cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Journal of Literature Review
Published by Indo Publishing
ISSN : 30906954     EISSN : 30906954     DOI : doi.org/10.63822/jlr
Jurnal yang menekankan pada ulasan dan analisis mendalam terhadap literatur yang telah ada termasuk narrative review, systematic review, dan scoping review, terutama karya ilmiah seperti artikel jurnal, buku, dan sumber-sumber relevan lainnya, terkait dengan topik penelitian tertentu. Tujuan utama jurnal ini adalah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis pengetahuan yang sudah ada, serta menemukan kesenjangan yang dapat diisi oleh penelitian baru.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 98 Documents
Dampak Perang Salib terhadap Baitul Maal: Studi Kasus Penaklukan Jerusalem (1099) Hannifa Rojwa Thalib; Tenny Sudjatnika
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w11ya302

Abstract

Studi ini meneliti dampak Perang Salib, khususnya penaklukan Jerusalem oleh tentara Salib pada tahun 1099, terhadap institusi keuangan Islam, yaitu Baitul Maal. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur dan analisis historiografi terhadap kronik Latin dan Arab, serta data arkeologi, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat bukti eksplisit mengenai pembakaran Baitul Maal, pola penjarahan sistemik terhadap aset-aset administrasi negara mengindikasikan terjadinya kerusakan yang signifikan. Temuan ini mengungkap bagaimana konflik militer merusak stabilitas fiskal dan ekonomi pemerintahan Muslim lokal, sekaligus memberikan wawasan penting bagi kajian sejarah konflik dan institusi ekonomi Islam.
Kolaborasi Tim dan Efektivitas Kinerja Organisasi Lilis Handayani; Dwi Ardisa Lestari; Dina Septiani Putri; Ajeng Ayu Nur Fitriyani; Rauly Sijabad
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xnnjjp04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kolaborasi tim dalam meningkatkan efektivitas kinerja organisasi, khususnya dalam menghadapi tantangan bisnis yang kompleks dan dinamis. Berbagai dimensi kolaborasi seperti komunikasi terbuka, kepercayaan tim, dan visi bersama dianalisis sebagai faktor penentu keberhasilan kerja tim. Selain itu, studi ini menyoroti pengaruh teknologi informasi, kepemimpinan transformasional, kecerdasan emosional, serta integrasi nilai keberlanjutan (ESG) dalam memperkuat budaya kolaboratif. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi tidak hanya meningkatkan produktivitas dan inovasi, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan organisasi dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi kolaboratif yang terintegrasi secara sistemik melalui pendekatan manajemen, teknologi, dan budaya organisasi untuk menciptakan kinerja organisasi yang berkelanjutan.
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra Khaerul Umam; Ubaid Ridlo; Alek
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g1zdpy64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupun praktis. Dalam kajian ini, dibahas berbagai pendekatan utama yang telah banyak diterapkan dalam dunia akademik dan penelitian, seperti pendekatan struktural yang fokus pada hubungan formal antarelemen bahasa, pendekatan fungsional yang menekankan fungsi komunikatif bahasa dalam konteks sosial, pendekatan interpretatif yang bertujuan memahami makna di balik teks, serta pendekatan historis yang menelusuri perkembangan dan evolusi bahasa atau karya sastra dari masa ke masa. Selain itu, penelitian ini juga mencakup pendekatan psikologis yang memusatkan perhatian pada aspek kognitif dan afektif penggunaan bahasa, pendekatan feminisme yang menganalisis bahasa dan sastra dari perspektif kesetaraan gender dan representasi perempuan, pendekatan postkolonial yang membongkar relasi kuasa dalam teks antara dunia penjajah dan terjajah, serta pendekatan ekritik yang mengkaji relasi antara teks sastra dan lingkungan hidup. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berorientasi pada pemahaman mendalam terhadap teori dan konsep melalui studi pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, jurnal akademik, buku referensi utama, dan karya-karya terkini yang relevan dengan kajian linguistik dan sastra. Metode ini dipilih karena mampu mengakomodasi keragaman pendekatan yang bersifat multidisipliner serta memberikan ruang interpretasi yang luas terhadap data kajian. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan pendekatan-pendekatan tersebut, tetapi juga mengevaluasi kekuatan dan keterbatasannya dalam memahami objek kajian kebahasaan dan kesastraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan pendekatan yang tepat sangat menentukan dalam mengarahkan sudut pandang dan hasil analisis terhadap teks-teks bahasa dan sastra. Setiap pendekatan memiliki karakteristik, alat analisis, dan asumsi dasar yang unik, sehingga pemilihan pendekatan harus disesuaikan dengan tujuan, jenis data, dan konteks penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan-pendekatan tersebut tidak bersifat saling eksklusif, namun justru dapat saling melengkapi apabila dikombinasikan secara tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan keilmuan di bidang linguistik dan sastra, serta menjadi referensi penting bagi para peneliti, pengajar, dan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang berlandaskan pendekatan ilmiah yang relevan dan kontekstual.
A Peircean Semiotic Analysis of Elegiac Symbolism in Rithā’ al-Andalus by Abū al-Baqā’al-Rundī Sulthon, Athian; Ridlo, Ubaid; Alek
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mwbpwj16

