cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6282135809779
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan
ISSN : 28090403     EISSN : 28090268     DOI : 10.55606
Core Subject : Education,
Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan diterbitkan 3 kali setahun: Januari, Mei dan September. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah Anda.
Articles 464 Documents
Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Sertifikat Ganda pada Bidang Tanah oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat : (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 521/G/2023/PTUN.JKT) Jusuf, Jusuf; Markoni, Markoni; Permata Budi Asri, Dyah; Kantikha, I Made; Elawati, Tuti
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6552

Abstract

Multiple land certificate disputes constitute one of the most complex land administration problems and directly affect legal certainty of land rights. The issuance of duplicate certificates by the West Jakarta Administrative City Land Office creates uncertainty regarding the lawful right holder and causes material and immaterial losses to injured parties. This study aims to analyze the settlement process of multiple certificate disputes under Indonesian law and to examine the level of legal certainty provided to parties harmed by such issuance. The research applies dispute resolution theory and legal certainty theory using a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that dispute settlement may be conducted through administrative mechanisms, including document examination, verification of physical and juridical data, and certificate cancellation by the Land Office, as well as through judicial mechanisms by filing a lawsuit with the Administrative Court (PTUN). However, implementation remains ineffective due to incomplete documentation, weak verification procedures, and inconsistency in enforcing court decisions. The existence of multiple certificates reflects procedural failure that undermines normative legal certainty. Although Administrative Court decisions provide formal legal certainty, they do not fully guarantee substantive restoration of rights. Therefore, improvements in land governance, digitalization of land registration, and strengthened internal supervision are urgently required.
Analisis Kualitatif Terhadap Stres Kerja dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental Pegawai Protokoler PT TASPEN (Persero) Adep Ragita Putra Dely; Sri Ernawati; Faqih Purnomosidi
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6608

Abstract

Work-related stress is a prevalent psychological issue experienced by modern employees, including those working in public organizations. This study aims to identify the sources of occupational stress, its psychological impacts, and the manifestations of distress experienced by protocol staff at PT TASPEN (Persero). A descriptive qualitative approach was employed, with participants selected through purposive random sampling, consisting of 6 to 8 employees with a minimum of two years of work experience. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, non-participatory observations, and document review, then analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. The findings indicate that major sources of stress include high workload with precision standards, long and irregular working hours, pressure from supervisors and external guests, and poor work–life balance. Psychological impacts include emotional exhaustion, difficulty concentrating, and excessive anxiety, often leading to sleep disturbances. Manifested symptoms involve burnout, psychosomatic complaints such as headaches and digestive issues, and decreased work motivation due to feelings of underappreciation. This study highlights that work stress in protocol settings is not merely an individual issue but an organizational challenge that requires stress-management policies, psychological support, and fair performance recognition.
Studi Kualitatif Tentang Kesehatan Mental Auditor Internal di Lingkungan BUMN Agie Achmad Wahyudi; Anniez Rachmawati Musslifah; Sri Ernawati
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6648

Abstract

Auditor internal di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran strategis dalam menjaga akuntabilitas dan tata kelola perusahaan, namun pekerjaan tersebut juga diiringi dengan tekanan psikologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kesehatan mental auditor internal BUMN, sumber stres kerja yang dihadapi, serta strategi coping yang digunakan dalam menjalankan fungsi audit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap sembilan auditor internal dari BUMN sektor energi, transportasi, dan jasa keuangan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor internal mengalami tekanan psikologis yang signifikan akibat beban kerja, konflik independensi, dan dilema etis. Auditor mengembangkan berbagai strategi coping individual dan kolektif, namun dukungan organisasi terhadap kesehatan mental masih terbatas. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan kesehatan mental dalam manajemen sumber daya manusia dan tata kelola BUMN guna mendukung keberlanjutan kinerja auditor internal.
Analisis Praktik Belis Pada Perkawinan Adat Masyarakat Lamaholot Flores Timur Dalam Perspektif Kaidah Al-‘Adah Al-Muhakkamah Ardiansyah S. Watowiti; Abd. Rauf Muhammad Amin; Imran Anwar Kuba
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6727

