cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
INVESTIGATING UNIVERSITY STUDENT’S ACCEPTANCE OF VIRTUAL AND REMOTE LABS IN THEIR LEARNING Nasution, Nanda Eska Anugrah; Rizka, Chairany
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i4

Abstract

With the advancement of information and technology, virtual and remote laboratories have become supplementary or extra tools for hands-on biology laboratories. In this study, we modified the technology acceptance model to incorporate three additional external variables derived from flow theory in predicting students' acceptance and use of virtual and remote laboratories. This research included 145 college students. These students used virtual and remote laboratories for at least three months. The learning subjects in this research are deoxyribonucleic acid extraction, polymerase chain reaction, gel electrophoresis, deoxyribonucleic acid microarray, and flow cytometry. Using SPSS 25.0, a multiple regression analysis was performed to test the structural model hypothesis. This study validated the association between the basic variables used in the technology acceptance model: perceived ease of use, perceived usefulness, attitudes toward using, behavioral intention, and actual use. There were no surprising discoveries for the technology acceptance model's primary variables. Concentration and perceived enjoyment in the flow theory variables have an extensive relationship with the technology acceptance model variables, perceived usefulness, and perceived ease of use. Meanwhile, one flow theory variable, time distortion, exhibits no significant relationship with perceived usefulness or ease of use. Abstrak: Laboratorium virtual dan jarak jauh menjadi tren yang dimanfaatkan sebagai alat bantu praktikum biologi. Kami memodifikasi model penerimaan teknologi dalam penelitian ini dengan memasukkan tiga variabel eksternal tambahan yang berasal dari teori flow dalam memprediksi bagaimana mahasiswa menerima dan menggunakan laboratorium virtual dan jarak jauh. Penelitian melibatkan 145 mahasiswa. Para mahasiswa ini telah menggunakan laboratorium virtual dan jarak jauh setidaknya tiga bulan. Materi pembelajaran penelitian ini adalah ekstraksi asam deoksiribonukleat (DNA), polymerase chain reaction (PCR), gel electrophoresis, deoxyribonucleic acid microarray, dan flow cytometry. Hubungan antara variabel dasar yang digunakan dalam technology acceptance model yaitu kemudahan penggunaan yang dirasakan (perceived ease of use), kebergunaan yang dirasakan (perceived usefulness), sikap (attitudes toward using), niat perilaku (behavioral intention), dan penggunaan sebenarnya (actual use) divalidasi dalam penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 25. Tidak ada penemuan mengejutkan untuk variabel utama technology acceptance model. Variabel konsentrasi (concentration) dan kesenangan yang dirasakan (perceived enjoyment) pada teori flow memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel technology acceptance model, kebergunaan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan. Sedangkan satu variabel teori flow, distorsi waktu (time distortion) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kebergunaan yang dirasakan atau kemudahan penggunaan yang dirasakan.
REVOLUTIONIZE THE POTENTIAL OF CHATGPT AS TEACHING MATERIAL TO ENGAGE STUDENTS IN LEARNING Rasjid, A. Ramli; Al Yakin, Ahmad; Muthmainnah, Muthmainnah; Zulfiqar Bin Tahir , Saidna; J. Obaid, Ahmed
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i1

Abstract

Since ChatGPT was released to the public, several students have used it for academic purposes. This study aimed to investigate the feasibility of implementing ChatGPT as teaching material to motivate students to learn. This study used a survey method through a questionnaire to obtain data. The respondents of this research were the students of the Engineering faculty at Makassar State University, consisting of 77 students. The instrument used was a questionnaire using the Likert scale. Data were analyzed using SPSS version 26. The findings of this study highlighted that most respondents believed that ChatGPT as teaching material impacted students’ motivation to learn Pancasila and citizenship education courses. The implications of this research are to motivate students to learn, and the lecturers should prepare their materials with the appropriate technology, design effective teaching models, and develop curricula and learning activities that can improve comprehensive understanding of the material being taught, the right learning resources, the right technology, and the right teaching instructions. Abstrak: Sejak ChatGPT dirilis ke publik, beberapa mahasiswa telah menggunakannya untuk keperluan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan penerapan ChatGPT sebagai bahan ajar untuk memotivasi siswa belajar. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui kuesioner untuk memperoleh data. Responden penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar yang berjumlah 77 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa ChatGPT sebagai bahan ajar berdampak pada motivasi siswa mempelajari mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memotivasi mahasiswa dalam belajar, dan dosen hendaknya menyiapkan materi dengan teknologi tepat guna, merancang model pengajaran yang efektif, dan mengembangkan kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman komprehensif terhadap materi yang diajarkan, sumber belajar yang tepat, teknologi yang tepat, dan instruksi pengajaran yang tepat.
THE PLANT STUDY OF GUNUNG SARI UNM CAMPUS AREA AS A HIGHER PLANT BOTANY LEARNING RESOURCES Syamsiah, Syamsiah; Mushawwir Taiyeb; Lodang, Hamka
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i2

