cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 401 Documents
Keakurasian Metode Koreksi Bias Data Satelit CHIRPS TerhadapData Hujan Stasiun di DAS Gembong Putri Arfin Juliarani; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan data curah hujan observasi yang kontinu menjadi kendala dalam analisis hidrologi. Data satelit CHIRPS dapat menjadi alternatif, namun masih memiliki bias terhadap data observasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja koreksi bias data curah hujan satelit CHIRPS di DAS Gembong, Kabupaten Pasuruan. Koreksi bias dilakukan menggunakan metode Quantile Mapping dan Random Forest, kemudian dievaluasi menggunakan Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi (r) pada skala harian dan bulanan. Hasil menunjukkan bahwa CHIRPS terkoreksi memiliki kinerja sangat baik. Pada skala harian diperoleh NSE sebesar 0,813 dan r sebesar 0,918, sedangkan pada skala bulanan diperoleh NSE sebesar 0,838 dan r sebesar 0,961. Hasil tersebut menunjukkan bahwa koreksi bias mampu meningkatkan kesesuaian CHIRPS terhadap data observasi dalam merepresentasikan besaran dan pola temporal curah hujan. Dengan demikian, CHIRPS terkoreksi berpotensi digunakan sebagai alternatif data curah hujan pada DAS Gembong.
Evaluasi Kinerja Koreksi Bias Curah Hujan Satelit CHIRPS TerhadapCurah Hujan Stasiun di DAS Petung Novi Ananda Pratiwi; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan data curah hujan observasi dan adanya bias pada data CHIRPS menjadi kendala dalam memperoleh informasi curah hujan yang representatif di DAS Petung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja koreksi bias data CHIRPS menggunakan metode Quantile Mapping–Random Forest (QM-RF). Evaluasi dilakukan pada skala harian dan bulanan menggunakan indikator Nash- Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi (r). Hasil menunjukkan bahwa koreksi bias CHIRPS menghasilkan kinerja sangat baik pada kedua skala waktu. Pada skala harian diperoleh NSE sebesar 0,917 dan koefisien korelasi sebesar 0,958, sedangkan pada skala bulanan diperoleh NSE sebesar 0,978 dan koefisien korelasi sebesar 0,987. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode QM-RF mampu meningkatkan kesesuaian data CHIRPS terhadap curah hujan observasi serta mempertahankan pola temporal curah hujan. Kinerja yang lebih tinggi pada skala bulanan menunjukkan bahwa agregasi waktu dapat mengurangi fluktuasi data dan meningkatkan kesesuaian hasil koreksi.
Simulasi Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut MenggunakanModel Numerik Delft3D di Pesisir Semarang Utara, Jawa Tengah Rifqi Alvin Armadi; Sumiadi; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota pesisir utama di Jawa yang berperan penting sebagai pusat ekonomi, industri, dan pelabuhan, namun sangat rentan terhadap banjir rob akibat topografi rendah, penurunan muka tanah, dan kenaikan muka air laut (SLR). Penelitian ini menganalisis karakteristik hidrodinamika pesisir Semarang Utara serta mensimulasikan dampak kenaikan muka air laut terhadap genangan rob menggunakan model numerik Delft3D-FLOW pada domain seluas ±20.690 km², memanfaatkan data batimetri, topografi DEMNAS, dan pasang surut Stasiun Tanjung Emas. Kalibrasi periode 19 Mei–19 Juni 2026 menunjukkan pola pasang surut simulasi sesuai karakteristik semi-diurnal perairan utara Jawa. Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan rob 20,71 km² (2.071,28 Ha), terkonsentrasi di Tanjung Mas, Bandarharjo, dan kelurahan pesisir sekitarnya. Skenario RCP8.5 menunjukkan Extreme Sea Level meningkat dari +0,90 m (2030) menjadi +1,90 m (2100) untuk periode ulang 100 tahun, berkorelasi positif dengan perluasan genangan rob, menjadi dasar strategi mitigasi seperti tanggul laut, penataan ruang pesisir, dan rehabilitasi mangrove.
