Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles
186 Documents
Nilai-Nilai Dealektika Hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah (Abad VII M)
Wandiyo;
Ida Suryani;
Kabib Sholeh
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v9i2.261
Hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah sudah terjadi pada abad VIII Masehi yang ditandai dengan saling mengirimkan surat sebagai bentuk hubungan kerjasama. Untuk lebih dalam membahas topik tersebut, penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimana nilai-nilai dealektika hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai dealektika hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah pada abad VIII Masehi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis yaitu heuristik, verifikasi sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini mengungkapakan hubungan Kerajaan Sriwijaya dengan penguasa Arab yaitu Dinasti Umayah, tepatnya pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (717 M) pada abad VIII Masehi. Dalam hubungan tersebut dibuktikan dengan pengiriman surat oleh Sriwijaya kepada pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, yang menyebutnya Sriwijaya sendiri sebagai kerajaan maha raja, rajanya sendiri keturunan dari para raja. Pengiriman surat tersebut terjadi sampai dua kali, yang menariknya salah satu isi surat tersebut terdapat dealek dari raja Sriwijaya yang menginginkan untuk dikirimkannya seorang ulama atau ahli dalam agama Islam ke pusat Sriwijaya di Palembang. Dalam dealektika hubungan keduanya terdapat nilai-nilai yang terkandung baik secara politik, ekonomi dan agama.
Dwifungsi ABRI Dalam Konflik Internal PDI 1976-1998
Alphonsius Rodriquest Eko. W;
Kurniawati;
M. Hasmi Yanuardi;
Maulani
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v9i2.262
Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan konsep Dwifungsi ABRI dalam konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterlibatan militer dalam konflik internal PDI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yakni terdiri dari pengumpulan sumber, verifikasi/ kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terlibatnya militer dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia tidak lepas peran Jenderal A.H.Nasution. Puncak dari campur tangan ABRI dalam konflik internal PDI adalah dengan terjadinya Peristiwa 27 Juli 1996. Konflik yang melibatkan DPP PDI Megawati dan DPP PDI Soerjadi ini diduga juga melibatkan pihak eksternal partai, khususnya pemerintah dan ABRI. Dampak dari Peristiwa 27 Juli 1996 dirasakan semua pihak yang terlibat, baik pemerintah, ABRI, PDI dan bahkan masyarakat
Perempuan Minangkabau dalam Dunia Pers di Sumatra’s Westkust
Risa Marta Yati
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v9i2.263
Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi dan menganalisis bagaimana perkembangan dunia pers di Sumatra’s Westkust? Seberapa besar perempuan Minangkabau mengambil bagian di dalam kemajuan pers Bumiputra di Sumatra’s Westkust? Apa kontribusi kemajuan pers ini bagi peningkatan kualitas kehidupan perempuan Minangkabau masa itu? Berpijak pada empat tahapan metode sejarah yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan Minangkabau dalam dunia pers di Sumatra’s Westkust ditandai dengan kemunculan mereka sebagai penulis, editor dan redaktur surat kabar seperti Roehana Koeddoes, Zoebeidah Ratna Djoewita, Saadah Alim, Rasoena Said, dan Rangkaja Ch. Sjamsoe isteri Datoek Toemenggoeng. Kehadiran perempuan Minangkabau dalam dunia pers ini semakin kokoh melalui penerbitan beberapa surat kabar khusus perempuan seperti Soenting Melajoe (1912), Soeara Perempoean (1917), ASJRAQ (1925), Soeara Kaoem Iboe Soematra (1925), Medan Puteri, Suara Puteri. Kemunculan surat kabar khusus perempuan ini berhasil menjadi pemantik yang sukses mengobarkan semangat kemajuan di antara perempuan Minangkabau saat itu dan menginiasiasi perempuan-perempuan lainnya di Hindia-Belanda untuk semakin sadar akan pentingnya eksistensi perempuan dalam kemajuan kaumnya serta pergerakan kemerdekaan bangsanya.
Sejarah Perumnas Depok I: Perumahan Nasional Pertama di Indonesia (1974-1980)
Yusuf Budi Prasetya Santosa;
Rani Noviyanti
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v9i2.264
Sejak terjadi perpindahan industri dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia, banyak bermunculan kota-kota industri baru. Tingginya angka industrialisasi meningkatkan arus urbanisasi sehingga banyak permasalahan yang muncul di kota-kota industri baru tersebut termasuk persoalan pemukiman. Perumnas Depok I merupakan role model bagi pembangunan pemukiman rakyat yang dibangun oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana sejarah Perumnas Depok I yang merupakan perumahan nasional pertama di Indonesia (1974-1980). Tujuan penelitian yaitu menelusuri sejarah pemukiman Perumnas Depok I (1974-1980). Penelitian ini menggunakan metode historis yang melalui empat tahapan penelitian di antaranya heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perumnas Depok I merupakan pembuktian oleh perusahaan Perum Perumnas dalam menjalankan tugasnya untuk menyediakan pemukiman murah bagi rakyat golongan menengah ke bawah. Pembangunan Perumnas Depok I oleh Perum Perumnas tidak hanya telah menyediakan rumah murah dan layak bagi para penghuninya, melainkan juga telah mendorong pembangunan Kota Depok sehingga menjadi Kota Satelit.
Peran Generasi Milenial dalam Pemanfaatan dan Pelestarian Museum di Kota Lubuklinggau
Sarkowi Sarkowi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v9i2.265
Generasi milineal merupakan usia produktif yang dianggap sebagai penentu arah masa depan dalam pelestarian budaya dan kearifan yang dimiliki daerah Kota Lubuklinggau. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana urgensi generasi milineal dalam pemanfaatan dan pelestarian museum di Kota Lubuklinggau. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui urgensi generasi milineal dalam pemanfaatan dan pelestarian musem di Kota Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milineal merupakan ujung tombak dan aktor terdepan dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal yang ada, termasuk museum sebagai wadah yang bertujuan mengoleksi benda cagar budaya ataupun bukan cagar budaya untuk menjamin kesinambungan pewarisan kebudayaan dan kelestarian museum di Kota Lubuklinggau.
Seloko Adat Melayu dalam Membangun Masyarakat Jambi yang Berkarakter dan Multikultural
Nelly Indrayani;
Siti Syuhada
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v9i2.266
Heterogenitas tidak jarang berpengaruh kepada perbedaan yang berujung konflik. Akan tetapi daerah yang menjadi tujuan perpindahan sering kali memiliki sejumlah aturan atau hukum adat untuk mengatur heterogenitas masyarakatnya. Penduduk yang mendiami daerah Jambi berasal dari berbagai wilayah sehingga didiami suku dan etnik yang beraneka ragam. Seperti Minangkabau, Pelembang, Melayu Riau dan Jawa. Jambi sebagai daerah tujuan perpindahan masyarakat itu, memiliki seloko Adat Melayu yang memiliki pesan makna sosial terhadap masyarakat heterogenitas itu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan adat Seloko di Jambi dan apa nilai-nilai dari adat Seloko. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran perkembangan adat Seloko dan nilai-nilai yang dikandungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yakni mengumpulkan sumber-sumber yang berkaitan Seloko. Kemudian mengungkapkan pesan-pesan nilai seloko adat, dan menginterpretasikan serta mengintegrasikannya dengan kultur masyarakat Jambi yang heterogen. Melalui metode ini menunujukkan bahwa budaya Melayu menjadi pandangan hidup yang tercermin dalam sejumlah aturan yang berlaku di daerah Jambi. Sejumlah aturan, hukum-hukum adat yang berlaku di dalam masyarakat suku bangsa Melayu Jambi hampir semuanya disampaikan melalui seloko adat Melayu. Seloko berupa patatah-petitih dan pandangan hidup yang berisi pesan nilai untuk seluruh warga Jambi yang heterogen. Seloko adat memiliki nilai pesan moral, pertama pesan dalam bidang keagamaan, kedua pesan bidang sosial, dan ketiga pesan bidang pendidikan karakter. Nilai pesan ini memberikan makna dalam masyarakat yang multi etnik, sehingga tertanam pembentukan nilai- nilai karakter Melayu dalam konteks masyarakat heterogen. Kata Kunci: Seloko Adat Melayu Jambi, Nilai Karakter, Multikultural.
