cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
INTERNALIZATION OF GEN-Q CHARACTERS IN ELEMENTARY SCHOOL THROUGH CALISA LEARNING Bali, Muhammad Mushfi El Iq; Rozhana, Kardiana Metha
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i7

Abstract

The purpose of this study was to determine the efforts to form students' Gen-Q, as well as the supporting and inhibiting factors in the effort to form students' Gen-Q through the CALISA program. This study used a descriptive qualitative research method with a case study approach. The method used in this study is a qualitative method that collects data using observation, interview, and documentation. The data analysis applied was a descriptive qualitative analysis of data reduction, data models, and conclusion. The results of this study are the efforts to form a Gen-Q students, including holding the Gen-Q activities in: 1) the CALISA program, 2) understanding the Quran, and 3) practicing the Qur’an. Factors supporting the CALISA program include: 1) the availability of supporting facilities and infrastructure, 2) the participation of teachers and guardians of students, 3) the level of student awareness, and 4) discipline. Whereas, the inhibiting factors are: 1) the influence of students' family conditions, 2) the influence of the community environment, and 3) the anomaly of student motivation to shape the Gen-Q students through the CALISA program at SDN Sumberanyar I Paiton Probolinggo. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya pembentukan Gen-Q pebelajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam upaya membentuk Gen-Q pebelajar melalui program CALISA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan analisis deskriptif yaitu reduksi data, model data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya upaya pembentukan Gen-Q pebelajar diantaranya mengadakan kegiatan Gen-Q dalam: 1) program CALISA, 2) memahami Alquran, 3) mengamalkan Alquran. Faktor pendukung program CALISA diantaranya: 1) tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung, 2) partisipasi pembelajar dan wali murid, 3) tingkat kesadaran pebelajar, dan 4) tata tertib, sedangkan faktor penghambatnya yaitu: 1) adanya pengaruh kondisi keluarga pebelajar, 2) pengaruh lingkungan masyarakat, 3) anomali motivasi pebelajar dalam upaya membentuk Gen-Q pebelajar melalui program CALISA di SDN Sumberanyar I Paiton Probolinggo.
STUDENTS' ATTITUDES TOWARD LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) DURING COVID-19 PANDEMIC: A CASE STUDY Mundir, Mundir; Umiarso, Umiarso
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i6

Abstract

This study aimed to know the students' attitudes and influenced factors in learning Islamic education using Learning Management System (LMS). This study used a qualitative approach based on the social cognitive theory. The subjects of this research were 18 students and 3 teachers who taught Islamic education online in SMA 1 Jember. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Miles' and Hubermann's interactive technique, consisting of three stages: data condensation, presentation, and conclusion. The result of this research indicated that the students' attitudes in the implementation of LMS during learning Islamic education were positive because they could easily reach learning material and other sources. In addition, the students' attitudes on LMS were influenced by three factors: individual (e-learning self-efficacy), social (subjective norm), and organizational (accessibility system) factors. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam menggunakan Learning Management System (LMS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan Social Cognitive Theory. Subjek penelitian ini adalah 18 siswa dan 3 guru yang mengajar Pendidikan Agama Islam secara online di SMA Negeri 1 Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik interaktif Miles dan Hubermann, yang terdiri dari tiga tahap: kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap siswa selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan LMS adalah positif karena mereka dapat dengan mudah menjangkau materi pembelajaran dan sumber lainnya. Selain itu, sikap siswa terhadap LMS dipengaruhi oleh tiga faktor: faktor individu (e-learning self-efficacy), sosial (subjective norm), dan faktor organisasi (accessibility system).
منهج شعبة تدريس اللغة العربية بناء على الوسطية الدينية يف اجلامعات اإلسالمية احلكومية بسوالويسي اجلنوبية Kartini, Kartini; Pamessangi, Andi Arif; Pallawagau, Baso; Wahibah, Wahibah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i2

