cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER" : 15 Documents clear
The Development of Teaching Materials for Islamic Religious Education Courses Based on Local Wisdom at Public State Universities Usman; Bahraeni; Nurhilaliyah; Rahman, Ananda Fathur
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i5

Abstract

This study aims to develop open educational materials for Islamic Religious Education (PAI) at public universities, grounded in diverse local values. The focus is on the creation and validation of teaching materials, incorporating local wisdom from Sulawesi and Mataram regions. The research adopts a Research and Development (R&D) approach, utilizing a 4-D model of development (Define, Design, Develop, Disseminate). The teaching materials, which integrate local values from Sulawesi (siri', pacce', pemmali, and pappaseng) and Mataram (karma, sesengak, perteke, and lelakak), were tested at a state university. The development process involved a team of validators, and the results demonstrated high validity. The findings suggest that the development of teaching materials integrating Islam with relevant local values can provide a more contextualized and meaningful educational experience for students. Consequently, this study is expected to offer guidance for other universities in formulating open PAI materials that effectively combine Islamic principles with local cultural values. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuat bahan terbuka Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi negeri berdasarkan nilai-nilai lokal yang beragam. Penelitian ini berfokus pada pembuatan bahan ajar pada Universitas Negeri Makassar dan Universitas Mataram yang berintegrasi pada nilai lokal dari kedua daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D), dan menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Dua perguruan tinggi melakukan uji coba bahan ajar, yang menggabungkan kearifan lokal dari dua daerah - Sulawesi (siri', pacce', pemmali, dan pappaseng) dan Mataram (karma, sesengak, perteke, dan lelakak). Bahan terbuka dikembangkan oleh tim validator, dan hasilnya menunjukkan validitas yang tinggi. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar dengan mengambil pendekatan yang mengintegrasikan Islam dengan nilai-nilai lokal yang relevan akan menghasilkan pengalaman pendidikan yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan Arahan bagi perguruan tinggi lain dalam merumuskan bahan terbuka PAI yang menggabungkan Islam dengan nilai-nilai budaya lokal.
PENGARUH KULTUR MADRASAH TERHADAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MTSN 1 KOTA MAKASSAR Sulaiman, Umar; Hamsiah Djafar; Mihrani; Chaerul Mundzir
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i12

Abstract

Madrasah culture encompasses the values, beliefs, attitudes, and behaviors that are regularly patterned and reflect habits aimed at adapting to the environment, as well as the madrasah's perspective on problem-solving. These cultural elements are shaped through the institution's history and experience. This paper presents the findings of research that investigates the extent to which madrasah culture influences student discipline. The study employs an ex post facto design with a quantitative approach. The research sample consisted of students from a madrasah in Makassar City, selected through simple random sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using both descriptive and inferential statistics. The results indicate a significant influence of madrasah culture on student discipline. These findings underscore the importance of strengthening student discipline through the cultivation of madrasah culture, particularly within the context of the studied institution. Abstrak: Budaya madrasah mencakup nilai-nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku yang terpolakan secara rutin, mencerminkan kebiasaan untuk beradaptasi dengan lingkungan, serta perspektif madrasah dalam memecahkan masalah. Elemen-elemen budaya ini terbentuk melalui sejarah dan pengalaman institusi tersebut. Artikel ini menyajikan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengkaji sejauh mana budaya madrasah memengaruhi disiplin siswa. Penelitian ini menggunakan desain ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari siswa di sebuah madrasah di Kota Makassar, yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh budaya madrasah terhadap disiplin siswa. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat disiplin siswa melalui budaya madrasah yang telah dibangun, khususnya dalam konteks institusi yang diteliti.
Membentuk Kepribadian Islami: Pemberlakuan Strategi Pendidikan Anti-Kekerasan di Sekolah Menengah Atas Sudirman; Kasim, Amrah; Saprin; Yuspiani; Hasanuddin, Muhammad Irfan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i1

