cover
Contact Name
Nur Taufik
Contact Email
nrtaufik@gmail.com
Phone
+6281703355335
Journal Mail Official
nrtaufik@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/about/editorialTeam
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal At-Tarbiyah
ISSN : 2086719     EISSN : 29859603     DOI : https://doi.org/10.21462
Attarbiyah : Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman adalah jurnal akses terbuka double-blind, peer-review, di Zona Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman. Jurnal Attarbiyah dimaksudkan untuk menyediakan forum akademik bagi para peneliti yang tertarik untuk membahas isu-isu saat ini dan masa depan tentang pendidikan Islam. Fokus pada pemberian kesempatan bagi para peneliti di bidang pendidikan khususnya hasil-hasil penelitian dan penelitian yang relevan dengan Pendidikan untuk dipublikasikan. Para ahli akan meninjau semua artikel sebelum diterima untuk publikasi. Jurnal ini terbuka untuk penulis di seluruh dunia tanpa memandang kebangsaan. Jurnal Educastra diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 41 Documents
Penguatan Toleransi Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Balikpapan Kusnan, Kusnan
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (1) Juni 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i1.114

Abstract

Secara praktis pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Balikpapan harus dapat mengelola keragaman dalam bingkai pendidikan yang saling menjamin memahami dan menerima atas keragaman tersebut. tujuan penulisan ini secara teoritis, sebagai kontribusi ilmu pengetahuan dalam menerapkan nilai dan sikap toleransi di lingkungan pendidikan. Tujuan praktisnya adalah bagi sekolah sebagai masukan dalam penguatan nilai-nilai toleransi di lingkungan pendidikan. Bagi guru sebagai referensi dalam kegiatan pembelajarannya agar penguatan nilai toleransi sebagai dasar utama dalam mencapai keharmonisan sosial.Untuk memperoleh data yang diharapkan dan selanjutnya dijelaskan maka penulis turun langsung lapangan dengan melakukan Observasi, wawancara, dan penganalisis dokumena) Pendekatan Internalisasi Nilai Toleransi di SMK Negeri 1 Balikpapan 1) Integrasi Nilai Toleransi Dalam Proses Pembelajaran 2) Pembudayaan Nilai Toleransi di Lingkungan Sekolah 3) Pembiasaan Sikap Religius b) Nilai-Nilai Peningkatanan Toleransi di SMK Negeri 1 Balikpapan 1) Nilai Kemerdekaan Beragama 2) Nilai Kerja Sama dan Gotong Royong 3) Nilai Non-Diskriminasi 4) Nilai Kebersaudaraan1. Proses penguatan dan internalisasi nilai toleransi pada peserta didik SMK Negeri 1 Balikpapan dilakukan dengan dua cara, yakni melalui kegiatan proses pembelajaran, pembudayaan, dan pembiasaan sikap beragama. 2. Agar toleransi tumbuh dan menjadi karakter secara bersamaan pula dilakukan penguatan dengan nilai-nilai yang mendukung terbentuknya sikap toleran, yang meliputi: Nilai Kemerdekaan Beragama, Nilai Kerja Sama dan Gotong Royong, Nilai Non-Diskriminasi, dan Nilai Kebersaudaraan.
Peran Compassionate Leadership Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di Di Ra Riyadlotul Ulum Kunir uly ulya; Fuad Arif Noor
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.129

Abstract

Implementasi kurikulum berbasis cinta di lembaga pendidikan anak usia dini memerlukan kepemimpinan yang tidak hanya mengatur administrasi tetapi juga membangun iklim empati, perhatian, dan dukungan terhadap guru, anak, dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepemimpinan penuh kasih (compassionate leadership) dalam mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis cinta di RA Riyadlotul Ulum Kunir. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif — berupa observasi, wawancara dan dokumentasi — ditemukan bahwa pemimpin yang mengedepankan empati, komunikasi terbuka, kesejahteraan warga sekolah, inklusivitas, dan penghormatan terhadap martabat (sebagai dimensi compassionate leadership) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penerapan kurikulum berbasis cinta. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam efektivitas kurikulum berbasis cinta di PAUD/RA.
Peran Tasawuf Dalam Membentuk Karakter Sosial Peserta Didik Di Era Modern Solihin Nata Isma, Ahmad Roi Berliansyah; Muhammad Fadol, Zakia Ahmad; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (1) Juni 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i1.134

