cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
sucipto@unpkediri.ac.id
Phone
+6285655654555
Journal Mail Official
jbp@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Address Laboratorium Zoologi Univeritas Nusantara PGRI Kediri Jln. KH. Achmad Dahlan No 76 Mojoroto- Kota Kediri 64112, telp (0354) 771503, Fax. (0354)771576
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JBP)
ISSN : 24068659     EISSN : 27460959     DOI : https://doi.org/10.29407/
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya is a blind peer-review published by Research Institutions and Community Services, University of Nusantara PGRI Kediri and the media for researchers and lecturers who will publish the results of their research. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Journal Biologi dan Pembelajarannya published twice a year in April and October with the scopes of the research areas that can be published in the Journal Biologi dan Pembelajarannya are : Biology Education, Action Research Class, Microbiology, Systematics and Taxonomy, Environmental science, Biology, Biodiversity, Ecology, Zoology, Botany.
Articles 183 Documents
Pengaruh Model Quantum Learning Berbantuan Nearpod Terhadap Kemampuan Long Term Memory Siswa Pada Materi Genetika di MAN Lumajang Kharisma; Heni Setyawati
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.27080

Abstract

Hasil observasi pra-penelitian menunjukkan bahwa siswa XII MIPA MAN Lumajang memiliki kemampuan mengingat materi tergolong lemah yang ditandai dengan sebagian besar siswa tidak mampu menjawab ketika diberikan pertanyaan oleh guru pada saat kegiatan recalling memory terkait materi yang dipelajari sebelumnya. Hal ini dikarenakan media pembelajarannya hanya berdasarkan buku paket dan model pembelajaran yang sering diterapkan adalah model konvensional. Sedangkan dalam mempelajari materi genetika dibutuhkan daya ingat yang kuat karena karakteristik materi yang abstrak, banyak ditemukan istilah-istilah asing dan memiliki tingkat kerumitan materi yang cukup kompleks. Dengan demikian, model Quantum Learning berbantuan media nearpod sangat penting untuk diterapkan.Tujuan penelitian yaitu mengetahui signifikansi pengaruh model Quantum Learning berbantuan nearpod pada kemampuan daya ingat jangka panjang siswa XII MIPA MAN Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa pendekatan nonequivalent pretest-posttest control group design dari jenis quasi eksperimen. Sampel penelitian kelompok kontrol 26 siswa (XII MIPA E) dan kelompok eksperimen 27 siswa (XII MIPA F). Uji Mann Whitney U-Test sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian kemampuan long term memory kelompok kontrol diperoleh 48,85 mean prestest dengan 51,31 untuk mean posttest lebih rendah dari kelompok eksperimen yaitu diperoleh hasil 75,34 mean posttest dan mean prestest sebesar 49,52. Hasil uji Mann Whitney U-Test dari hasil posttest soal daya ingat diperoleh nilai Sig. 0.000 < 0.05 atau terdapat pengaruh yang signifikan model Quantum Learning berbantuan media nearpod terhadap kemampuan daya ingat jangka panjang siswa pada materi genetika kelas XII MIPA MAN Lumajang.
Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Perubahan Lingkungan Laut di Kota Ternate: Studi Kasus pada Komunitas Pesisir dengan Menggunakan Kuesioner Ilham Majid; Ningsi Saibi; Aswal Salewangeng
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.26692

