cover
Contact Name
-
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/tekesnos/editorial-team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL
ISSN : 22708907     EISSN : 22708907     DOI : https://doi.org/10.51544/tekesnos.v7i1
Focus: Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (TEKESNOS) diterbitkan oleh Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi, Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan serta Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan hasil pemikiran yang mendasari teknologi menjadi hal penting di dalam segala keilmuan, baik dari segi kesehatan dan ilmu sosial. Jurnal TEKESNOS terbangun dari kolaborasi multidisiplin ilmu dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian masyarakat pada bidang teknologi berbasis industri 4.0. Scope: Multidisplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial humaniora, ekonomi, kimia, dan displin ilmu lainnya berupa hasil penelitian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 464 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KECAPI (Sandoricum koetjape Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermis Fitri, Widya; Evarina Sembiring; Antonius Wilson Sembiring
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) mengandung senyawa kimia yang berkhasiat menyembuhkan infeksi penyakit kulit. Daun kecapi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, triterpenoid dan tanin. Bakteri Staphylococcus epidermidis (Gram positif) merupakan bakteri penyebab infeksi penyakit kulit. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri daun kecapi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kecapi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental metode difusi agar untuk menguji aktivitas antibakteri daun kecapi dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi 25%,50% dan 75% daun kecapi memiliki daya hambat antibakteri yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis yang ditunjukkan dengan diameter hambat masing-masing 13,40 mm, 15,47 mm, 15,97 mm. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Monica Suryani*; Nina Fentiana; sembiring, Evarina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun cair lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan sabun padat, karena sabun cair memiliki banyak keuntungan yaitu penggunaannya yang lebih praktis, lebih hemat, tidak terkontaminasi bakteri, mudah dibawa dan mudah disimpan, tidak mudah rusak dan kotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair dengan penggunaan ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana  Mill.), untuk mengetahui standar mutu sediaan sabun cairdan untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri Staphylococus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang meliputi pembuatan sediaan sabun cair, penentuan mutu fisik sediaan dan pengujian antibakteri sediaan sabun cair terhadap Staphylococcus aureus. Sampel dalam penelitian ini adalah Daun Alpukat yang diperoleh dari Desa Jaluk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah serta 4 orang responden yang dijadikan panel pada uji iritasi. Hasil penelitian diperoleh uji mutu fisik sediaan sabun cair homogen, tetap stabil setelah penyimpanan 3 minggu, memiliki pH 9,91-10,29 dan tidak mengiritasi kulit. Untuk pengujian aktivitas antibakteri pada sediaan sabun cair ekstrak etanol daun alpukat pada konsentrasi 2% (12,5 mm) kategori kuat, 4% (23,67 mm) kategori sangat kuat dan 6% (23,33 mm) kategori sangat kuat memiliki aktivitas antibakteri yang sama dengan kontrol positif (21,67 mm) kategori sangat kuat (pembanding). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun alpukat dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair dan memenuhi standar mutu sediaan, sediaan sabun cair ekstrak etanol daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LIP BALM DARI SARI UMBI BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Fitri, Widya; Rejekinta Munthe, Alfian; Hestina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lip balm merupakan sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir, kegunaannya untuk mencegah terjadinya masalah pada bibir, seperti bibir pecah- pecah, kering dan juga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman, maka dari itu dibutuhkan pelembab bibir. Kosmetik yang bisa digunakan untuk melembabkan bibir yaitu lip balm. Dalam formulasi sediaan lip balm salah satu bahan yang paling penting adalah pewarna. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai pewarna adalah sari umbi bit (Beta Vulgaris L.). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan lip balm dengan menggunakan zat warna alami dari sari umbi bit (Beta Vulgaris L.), zat warna alami yang terkandung adalm umbi bit yaitu betalanin (merah keunguan) dan betaxantin (kuning). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah bit segar sebanyak 4 kg. Jenis penelitian eksperimental menggunakan sari umbi bit 15%, 20% dan 25%. Prosedur kerja dimulai dari persiapan bahan dan pengambilan sari umbi bit serta pembuatan sediaan lip balm. Evaluasi sediaan berupa uji organoleptis, homogenitas, titik lebur, pH, stabilitas sediaan, iritasi, uji kesukaan dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lip balm dengan konsentrasi 15 %, 20% dan 25% menghasilkan lip balm dengan tekstur, warna, aroma yang baik. memenuhi persyaratan uji homogenitas, titik lebur 55-56 ºC, pH 6-5, tidak mengiritasi kulit, tidak memenuhi persyaratan stabilitas, karena terjadi perubahan warna pada minggu kedua selama penyimpanan. sediaan lip balm dengan warna dan tekstur yang paling disukai oleh panelis adalah sediaan formula F4 yaitu sebanyak 6 panelis, dengan konsentrasi sari umbi bit yang digunakan sebanyak 25%. Aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa sari umbi bit memiliki nilai IC50 15,76 µg/ml , sediaan lip balm F2 19,7 µg/ml, F3 17,38 µg/ml, F4 17,34 µg/ml. Kesimpulannya sari umbi bit dapat diformulasikan dalam sediaan lip balm, semakin tinggi konsentrasi sari umbi bit yang digunakan semakin kecil nilai IC50 yang diperoleh yang artinya sari umbi bit memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
