cover
Contact Name
Ixsir Eliya
Contact Email
ixsir@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6282377219160
Journal Mail Official
disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26553031     EISSN : 26557851     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v6i1
Core Subject : Education,
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia concerns about theoretical studies or research on Indonesian literature, linguistics, Indonesian Language Learning and Teaching, literacy, and BIPA (Bahasa Indonesian bagi Penutur Asing) or Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages. This journal receives publications from teachers, observers, and researchers of Indonesian language teaching and literature.
Articles 201 Documents
Integrating Folklore into Language and Literature Learning to Strengthen Character Education Alfian Rokhmansyah; Widyatmike Gede Mulawarman; Yusak Hudiyono; Nina Queena Hadi Putri; Muhammad Ma'rifan Nur
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8756

Abstract

This study investigates how East Kalimantan folktales can be integrated into Indonesian language and literature learning to strengthen character education. This study aims to achieve two objectives: (1) to identify and analyze character values embedded in East Kalimantan folktales, and (2) to examine how these values can be translated into learning activities. This study employs a qualitative narrative-ethnographic design, focusing on folklore in three regencies (West Kutai, East Kutai, and Kutai Kartanegara) in East Kalimantan. The data were analyzed through content analysis and interactive model, supported by source and method triangulation. The findings show that the folktales consistently articulate character values related to the self (responsibility, perseverance, sincerity, gratitude, humility), to others (social concern, cooperation, justice, empathy, respect for human dignity), and to divinity (religiosity and devotion), which are narratively modeled through characters’ actions, decisions, and dialogue. These values can be systematically integrated into learning objectives, materials, activities, and assessment through folklore-based reading, discussion, dramatization, reflective writing, value clarification, and rubric- and portfolio-based evaluation. The study concludes that East Kalimantan folklore constitutes pedagogically robust core content for contextual, narrative-based character education in language and literature classrooms.
Persepsi Guru Bahasa Indonesia SMA terhadap Efektivitas ChatGPT dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Desy Irafadillah Effendi; Sitti Aminah; Humaira Anwar; Prima Nucifera; Arista Ardilla
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10878

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara persepsi guru mengenai penggunaan ChatGPT dan efektivitas pemanfaatannya dalam penyusunan perangkat pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasional. Sebanyak 48 guru Bahasa Indonesia dari seluruh SMA negeri di Kota Lhokseumawe dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket tertutup berbasis skala Likert lima poin yang terdiri atas 40 pernyataan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap penggunaan ChatGPT berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 84,20%, sedangkan efektivitas penggunaan ChatGPT dalam penyusunan perangkat pembelajaran memperoleh nilai rata-rata sebesar 85,20% dan termasuk kategori sangat baik. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi guru dan efektivitas penggunaan ChatGPT dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,734 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 53,9% menunjukkan bahwa persepsi guru memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap efektivitas penggunaan ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi guru terhadap ChatGPT, semakin tinggi efektivitas pemanfaatannya dalam mendukung penyusunan perangkat pembelajaran.
Pengaruh Integrasi Artificial Intelligence dalam Project-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Fithry Muthmainnah; Ririn Andriani Kumala Dewi; Asrizal Wahdan Wilsa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9205

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh AI-assisted Project-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan pretest-posttest control group design. Partisipan penelitian adalah mahasiswa semester IV yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan dianalisis melalui uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI-assisted PjBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa (t = 4,732; Sig. = 0,000). Kelompok eksperimen memperoleh skor N-Gain sebesar 0,59, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor 0,32 yang keduanya berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan berbagai platform AI generatif untuk mengeksplorasi dan memverifikasi informasi serta membandingkan alternatif solusi, dipadukan dengan penggunaan Canva dalam merancang dan merevisi bahan ajar berbasis proyek, mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan, mengevaluasi argumen berdasarkan bukti, menyusun keputusan secara logis, dan merefleksikan kualitas produk yang dikembangkan. Oleh karena itu, integrasi AI dalam PjBL dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis di pendidikan tinggi.
Desain Media Grafis Berbasis Stimulasi Gambar Bermuatan Budaya Daerah untuk Pembelajaran Menulis Teks di SMP Berdasarkan Kurikulum Merdeka Bambang Hartono; Meina Febriani; Diyamon Prasandha; Deby Luriawati Naryatmojo; Haryadi Haryadi; Yustinah Yustinah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10835

