cover
Contact Name
Naidi Faisal
Contact Email
jpgajournal@gmail.com
Phone
+6285262127813
Journal Mail Official
jpgajournal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tgk. Chik Puasa No.01, GP. Pango Raya, Kec. Ulee Kareng Banda Aceh, Aceh-Indonesia, 23119
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal of Politics, Governance and Administration
ISSN : -     EISSN : 31097987     DOI : https://doi.org/10.69548/jpga
Journal of Politics, Governance, and Administration (JPGA) is a peer-reviewed academic journal published by LaKaspia, the Aceh Institute for Social and Political Studies. LaKaspia, established on December 10, 1999, and restructured on October 4, 2022 (Registration No. AHU-0010506.AH.01.07.TAHUN 2022), is dedicated to advancing scholarly research in the fields of political science, governance, public policy, and public administration. As a prominent research institution, LaKaspia has long been committed to promoting interdisciplinary approaches to the study of political institutions, governance mechanisms, and administrative practices at both local and global levels. The journal provides a platform for scholarly dialogue and critical analysis of issues related to political systems, public governance, and administrative practices. JPGA encourages submissions that address contemporary challenges in democratic governance, administrative innovation, political accountability, citizen participation, and the evolving landscape of public administration. Through its commitment to high academic standards and interdisciplinary research, the journal aims to contribute to a deeper understanding of political and governance processes, fostering scholarly dialogue and providing insights that support meaningful change in governance and public administration worldwide.
Articles 10 Documents
Analisa Penurunan Keterwakilan Perempuan di DPRK Aceh Tamiang pada Pemilu Legislatif 2024 Husna, Ulyatul; Abu Bakar, Muhammad bin
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.11.2025

Abstract

This study aims to analyze the decline in women's representation in the Aceh Tamiang Regency People's Representative Council (DPRK) in the 2024 Legislative Election. This decline is in the spotlight because previously women's representation in the Aceh Tamiang DPRK was relatively high, even exceeding the 30% quota target. However, in the 2024–2029 period, the number of female legislative members decreased drastically to only 6 people out of a total of 35 seats or around 17.14%. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the decline in women's representation was caused by various factors, including the dominance of patriarchal culture that is still strong in society, low levels of political education and capacity of women, minimal support from political parties, and financial constraints experienced by female legislative candidates. In addition, several female DPRK members previously did not run again or switched to running at the DPRA level. These findings show that women's representation in local politics still faces serious challenges and requires special attention from various parties so that the principle of gender equality in politics can be realized in real terms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang pada Pemilu Legislatif 2024. Penurunan ini menjadi sorotan karena sebelumnya keterwakilan perempuan di DPRK Aceh Tamiang tergolong tinggi, bahkan sempat melampaui target kuota 30%. Namun, pada periode 2024–2029, jumlah anggota legislatif perempuan menurun drastis menjadi hanya 6 orang dari total 35 kursi atau sekitar 17,14%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan keterwakilan perempuan ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain dominasi budaya patriarki yang masih kuat dalam masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan politik dan kapasitas perempuan, minimnya dukungan dari partai politik, serta kendala finansial yang dialami calon legislatif perempuan. Selain itu, beberapa anggota DPRK perempuan sebelumnya tidak kembali mencalonkan diri atau beralih mencalonkan diri ke tingkat DPRA. Temuan ini menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan dalam politik lokal masih menghadapi tantangan serius dan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak agar prinsip kesetaraan gender dalam politik dapat terwujud secara nyata.
Literasi Politik Generasi Z Pada Pemilu Tahun 2024: Studi Pemilihan Legislatif di Kota Lhokseumawe Fadillah, Fira Husnah; Muzaffarsyah, Teuku; Abdullah, Taufik; Zulhilmi, Zulhilmi
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.12.2025

Abstract

Political literacy is a very important thing for all circles including generation z. This research aims to see how the understanding of generation z political literacy in the 2024 legislative election in Lhokseumawe City. The focus of this research is on generation z. This theme is interesting to research because they want to find out how generation z understands political literacy and find out what are the challenges faced in understanding political literacy. This approach uses a qualitative approach. This research can be intended as a descriptive research through oral or written words and observed behavior of the people being studied. This approach sees the research aspect as part of all the observed symptoms. The results of the study are described with words or sentences that describe the final results of this study. A qualitative approach will provide convenience in this research in accordance with the typical social science study with analysis that is also caused by the object being studied is dynamic, which is changing according to the situation and field conditions. The purpose of this research is to find out how to understand the political literacy of generation z in the 2024 legislative election in Lhokseumawe City and to find out what are the challenges faced by generation z in understanding political literacy. Based on the results of the research and discussion that the author has done, the author can draw a conclusion that: 1. The understanding of political literacy. The Existence of Hoax Information and Misinformation in Understanding Political Literacy, The Beauty of Understanding and Z Generical Literacy in Understanding Political Literacy Minimal Political Education Z in Understanding Political Literacy in Koita Lhoikseiuimawe ABSTRAK Literasi politik merupakan suatu hal yang sangat penting bagi semua kalangan termasuk generasi z. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemahaman literasi politik generasi z pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe. Fokus penelitian ini berada di generasi z. tema ini menarik untuk diteliti karena ingin mencari tau bagaimana pemahaman generasi z terhadap literasi politik serta mencari tau apa saja tantangan yang dihadapi dalam memahami literasi politik. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dapat dimaksudkan sebagai penelitian deskriptif melalui kata-kata lisan ataupun tulisan dan tingkah laku yang diamati dari orang-orang yang diteliti. Pendekatan ini melihat aspek penelitian sebagai bagian dari seluruh gejala yang diamati. Hasil penelitian digambarkan dengan kata-kata atau dengan kalimat yang menggambarkan hasil akhir dari penelitian ini. Pendekatan kualitatif akan memberikan kemudahan dalam penelitian ini sesuai dengan kajian ilmu sosial yang khas dengan analisa yang juga disebabkan oleh obyek yang diteliti bersifat dinamis, yaitu berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemahaman literasi politik generasi z pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe serta untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi generasi z dalam memahami literasi politik. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa : 1.Pemahaman literasi politik melalui keluarga, kerabat dan teman dekat yang diperoleh generasi z di Kota Lhokseumawe. Kedua pemahaman literasi politik melalui internet seperti media sosial. 2. Adanya Informasi Hoax dan Misinformasi dalam Memahami Literasi Politik, Rendahnya pemahaman dan kesadaran generasi z dalam memahami literasi politik Minimnya Pendidikan Politik Generasi Z dalam Memahami Literasi Politik di Koita Lhokseumawe.
Strategi Calon Legislatif Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa dalam Memenangkan Pemilihan Legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe Marcella, Yessa; Rahman, Bobby; Muzaffarsyah, Teuku; Bin Abubakar, Muhammad; Mulyadi, Mulyadi
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.13.2025

Abstract

This study aims to analyze the political strategies employed by female legislative candidates of the National Awakening Party (PKB) in winning the 2024 legislative election in Lhokseumawe City, Indonesia. A qualitative descriptive approach was applied, using in-depth interviews, observations, and documentation involving elected candidates, party officials, and campaign volunteers as key informants. The findings reveal that PKB female candidates adopted a strategy combining persuasive and material approaches to mobilize voter support. This strategy was implemented through social engagement activities, the utilization of women’s religious networks, and the distribution of symbolic and practical economic assistance. Beyond tactical efforts, their success was also determined by the effective use of social, cultural, and economic capital in navigating Aceh’s patriarchal socio-political structure. The study concludes that women’s political achievement in local elections is not solely shaped by affirmative policy but also by their ability to construct social legitimacy and trust among grassroots communities. This research contributes to the scholarship on gendered political strategy by highlighting how local cultural values and social relations strengthen female electability within patriarchal political systems. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi politik yang digunakan oleh calon legislatif perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam memenangkan Pemilihan Legislatif Tahun 2024 di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap calon legislatif terpilih, pengurus partai, serta relawan kampanye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon legislatif perempuan PKB menerapkan strategi yang menggabungkan pendekatan persuasif dan materialis untuk membangun dukungan pemilih. Strategi ini diwujudkan melalui kegiatan sosial, pemanfaatan jaringan organisasi keagamaan perempuan, serta pembagian bantuan ekonomi yang bersifat simbolik dan praktis. Selain faktor strategi personal, keberhasilan mereka juga dipengaruhi oleh kemampuan memanfaatkan modal sosial, budaya, dan ekonomi dalam konteks masyarakat patriarkal Aceh. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan perempuan dalam kontestasi politik lokal tidak hanya ditentukan oleh kebijakan afirmatif, tetapi juga oleh kapasitas mereka membangun legitimasi sosial di tingkat akar rumput. Penelitian ini berkontribusi pada kajian strategi politik gender dengan menunjukkan bagaimana nilai-nilai lokal dan relasi sosial digunakan untuk memperkuat elektabilitas perempuan dalam sistem politik berbasis patriarki.
Analisis Pengaruh Strategi Pemasaran Digital terhadap Peningkatan Penjualan UMKM di Kecamatan Sawang, Aceh Utara Hakiki, Nur; Ameliany, Nanda; Ritonga, Nursakinah; Sukmawati, Cut; Sufi, Sufi
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.14.2025

Abstract

This study aims to identify and analyze the impact of digital-based marketing strategies on the sales performance of MSMEs in Sawang District, North Aceh Regency. Digital marketing has increasingly become a strategic tool, gradually replacing traditional approaches due to its efficiency and ability to reach broader markets. This research applies a quantitative descriptive methodology, utilizing primary data collected from 100 MSME participants in Sawang District. Stratified random sampling was employed to select respondents, and simple linear regression was used to assess the relationship between digital marketing strategies and sales levels. The results indicate that digital marketing strategies exert a positive and significant influence on the sales performance of MSMEs in the area. The adoption of social media, websites, Google Trends, and other digital platforms has enabled MSMEs to expand their market reach and enhance competitiveness in the digital era. These findings underscore the importance for MSME actors to improve their digital literacy and professionalism in leveraging technology for business development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh strategi pemasaran berbasis digital terhadap kinerja penjualan UMKM di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pemasaran digital kini semakin berperan sebagai alat strategis yang secara bertahap menggantikan metode konvensional karena dinilai lebih efisien dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan dari 100 pelaku UMKM di Kecamatan Sawang. Pemilihan responden dilakukan melalui teknik stratified random sampling, sementara analisis hubungan antara strategi pemasaran digital dan tingkat penjualan dilakukan dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penjualan UMKM di wilayah tersebut. Penggunaan media sosial, website, Google Trends, dan berbagai platform digital lainnya terbukti mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital dan profesionalisme pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha.
Menguji Ketepatan Penggunaan Konsepsi Impossibility of Performance oleh Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Aceh Barat Daya terhadap Penolakan Pelaksanaan Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang dalam Pelaksanaan Pengawasan Pemilu Tahun 2024 Hendra, Hendra; Sariyulis, Sariyulis
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.18.2025

Abstract

This study analyzes the appropriateness of applying the concept of Impossibility of Performance (IoP) by the Independent Election Commission (Komisi Independen Pemilihan, KIP) of Aceh Barat Daya in rejecting the implementation of the re-vote (pemungutan suara ulang, PSU) recommended by the Election Supervisory Committee (Bawaslu) during the 2024 General Election. Using a normative juridical method with a statutory approach, this study examines relevant legal instruments, Constitutional Court decisions, and legal doctrines related to the enforcement of administrative electoral law. The findings indicate that the application of the IoP principle by KIP Aceh Barat Daya was legally inaccurate, as there was no factual or legal condition that met the criteria established in Constitutional Court Decision No. 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Consequently, the use of IoP in this context reflected a misinterpretation of legal impossibility, which potentially weakens public trust in the fairness of electoral law enforcement. The study contributes to the strengthening of the legal framework and institutional accountability in Indonesia’s electoral management bodies. Abstrak Penelitian ini menganalisis ketepatan penerapan konsepsi Impossibility of Performance (IoP) oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya dalam menolak pelaksanaan rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang diajukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada Pemilu Tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui statute approach, penelitian ini mengulas instrumen hukum, putusan Mahkamah Konstitusi, dan doktrin hukum yang berkaitan dengan penegakan hukum administrasi pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip IoP oleh KIP Aceh Barat Daya tidak tepat secara yuridis, karena tidak terdapat kondisi faktual maupun hukum yang memenuhi unsur ketidakmungkinan pelaksanaan sebagaimana dirumuskan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Penggunaan IoP dalam konteks ini menunjukkan kekeliruan penafsiran terhadap konsep ketidakmungkinan hukum, yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap integritas dan keadilan pemilu. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka hukum dan akuntabilitas kelembagaan penyelenggara pemilu di Indonesia.
Implementasi Program Kesejahteraan Sosial Studi Penanggulangan Eksploitasi Anak sebagai Pengemis Damayanti, Sri; Maryam, Maryam; Hasyim, Muhammad; Nazaruddin, Nazaruddin; Arinanda, Arinanda
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.23.2025

Abstract

The exploitation of children as beggars in Lhokseumawe City poses a significant challenge to the implementation of social welfare policy mandated by Aceh Qanun No. 11 of 2013. This study aims to dissect the policy's implementation model by focusing on three core pillars: rehabilitation programs, inter-agency synergy, and social assistance mechanisms. Employing a qualitative approach, data were gathered through in-depth interviews with key policy-implementing actors from the Social Service Agency, Public Order Agency (Satpol PP), and the Office for Women's Empowerment and Child Protection (DP3A). The findings reveal a complex and paradoxical implementation model. Rehabilitation programs, while discursively framed within social investment rhetoric, function more as protective emergency mechanisms in practice. Inter-agency synergy proves effective yet fragile, as it relies on informal relational networks rather than an institutionalized system. Furthermore, the intervention's overarching focus on saving individual children inadvertently overlooks the structural reproduction of poverty at the family level, revealing a constant compromise between policy idealism and field realities. Abstrak Eksploitasi anak sebagai pengemis di Kota Lhokseumawe menantang implementasi kebijakan kesejahteraan sosial yang diamanatkan oleh Qanun Aceh No. 11 Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk membedah model implementasi kebijakan tersebut, dengan berfokus pada tiga pilar utama: program rehabilitasi, sinergi antar aktor, dan mekanisme bantuan sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para aktor kunci pelaksana kebijakan dari Dinas Sosial, Satpol PP, dan DP3A. Hasil penelitian mengungkap sebuah model implementasi yang kompleks dan penuh paradoks. Program rehabilitasi, meski berlandaskan retorika investasi sosial, dalam praktiknya lebih berfungsi sebagai mekanisme protektif darurat. Sinergi antar aktor terbukti efektif, namun rapuh karena bertumpu pada jejaring relasional informal, bukan sistem yang terlembaga. Lebih lanjut, keseluruhan intervensi yang berfokus pada penyelamatan individu anak secara tidak langsung mengabaikan masalah reproduksi kemiskinan struktural di tingkat keluarga, menunjukkan sebuah kompromi konstan antara idealisme kebijakan dengan realitas lapangan.
Pemberdayaan Penjahit di Simpang Len dalam Memanfaatkan Kain Perca Lailasari, Linda; Mursyidin, Mursyidin; Hasibuan, Paizah; Rahma, Intan Tri; Amelia, Ubratul; Fazilah, Rida
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.26.2025

Abstract

This community service program focuses on empowering tailors in Simpang Len by optimizing the utilization of fabric waste. Through training and mentoring, local tailors were taught to transform textile waste into marketable craft products such as bags, pillowcases, and accessories. The results showed a 60% reduction in textile waste and a significant increase in participants' income and technical skills. This initiative promotes sustainable circular economy practices while strengthening local economic empowerment and environmental awareness. Abstrak Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan penjahit di Simpang Len dengan mengoptimalkan pemanfaatan kain perca. Melalui pelatihan dan pendampingan, para penjahit lokal dilatih untuk mengubah limbah tekstil menjadi produk kerajinan bernilai jual seperti tas, sarung bantal, dan aksesori. Hasil kegiatan menunjukkan pengurangan limbah tekstil hingga 60% dan peningkatan signifikan dalam pendapatan serta keterampilan teknis peserta. Inisiatif ini mendorong praktik ekonomi sirkular berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan kesadaran lingkungan.
Pengembangan Pariwisata Inklusif di Pantai Cemara Kabupaten Bireuen Laini, Hayatul; Maryam, Maryam; Murniati, Murniati
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.27.2025

Abstract

This study examines the development of inclusive tourism at Cemara Beach in Bireuen Regency, with the objective of describing its progress and analyzing the obstacles encountered in its implementation. The research highlights that the development of Cemara Beach has yet to produce significant economic improvement for the local community, as economic benefits remain concentrated among stallholders and parking attendants. Additionally, environmental pollution persists due to the lack of adequate waste disposal facilities, leading visitors to discard garbage among the rocks. The study employs Miller & Katz’s Inclusivity Theory, which addresses economic, environmental, and social dimensions. Data were collected through non-participant observation, where researchers observed activities without direct involvement. The findings reveal that the economic benefits of tourism development at Cemara Beach have not been widely distributed among the local population, aside from traders and parking attendants. Furthermore, from both environmental and social perspectives, Cemara Beach has not yet achieved the standards of inclusive tourism, as pollution from waste accumulation, such as diapers and plastic bottles, remains prevalent. Obstacles to the development of inclusive tourism include inadequate facilities and infrastructure—such as the absence of signage and narrow roads during market days—as well as parking fees that no longer contribute to increasing local village revenue. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengembangan pariwisata inklusif di Pantai Cemara, Kabupaten Bireuen, dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangannya serta menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Cemara belum memberikan peningkatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, karena manfaat ekonomi masih terfokus pada pedagang yang memperoleh lapak berjualan dan juru parkir. Selain itu, pencemaran lingkungan masih terjadi akibat minimnya fasilitas pembuangan sampah, sehingga sebagian pengunjung membuang sampah di celah-celah batu. Penelitian ini menggunakan Teori Inklusivitas Miller & Katz yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, di mana peneliti hanya mengamati tanpa terlibat langsung dalam aktivitas yang diamati. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata di Pantai Cemara belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat lokal kecuali pedagang dan juru parkir. Dari aspek lingkungan dan sosial, Pantai Cemara juga belum memenuhi kriteria pariwisata inklusif karena masih ditemukan penumpukan sampah seperti popok bekas dan botol plastik di area wisata dan tambak warga. Hambatan utama dalam pengembangan pariwisata inklusif di Pantai Cemara meliputi fasilitas dan infrastruktur yang belum memadai, seperti kurangnya papan petunjuk serta jalan yang sempit pada hari-hari tertentu, serta retribusi parkir yang tidak lagi berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Gampong.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Wisata Pantai Cemara Gampong Lingka Kuta Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Tunnisak, Zahra; Alfiady, Teuku
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.28.2025

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the tourism management policy at Cemara Beach in Lingka Kuta Village, Gandapura District, Bireuen Regency. The research focuses on four key dimensions: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure based on the policy implementation model proposed by George C. Edwards III. A qualitative descriptive approach was applied, with data collected through interviews, observations, and documentation involving village officials, tourism managers, and local community members. The findings reveal that the implementation of the Cemara Beach tourism management policy has not yet been fully effective. In terms of communication, there remains a gap in coordination between village authorities and tourism managers; in the resource aspect, limited funding and inadequate infrastructure remain major constraints. Meanwhile, the disposition aspect shows a relatively high commitment among managers, although coordination with local government agencies remains weak. The bureaucratic structure is still simple and lacks an integrated operational mechanism. Overall, this study highlights that the effectiveness of tourism policy implementation at Cemara Beach requires improved interagency communication, adequate resource support, and strengthened institutional capacity for sustainable community based tourism management. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan wisata Pantai Cemara di Gampong Lingka Kuta, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Fokus penelitian diarahkan pada empat aspek utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sesuai model implementasi kebijakan dari George C. Edwards III. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparat pemerintah gampong, pengelola wisata, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan wisata Pantai Cemara belum berjalan optimal. Dari aspek komunikasi, masih terdapat kesenjangan informasi antara pemerintah gampong dan pengelola wisata; pada aspek sumber daya, keterbatasan dana dan sarana prasarana menjadi kendala utama. Sementara itu, aspek disposisi menunjukkan adanya komitmen pengelola yang cukup tinggi, namun belum didukung koordinasi yang kuat dengan pihak pemerintah daerah. Struktur birokrasi juga masih bersifat sederhana dan belum memiliki mekanisme kerja yang terintegrasi.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas implementasi kebijakan pengelolaan wisata Pantai Cemara memerlukan peningkatan komunikasi antarpihak, dukungan sumber daya memadai, serta penguatan kelembagaan desa wisata agar pengelolaan dapat berkelanjutan.
Transformasi Destinasi Wisata Bantayan Seunuddon Aceh Utara Berbasis Potensi Lokal Sukma, Sri Rizki; Maryam, Maryam; Riski, Aflia
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.30.2025

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Bantayan tourism destination in Seunuddon Subdistrict, North Aceh Regency, based on local community potential. This phenomenon is significant since, despite Bantayan’s natural attractiveness, its tourism development remains suboptimal due to weak promotion and limited community-based innovation. The study employed a qualitative descriptive approach using field study methods, involving village officials, tourism managers, traders, and visitors as key informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using data reduction and triangulation techniques. The findings indicate that Bantayan’s tourism transformation consists of three main dimensions: strengthening local potential through community participation, improving tourism facilities and accessibility, and promoting innovation through digital media. However, the main obstacles lie in limited funding, low human resource competence, and the absence of specific regulations supporting sustainable tourism development. This research highlights the importance of collaboration among local government, tourism managers, and the community to achieve inclusive and sustainable tourism transformation based on local potential. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi destinasi wisata Bantayan di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, berdasarkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat setempat. Fenomena ini menarik dikaji karena meskipun Bantayan memiliki daya tarik alam yang potensial, perkembangan pariwisatanya belum optimal akibat lemahnya promosi dan minimnya inovasi berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan, melibatkan informan dari aparatur desa, pengelola wisata, pedagang, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi wisata Bantayan mencakup tiga dimensi utama: penguatan potensi lokal melalui partisipasi masyarakat, peningkatan fasilitas dan aksesibilitas wisata, serta inovasi promosi berbasis media digital. Namun, hambatan utama masih terdapat pada keterbatasan anggaran, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, dan belum adanya regulasi khusus yang mendukung pengembangan wisata berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat dalam mendorong transformasi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10