cover
Contact Name
Riska Aryanti
Contact Email
riska.rts@bsi.ac.id
Phone
+6285777750910
Journal Mail Official
jurnal.komunikasi@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunikasi : Jurnal Komunikasi
ISSN : 20866178     EISSN : 25793292     DOI : https://doi.org/10.31294/jkom
Core Subject : Education,
KOMUNIKASI: Jurnal Komunikasi (E-ISSN: 2579-3292) merupakan jurnal ilmiah yang memfasilitasi publikasi hasil penelitian, kajian konseptual, dan pengembangan keilmuan di bidang Ilmu Komunikasi. Jurnal ini berfungsi sebagai wahana akademik untuk mendokumentasikan serta menyebarluaskan gagasan, temuan riset, dan praktik komunikasi yang relevan dengan dinamika masyarakat lokal, nasional, maupun global. KOMUNIKASI: Jurnal Komunikasi diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Jurnal ini menerapkan sistem akses terbuka (open access) sehingga seluruh artikel dapat diakses secara bebas oleh masyarakat luas. Jurnal ini telah terindeks di beberapa basis data ilmiah nasional dan internasional, antara lain SINTA, Google Scholar dan GARUDA. Seluruh artikel yang diterbitkan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0).
Articles 51 Documents
Makna Modernisasi Perempuan Jawa Dalam Film Pendek “Wedok” Nur Iman El Hidayah; Yogi Ariska; Dito Anjasmoro Ningtyas; Gema Irhamdhika
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.12056

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis makna modernisasi perempuan Jawa yang terkandung dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika dari Roland Barthes yang mengkaji mengenai makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Makna denotasi yang ditemukan dalam film pendek Wedok yaitu mengenai potret perubahan perempuan jawa dari masa ke masa, yaitu dari zaman tradisional hingga zaman modern. Perubahan tersebut merupakan perubahan ke arah yang lebih maju. Sedangkan makna konotasi nya yaitu Adanya modernisasi membawa perubahan yang lebih baik bagi perempuan jawa. Mitos yang peneliti temukan pada film pendek Wedok yaitu Modernisasi bagi perempuan jawa membawa perempuan jawa terlepas dari belenggu kungkungan dan tuntutan budaya jawa yang mengharuskan perempuan jawa terus termarginalkan. Modernisasi dalam film Wedok terlihat bagaimana perubahan perempuan dalam hal mendapatkan pendidikan dan perubahan pola pikir orang tua dalam mendidik dan memperlakukan anak perempuannya. Anak laki-laki dan anak perempuan di dalam keluarga tidak lagi di beda-bedakan, artinya mereka sudah memiliki kedudukan yang sama
Mitos Raja Jawa dan Transformasi Dinasti Politik Studi Kasus Keluarga Jokowi Eddy Kusnadi; Intan Leliana; Rio Septian; Achmad Haikal
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.12057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas Fenomena dinasti yang mengundang kekhawatiran terkait potensi praktik nepotisme, pengaruh negatif pada meritokrasi, dan kemunduran nilai-nilai demokrasi. Fokus Masalah yang diteliti adalah bagaimana mitos raja Jawa memengaruhi persepsi publik terhadap fenomena dinasti politik dalam keluarga Jokowi, serta dampaknya terhadap demokrasi. Teori yang digunakan teori dekokrasi dan representasi politik, untuk melihat bagaimana kekuasaan politik di Indonesia mulai berpindah dari tangan pemimpin ke anggota keluarganya, membentuk semacam struktur politik keluarga. Studi ini juga akan menggunakan pendekatan teori post kolonial untuk memahami bagaimana modernisasi politik Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh elemen-elemen tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Dimana kajian pustaka sebagai landasan utama.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengalami modernisasi politik, elemen budaya tradisional tetap memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan struktur kekuasaan. Mitos raja Jawa memberikan landasan kultural yang memungkinkan penerimaan sebagian masyarakat terhadap dinasti politik, namun juga menunjukkan adanya ancaman terhadap demokrasi karena kekuasaan politik cenderung terpusat dalam keluarga tertentu
Peran Media Sosial Dalam Promosi Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara Nurling Agustiani; Arianto; Muliadi Mau
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.12058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Wakatobi serta mengevaluasi dampaknya terhadap kesadaran wisatawan dan jumlah kunjungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Wakatobi serta wisatawan domestik dan mancanegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram, Facebook dan TikTok merupakan platform yang paling efektif dalam promosi pariwisata, karena memungkinkan interaksi langsung dengan wisatawan serta penyebaran informasi yang lebih luas melalui fitur visual sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Dari data yang di peroleh, jumlah wisatawan yang berkunjung di Wakatobi tahun 2023 sebanyak 9.117, mengalami menurunan dibanding tahun 2022 yang mencapai 11.338, tetapi di dominasi oleh wisatawan domestik berbeda dengan tahun 2023 yang di dominasi oleh wisatawan mancanegara
Representasi Ayah sebagai Sumber Sosial dan Akademik: Analisis Semiotika Film Pawn (2020) Aliya Reza Salsabila; Nadia Itona Siregar
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12086