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan menguji kelayakan model media grafis berstimulasi gambar bermuatan kebudayaan daerah untuk pembelajaran menulis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan mengadaptasi lima dari sepuluh langkah Borg dan Gall, meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan prototipe, validasi, dan revisi produk.  Penelitian dilaksanakan di dua SMP di Kota Semarang dengan subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia, murid SMP, dan ahli media pembelajaran. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian ahli, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa media pembelajaran menulis yang digunakan guru masih didominasi penyajian teks dan belum mampu memvisualisasikan tahapan menulis secara sistematis. Berdasarkan analisis kebutuhan, dikembangkan media grafis berbentuk bagan alir berbasis stimulasi gambar yang mengintegrasikan kebudayaan daerah. Model dikembangkan berdasarkan prinsip kesederhanaan, kelengkapan, efektivitas, daya tarik, motivasi, variasi, pembimbingan, dan integrasi. Hasil validasi ahli serta tanggapan guru dan murid menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan, penerimaan, dan kebermanfaatan yang tinggi dalam mendukung pembelajaran menulis teks. Media ini berpotensi menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis sekaligus melestarikan budaya daerah.
Representasi, Pewarisan, dan Pelestarian Budaya Jawa dalam Novel Sang Keris Karya Panji Sukma Misbah Priagung Nursalim; Maulana Isnain Nazid; Aripin Triyanto
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8929

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi budaya Jawa dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma melalui perspektif antropologi sastra. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan representasi budaya Jawa melalui tujuh unsur kebudayaan Koentjaraningrat sekaligus menjelaskan keterkaitannya dengan konsep mimesis sebagai refleksi realitas sosial budaya masyarakat Jawa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Sang Keris karya Panji Sukma yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2020, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang merepresentasikan budaya Jawa. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 252 data yang merepresentasikan tujuh unsur kebudayaan, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, serta kesenian. Ketujuh unsur tersebut membentuk representasi budaya Jawa yang mencerminkan nilai, praktik sosial, dan artefak budaya masyarakat Jawa. Temuan penelitian memperkuat relevansi teori tujuh unsur kebudayaan Koentjaraningrat dalam kajian sastra budaya sekaligus menegaskan bahwa novel berfungsi sebagai medium representasi dan pelestarian budaya melalui mekanisme mimesis.
Penguatan Pemahaman Pembentukan Kata Religius melalui Model Discovery Learning Welti Wediasti; Wisma Yunita; Kosi'ah Jalbani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.11191

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran pembentukan kata religius pada teks media digital serta mengungkap pemaknaan mahasiswa terhadap proses menemukan dan menafsirkan kata religius secara mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan Narrative Inquiry dengan metode kualitatif. Partisipan penelitian adalah mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, jurnal reflektif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic narrative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning mendorong mahasiswa aktif mengidentifikasi dan menganalisis pembentukan kata religius dalam teks media digital. Mahasiswa mampu mengenali berbagai proses pembentukan kata, seperti afiksasi, pemajemukan, dan serapan, serta memahami maknanya berdasarkan konteks penggunaan. Selain itu, mahasiswa memaknai proses penemuan mandiri sebagai pengalaman belajar yang membantu mereka menghubungkan struktur kata dengan makna kontekstual. Pembelajaran juga menunjukkan perubahan pemahaman mahasiswa dari orientasi struktural menuju pemahaman yang lebih kontekstual terhadap penggunaan kata religius dalam media digital. Temuan ini menunjukkan bahwa Discovery Learning mendukung pembelajaran morfologi yang lebih aktif dan bermakna.
Representasi Gender dan Kearifan Lokal dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP pada Kurikulum Merdeka Septi Armayani; Sarwit Sarwono; Sudarwan Danim
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9273

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ideologi dan kekuasaan yang terkandung dalam representasi gender dan kearifan lokal pada buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model tiga dimensi Norman Fairclough, yang menyediakan kerangka kerja komprehensif meliputi analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Data penelitian berupa teks dan ilustrasi dari tiga buku teks resmi Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka (kelas VII, VIII, dan IX) yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek tahun 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi, dengan fokus pada konstruksi gender, representasi kearifan lokal, serta ideologi yang termuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks masih menampilkan kecenderungan patriarkis dan sentralistik budaya Jawa, meskipun terdapat upaya nyata menuju kesetaraan dan multikulturalisme. Representasi gender cenderung menempatkan laki-laki sebagai figur rasional dan pemimpin di ranah publik, sementara perempuan lebih sering tampil sebagai tokoh afektif dan pendukung moral dalam peran domestik atau komunal. Selain itu, representasi kearifan lokal lebih banyak diambil dari wilayah barat Indonesia (Jawa dan Sumatra) dan belum mewakili keragaman budaya nasional secara proporsional. Dari sisi ideologi, ditemukan dominasi nilai nasionalisme dan moralitas konvensional yang dibingkai sebagai kebenaran universal. Meskipun demikian, muncul pula wacana tandingan yang menampilkan nilai kesetaraan sosial, multikulturalisme, dan kepemimpinan perempuan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa buku teks Bahasa Indonesia berfungsi sebagai arena negosiasi ideologi yang kompleks, yang mencerminkan hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan kebijakan pendidikan nasional.
Performativitas Gender Pemimpin Perempuan dalam Diskusi Women in Power Mata Najwa: Analisis Wacana Kritis Ika Febriani; Putri Beny Mawarsih
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10899