Abstract

Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah memberi pengaruh besar pada karakter sosial mahasiswa, termasuk kecenderungan yang semakin individualistis dan materialistis. Penelitian ini menelaah bagaimana tasawuf berperan dalam membentuk karakter sosial mahasiswa di STIT Balikpapan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik seperti tazkiyah al-nafs, tawadhu’, mahabbah, dan ukhuwwah mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual, empati, dan sikap toleran mahasiswa. Keteladanan dosen serta suasana kampus yang religius turut memperkuat proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, tasawuf menjadi pijakan penting untuk membentuk karakter sosial mahasiswa yang moderat, beretika, dan humanis di tengah dinamika era modern.
Peran Pondok Pesantren Syaichona Cholil Putri Balikpapan dalam Pembinaan Akhlak Santri Siti nasim jf; Sriayu, Rita
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.135

Abstract

Adolescence is a phase of life characterized by significant biological, psychological, social, and spiritual changes, as well as increasingly complex moral challenges in the digital era, making character development essential in Islamic education. This study aims to analyze the role of Pondok Pesantren Syaichona Cholil Putri Balikpapan in nurturing the character of female students through Islamic values-based education. Employing a qualitative case study approach and involving eight informants, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that character development is carried out through role modeling by female teachers, habituation of moral behavior, spiritual education through religious activities, and educational social supervision, thereby fostering discipline, responsibility, and moral awareness among students. The main supporting factors are the religious environment and the close relationship between students and ustadzah, while the main obstacle is the diverse backgrounds of the students. This study affirms that pesantren serves as an effective moral ecosystem in shaping the noble character (akhlakul karimah) of Muslim adolescent girls amidst the currents of modernization.
Peran Dukungan Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Mengurangi Stres pada Siswa Kelas IX Dwi Agustin, Rizky; Wari Datur Rahmah; Taufik, Nurut
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (1) Juni 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i1.136

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran dukungan sosial dalam meningkatkan motivasi belajar dan mengatasi stres pada siswa kelas IX di SMP Muhammadiyah 2 Balikpapan. Dukungan sosial yang meliputi bantuan dari keluarga, guru, dan teman sebaya terbukti memiliki pengaruh positif dalam mendorong semangat belajar serta membantu siswa menghadapi tekanan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional, bimbingan akademik, dan interaksi sosial yang positif sangat penting dalam pembentukan motivasi intrinsik dan pengurangan stres siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung keberhasilan dan kesejahteraan psikologis siswa.
Implementasi Nilai Zuhud dan Qana’ah dalam Pembentukan Karakter Santri Syaichona Cholil Balikpapan dalam Kitab Ta’lim al-Muta’alim Siti nasim jf
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (1) Juni 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i1.140

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai zuhud dan qana’ah dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan berdasarkan ajaran Kitab Ta’lim al-Muta’alim. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai zuhud dan qana’ah tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasi melalui keteladanan guru dan kebiasaan hidup sederhana di pesantren. Nilai-nilai ini membentuk karakter santri menjadi disiplin, sabar, dan kuat secara spiritual, serta relevan menghadapi tantangan konsumerisme saat ini.
Dimensi Etika dan Spritualitas dalam Tasawuf: Relevansi bagi Kehidupan Modern Nurfadilah; Mutia Brillianty; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.144

Abstract

Kemajuan teknologi dan modernisasi memang menawarkan berbagai kemudahan, namun juga membawa dampak buruk berupa menurunnya moralitas dan spiritualitas yang berkontribusi pada meningkatnya gangguan kesehatan mental di Indonesia. Pola hidup materialistis dan hedonis, tekanan kehidupan kota, serta kehilangan makna hidup menyebabkan semakin banyak individu mengalami kecemasan, depresi, dan kebingungan arah hidup. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi etika dan spiritualitas tasawuf dalam menjawab persoalan psikologis dan moral masyarakat modern melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan observasi pada masyarakat urban di Balikpapan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf seperti tazkiyah al-nafs, kesabaran, syukur, tawakal, dan kejujuran mampu membantu individu mengelola stres, menstabilkan emosi, serta menumbuhkan kesadaran moral di tengah arus modernisasi. Selain itu, praktik spiritual seperti dzikir, tafakur, dan muhasabah terbukti memberikan ketenteraman batin, mengurangi kecemasan, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Literatur kontemporer juga menegaskan bahwa tasawuf dapat berperan sebagai pendekatan psikoterapi yang relevan di era kini. Dengan demikian, tasawuf menjadi model moral dan spiritual yang efektif dalam merespons krisis mental dan etika modern, sekaligus membentuk pribadi yang lebih sadar, empatik, dan tangguh.
Digitalisasi Studi Islam: Arah Baru Pendidikan Islam Indonesia Menuju Masyarakat 5.0 Zahratun Halimah; Maulida Fitriani; Mukmin
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.146

Abstract

Digitalisasi studi Islam di era Society 5.0 merupakan langkah penting dalam mengadaptasi pendidikan Islam dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi digital. Integrasi platform pembelajaran daring (LMS), media interaktif berbasis multimedia, dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan fleksibilitas, efisiensi, dan interaktivitas dalam proses pembelajaran, memungkinkan peserta didik mengakses pengetahuan Islam secara lebih luas. Transformasi digital ini tidak hanya mempermudah penyebaran literatur keislaman, tetapi juga memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam diskusi global dan mengeksplorasi berbagai perspektif dalam ajaran Islam. Namun, implementasi digitalisasi menghadapi beberapa tantangan, seperti ketimpangan infrastruktur digital antara daerah perkotaan dan terpencil, rendahnya literasi digital di kalangan pengajar, serta perlunya peningkatan standar etika dan keamanan informasi. Meskipun demikian, digitalisasi memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman pendidikan dengan menjadikan studi Islam lebih aksesibel, inklusif, dan menarik. Transformasi ini mendukung pengembangan generasi yang cerdas digital, beretika, dan memiliki pengetahuan, siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Manajemen Pembelajaran Di Kelas Dalam Konsep Keterampilan 4c (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) Pada Siswa Mts Alfalah Lamaru Balikpapan Anggita, Dhea Dwi Anggita; Artika Eka Prihatini
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.150

Abstract

Abstrack Artikel ini membahas tentang penerapan manejemen pembelajaran di kelas dalam konsep keterampilan 4C (communication, collaboration, critical thinking, creativity)pada siswa MTS. Penerapan 4C menjadi tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran berbasis 4C dapat meningkatkan keaktifan, kemandirian, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam merancang pembelajaran yang kolaboratif, komunikatif, kreatif, dan mendorong pemecahan masalah secara kritis. Implementasi 4C yang efektif membutuhkan perencanaan pembelajaran yang matang, penggunaan media yang variatif, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan manajemen pembelajaran yang tepat, penerapan keterampilan 4C mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan siswa untuk.
Pendekatan Multidisipliner Sebagai Paradigma Baru Dalam Studi Islam Asaranum Sila Safitri; Nur Emilia; Mukmin
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.153

Abstract

Artikel ini membahas perlunya pendekatan multidisipliner sebagai paradigma baru dalam studi Islam. Kompleksitas persoalan sosial, budaya, politik, dan teknologi di era modern menuntut adanya model analisis yang mampu menghubungkan teks-teks keagamaan dengan realitas empiris masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan landasan teoretis pendekatan multidisipliner, relevansinya dalam konteks kontemporer, serta kontribusinya terhadap pengembangan penelitian keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, menelaah literatur akademik dan penelitian terdahulu yang berhubungan dengan integrasi disiplin dalam studi Islam. Data dianalisis secara tematik melalui pendekatan deskriptif kritis untuk mengidentifikasi manfaat, tantangan, serta implikasi epistemologis dari pendekatan multidisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multidisipliner mampu memperluas cakupan analisis studi Islam melalui integrasi perspektif tekstual dan empiris, memperkaya metodologi penelitian, serta meningkatkan relevansi kajian terhadap kebutuhan masyarakat modern. Kendati demikian, terdapat perdebatan mengenai batas integrasi disiplin dan risiko reduksi nilai normatif Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan multidisipliner merupakan jalan strategis untuk memperkuat kualitas penelitian keislaman dan menjadikannya lebih adaptif terhadap dinamika zaman.