Abstract

This study aims to examine the development of Islamic personality through the implementation of anti-violence education at one of state senior high schools in Palopo City. Adopting a qualitative research approach with a case study design, the study utilized data collection methods such as observations, interviews, and document analysis. The data were analyzed using a modified analytical induction technique, as well as the interactive model of data analysis developed by Miles, Huberman, and Saldana, which includes processes of data condensation, data presentation, and drawing conclusions/verification. The findings reveal that violent behavior at the school manifests in various forms, including harassment, bullying, physical assault, fighting, hazing, and extortion. Some of these behaviors serve as indicators of potential triggers for future violent incidents within the school environment. The implementation of anti-violence education strategies is carried out through structural, cultural, and theological approaches. These strategies aim to address the root causes of violence and promote a more peaceful and supportive school climate. Moreover, the study shows that the implications of these anti-violence strategies extend beyond the school to include teachers, students, their families, and the wider community, suggesting a broader impact on societal attitudes towards violence and conflict resolution. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan kepribadian Islam melalui penerapan pendidikan anti-kekerasan di salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Palopo. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik induksi analitis yang dimodifikasi, serta model analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana, yang mencakup proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kekerasan di sekolah tersebut muncul dalam berbagai bentuk, termasuk pelecehan, perundungan, penyerangan fisik, perkelahian, perpeloncoan, dan pemerasan. Beberapa bentuk perilaku ini menjadi indikator potensi pemicu kekerasan yang dapat terjadi di masa depan di lingkungan sekolah. Penerapan strategi pendidikan anti-kekerasan dilakukan melalui pendekatan struktural, kultural, dan teologis. Strategi-strategi ini bertujuan untuk mengatasi akar penyebab kekerasan dan menciptakan iklim sekolah yang lebih damai dan mendukung. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa implikasi dari strategi anti-kekerasan ini meluas ke luar sekolah, mencakup para guru, siswa, keluarga mereka, dan masyarakat luas, yang mengindikasikan dampak yang lebih besar terhadap sikap sosial terhadap kekerasan dan penyelesaian konflik.
Development of Future Learning Models Based on Ki Hajar Dewantara’s Ideas: A Bibliometric Evaluation of Recent Research Ali, Ali Anhar Syi'bul Huda; Syahidin; Hermawan, Wawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i8

Abstract

This study investigates the application of Ki Hajar Dewantara's ideas in the development of future learning models through a bibliometric approach. By analyzing 500 publications from Google Scholar, Scopus, and Web of Science spanning the period 2014-2024, the study identifies key trends, highlights the contributions of leading researchers, and explores central themes in the related academic discourse. The findings reveal a significant increase in publications related to Dewantara's ideas, with a notable peak in 2023. Key topics identified include character education, independent curricula, and value-based learning. Additionally, the research underscores the global relevance of Dewantara's educational philosophy, aligning with the humanistic principles espoused by John Dewey and Paulo Freire. The implications for Indonesian education involve reinforcing the role of the Tri Center of Education and enhancing the integration of character values within the national curriculum. The study further recommends the development of technology-driven research and the adoption of hybrid learning models. Abstrak: Penelitian ini menyelidiki penerapan gagasan Ki Hajar Dewantara dalam pengembangan model pembelajaran masa depan melalui pendekatan bibliometrik. Dengan menganalisis 500 publikasi dari Google Scholar, Scopus, dan Web of Science yang mencakup periode 2014-2024, penelitian ini mengidentifikasi tren utama, menyoroti kontribusi peneliti terkemuka, dan mengeksplorasi tema-tema sentral dalam diskursus akademik terkait. Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam publikasi yang berkaitan dengan gagasan Dewantara, dengan puncak yang mencolok pada tahun 2023. Topik-topik utama yang teridentifikasi meliputi pendidikan karakter, kurikulum mandiri, dan pembelajaran berbasis nilai. Selain itu, penelitian ini menegaskan relevansi global dari filosofi pendidikan Dewantara, yang sejalan dengan prinsip humanistik yang diajarkan oleh John Dewey dan Paulo Freire. Implikasi untuk pendidikan Indonesia mencakup penguatan peran Tri Center of Education dan peningkatan integrasi nilai karakter dalam kurikulum nasional. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan riset berbasis teknologi dan adopsi model pembelajaran hybrid.
Madrasah Tsanawiyah Teachers' Perceptions of Blended Learning Implementation within Islamic Educational Institutions Yanto, Subari; Arbain; Sakri Abdullah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i9