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik belis dalam perkawinan adat masyarakat Lamaholot Flores Timur dengan tujuan menganalisis legitimasi dan kemaslahatannya dalam perspektif kaidah al-‘ādah al-muhakkamah dan dikaitkan dengan maqāṣid al-syarī’ah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh dinamika pluralisme hukum yang menempatkan adat dan hukum Islam dalam relasi yang tidak selalu harmonis, khususnya ketika praktik adat berpotensi memberatkan atau menghambat perkawinan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain normatif-empiris. Data normatif diperoleh melalui kajian sumber hukum Islam dan literatur ushul fiqh, sedangkan data empiris dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan pada masyarakat Lamaholot Muslim di Flores Timur. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menjadikan kaidah al-‘ādah al-muhakkamah dan maqāṣid al-syarī’ah sebagai kerangka evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belis berfungsi sebagai institusi adat yang menjaga kehormatan perempuan, memperkuat ikatan kekerabatan, serta memberikan legitimasi sosial terhadap perkawinan. Dalam perspektif hukum Islam, belis dapat dikategorikan sebagai adat yang sah sepanjang tidak bertentangan dengan nash, tidak menggantikan mahar, dan tidak menimbulkan mudarat. Namun, eskalasi nilai belis berpotensi menimbulkan beban ekonomi dan menghambat tujuan perkawinan apabila tidak dimoderasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa belis Lamaholot merupakan adat yang bersifat kondisional dan memerlukan pengawasan normatif berkelanjutan agar tetap sejalan dengan tujuan syariat. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya peran tokoh adat dan agama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian adat dan kemaslahatan keluarga.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Emosi Pada Anak Usia Dini Puspitasari, Intan; Anniez Rachmawati Musslifah; Faqih Purnomosidi
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6868

Abstract

Pada masa kini, semakin banyak orang tua memahami pentingnya pendidikan bagi anak serta menyadari peran mereka sebagai fondasi pertama dalam pembentukan kepribadian. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian khusus ialah perkembangan emosional anak usia dinii. Tahap tumbuh kembang merupakan fase yang sangat menentukan bagi kehidupan anakusia dini, karena pada tahap ini terbentuk berbagai aspek perkembangan, mulai dari fisik, emosional, sosial, hingga kognitif. penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional anak usia dini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh memiliki kontribusi signifikan terhadap kemampuan anak dalam mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola emosi. Pola asuh demokratis dapat dikatakan sebagai metode yang cukup efektif dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial yang baik. Sebaliknya, pola asuh otoriter cenderung memicu kecemasan, pola permisif menghambat adaptasi norma sosial, dan pola uninvolved (pengabaian) berdampak buruk pada kecerdasan emosional anak. Selain gaya pengasuhan, reaksi empati orang tua dan lingkungan keluarga yang hangat merupakan faktor pendukung utama bagi kesehatan mental anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap emosional anak d usia dini dengan cangkupan keseimbangan antara disiplin dan kasih sayang, serta edukasi orang tua yang memadai, sangat diperlukan untuk mendukung kematangan emosional anak yang optimal.
Masa Depan Pendidikan Islam: Inovasi Dan Transformasi Suardi Kandjai
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6918

Abstract

Islamic education plays a strategic role in shaping the civilization and character of the community, particularly in Indonesia, which has a long history of development through institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), surau (prayer rooms), and langgar (small mosques). However, in the era of globalization and the Fourth Industrial Revolution (4.0), Islamic education faces various challenges, such as digitalization, shifting learning paradigms, and the demands of 21st-century competencies. This paper aims to examine the future of Islamic education through an integrated and interconnected approach between religious and general knowledge as an effort to address the challenges of the times. The method used is a literature review, analyzing the concepts, challenges, and strategies for developing Islamic education. The study's results indicate that the integration and interconnection of knowledge is a crucial paradigm in eliminating the dichotomy of knowledge, resulting in a holistic and relevant education system. The main challenges include the low quality of human resources, moral decline, and lagging behind in the use of technology. Strategies for developing future Islamic education include developing a competency-based curriculum, implementing active and creative learning, integrating technology, utilizing digital media, and developing an inclusive curriculum. With this strategy, Islamic education is expected to produce a generation that excels spiritually, intellectually, and socially, and is able to compete globally without losing Islamic values.
Tinjauan Yuridis Penyelesaian Sengketa Harta Warisan Yang Belum Terbagi Dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia Pinaka Rapi Utomo; Yoan B. Runtunuwu; Merry L. Kumajas
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.7410