Kebijakan Hukum pada Pemerintahan Sultanah di Kesultanan Aceh Darussalam (1641-1699)
Muhammad Ilham;
Yullia Merry
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v10i1.270
Aceh merupakan wilayah yang istimewa. Dari kawasan ini, lahir kerajaan Islam salah satunya Kesultanan Aceh Darussalam. Dalam perjalanan sejarahnya, Kesultanan Aceh Darussalam pernah dipimpin oleh perempuan (sultanah). Kedudukan perempuan sebagai pemimpin atau sultanah sering menjadi isu yang kontroversi. Berangkat dari fakta sejarah tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan politik sultanah Kesultanan Aceh Darussalam pada tahun 1641-1699. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kebijakan hukum sultanah Kesultanan Aceh Darussalam pada tahun 1641-1699. Penelitian ini menggunakan metode historis yaitu heuristik, interpretasi, kritik sumber dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kematian Sultan Iskandar Thani, Kesultanan Aceh dipimpin oleh sultanah yaitu Sultanah Taj ‘Alam Safiyyat al-Din, Sultanah Nur al-‘Alam Naqiyyat al-Din, Sultanah ‘Inayat Shah Zakiyyat al-Din dan Sultanah Kamalat al-Din. Kebijakan hukum sultanah menjadi daya tarik karena Kesultanan Aceh Darussalam adalah kerajaan yang bercorak Islam.
Kota Lubuklinggau Dalam Kurun Waktu 1825-1948
Berlian Susetyo;
Ravico
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v10i1.271
Kajian tentang Kota Lubuklinggau berdasarkan kronologis sejarah masih belum ada kajian yang komprehensif, sehingga terjadi kegagalan pemahaman generasi muda dalam memahami sejarah Kota Lubuklinggau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kota Lubuklinggau pada masa Kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, masa setelah proklamasi kemerdekaan serta masa agresi militer pertama dan kedua. Metode penelitian yang digunakan ialah metode sejarah, antara lain heuristik, kritik sumber, intepretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lubuklinggau Tahun 1929 menjadi dusun kedudukan marga Sindang Kelingi Ilir, kemudian dikembangkan menjadi ibukota Onder Afdeeling Moesie Oeloe masa kolonial Belanda Tahun. Pada masa Jepang Tahun 1942, Lubuklinggau menjadi ibukota Bunshu Musikami Rawas. Pada masa setelah kemerdekaan Tahun 1945, Lubuklinggau menjadi Kawedanaan Musi Ulu sekaligus menjadi ibukota Kabupaten Musi Ulu Rawas. Kemudian pada masa agresi militer Belanda I Tahun 1947 dan agresi militer Belanda II Tahun 1948, Lubuklinggau menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Palembang sekaligus pusat pemerintahan militer Sub Teritorium Sumatera Selatan (SUBKOSS).
Development Of History Learning Module For High School In Palembang City
Maulana Muhammad;
Hudaidah Hudaidah;
Supriyanto Supriyanto
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
A research of “Development of Learning Module for Senior High School at Palembang. As Problem analyisis is how to develop historical and practical learning module at Senior High School Muhammadiyah 1 Palembang. The purpose of this reasearch is to produce learning module on learning history for Senior High School Muhammadiyah 1 Palembang. This research is a kind of development research that use the model of dick and carey. The validity of this learning media is assessed by three adept consist of material, language, and instructional design. Value obtained in the validation process are material: 3.80 languages: 3.90 and lesson design: 4.00 All is in valid category by using valid product it can be seen that obtained with pretest of 25,9% and posttest of 77,0% after a field, this indicates increasing of 51,1% with a value of N-Gain 0.68% so it can be concluded that module learning media history of five days five nights war for schools at Palembang valid and practical.
The Effect Of Brainstorming Learning Approach On Students’ Critical Thinking Abilities In History Subject In Class X Mia At State High School 10 Palembang
Mialita Mialita;
Hudaidah Hudaidah;
LR Retno Susanti
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jc.v7i1.277
Entitle of this study is “The Influence of Brainstorming Teaching Approaches to The Students’ Critical Thinking Skills in The History Subject of Tenth Graders of Senior High School Number 10 Palembang”. Kind of this study is Experimental Design. The purpose of this study was to determine the influence of Brainstorming Teaching Approaches to The Students’ Critical Thinking Skills. The study had been conducted on February 28th until March 27th, 2017 on four times. This study used one class and the sample of this study were X MIA 1 class as an experimental class. Population of this study is all of students of tenth graders of senior high school number 10 Palembang. Purposive Sampling technique was used to select experimental class as samples of this study. The data of this study were collected by usig test. The statistics which was used to analyze he data in proving the hypothesis was Regresion Test with the real level 0,05.Based on the data analysis of hypothesis testing on the hypothesis Fcount> Ftable, or 12,78 > 4,13. If Fcount> Ftable so reffuse H0. Because Fcount bigger than Ftable, so reffuse H0 and accept Ha. It can be concluded that there was an influence of Brainstorming teaching approaches to the students’ critical thinking skills in the history subject of tenth graders of senior high school number 10 Palembang.