Abstract

Although the concept of blended learning is widely recognized, many teachers, particularly those at Madrasah Tsanawiyah (MTs), remain unfamiliar with its principles and methods of implementation. In response, the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, through the Education and Training Agency in Makassar, organized training for MTs teachers on blended learning. This study aimed to examine the perceptions of Madrasah Tsanawiyah teachers regarding the use of blended learning in Civic and Environmental Education. Adopting a descriptive quantitative approach, the study involved a population of 120 teachers, participants in the training, which was divided into five different classes. Using purposive sampling, a sample of 29 teachers was selected, focusing on those teaching Civic Education. Data was collected through a questionnaire and analyzed descriptively, with results categorized into five groups. The findings revealed that teachers’ perceptions of blended learning were generally positive, with a mean score of 3.6, categorized as "good." The perceived quality of IT facilities in the training received an average score of 3.90, also categorized as "good." Teachers' perceptions of peer activities during the training averaged 4.3, indicating a "good" rating. Perceptions of the role of resource persons and training organizers were even more favorable, with both receiving an average score of 4.6, categorized as "very good." These results are expected to provide valuable insights for the implementation of future training programs that utilize blended learning, particularly within Islamic educational settings. Abstrak: Meskipun konsep pembelajaran blended learning telah dikenal luas, banyak guru, khususnya guru Madrasah Tsanawiyah (MTs), yang masih belum memahami prinsip dan cara penerapannya. Sebagai respons terhadap hal ini, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pendidikan Kementerian Agama di Makassar menyelenggarakan pelatihan bagi guru MTs mengenai blended learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru Madrasah Tsanawiyah terhadap penggunaan metode blended learning dalam Pendidikan Kewarganegaraan dan Lingkungan Hidup. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, populasi penelitian ini terdiri dari 120 guru peserta pelatihan yang dibagi dalam lima kelas berbeda. Menggunakan teknik purposive sampling, sampel penelitian sebanyak 29 guru dipilih, yang berfokus pada guru Pendidikan Kewarganegaraan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif, dengan hasil yang dikategorikan ke dalam lima kelompok. Temuan menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap blended learning secara keseluruhan positif, dengan rata-rata skor 3,6, yang termasuk dalam kategori "baik." Persepsi terhadap kualitas fasilitas TI dalam pelatihan berbasis blended learning memperoleh rata-rata skor 3,90, yang juga termasuk dalam kategori "baik." Persepsi guru terhadap kegiatan teman sejawat selama pelatihan memperoleh rata-rata skor 4,3, yang masuk dalam kategori "baik." Persepsi terhadap peran narasumber dan penyelenggara pelatihan sangat positif, dengan keduanya memperoleh rata-rata skor 4,6, yang termasuk dalam kategori "sangat baik." Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga untuk implementasi program pelatihan di masa depan yang menggunakan metode blended learning, khususnya di lembaga pendidikan Islam.
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK DI SMA MUHAMMADIYAH LIMBUNG KABUPATEN GOWA Pewangi, Mawardi; Ferdinan; Jarong, Koree
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i13