FORMULASI SEDIAAN FACIAL WASH MENGGUNAKAN SARI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes Suharyanisa; Harefa, Karnirius; Lina br Tarigan, Frida
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facial wash  merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. jeruk nipis yang sangat masam mengandung vitamin c yang bertindak sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui formulasi sediaan facial wash anti acnes dari perasan jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle) dan Untuk mengetahui aktivitas perasan jeruk nipis dalam menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Pembuatan sari jeruk nipis di lakukan secara sederhana yaitu menggunakan juicer. Masing-masing formulasi di lakukan replikasi sebanyak tiga kali. Pada penelitian ini formulasi dilaksanakan dengan perbedaan konsentrasi bahan aktif dengan F0 tanpa kandungan sari jeruk nipis, F1 mengandung 10% sari jeruk nipis, F2 mengandung 12,5% sari jeruk nipis, dan F3 mengandung 15%  sari jeruk nipis. Pengujian terhadap sediaan Facial wash meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji homogenitas, uji iritasi, uji saponin, uji antibakteri. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua sediaan Facial wash homogen, memiliki pH 6,5-7,2 dan stabil selama 4 minngu. Sediaan Facial wash sari jeruk nipis. Semua sediaan Facial wash sari jeruk nipis tidak mengiritasi kulit. Fasial wash sari jeruk nipis ( Citrus aurantifolia swingle ) dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat kuat dengan konsentrasi 10%,12,5%,15%.
FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK ATSIRI DAUN PINUS (Pinus merkusii) Hutauruk, Dumartina; Sitorus, Binsar; N Daely, Ruth Christiani
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aroma therapy is a way of treating the body and healing diseases using essential oils, There are many plants that can produce aroma terapi, one of which is pine. Pine leaves that are processed into essential oils (essential oils) can be used for aroma therapy. Because, this leaf has a aroma that is considered to calm and refresh the mind. The purpose of this study was to prove that pine leaf essential oil can be formulated as aroma therapy wax. The sample used is fresh pine leaves extracted using the water vapor distillation method, then carried out the formulation stage which is then continued with the evaluation stage of aromatherapy wax preparations, namely organoleptic test, burn time test, melting point test, and preference test for panelists. Based on the results of research showing pine leaf essential oil can be formulated into therapeutic aroma wax preparations, the best concentration obtained from F1 is pine leaf essential oil with a concentration of 2%, because the physical form that meets SNI, longer burn time, with a higher melting point and preferred by panelists compared to F2, All wax preparation formulas aromatherapy pine leaf essential oil meets Indonesian national standards (SNI).
FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI SARI BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata) Grace Anastasia br Ginting; Monica Suryani; Tumpak Rudi Aman Manik
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Labu kuning mengandung karoten, pektin, garam mineral, fenol dan asam lemak tak jenuh yang merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk perawatan kulit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sari buah labu kuning (cucurbita moschata) menjadi sabun mandi padat. Untuk mengetahui kualitas sediaan sabun padat dengan memformulasikan sari buah labu kuning (cucurbita moschata) berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pembuatan sediaan sabun mandi padat dari sari buah labu kuning dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%. Evaluasi sediaan sabun mandi padat meliputi organoleptis (bentuk, bau, warna), pH sediaan (8-11), tinggi busa, uji iritasi dan uji hedonik, bahan alkali bebas dan asam lemak, dan uji kelembaban. Skrining fitokimia sari buah labu kuning meliputi pemeriksaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida dan terpenoid. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun mandi padat dari sari buah labu kuning memenuhi persyaratan organoleptis dimana sediaan stabil (bentuk, warna, bau), pH 9,60- 9,91, tinggi busa berada pada 3,5- 4,5 cm. Hasil uji efektivitas sediaan sabun mandi padat dengan konsentrasi sari buah labu kuning 0%, 5%, 10%, 15% secara berturut-turut yaitu kelembaban meningkat 37,77%, 58,80%, 63,875%, 84,38%. Kesimpulan : Sari buah labu kuning (Cucurbita moschata) dapat di formulasikan ke dalam bentuk sediaan sabun mandi padat.
