cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024): June 2024" : 22 Documents clear
Struktur Komunitas Satuan Lanskap di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah Fikriyya, Nabela; Silalahi, Marina; Zukarnaen, Rizmoon Nurul; Nisyawati, Nisyawati; Helmanto, Hendra; Putri, Adinda Kurnia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.6639

Abstract

Masyarakat Lereng Gunung Slamet memiliki pengetahuan diversifikasi satuan lanskap yang didasarkan atas fungsi, karakteristik, dan kepemilikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari struktur komunitas satuan lanskap yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Lereng Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 — Januari 2020 di desa Lereng Gunung Slamet yaitu, (1) Desa Ragatunjung, (2) Desa Cipetung, dan (3) Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pengumpulan data botani dilakukan dilakukan secara purposive sampling menggunakan transek kuadrat. Analisis vegetasi diolah menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan (DMg), Indeks Kemerataan (e’), dan Indeks Kesamaan komunitas. Berdasarkan Analisis vegetasi ditemukan 136 spesies yang dikategorikan ke dalam 11 genus dan 55 famili. Analisis struktur komunitas dapat dilihat pada H’ berkisar antara 1,57—28,9 yang termasuk dalam kategori sedang. DMg berkisar antara 11,82 – 28,8 dan Indeks kemerataan berkisar antara 0,11—0,92. Indeks kesamaan antar satuan lanskap,  wanah dan majegan merupakan yang tertinggi yakni 62,67% yang termasuk kategori tinggi. Selanjutnya nilai Indeks kesamaan jenis lanskap yang sama antar desa, tertinggi pada lanskap majegan di Desa Cipetung dan Pandansari (45,71%.) dan wanah pada Desa Ragatunjung dan Desa Cipetung (42,86 %).
Keanekaragaman Ikan dan Tumbuhan Air Tawar di Sumber Gentong, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Ardiansyah, Angga; Setiawan, Aris; Rohmah, Mau Firotul; Khasanah, Mei Linda Nur; Kharomah, Sindi; Sari, Yulia Camalinda; Fardhani , Indra
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.6649

Abstract

Sumber Gentong merupakan tempat wisata berupa telaga atau kolam dengan sumber air yang sangat jernih dan bersih. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui keanekaragaman ikan dan tumbuhan air tawar di Sumber Gentong, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Waktu dan tempat dilaksanakannya penelitian yaitu 2 November 2022 di Wisata Sumber Gentong. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan cara survey, observasi dan wawancara yang dilakukan kepada penjaga di tempat wisata tersebut. Data yang diperoleh kemudian di susun dan dianalisis tingkat keanekaragamannya menggunakan indeks keanekaragam Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 4 spesies ikan yaitu ikan wader, ikan cakul, ikan platy pedang, dan ikan mas. Tumbuhan air yang dapat ditemukan yaitu cabomba caroliniana, kangkung, eceng gondok, dan kayu apu. Indeks keanekaragaman ikan dan tumbuhan air tawar di Sumber Gentong, tergolong sedang dengan nilai (H’ = 1,14) untuk ikan air tawar dan (H’ = 1,00) untuk tumbuhan air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan perairan di Sumber Gentong masih terjaga dan kondisi ekologinya masih seimbang serta tidak tercemar.
Eksplorasi Jenis-Jenis Mamalia di Hutan Lembah Kebar pada Kawasan Cagar Alam Pegunungan Tambrauw Utara Abram, Gabriel Orlando; Fatem, Sepus Marten; Worabay, Meliza Sartje; Boseren, Melanesia Brigite; Ayomi, Adomina; Jitmau, Anjela M
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan karakteristik morfometrik satwaliar mamalia, penelitian ini dilakukan di Hutan Lembah Kebar Pada Kawasan Cagar Alam Pegunungan Tambrauw Utara dan berlangsung selama 3 minggu terhitung tanggal 7 – 28 April 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan Teknik observasi lapangan, Hasil dari penelitian ditemukan tiga belas individu dan delapan jenis satwa liar mamalia yaitu Bandikut (Echymipera kalubu), Bandikut (Echymipera rufescens), Rusa timor (Rusa timorensis), Babi hutan (Sus scrofa), Kuskus cokelat (Phalanger orientalis), Kuskus totol (Spilocuscus maculatus), Kelelawar codot kecil (Microglossus minimus), Kelelawar kalong besar (Pteropus neohibernicus). Dari kedelapan jenis satwaliar mamalia yang ditemukan terdapat dua mamalia yang termasuk  satwa dilindungi yaitu Kuskus totol (Spilocuscus maculatus) dan Rusa timor (Rusa timorensis).
Karakterisasi Molekuler Tumbuhan Sidingin (Kalanchoe sp.) Asal Riau Menggunakan Empat Penanda Barkode DNA Herman
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7313