Abstract

Abstract: The study aimed to describe the diversity of flora in the UNM Gunung Sari Campus area. This research is qualitative descriptive research, namely research conducted by describing the research data that have been carried out systematically and accurately regarding the characteristics of higher plants with varied habitus, such as herbs, bushes, shrubs, and trees. The observation of plants was carried out by roaming method by exploring all research locations. The data collection techniques were conducted by carrying out direct identification in the field, and further identification for unknown species concerning literature/ books, identification keys, and plantNet applications. In addition, the documentation was carried out by taking pictures of each plant sample found, both habitus pictures and pictures of each organ. The results of the study revealed that the flora of the UNM Gunung Sari Campus area was quite diverse consisting of 121 species belonging to 51 families, representing all of the higher plants, Pinophyta division (open seed plant group/Gymnosperm) and Magnoliophyta division (closed seed plant group/ Angiosperm), included in the class of Magnoliopsida (Dicotyledon), class of Liliopsida (Monocotyledon). All of these species represent all habitus categories, namely herbs, bushes, shrubs, and trees. Thus, the flora in UNM Gunung Sari Campus Area is representative to serve as a source of learning for several Botany hump courses in the Department of Biology. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran keragaman flora di kawasan Kampus UNM Gunung Sari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan dan mendeskripsikan data hasil penelitian yang telah dilakukan secara sistematis dan akurat mengenai ciri-ciri tumbuhan tingkat tinggi dengan habitus bervariasi, seperti herba, semak, perdu, dan pohon. Pengamatan tumbuhan dilakukan dengan metode jelajah dengan menjelajahi seluruh lokasi penelitian. Teknik pengambilan data dengan melakukan identifikasi langsung di lapangan, dan identifikasi lanjutan untuk spesies yang belum diketahui dengan mengacu pada literatur/ buku, kunci identifikasi, dan aplikasi plantNet. Di samping itu dilakukan dokumentasi dengan pengambilan gambar setiap sampel tumbuhan yang ditemukan, baik gambar habitus maupun gambar setiap organ. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa flora Kawasan Kampus UNM Gunung Sari cukup beragam terdiri dari 121 species termasuk ke dalam 51 familia, mewakili tumbuhan tingkat tinggi yaitu divisio Pinophyta (tumbuhan biji terbuka/Gymnospermae) dan divisio Magnoliophyta (tumbuhan biji tertutup/Angiosperm), tercakup dalam classis Magnoliopsida (Dicotyledonae), classis Liliopsida (Monocotyledonae). Semua species tersebut mewakili kategori habitus, yaitu herba, semak, perdu, dan pohon. Dengan demikian flora pada Kawasan Kampus UNM Gunung Sari representatif untuk dijadikan sebagai sumber belajar beberapa mata kuliah Botani pada Jurusan Biologi.
THE CONCEPT OF RELIGIOUS MODERATION OF MUSLIM MINORITY COMMUNITY IN CHARACTER BUILDING OF WEST PAPUA SOCIETY Chalik , Sitti Aisyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i11

Abstract

Abstract: Religious moderation is essential for all levels of society, especially students in West Papua City and Regency. This study was conducted to analyze the perceptions and constraints faced by students on the concept of religious moderation of Muslim minority communities in character building in West Papua. This qualitative research intended to explore the phenomenon experienced by the research subjects using methodological and scientific approaches. The data collection method was carried out through observation, interview, and documentation with researchers as the main instrument and supporting instruments using an observation list (checklist), interview guidelines, and media. The results showed that from the point of social relations, ordinary Muslim communities carry out activities blending with the communities, both non-Muslims and fellow Muslims. Abstrak: Moderasi beragama sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya mahasiswa yang berada di Kota dan Kabupaten Papua Barat.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis persepsi serta kendala yang dihadapi mahasiswa terhadap Konsep moderasi beragama masyarakat minoritas muslim dalam pembentukan karakter di Papua Barat.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan pendekatan yakni dari segi pendekatan metodologis dan dari segi pendekatan keilmuan. metode pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama serta instrument penunjang berupa: daftar observasi (check list observation), pedoman wawancara, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut hubungan sosial masyarakat muslim biasa melakukan kegiatan yang merupakan pembauran dengan masyarakat nonmuslim sekitar baik itu sesama muslim maupun yang lain.
21ST CENTURY SKILLS LEARNING USING LEMMANG LEARNING RESOURCES: A STUDY OF ETHNOMATHEMATICAL BUGIS MAKASSAR Tampa, Alimuddin; Firdaus, Andi Mulawakkan; Ja’faruddin, Ja’faruddin; Chen, Wen-Haw
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i6

Abstract

Abstract: 21st century learning demands the application of skills and knowledge that are relevant to everyday life. While mathematics is a subject taught at all levels of education, it remains challenging for many students. Often perceived as disconnected from culture, students may find learning mathematics less meaningful. This perception is partly due to the lack of integration between mathematics education in schools and cultural context. However, mathematics is inherently connected to culture, and one approach recognizing this connection is called ethnomathematics. This approach emphasizes a culture-based learning process, and has the potential to improve students' learning outcomes. One example of how culture can be used as a source of mathematics learning is through the study of the traditional food of the Bugis-Makassar ethnic heritage called "lemmang". The process of making lemmang involves mathematical creativity, and researchers have used a descriptive qualitative research method with an ethnographic approach to explore this creativity. This involved collecting data through interviews, observation, and documentation. The research results showed that in lemmang making process, there is mathematical creativity related to the concepts of division, cylinder, and the principles of the Pythagorean theorem. This demonstrates that culture can be a valuable source of mathematics learning for teachers and students. Abstrak: Pembelajaran abad 21 menuntut penerapan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam kehidupsn sehari-hari. Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di semua tingkat pendidikan, tetapi tetap menjadi tantangan bagi banyak siswa. Mereka sering memandang matematika sebagai mata pelajaran yang terputus dari budaya dan kurang bermakna. Hal ini disebabkan karena pendidikan matematika di sekolah belum mengintegrasikan mata pelajaran dengan budaya. Matematika secara inheren terhubung dengan budaya, dan satu pendekatan yang mengakui hubungan ini disebut etnomatematika. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran berbasis budaya, dan berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu contoh bagaimana budaya dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika adalah melalui pembelajaran tentang makanan tradisional peninggalan etnis Bugis-Makassar yang disebut lemmang. Proses pembuatan lemmang melibatkan kreativitas matematis, dan peneliti telah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi untuk menggali kreativitas tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan lemmang terdapat kreativitas matematika yang berkaitan dengan konsep pembagian, silinder, dan prinsip teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang berharga bagi guru dan siswa.
PROBLEMATICS OF ONLINE LEARNING IN INDONESIA Nur, Haerani; AR, Hasniar; Damayanti, Eka; Hadisaputra, Hadisaputra
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i12

Abstract

Abstract: This study aims to explore the dynamics of online learning in Indonesia and reflect on the effectiveness of the teaching and learning processes. A question of interest is: How have people adapted to these changes? This was investigated via a systematic literature review (SLR), which involved 30 journal articles. Google Scholar was the source of these articles. The literature review reveals that teacher and lecturer readiness, student independence, availability of facilities, and parental support are the principal factors in determining the effectiveness of online learning across all education levels. The adaptation process is marked by deliberate attempts to enhance teaching skills (from teachers and lecturers), undergo the learning process (from students and university students), provide online learning facilities (from education providers such as schools and colleges), and offer support (from parents). Failure to adapt to any of these parties could potentially create issues that affect the effectiveness of online learning. The findings of this research can serve as a foundation for initiating programs aimed at improving the quality of online learning in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pembelajaran online di Indonesia dan merefleksikan efektivitas proses belajar mengajar. Pertanyaan yang menarik adalah: Bagaimana masyarakat beradaptasi terhadap perubahan ini? Hal ini diselidiki melalui tinjauan literatur sistematis (SLR), yang melibatkan 30 artikel jurnal. Google Cendekia adalah sumber artikel ini. Tinjauan literatur mengungkapkan bahwa kesiapan guru dan dosen, kemandirian siswa, ketersediaan fasilitas, dan dukungan orang tua merupakan faktor utama dalam menentukan efektivitas pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan. Proses adaptasi ditandai dengan upaya yang disengaja untuk meningkatkan keterampilan mengajar (dari guru dan dosen), menjalani proses pembelajaran (dari pelajar dan mahasiswa), menyediakan fasilitas pembelajaran online (dari penyelenggara pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi), dan menawarkan dukungan (dari orang tua). Kegagalan beradaptasi dengan salah satu pihak tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran online. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan untuk memulai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran online di Indonesia.
A MODEL FOR INTEGRATING FORMAL AND NON-FORMAL EDUCATION IN INDONESIA: A CASE STUDY OF CROSS-SECTOR AND THIRD-PARTY SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Rahman, Moh. Rifqi; Fuad, Ah. Zakki; Zuhri, Achmad Muhibin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i5