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam ruang publik melalui diskursus kritis dalam episode Mata Najwa bertajuk Women in Power. Fokus utama penelitian ini adalah perempuan dalam kepemimpinan menegosiasikan identitas di tengah ekspektasi sosial dan norma patriarkal yang masih kuat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji identitas gender perempuan dalam kepemimpinan dibentuk, dinegosiasikan, dan ditantang melalui wacana media, serta cara perempuan merespons dan menyesuaikan diri terhadap tekanan sosial yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis dengan pendekatan teori identitas gender Judith Butler. Data utama diperoleh dari transkripsi episode Mata Najwa, kemudian dikodekan dan dianalisis untuk mengidentifikasi pola representasi gender, bentuk perlawanan terhadap stereotip, serta strategi yang digunakan para perempuan pemimpin dalam menegosiasikan peran perempuan. Analisis dilakukan dengan menyoroti perempuan menghadapi standar ganda, membuktikan kompetensi mereka melalui usaha ekstra, serta menyesuaikan gaya kepemimpinan agar diterima dalam lingkungan yang didominasi laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pemimpin masih menghadapi berbagai hambatan struktural dan kultural, termasuk ekspektasi untuk menampilkan keseimbangan antara ketegasan dan empati agar dapat diterima secara luas. Meskipun demikian, perempuan menggunakan berbagai strategi untuk menegosiasikan peran dan memperluas ruang gerak mereka, baik melalui penciptaan narasi kepemimpinan yang inklusif maupun dengan membangun solidaritas antarpemimpin perempuan. Solidaritas ini menjadi elemen penting dalam mendukung satu sama lain serta menantang hambatan yang ada, terutama dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi publik tentang perempuan dalam kepemimpinan.
Kuasa Bahasa dalam Serat Pararaton sebagai Sumber Pembelajaran Sastra Lisan: Analisis Strukturalis Praha terhadap Legitimasi Kekuasaan Moh. Badrih; Umi Latifah; Abdul Kadir
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9050

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kuasa bahasa dalam Serat Pararaton, menganalisis struktur dan fungsi teks berdasarkan perspektif Strukturalis Praha, serta mengkaji pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran sastra lisan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana sastra terhadap naskah transliterasi Serat Pararaton, khususnya pada bagian yang memuat mitos, penobatan, dan konflik politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi kekuasaan dalam Serat Pararaton dibangun melalui mitologisasi tokoh, penggunaan simbol dan gelar sakral, transformasi tindakan kekerasan menjadi narasi heroik, serta konstruksi oposisi biner yang menempatkan penguasa sebagai pihak yang sah dan luhur. Dari perspektif Strukturalis Praha, fungsi bahasa tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang membentuk dominasi, hegemoni, dan penerimaan sosial terhadap kekuasaan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Serat Pararaton merupakan teks yang secara strategis menggunakan kuasa bahasa untuk mengonstruksi, mempertahankan, dan melegitimasi kekuasaan melalui sistem simbolik dan naratif yang kompleks. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian sastra klasik berbasis Strukturalisme Praha dan kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran sastra lisan yang kritis, reflektif, dan kontekstual.
Simbol Religius dalam Lirik “Fragmen Perahu” Panji Sakti Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA (Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur) Gina Ristiana; Ade Hikmat; Wini Tarmini
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8606

Abstract

Penelitian mengkaji makna yang terkandung dalam lirik musikalisasi puisi Fragmen Perahu dengan fokus pada simbol-simbol religius menurut Paul Ricoeur, yang terbagi dalam tiga dimensi: cosmic, psychic, dan poetic. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutika Paul Ricoeur untuk menganalisis teks. Sumber data penelitian ini adalah lirik puisi Fragmen Perahu karya Panji Sakti, yang sarat dengan simbol religius. Dalam menganalisis data, penulis mengadopsi metode tiga tahapan interpretasi Ricoeur, yakni semantik, reflektif, dan eksistensial. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa setiap simbol religius dalam teks tersebut, baik yang bersifat cosmic, psychic, maupun poetic, memiliki makna yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan serta menggambarkan kondisi batin manusia yang penuh kegelisahan, harapan, dan pencarian makna hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman simbol-simbol religius ini dapat memperdalam pemahaman dan karater siswa yang bernilai religius dan eksistensial dalam puisi, sehingga dapat dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran apresiasi sastra di tingkat SMA.