Abstract

This study aims to analyze the application of Islamic values in the implementation of academic supervision at a Muhammadiyah high school in Gowa Regency. The research employs a mixed-methods approach, combining both qualitative and quantitative techniques. The primary objective is to explore the influence of Islamic values on teacher performance. Data collection instruments include a combination of observation sheets and interview guides. Primary data are gathered through observations, interviews, and document analysis, while secondary data comprise relevant documents, books, and other academic sources. The research instruments consist of observation guides, interview protocols, and documentation tools. Data processing involves reduction, presentation, and drawing conclusions or verification. To ensure the credibility of the results, data triangulation is used as a method of validity testing. Quantitative data are analyzed using descriptive statistical techniques and presented in narrative form to complement the qualitative findings. The research results reveal that the integration of Islamic values into academic supervision at the school is reflected in four key aspects: ihsan (benevolence), sincerity, exemplary behavior, and renewal. The promotion of these values by the school principal is perceived as strong, with average scores of 3.59, 3.63, 3.54, and 3.45, respectively. These values aim to foster trust, discipline, responsibility, and innovation among teachers, as well as enhance their well-being and work motivation. Interview findings further corroborate the observation data, indicating that Islamic values are consistently applied through various programs, such as regular study sessions, the Baitul Arqam program, and the creation of a respectful and supportive school environment. Overall, this research demonstrates that the integration of Islamic values in academic supervision has effectively supported the improvement of teacher performance and contributed to the advancement of educational quality at the institution. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan supervisi akademik di salah satu sekolah Muhammadiyah di Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi (mixed methods). Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui penerapan nilai-nilai Islam dan dampaknya terhadap kinerja guru. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi dan wawancara. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen, buku, dan referensi relevan lainnya. Instrumen penelitian terdiri dari panduan observasi, panduan wawancara, dan pengumpulan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui proses pengurangan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi, dengan pengujian validitas data menggunakan triangulasi data untuk meningkatkan kredibilitas hasil penelitian. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk naratif untuk memperkaya data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan supervisi akademik di salah satu sekolah di Gowa mencakup empat aspek utama: nilai ihsan, keikhlasan, keteladanan, dan tajdid. Penanaman nilai-nilai tersebut oleh kepala sekolah dalam supervisi pendidikan tergolong tinggi, dengan rata-rata nilai 3,59 untuk ihsan, 3,63 untuk keikhlasan, 3,54 untuk keteladanan, dan 3,45 untuk tajdid. Implementasi nilai-nilai ini melibatkan pembinaan amanah, disiplin, tanggung jawab, dan inovasi di kalangan guru, serta upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja. Hasil wawancara memperkuat temuan dari observasi dan menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam diterapkan secara konsisten melalui pengajian rutin, program Baitul Arqam, dan penciptaan lingkungan sekolah yang saling menghormati dan mendukung. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di salah satu sekolah Muhammadiyah di Gowa berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara efektif, mendukung peningkatan kinerja guru, dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.
Peran Keterlibatan Siswa dan Kemandirian Belajar terhadap Penalaran Aljabar Syawahid, Muhammad; Sucipto, Lalu; Muttaqiah; Nasrun
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i15

Abstract

Few studies have examined the affective factors influencing students' algebraic reasoning. This study aims to investigate the effect of student engagement and self-regulated learning on algebraic reasoning. The research employed a quantitative correlational design. Using a cluster sampling technique, 202 students from Islamic State junior high schools in Mataram were selected as participants. Data were collected through tests and questionnaires. The instruments used included an algebraic reasoning test, student engagement questionnaires, and self-regulated learning questionnaires. Data analysis involved both descriptive analysis (categorical and statistical) and inferential analysis (prerequisite tests and hypothesis testing). The results of this study indicate that student engagement has a significant influence on algebraic reasoning (t = 2.418, p = 0.017 < 0.05). However, self-regulated learning did not show a significant effect on algebraic reasoning (t = -0.425, p = 0.671 > 0.05). Additionally, student engagement and self-regulated learning, when considered together, significantly influence algebraic reasoning (F = 3.117, p = 0.046 < 0.05). The study also found that student engagement and self-regulated learning account for 3% of the variance in algebraic reasoning (R² = 0.03), with the regression equation Y = 43.491 + 0.277X₁ - 0.06X₂. These findings suggest that teachers should prioritize fostering student engagement and self-regulated learning in the classroom, emphasizing interactive, collaborative, and contextually relevant algebra instruction. Abstrak: Beberapa penelitian telah mengeksplorasi faktor afektif yang memengaruhi penalaran aljabar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan siswa dan pembelajaran yang diatur sendiri terhadap penalaran aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Dengan teknik sampling klaster, 202 siswa dari Sekolah Menengah Pertama Negeri di Mataram dipilih sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan tes dan kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes penalaran aljabar, kuesioner keterlibatan siswa, dan kuesioner pembelajaran yang diatur sendiri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif (kategori dan statistik deskriptif) dan analisis inferensial (uji prasyarat dan uji hipotesis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa berpengaruh terhadap penalaran aljabar (t = 2,418, p = 0,017 < 0,05). Namun, pembelajaran yang diatur sendiri tidak berpengaruh terhadap penalaran aljabar (t = -0,425, p = 0,671 > 0,05). Selain itu, keterlibatan siswa dan pembelajaran yang diatur sendiri secara bersamaan berpengaruh terhadap penalaran aljabar (F = 3,117, p = 0,046 < 0,05). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dan pembelajaran yang diatur sendiri memberikan kontribusi sebesar 3% (R² = 0,03) terhadap penalaran aljabar dengan persamaan regresi Y = 43,491 + 0,277X₁ - 0,06X₂. Temuan ini memberikan implikasi bagi guru untuk memprioritaskan keterlibatan siswa dan pembelajaran yang diatur sendiri di dalam kelas, dengan menekankan pembelajaran aljabar yang interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan konteks.
The School Leadership Preparation Project: A Multi-Case Study on Education Policy in South Sulawesi Province Ardiansyah, Muhammad; Arismunandar; Ansar; Faridah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i11

Abstract

This research investigates the School Leadership Preparation Project in South Sulawesi Province. The project consists of a series of activities designed to identify highly potential and experienced teachers who are prepared to take on additional responsibilities as school principals. The process involves two stages: (1) selection (comprising administrative and academic selection), and (2) education and training. This study critically examines the policy formulation, its implementation, and the outcomes in South Sulawesi Province. Data collection was conducted through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The individual data analysis followed the Miles and Huberman (2014) flow model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. For cross-case analysis, a comparative approach was employed as recommended by Yin (2002). The findings indicate that the School Leadership Preparation Project is more responsive to current needs than to future demands, as the political discretion of local leaders often outweighs adherence to central government policies. Moreover, the project is primarily attended by junior or low-tenure teachers, who may lack the leadership qualifications expected of prospective school leaders. The content of the school leadership preparation programs focuses more on leadership development rather than on managerial skills, school entrepreneurship, or educational supervision. Abstrak: Penelitian ini menyelidiki Proyek Persiapan Kepemimpinan Sekolah di Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengidentifikasi guru-guru yang berpotensi dan berpengalaman yang siap untuk mengambil tanggung jawab tambahan sebagai kepala sekolah. Prosesnya meliputi dua tahap: (1) seleksi (terdiri dari seleksi administrasi dan akademik), dan (2) pendidikan dan pelatihan. Kajian ini mengkaji secara kritis perumusan kebijakan, implementasinya, dan outcome di Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data individu mengikuti model aliran Miles dan Huberman (2014), yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk analisis lintas kasus, pendekatan komparatif digunakan seperti yang direkomendasikan oleh Yin (2002). Temuan-temuan yang ada menunjukkan bahwa Proyek Persiapan Kepemimpinan Sekolah lebih responsif terhadap kebutuhan saat ini dibandingkan tuntutan di masa depan, karena kebijaksanaan politik para pemimpin daerah seringkali melebihi kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, proyek ini sebagian besar diikuti oleh guru-guru junior atau guru dengan masa jabatan rendah, yang mungkin tidak memiliki kualifikasi kepemimpinan yang diharapkan dari calon pemimpin sekolah. Isi program persiapan kepemimpinan sekolah lebih menitikberatkan pada pengembangan kepemimpinan dibandingkan keterampilan manajerial, kewirausahaan sekolah, atau supervisi pendidikan.
Innovative Leadership of Madrasah Aliyah Principals in Enhancing Educational Quality in Pidie, Aceh Province Abdullah; Idris, Jamaluddin; Silahuddin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i3

Abstract

This study explores the innovative leadership practices of Islamic senior high school (known as Madrasah Aliyah) principals in Pidie Regency, Aceh, aimed at enhancing educational quality. It addresses the research gap regarding innovative leadership in madrasahs, particularly in Aceh—a post-conflict region with strong cultural and religious values. The study draws on Transformational Leadership and Adaptive Leadership theories to frame its analysis. Using a qualitative case study approach, data were collected from 32 informants, including principals, teachers, students, and school committee members, from eight purposively selected State Madrasah Aliyahs. Data collection methods included direct observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings identify five key components of innovative leadership: strategic vision, stakeholder orientation, collaboration, trust-building, and open communication. Practical strategies, such as technology-based learning and community engagement, were implemented to address challenges in student performance while preserving cultural and religious identity. These results underscore the pivotal role of innovative leadership in balancing tradition and modernity, offering actionable recommendations for principals and policymakers to develop adaptive leadership strategies in similar educational contexts. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku kepemimpinan inovatif kepala Madrasah Aliyah di Kabupaten Pidie, Aceh, dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Studi ini mengisi kesenjangan penelitian terkait terbatasnya kajian tentang kepemimpinan inovatif di madrasah, khususnya dalam konteks Aceh sebagai wilayah pasca-konflik dengan nilai budaya dan agama yang kuat. Dengan menggunakan teori Transformational Leadership dan Adaptive Leadership, penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan 32 informan dari delapan Madrasah Aliyah Negeri yang dipilih secara purposive. Informan terdiri atas kepala madrasah, guru, siswa, dan anggota komite sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi lima aspek utama kepemimpinan inovatif: visi strategis, orientasi pada pemangku kepentingan, kolaborasi, pembangunan kepercayaan, dan komunikasi terbuka. Strategi praktis seperti pembelajaran berbasis teknologi serta keterlibatan komunitas diterapkan untuk mengatasi tantangan rendahnya hasil belajar sambil mempertahankan identitas budaya dan religius. Hasil ini menegaskan pentingnya kepemimpinan inovatif dalam menyeimbangkan tradisi dan modernitas, sekaligus menawarkan rekomendasi strategis bagi kepala madrasah dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan kepemimpinan adaptif dalam konteks pendidikan serupa.
The Integration of Traditional Values of Pelintau Pencak Silat as a Resource for Local History Education Prasetyo, Okhaifi; Dilwan, Muhammad Al; Rahman, Aulia
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i4

Abstract

The traditional values of Pencak Silat Pelintau have not been systematically incorporated into the curriculum as a resource for local history education. The integration of these values is essential for enhancing the relevance of local learning materials and ensuring the availability of indigenous educational resources. This study seeks to explore the integration of Pencak Silat Pelintau’s traditional values into the curriculum as an approach to local history education. Employing a descriptive qualitative research design, the study utilized data collection methods including observation, interviews, and document analysis. Data were analyzed through processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings suggest that the local wisdom inherent in Pencak Silat Pelintau can be effectively integrated into local history instruction. Within the framework of the Merdeka Curriculum, the topics of the Islamic Kingdoms in Phase E and Colonialism and Indonesian National Resistance in Phase F present appropriate opportunities to incorporate the stories and values of the Pelintau Pencak Silat tradition. This integration enables students to develop a deeper understanding of local history while internalizing key values such as honesty, discipline, cooperation, simplicity, politeness, courage, and resilience—values that contribute to shaping positive attitudes and behaviors in students' personal and social lives. Abstrak: Nilai-nilai tradisional Pencak Silat Pelintau belum diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Integrasi nilai-nilai ini sangat penting untuk meningkatkan relevansi materi pembelajaran lokal dan memastikan tersedianya sumber daya pendidikan yang bersifat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai tradisional Pencak Silat Pelintau ke dalam kurikulum sebagai pendekatan dalam pembelajaran sejarah lokal. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam Pencak Silat Pelintau dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam pengajaran sejarah lokal. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, topik-topik mengenai Kerajaan Islam pada Fase E serta Kolonialisme dan Perlawanan Nasional Indonesia pada Fase F menjadi peluang yang tepat untuk mengintegrasikan cerita dan nilai-nilai tradisi Pencak Silat Pelintau. Integrasi ini memungkinkan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai sejarah lokal sekaligus menginternalisasi nilai-nilai penting seperti kejujuran, disiplin, kerjasama, kesederhanaan, kesopanan, keberanian, dan ketangguhan—nilai-nilai yang berkontribusi dalam membentuk sikap dan perilaku positif dalam kehidupan pribadi dan sosial siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 15