FORMULASI SEDIAAN SHAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR (Pityrosporum ovale) Taruli Rohana Sinaga*; Evawani Martalena Silitonga; Darwita Juniwati Barus
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shampo merupakan bahan pembersih yang sesuai untuk mencuci rambut, menghilangkan kotoran dari rambut dan kulit kepala, membuat rambut mudah ditata dan tampak sehat, dikemas dalam bentuk sediaan yan nyaman untuk digunakan. Daun ketepeng cina (Cassia alata L.) adalah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menghilangkan ketombe. Ekstrak etanol ketepeng cina diformulasikan dengan konsentrasi 5%, 7% dan 9%. Tujuan Untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale , untuk mengetahui apakah daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dapat diformulasikan menjadi shampo dan memiliki aktivitas terhadap jamur Pityrosporum ovale. Jenis penelitian eksperimental. prosedur kerja terdiri dari persiapan bahan dan cara pembuatan shampo; evaluasi sediaan shampo berupa homogenitas, pH, organoleptik, tinggi busa, viskositas, iritasi; dan aktivitas terhadap jamur. Hasil yang diperoleh kemudian diuji statistik dengan metode ANOVA tipe one way. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi sediaan untuk uji homogenitas keempat sediaan shampo yaitu homogen; uji pH rata-rata yang paling tinggi terdapat pada F0 7,33. uji organoleptis F0 berwarna bening kental, F1,F2 dan F3 bewarna coklat kehitaman, tinggi busa tertinggi terdapat pada F2 7,5 cm, viskositas tertinggi pada F3 2820 cPs, uji iritasi dari keempat formula tidak terjadi iritasi. Untuk uji aktivitas antijamur ekstrak diperoleh nilai rata-rata control positif 11 mm, konsentrasi 5% (17 mm), 7% (23,3 mm) dan 9% (11,6 mm). untuk aktivitas antijamur shampo diperoleh nilai rata-rata control positif 17 mm, F0 tidak ada zona hambat, F1 11 mm, F2 11,66 mm dan F3 13 mm. Dari penelitian diperoleh ekstrak etanol daun ketepeng cina dapat diformulasikan sebagai sediaan shampo yang memenuhi syarat uji mutu shampo dan memiliki aktivitas terhadap jamur Pityrosporum ovale.
KARAKTERISTIK DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KETAPANG MERAH (Terminalia catappa L.) YANG TUMBUH DISEKITAR KECAMATAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT Jon Kenedy Marpaung*; Suharyanisa; Wilson Sembiring, Antonius
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Ketapang Merah (Terminalia Catappa L). termasuk suku Combretaceae. Tumbuhan daun Ketapang dapat diperoleh didataran rendah dan dataran tinggi. Daun Ketapang merah hanya bisa didapat Ketika musim gugur saja. Ketapang (Terminalia catappa L.) adalah tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah karakteristik daun ketapang merah (Terminalia catappa L.) memenuhi persyaratan mutu dan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang terkandung didalam daun ketapang merah (Terminalia catappa L.) . Pembuatan Ekstrak daun ketapang dilakukan dengan metode maserasi yaitu dengan menggunakan pelarut etanol 96%.Dengan hasil rendemen ekstrak etanol yaitu 0,134%. Hasil Karakterisasi simplisia daun Ketapang merah memenuhi persyaratan mutu, kadar air yang diperoleh 3,32% ; kadar sari larut dalam air 16,87% ; kadar sari larut dalam etanol 14,16% ; kadar abu total 5,15% ; kadar abu tidak larut asam 1,40%.Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun Ketapang merah Terminalia catappa L. mengandung golongan senyawa metabolit sekunder alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin dan steroid/triterpenoid.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN DWI KORA TERHADAP OBAT TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SEVAGAI PENCEGAH Covid-19 Mainal Furqon*; Cut Masyithah Thaib; Harianja, Ester Saripati