Abstract

Perubahan lingkungan laut menjadi isu global yang berdampak signifikan terhadap ekosistem pesisir dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, termasuk di Kota Ternate. Fenomena seperti kenaikan permukaan laut, polusi, dan kerusakan ekosistem laut mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan. Meskipun dampak tersebut dirasakan oleh masyarakat setempat, persepsi mereka terhadap perubahan lingkungan laut di Kota Ternate masih kurang dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan lingkungan laut dan faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mereka, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan mitigasi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat pesisir. Hasil survei terhadap 155 responden menunjukkan bahwa 82,6% tinggal di wilayah pesisir, namun pemahaman mendalam terhadap perubahan iklim masih rendah. Responden mengidentifikasi pencemaran sampah (45,8%) dan penangkapan ikan dengan bahan peledak (42,6%) sebagai penyebab utama kerusakan laut. Dampak yang dirasakan meliputi kerusakan estetika pantai (52,9%), gangguan kesehatan (32,3%), dan penurunan hasil tangkapan ikan (28,4%). Meskipun 49,4% responden pernah mendengar istilah mikroplastik, pemahaman yang mendalam masih rendah. Sebagian besar responden menyatakan kekhawatiran tinggi terhadap pencemaran dan kehilangan keanekaragaman hayati laut. Terkait abrasi pantai, 56,1% menyebut gelombang tinggi sebagai penyebab utama, dan 42,6% mengaku mengalami kerusakan infrastruktur. Upaya mitigasi yang paling dikenal masyarakat adalah pengelolaan sampah yang baik (63,9%), pelarangan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan (47,7%), dan penanaman mangrove (41,3%). Sebanyak 56,1% responden percaya bahwa pelestarian lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama, dan 60% menyatakan bersedia terlibat dalam aksi nyata. Dukungan terhadap kebijakan perlindungan laut sangat tinggi (98,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap isu lingkungan laut sudah cukup tinggi, masih diperlukan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif melalui edukasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait.
Digitalization of Herbarium Collections: A Plant Identification Research for the Botanical E-Encyclopedia Hiras Habisukan, Ummi; Lestari, Weni
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27232

Abstract

Biology learning, particularly on the topic of Plantae, often poses difficulties for students due to the complexity of scientific terminology, morphological diversity, and the limited use of innovative learning media, which are still predominantly based on textbooks and static images. This condition calls for innovative media that not only present information accurately but also provide a more interactive learning experience aligned with the characteristics of the digital generation. This study aims to develop an E-Encyclopedia based on herbarium collections as a learning medium for biology in the Plantae topic while supporting the digitalization of botanical knowledge. The research employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects of the study included teachers and students at SMA PGRI 1 Palembang. The results of the define stage revealed the lack of innovative media and the difficulty students faced in understanding Plantae concepts. The design stage produced a prototype of an E-Encyclopedia based on herbarium documentation featuring interactive elements and plant specimen visualization. Validation results from material, media, and language experts indicated a very valid category with an average expert validation score of 91.9%. The practicality test through teacher responses achieved 91.4% (very good category), while student responses reached an average of 93,3% (very good category). The effectiveness test using pretest and posttest data from 38 students showed an improvement in learning outcomes, with an average pretest score of 55 and a posttest score of 82, resulting in an N-Gain of 0.56 (moderate category) and a significant t-test result (p < 0.05), confirming the media’s effectiveness. These results indicate that the herbarium-based E-Encyclopedia developed not only enriches digital learning resources but is also proven to be valid, practical, and effective in improving biology learning outcomes, especially on the Plantae topic. Moreover, this product supports the conservation of botanical knowledge, facilitates access to plant biodiversity data, and enhances scientific literacy in the digital era.
Pengembangan Modul IPA Digital Terintegrasi Etnosains Pancaniti Berbasis Kearifan Lokal Sunda : Analisis Kebutuhan Supriatna, Asep Yudi; Hernawati, Diana; Badriah, Liah
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan bahan ajar IPA yang mampu mengintegrasikan konsep ilmiah dengan konteks budaya lokal untuk meningkatkan relevansi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan guru dan peserta didik terhadap pengembangan modul IPA digital berbasis etnosains Pancaniti pada jenjang SMP di Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi aktual pembelajaran IPA, pengalaman digital, kesiapan sarana, serta kebutuhan integrasi nilai budaya Sunda dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki infrastruktur digital yang memadai, namun bahan ajar yang interaktif dan kontekstual masih terbatas, sehingga modul digital berbasis etnosains sangat diperlukan untuk mendukung pemberdayaan pemecahan masalah, literasi lingkungan, dan penguatan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan modul IPA digital terintegrasi nilai Pancaniti merupakan kebutuhan strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan berkarakter budaya.
Catatan Sebaran Baru Dromidiopsis indica Gray, 1831 (Decapoda: Brachyura: Dromiidae) dari Pantai Tengor, Lampung, Indonesia Muhammad Khalid , Yudhistiro; Farajallah, Achmad; Priawandputra, Windra
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27657

Abstract

Dromidiopsis is found in the waters of Asia, Australia, Oceania, Africa, and several small islands in the Indian Ocean. In Indonesia, there are two documented reports of this genus: one in the Java Sea, where Lauridromia indica was exist, and another in the Matasiri Islands of South Kalimantan, where Dromidiopsis abrolhensis, Lauridromia indica, and Dromia intermedia were found. To provide more specific distribution records, it is important to report the discovery of Dromidiopsis indica with Gray (1831) in the waters of the Southern Peninsula of Sumatra from this study. Research conducted in October 2023 using a convenience sampling method discovered Dromidiopsis indica at Tengor Beach, Tanggamus Regency, Lampung Province, Indonesia. The distribution of the species Dromidiopssis indica is not confined to specific areas, indicating a need for further exploration and research in the Southern Peninsula of Sumatra. This report marks the first discovery of Dromidiopsis indica on the Southern Peninsula of Sumatra.
Peta Sebaran Kutu Putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate, Maluku Utara Saibi, Ningsi; Tala, WD. Syarni; Rasyid, Magfirah
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27663

Abstract

Kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan kelompok serangga hama penting yang bersifat polifag dan mampu menyerang berbagai jenis tanaman budidaya, hortikultura, dan tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Kutu putih berpotensi menyebar dengan cepat antar wilayah melalui peredaran berbagai komoditas pertanian maupun perkebunan, sehingga diperlukan data sebaran spasial yang rinci sebagai dasar perencanaan pengelolaan dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kutu putih di Pulau Ternate hingga tingkat kelurahan menggunakan GIS dan menyusun informasi spasialnya sebagai dasar bagi perencanaan pengendalian dan survei lanjutan kutu putih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei lapangan dan analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS) untuk memetakan sebaran kutu putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 247 titik sebaran kutu putih yang tersebar di 33 dari 60 kelurahan yang disurvei. Kecamatan Ternate Utara merupakan wilayah dengan intensitas sebaran tertinggi yaitu 129 titik sebaran atau sekitar 52,2% dari seluruh titik yang terdeteksi. Sepuluh dari 14 kelurahan di kecamatan ini ditemukan adanya kutu putih dengan 35 titik (27,1%) terdapat di Kelurahan Sango dan 36 titik (27,9%) di Kelurahan Akehuda dari 129 titik sebaran di kecamatan ini. Kedua kelurahan ini merupakan wilayah dengan kepadatan titik tertinggi di Pulau Ternate. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran kutu putih tidak merata dan terkonsentrasi pada zona pesisir dataran rendah yang didominasi permukiman dan kebun hortikultura. Informasi spasial ini menjadi data dasar penting untuk menyusun prioritas wilayah pengendalian dan merancang survei lanjutan kutu putih pada kelurahan-kelurahan yang berisiko tinggi di Pulau Ternate.
Pengembangan Bio-Booklet Materi Sistem Imun untuk Mengoptimalkan Hasil Belajar Siswa SMA Dalle, Futri; Fausan, Muhammad Mifta; Ramlah; Pujiastuti, Indah Panca
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.28452

Abstract

Biology learning on the Immune System topic requires instructional media capable of presenting concepts in a concise, systematic, and easily comprehensible manner. This research focused on creating a Bio-Booklet on the Immune System for Grade XI senior high school students, ensuring it met standards of validity, practicality, and effectiveness. The study utilized a research and development methodology based on the ADDIE model, which includes stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Validation of the Bio-Booklet was conducted by an expert in the subject matter, a media specialist, and a practitioner (biology teacher). The product trial involved Grade XI and Grade XII students as research subjects. The research tools included a validation form, a questionnaire for student feedback, and an assessment of learning achievements. The results showed that the Bio-Booklet achieved validity levels categorized as valid to highly valid, practicality levels categorized as highly practical, and was effective in improving students’ learning outcomes based on the Wilcoxon Signed Ranks Test. Therefore, the Bio-Booklet serves as a suitable educational tool for teaching the topic of the Immune System at the senior high school level.
Keragaman Tumbuhan Kacangan Penutup Lahan (Legume Cover Crops/LCC) di Maluku Utara Marsaoly, Suci Mutia; Ria Magfirah; Nurhasanah; Bahtiar; Suparman; Agung Karuniawan
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.28456

