cover
Contact Name
Karisma Dewi Puspasari
Contact Email
karisma@uit-lirboyo.ac.id
Phone
+6281234680877
Journal Mail Official
karisma@uit-lirboyo.ac.id
Editorial Address
Jl. KH Wachid Hasyim No.62, Bandar Lor, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
ISSN : -     EISSN : 30632188     DOI : https://doi.org/10.33367/jtpigc.vXiX.XXXX
Focus: Theory and practice/ application of Islamic Guidance and Counseling in Social setting Scope: Development of theory and measurements of guidance and counseling in Islamic context, application of Islamic guidance and counseling in social setting, Current issues of mental health in Muslim communities in Southeast Asia and its treatment in the context of Islam. Research that aims to increase knowledge related to Islamic counseling in social settings in southeast Asian communities that have similar demographic characteristics at the international level is a priority to be published.
Articles 36 Documents
Group Reality Therapy: Upaya untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Remaja di Panti Asuhan Roselina Dwi Hormansyah; Defi Astriani
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v2i2.8346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi realitas untuk meningkatkan penerimaan diri remaja. Terapi realita menggunakan pendekatan WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) berfokus pada pemenuhan lima kebutuhan dasar manusia. Studi kasus dilakukan pada enam orang remaja yang memiliki latar belakang sama yaitu keluarga duafa dan tinggal di Panti Asuhan yang mengalami permasalahan yaitu merasa dibeda-bedakan oleh teman sebaya disekolah dan perasaan kecewa terhadap orangtua yang mengantar mereka ke Panti Asuhan. Hal tersebut berdampak terhadap rasa kurang percaya diri, jarang berinteraksi dengan sekitar dan kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Hasil penelitian dengan menggunakan terapi realitas melalui teknik WDEP dapat memberikan dampak yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada penerimaan diri yang lebih positif dengan ditandai sejumlah perilaku lebih percaya diri, mengembangkan diri dalam kelebihan yang dimiliki serta strategi untuk mengembangkan prestasi.      
Peran Media Stimulasi Interaksi terhadap Perkembangan Kemampuan Bicara pada Anak dengan Speech Delay Usia Dini Jayanti; Galuh Novanda Dwi Putri Hariadi; Salwa Ladita; Annung Bilqis Sriseba Putri Sanusi; Najwa Felisa Isnaya
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v2i2.8401

Abstract

Speech delay in early childhood is a multidimensional developmental problem influenced by biological, environmental, and social factors. This study aims to identify the causes, characteristics of children with speech delay, and the effectiveness of interactive stimulation media in supporting speech development. The method employed was a literature review using content analysis of scientific articles published in the last ten years relevant to the topic. The findings indicate that dominant causes include genetic factors, prematurity, lack of verbal stimulation, and excessive screen time. Children with speech delay are characterized by limited vocabulary, unclear articulation, dominance of non-verbal communication, and social interaction difficulties. Interactive stimulation media such as flash cards, big books, full day school programs, and video-based psychoeducation proved effective in improving vocabulary, narrative skills, and social interaction intensity. The study concludes that the role of parents, teachers, and educational policies is crucial in supporting interventions. The implications recommend further research using quasi-experimental or longitudinal designs to examine the effectiveness of stimulation media in the Indonesian cultural context more comprehensively. Keywords: speech delay, early childhood, stimulation media, social interaction, language development   Abstrak Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang bersifat multidimensional, dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, karakteristik anak dengan speech delay, serta efektivitas media stimulasi interaktif dalam mendukung perkembangan kemampuan bicara. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi (content analysis) terhadap artikel ilmiah terbitan 10 tahun terakhir yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab speech delay meliputi genetik, prematuritas, kurangnya stimulasi verbal, serta penggunaan gawai berlebihan. Karakteristik anak ditandai dengan kosakata terbatas, artikulasi tidak jelas, dominasi komunikasi non-verbal, dan hambatan interaksi sosial. Media stimulasi interaktif seperti flash card, big book, program full day school, dan psikoedukasi berbasis video terbukti efektif meningkatkan kosakata, kemampuan naratif, serta intensitas interaksi sosial. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya peran orang tua, guru, dan kebijakan pendidikan dalam mendukung intervensi. Implikasi kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan desain kuasi-eksperimen atau longitudinal untuk menguji efektivitas media stimulasi dalam konteks budaya Indonesia secara lebih mendalam. Kata kunci: speech delay, anak usia dini, media stimulasi, interaksi sosial, perkembangan Bahasa
Tasawuf Psikoterapi dalam Restorasi Kepercayaan Publik terhadap Pesantren Pasca Tragedi: Studi Pustaka pada Pesantren Al-Khozini Bety Lailatul Fitriyah
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v2i2.8575