Abstract

ABSTRACT This study investigates Rithā’ al-Andalus by Abū al-Baqā’ al-Rundī through the semiotic lens of Charles Sanders Peirce to examine how poetic language communicates historical grief, spiritual identity, and collective memory. Composed in 1267 CE, the elegy laments the fall of Muslim Andalusia following the Christian reconquest. Beyond a personal outcry, the poem serves as a layered cultural document, encoding ideological resistance and loss through complex sign systems rooted in Islamic tradition and Andalusian history. The primary objective of this research is to analyze how Rithā’ al-Andalus employs Peirce’s triadic model of signs—icon, index, and symbol—to articulate themes of displacement, decline, and spiritual anguish. The study seeks to identify each type of sign within the poem and interpret its function in representing communal trauma and religious dislocation. This research adopts a qualitative interpretive approach. The original Arabic text is subjected to close reading, with poetic expressions classified based on Peircean categories. Each sign is interpreted within its historical, religious, and literary context, drawing on interdisciplinary scholarship in Islamic studies, medieval history, and Arabic poetics. The findings demonstrate that iconic signs evoke vivid visualizations of ruin and sorrow; indexical signs register the traces of temporal loss and cultural fracture; and symbolic signs encapsulate abstract notions of divine will, imperial collapse, and faith. Together, these elements construct a semiotic grammar of mourning. Ultimately, the study concludes that Rithā’ al-Andalus functions as more than a poetic elegy—it emerges as a symbolic archive of Andalusia’s fall and a resilient expression of Islamic identity through semiotic discourse.
Analisis Akibat Hukum Berdasarkan Isi Akad dalam Perjanjian Perdata Muhammad Noval Kusuma Atmaja
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zxaa6143

Abstract

Penelitian ini mengkaji akibat hukum yang timbul berdasarkan isi akad dalam perjanjian perdata di Indonesia. Akad sebagai instrumen hukum yang mengatur hubungan hukum antara para pihak memiliki peranan penting dalam menentukan hak, kewajiban, dan tanggung jawab para pihak yang berkontrak. Keabsahan dan kejelasan isi akad menjadi faktor krusial dalam mencegah timbulnya sengketa hukum. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analitis deskriptif untuk menggambarkan secara sistematis hubungan antara isi akad dan akibat hukum yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur pokok akad seperti kesepakatan para pihak, kecakapan, objek, dan sebab yang halal harus terpenuhi agar akad sah dan mengikat secara hukum. Isi akad yang tidak jelas, bertentangan dengan hukum, atau mengandung klausul memberatkan dapat menimbulkan akibat hukum negatif seperti wanprestasi dan pembatalan akad. Untuk mengantisipasi sengketa, penyelesaian dapat ditempuh melalui berbagai mekanisme, mulai dari musyawarah, mediasi, konsiliasi, arbitrase, hingga pengadilan. Pemahaman mendalam terhadap akibat hukum isi akad sangat penting bagi para pelaku usaha dan praktisi hukum untuk menciptakan perjanjian yang efektif dan mengurangi risiko hukum.
Telaah Pendekatan Semantik dalam Linguistik Moderen dan Kontribusi Tokoh Tokoh Sulaeman; Ubaid Ridho; ledia Malik
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nwqrg582

