cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 401 Documents
Studi Perbaikan Pondasi Tapak Bendungan Menggunakan Secant Pile dan Grouting Pada Main Dam Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Retsa Eka Nofitasari; Runi Asmaranto; Evi Nur Cahya; Bambang Sugeng
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geologi menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam pembangunan konstruksi bendungan. Berdasarkan hasil pemetaan geologi permukaan pada pondasi Bendungan Bagong dari Sta 0+000 hingga Sta 0+691 memiliki jenis batuan yang sangat beragam. Bervariasinya kondisi litologi memicu potensi terjadinya rembesan. Berdasarkan hasil investigasi geologi dan test lugeon memiliki rata-rata nilai Lu > 3, sehingga diperlukan perbaikan pondasi yang bertujuan untuk mengurangi debit rembesan yang terjadi pada pondasi Bendungan Bagong. Pada penelitian ini perbaikan pondasi dilakukan menggunakan 3 alternatif, yaitu Alternatif 1 (secant pile), Alternatif 2 (secant pile dan blanket grouting), dan Alternatif 3 (curtain grouting, sub curtain grouting, dan blanket grouting) yang kemudian di analisis menggunakan SEEP/W untuk menunjukkan besaran debit rembesan dan SIGMA/W untuk mengetahui deformasi/penurunan yang terjadi. Perencanaan perbaikan pondasi kemudian dihitung volume perkerjaan sebagai dasar penyusunan RAB dengan mengacu pada analisis AHSP (Analisis Harga Satuan Pekerjaan). Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi dasar menentukan alternatif perbaikan pondasi yang paling efektif dan efisien.
Studi Perencanaan Bore Pile pada Dinding Pelimpah Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek Alfirenno Fitra Noercholis; Suwanto Marsudi; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek menghadapi kendala geoteknik pada area pelimpah akibat tanah dan batuan berdaya dukung rendah serta rentan longsor. Penelitian inimerencanakan dinding penahan tanah pada peredam energi pelimpah, mengevaluasi stabilitasnya, serta menentukan kebutuhan perkuatan pondasi bore pile. Metode menggunakan analisis deskriptif-kuantitatif berbasis data topografi, geologi, geoteknik, dan parameter gempa, dengan evaluasi stabilitas manual dan GEO5 pada empat kondisi pembebanan (kosong dan banjir, tanpa dan dengan gempa), serta analisis lereng metode Bishop. Hasil menunjukkan dinding penahan tipe counterfort (tinggi 7 m, lebar dasar 6,5 m) memenuhi stabilitas lokal terhadap guling, geser, dan daya dukung, namun stabilitas global lereng menurun pada kondisi gempa dengan faktor keamanan 1,21 (kosong-gempa) dan 1,26 (banjir-gempa), belum memenuhi kriteria aman. Perkuatan 2 bore pile diameter 1,0 m dan panjang 20 m meningkatkan faktor keamanan global lereng hingga di atas 1,50. Kombinasi keduanya dinilai layak meningkatkan keamanan struktur pelimpah Bendungan Bagong.
Pemetaan Zona Potensi Air Tanah Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Analytical Hierarchy Process di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak Quilla Malyahasna Rayya; Mohammad Bisri; Dian Chandrasasi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak mengalami peningkatan lahan terbangun sebesar 8,2% per tahun yang berpotensi mengurangi kapasitas resapan air tanah dan meningkatkan kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik parameter yang memengaruhi potensi air tanah, menentukan bobot parameter, serta memetakan zona potensi air tanah (Groundwater Potential Zone/GWPZ). Metode yang digunakan adalah integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan delapan parameter, yaitu curah hujan, litologi batuan, kemiringan lereng, jenis tanah, drainage density, lineament density, tutupan lahan, dan Topographic Wetness Index (TWI). Hasil AHP menunjukkan litologi batuan memiliki bobot terbesar (0,26), diikuti kemiringan lereng (0,18) dan jenis tanah (0,13), dengan Consistency Ratio sebesar 0,086. Hasil weighted overlay menunjukkan zona potensi rendah sebesar 1,79%, sedang 77,19%, dan tinggi 21,02%. Validasi terhadap data sumur eksisting dan peta hidrogeologi menghasilkan kesesuaian masing-masing 48% dan 65,22%. Hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam perencanaan konservasi dan pemanfaatan air tanah berkelanjutan.
