cover
Contact Name
Fatmawati Nur
Contact Email
fate.nurkhalik@uin-alauddin.ac.id
Phone
+62811443002
Journal Mail Official
teknosains@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M.Yasin Limpo 36 Romang-Polong, Sombaopu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi
ISSN : 19793154     EISSN : 2657036X     DOI : https://doi.org/10.24252/teknosains
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi is a peer-reviewed journal that publishes three times a year (January-April, May-August, and September-December) on articles concerning all areas of science and technology in both theoretical and applied research. The below-mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science and Technology field. Chemistry and Chemical Engineering Physics, Material, and Mechanical Engineering Biology, and Biosystem Engineering Food and Agriculture Engineering Mathematics Computer Science and Engineering Earth Science and Engineering Space Engineering Electrical Engineering Architecture and Civil Engineering Environment Science and Engineering Mechanical Engineering Basic Science in Engineering Education Engineering Education Reforms New Technologies in Education Industry and Education: A Continous Collaboration Research and Development in Engineering Education Globalization in Engineering Education Computers, Internet, Multimedia in Engineering Education Organization of Laboratories
Articles 512 Documents
Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok sebagai sumber prebiotik alami terhadap pertumbuhan Lactobacillus plantarum secara in vitro Hariani, Hariani; Jamilah, Jamilah; Nur, Fatmawati; Masri, Mashuri; Hafsan, Hafsan
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.67043

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca var. balbisiana) merupakan biomassa agro-industri yang melimpah dengan potensi aplikasi sebagai sumber prebiotik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak kulit pisang sebagai substrat prebiotik dalam mendukung pertumbuhan Lactobacillus plantarum pada kondisi in vitro. Ekstrak disiapkan menggunakan metode dekoksi dan diinkorporasikan ke dalam media pertumbuhan bakteri. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi kerapatan optik (OD), jumlah sel hidup (CFU/mL), pH, laju pertumbuhan spesifik (μ), dan waktu generasi (gt) selama 48 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit pisang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Lactobacillus plantarum. Perlakuan menggunakan kulit pisang matang memberikan kinerja paling optimal, ditandai dengan nilai OD lebih tinggi, jumlah sel hidup dan laju pertumbuhan spesifik yang lebih besar, serta waktu generasi yang lebih singkat dibandingkan perlakuan lainnya (p < 0,05). Penurunan pH yang lebih nyata juga teramati, menunjukkan peningkatan aktivitas fermentatif. Ekstrak kulit pisang memiliki potensi sebagai substrat fermentabel yang mampu mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat secara in vitro. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai sumber prebiotik alami. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitasnya secara in vivo, termasuk selektivitas terhadap mikrobiota usus serta stabilitasnya dalam kondisi gastrointestinal.
Evaluasi sediaan clay mask stick kombinasi ekstrak bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) dan madu (Genus: Apis) sebagai antioksidan Adri, Tenri Ayu; Ramadani, Lisa; Zuchrullah, Mukhtasyam
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.60814

Abstract

Clay mask stick yang mengandung ekstrak bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) dan madu (Genus Apis) dikembangkan sebagai alternatif perawatan wajah alami yang aman untuk jangka panjang. Kandungan antioksidan dari kedua bahan ini bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan melindungi dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan menggunakan metode DPPH yang dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan variasi konsentrasi ekstrak bengkuang (4%, 5%, 6%) dan madu (2%, 3%, 4%). Parameter yang diuji meliputi aktivitas antioksidan (IC₅₀), serta karakteristik fisik seperti organoleptik, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, waktu kering, dan potensi iritasi. Hasil menunjukkan bahwa sediaan memiliki bentuk, warna, dan bau yang stabil; homogenitas, daya sebar, dan waktu kering baik; namun pH, daya lekat kurang stabil dan tidak ditemukan iritasi kulit pada uji yang dilakukan. Berdasarkan uji statistik, variasi konsentrasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan (nilai p<0,05), di mana sediaan tersebut termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat.
Analisis Wilayah Prioritas untuk Pengembangan Infrastruktur Adaptif (Taman Banjir) di Kota Bandar Lampung Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Hutriani, Ina Winiastuti; Ali, Muhammad Saddam; Amanda, Zulvita; Arianto, Bagas; Manurung, Cindy Romauly Elysabeth; Wibowo, Muhammad Arya; Wistoro, Luthfie Adli
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.61556

Abstract

Kota Bandar Lampung menghadapi tantangan banjir kompleks akibat urbanisasi, perubahan lahan, dan perubahan iklim. Pendekatan konvensional dinilai kurang efektif, sehingga diperlukan solusi berbasis alam seperti taman banjir. Penelitian ini bertujuan menganalisis wilayah prioritas pengembangan infrastruktur adaptif berdasarkan kerawanan banjir menggunakan analisis spasial SIG. Metode weighted overlay diterapkan dengan lima parameter fisik: bentuk lahan, kelerengan, jenis tanah, ketinggian, dan curah hujan menggunakan ArcGIS. Hasilnya mengidentifikasi Kecamatan Teluk Betung Selatan (19,65%), Tanjung Senang (16,70%), Teluk Betung Barat (12,03%), dan Panjang (9,75%) sebagai prioritas pengembangan infrastruktur adaptif yang memerlukan intervensi segera. Peta zonasi yang dihasilkan memberikan dasar ilmiah untuk perencanaan tata ruang dan menawarkan solusi berkelanjutan berbasis alam yang sejalan dengan agenda adaptasi perubahan iklim dan ketahanan bencana.
Analisis Komoditas Unggulan dan Kesesuaian Lahan di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros Anshar, Muhammad; Irsyadi; Fitriani, Fitriani
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.64757

Abstract

Kecamatan Maros Baru merupakan kawasan minapolitan dengan potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas potensial serta menganalisis kesesuaian lahan tambak di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Tipologi Klassen, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros tahun 2018–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan sektor unggulan yang memenuhi kriteria simultan (LQ > 1 dan SS > 0), namun terdapat komoditas potensial yang meliputi ikan bandeng, udang windu, udang vaname, dan ikan nila dengan kecenderungan pertumbuhan positif, sedangkan rumput laut tergolong komoditas tertinggal secara ekonomi. Analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa sebagian besar tambak berada pada kelas S1 (sangat sesuai) seluas 1.459 ha dan S2 (cukup sesuai) seluas 346 ha, yang mencerminkan potensi biofisik yang tinggi. Namun, produksi perikanan relatif stagnan sehingga menunjukkan pemanfaatan lahan yang belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut, ikan bandeng dan udang diprioritaskan sebagai komoditas pengembangan utama karena memiliki pertumbuhan relatif positif dan nilai ekonomis tinggi, sedangkan rumput laut memiliki potensi pengembangan secara biofisik namun terbatas dari sisi ekonomi sehingga direkomendasikan untuk dikembangkan secara selektif.
Analysis of Consumption Safety of Green Mustard (Brassica juncea L.) Contaminated with Pb and Cd Based on Harvest Time Variation Rivai, Sitty Nurqomariah; Sari, Sitti Rahmah
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.67049

Abstract

Pencemaran tanah oleh logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) berpotensi menurunkan keamanan pangan melalui akumulasi logam pada sayuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan konsumsi sawi hijau (Brassica juncea L.) yang ditanam pada tanah terkontaminasi Pb dan Cd berdasarkan variasi waktu panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan empat waktu panen (10, 15, 20, dan 25 hari setelah tanam), masing-masing dua ulangan. Tanah dikontaminasi menggunakan Pb(NO₃)₂ dan CdSO₄ berkonsentrasi 100 ppm, kemudian kadar Pb dan Cd pada akar dan tajuk dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Parameter yang diamati meliputi konsentrasi logam, Bioconcentration Factor (BCF), Translocation Factor (TF), dan dianalisis menggunakan One-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi Pb dan Cd meningkat seiring bertambahnya waktu panen, dengan konsentrasi tertinggi diperoleh pada hari ke-25, sedangkan konsentrasi terendah pada hari ke-10. Seluruh nilai BCF dan TF kurang dari 1, menunjukkan bahwa B. juncea berperan sebagai tanaman ekskluder melalui mekanisme fitostabilisasi. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa variasi waktu panen tidak berpengaruh signifikan terhadap akumulasi Pb maupun Cd pada akar dan tajuk (seluruh p > 0,05). Berdasarkan batas maksimum cemaran logam berat menurut Peraturan BPOM RI Nomor 9 Tahun 2022, kadar Pb pada seluruh waktu panen masih berada di bawah ambang batas, sedangkan kadar Cd melebihi batas maksimum pada panen hari ke-25. Dengan demikian, pada kondisi penelitian ini sawi hijau masih aman dikonsumsi hingga 20 hari setelah tanam, meskipun secara deskriptif akumulasi logam meningkat seiring bertambahnya waktu panen.
Analisis keanekaragaman jenis mangrove pada salah satu kawasan ekosistem mangrove Luwu Utara Ramadani, Fitri; Makmur, Kurnia; Rukmana, Rusmadi; Rustam, Aswar; Hajrah, Hajrah
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.67214