Abstract

Kajian semantik dalam linguistik modern telah mengalami perkembangan signifikan seiring dengan munculnya berbagai pemikiran dari para tokoh terkemuka. makalah ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis ragam modern serta kontribusi tokoh-tokoh utama dalam pengembangan teori semantik. makalah ini membahas pemikiran para tokoh seperti ferdinand de saussure, leonard bloomfield, noam chomsky, edward sapir, jakobson, michael halliday, yang memberikan pengaruh besar dalam pembentukan paradigma semantik modern. dengan menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan deskriptif-analitis, ditemukan bahwa pendekatan semantik tidak hanya memperluas pemahaman terhadap makna bahasa, tetapi juga membuka ruang bagi integrasi antara linguistik dan ilmu kognitif. kontribusi para tokoh tersebut telah menjadi fondasi penting dalam mengembangkan teori makna yang lebih kompleks dan aplikatif, baik dalam kajian teoretis maupun praktik kebahasaan.
Etika Iklan Royale Soklin Superlatif di Pasar Berkembang Isaac Ibrahim Molfi; Alief Rahman Juliansyah; Daniel Handoko
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7rhvbv62

Abstract

Di tengah pertumbuhan pasar digital di negara berkembang, iklan hiperbolik tanpa dasar faktual dapat melemahkan kepercayaan konsumen dan menimbulkan risiko reputasi merek. Hal ini dapat memberikan prasangka bahwa suatu kelebihan produk memicu ketertarikan pada konsumen, namun dibalik itu bisa menjadi tolak  suatu produk , Pada kondisi ini, pelaku iklan harus menerapkan Etika Periklanan yang menjadi pedoman yaitu Etika Periklanan Indonesia. Salah satu iklan produk deterjen "Royale Soklin Sachet" yang menggunakan slogan "wangi mewah enggak ada duanya" dengan metode penelitian kualitatif jenis studi literatur. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mesikpun klaim superlatif secara hukum dapat digolongkan sebagai puffery, review ini menimbulkan dalam segi etika melanggar karena diragukan untuk mengetahui verifikasi kebenarannya
Konsep Balaghah Abu hilal Al-Askari : Studi Tentang Ilmu Bayan Ahmad Wildan Sahuri Ramdani; Azzahra Emira Sudrajat; Raswan
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/htzqf993