Abstract

Legume Cover Crop (LCC) merupakan kelompok tumbuhan dari suku Fabaceae yang berperan penting dalam konservasi tanah dan peningkatan kualitas agroekosistem berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan, keragaman, dan sebaran spasial LCC di Pulau Ternate, Pulau Tidore, dan Halmahera Barat, Maluku Utara. Penelitian dilakukan secara deskriptif eksploratif melalui survei lapangan, identifikasi morfologi, serta analisis spasial menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies yang tergolong dalam 11 genus dengan total 68 aksesi. Tidore Kepulauan memiliki jumlah aksesi tertinggi (35 aksesi; 51,47%), diikuti Ternate (21 aksesi; 30,88%) dan Halmahera Barat (12 aksesi; 17,65%). Komunitas LCC didominasi oleh Centrosema pubescens dan Calopogonium mucunoides yang memiliki sebaran luas dan tingkat adaptasi tinggi pada agroekosistem tropis. Pola sebaran menunjukkan bahwa keberadaan LCC dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan intensitas pemanfaatan lahan. Secara ekologis, LCC berkontribusi dalam konservasi tanah, peningkatan bahan organik, serta dukungan terhadap aktivitas mikroba tanah. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan LCC sebagai strategi pengelolaan lahan berkelanjutan di wilayah kepulauan yang rentan terhadap degradasi tanah seperti Maluku Utara.
Strategi Konservasi Integratif Kura-Kura Raksasa (Orlitia borneensis) sebagai Upaya Mitigasi Kepunahan di Provinsi Bengkulu Wahyuni, Reza; Ruyani, Aceng
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.28498

Abstract

Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan hidup setiap makhluk hidup. Sekitar 356 kura-kura ditemukan hidup di daratan benua kecuali di Antartika, serta di air laut dan air tawar dengan 14 famili. Salah satu jenis kura-kura yang terdapat di Provinsi Bengkulu adalah jenis Orlitia borneensis (Kura Bajuku/Byuku/Gading/Raksasa) terancam punah. Penulisan ini bertujuan memberikan literasi atau referensi dengan metode kepustakaan (library reseairch) mengenai krusialitas dan eksotisme jenis yang terancam punah dengan tiga hal cakupan penting, yakni perlindungan dengan badan krusial seperti CITES, IUCN dan Peraturan landasan hukum eksploitasi dan non hukum seperti perlindungan jenis dari infeksi dan wabah penyakit, pelestarian dengan konservasi in situ dan ex situ seperti TLC UNIB Bengkulu dan pemanfaatan sesuai dengan fungsi alaminya di alam dalam keseimbangan ekosistem, rantai dan jarring-jaring makanan yang dilakukan dengan pembentukan atau pembangunan penangkaran budidaya kura-kura untuk keperluan ekonomi tanpa harus melakukan tangkap dari alam yang menyebabkan kepunahan jenis tersebut.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Etalase Pintar Berbantuan Qr Code Materi Cahaya Siswa Kelas 5 SDN Sugihwaras 7 Anggraini, Sheyla Nur; Kharisma Eka Putri; Sulistiono
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.28591

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami materi pembelajaran secara lebih konkret dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran etalase pintar berbantuan QR Code pada materi cahaya bagi siswa kelas V SDN Sugihwaras 7. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 37 siswa kelas V dan satu orang guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penyebaran angket kebutuhan siswa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta analisis persentase untuk data angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi cahaya. Selain itu, siswa mengharapkan pembelajaran yang lebih bervariasi dan interaktif melalui penggunaan media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran etalase pintar berbantuan QR Code dinilai relevan untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa pada materi cahaya.