Abstract

Mangrove merupakan sekelompok tumbuhan yang tumbuh dipesisir pantai. Sekelompok tumbuhan ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kehidupan manusia dan organisme lain yang ada di sekitarnya. Mangrove menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.  Ekosistem mangrove dijadikan sebagai tangkapan nelayan lokal. Selain itu tumbuhan mangrove juga dimanfaatkan oleh masyarakat daerah pesisir pantai sebagai sumber bahan baku kerajinan tangan dalam membuat anyaman. Sedangkan nilai penting dari mangrove sendiri itu adalah sebagai pelindung alami dari abrasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan pamanfaatan mangrove di Desa Pao Kab. Luwu Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November tahun 2024 di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, untuk mengetahui keanekaragaman jenis mangrove pada ekosistem mangrove yang terdapat di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Dari Hasil penelitian ditemukan 3 jenis mangrove pada kawasan mangrove tersebut yaitu Rhizophora mangle, Rhizophora mucronata dan Sonneratia caseolaris pada ketiga spesies ini yang paling dominan yaitu Rhizophora mucronata. Adapun persentase jumlah individu pada masing-masing spesies secara berturut-turut adalah 36%, 49%, dan 15%. Spesies yang dominan memiliki persentase sebanyak 49%. Nilai H’ (keanekaragaman) adalah 0,9926, karena H’<1,0 maka keanekaragam dalam kategori rendah, nilai E (keseragaman) 0,9035 karena nilai E mendekati 1 maka keseragaman dalam kategori tinggi, dan nilai C (Dominansi) yaitu 0,3893, karena C berada ditengah antara 0 dan 1 maka dominansi dalam kategori sedang.
Analisis Deskriptif Hasil Pemeriksaan Patologi Klinik dan Mikrobiologi di RSUD Kota Baubau Pramulia, Ayiska; Amrullah, Syarif Hidayat; Akbar, Laode Muhammad Wahid
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.68751

Abstract

Laboratorium  patologi klinik dan mikrobiologi berperan penting dalam mendukung penegakan diagnosis melalui pemeriksaan spesimen biologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur dan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Kota Baubau. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif terhadap data pemeriksaan pasien yang dianonimkan. Parameter yang diamati meliputi hematologi rutin, golongan darah, HBsAg, sifilis, HIV, urinalisis, dan pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis menggunakan GeneXpert MTB/RIF. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil pemeriksaan dan nilai rujukan laboratorium. Hasil menunjukkan variasi temuan pada pemeriksaan hematologi, termasuk satu sampel dengan anemia disertai leukositosis berat dan trombositopenia yang memerlukan konfirmasi klinis lebih lanjut. Pemeriksaan HBsAg menunjukkan seluruh sampel nonreaktif, sedangkan sifilis dan HIV masing-masing menunjukkan satu sampel reaktif yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Urinalisis menunjukkan adanya glukosuria, leukosituria, serta temuan proteinuria, hematuria, dan nitrit positif pada satu sampel. Pemeriksaan GeneXpert mendeteksi M. tuberculosis pada sebagian sampel, dengan satu kasus menunjukkan resistensi rifampisin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium RSUD Kota Baubau berperan dalam deteksi awal berbagai kondisi klinis. Namun, pemeriksaan lanjutan seperti kultur dan uji kepekaan tetap diperlukan untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan ketepatan terapi.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI KONSORSIUM BAKTERI INDIGEN POTENSIAL PENDEGRADASI LIMBAH CAIR RUMAH POTONG UNGGAS Lutfianti, Sri; Natsir, Dhela; Dirhamzah, Dirhamzah; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.69315

