cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 401 Documents
Evaluasi Kapasitas Penampang dan Perencanaan Normalisasi Sungai Kali Lamong pada Cross Section 39–50 Menggunakan HEC-RAS di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Naufal Rahmat Ramadani; Moh Sholichin; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kali Lamong di Kabupaten Gresik memiliki keterbatasan kapasitas penampang yang menyebabkan limpasan saat debit banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas penampang pada Cross Section 39–50, merencanakan normalisasi sungai, serta mengetahui efektivitas dan biaya pelaksanaannya. Analisis hidrologi menggunakan metode Polygon Thiessen, distribusi Log Pearson Tipe III, Mononobe, dan Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu, sedangkan analisis hidraulika dilakukan menggunakan HEC-RAS 6.2. Debit banjir rencana kala ulang 25 tahun diperoleh sebesar 193,06 m³/det. Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan sebesar 330,774 ha. Normalisasi direncanakan melalui pelebaran dan pendalaman penampang berbentuk trapesium dengan lebar dasar 50 m, kedalaman 4 m, kemiringan lereng 1:2, dan koefisien Manning 0,025. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berkurang menjadi 2,679 ha atau sebesar 99,19%. Estimasi biaya pelaksanaan normalisasi sebesar Rp34.665.258.000,00 termasuk PPN 12%.
Perencanaan Check Dam Berdasarkan Pendugaan Erosi danSedimen di DAS Pancarglagas Menggunakan Model ArcSWAT Rahmatika, Naila Nisa'; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAS Pancarglagas merupakan DAS yang setiap tahunnya mengalami banjir sehingga menimbulkan banyak kerusakan akibat alih fungsi lahan dan didominasi lereng sangat curam, yang meningkatkan limpasan permukaan saat hujan. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju erosi dan sedimen berdasarkan pemodelan ArcSWAT sehingga dapat direncanakan lokasi dan dimensi yang tepat untuk usaha konservasi mekanis berupa check dam hingga RAB. Hasil menunjukkan bahwa pada tahun 2024, laju erosi dan sedimen masing-masing sebesar 90,57 ton/ha/tahun dan 27,34 ton/ha/tahun, didominasi kategori Indeks Bahaya Erosi sangat tinggi sebesar 61% dari total luas DAS Pancarglagas, sedangkan sisanya termasuk kategori sedang dan tinggi.Karena erosi yang terjadi melebihi laju yang diperbolehkan di Indonesia, dilakukan usaha konservasi mekanis berupa perencanaan enam check dam dengan volume tampungan terbesar 20.278,77 m³ dan terkecil 4.231,43 m³. Perhitungan dimensi check dam meliputi bendung utama, kolam olak, dan sub-bendung dengan jumlah anggaran pembangunan sebesar Rp22.701.423.330,00.
Kriteria Keruntuhan Tanggul Tanah Berdasarkan Kerentanan Erosi Eksternal Material Timbunan Sungai Kali Lamong, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Althaf Hakim; Emma Yuliani; Linda Prasetyorini
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keruntuhan tanggul tanah dapat diawali oleh erosi eksternal yang mengurangi penampang dan ketahanan tubuh tanggul. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik geoteknik, mengevaluasi potensi erosi eksternal, dan menentukan tingkat kerentanan material timbunan tanggul Sungai Kali Lamong. Data meliputi dua sampel primer Balongpanggang dan dua belas sampel sekunder dari Balongpanggang dan Kedanyang. Pengujian mencakup distribusi ukuran butir, batas Atterberg, berat jenis, Standard Proctor, dan SEM-EDX. Erodibilitas dianalisis menggunakan kriteria (The Technical Advisory Committee for Flood Defence) TAW, Hanson, dan Briaud, kemudian dibandingkan dengan kecepatan aliran debit rencana Q25. Material didominasi lanau dan lempung; sampel primer tergolong MH, dengan OMC 23,44 dan 28,64% dan MDD 1,402 dan 1,448 gr/cm³. TAW menghasilkan enam sampel lempung tahan erosi dan delapan sampel dengan ketahanan rendah. Hanson menunjukkan kategori moderately resistant hingga highly erodible, sedangkan Briaud menghasilkan τc 0,038-1,037 Pa dan Si 2,19-45,02 mm/jam/N/m² dengan dominasi very high erodibility. Seluruh sampel dikategorikan berkerentanan tinggi karena kecepatan maksimum Q25 melampaui kecepatan kritis material. Hasil ini menegaskan perlunya perlindungan permukaan dan pemeliharaan tanggul.