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran fathering sebagai sumber daya sosial dan akademik dalam film Pawn (2020), yang menggambarkan hubungan emosional antara seorang anak kecil dengan dua pria yang awalnya bertugas sebagai penagih utang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna tanda yang muncul terkait peran fathering, terutama pada aspek peran ayah sebagai sumber daya sosial dan akademik yang digambarkan melalui film Pawn (2020). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif, analisis dan interpretasi data dilakukan dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat empat scene yang menunjukkan peran fathering sebagai sumber daya sosial dan akademik yaitu peran ayah dalam memberikan dukungan emosional serta memperjuangkan hak anaknya untuk mendapatkan pendidikan layak. Implikasi penelitian ini berpotensi mengubah persepsi masyarakat tentang peran ayah dan mendorong diskusi yang lebih luas mengenai norma sosial dan budaya dalam pola pengasuhan
Strategi Komunikasi Persuasif Antarpribadi dalam Membangun Kepercayaan dan Empati pada Rehabilitasi Kecanduan Rawat Jalan Putri Melinda Sunusi; Muliadi Mau; Moehammad Iqbal Sultan
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12087

Abstract

Masalah penyalahgunaan narkoba menjadi isu serius yang berdampak luas pada individu dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi komunikasi antarpribadi persuasif yang diterapkan oleh konselor dalam mendukung pemulihan klien rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Polewali Mandar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman serta analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa konselor menerapkan lima dimensi komunikasi: pendekatan persuasif, komunikasi verbal dan nonverbal, pembentukan kepercayaan, sistem kekeluargaan, dan pendekatan spiritual. Strategi ini berhasil membangun kenyamanan, kepercayaan, dan motivasi klien dalam mengikuti program rehabilitasi. Temuan ini memperkuat pentingnya empati, adaptasi komunikasi, dan dukungan spiritual dalam proses pemulihan. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi lembaga rehabilitasi dalam mengembangkan strategi komunikasi yang lebih adaptif dan holistik guna meningkatkan efektivitas program dan mencegah relaps
Strategi Komunikasi Generasi Sandwich dalam Novel “Home Sweet Loan”: Analisis Berbasis Naratif Ririn Nofita; Tri Munzayanah; Roso Prajoko
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12088

Abstract

Fenomena generasi sandwich semakin menonjol, memainkan banyak peran dalam menghidupi diri sendiri dan keluarga. Novel “Home Sweet Loan” menyajikan potret relevan dan mendalam tentang realitas dinamika keluarga sandwich dalam konteks masyarakat urban Indonesia melalui karakter Kaluna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan Kaluna dalam menghadapi tantangan komunikasi lintas generasi sebagai generasi sandwich. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis naratif. Teknik pengumpulan data dengan cara simak dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dialog, narasi, dan tindakan karakter Kaluna. Hasil penelitian ini direpresentasikan dalam jenis-jenis strategi komunikasi menurut para ahli dan diklasifikasikan sesuai nilai yang terkandung, seperti: 1) Komunikasi interpersonal; 2) Komunikasi asertif; serta; 3) Penarikan diri. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman antar-generasi dalam keluarga sandwich serta perlunya pendekatan komunikasi yang beragam untuk menciptakan keharmonisan keluarga
Political Branding Astrid Widayani di Instagram: Analisis Teori Mitsikopoulou dalam Kampanye Pilkada Surakarta 2024 Nabila Sarah Eka Maharani; Sarbini; Joni Rusdiana
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12090

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang baru dalam pembentukan citra politik dan komunikasi strategis antara kandidat dan publik. Dalam konteks ilmu komunikasi politik, personal branding merupakan proses konstruksi identitas diri secara strategis yang bertujuan mempengaruhi persepsi publik, terutama melalui media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi political branding dalam kampanye Pilkada Kota Surakarta tahun 2024 melalui media sosial Instagram. Penelitian menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan analisis konten. Teori personal branding dari Mitsikopoulou (2008) digunakan untuk mengkaji penciptaan citra, keterlibatan emosional, dan penggunaan simbol-simbol visual dalam membangun komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan mampu membentuk citra positif, meningkatkan partisipasi publik, serta menegaskan representasi kepemimpinan perempuan yang progresif. Selain itu, ditemukan bahwa kandidat perempuan menghadapi tantangan simbolik dan dilema gender dalam membangun legitimasi politik di ruang digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi politik digital serta peran media sosial dalam memperluas ruang representasi perempuan dalam kontestasi elektoral di Indonesia.
Regulasi dan Kreativitas dalam Penyiaran Lokal: Studi Kasus Kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau Abdullah Mitrin; Rudi Rahman; Lia Anisa; Yuda Irawan
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12091

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak kebijakan KPID Riau terhadap kreativitas dalam produksi siaran lokal, serta mengkaji tantangan dan peluang dalam menyeimbangkan regulasi dan inovasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan laporan tahunan. Analisis dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi data untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi KPID Riau berhasil menjaga standar etika dan melindungi nilai-nilai budaya lokal. Namun, regulasi yang ketat juga dinilai membatasi ruang inovasi lembaga penyiaran, mengakibatkan berkurangnya variasi program. Beberapa stasiun penyiaran yang mendapat ruang lebih fleksibel terbukti mampu meningkatkan daya tarik konten dan apresiasi publik. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kebijakan yang lebih adaptif dan kolaboratif, melibatkan pelaku media dan akademisi dalam proses perumusan kebijakan. Dengan kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, penyiaran lokal di Riau diharapkan mampu tetap inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi utama siaran publik
Peran Buzzer Politik Prabowo Dalam Pembentukan Opini Publik di Media Sosial Tiktok Diani Assadiyah; Tina Kartika; Abdul Firman Ashaf; Purwanto Putra; Nanang Trenggono
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12092

Abstract

Penelitian ini membahas peran strategis buzzer politik dalam membentuk opini publik melalui media sosial TikTok selama masa kampanye Pemilu 2024, dengan fokus pada pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis isi, penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi yang digunakan buzzer, bentuk konten yang diproduksi, serta tanggapan audiens. Hasil menunjukkan bahwa buzzer mampu membentuk citra baru Prabowo yang lebih dekat dengan generasi muda, tercermin melalui narasi populer seperti “Prabowo Gemoy”. Strategi ini berdampak pada peningkatan elektabilitas, terutama di kalangan pemilih milenial. Namun, aktivitas buzzer juga berimplikasi negatif, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, kampanye negatif, dan polarisasi opini publik. Oleh karena itu, pentingnya penguatan literasi digital dan regulasi terhadap aktivitas buzzer menjadi salah satu rekomendasi utama penelitian ini. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi politik digital dan memberikan wawasan untuk merumuskan strategi kampanye yang lebih etis dan bertanggung jawab di era media sosial
Analisis Wacana Pemanfaatan Artificial Intelligence Dalam Postingan Video Instagram pada Akun @gibran_rakabuming Ghifary Muhammad Arasta; Gema Irhamdhika; Rety Palupi
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.12093

Abstract

Perhatian terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) meningkat pada awal pemerintahan Prabowo-Gibran, yang ditandai dengan pernyataan Presiden Prabowo mengenai pentingnya penguasaan AI oleh generasi muda Indonesia. Sejalan dengan itu, Wakil Presiden Gibran turut mempopulerkan wacana pemanfaatan AI melalui media sosial pribadinya. Penelitian ini menganalisis wacana pemanfaatan AI pada unggahan video akun @gibran_rakabuming tanggal 12 Maret 2025, terkait kunjungan ke SMAN 66 Jakarta dalam Program Nasional Digital AI (Pandai), dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Menggunakan paradigma kritis dan metode kualitatif deskriptif, studi ini menemukan bahwa pemerintah tampil sebagai subjek dominan yang membentuk arah kebijakan pendidikan, sementara guru, siswa, dan sekolah diposisikan sebagai objek pasif. Wacana AI dalam unggahan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan pelanggengan ideologi kekuasaan yang kurang mempertimbangkan realitas sosial dan budaya lokal.