Abstract

Limbah cair rumah potong unggas (RPU) mengandung konsentrasi tinggi polutan organik kompleks, terutama protein dan lipid, yang sulit didegradasi secara efektif menggunakan sistem berbasis mikroorganisme tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengarakterisasi, dan memformulasikan konsorsium bakteri indigenous yang mampu meningkatkan efisiensi biodegradasi limbah cair RPU. Isolat bakteri indigenous diperoleh dari sedimen laguna anaerob rumah potong unggas dan diseleksi berdasarkan aktivitas proteolitik dan lipolitiknya. Tiga isolat unggul, yaitu RPU-1, RPU-3, dan RPU-7, dipilih serta diuji kompatibilitasnya sebelum diformulasikan menjadi suatu konsorsium. Konsorsium yang dihasilkan (KBP-RPU) kemudian dievaluasi pada reaktor batch aerob skala laboratorium yang berisi limbah cair RPU tanpa perlakuan awal selama 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada parameter utama pencemar, yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 91,4 ± 1,4%, Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebesar 88,7 ± 1,2%, dan total lipid sebesar 94,2% setelah 96 jam inkubasi. Pola penurunan parameter pencemar yang berlangsung secara bertahap selama masa inkubasi mengindikasikan bahwa konsorsium bakteri memiliki kemampuan biodegradasi yang efektif terhadap senyawa organik dan lipid dalam limbah cair RPU. Dibandingkan dengan sistem pengolahan biologis yang telah dilaporkan sebelumnya, konsorsium KBP-RPU menunjukkan efisiensi biodegradasi yang relatif tinggi dengan waktu retensi yang lebih singkat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsorsium bakteri indigenous berpotensi dikembangkan sebagai agen bioaugmentasi untuk mendukung pengolahan limbah cair rumah potong unggas yang berkelanjutan.
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA EKOSISTEM DANAU TEMPE, KABUPATEN WAJO RM, Nurfaizah; Rustam, Aswar; Meriem, Selis; Rukmana, Rusmadi
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.71025

Abstract

Danau Tempe merupakan ekosistem perairan penting di Kabupaten Wajo yang rentan terhadap pencemaran logam berat timbal (Pb) akibat aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar Pb pada air, udang, dan kangkung air, serta mengevaluasi kualitas air melalui parameter COD dan BOD. Sampel diambil dari tiga stasiun, dengan analisis Pb menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), sedangkan COD dan BOD sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Hasil menunjukkan kadar Pb pada air masih aman (0,0026–<0,0001 mg/L), namun pada kangkung air (0,3877 µg/g) dan udang (0,3768 µg/g) mendekati batas konsumsi BPOM No. 5/2018. Nilai COD 14,42–26,27 mg/L dan BOD 5,85–10,95 mg/L masih memenuhi baku mutu, dengan rasio BOD/COD 0,4 yang menandakan pencemar mudah terurai biologis. Secara keseluruhan, kualitas air Danau Tempe masih tergolong aman, tetapi akumulasi Pb pada biota menunjukkan indikasi masuknya logam berat ke rantai makanan akuatik. Temuan ini menegaskan perlunya pengendalian sumber pencemar dan monitoring berkala sebagai dasar konservasi ekosistem Danau Tempe.
Eksplorasi Potensi Bioaktif Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Asal Kabupaten Barru dan Jamur Endofitnya sebagai Kandidat Agen Antidiabetes Alami Karlia, Lilis; Ilyas, Asriani; Febryanti, Amalyah
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.71840

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol Kappaphycus alvarezii asal Kabupaten Barru serta jamur endofitnya dan mengevaluasi aktivitas antidiabetes secara in vitro. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui uji fitokimia dan analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Aktivitas antidiabetes diuji berdasarkan kemampuan inhibisi enzim α-amilase dan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid dan flavonoid pada ekstrak rumput laut dan jamur endofit. Analisis GC-MS menunjukkan keberadaan beberapa senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologis. Ekstrak jamur endofit menunjukkan aktivitas penghambatan α-amilase lebih baik dibandingkan ekstrak rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kappaphycus alvarezii dan jamur endofitnya berpotensi dikembangkan sebagai sumber agen antidiabetes alami.