Analisis Genangan pada Sistem Drainase Universitas BrawijayaMenggunakan Pemodelan HEC-RAS 2D Berbasis Data Drone Sari Proboayu; Sumiadi; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curah hujan berintensitas tinggi dapat menyebabkan genangan pada kawasan Universitas Brawijaya, terutama pada area dengan elevasi rendah dan cekungan topografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik genangan pada sistem drainase Universitas Brawijaya menggunakan HEC-RAS 2D berbasis data drone. Pemodelan dilakukan dengan metode Direct Rainfall menggunakan Digital Terrain Model (DTM), data tutupan lahan, dan geometri drainase eksisting hasil pemetaan drone. Simulasi dilakukan untuk hujan rencana dengan kala ulang 2, 5, dan 10 tahun menggunakan durasi hujan 6 jam. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa genangan terkonsentrasi pada area dengan elevasi rendah dan mengalami peningkatan luas serta kedalaman seiring bertambahnya kala ulang hujan. Beberapa lokasi kritis teridentifikasi mengalami akumulasi genangan, antara lain area Fakultas Teknologi Pertanian, jalan menuju Gerbang BNI, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta kawasan Teknik Pengairan. Hasil pemodelan juga menunjukkan kesesuaian dengan pola arah aliran permukaan dan kondisi genangan eksisting berdasarkan ground checking.
Penentuan Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi MenggunakanMetode Analytic Hierarchy Process (AHP) pada Daerah IrigasiBayemgede dan Sidomukti Putri Dewi Puspitasari; Tri Budi Prayogo; Moh. Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan fungsi layanan akibat kerusakan infrastruktur jaringan irigasi berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Keterbatasan anggaran pemerintah mengharuskan adanya alokasi penanganan yang tepat sasaran melalui penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP). Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi (DI) Bayemgede dan DI Sidomukti di Kabupaten Bojonegoro. Analisis keputusan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berdasarkan empat kriteria: Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Luas Daerah Irigasi, Kebutuhan Biaya (RAB), dan Sumber Pengambilan Air. Hasil pembobotan menunjukkan IKSI sebagai kriteria paling dominan (0,558) dalam menentukan urgensi perbaikan. Sintesis prioritas global menempatkan DI Sidomukti sebagai prioritas utama rehabilitasi (0,749), disusul DI Bayemgede (0,251). Kondisi fisik yang lebih kritis dan cakupan layanan yang luas menjadikan DI Sidomukti sangat mendesak untuk ditangani. Kajian ini diharapkan menjadi acuan objektif dalam optimalisasi anggaran rehabilitasi irigasi.
Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Menggunakan MetodeAnalytic Hierarchy Process (AHP) Di Daerah Irigasi Wotan DanTeleng, Kabupaten Bojonegoro Faiq Izaaz Dhiyaul Haq; Tri Budi Prayogo; Moh. Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan sumber daya rehabilitasi jaringan irigasi memerlukan penentuan prioritas berdasarkan tingkat urgensi penanganan. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi (DI) Wotan dan DI Teleng, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), luas daerah irigasi, sumber pengambilan air, dan kebutuhan biaya rehabilitasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa IKSI memiliki bobot tertinggi sebesar 0,558, diikuti kebutuhan biaya rehabilitasi sebesar 0,263, luas daerah irigasi sebesar 0,122, dan sumber pengambilan air sebesar 0,057. Berdasarkan sintesis bobot global, DI Wotan memperoleh nilai 0,538 dan menjadi prioritas pertama, sedangkan DI Teleng memperoleh nilai 0,462 dan menjadi prioritas kedua. Hasil ini menunjukkan DI Wotan lebih diprioritaskan untuk rehabilitasi.
Pemetan Daerah Rawan Banjir Berdasarkan Karakteristik DAS dan Limpasan Permukaan Di DAS Welang Raihan Candra Kusuma; Donny Harisuseno; Fidari, Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAS Welang merupakan salah satu DAS kritis di Jawa Timur yang berpotensi mengalami banjir akibat perubahan penggunaan lahan dan tingginya limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja model ArcSWAT, memetakan tingkat kerawanan banjir, dan menyusun arahan penggunaan lahan di DAS Welang. Limpasan permukaan disimulasikan menggunakan model ArcSWAT, sedangkan kerawanan banjir ditentukan melalui pembobotan dan skoring enam parameter fisik DAS. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,56, NSE sebesar 0,51, dan PBIAS sebesar 21,70%, yang menunjukkan kinerja model cukup baik. Pemetaan menghasilkan lima kelas kerawanan banjir, dengan kelas sangat rawan seluas 18,01 km² yang didominasi lahan terbangun dan lahan pertanian dengan limpasan permukaan tinggi. Arahan penggunaan lahan menurunkan rata-rata limpasan permukaan dari 915,73 menjadi 230,54 mm/tahun serta mengurangi luas kelas rawan dari 137,96 menjadi 83,30 km² dan menghilangkan kelas sangat rawan.
Studi Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih DesaSampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten PonorogoMenggunakan Program WaterCAD V8i Achmad Rico Allan Bachtiar; Very Dermawan; Evi Nur Cahya
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sampung, Kabupaten Ponorogo, merupakan daerah rawan kekeringan ekstrem pada musim kemarau dengan pasokan air sumur gali yang menyusut signifikan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan optimalisasi air tanah dalam melalui pendugaan geolistrik dan perencanaan jaringan distribusi menggunakan WaterCAD v8i. Hasil survei mengidentifikasi akuifer produktif berlitologi pasiran pada kedalaman 45,21–118 m. Perhitungan persamaan Darcy menunjukkan potensi debit 42,21 liter/detik. Sistem distribusi air bersih direncanakan menggunakan sumur bor, pompa submersible Grundfos SP 60-20, tandon 160 m³, dan perpipaan PVC guna melayani 6.443 jiwa pada tahun 2045. Analisis hidraulika menghasilkan kecepatan aliran 0,1–1,186 m/s, headloss gradient 0,128–13,471 m/km, dan tekanan 0,980–7,506 atm, yang memenuhi standar Permen PU No. 18 Tahun 2007. Sisa klorin terkontrol pada rentang 0,2–0,3 mg/l. Total anggaran biaya konstruksi diperkirakan sebesar Rp5.095.679.900.
Studi Pengendalian Banjir pada Avour Suru-Klero MenggunakanSudetan dengan Program HEC-RAS 6.1 Kecamatan PalangKabupaten Tuban Ustman Ramadhani; Linda Prasetyorini; Dian Chandrasasi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tuban tergolong berisiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, dengan banjir sebagai kontributor utama, khususnya di Avour Suru, Kecamatan Palang, yang berhulu di kawasan karst dengan drainase mudah jenuh. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi eksisting saluran, menghitung debit banjir rancangan Sub DAS Suru menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Snyder terkalibrasi data AWLR, serta merencanakan bangunan sudetan dari Avour Suru menuju DAS Klero. Metode meliputi analisis hidrologi (Poligon Thiessen, distribusi Gumbel dan Log Pearson III), analisis hidrolika Manning, dan simulasi HEC-RAS 6.1. Hasil menunjukkan kapasitas tampung eksisting hanya 377,56 m³/s, tidak memadai menampung debit rancangan kala ulang 25 tahun (556,89 m³/s), sehingga terjadi luapan pada delapan dari sebelas penampang dengan genangan tertinggi 0,80 m. Sudetan dirancang menampung debit 179,33 m³/s dengan dimensi lebar 5,5 m, tinggi 5 m, panjang 700 m, kecepatan 6,52 m/s, dan tinggi jagaan 1,67 m, diharapkan mengurangi risiko banjir dan melindungi lahan pertanian di Kecamatan Palang.
Analisis Kapasitas Aliran Sebagai Dasar Perencanaan Tanggul Sungai Kali Lamong Pada Segmen Tengah Kabupaten Gresik, Jawa Timur Chiara Dewi Chatlina; Moh Sholichin; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kali Lamong pada segmen tengah Kabupaten Gresik memiliki keterbatasan kapasitas penampang dalam mengalirkan debit banjir sehingga masih terjadi limpasan pada beberapa lokasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas penampang, menentukan lokasi kritis, merencanakan tanggul tanah, dan menganalisis stabilitas tanggul pada ruas Patok 29–38. Debit banjir rencana kala ulang 25 tahun ditentukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III dan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Kondisi hidraulika dimodelkan menggunakan HEC-RAS 6.2, sedangkan stabilitas tanggul dianalisis menggunakan GeoStudio SLOPE/W dengan metode Bishop. Hasil penelitian menunjukkan debit Q25 sebesar 193,063 m³/det masih menyebabkan limpasan, dengan lokasi paling kritis pada Patok 34. Tinggi limpasan mencapai 1,31 m pada sisi kiri dan 1,83 m pada sisi kanan. Tanggul direncanakan setinggi 4,5 m, lebar mercu 4 m, tinggi jagaan 1 m, dan kemiringan lereng 1:2. Hasil analisis menunjukkan tanggul memenuhi kriteria stabilitas yang digunakan.