Abstract

Sidingin (Kalanchoe sp.) merupakan tumbuhan sukulen dari famili Crassulaceae yang tumbuh liar namun memiliki beberapa manfaat sebagai tumbuhan obat. Sidingin asal Riau belum dapat ditentukan nama spesiesnya. Penentuan nama spesies tumbuhan dapat dilakukan menggunakan beberapa barkode DNA, seperti matK, rbcL, dan ITS. Penelitian barkoding DNA pada sidingin asal Riau belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis empat barkode DNA pada tumbuhan sidingin (Kalanchoe sp.) asal Riau, yaitu ITS, trnL-trnL-trnF intergenic spacer (IGS), ndhC-trnV IGS, dan rpl16 intron. Pada penelitian ini telah diperoleh sekuens DNA untuk ITS, trnL-trnL-trnF IGS, ndhC-trnV IGS, dan rpl16 intron dengan panjang basa secara berturut-turut 662 pb, 909 pb, 949 pb, dan 944 pb. Keempatnya telah didaftarkan dengan nomor registrasi, secara berturut-turut, MW297180, MW297177, MW297178, dan MW297179. Komposisi nukleotida pada ITS berbeda dengan ketiga barkode DNA lainnya. Tidak ada aksesi di GenBank yang memiliki kemiripan 100% dengan sidingin sehingga nama spesies dari sidingin belum dapat ditentukan. Variasi nukleotida paling sedikit dijumpai pada daerah trnL-trnL-trnF IGS (9,65%) dengan jumlah mutasi subtitusi dan indels relatif mirip. Namun uniknya, nukleotida kritis yang merupakan nukleotida penciri  paling banyak dijumpai pada daerah trnL-trnL-trnF IGS (1,41%). Kesimpulan, barkode DNA trnL-trnL-trnF IGS dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumbuhan sidingin dibandingkan ketiga sekuens lainnya yang diteliti.
The Effect of Concentration and Immersion Time Disinfectant on Sterilization Aglaonema Hybrid (Pink Katrina) Leaves Budiarni, Kasandra; Hindaningrum, Irni Furnawanthi; Muharromah, Restu Siwi; Kartiman, Roni; Novita, Linda; Hardiani, Lany; Elya, Mardoni; Kubil
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7632

Abstract

Aglaonema sp. is well known as an ornamental plant in Indonesian society. It has leaf with various beautiful patterns. Aglaonema pink katrina is one of the imported hybrids Aglaonema. A method to increase plant yield quickly is tissue culture. The crucial step in plant tissue culture is sterilization. This study aimed to find the best sterilization method by looking at the effect of concentration and immersion time of sodium hypochlorite (NaOCl) as disinfectant to reduce contaminants explant Aglaonema Pink Katrina leaves. In this study, there were 11 groups consisting of positive control, negative control, and immersion with 2,5; 5%; and 10% NaOCl for 1 minute and 3 minutes. Parameters observed included the time of first contamination, percentage of bacterial and fungal contamination, and appearance of explants for 28 days. The DMRT test showed significant differences in all treatments of disinfectant concentration and soaking time.The results show contamination first time occurred in code S0a (negative control), the highest percentage of sterile explants was in code A5, and explants that were still green/fresh were found in codes A5 and A8 after observation.
Pengaruh Konsentrasi Air Kelapa dan BAP (6-Benzylaminopurin) terhadap Regenerasi In vitro Protokorm Dendrobium stratiotes x Dendrobium wulaiense Agustinus, Vania; Restiani, Ratih; Prasetyaningsih, Aniek
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7728

Abstract

Kultur in vitro merupakan salah satu solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan perbanyakan anggrek melalui biji. Keberhasilan regenerasi protokorm anggrek dipengaruhi oleh penambahan ZPT dan air kelapa ke dalam medium. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi air kelapa dan BAP terhadap regenerasi protokorm Dendrobium hibrida. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi air kelapa dan BAP. Paramater yang diamati meliputi persentase tunas, jumlah tunas, tinggi protokorm, dan persentase akar. Hasil menunjukkan bahwa penambahan air kelapa dan BAP ke dalam medium VW berpengaruh nyata terhadap tinggi dan persentase akar protokorm. Konsentrasi air kelapa (10%) tanpa penambahan BAP dapat meningkatkan persentase tunas, akar, jumlah tunas, dan tinggi protokorm Dendrobium hibrida. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan air kelapa secara tunggal maupun kombinasi dengan hormon sitokinin (BAP) signifikan dalam mempercepat regenerasi protokorm Dendrobium hibrida. Ini merupakan penelitian pertama yang melaporkan penggunaan air kelapa dan BAP pada regenerasi protokorm hasil persilangan Dendrobium stratiotes x Dendrobium wulaiense.
Isolation And Characterization of Lactobacillus Species From Local Indonesian Cow’s Milk Kandou, Abigail Sabrina; Sugata, Marcelia; Jo, Juandy
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7792

Abstract

Probiotics are a group of beneficial microorganisms that can improve the health of their host. Lactobacillus species are lactic acid bacteria that have great potential as probiotics, in which cow’s milk is a great source of lactic acid bacteria. In this study, Lactobacillus spp. were isolated from fresh local Indonesian cow’s milk. The methods used to characterize the Lactobacillus spp. were (i) biochemical tests including catalase, hemolytic and sugar fermentation tests; (ii) tolerance tests against salt (NaCl 2%, 4% and 6%), low pH (2, 3, 4, 5, 6 and 7) and temperature (7°C, 37°C and 45°C); and (iii) 16S rRNA sequencing. The isolation yielded 14 isolates matching the criteria of Lactobacillus spp. colony and cell (i.e., Gram positive rods that did not produce endospores and did not have a waxy layer covering its cell wall). Based on subsequent biochemical tests, 5 isolates were suspected as potential probiotic Lactobacillus spp. The 16S rRNA sequencing revealed that the isolate L was Limosilactobacillus fermentum. In conclusion, this study demonstrated that local cow’s milk could be used to isolate Lactobacillus spp.
Pattern of Antibiotic Resistance in Salmonella sp. Bacteria Contaminating Fresh Faeces of Laying Hens in Kediri District, West Lombok Regency Ramdani, Fitrah Akbar; Riwu, Katty Hendriana Priscilia; Kholik; Mbura, Yonanda Verawati Haslinda; Zakarias, Herdin Vanek
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7814