Abstract

Ilmu al-Bayān merupakan salah satu cabang utama dalam disiplin balāghah Arab yang berfungsi untuk menjelaskan makna secara mendalam dan artistik melalui berbagai perangkat gaya bahasa seperti tasybīh, isti‘ārah, majāz, dan kināyah. Artikel ini mengkaji konsep Ilmu al-Bayān menurut Abu Hilāl al-‘Askari (w. 395 H), seorang tokoh penting dalam tradisi keilmuan Arab klasik yang memberikan kontribusi signifikan terhadap sistematika dan estetika bahasa Arab. Melalui karya monumentalnya Kitāb al-Ṣinā‘atayn, al-‘Askari menekankan pentingnya kejelasan dan kedalaman makna sebagai inti dari balāghah yang sejati, serta mengkritisi bentuk-bentuk bahasa yang terlalu artifisial tanpa substansi makna. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta teknik analisis isi berdasarkan model Krippendorff untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pemikiran al-‘Askari dalam konteks retorika dan stilistika Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Hilāl tidak hanya menekankan keindahan ekspresi, tetapi juga mengaitkannya dengan etika komunikasi, rasionalitas, dan ketepatan makna. Pandangannya tentang tasybīh, isti‘ārah, dan majāz menggambarkan integrasi antara kekuatan retoris dan kejelasan semantik, yang kemudian memengaruhi pemikiran tokoh-tokoh besar seperti al-Jurjānī dan al-Sakkākī. Dengan demikian, pemikiran Abu Hilāl al-‘Askari tetap relevan dalam studi linguistik Arab dan retorika modern karena menawarkan pendekatan estetis dan logis terhadap ekspresi bahasa.
A Pragmatic Investigation of Khabar Types in al-Sakkākī’s Miftāḥ al-‘Ulūm: Applying Searle’s Speech Act Theory Athian Sulthon; Dzaki Amrullah; Raswan
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/czv65t25

Abstract

Language functions not only as a medium for conveying information but also as a tool for performing actions. The theory of speech acts, introduced by John L. Austin and further developed by John Searle, provides a framework for understanding the pragmatic functions of utterances. In Miftāḥ al-‘Ulūm, al-Sakkākī outlines various types of khabar (declarative statements), each with distinct communicative purposes. This study aims to describe the usage of khabar types in Miftāḥ al-‘Ulūm and to explain their functional correlations based on Searle’s speech act theory. The research adopts a qualitative descriptive method through textual analysis. Primary data were derived from khabar statements in the text, collected through intensive reading, identification, and note-taking, and subsequently classified into Searle’s five categories of speech acts: assertives, directives, commissives, expressives, and declaratives. The findings reveal that the three main types of khabar in Miftāḥ al-‘Ulūm—khabar ibtidā’ī, khabar ṭalabī, and khabar inkārī—predominantly serve assertive, directive, and expressive functions. Khabar ibtidā’ī conveys objective information (assertive); khabar ṭalabī guides the listener from doubt toward acceptance (assertive-directive); while khabar inkārī merges assertive, expressive, and implicit directive functions to affirm truth amid rejection. Commissive and declarative acts are not present, as khabar primarily aims to assert truth rather than induce social status change or future commitments. This study affirms the continuity between classical Arabic rhetoric and the principles of modern pragmatics.
Development of Waqf Accounting Research: A Systematic Literature Review Wali Saputra
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e45sc513

Abstract

The objective of this research is to investigate the evolution of scholarly inquiries pertaining to waqf accounting through the application of a systematic literature review (SLR) methodology. A comprehensive assessment was conducted involving 58 scholarly articles published between the years 2000 and 2025, selected based on predetermined inclusion and exclusion parameters derived from the Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases. The findings indicate a notable increase in scholarly engagement with the subject of waqf accounting over the past decade, particularly within Muslim-majority nations such as Malaysia and Indonesia. The predominant research themes encompass waqf financial reporting, the accountability of nadzir, supervisory mechanisms, and the incorporation of information technology within reporting frameworks. The majority of the studies employed a qualitative methodology, predominantly informed by theoretical frameworks such as Stakeholder Theory, Agency Theory, and Accountability Theory. Furthermore, contemporary research has begun to address issues related to the digitization of waqf accounting, particularly through the utilization of blockchain technology and smart contracts. Nevertheless, significant research gaps persist regarding the establishment of standardized reporting models and empirical investigations assessing the influence of waqf accounting on social welfare outcomes. This study advocates for the enhancement of regulatory frameworks, the augmentation of the institutional capabilities of nadzir, and the establishment of a technology-driven waqf financial reporting system. Additionally, there is a pressing need for advanced research characterized by quantitative, longitudinal, and interdisciplinary approaches to facilitate the promotion of accountable, transparent, and Sharia-compliant governance of waqf.

Page 4 of 10 | Total Record : 98