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunitas atau daya tahan tubuh merupakan sistem kekebalan tubuh yang dirancang untuk mendeteksi ataupun menghancurkan benda asing yang masuk ke tubuh seperti bakteri atau virus. Masa pandemi sekarang ini mengharuskan kita untuk selalu meningkatkan imunitas agar tidak mudah terpapar penyakit khususnya COVID-19. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan imunitas, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah-satunya yaitu dengan mengonsumsi Obat Tradisional. Kepercayaan masyarakat pada penggunaan Obat Tradisional semakin meningkat dimasa pandemi terlebih untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepercayaan masyarakat Kelurahan Dwi Kora terhadap obat tradisional sebagai pencegah COVID-19.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kombinasi(Mix Method). Metode kombinasi pada penelitian ini adalah Eksploratoris Sekuensial. Teknik pengambilan sampel diambil secara Purposive Sampling dengan menggunaan rumus Slovin. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Dwi Kora sebanyak 24.522 jiwa dengan jumlah sampel berdasarkan hasil perhitungan Slovin sebanyak 100 responden. Hasil menunjukkan jenis kelamin mayoritas responden yaitu perempuan (59%). Umur mayoritas responden pada umur dewasa Akhir (71%) dan mayoritas pekerjaan responden yaitu tidak bekerja (77%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat percaya bahwa obat tradisional dapat meningkatkan imunitas (60%) sebagai pencegah COVID-19. Jamu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Kelurahan Dwi Kora yaitu Temulawak (17%). Sumber perolehan obat tradisonal berasal dari penjual Jamu gendong (55%). Frekuensi masyarakat yang mengonsumsi Obat Tradisinal(60%). Hasil Penelitian menunjukkan status imunitas tubuh tidak pernah mengalami efek samping (60%) setelah mengonsumsi obat tradisional. Saran dari Peneliti kepada pihak puskesmas dan pemerintah dapat dilakukan penyuluhan tentang pengetahuan dan edukasi mengenai Obat Tradisional. Bagi pelaku usaha Obat Tradisional dapat menjadi masukan dalam mengembangkan usaha kecil Obat Tradisional. Bagi Universitas dapat dilakukan sosialisasi  dan  penyuluhan tentang obat tradisional kepada masyarakat. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan kepada kelompok lain atau pada tempat yang berbeda dari penelitian yang sudah dilakukan ini.  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus epidermidis Masyithah Thaib, Cut; Bemby Sinaga, Arman; Br Brahmana, Nettietalia; Sanjaya Sagala, Ranika
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Antibacterial is a compound used to control the growth of harmful bacteria. Microorganism growth control aims to prevent the spread of disease and infection. The bacteria that cause infection are Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus epidermidis. The leaves are also believed to be efficacious as drugs in the treatment of kidney disease, dysentery, esophageal infection, stopping bleeding, launching menstruation, medicine for venomous animal bites, and swelling. The life-sustaining ethanol extract was positively correlated with its anti radical activity. The ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. Saponins, flavonoids, tannins and steroids are compounds that have antibacterial properties. Objective: This study was aimed to determine the antibacterial activity of the ethanolic extract of the grafted leaves (Gynura procumbens) against the growth of Pseudomonas aeruginosa AND Staphylococcus epidermidis bacteria. Methods: Extraction of the leaves of Connect Nyawa was carried out using the Masarasi method using 70% ethanol as a solvent. The ethanol extract obtained was phytochemical screening and antibacterial activity test against Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa using agar diffusion method using disc paper with 3 repetitions and giving positive control of chloramphenicol and treatment with concentrations of 12.5%, 10%, 7.5 %, 2.5%, and 5%. The medium used as an antibacterial test was Mueller Hinton Agar (MHA). Results: The results of the simplicia characteristics of Connect Nyawa Leaves obtained water content of 0.886%, seawater content of 13.7%, ethanol soluble extract content of 16.06%, total ash content of 9.4%, acid insoluble ash content of 36.1%. Screening of extracts of life-long leaves and simplicia showed the presence of alkaloids, tannins, saponins, flavonoids, and steroids. The results of the bacterial activity test showed that the ethanol extract of life-sustaining leaves against Pseudomonas aeruginosa bacteria with concentrations of 12.5%, 10%, 7.5%, 2.5%, and 5%, each had an inhibitory zone with a diameter of 6.5 mm, 7 mm, 8.2 mm, 6 mm, 6 mm, while Staphylococcus Epidemidis. Conclusion: The result of this research is that the extract of the grafted life leaf (Gynura procumbens) has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa.