cover
Contact Name
Ike Dian Puspta Sari
Contact Email
ikedianps@gmail.com
Phone
+6281330211770
Journal Mail Official
jurnalparadigma.budiutomo@gmail.com
Editorial Address
https://ejurnal.uibu.ac.id/index.php/paradigma/EditorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
ISSN : 26571803     EISSN : 26571803     DOI : https://doi.org/10.33503/paradigma
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya is a reputable scientific journal that has been recognized by SINTA with a ranking of 5. Published two times a year (January-June and July-December), the journal accommodates a variety of scientific articles that explore contemporary issues in philosophy, science, technology, and socio-culture. With its broad scope, Paradigma has become an important reference for researchers, academics, and practitioners interested in the intersections of various disciplines. Equipped with PISSN: 08523185 and EISSN: 2657-1803, the journal ensures the quality and accessibility of its publications. Paradigma accepts articles in the form of original research, literature reviews, and critical essays that fall within interdisciplinary scope: philosophy, science, technology, socio-culture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 355 Documents
Implikasi Hukum Kepemilikan dan Penggunaan Senjata Api Non-Organik TNI/POLRI oleh Masyarakat Sipil terhadap Rasa Aman Masyarakat Indonesia Danang Eka Hindriana; Lukman Hakim; Amalia Syauket
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3748

Abstract

Tindak pidana kepemilikan dan penggunaan senjata api nonorganik TNI/Polri oleh masyarakat sipil tunduk pada ketentuan Pasal 1 ayat (1) UUDarurat No. 12 Tahun 1951 dan Pasal 306 UU Nomor 1 Tahun 2023. Penegakan hukum yang dilakukan oleh hakim, terhadap pelaku tindak pidana kepemilikan dan penggunaan senjata api nonorganik TNI/Polri belum maksimal. Pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor: 3/Pid.B/2024/PN Jkt.Sel, pelaku melakukan tindak pidana kepemilikan tanpa izin dan penggunaan senjata api nonorganik TNI/Polri tanpa izin. Terhadap tindak pidana kepemilikan dan penggunaan senjata api nonorganik TNI/Polri tanpa izin, dikenakan pidana yang tidak berat
Hubungan Pengetahuan tentang Bahaya Alkohol dengan Sikap Remaja Laki-laki dalam Mengonsumsi Alkohol Uswatun Hasanah; Sebastianus Kurniadi Tahu; Sakti Oktaria Batubara; Yohanes Dion
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3759

Abstract

A preliminary study conducted on seven students at SMKN 2 Kupang, found variations in the level of knowledge and attitudes of adolescents towards alcohol consumption. This study aims to determine the relationship of knowledge about the dangers of alcohol with adolescent attitudes in consuming alcohol in adolescent boys in SMKN 2 Kupang. This study is a quantitative study with correlational design and cross-sectional approach that aims to determine the relationship between knowledge about the dangers of alcohol with adolescent attitudes in consuming alcohol. The study was carried out at SMKN 2 Kupang in December 2025 with a sample of 244 respondents taken using proportional random sampling and simple random sampling techniques. Data collection was carried out using questionnaires, namely knowledge questionnaires and attitude questionnaires. Data analysis was conducted univariate and bivariate using Spearman Rank test (Spearman's rho) with significance level of 0.05. The results showed the level of knowledge about the dangers of alcohol adolescent boys in SMK Negeri 2 Kupang classified in the good category. 47.5% of respondents strongly agree that consuming alcohol can damage organs such as the liver and brain. In addition, as many as 42.2% of respondents responded that they prefer to avoid friends who like to consume alcohol. There is a significant relationship between knowledge about the dangers of alcohol with adolescent attitudes in consuming alcohol in adolescent boys in SMKN 2 Kupang.
Tindakan Komunikatif Jurgen Habermas: Relevansinya terhadap Pembentukan Ilmu Pengetahuan dalam Ruang Publik Digital Semar Paonganan
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3328

Abstract

tulisan ini berngakat dari persoalan dalam diskurusus digital yang keraf diwarnai dengan sentimen, retorika emosional dan kecenderungan untuk mengutamakan kepentingan tertentu dari pada mencari kebenaran bersama serta tidak menghargai perbedaan pendapat. Akibatnya, dialog mengalami distorsi komunikasi dan melemahnya dialogis, sehingga tidak menghasilkan ilmu pengetahuan yang rasional, dangkal dan tidak koheren. Atas dasar itu, tulisan ini bertujuan untuk mendalami teori tindakan komunikatif Habermas dan relevansinya dalam proses pembentukan ilmu pengetahuan yang sahih dan rasional dalam diskursus di ruang publik digital. tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data kumpulakan melalui buku dan artikel ilmiah yang membahas teori tindakan komunikatif, filsafat ilmu dan referensi relevan lainnya. Penelitan ini menunjukkan bahwa tindakan komunikatif Habermas memiliki relevansi krusial dalam proses pembentukan ilmu pengetahuan dalam diskursus digital. penegtahuan yang logis dibentuk melalui dialog yang terbuka, bebas dari dominasi dan inetrsubjektif, yang memungkinkan setiap peserta untuk mencari kebenaran serta pemahaman timbal balik. Selanjutnya, pentingya menerapkan prinsip kalim validitas yang menekankan kebenran, ketepatan normatif, keiklasan dan kejelasan, sebagai syarat penting yang wajib dipenuhi agar menghasilkan ilmu pengethuan yang lebih rasional, kritis dan dapat dipertanggung jawabkan.
Menggali Makna dalam Ritual Kematian Komunitas Adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Jawa Tengah Haniyah Rizki Oktaviani; Mabdi Rizqi Rofi; Ahmed Benjamin Agung; Wiwik Novianti; Agus Ganjar Runtiko
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3395

Abstract

Ritual kematian merupakan bagian penting dari budaya Indonesia dan mencerminkan kepercayaan, spiritualitas, serta nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Secara umum, kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir dari kehidupan fisik, tetapi juga sebagai transisi menuju akhirat yang membutuhkan penghormatan dan penyucian. Tradisi ini biasanya meliputi berbagai tahapan mulai dari memandikan hingga selamatan, yang sarat dengan nilai-nilai simbolis. Ritual kematian tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal, tetapi juga berfungsi untuk mempererat hubungan sosial dan keagamaan dalam masyarakat. Termasuk dalam ritual kematian di Komunitas Adat Bonokeling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat adat Bonokeling memiliki tradisi kematian yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal yang sarat dengan makna simbolis sebagai wujud keharmonisan antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Dalam masyarakat ini, seluruh proses dilakukan secara kolektif sebagai bentuk solidaritas masyarakat. Dengan menjaga tradisi menunjukkan bahwa Komunitas Adat Bonokeling menjunjung tinggi adat dan tradisi sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Fatimah Az-Zahra: The Ideal Female Figure in the Social Construction of Islam Opy Putri Melani; Nayla Ramadhani; Indriani; Rusda Karmila; Mustika Sari’ah Siagian
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3400

Abstract

Fatimah az-Zahra is recognized as one of the most influential female figures in Islamic civilization. This study discusses Fatimah az-Zahra as an ideal woman in the social construction of Islam by examining her character, moral values, and contributions to family and social life. The purpose of this study is to analyze how Islamic society constructs the image of the ideal woman through the figure of Fatimah az-Zahra and how her example remains relevant in contemporary Muslim life. This research uses a qualitative descriptive method through literature review by examining Islamic books, journals, and historical sources related to Fatimah az-Zahra. The results show that Fatimah az-Zahra represents values of piety, patience, intelligence, modesty, responsibility, and devotion to family and society. In Islamic social construction, she is portrayed not only as a daughter of the Prophet Muhammad, but also as a symbol of women’s dignity, leadership, and moral strength. Her life provides guidance for Muslim women in balancing religious commitment, family responsibilities, and social participation. Therefore, Fatimah az-Zahra continues to serve as an inspirational model for building ethical and harmonious social values in modern Islamic society.
Hubungan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Proteinuria pada Wanita Hamil Rentang Usia 20-29 Tahun Nabilla Calulla; Irfan Darfika Lubis
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3486

Abstract

Proteinuria is a condition where there is protein in the urine. Indonesian demographic health survey data has a prevalence of preeclampsia in Indonesia of around 3-10%. Proteinuria is one of the common manifestations of patients with pre-eclampsia (PE). On the other hand, obesity is increasingly recognized as a risk factor for kidney disease and proteinuria levels. This study aims to evaluate the relationship between obesity based on body mass index and proteinuria levels in pregnant women aged 20-29 years in Medan City. The type of research is descriptive analytic with a cross-sectional research design. The sample used in this study was pregnant women aged 20-29 years who were obese in Medan Deli District with a total of 67 respondents. This research was carried out by measuring the respondents' weight, height and proteinuria levels. The measurement results were analyzed using univariate and bivariate tests using the Chi-square test. The majority of pregnant women aged 20-29 years were found to be in the type 1 obesity category with negative proteinuria levels. Meanwhile, the relationship between type 2 obesity and positive proteinuria levels is 1 with a sig value. found 0.001 at the 95% confidence level. There is a significant relationship between type 2 obesity and positive proteinuria in pregnant women.
Efektivitas Model Pembelajaran Permainan Bola Edukatif Fun Ball Sign Pada Siswa Tuna Rungu di SLB YPTB-B Laila Nur Rohmah; Luthfie Lufthansa; Ary Artanty; Nurcholis Istiawan
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3487

Abstract

Education is a right for all individuals, including children with special needs, such as deaf students, who require a unique approach to teaching. Law Number 8 of 2016 guarantees the right to receive quality education for people with disabilities. Adaptive physical education plays a vital role in providing equal opportunities for deaf students to develop their potential, but often faces various challenges, including inappropriate teaching methodologies. This study used a quantitative approach with a pretest-posttest design to assess the effectiveness of the Fun Ball Sign learning model, which utilizes educational ball games accompanied by visual instructions. The analysis results showed a significant increase in the basic motor skills of deaf students after the implementation of the model, with an average N-Gain score in the high category. The implementation of Fun Ball Sign not only improved students' motor skills but also increased their participation, motivation, and confidence in learning. This study recommends the implementation of this model in physical education as an effective strategy to meet the learning needs of deaf students, as well as encouraging the provision of adequate facilities to support them.
Dekonstruksi Identitas Michel Foucault dalam Panggung Digital Kontemporer pada Film Budi Pekerti Umi Salamah; Rokhyanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3488

Abstract

This study examines the phenomenon of personal identity deconstruction in cyberspace through the lens of Michel Foucault's theory of deconstruction, with the object of study being the film Budi Pekerti by Wregas Bhanuteja. In the contemporary digital landscape, identity is no longer fully controlled by the subject, but is instead reconstructed by virtual mass surveillance mechanisms. Using a descriptive qualitative method with a critical discourse analysis approach, this study dissects how the character Bu Prani experiences bodily discipline and character assassination due to the virality of a video on social media. The results show that the digital stage acts as a modern panopticon, where netizens transform into collective surveillance agents who produce a one-sided discourse of truth. Bu Prani's traditional moral authority as a teacher is deconstructed and renormalized by digital social sanctions (cancel culture). Through Wregas' visual narrative, this film represents how digital technology is not merely a medium of communication, but an apparatus of power (dispositif) that re-engineers human obedience and identity. This study concludes that in the contemporary digital stage, personal identity is fluid and fragile. It is constantly deconstructed by cyber power relations that blur the boundaries between private and public space and create modern forms of punishment that alienate subjects from their reality.
Gerakan Sokola Rimba dalam Perspektif Pendidikan Pembebasan Paulo Freire Eka Putra, Fikram; Fatimah, Siti
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3498

Abstract

Abstrak Pendidikan formal nasional yang seragam dan terpusat kerap gagal menjangkau kebutuhan masyarakat adat, termasuk Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, yang hidup semi-nomaden dan memiliki sistem pengetahuan tersendiri. Dari kondisi ini lahir Sokola Rimba, gerakan pendidikan alternatif yang dirintis oleh Butet Manurung sejak 2003, dengan pendekatan belajar yang kontekstual, dialogis, dan berbasis kebutuhan nyata komunitas. Penelitian ini bertujuan menelaah gerakan Sokola Rimba melalui perspektif pendidikan pembebasan Paulo Freire. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa karya-karya Freire dan publikasi mengenai Sokola Rimba, serta sumber sekunder berupa artikel ilmiah dan referensi terkait. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara kualitatif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya keselarasan kuat antara praktik Sokola Rimba dan empat pilar pemikiran Freire: pendidikan sebagai praktik pembebasan (praxis), pendekatan dialogis, humanisasi, dan penumbuhan kesadaran kritis (conscientização). Sokola Rimba menolak kurikulum baku dan posisi guru sebagai pemberi pengetahuan tunggal, serta menempatkan Orang Rimba sebagai subjek aktif yang menentukan arah pendidikannya sendiri demi mempertahankan identitas dan kedaulatan budaya mereka, bukan untuk diasimilasi ke dalam budaya dominan. Penelitian ini semakin menegaskan posisi gerakan Sokola Rimba bukan sekadar kisah inspiratif, melainkan praktik pendidikan kritis yang secara filosofis mendekonstruksi logika pendidikan yang menindas, sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model pendidikan inklusif bagi masyarakat adat di Indonesia. Kata Kunci: Sokola Rimba; Paulo Freire; pendidikan pembebasan; pendidikan kritis; Orang Rimba
Integrasi Perspektif Islam dan Sains Modern tentang Ritme Sirkadian Manusia dalam Analisis Fenomena Tidur Setelah Subuh pada Dimensi Biokimia Neuropsikologi dan Dinamika Sosial Manusia Asy-Syafi'i, Muhammad Irsad Maulana Khilman; Yulia, Nadya; Zuhair, Alania; Ananda, Moza Rasya; Fauziyah, Azizahra Yumna
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3499

Abstract

Fenomena tidur setelah Subuh semakin umum terjadi pada masyarakat modern dan sering dipengaruhi oleh perubahan pola hidup digital, kebiasaan begadang, serta ketidakteraturan ritme aktivitas harian. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan pendekatan integratif-interdisipliner yang menggabungkan perspektif Islam dan sains biologi modern. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, serta berbagai artikel ilmiah bereputasi yang membahas ritme sirkadian, kronobiologi, neuropsikologi, neuroendokrinologi, dan fenomena tidur setelah Subuh, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase fajar merupakan periode transisi biologis penting yang ditandai dengan penurunan melatonin, peningkatan kortisol, aktivasi sistem saraf pusat, serta sinkronisasi berbagai mekanisme metabolik dan kognitif. Kebiasaan tidur kembali setelah Subuh berpotensi mengganggu stabilitas ritme sirkadian, memperpanjang inersia tidur, menurunkan kesiapan kognitif, serta mempengaruhi regulasi emosi dan produktivitas harian. Selain itu, perubahan budaya digital dan waktu sosial modern turut memperkuat desinkronisasi antara ritme biologis dan pola kehidupan manusia. Kajian ini menunjukkan bahwa anjuran optimalisasi waktu pagi dalam perspektif Islam memiliki korespondensi yang kuat dengan mekanisme biologis tubuh manusia, sehingga waktu pagi dapat dipahami sebagai fase penting bagi sinkronisasi kesadaran, fungsi fisiologis, dan kesiapan aktivitas harian.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 1 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 5 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 4 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 2 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 1 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 5 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 4 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 2 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 1 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 28 No. 4 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 28 No. 3 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, danSosial Budaya Vol. 28 No. 2 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 28 No. 1 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2021): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 27 No. 1 (2021): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2020): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2019): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya More Issue