Abstract

:ملخص يهدف هذا البحث إىل معرفة العوامل الداعمة واملثبطة يف عملية تنفيذ منهج شعبة تدريس اللغة العربية القائم على الوسطية الدينية يف اجلامعات اإلسالمية احلكومية بسوالويسي اجلنوبية، و تشمل التخطيط لتنفيذ املنهج وتنفيذ املنهج وتقييم تنفيذ املنهج مث لتعريف العوامل الداعمة واملثبطة لتطبيق منهج شعبة تدريس اللغة العربية. و هذا البحث نوعي، و مجع البياانت عن طريق املالحظة، وهي مالحظة املشاركني للحصول نتائج البحث الدقيقة؛ و املقابلة، وهي مقابالت مباشرة مع رؤساء الشعبة وأمنائها واحملاضرين وطالب شعبة تدريس اللغة العربية؛ و الواثئق، و هي يف شكل أرشيفات املناهج وأرشيفات خطة التعليم للفصل الدراسي و كذلك الوثيقة املكتوبة األخرى. ونتائج البحث تشري إىل أن منهج شعبة تدريس اللغة العربية القائم على الوسطية الدينية قد مت تطبيقه مع إيالء اهتمام كب ري لزراعة قيم الوسطية الدينية اليت ميكن مالحظتها يف عملية التخطيط لتنفيذ املنهج وتطبيقه وتقييم تنفيذ ه، سواء من حيث قيمة الوسطية الدينية مكتوبة يف املناهج الدراسية أو ضمنية من خالل عملية التنفيذ أو من خالل األنشطة األكادميية يف اجلامعة. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Implementasi Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab Berbasis Moderasi Beragama di Institut Agama Islam Negeri se-Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara observasi, yaitu teknik observasi partisipan demi mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat dilapangan; wawancara, yaitu wawancara langsung kepada para ketua dan sekretaris program studi, para dosen serta mahasiswa program studi Pendidikan bahasa Arab; dan dokumentasi, baik berupa dokumen arsip kurikulum, arsip Rencana Pembelajaran Semester (RPS) maupun yang bersifat literer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Arab berbasis Moderasi Beragama diimplementasikn dengan sangat memperhatikan penanaman nilai-nilai moderasi beragama, yang dapat dilihat pada prose perencanaan pelaksanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum serta evaluasi pelaksanaan kurikulum, baik nilai moderasi beragama tersebut tersurat didalam kurikulum ataupun tersirat melalui proses implementasinya ataupun melalui kegiatan-kegiatan akademik kampus.
THE EFFECTIVENESS OF USING AUDIOVISUAL MEDIA IN LEARNING TO WRITE INDONESIAN DRAMA SCRIPT Djumingin, Sulastriningsih; Juanda; Azis
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i4

Abstract

This research aims to prove the effectiveness of using audiovisual media in learning to write drama scripts for students. The population in this research were students of class XII Social Science which collected 90 people from three classes. The sample was determined by purposive sampling technique in order to obtain 2 classes as the experimental and control classes. The research design was a quasi-experimental. The instrument used is a drama writing test. The collected data were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis in the form of independent t-test. The results showed that the group using audiovisual media obtained better results than audio media. The results of the study were evidenced by a t-test which showed that audiovisual media was effectively used in learning to write drama scripts. The implication of this research is that teachers can improve students' ability to write Indonesian drama scripts using audiovisual media. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran menulis naskah drama siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS yang berjumlah 90 orang dari tiga kelas. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Desain penelitian adalah eksperimen semu. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis drama. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan media audiovisual memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan media audio. Hasil penelitian tersebut dibutikan dengan uji-t yang menunjukkan bahwa media audiovisual efektif digunakan dalam pembelajaran menulis naskah drama. Implikasi penelitian ini adalah guru dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis naskah drama bahasa Indonesia dengan menggunakan media audiovisual.
WHATSAPP GROUP-BASED ENGLISH SCHOOL IN COVID-19 PANDEMIC Suardi, Suardi; Pratiwi, Widya Rizky
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i9

