cover
Contact Name
Ixsir Eliya
Contact Email
ixsir@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6282377219160
Journal Mail Official
disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26553031     EISSN : 26557851     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v6i1
Core Subject : Education,
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia concerns about theoretical studies or research on Indonesian literature, linguistics, Indonesian Language Learning and Teaching, literacy, and BIPA (Bahasa Indonesian bagi Penutur Asing) or Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages. This journal receives publications from teachers, observers, and researchers of Indonesian language teaching and literature.
Articles 201 Documents
Konstruksi Identitas Kuliner Jawa Timur dalam Kumpulan Cerpen Festival Sastra Kota Malang 2024 Ahmad Abdul Karim; Djoko Saryono; Karkono Karkono; Nissa Vidyanita; Tia Istiana Potabuga
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi identitas kuliner Jawa Timur dalam Kumpulan Cerpen Festival Sastra Kota Malang 2024. Kajian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penelitian yang secara spesifik menempatkan kuliner sebagai konstruksi identitas regional dalam teks sastra kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan gastrokritik yang memandang makanan sebagai simbol kultural. Sumber data berupa empat cerpen terpilih dalam antologi Jelajah Cita Rasa. Teknik analisis data melalui pembacaan kritis-hermeneutik dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan nasi gegog, nasi golong, rajamangsa atau petis, rujak cingur, dan jamu tradisional dikonstruksi bukan sekadar sebagai elemen latar, melainkan sebagai perangkat naratif yang membentuk karakter, menggerakkan konflik, dan merepresentasikan nilai ketahanan, spiritualitas, solidaritas komunal, serta transformasi sosial masyarakat Jawa Timur. Kuliner dalam empat cerpen Jelajah Cita Rasa berfungsi sebagai arena negosiasi identitas regional yang dinamis, tempat memori historis, relasi kuasa, dan praktik budaya direpresentasikan serta direinterpretasikan dalam konteks kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai medium produksi dan reproduksi identitas kultural melalui representasi kuliner lokal.
Buku Berbasis Augmented Reality: Inovasi Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Wawasan Penelitian Siswa Linda Eka Pradita; Arif Setyawan; Sri Wulandari; Maftukhin Ariefian
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas buku berbasis Augmented reality (AR) sebagai inovasi media pembelajaran dalam meningkatkan wawasan penelitian siswa. Fokus utama penelitian adalah menilai sejauh mana integrasi teknologi AR dalam buku pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konsep penelitian, minat belajar, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg dan Gall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, uji coba, revisi, dan produk akhir. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 78,3% siswa mengalami kesulitan memahami konsep penelitian, 81,7% menganggap materi penelitian bersifat abstrak, dan 89,2% membutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif. Produk yang dikembangkan berupa buku berbasis AR yang terintegrasi dengan video, animasi, infografik, dan objek tiga dimensi. Hasil validasi ahli memperoleh skor rata-rata 92,3% dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil uji coba terbatas menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90,25%. Pada uji coba luas, nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,7 menjadi 86,5 dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku berbasis Augmented reality memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan wawasan penelitian siswa. Media ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk mendukung pembelajaran penelitian yang lebih interaktif dan kontekstual.
Varian dan Subvarian Makian Anjing dalam Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik Berbasis Korpus LCC Indonesia 2023 di CQPweb Icuk Prayogi; Nanik Setyawati; Eva Ardiana Indrariani; Muawal Panji Handoko
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9093

Abstract

Artikel ini menganalisis fungsi-fungsi sosial salah satu makian dalam bahasa Indonesia informal, yakni anjing, yang telah memiliki varian dan subvarian bentuk fonemis-grafemis berdasarkan korpus LCC Indonesia di CQPweb. Penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka untuk menginventarisasi varian makian dari sumber-sumber ilmiah dan publikasi media massa. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat 31 varian bentuk dari kata makiananjing, termasuk varian, subvarian, dan subsubvarian. Modifikasi tersebut terbentuk melalui berbagai cara, seperti substitusi vokal dan konsonan, penghilangan fonem-grafem, dan pembentukan akronim. Selain itu, artikel ini juga menguraikan fungsi dari modifikasi tersebut, antara lain untuk penyamaran, penyematan nuansa lain, penghematan, pelemahan, dan penegasan makian. Penelitian ini mengindikasikan bahwa dari perspektif sosiolinguistik, penggunaan makian, terutama pada ragamyang bersifat temporer akan mengalami perubahan seiring waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar varian dan subvarian anjing berumur relatif singkat, dengan anjir sebagai varian tertua yang terekam sejak 2010 dan anjay sebagai varian yang bertahan paling lama hingga 2022. Secara pragmatis, fungsi varian dan subvarian anjing meliputi umpatan, ekspresi ketidaksukaan, keterkejutan, keheranan, kesenangan, ketakjuban, dan sapaan keakraban. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kajian fungsi sosial makian berbasis korpus dapat memperkaya pemahaman sosiopragmatik tentang dinamika ragamkolokial Indonesia dan relevansinya bagi penelitian linguistik korpus serta pengembangan teori perubahan bahasa informal.
Ekosistem Literasi Membaca-Berpikir-Menulis untuk Penguatan Bahasa Anak Usia Dini: Studi Kualitatif di Sekolah Literasi Komunitas Siti Zubaedah; Irma Yuliantina
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi ekosistem pembelajaran literasi terpadu berbasis membaca, berpikir, dan menulis di Sekolah Literasi Komunitas serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan keterampilan berbahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan di Sekolah Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengajar, pendamping literasi, anak-anak peserta sekolah literasi, aktivitas pembelajaran, serta dokumen pendukung program. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan memusatkan perhatian pada tiga ranah yang saling terhubung, yaitu literasi membaca, literasi berpikir, dan literasi menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem literasi dibangun melalui kegiatan read aloud, diskusi isi bacaan, tanya jawab, storytelling, melukis kreatif, akses buku anak, dan latihan menulis permulaan. Kegiatan tersebut tidak berdiri sebagai rutinitas terpisah, tetapi membentuk alur belajar yang menggerakkan anak dari menyimak dan membaca, merespons dan bernalar, hingga mengekspresikan gagasan melalui bahasa lisan, gambar, dan tulisan sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran literasi terpadu dalam ruang belajar nonformal berbasis komunitas berkontribusi terhadap penguasaan kosakata, kemampuan menyimak, keberanian berbicara, pemahaman isi cerita, kemampuan berpikir kritis, daya imajinasi, dan keterampilan menulis awal anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan membaca, berpikir, dan menulis sebagai satu ekosistem literasi yang terhubung, bukan sebagai aktivitas literasi anak usia dini yang berdiri sendiri.
Needs Analysis of a Multimodal E-Module for Critical Reading Using the Critical Digital Literacy Approach for University Students in West Java Veni Nurpadillah; Fathur Rokhman; Rahayu Pristiwati
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8922

Abstract

This study aims to analyze students' needs for the development of a multimodal e-module based on critical digital literacy to enhance critical reading skills in digital news texts. The study is grounded in the challenges of digital literacy in the Society 5.0 era, where students are exposed to various forms of digital information but lack the ability to filter, evaluate, and interpret information critically. Using a Research and Development (R&D) approach and the ADDIE model, this study focuses on the needs analysis phase as a foundation for instructional material development. Data were collected through classroom observations, lecturer interviews, and a questionnaire administered to 196 students from five universities in West Jawa. Findings indicate that most students frequently read digital news via social media but are also often exposed to biased or false information. Students report difficulty distinguishing between facts and opinions and express a strong need for skills in interpreting symbols, images, and hidden meanings in multimodal texts. The majority of respondents show interest and feel supported by interactive e-modules that present material using text, video, and animation. These findings emphasize the urgent need for the development of a multimodal e-module based on Critical Digital Literacy as a relevant and contextual learning strategy. The proposed module is expected to equip students not only with critical reading abilities but also with ethical and reflective awareness to navigate the complex digital information ecosystem.
Tradisi Turun Tanah di Aceh Tamiang dalam Dinamika Modernisasi: Analisis Struktural-Semiotik dan Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Joko Hariadi; Nur Amelia; Indah Fajarini; Muhammad Arif Fadhilah; Tanita Liasna; Widia Tamara; Emilda Emilda; Faridah Faridah; Siti Taniza Toha
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna struktural dan semiotik dari perlengkapan serta prosesi tradisi turun tanah di Aceh Tamiang, sekaligus mengkaji relevansinya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif, dengan kerangka analisis berupa teori struktural (Lévi-Strauss, 1958) dan semiotik (Barthes, 1957) untuk mengkaji struktur prosesi serta makna denotatif dan konotatif dari simbol-simbol budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlengkapan ritual dalam tradisi ini merupakan sistem tanda yang merepresentasikan makna perlindungan, kesejahteraan, kesuburan, penyucian, awal kehidupan, pengorbanan, dan kesucian. Perlengkapan tersebut meliputi gelang tumbuhan obat, pulut kuning, bunga setaman, kelapa, abu, pakaian baru, kambing, dan kain putih. Prosesi yang dilalui bayi mulai dari menginjak tanah, mandi bunga, pemberian kurma dan anggur, hingga aqiqah dan pembacaan marhaban merepresentasikan perjalanan hidup manusia yang sarat nilai sosial, budaya, dan religius. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Turun Tanah yang berlangsung di Melayu Tamiang memiliki struktur simbolik khas yang berfungsi sebagai media transmisi nilai budaya, religius, dan sosial bagi masyarakat setempat.  Selain itu, tradisi ini memiliki relevansi langsung dalam pembelajaran bahasa dan sastra karena menyediakan objek kajian semiotika empiris; keberadaan perlengkapan ritual sebagai sistem tanda memungkinkan peserta didik untuk mempraktikkan cara membaca simbol budaya, menginterpretasikan makna tersirat di balik tanda tersebut, dan mengonversinya ke dalam kompetensi literasi budaya yang aplikatif.
Potret Pembelajaran Membaca Pemahaman di SMK sebagai Dasar Pengembangan Model Problem-Based Learning Suleha Ecca; Kastam Syamsi; Hartono Hartono
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8548

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi pembelajaran membaca pemahaman di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai dasar pengembangan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 120 siswa kelas X dari SMK di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup lima aspek utama, yaitu tingkat kesenangan membaca, pemahaman terhadap tujuan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan guru, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap positif terhadap pembelajaran membaca pemahaman. Meskipun model pembelajaran langsung masih menjadi pilihan yang dominan, siswa juga menunjukkan ketertarikan yang cukup tinggi terhadap model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) yang lebih interaktif dan kolaboratif. Selain itu, metode diskusi kelompok dan teknik pembelajaran kolaboratif menjadi strategi yang paling disukai karena mampu mendorong keterlibatan aktif dan konstruksi makna secara sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di SMK perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berbasis masalah. Penelitian ini memberikan fondasi empiris dan konseptual sebagai dasar pengembangan model Problem-Based Learning (PBL).
Intervensi Pragmatik Bahasa untuk Meningkatkan Kualitas Komunikasi Pasangan Suami-Istri Giati Anisah; Ririn Fauziyah; Burhanatut Dyana
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pragmatik bahasa dalam meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal suami dan istri sebagai salah satu usaha preventif perceraian. Penelitian kuasi-eksperimen ini menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 196 pasangan yang terbagi menjadi 98 kelompok eksperimen, 98 kelompok kontrol di wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Kelompok eksperimen menerima intervensi pelatihan pragmatik bahasa berbasis handbook, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kualitas komunikasi antara kelompok eksperimen dan kontrol (Z = -1.992, p = 0.046). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi (Mean Rank = 106.57) dibandingkan kelompok kontrol (Mean Rank = 90.43). Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi pragmatik bahasa efektif sebagai alat preventif konflik rumah tangga. Penelitian ini menawarkan model praktis berbasis linguistik terapan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan studi longitudinal untuk menguji keberlanjutan efek intervensi serta memperluas cakupan sampel dan konteks konflik yang lebih beragam.
Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Berbasis Budaya bagi Pemelajar BIPA di Australia Ida Yeni Rahmawati; Betty Yulia Wulansari; Arta Ekayanti; Agita Risma Nurhikmawati
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9162

Abstract

Studi ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan penelitian mengenai perkembangan pendidikan bahasa Indonesia di Australia, dengan menekankan peran permainan tradisional sebagai perangkat pedagogis yang berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis bibliometrik yang dilakukan terhadap 17.600 artikel, di mana 2.500 artikel dipilih melalui proses multitahap berdasarkan topik dan relevansi. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi tren publikasi, tema penelitian dominan, serta peluang pengembangan kajian di masa mendatang. Temuan menunjukkan minat akademis yang berkelanjutan terhadap tema-tema seperti pendidikan antarbudaya, kebijakan bahasa, dan peran guru dalam mempromosikan studi bahasa Asia di sekolah-sekolah Australia. Studi ini mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Australia lebih dari sekadar pemerolehan bahasa; pembelajaran ini merupakan upaya strategis untuk mendorong pemahaman bilateral antarnegara tetangga. Khususnya, integrasi permainan tradisional Indonesia seperti congklak, engklek, dan gobak sodor memberikan pengalaman belajar multisensori yang menarik yang meningkatkan motivasi pembelajar, empati budaya, dan kompetensi bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis permainan tradisional menawarkan pendekatan yang responsif secara budaya dan relevan secara kontekstual untuk pengajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing (BIPA), khususnya di Australia. Temuan ini menawarkan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi inovasi kurikulum bahasa serta menekankan perlunya kebijakan pendidikan untuk mempertahankan dan memperluas pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bagian dari keterlibatan regional Australia yang lebih luas.
Model Hybrid Learning Menulis Cerpen Bermuatan Nilai Nusantara Berbasis Hypnoteaching dan CSREN AI Prompting untuk Siswa SMA/MA Didin Widyartono; Azizatuz Zahro; Dewi Ariani; Nurlina Amiruddin4
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10785

Abstract

Kecerdasan buatan dapat digunakan sebagai mitra belajar dalam menulis cerpen bermuatan nilai nusantara berbasis hypnoteaching dan prompting AI, bukan sebagai pengganti produktivitas menulis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model hybrid learning menulis cerpen bermuatan nilai nusantara berbasis hypnoteaching dan CSREN AI Prompting untuk Siswa SMA/MA Kota Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D. Hasilnya adalah tujuan pembelajaran (ranah kognitif, psikomotorik, afektif), sintaks pembelajaran, lingkungan pembelajaran (luring, daring, hibrida), sistem sosial dan prinsip reaksi sebagai model hybrid learning menulis cerpen bermuatan nilai nusantara berbasis hypnoteaching dan CSREN AI prompting untuk siswa SMA/MA Kota Malang. Model ini telah divalidasi oleh ahli dari perguruan tinggi bidang pembelajaran menulis cerpen serta guru bahasa Indonesia SMA/MA sehingga layak digunakan di kelas untuk meningkatkan kompetensi menulis cerpen dengan menginternalisasi nilai-nilai Nusantara dan menggunakan CSREN AI prompting yang tepat sebagai mitra kreatif dalam menulis cerpen yang bagus.