Pengaruh Bio-Grouting Terhadap Kekuatan Tanah Rawan Longsor di Wilayah Cangar Yasril Surya Mahendra; Emma Yuliani
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Cangar merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerentan longsor yang tinggi. Potensi mikroorganisme untuk meningkatkan sifat mekanik tanah seperti kuat geser tanah melalui bio-grouting  dengan pembentukan extracellular polymeric substances (EPS) dan bio-cementation perlu diteliti dengan penerapan variasi bakteri dan masa pengeraman. Penelitian ini menguji sampel tanah Cangar yang diberi perlakuan bakteri B. subtilis, P. aeruginosa, dan L. casei dengan variasi masa pengeraman 7 dan 14 hari. Pengujian dilakukan dengan uji tekan bebas (UCT) untuk mendapatkan kuat tekan bebas (qu), serta scanning electron microscopy (SEM) untuk melihat perubahan struktur tanah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kuat tekan bebas tanah pada semua sampel yang diberi perlakuan bakteri, dengan pencapaian terbesar oleh sampel P. aeruginosa dengan masa pengeraman 14 hari sebesar 157,69% dari kontrol pada 0,67 kg/cm2. Observasi melalui SEM menunjukkan jaringan EPS serta adanya sementasi. Dapat disimpulkan bahwasannya bio-grouting mampu meningkatkan kuat geser tanah berkat keberadaan EPS dan bio-cementation oleh bakteri.
Evaluasi Kinerja Kolam Retensi Ilham Maulana untuk Pengendalian Banjir Perkotaan di Sangatta Utara Devin Ardito Prastya; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sangatta Utara, ibu kota Kabupaten Kutai Timur, menghadapi masalah banjir berulang yang dipicu oleh pesatnya ekspansi perkotaan dan infrastruktur drainase yang kurang memadai. Kolam Retensi Ilham Maulana, yang dibangun pada tahun 2010 dengan luas lahan 28,43 ha, merupakan fasilitas utama mitigasi banjir di kawasan tersebut. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kolam dalam mereduksi debit banjir, menilai kapasitas tampungannya, serta mengestimasi biaya rehabilitasi kolam. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III untuk kala ulang Q2 hingga Q50, didukung oleh pemodelan hidrolika menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa volume limpasan banjir rancangan mencapai 151.100 m³. Unit tampungan utama (Storage 46) mampu menampung 217.883 m³ pada kapasitas 80,1%, sementara Storage 47 dan Storage 48 masing-masing menampung 25.252 m³ (78,9%) dan 24.133 m³ (75,4%). Estimasi biaya operasi dan pemeliharaan (OP) untuk keperluan rehabilitasi adalah sebesar Rp205.740.700. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Kolam Retensi Ilham Maulana secara efektif mampu menampung volume limpasan rancangan tanpa terjadi luapan, yang menegaskan peran krusialnya dalam sistem pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Evaluasi Sistem Drainase Eksisting dan Perencanaan Kolam Retensi untuk Pengendalian Banjir di Sangatta Utara Alafta Ziven Singgih Attala; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangatta Utara masih mengalami banjir berulang meskipun Polder Ilham Maulana telah beroperasi. Penelitian ini mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting, menentukan debit banjir rancangan, merencanakan dua kolam retensi, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan tahun 2015-2024 dari Stasiun Spaso, Sangkulirang, dan Muara Ancalong melalui Uji Kualitas Data, Poligon Thiessen, Distribusi Log Pearson Tipe III, Uji Kesesuaian Distribusi, Metode Mononobe, Metode Rasional, dan SWMM 5.2. Debit banjir rancangan Q50 sebesar 0,87 m³/detik. Saluran eksisting menunjukkan kondisi surcharge dan flooding. Volume Kolam Retensi Teluk Ringga sebesar 45.967 m³ dan Kolam Retensi Family sebesar 1.057.785 m³. Kedua kolam tidak mengalami overtopping. Average Percent Full masing-masing sebesar 97% dan 31%. Total RAB sebesar Rp22.820.263.900 untuk Teluk Ringga dan Rp65.388.843.800 untuk Family. Kolam retensi dapat mengurangi beban limpasan, tetapi peningkatan kapasitas saluran tetap diperlukan.
Perencanaan Bangunan Sedimen Berdasarkan Analisis Erosi danSedimen pada DAS Pekalen Kabupaten Probolinggo Salsabilla Risfa Sabrina; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAS Pekalen di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan risiko banjir yang dipicu oleh tingginya erosi dan sedimentasi akibat perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat erosi dan sedimentasi menggunakan model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) sebagai dasar penyusunan arahan konservasi yang efektif. Simulasi dengan ArcSWAT 2012 menunjukkan laju erosi sebesar 84,12 ton/ha/tahun dan laju sedimentasi sebesar 13,08 ton/ha/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) mengindikasikan bahwa 5% wilayah DAS berada pada kategori sedang, 55% pada kategori tinggi, dan 40% pada kategori sangat tinggi. Sebagai upaya pengendalian erosi dan sedimentasi, direncanakan pembangunan check dam dengan volume tampungan 26.469,80–179.806,58 m³, usia guna 1,10–6,33 tahun, dan tinggi bendung utama 10,00–13,00 m. Estimasi biaya pembangunan mencapai Rp71.296.189.000. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penerapan strategi konservasi yang efektif guna menekan laju erosi, sedimentasi, serta mengurangi potensi banjir di DAS Pekalen.
Analisis Dispersivitas Material Tanah Timbunan Tanggul Kali Lamong, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Alena Putri Bintang; Emma Yuliani; Dian Chandrasasi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan material timbunan terhadap air menentukan keandalan Tanggul Kali Lamong sebagai infrastruktur pengendali banjir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik, klasifikasi, dan tingkat dispersif dua sampel material timbunan di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, serta mengevaluasi pengaruh variasi kadar air pemadatan. Pengujian meliputi distribusi ukuran butir, batas Atterberg, berat jenis, pemadatan Proctor, klasifikasi USDA, USCS, dan AASHTO, SEM-EDX, crumb test, chemical test, serta double hydrometer test. Tanah I dan Tanah II masing-masing diklasifikasikan sebagai silty clay dan silty clay loam menurut USDA, sedangkan keduanya termasuk MH menurut USCS dan A-7-5 menurut AASHTO. Seluruh benda uji pada kondisi dry side, optimum moisture content, dan wet side memperoleh Grade 1 pada crumb test. Persentase sodium sebesar 0,377% dan 0,274%, sedangkan dispersion percentage sebesar 17,098% dan 21,569%; seluruh hasil termasuk non-dispersif. Plastisitas dan variasi kadar air tidak meningkatkan dispersi karena agregat stabil dan kation divalen dominan. Material memenuhi aspek dispersivitas, tetapi parameter geoteknik lain perlu dievaluasi.
Penilaian Perilaku Penurunan Vertikal Timbunan Inti Kedap Menggunakan Multilayer Settlement Meter Studi Kasus Bendungan Meninting, Lombok Barat Muhammad Ashil Septian Alrichsyah; Runi Asmaranto; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Meninting sebagai bendungan urugan berinti kedap memerlukan pemantauan deformasi vertikal selama konstruksi untuk menjamin stabilitas dan keamanan struktur. Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pemasangan dan pembacaan Multilayer Settlement Meter (MSM), karakteristik instrumen yang terpasang, serta besarnya deformasi vertikal pada timbunan inti kedap berdasarkan data monitoring lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan monitoring instrumentasi geoteknik melalui pembacaan berkala MSM pada zona inti kedap selama konstruksi. Data diperoleh dari hasil pengukuran lapangan, spesifikasi instrumen, dan dokumentasi teknis proyek. Hasil penelitian menunjukkan deformasi vertikal meningkat secara bertahap seiring bertambahnya beban timbunan. Deformasi terbesar tercatat pada titik IM.2-7 di STA 0+326 sebesar 1.096 mm, sedangkan deformasi pada bagian bawah dan atas timbunan masing-masing sebesar 109 mm dan 622 mm. Pola deformasi menunjukkan penurunan terbesar terjadi pada zona tengah inti kedap akibat akumulasi beban. Secara keseluruhan, deformasi masih terkendali dan tidak menunjukkan indikasi gangguan terhadap stabilitas bendungan. MSM efektif digunakan untuk memantau deformasi vertikal selama konstruksi.
Simulasi Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut di PulauPramuka, Kepulauan Seribu Juan Carlos Tambunan; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, merupakan pulau kecil berelevasi rendah yang telah mengalami kejadian banjir rob nyata (Desember 2025) dan diproyeksikan makin rentan akibat kenaikan muka air laut. Penelitian ini mensimulasikan genangan banjir rob menggunakan model terkopel Delft3D Flexible Mesh (D-Flow FM  dan D-Waves), divalidasi terhadap data pasang surut AWS BMKG Kepulauan Seribu (NSE=0,901; RMSE=0,095 m; MAPE=5,01%). Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan 33.336,3 m² (3,33 ha), sedangkan skenario proyeksi SSP5-8,5 tahun 2100 (kenaikan muka laut +0,79 m) dan gelombang ekstrem meningkatkannya menjadi 72.478,6 m² (+117,42%). Tinggi gelombang teratenuasi dari 0,53–1,51 m di batas domain menjadi ≈0,03 m di garis pantai, mengonfirmasi genangan didominasi pasang surut dan kenaikan muka laut, bukan gelombang. Tanggul inkremental (Δh=1,00 m) mereduksi luas genangan 44,7%; penambahan empat pompa drainase (72,1–360,4 L/s) hanya menurunkan volume genangan 0,34%, bersifat hiperlokal (radius 1540 m). Genangan sisa pada beberapa zona masih melampaui ambang kritis 1,5 m.