Abstract

This research expands upon existing theories proposed by Zaniyati and Fathurrohman concerning educational policy integration models, examining the challenge of educational institutional dualism arising from the enactment of Law Number 20 of 2003 in Indonesia. Despite this challenge, the emergence of regional regulations aimed at integrating Islamic non-formal educational institutions (diniyah takmiliyah) with formal educational institutions presents a unique opportunity for study. This research investigates and refines the integration model between diniyah takmiliyah and formal education, specifically within the East Java Province regions of Sumenep and Pasuruan. Then, utilizing a case study methodology embedded within a political research framework, this research draws upon institutional and actor-based approaches to analyze data collected through document analysis and in-depth interviews. Data analysis adheres to the rigorous methods proposed by Miles et al., encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing stages. Findings reveal that the integration model between diniyah takmiliyah and formal educational institutions manifests as a synergistic single/cross-sector and third-party supply management model. This research contributes to the scholarly discourse by proposing the investigation of the effectiveness and a factorial analysis of these two integration models for future research endeavors. Abstrak: Penelitian ini mendalami dan mengembangkan dua teori yang dikemukakan oleh Zaniyati dan Fathurrohman mengenai model integrasi kebijakan pendidikan. Landasan penelitian ini adalah tantangan dualisme kelembagaan pendidikan yang muncul sebagai dampak dari diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Meskipun demikian, tantangan dualisme ini mendorong lahirnya beberapa peraturan daerah yang berupaya mengintegrasikan lembaga pendidikan diniyah takmiliyah (pendidikan keislaman non-formal) dengan lembaga pendidikan umum (formal). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memperluas model integrasi antara pendidikan diniyah takmiliyah dengan pendidikan formal di Indonesia, dengan fokus pada dua wilayah di Provinsi Jawa Timur, yaitu Sumenep dan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka penelitian politik yang mengacu pada pendekatan kelembagaan dan aktor. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam. Analisis data mengacu pada metode yang diusulkan oleh Miles dkk., meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi antara lembaga pendidikan diniyah takmiliyah dengan lembaga pendidikan formal mengadopsi bentuk model integrasi sinergi single/cross-sector dan third-party supply management. Penelitian ini juga merekomendasikan pengujian efektivitas dan analisis faktorial terhadap kedua model integrasi tersebut untuk penelitian lebih lanjut.
INTEGRATING NEUROSCIENCE AND ISLAMIC EDUCATION TO PROMOTE CHILD-FRIENDLY SCHOOLS: A CASE STUDY OF ELEMENTARY SCHOOLS IN YOGYAKARTA CITY Widodo, Hendro; Jailani, Mohammad; Hidayat, Panji
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i10

Abstract

This research focuses on presenting a model for developing Child-Friendly Schools (SRA) in Yogyakarta's primary schools by combining principles from neuroscience and Islamic education. Employing a qualitative descriptive approach, the study engages school principals, teachers, and students as research subjects. Data collection entails observations, interviews, and documentation, with data validity ensured through source and technique triangulation. Analysis follows Miles Huberman's Interactive Model, encompassing data reduction, presentation, and conclusion/verification. The study reveals that SD Negeri Giwangan and SD Negeri Ngupasan effectively implement child-friendly school practices according to Yogyakarta Mayor's Decree No. 434 of 2016. These schools prioritize six essential indicators: 1) SRA Policy, 2) Curriculum implementation, 3) Training of educators and staff in children's rights, 4) SRA facilities and infrastructure, 5) Fostering child participation, and 6) Encouraging parent involvement. The incorporation of neuroscience insights and Islamic education principles has notable positive implications. This approach contributes to shaping students' behavior to become both well-behaved and child-friendly. Moreover, it facilitates the creation of an enjoyable learning environment and nurtures students' imaginative capabilities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA) berbasis neurosains dan pendidikan Islam di SD Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek Penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan Triangulasi sumber dan teknik. Analisis Data menggunakan Model Interaktif Miles Huberman mencakup reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah SD Negeri Giwangan dan SD Negeri Ngupasan menerapkan sekolah ramah anak berdasarkan Surat Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 434 Tahun 2016. Kedua sekolah tersebut menerapkan 6 (enam) indikator Sekolah ramah anak yaitu 1) Kebijakan SRA, 2). Pelaksanaan kurikulum, 3). Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak, 4). Sarana dan prasarana SRA, 5). Partisipasi anak, dan 6). Partisipasi orang tua. Implikasi dari neurosains dan pendidikan Islam membantu peran siswa berlaku baik dan ramah anak. Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang menyenangkan dan menumbuhkan sikap imajinasi kreatif siswa.
PROFILE OF CRITICAL AND CREATIVE THINKING SKILLS OF STUDENTS OF BIOLOGY EDUCATION STUDY PROGRAM OF UIN ALAUDDIN MAKASSAR: NEEDS ANALYSIS DEVELOPMENT OF STILLALI MODEL Ali, Ahmad; Palennari, Muhiddin; Abd. Muis; Jabbar, Asniati
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i8

