cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Perbandingan Efek Dosis Toksik Amoksisilin Generik Berlogo dengan Amoksisilin Generik Bermerek terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Renal Tikus (Rattus novergicus) Galur Sprague Ade Marantika; Asep Sukohar; Muhammad Ricky Ramadhian; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insidensi gangguan fungsi ginjal akibat antibiotik mencapai 36%. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia, bahkan tanpa resep dokter. Terdapat dua macam produk amoksisilin yang tersedia di masyarakat, yakni amoksisilin generik berlogo dan generik bermerek. Amoksisilin dapat menyebabkan stress oksidatif dalam tubuh dimana keadaan ini dapat diukur dengan kadar malondialdehid (MDA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efek dosis toksik amoksisilin generik berlogo dengan amoksisilin generik bermerek terhadap kadar MDA renal dan mengidentifikasi amoksisilin yang lebih menyebabkan peningkatan kadar MDA renal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang terdiri atas 36 hewan coba yang dibagi menjadi 9 kelompok dengan 3 kelompok kontrol dan 6 kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukan rerata kadar MDA renal kelompok, yakni kelompok kontrol (Kn=1,356 nmol/mg, KA=6,090 nmol/mg dan KB=6,922 nmol/mg), kelompok generik berlogo (A1=3,513 nmol/mg, A2=5,372 nmol/mg dan A3=10,246 nmol/mg), dan kelompok generik bermerek (B1=4,279 nmol/mg, B2=6,520 nmol/mg dan B3=11,655 nmol/mg). Hasil uji perbandingan menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara amoksisilin generik berlogo dan amoksisilin generik bermerek terhadap kadar MDA renal hewan coba pada dosis 822,4 mg/kgBB dan amoksisilin generik bermerek menyebabkan peningkatan kadar MDA renal lebih tinggi daripada amoksisilin generik berlogo.Kata kunci: amoksisilin, obat generik berlogo, obat generik bermerek, malondialdehid
Perbedaan Nilai Leukosit, Mean Platelet Volume dan Hitung Trombosit Pada Stroke Iskemik dengan Stroke Hemoragik Dika Yunisa; Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah sindrom klinis akibat gangguan otak fokal maupun global dan merupakan penyebab kematian nomer tiga di dunia. Tingginya angka mortalitas diakibatkan kerusakan jaringan yang berhubungan dengan akumulasi leukosit. Trombosit memiliki fungsi penting dalam hemostasis dan Mean Platelet Volume (MPV) merupakan penilaian dari ukuran trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai leukosit total, MPV dan hitung trombosit pada pasien stroke iskemik dengan stroke hemoragik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di bangsal Saraf dan bagian Rekam Medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, dengan cara meninjau kembali rekam medis pesien yang pernah menjalani rawat inap di bangsal Saraf pada tahun 2015. Teknik pengambilan sampel yakni teknik consecutive sampling. Berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 19 pasien stroke iskemik dan 19 pasien stroke hemoragik. Data dianalisis menggunakan uji T independent. Hasil dari penelitian ini didapatkan rerata nilai leukosit pada pasien stroke iskemik lebih rendah dari hemoragik dengan selisih rerata sebesar 4292,64/mm3. Rerata nilai trombosit dan MPV pada pasien stroke iskemik lebih tinggi dari stroke hemoragik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai leukosit total, MPV dan hitung trombosit pada pasien stroke iskemik dengan stroke hemoragik.Kata Kunci: Leukosit, MPV, stroke, trombosit
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada Bayi di Bawah Usia 6 Bulan di Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur Arum Nurzeza; TA Larasati; Dyah Wulan Sumekar RW
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah makanan tunggal bagi bayi berusia 0-6 bulan. Namun di Indonesia terdapat ibu yang memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi di bawah 6 bulan, hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengetahuan dan kepercayaan ibu terhadap tradisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, serta kepercayaan ibu terhadap pemberian MP-ASI pada bayi di bawah usia 6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Populasi sebesar 146 orang, dengan jumlah sampel 127 orang. Data didapatkan melalui wawancara terpimpin dengan instrumen kuesioner. Uji analisis menggunakan uji kai kuadrat. Hasil penelitian didapatkan semua variabel memiliki hubungan terhadap pemberian MP-ASI pada bayi di bawah usia 6 bulan. Hasil uji kai kuadrat didapatkan nilai p untuk tingkat pendidikan 0,001 pengetahuan 0,001 dan kepercayaan 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, pengetahuan dan kepercayaan ibu terhadap pemberian MP-ASI pada bayi di bawah usia 6 bulan.Kata kunci: kepercayaan, MP-ASI, pengetahuan, tingkat pendidikan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunan Kondom pada Wanita Pekerja Seksual (WPS) Untuk Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Klinik Mentari Puskesmas Panjang Bandar Lampung Septina Ashariani; TA Larasati; Ratna Dewi Puspita Sari; Dyah Wulan SR Wardhani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) adalah merupakan salah satu penyebab utama kesakitan, bahkan kematian di dunia. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah penggunaan kondom terutama oleh wanita pekerja seksual (WPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penggunaan kondom pada WPS di Panjang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah consecutive sampling. Penelitian dilaksanakan pada periode September-Oktober 2015 dan bertempat di Klinik Mentari Puskesmas Panjang. Sampel yang berhasil didapatkan adalah 80 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah usia, pendidikan, penghasilan, status pernikahan, pengetahuan, sikap, ketersediaan kondom, dukungan mucikari serta dukungan petugas kesehatan sedangkan variabel terikatnya adalah penggunaan kondom. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,1% WPS selalu menggunakan kondom. Dari hasil uji Chi-Square terlihat nilai p dari usia adalah 0,290, status pernikahan 0,308, pendidikan 0,001, penghasilan 0,001, pengetahuan 0,042, sikap 0,094, ketersediaan kondom 0,007, dukungan mucikari 0,947 dan dukungan petugas kesehatan 0,464. Terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan, penghasilan, pengetahuan dan ketersediaan kondom dengan penggunaan kondom pada WPS di Panjang.Kata kunci: infeksi menular seksual, penggunaan kondom, wanita pekerja seksual
Hubungan Beban Kerja Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Anak dengan Stres pada Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung Seffia Riandini; Tendry Septa; TA Larasati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendidikan profesi dokter cenderung menimbulkan stres pada mahasiswa program pendidikan profesi dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja kepaniteraan klinik bagian ilmu kesehatan anak dengan stres pada mahasiswa program profesi dokter. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa program pedidikan profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung bagian ilmu kesehatan anak di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung sebanyak 57 responden, pengambilan sampel dengan total sampling. Data yang dikumpulkan meliputi beban kerja berlebih kuantitatif, beban kerja kualitatif (menggunakan kuesioner SDS) stres (menggunakan kuesioner SRQ-20). Didapatkan responden sebagian besar tidak mengalami stres. Beban kerja berlebih yang dirasakan mayoritas responden berada pada derajat yang sedang, baik beban kerja berlebih kualitatif maupun kuantitatif. Terdapat hubungan antara beban kerja berlebih baik beban kerja kualitatif maupn beban kerja kuantitatif dengan stres pada responden (p=0,001; OR 8,569; CI 1,914-38,350). Variabel yang lebih berhubungan secara bermakna dengan stres adalah beban kerja kuantitatif, mahasiswa program pendidikan profesi dokter yang memiliki beban kerja berlebih kuantitatif 8,569 kali lipat beresiko terkena stres dibandingkan mahasiswa yang tidak memiliki beban kerja berlebih kuantitatif. Kata Kunci: Beban Kerja, Mahasiswa Program Profesi, Stres
Korelasi Asupan Makan terhadap Kadar Trigliserida pada Mahasiswa Obesitas di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Septyne Rahayuni Putri; Dian Isti Angraini; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan keadaan dimana terdapat akumulasi lemak yang berlebihan di jaringan adiposa. Pada penderita obesitas, kadar trigliserida dalam darah lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak obesitas. Faktor yang mempengaruhi kadar trigliserida adalah asupan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan makan (karbohidrat, protein, lemak dan serat) terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa obesitas di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 44 responden yang diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitan menunjukan rata-rata asupan karbohidrat, protein, lemak, serat dan kadar trigliserida berturut-turut adalah 128,6 g, 46 g, 32,7 g, 3,3 g dan 70,3 mg/dL. Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat terhadap kadar trigliserida dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,410, p=0,006). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan protein terhadap kadar trigliserida dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,441, p=0,003). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan lemak terhadap kadar trigliserida dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,385, p=0,01). Tidak terdapat hubungan antara asupan serat terhadap kadar trigliserida (p=0,986). Asupan karbohidrat menyumbang sebanyak 26,5% pada peningkatan kadar trigliserida sehingga perlu perhatian khusus terhadap asupan karbohidrat pada remaja obesitas karena dapat mempengaruhi kadar trigliserida.Kata kunci: asupan makan, kadar trigliserida, obesitas
Korelasi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa terhadap Hasil Kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Periode November 2014 - Mei 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Ani Yuli Yanti Puspitasari; Oktadoni Saputra; Khairun Nisa Berawi; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dinyatakan sebagai suatu uji kompetensi yang merupakan upaya aktualisasi berbagai peraturan praktik kedokteran, untuk memperbaiki dan menstandarisasikan kualitas dokter Indonesia, dengan tujuan memberikan informasi tentang kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap dari para lulusan dokter umum secara komperehensif kepada pemegang kewenangan dalam pemberian sertifikat kompetensi sebagai bagian dari persyaratan registrasi, agar seorang dokter dapat mengurus pengajuan surat izin praktik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara IPK mahasiswa kedokteran dengan hasil kelulusan UKMPPD dari November 2014-Mei 2015 pada Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Sampel yang diambil adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang mengikuti UKMPPD Periode November 2014-Mei 2015 sebanyak 92 mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis uji korelasi (Pearson Correlation). Dari hasil penelitian diperoleh korelasi tinggi antara nilai IPK pra-klinik terhadap hasil kelulusan UKMPPD Computer Based Test (CBT), serta terdapat korelasi rendah terhadap hasil kelulusan UKMPPD Objective Structured Clinical Examination (OSCE), kemudian korelasi rendah antara nilai IPK profesi terhadap hasil kelulusan UKMPPD CBT, korelasi rendah antara nilai IPK pra-klinik dengan nilai IPK profesi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, korelasi rendah antara nilai IPK kumulatif terhadap hasil kelulusan UKMPPD dan korelasi rendah antara lama studi pra-klinik dan lama studi kumulatif terhadap hasil kelulusan UKMPPD mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kualitas proses penilaian pada tahap pra-klinik maupun profesi harus lebih ditingkatkan agar IPK dapat menjadi prediktor tepercaya yang mencerminkan kualitas lulusan.Kata kunci: CBT, Hasil Kelulusan UKMPPD, OSCE
Hubungan Karakteristik Individu dengan Nilai Kapasitas Vital Paru Pekerja di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Tarahan Lampung Silvi Qiro'atul Aini; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa bahaya potensial kesehatan dan keselamatan kerja (K3), yang menimbulkan risiko dampak panjang pada kesehatan. Debu yang terhirup oleh tenaga kerja dapat menimbulkan penurunan kapasitas vital paru. Nilai kapasitas vital paru seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh konsentrasi paparan debu yang diterima saja, hal itu juga dipengaruhi oleh karakteristik yang terdapat pada individu pekerja. Jenis penelitian ini  adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk unit pelabuhan Tarahan Lampung dari bulan November 2015-Januari 2016. Subjek penelitian sebanyak 181 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu umur, status gizi, kebiasaan olahraga dan paparan debu sedangkan kapasitas vital paru sebagai variable terikat. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, observasi dan pengukuran debu dan kapasitas vital paru. Dari 181 responden, 59,1% responden memiliki gangguan kapasitas vital paru. 70,2% responden berusia lebih dari 30 tahun, 52,5% memiliki gizi yang tidak normal dan 79,6% responden tidak berolahraga. Terdapat hubungan antara umur, status gizi, dan kebiasaan olahraga dengan kapasitas vital paru dengan nilai p value adalah (0,000). Terdapat hubungan antara umur, status gizi, dan kebiasaan olahraga dengan nilai kapasitas vital paru pekerja di PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Tarahan Lampung.Kata Kunci : debu, kapasitas vital paru, , olahraga, status gizi, umur. 
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Manggis terhadap Gambaran Histopatologis Hepar Tikus Putih (Rattus Norvegicus L) Galur Sprague Dawley yang Diberi Paparan Elektromagnetik Handphone Mohammad Syahrezki; Anggraeni Janar Wulan; Ade Yonata; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan handphone mengakibatkan tingginya radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat meningkatkan kadar radikal bebas atau Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat mempengaruhi struktur organ hepar. Xanthone dalam kulit manggis (Garcinia mangostana L) merupakan zat antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit manggis terhadap perbaikan gambaran histopatologis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang diberi paparan elektromagnetik handphone. Penelitian merupakan penelitian analitik eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group. Sampel menggunakan 33 tikus putih galur Sprague dawley dengan berat badan 200-300 gram yang dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kontrol 1 (K1) tikus yang tidak diberikan perlakuan, kontrol 2 (K2) diberikan NaCl 0,9% dan paparan gelombang elektromagnetik handphone, pada kelompok perlakuan (P1), (P2), dan (P3) diberikan ekstrak etanol kulit manggis dengan dosis bertingkat 50, 100, 200 mg/kgBB dan dilakukan paparan gelombang elektromagnetik handphone selama 3 jam/28 hari. Hasil penelitian ini didapatkan rerata tingkat kerusakan sel hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak keruh pada K1=0, K2=1,6, P1=7,5, P2=8,5 , P3=2. Pada uji Kruskall Wallis (p<0,005) didapatkan paling tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari tingkat kerusakan hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak keruh antar dua kelompok p=0,001. Dalam uji Mann Whitney tidak didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif (K2) dengan kelompok perlakuan (P3). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) tidak dapat mempengaruhi gambaran histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang dipapari gelombang elektromagnetik handphone.Kata kunci: gelombang elektromagnetik, hepar, xanthone
Peran Estrogen Receptor (ER), Progesteron Receptor (PR), dan Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER-2) untuk Memprediksi Stadium Klinis Kanker Payudara Singgih Suhan Nanto; Muhartono Muhartono; Anggraeni Janar Wulan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah suatu penyakit yang banyak menyerang wanita dan merupakan penyebab kematian terbesar pada wanita. Diagnosis kanker payudara sendiri diperoleh dengan cara pengambilan biopsi jarum halus sebelum prosedur bedah. Kemudian dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu pemeriksaan reseptor penanda dari kanker seperti pemeriksaan Estrogen Reseptor (ER), Progesteron Reseptor (PR), dan Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER-2). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan antara status ER, PR, HER-2 dengan status stadium klinis pasien kanker payudara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2015 di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek Bandar Lampung menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling, didapatkan sebesar 68 responden. Pada penelitian hubungan status ER dan PR dengan status stadium klinis didapatkan hubungan antara status ER dan PR dengan status stadium klinis bermakna dibuktikan dengan nilai (p=0,015) dan (p=0,019), untuk nilai korelasinya didapatkan (r=-0,293) dan (r=-0,283) hubungan bersifat terbalik, sedangkan untuk hubungan status HER2 dengan stadium klinis didapatkan nilai tidak bermakna dibuktikan dengan nilai (p=0,195).Kata kunci: estrogen receptor, human epidermal growth factor receptor 2, kanker payudara, progesteron receptor