Abstract

This study describes the members’ motivation and learning process in WhatsApp Group-based English School (WG-ES) as a unique platform to organize self-productivity during COVID-19. This study used the qualitative method. Fifty-one members participated. The instruments used were Google forms, observations, and documents. The data were analyzed using adopted six approaches by Cresswell. The results indicated that the participants joined WG-ES based on their desires and awareness. Their motivations for joining WG-ES were divided into English-based and non-English-based motivations. Most participants were motivated to improve their English skills, specifically communication skills. The other motivations were the expectation to expand networking, get experience, and find an opportunity to study abroad. In WG-ES, the learning programs were divided into two main activities, daily chitchat and focused learning. WG-ES had rules, study schedules, and flexible curriculums. Therefore, the participants seemed more comfortable studying English through WG-ES. Abstrak: Penelitian ini menggambarkan motivasi dan proses belajar anggota di Sekolah Bahasa Inggris berbasis Grup WhatsApp sebagai platform yang produktif selama COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lima puluh satu anggota berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah Google-form, observasi, dan dokumen. Data dianalisis menggunakan enam pendekatan yang diadopsi oleh Cresswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mengikuti Grup WhatsApp berdasarkan keinginan dan kesadaran mereka. Motivasi untuk bergabung Grup WhatsApp terbagi menjadi motivasi berbasis bahasa Inggris dan non-bahasa Inggris. Sebagian besar peserta termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, khususnya keterampilan komunikasi. Motivasi lainnya adalah harapan untuk memperluas jaringan, mendapatkan pengalaman, dan menemukan kesempatan untuk belajar di luar negeri. Dalam Grup WhatsApp ini, program pembelajaran dibagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu obrolan harian dan pembelajaran terfokus. Sekolah Bahasa Inggris berbasis Grup WhatsApp ini memiliki aturan, jadwal belajar, dan kurikulum yang fleksibel. Oleh karena itu, para peserta lebih nyaman belajar bahasa Inggris melalui Sekolah Bahasa Inggris berbasis Grup WhatsApp.
IDENTIFICATION OF THE STAGES OF STUDENTS’ FIELD-INDEPENDENT CREATIVE THINKING PROCESS IN MATHEMATICS PROBLEM SOLVING Tampa, Alimuddin; Minggi, Ilham; Alimuddin, Fauziyyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i10

Abstract

The purpose of this study was to describe the creative thinking process of students' field-independent cognitive style in solving mathematical problems related to the circumference of a flat shape. The method used was descriptive qualitative. The subjects of this study were class VIII students who had a field-independent cognitive style based on the Group Embedded Figure Test (GEFT). Data were obtained through tests, documentation, observation, and interviews. Data analysis was carried out using four creative thinking processes developed by Graham Walla, namely preparation, incubation, illumination, and verification. The results indicated that students could understand the problem well, tend to be quiet to find solutions, could design solutions that would be done by choosing ideas to be solved by modifying the knowledge they already have and applying designed ideas to solve problems. Therefore, students seemed to understand mathematical operations related to the circumference of plat shapes. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan proses berpikir kreatif gaya kognitif field-Independent siswa dalam memecahkan masalah matematika berkaitan dengan keliling bangun datar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas VIII yang memiliki gaya kognitif field-independent berdasarkan hasil tes Group Embedded Figure Test (GEFT). Data diperoleh melalui tes, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analysis data dilakukan menggunakan empat proses berpikir kreatif yang dikembangkan Graham Walla, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa dapat memahami masalah dengan baik, cenderung pendiam untuk mencari solusi, dapat merancang solusi yang akan dilakukan dengan memilih ide untuk diselesaikan dengan memodifikasi pengetahuan yang telah dimiliki, dan menerapkan ide yang dirancang untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, siswa tampak memahami operasi matematika yang berkaitan dengan keliling bangun datar.
ANALYSIS OF THE STUDENTS' PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE AND CONTENT KNOWLEDGE IN MATHEMATICS LEARNING Tina Sri Sumartini
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n1i4.

Abstract

Abstract:Lack of Pedagogical Content Knowledge (PCK) and Content Knowledge (CK) of a teacher is a problem in the implementation of mathematics learning. There were various opinions about the correlation between PCK and CK of teacher's knowledge. Therefore, this study aims to analyze the correlation between them to the students of Mathematics Education as prospective mathematics teachers. The method used was a mix-method to determine the inferential correlation and to investigate deeply. The sampling technique used was purposive sampling by taking 33 students majoring in Mathematics education at Institut Pendidikan Indonesia. The results of the study indicated that there was a significant correlation between the students' PCK and CK as prospective teachers. PCK and CK were an integral part of teacher competence in teaching Mathematics. This study confirmed that the Mathematical beliefs of prospective teachers need serious attention. The implication in this study provided a statement about the importance of constructivism learning in the development of students' PCK and CK.Abstrak:Kurangnya Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan Content Knowledge (CK) seorang guru menjadi masalah dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Terjadi perbedaan pendapat tentang korelasi keduanya dalam struktur pengetahuan guru. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menganalisis korelasi antara PCK dan CK pada mahasiswa jurusan Ppendidikan Matematika sebagai calon guru Matematika. Metode yang digunakan adalah mix-method  untuk mengetahui korelasi secara inferensial dan menganalisis lebih dalam secara kualitatif. Teknik sampel yang digunakan yaitu puposive sampling dengan mengambil sampel sebanyak 33 mahasiswa jurusan pendidikan matematika di Institut Pendidikan Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara PCK dengan CK mahasiswa sebagai calon guru. PCK dan CK merupakan satu kesatuan dari kompetensi guru dalam mengajar Matematika. Penelitian ini menegaskan bahwa keyakinan Matematis calon guru perlu mendapat perhatian yang serius. Implikasi dalam penelitian ini memberikan pernyataan tentang pentingnya pembelajaran kontruktivisme dalam pengembangan PCK dan CK mahasiswa.
THE EDUCATIONAL VALUE OF KAIZEN QUALITY MANAGEMENT Azhar Arsyad; Nur Aliyah Nur; Nurhikmah Nurhikmah; Sophia Azhar
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n1i13.

Abstract

Abstract:This paper discusses the educational values of Kaizen culture in Japan. The research used to pose a main question of what educational values Kaizen management and culture has in common, based on the theory proposed by Richard T Kinner, Jerry L. Kernes, and Therese M. Dautheribes which declares that universality and education can coexist within the human community because there is a universal moral education written on the human heart. Since this is a library research and that of observational field of studies with qualitative data the researchers analyzed the research observation results conducted in Toyota, Tokyo, Nagoya, Kyoto, and Osaka as the primary sources of this study by using keywords of Kaizen values, Total Management Quality (TQM), and Kaizen Management Quality (KMQ) then the researchers analyzed and described the information about the educational values found in those primary sources. The results indicated that the universal and educational significant values which Kaizen has in general are discipline, good order (organization), honesty, trust, communication, peaceful life and nonviolent value, neatness, equanimity, and habit formation. Those kind of values will result in benevolence and compassion. In the end, Despite the fact that Kaizen seems to be related to the total quality management studies, this research paves the way to learn more about the importance of moral education in raising one's values via the examples rendered by Kaizen of Japan.Abstrak:Artikel ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan budaya Kaizen di Jepang. Penelitian ini digunakan untuk mengajukan pertanyaan utama tentang apa kesamaan nilai-nilai pendidikan manajemen dan budaya Kaizen, berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Richard T Kinner, Jerry L. Kernes, dan Therese M. Dautheribes yang menyatakan bahwa universalitas dan pendidikan dapat hidup berdampingan dalam komunitas manusia karena ada pendidikan moral universal yang tertulis di hati manusia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Pustaka kualitatif dengan menggunakan hasil observasi penelitian yang dilaksanakan di kota Toyota, Nagoya, Kyoto dan Osaka sebagai sumber utama data penelitian dengan menggunakan kata kunci: nilai-nilai Kaizen, Kualitas Manajemen Total, dan Kualitas Manajemen Kaizen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai penting universal dan pendidikan yang dimiliki Kaizen secara umum adalah disiplin, ketertiban (organisasi), kejujuran, kepercayaan, komunikasi, kehidupan damai dan nilai non-kekerasan, kerapian, keseimbangan batin, dan pembentukan kebiasaan. Nilai-nilai semacam itu akan menghasilkan kebajikan dan kasih sayang. Pada akhirnya, Terlepas dari kenyataan bahwa Kaizen tampaknya terkait dengan studi manajemen kualitas total, penelitian ini membuka jalan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pentingnya pendidikan moral dalam meningkatkan nilai-nilai seseorang melalui contoh-contoh yang diberikan oleh Kaizen dari Jepang.
IMPROVING THE STUDENTS’ PROBLEM-SOLVING ABILITIES THROUGH THE DEVELOPMENT OF LEARNING MOTIVATION Zubaidillah, Muh. Haris; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Suratno, Suratno
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i13

Abstract

This study aimed to explore the effect of learning motivation on students' problem-solving abilities. This research was quantitative research with an experimental method. The research design used was a within-group with a repeated measure type. The subjects were the students of State Islamic University of Antasari Banjarmasin, consisting of 138 people. The research instrument used was a test. The data were analyzed by repeated measures using the SPSS version 25 program with Tests of Within-Subjects analysis. Based on the analysis data, it showed that the Sphericity Assumed value was Sig. 0.00, which was less than 0.05. It meant that Ho was rejected and Ha was accepted. In other words, there was clear evidence that the treatment results had a significant effect on the development of problem-solving abilities during treatment. Therefore, the results indicated that one of the efforts to improve students' problem-solving skills was to develop student learning motivation. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah jenis within-group or individual design dengan tipe repeated measures. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa pada perguruan tinggi Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin dengan total sampel sejumlah 138 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes. Data dianalisis dengan repeated measures dalam program SPSS versi 25 dengan analisis Tests of Within-Subjects. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa nilai Sphericity Assumed adalah sig. 0,00 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, atau dengan kata lain terdapat bukti yang jelas bahwa hasil perlakuan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan kemampuan pemecahan masalah selama perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa adalah dengan mengembangkan motivasi belajar mahasiswa.
THE IMPACT OF LIFE SKILL EDUCATION CURRICULUM IMPLEMENTATION IN ANTICIPATING ADOLESCENT PROBLEMS AT THE UNICEF PROJECT PILOT SCHOOL IN BONE REGENCY Nursabaha, Sarifa; Juhannis, Hamdan; Syamsudduha, St.; Mania, Sitti
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i11

Abstract

This article aims to determine the impact of implementing Life Skill Education curriculum in anticipating adolescent problems at Unicef ​​Pilot Project School in Bone. Data collection techniques include interviews, observations, and documents. The data were analyzed by the stages of data display, data reduction, and data verification. The results showed that the impact of implementing LSE curriculum in anticipating adolescent problems in Bone was seen in independence of meeting personal needs in the form of students being able to be independent, gaining life skills, being able to overcome problems of Menstrual Hygiene Management (MKM), and being able to practice a variety of learning methods. Other independence in terms of meeting social needs are students being able to overcome bullying problems, managing environment, and overcoming child marriage. Therefore, it is expected to the government to issue a policy on the implementation of Life Skill Education curriculum to be applied in the educational environment because it has a positive influence on the prevention of child marriage. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi kurikulum Life Skill Education dalam mengantisipasi problematika remaja pada Sekolah Pilot Project Unicef di Kabupaten Bone. Teknik pengumpulan data diperolah meliputi wawancara, observasi dan dukumen. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif lalu diolah dengan tahap display data, reduksi data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak implementasi kurikulum Life Skill Education dalam mengantisipasi problematika remaja di Bone terlihat pada kemandirian pemenuhan kebutuhan personal berupa: peserta didik mampu bersikap mandiri, peserta didik memperoleh keterampilan hidup, peserta didik mampu mengatasi masalah Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM), peserta didik mengetahui dan mampu mempraktikkan metode pembelajaran yang bervariasi. Kemandirian lainnya dalam hal pemenuhan kebutuhan sosial, berupa: peserta didik mampu mengatasi masalah bullying, mengelola lingkungan, dan mengatasi persoalan perkawinan anak. Implikasi penelitian diharapkan kepada pemerintah terkait untuk mengeluarkan kebijakan tentang implementasi kurikulum Life Skills education untuk diterapkan di lingkungan pendidikan karena memiliki pengaruh positif terhadap pencegahan perkawinan anak.