Studi Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih di DesaPutukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Cahaya Lintang Johar; Linda Prasetyorini; Dian Chandrasasi; Amelia Kusuma Indriastuti
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang masih mengalami keterbatasan penyediaan air bersih sehingga diperlukan perencanaan sistem distribusi yang didukung oleh potensi air tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air tanah, merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Identifikasi akuifer dilakukan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger, sedangkan potensi debit dihitung dengan pendekatan Darcy. Proyeksi jumlah penduduk menggunakan metode aritmatik sebagai dasar perhitungan kebutuhan air, sementara perencanaan jaringan dan analisis hidrolika dilakukan menggunakan WaterCAD 2024. Hasil penelitian menunjukkan akuifer potensial berada pada lapisan batupasir gampingan pada kedalaman 65,70–141,62 m dengan potensi debit 38,01 L/det. Kebutuhan air tahun rencana 2044 mencapai 6,349 L/det pada jam puncak dengan cakupan pelayanan 70% penduduk. Simulasi WaterCAD menunjukkan jaringan memenuhi kriteria teknis sesuai Permen PU No. 18/PRT/M/2007. Total RAB pembangunan sistem sebesar Rp 3.791.303.012,34. Hasil penelitian diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan sistem penyediaan air bersih di Desa Putukrejo.
Analisis Laju Erosi dan Sedimentasi Berdasarkan Proyeksi Perubahan Tata Guna Lahan di Hulu DAS Lariang Sulawesi Tengah Dony Rahman; Ery Suhartanto; Suwanto Marsudi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hulu DAS Lariang mengalami perubahan tata guna lahan yang memengaruhi hidrologi serta meningkatkan risiko erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tata guna lahan, memproyeksikannya hingga 50 tahun, serta mengkaji pengaruhnya terhadap laju erosi, sedimen, dan Indeks Bahaya Erosi (IBE). Analisis tata guna lahan menggunakan citra Landsat tahun 2004, 2014, dan 2024, sedangkan proyeksi 2034–2074 dimodelkan menggunakan MOLUSCE. Proyeksi menjadi input ArcSWAT 2012 untuk mensimulasikan erosi dan sedimentasi berdasarkan USLE, SYLD, dan nilai erosi yang dapat ditoleransi (TSL). Analisis menunjukkan peningkatan lahan pertanian dari 94,7 km² menjadi 560,0 km² dan penurunan vegetasi dari 6.120,5 km² menjadi 5.765,5 km². Erosi dan sedimentasi tertinggi terjadi pada 2014, masing-masing 74,34 dan 15,78 ton/ha/tahun, kemudian menurun sebelum meningkat pada 2074 menjadi 54,73 dan 22,00 ton/ha/tahun. IBE Rendah tetap dominan, tetapi menurun dari 76,95% menjadi 63,42%, sementara kategori Sedang dan Sangat Tinggi meningkat. Perubahan ini menunjukkan perlunya pengelolaan dan konservasi di Hulu DAS Lariang.
Optimasi Penjadwalan Konstruksi Intake dan Saluran Pengelak Bendungan Cijurey Menggunakan Metode Fast Track dan Crashing Rafi Haykal; Suwanto Marsudi; Pitojo Tri Juwono
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis optimasi penjadwalan pekerjaan intake dan saluran pengelak Bendungan Cijurey menggunakan Microsoft Project 2021. Analisis mencakup volume pekerjaan, harga satuan, kebutuhan sumber daya, hubungan ketergantungan, lintasan kritis, pemerataan sumber daya, serta percepatan dengan metode fast track dan crashing. Jadwal normal memiliki durasi 995 hari dan biaya langsung Rp426.183.507.759,02. Lintasan kritis terdiri atas delapan aktivitas utama. Metode fast track menurunkan durasi menjadi 947 hari tanpa mengubah biaya, sedangkan metode crashing melalui penambahan dua jam kerja harian menurunkan durasi menjadi 964 hari dan biaya menjadi Rp424.926.083.873,30. Berdasarkan perhitungan ulang yang konsisten terhadap jadwal dan biaya dasar, fast track menghemat waktu 4,82%, sedangkan crashing menghemat waktu 3,12% dan biaya 0,30%. Fast track paling efektif untuk target waktu, tetapi crashing memberikan keseimbangan waktu dan biaya yang lebih baik
Rasionalisasi Kerapatan Stasiun Hujan dan Stasiun Duga Air di DAS Progo dengan Metode Stepwise Cikal Malik Alhakim; Lily Montarcih Limantara; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan data hidrologi yang akurat, khususnya data curah hujan dan debit, menjadi dasar utama dalam pengelolaan sumber daya air di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS Progo yang memiliki luas sekitar 2.457 km² kerap menghadapi permasalahan banjir dan kekeringan sehingga diperlukan evaluasi kerapatan jaringan stasiun hujan dan stasiun duga air eksisting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian kerapatan jaringan stasiun terhadap standar World Meteorological Organization (WMO) serta menentukan stasiun hujan yang paling berpengaruh terhadap debit menggunakan metode Stepwise, dengan data curah hujan dan debit selama 10 tahun pada wilayah AWLR Bantar (1.998,26 km²). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah delapan stasiun hujan dan tujuh stasiun duga air telah memenuhi standar minimum WMO, meskipun distribusi cakupan spasialnya berdasarkan Poligon Thiessen belum merata. Analisis Stepwise-Enter menghasilkan kombinasi enam stasiun hujan terbaik (Caturanom, Godean, Kenteng, Mendut, Seyegan, dan Tegal) dengan koefisien korelasi sebesar 0,982 dan telah memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Kedua pendekatan tersebut memberikan rekomendasi yang saling melengkapi, sehingga penelitian ini merekomendasikan tetap mempertahankan seluruh delapan stasiun hujan eksisting, dengan enam stasiun hasil Stepwise dijadikan prioritas dalam representasi debit DAS Progo.  
Analisis Sebaran Genangan dan Skenario Pengendalian Banjir Sungai Sambutan Menggunakan Pemodelan HEC-RAS 2D M. Nafian Adriannu; Sumiadi; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di kawasan Samarinda umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi, kapasitas penampang sungai yang menyempit, serta efek backwater pasang surut Sungai Mahakam. Berdasarkan analisis hidrologi menggunakan curah hujan Distribusi Log Pearson Tipe III dan debit banjir rancangan (Q2, Q25, Q50) dengan HSS Snyder, pemodelan hidrolika 2D (unsteady flow) disimulasikan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.2. Hasil simulasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa sungai tidak mampu menampung debit Q25, sehingga memicu genangan seluas 4.519.532,63 m² dengan volume tumpahan 6.002.591,38 m³. Sebagai solusi penanganan, direncanakan skenario normalisasi berupa pelebaran dasar sungai menjadi 30 m yang dikombinasikan dengan tanggul baru setinggi 4,5 m (tinggi jagaan 1 m). Simulasi akhir membuktikan bahwa skenario ini optimal dalam meningkatkan kapasitas sungai, mampu menampung aliran debit banjir Q25 secara tuntas, serta aman menahan debit kontrol Q50.
Proyeksi Perubahan Tata Guna Lahan Tahun 2074 Menggunakan MOLUSCE Pada Daerah Tangkapan Air Bendungan Tinauka Kabupaten Donggala Pandu Aria Dharma; Ery Suhartanto; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan tata guna lahan pada Daerah Tangkapan Air (DTA) dapat memengaruhi karakteristik hidrologi, terutama limpasan permukaan dan debit banjir, sehingga perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air. Daerah Tangkapan Air Bendungan Tinauka Kabupaten Donggala berpotensi mengalami perubahan tata guna lahan seiring perkembangan wilayah yang dapat memengaruhi kondisi hidrologi selama umur layanan bendungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata guna lahan eksisting dan memproyeksikan perubahan tata guna lahan hingga tahun 2074 menggunakan metode MOLUSCE (Modules for Land Use Change Evaluation). Data tata guna lahan diperoleh dari citra satelit Landsat dan diolah menggunakan perangkat lunak QGIS. Proyeksi perubahan tata guna lahan dilakukan dalam periode 50 tahun dengan interval 10 tahun, yaitu tahun 2034, 2044, 2054, 2064, dan 2074. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa lahan pertanian mengalami pertumbuhan paling signifikan sebesar 2,7% (dari 420,62 km² pada 2024 menjadi 598,32 km² pada 2074), yang diiringi oleh penurunan tutupan vegetasi sebesar 1,7%.
Koreksi Bias Data Curah Hujan Satelit GPM Menggunakan Quantile Mapping dan Random Forest di DAS Pancarglagas Nadifa Putri Fauzia; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak DAS di Indonesia memiliki keterbatasan data hidrologi, khususnya data curah hujan, sehingga diperlukan alternatif data yang representatif. Penelitian ini menggunakan data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) yang dikoreksi bias menggunakan metode Quantile Mapping yang dikombinasikan dengan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreksi bias mampu meningkatkan akurasi data curah hujan satelit GPM terhadap data observasi, dengan nilai Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,66 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,81. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan kombinasi Quantile Mapping dan Random Forest mampu memperbaiki kesesuaian data curah hujan satelit GPM terhadap karakteristik curah hujan observasi di DAS Pancarglagas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan koreksi bias berbasis Quantile Mapping dan Random Forest berpotensi digunakan untuk meningkatkan kualitas data curah hujan satelit pada wilayah dengan keterbatasan data hidrologi.