Abstract

Tragedi yang terjadi di lingkungan pesantren dapat menimbulkan krisis kepercayaan publik yang berdampak luas, tidak hanya terhadap institusi terkait, tetapi juga terhadap citra pesantren secara umum sebagai lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep restorasi kepercayaan publik terhadap pesantren pasca tragedi melalui integrasi perspektif tasawuf dan psikoterapi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah 32 sumber literatur yang relevan, terdiri atas jurnal bereputasi nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya kepercayaan publik terhadap pesantren dipengaruhi oleh lemahnya sistem perlindungan santri, rendahnya transparansi kelembagaan, serta respons krisis yang kurang empatik. Integrasi tasawuf dan psikoterapi Islam memperlihatkan bahwa restorasi kepercayaan publik tidak cukup dilakukan melalui reformasi struktural dan administratif, tetapi juga memerlukan pemulihan psikospiritual melalui internalisasi nilai-nilai tasawuf seperti amanah, muhasabah, taubat, ikhlas, dan ihsan. Pendekatan psikoterapi Islam berperan penting dalam penyembuhan trauma sosial dan rekonstruksi makna secara kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa restorasi kepercayaan publik terhadap pesantren pasca tragedi merupakan proses psikospiritual yang berkelanjutan dan menuntut transformasi moral kelembagaan sebagai fondasi utama pemulihan.
Transformasi Nilai-Nilai Mengaji dalam Menumbuhkan Disiplin dan Tanggung Jawab Anak: Perspektif Bimbingan Konseling Islam Siti Fatimatuz Zahro'; Adkhau Fajar Nurzakiy Firdaus
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v2i2.8595

Abstract

Kegiatan mengaji di musholla merupakan praktik keagamaan nonformal yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media efektif dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses transformasi nilai disiplin dan tanggung jawab anak melalui kegiatan mengaji dalam perspektif Bimbingan Konseling Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai disiplin terbentuk melalui pembiasaan jadwal mengaji yang teratur, kepatuhan terhadap adab dan aturan musholla, serta ketekunan dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Sementara itu, nilai tanggung jawab tumbuh melalui komitmen menjaga hafalan, merawat perlengkapan mengaji, serta menaati arahan guru dengan penuh hormat. Proses internalisasi nilai tersebut diperkuat melalui keteladanan (uswah hasanah), nasihat yang lembut (mau’izhah hasanah), dan penguatan motivasi spiritual dalam kerangka Bimbingan Konseling Islam. Kekuatan penelitian ini terletak pada fokusnya dalam mengkaji kegiatan mengaji sebagai ruang pembinaan karakter disiplin dan tanggung jawab secara spesifik melalui perspektif Bimbingan Konseling Islam, yang masih jarang dikaji pada konteks musholla sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal.
Guidance and Counseling, Academic Pathology, Social Interaction, Higher Education. Defi Astriani; Hengki Hendra Pradana
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9164

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena patologi akademik melalui analisis pola interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku maladaptif dalam struktur birokrasi dan relasi kuasa yang menghambat iklim akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dosen dan mahasiswa di universitas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan otoritas, konflik interpersonal terselubung, dan kakuya hierarki birokrasi menjadi faktor utama pemicu stres serta penurunan kesejahteraan psikologis warga kampus. Temuan ini menegaskan bahwa patologi akademik bukan sekadar masalah individu, melainkan isu sistemik yang memerlukan intervensi strategis. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya revitalisasi peran bimbingan konseling melalui model konseling ekosistemik. Praktisi konselor pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan mental individu, tetapi juga berperan sebagai mediator dan advokat dalam memperbaiki dinamika organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan literatur bimbingan konseling di level pendidikan tinggi.
The Effectiveness of Artificial Intelligence (AI) Chat-Based Counseling on the Mental Health of Generation Z Students Bety Lailatul Fitriyah; Adkhau Fajar Nurzakiy Fidaus
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas konseling berbasis obrolan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai alternatif untuk mendukung kesehatan mental siswa Generasi Z. Metode yang digunakan adalah riset pustaka dengan menganalisis berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber terpercaya seperti Google Scholar dan jurnal internasional, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling berbasis obrolan AI memiliki keunggulan dalam hal kemudahan akses, fleksibilitas waktu, dan anonimitas, sehingga meningkatkan kenyamanan siswa dalam mengungkapkan masalah psikologis mereka. Selain itu, penggunaan chatbot AI terbukti efektif dalam membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan ringan hingga sedang, serta memberikan dukungan emosional awal yang cepat. Namun, keterbatasan dalam memahami emosi secara mendalam dan kurangnya empati merupakan hambatan utama, sehingga layanan ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran konselor profesional. Kesimpulannya, konseling berbasis obrolan AI efektif sebagai sistem dukungan awal dalam membantu kesehatan mental siswa Generasi Z. Integrasi antara teknologi AI dan layanan konseling konvensional merupakan pendekatan yang lebih optimal dalam mengembangkan layanan kesehatan mental di era digital .
Tumbuh Tanpa Ayah: Studi Korelasi Ketidakhadiran Ayah dan Self-Esteem Dewasa Awal Beti Malia Rahma Hidayati; Alfiyaturrohmah
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9256

Abstract

Indonesia ranks third globally in the prevalence of fatherlessness, a phenomenon that significantly impacts children's psychological development. This study aims to analyze the influence of father absence (fatherless) on self-esteem during emerging adulthood (ages 18–25). Using a quantitative approach with a simple linear regression design, the study involved 100 respondents in Telukjambe Timur, Karawang, selected through questionnaire distribution. Data were processed using IBM SPSS version 27 to test validity, reliability, and the significance of the relationship between variables. The results indicate that the majority of respondents experienced moderate (44%) to high (35%) levels of fatherlessness. Correspondingly, 29% of respondents exhibited low to very low levels of self-esteem. Regression analysis confirmed a significant influence between fatherlessness and self-esteem (p = 0.001; R = 0.224), demonstrating that higher levels of fatherlessness correlate with lower self-esteem. These findings underscore the critical importance of paternal involvement in child-rearing to strengthen self-esteem during the transition to adulthood and highlight the need for psychological support for individuals experiencing father absence.
Problematika Komunikasi Keluarga dan Implikasi Terhadap Sikap Remaja Muhammad Ilham Hafidz Hafidz; Frinda Dewi Pertiwi
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9326

Abstract

Keluarga merupakan unit pertama yang memiliki tugas dalam pembentukan kepribadian remaja. Salah satu tugas pembentukan tersebut seperti dalam hal berkomunikasi. Pembentukan komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting untuk keharmonisan antar keluarga. Namun faktanya, meningkatnya kesibukan orangtua, penggunaan teknologi digital, serta rendahnya kualitas interaksi dalam keluarga sehingga memunculkan permasalahan komunikasi yang berdampak pada perubahan sikap remaja. Sehingga, menyebabkan munculnya hambatan komunikasi, seperti kurangnya perhatian, kesulitan mengekspresikan emosi, dan perilaku menyimpang Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan komunikasi keluarga serta dampak terhadap remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara secara terbuka. Penelitian ini melibatkan 3 subjek yang memiliki permaslaahan komunikasi terhadap orangtua. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan komunikasi keluarga memicu konflik, perilaku menarik diri, serta kecenderungan mencari dukungan emosional di luar keluarga. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi keluarga penting untuk mendukung perkembangan psikologis remaja
Sholawat Sebagai Media Konseling Sufistik di Pondok Pesantren Muhammad Nafi’ Lil Alamin; Moh Kholidul Fahmi Husaini
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9352

Abstract

Di era modern ini konseling sufistik sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap orang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup yang semakin kompleks khusus nya di lingkungan pondok pesantren. Oleh karena itu, konseling sufistik dikaitkan dengan amaliyah yang biasa dilakukan di pondok pesantren yaitu Sholawat Mahalul Qiyam. Dikaitkan dengan suatu proses ketika santri dalam kesedihan, kegundahan, tekanan, gangguan mental dan ingin sekali memperoleh maghfirah, memperoleh syafa’at memperoleh kemudahan, dan keluasan dalam urusan rezeki, dilapangkan dari kesempitan dan kesulitan, dikabulkan hajatnya, dihindarkan dari bencana maupun untuk memperoleh kebahagiaan dan kemuliaan serta meninggikan derajat dan sebagainya. Tujuan penelitian ini fokus pada pemahaman tentang hakikat sholawat, dalil-dalil yang mengisyaratkan sholawat, keutamaan membaca sholawat, sholawat mahalul qiyam, Tasawuf dan penyembuhan. Dalam penelitian ini  penulis menggunakan metode konten analisis dan observasi lapangan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datanya adalah dengan mengkaji dan menelaah literatur yang ada relevansinya dengan pembahasan studi ini dan realita yang ada dilapangan.  Salah satu pendekatan yang dianggap tepat dan sesuai dengan prinsip-prinsip psikologi dalam bidang konseling yang menggunakan ajaran-ajaran spiritual dari tradisi sufisme untuk membantu klien mencapai keseimbangan dan kedamaian batin adalah konseling Sufi. Dengan pemahaman dan pandangan tentang konsep konseling sufistik, yang di dalamnya dikemukakan tentang hakikat sholawat, dalil yang mengisyarahkan, dan kaiatan dengan tasawuf dan penyembuhan nya memalui media sholawat mahalul qiyam.
Get to Know More about Fetishism and Strategies Intervention to Increase Quality of Life for Individuals with Fetishistic Disorders Nur Fatwikiningsih; Wahyu Utami; Mentari Marwa; Dyah Mustika Kusuma Winahyu
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9488

Abstract

Fetishism is mostly found in men and not seen in clinical conditions. The number of the victim is few, harmless to the victims, and not dangerous. Many individuals are comfortable with their fetishism and may only seek treatment because of legal or interpersonal pressure. Many studies reported individual with fetishism may experience feelings of guilt, shame, low self esteem, and depression to hide their activities. Individuals with fetishistic disorders need helping to increase their quality of life and how to decrease stigma on a person with fetishistic disorder and fetishistic behavior. The purpose study of literature will review the clinical features of fetishistic disorder, causes fetishistic behaviours, management intervention and support for a person with fetishistic disorders to increase their quality of life. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-5 suggests making a clear distinction between fetishism (fetishistic behavior) and fetishistic disorder. Fetishistic disorders defined as fantasies, sexual urges and behaviours which cause significant distress or impairment in social, occupational or other important areas of function. Fetishism may be related to specific body parts (hair, foot), non-living objects (pantyhose, baby diapers, bra, silk stockings, silk petticoat,  rubber teat, body parts, leather garments, catheters, silk handkerchiefs), and behaviors (wearing, caressing, stacking, insertion into the rectum, friction, suction, stealing). Various explanations causes fetishistic behaviours and fetishistic disorder including biological, sociocultural, behavioural, psychoanalysis, and cognitive theories. Intervention for future directions will be offered can include behavioural, psychoanalytic, cognitive strategies. 

Page 3 of 4 | Total Record : 36