Abstract

Harta warisan yang belum terbagi (boedel waris) merupakan salah satu persoalan yang sering menimbulkan sengketa dalam praktik hukum kewarisan di Indonesia. Sengketa tersebut muncul karena harta peninggalan masih berada dalam kepemilikan bersama para ahli waris, sehingga setiap tindakan terhadap objek warisan harus mendapat persetujuan seluruh ahli waris. Dalam praktiknya, sering terjadi penguasaan sepihak, penjualan tanpa persetujuan, maupun perbedaan penggunaan sistem hukum akibat pluralisme hukum kewarisan di Indonesia, yaitu hukum waris perdata, hukum waris Islam, dan hukum waris adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengaturan hukum terhadap harta warisan yang belum terbagi serta mekanisme penyelesaian sengketanya dalam perspektif hukum positif Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi pustaka serta dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai harta warisan yang belum terbagi dalam hukum positif Indonesia masih dipengaruhi oleh pluralisme sistem hukum kewarisan, yaitu KUHPerdata, Kompilasi Hukum Islam, dan hukum adat. Ketiga sistem hukum tersebut pada dasarnya mengakui keberadaan harta warisan yang belum terbagi sebagai harta bersama para ahli waris sebelum dilakukan pembagian secara sah. Selain itu, penyelesaian sengketa harta warisan yang belum terbagi dapat ditempuh melalui mekanisme non-litigasi berupa musyawarah kekeluargaan dan mediasi, maupun melalui jalur litigasi di pengadilan. Penyelesaian secara non-litigasi lebih mengedepankan asas kekeluargaan dan perdamaian, sedangkan penyelesaian melalui pengadilan memberikan kepastian hukum melalui putusan yang bersifat mengikat dan dapat dipaksakan pelaksanaannya.
Hubungan Power Tungkai Pada Hasil Shooting Pemain Futsal Calvin Gunawan; Radit Aditya; Amirudin Syah Lubis; Aditya Andillah Putra; Muhammad Andika; Mohd Adrizal; Ely Yuliawan
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.7482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power tungkai terhadap hasil shooting pemain futsal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 15 pemain futsal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes Standing Broad Jump untuk mengukur power tungkai dan tes shooting ke gawang untuk mengukur kemampuan shooting pemain. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,977 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power tungkai dengan hasil shooting pemain futsal dengan kategori hubungan sangat kuat. Semakin baik power tungkai yang dimiliki pemain, maka semakin baik pula hasil shooting yang dihasilkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa power tungkai merupakan salah satu komponen kondisi fisik penting dalam menunjang kemampuan shooting pemain futsal. Oleh karena itu, latihan peningkatan power tungkai perlu menjadi perhatian dalam program latihan futsal.
Manajemen Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam Dalam Pembentukan Disiplin dan Moralitas Mahasiswa Pada PTKIN: Sebuah Kajian Literatur Roudoh Roudoh; Muhammad Pran Yudisti; Muhammad Raihan Akbar; Rizqi Firmansyah; Wahyu Kurniawan
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.7487

Abstract

This study aims to conceptually analyze the management of implementing character education policies based on Islamic values in shaping students' discipline and morality at State Islamic Higher Education institutions (PTKIN) through library research. The focus of the study is directed at synthesizing scientific literature on the effectiveness of the four fundamental management functions: planning, organizing, implementing, and supervising. The literature review shows that character building at PTKIN requires a transformation of governance from an administrative-legalistic approach to the integration of substantive theological values. The success of implementing this policy largely depends on the synchronization of university curricula with the Ma’had Al-Jamiah ecosystem, the collective synergy of all members of the academic community as mentors, and a supervision reform that is educational and persuasive. This study provides a theoretical contribution in the form of a conceptual model for managing morality in Islamic higher education that is adaptive to the challenges of the digital era
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 166/1 Olak Rambahan Thaurah Putri; Siti Mariah Ulfa; Ika Aryastuti Hasanah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.7520

Abstract

This research was motivated by the low level of understanding among fifth-grade students at SDN 166/1 Olak Rambahan in the subject of Pancasila Education. Students experienced difficulties in remembering and understanding the learning materials, were less able to apply the concepts learned in daily life, and lacked confidence in expressing their opinions regarding the topics of norms, rights, and obligations. The purpose of this study was to improve the understanding of fifth-grade students at SDN 166/1 Olak Rambahan in Pancasila Education through the implementation of the Discovery Learning model.Keywords: Discovery Learning, Students' Understanding, Pancasila Education, Classroom Action Research. The methodology used in this study was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 15 fifth-grade students. Data were collected through observation, tests, and documentation. The results showed that the implementation of the Discovery Learning model was able to improve students’ understanding. The average student score increased from 53.33 in the pre-cycle to 69.33 in Cycle I and 76.00 in Cycle II. The percentage of learning mastery improved from 26.67% in the pre-cycle to 60% in Cycle I and 80% in Cycle II. Teacher activity increased from 82.14% to 85.71%, while student activity increased from 67.85% to 82.14%. Therefore, the Discovery Learning model was effective in improving students’ understanding in the Pancasila Education subject.