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the development needs of the STILLaLI Model. This study discusses the students’ profile of critical thinking skills and creative thinking skills in the Biology Study Program at UIN Alauddin Makassar. This study used quantitative descriptive research with 46 students as respondents. Critical thinking skills data was collected using a test technique, and creative thinking skills data was collected through surveys. The results showed that critical thinking skills were in the less critical category with an average score of 53.09, while creative thinking skills were in the creative enough category with an average score of 58.02. It is necessary to develop a learning model that is able to improve the critical and creative thinking skills of students of the Biology Education study program at UIN Alauddin Makassar, namely the STILLaLI Model. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Model STILLaLI. Penelitian ini membahas profil ketrampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan 46 mahasiswa sebagai responden. Data keterampuilan berpikir kritis dikumpulkan dengan teknik tes. Data keterampilan berpikir kreatif dikumpulkan melalui survey. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berpikir kritis pada kategori kurang kritis dengan nilai rata-rata 53,09, sedangkan keterampilan berpikir kreatif berada pada kategori cukup kreatif dengan nilai rata-rata 58,02. Perlu dilakukan pengembangan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa program studi Pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar yakni Model STILLaLI.
EXPLORING STUDENT PERCEPTIONS OF SYNCHRONOUS, ASYNCHRONOUS, AND BLENDED LEARNING APPROACHES: AN INVESTIGATION STUDY ON EDUCATIONAL GOALS Mulbar, Usman; Ismiyati, Nur; Zaky, Ahmad
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i9

Abstract

Abstract: This study aims to explore student perceptions of learning with synchronous, asynchronous, and blended learning approaches. This study is quantitative descriptive research with a survey approach, which refers to the National Student Survey, consisting of 9 aspects: teaching methods, learning opportunities, assessment and feedback, academic support, organization and management, learning resources, learning communities, student opinions, and overall satisfaction. The participants were 120 students. The results showed that the mean scores of the synchronous approach were higher on teaching methods, learning opportunities, assessment and feedback, learning resources, and overall satisfaction aspects; blended learning on organization and management, learning community, and student opinion aspects; and had the same on academic support aspect. Although the findings are limited, they can be used to inform and improve future pedagogical approaches in optimizing more effective student learning. Recommendation for further research requires guidance in designing learning by collaborating asynchronously and synchronously by paying attention to these aspects. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran sinkronous, asinkronous dan blended learning. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantiatif dengan pendekatan survei yang merujuk pada National Student Survey, terdiri dari 9 aspek: metode pengajaran, peluang belajar, penilaian dan umpan balik, dukungan akademik, organisasi dan manajemen, sumber belajar, komunitas belajar, pendapat mahasiswa, dan kepuasan secara menyeluruh. Sebanyak 120 mahasiswa yang berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pendekatan sinkronous lebih tinggi pada aspek metode pengajaran, kesempatan belajar, penilaian dan umpan balik, sumber belajar, dan kepuasan secara keseluruhan, dan blended learning pada aspek organisasi dan manajemen, komunitas belajar, dan pendapat mahasiswa, dan keduanya sama pada aspek dukungan akademik. Walaupun temuan terbatas akan tetapi dapat digunakan untuk menginformasikan dan meningkatkan pendekatan pedagogis masa depan dalam mengoptimalkan pembelajaran mahasiswa yang lebih efektif. Rekomendasi penelitian selanjutnya perlu adanya panduan dalam merancang pembelajaran dengan mengkolaborasikan asinkronous dan sinkronous dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut.