terkait implementasi rujukan antara Puskesmas dengan BPJS Kesehatan. Disisi lain, kendala yang dihadapi dalam pencapaian target indikator RPPT di Puskesmas wilayah Kota Blitar dikarenakan sebagian besar peserta lanjut usia dan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan beberapa kegiatan Prolanis tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
Health Belief Model yang Berkembang di Masyarakat pada Kasus Paliatif Care (DM Tipe 2) Dewi Nur Sukma Purqoti; Baiq Ruli Fatmawati; Amrullah, Muhammad; Baiq Heni Rispawati; Harlina Putri Rusiana; Ernawati; Erwin Wiksuarini
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.447

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan secara medis sehingga penyakit ini merupakan penyakit degenratif yang biasa disebut dengan lifelong disease.  Hal tersebut menjadi faktor utama pentingnya pendekatan perawatan paliatif (palliatif care) pada pasien dengan DM. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi Health Belief Model (HBM)  pada masyarakat terkait dengan penanganan penyakit DM secara paliatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel iaitu   Accidental Sampling  menggunakan kriteria sampel iaitu responden dengan usia 40 tahun ke atas yang berasal dari Desa Kopang. Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan analisis data secara   univariat. Berdasarkan hasil penelitian,  Tingkat kepatuhan terhadap pengobatan yang berkembang di masyarakat pada kasus paliatif care (DM) terdapat 15 (46%), Persepsi kerentanan  sebanyak 28 (84%), Persepsi keparahan kemungkinan responden jatuh dalam kategori parah yakni sebanyak 19 (57%), Persepsi manfaat ialah ketika  responden mempunyai  persepsi manfaat yang lebih tinggi apabila mengikuti program pengobatan DM yaitu sebanyak 20 (61%), Persepsi hambatan sebagian responden memiliki persepsi hambatan yang rendah saat mengikuti program pengobatan DM yaitu sebanyak 18 (54%), Persepsi efikasi diri iaitu terkait dengan adanya kemampuan responden untuk melakukan perilaku mengikuti program pengobatan DM tertinggi yaitu pada kategori tinggi sebanyak 22 (66%), Distribusi isyarat untuk bertindak Terhadap Pencegahan Komplikasi Penyakit DM sebanyak 22 (66%).
Kesiapan RSUD Dr. H. Moch Anshari Shaleh Banjarmasin Menghadapi Regulasi PP No 47 2021 Tentang Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN di Tahun 2022 Azura Arisa; Sri Purwanti; Rima Diaty
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.451

Abstract

Kebutuhan dasar manusia diperoleh masyarakat melalui pemanfaatan pemeliharaan kesehatan termaktub di UU No 24 tahun 2004. Orang sakit membutuhkan rawat inap di RS sesuai kelas rawat inap standar roadmap JKN tentang kesamaan dan pemerataan paket layanan medis dan nonmedis bagi peserta JKN di rumah sakit dari tahun 2012-2019, namun fakta di lapangan belum dilaksanakan secara optimal. Rancangan PP Nomor 47 Tahun 2021 tentang Peraturan KRIS JKN akan disahkan 1 Januari 2023. Hasil Self Assessment RSUD 78% RS masih menyesuaikan pelaksanaan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan RSUD dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin di tahun 2022 dalam merealisasikan KRIS JKN. Metode penelitian menggunakan metode penelitian gabungan (mixed methods) dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Kepala seksi sarana dan prasarana sebagai informan utama, dan informasn triangualasi ialah kepala BPJS serta kepala ruangan instalasi rawat inap RS yang memahami 12 kriteria KRIS JKN. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis univariat, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui hasil wawancara dan observasional berdasarkan pengumpulan, reduksi, dan display data serta verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan 85% RS telah mempersiapkan 12 kriteria KRIS JKN, kesimpulan wawancara pihak RS menyambut baik kebijakan baru ini, dalam pelaksanaannya RS tidak mengalami kendala yang cukup sulit hanya membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi untuk merealisasikan. Pihak RS mengharapkan pemerintah dapat melakukan harmonisasi regulasi sebelum kebijakan implementasi KRIS dilaksanakan dimasyarakat. ABSTRAK   Kebutuhan dasar manusia diperoleh masyarakat melalui pemanfaatan pemeliharaan kesehatan termaktub di UU No 24 2004. Orang sakit membutuhkan rawat inap di RS sesuai kelas rawat inap standar roadmap JKN tentang kesamaan dan pemerataan paket layanan medis dan nonmedis bagi peserta JKN di rumah sakit dari tahun 2012-2019, namun fakta di lapangan belum dilaksanakan secara optimal. Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Peraturan KRIS RS (PP Nomor 47 Tahun 2021) akan disahkan 1 Januari 2023. Hasil Self Assessment RSUD 78% RS masih menyesuaikan pelaksanaan implementasi. Penelitian bagaimana kesiapan RSUD dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin tahun 2022 dalam mengimplementasikan KRIS JKN. Penelitian menggunakan metode campuran dengan strategi sekuensial. Informan utama kepala seksi sarana dan prasarana, dan triangualasi kepala bpjs serta kepala ruangan RS yang memahami 12 kriteria KRIS JKN. Data kuantitatif menggunakan analisis univariat, sedangkan data kualitatif melalui hasil wawancara dan observasional berdasarkan pengumpulan, reduksi, dan display data serta verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil didapatkan 85% RS telah mempersiapkan 12 kriteria KRIS JKN, kesimpulan wawancara pihak RS menyambut baik kebijakan baru ini, dalam pelaksanaannya RS tidak mengalami kendala yang cukup sulit hanya membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi untuk merealisasikannya. Pihak RS mengharapkan pemerintah dapat melakukan harmonisasi regulasi sebelum kebijakan implementasi KRIS dilaksanakan dimasyarakat.   Kata kunci: Impelemntasi kebijakan, KRIS JKN, dan Teori Van Meter Van Horn   ABSTRACT   Basic human needs are obtained by the community through the use of health care as stipulated in UU No. 24 2004. Sick people require hospitalization according to the standard inpatient class of the JKN roadmap regarding equality and equity of medical and non-medical service packages for JKN participants in hospitals from 2012-2019, but the facts on the ground have not been implemented optimally. The draft Government Regulation concerning Hospital KRIS Regulations (PP Number 47 of 2021) will be ratified January 1, 2023. 78% of Hospital Self Assessment Results of Hospitals are still adjusting implementation. Research on how prepared RSUD dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin in 2022 in implementing KRIS JKN. Research using mixed methods with a sequential strategy. The main informant is the head of the facilities and infrastructure section, and the triangulation of the head of the BPJS and the head of the hospital room who understands the 12 criteria for JKN KRIS. Quantitative data uses univariate analysis, while qualitative data uses interviews and observational results based on data collection, reduction, and display as well as verification and confirmation of conclusions. The results showed that 85% of hospitals had prepared the 12 KRIS criteria for JKN. The conclusion of the interview was that the hospital welcomed this new policy. In practice, the hospital did not encounter any difficult obstacles, it only took another 1-2 years to make it happen. The hospital expects the government to harmonize regulations before the KRIS implementation policy is implemented in the community.   Keywords: Policy implementation, KRIS, and Van Meter Van Horn Theory.

Page 9 of 19 | Total Record : 181