Abstract

Antibiotic resistance has become a common problem in poultry farming in Indonesia. One of them is caused by improper use of antibiotics. This study aims to determine the pattern of resistance of Salmonella sp. isolated from laying hens to antibiotics. The samples used in this study were thirty samples of fresh faeces of laying hens from Kediri District, West Lombok Regency. The samples were isolated and identified through Gram staining and biochemical tests (indole, methyl red-Voges Proskauer, triple sugar iron agar, citrate, and urease), resulting in ten positive samples of Salmonella sp. The study continued with antibiotic resistance testing using disc diffusion or Kirby-Bauer methods. The antibiotics used in the study were aztreonam, ciprofloxacin, streptomycin, chloramphenicol, and tetracycline. The results showed that Salmonella sp. has been resistant to some antibiotics. The highest resistance levels are streptomycin and tetracycline at 50% (5/10), while the lowest is ciprofloxacin at 10% (1/10). Antibiotics that are still sensitive are aztreonam 90% (9/10) and chloramphenicol 100% (10/10). The findings of this study conclude that there is a pattern of antibiotic resistance in laying hens farms that can have a negative impact on human and animal health.
Penambahan Biji Chia (Salvia hispanica L.) pada Fermentasi Tempe Kedelai dalam Peningkatan Aktivitas Antioksidan dan Nilai Kesukaan Dwianto, Stefanus Agung; Meitiniarti, V Irene; Sukmana, Andreas Binar Aji; Dewi, Lusiawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7828

Abstract

Tempe merupakan produk pangan berbahan kedelai (Glycine max) yang difermentasi dengan melibatkan mikroba dari genus Rhizopus. Tempe memiliki berbagai kandungan gizi dan senyawa, salah satunya adalah antioksidan. Untuk meningkatkan kandungan antioksidan dalam tempe dapat dilakukan dengan penambahan bahan alami. Biji chia (Salvia hispanica) dipilih karena termasuk bahan pangan fungsional dan memiliki kandungan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan biji chia pada fermentasi tempe kedelai dalam peningkatan antioksidan dan nilai kesukaan. Penelitian dilakukan menggunakan RAL dengan satu faktor dan empat taraf perlakuan, yaitu konsentrasi penambahan biji chia 0%,  0,5%, 1% dan 1,5% (b/b). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, sedangkan uji hedonik dilakukan menggunakan kuesioner pada 15 orang panelis. Hasil pengukuran antioksidan menunjukkan penambahan biji chia pada tempe dapat meningkatkan aktivitas antioksidan yang dapat dilihat pada persen inhibisi. Persen inhibisi paling tinggi yaitu pada konsentrasi biji chia 1% yaitu sebesar 69,83%. Pada uji hedonik dengan uji Univariate dan uji lanjutan Duncan, perlakuan tempe tanpa pemberian bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter aroma dan tekstur. Sedangkan perlakuan tempe dengan penambahan bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter tekstur dan rasa.
Analisis Molekuler Bakteri Liberobacter asiaticus Penyebab Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) dengan Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Tanaman Jeruk Siam (Citrus nobilis) Parista, Ni Made Sudiyasih; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Arnyana, Ida Bagus Putu
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.8372

Abstract

Salah satu komoditas buah utama Indonesia adalah jeruk Siam. Namun, banyak tanaman jeruk di indonesia yang terkena penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara lebih pasti keberadaan bakteri Liberobacter asiaticus penyebab penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang menunjukkan gejala klorosis dan juga keberadaan bakteri L. asiaticus penyebab penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang tidak menunjukkan gejala klorosis. Untuk mencapai hal tersebut, teknik PCR akan digunakan untuk analisis molekuler bakteri L. asiaticus. Dengan mengamati sampel daun dari tanaman jeruk siam Kintamani yang menunjukkan gejala klorosis dan yang tidak menunjukkan gejala klorosis, maka metodologi penelitian eksploratif diterapkan dalam penelitian ini. Pita DNA pada 1.160 bp tidak ditemukan pada sampel daun jeruk yang diuji, baik pada sampel daun jeruk yang sehat maupun pada sampel daun jeruk yang terindikasi klorosis. Tanaman jeruk yang menunjukkan gejala klorosis tidak ditemukan bakteri L. asiaticus pada sampel daunnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya unsur hara di dalam tanah, konsentrasi bakteri yang rendah, atau distribusi bakteri yang tidak merata di dalam jaringan daun. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah keberadaan bakteri L. asiaticus penyebab penyakit CVPD tidak dapat terdeteksi keberadaannya pada sampel daun jeruk siam yang bergejala dan tidak bergejala klorosis.

Page 1 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue