cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
P2M STKIP Siliwangi
ISSN : 23559004     EISSN : 25807706     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
AN ANALYSIS OF DEVELOPING ENGLISH TEACHING MATERIALS AT THE VOCATIONAL HIGH SCHOOL IN CIMAHI Acep Haryudin; Yana Yana; Efransyah Efransyah
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p11-19.1486

Abstract

The purpose of this study was to analyze the development of English teaching materials at the vocational high school (SMK) Mohammad Toha in Cimahi, the availability and suitability of English teaching materials to the needs of students, especially teaching materials / materials that students learn according to their level of needs in the world of work especially for SMK students. The research problem formulation is; 1) how is the development of English teaching materials used in vocational high school (SMK) Mohammad Toha Cimahi especially in computer and network engineering (TKJ) majors? 2) what difficulties did the teachers get in developing specific English language teaching materials ?. And the purpose of the study was to develop more specific English Language Teaching Materials in accordance with the field of vocational students at Mohammad Toha Cimahi Vocational School (SMK) especially in the Department of Computer and Network Engineering (TKJ). 2) To find solutions to the obstacles faced by teachers in developing specific English Language teaching materials. This research method uses descriptive qualitative method which aims to describe the development of English Language Teaching Materials in Vocational High Schools (SMK). The results and findings in the field that students have high motivation to learn English, but there are obstacles they face including; 1) The material presented still does not meet the target needs of students for their career world, 2) Authentic material is not yet available, 3) The absence of developers / innovations in the development of teaching environments conducted by schools and teachers so that the material presented still does not answer the needs of students in SMK, innovation has not been made in developing teaching materials at school so the material presented is still textual. Teachers experience difficulties in developing teaching materials because of the lack of knowledge, the absence of experts in the development of teaching materials and the lack of training and reference in the development of teaching materials.
ANALISIS THEMATIC PROGRESSION DALAM TEKS NARRATIF MAHASISWA DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2018/2019 IKIP SILIWANGI BANDUNG Sudiyono Sudiyono; Hendra Husnussalam; Silpia Rahayu
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p55-61.1619

Abstract

Salah satu aspek sulit dalam menulis bagi para siswa adalah mengorganisir gagasan supaya teks yang mereka buat tetap koherens dan kohesif (Brown & Hood, 1989). Mengetahui peningkatan kemampuan menulis siswa, termasuk dalam hal koherensi dan kohesinya, merupakan bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengenai Bahasa Inggris (Depdiknas, 2006). Meng-assess kemampuan menulis siswa bisa melalui Analisis Thematic Progression (Theme & Rheme) yang dilakukan terhadap teks mereka (Danes, 1974). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis naratif, dilihat dari aspek pola pengembangan tematik, dari 12 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Siliwangi Bandung di semester genap Tahun Ajaran 2018/2019. Hasil menunjukkan bahwa ada 110 Pola Pengembangan Tematik dalam 12 teks naratif dari para mahasiswa tersebut. Bila dihitung, Progresi Linier Sederhana (SLP) merupakan pola terbanyak pertama yang diterapkan pada teks naratif siswa di mana total kejadiannya adalah 60 (50%). Tema Konstan adalah pola terbanyak kedua dimana total kemunculannya adalah 50 (39,60%). Split Rheme Progresi merupakan pola terbanyak ketiga dimana total kemunculannya adalah 7 (4,42%). Dan pola terakhir yang paling banyak diterapkan pada teks naratif siswa adalah Derived-Hyper Theme Progress, di mana total kemunculannya adalah 5 (3,91%). Bisa disimpulkan bahwa 12 teks naratif para mahasiswa tersebut cukup bervariasi sehingga tidak monoton.
PEMBELAJARAN LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI PERATURAN MEMBAWA BEKAL KE SEKOLAH Derry Fadly Pratama; Anugrah Ramadhan Firdaus; Deden Herdiana Altaftazani
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p84-94.1493

Abstract

Penerapan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) berbasis kegiatan yang bersifat aplikatif dalam memenuhi tuntutan pelaksanaan kurikulum  berkelanjutan merupakan suatu keharusan guna meningkatkan kemampuan pemahaman siswa khususnya dalam pemahaman konsep dan prinsip lingkungan hidup yang dipelajarinya. Kondisi di lapangan ternyata masih banyak hambatan sehingga pelaksanaan PLH di Sekolah Dasar (SD) tidak mencapai optimal. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian guna meningkatkan kemampuan siswa SD dalam segi aplikatif pembelajaran lingkungan hidup pada mata pelajaran PLH di SD.Tahap pelaksanaan yang telah dilakukan dalam penelitian ini meliputi (1) identifikasi masalah di SD; (2) penyusunan rancangan kegiatan kelanjutan PLH di Sekolah Dasar; (3) implementasi dalam bentuk kegiatan aplikatif dari peraturan membawa bekal ke sekolah; (4) evaluasi hasil pembelajaran PLH. Orientasi pembelajaran berlangsung melalui rumusan masalah dari fenomena-fenomena lingkungan hidup yang sesuai dengan rancangan dan yang ditampilkan yang menjadi titik tolak pembelajaran untuk memahami konsep lingkungan hidup dan prinsip dari rumusan-rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terdefinisi dan terstruktur.Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah terciptanya suatu kondisi kegiatan pembelajaran lingkungan hidup, serta berpusat pada kegiatan siswa, serta menjadi pengalaman praktis bagi siswa SD agar bisa mengembangkan hakekat pembelajaran PLH berbasis realita yang bermakna bagi para siswa SD
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TIPE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ASPEK-ASPEK PERENCANAAN USAHA Sopiah Sopiah
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p62-73.1694

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode pembelajaran tipe index card match aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi aspek-aspek perencanaan usaha pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dapat ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI Teknik Elektronika Industri A di SMK Negeri 1 Cimahi tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa 35 orang. Instrument yang digunakan adalah tes dan non tes. Instrumen tes untuk tes awal (sebelum tindakan), tes siklus I dan tes siklus II (setelah pemberian tindakan) digunakan  mengukur hasil belajar siswa sedangkan instrument non tes berupa lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. Prosedur penelitian ini terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan di kelas XI TEI A pada materi aspek-aspek perencanaan usaha dengan menggunakan  metode pembelajaran tipe index card match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes siswa yang mengalami peningkatan. Pada tes awal (pras siklus) dari jumlah siswa 35 orang hanya sebanyak 19 orang yang mampu mencapai ketuntasan. dengan nilai rata-rata 72. Pada siklus 1 hasil tes meningkat cukup signifikan dimana jumah siswa yang mencapai KKM sebanyak 27 orang dan nilai rata-rata meningkat menjadi 80. Pada siklus II terjadi peningkatan lagi dan rata-rata kelas untuk nilai tes menjadi 86
COOPERATIVE VS PROJECT-BASED LEARNING IN TEACHING WRITING NARRATIVE TEXT Ningtyas Orilina Argawati; Ratih Inayah
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p20-28.1508

Abstract

Writing is one of four basic skill which becomes a point of attention to this research. It is due to the lack of capability of students especially in vocational high school to communicate through written text. Two methods had been chosen to be implemented to the students; cooperative learning and Project-based learning. The aim of this research is to know whether or not there is a significant difference between those two methods. The  population used was ten grade students of a vocational high school in Cimahi, while the samples were two classes; one as an experimental class and the other as control class. The result from pre-test and post-test showed that there is significant difference between those two classess. Cooperative learning seemed to be more eeffective since the method gave the opportunity for the students to work as a group as well as project-based learning did. However, in cooperative learning, students did not work without teachers’ guidance. It means that even though students need to be given chance to work freely, they still need teachers as the guidance for their earning activity.
REKONTRUKSI KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI DI INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA Mulyaningsih Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p74-83.1728

Abstract

Human resources must be used as thoughts towards changing attitudes and views of the nation as a consequence of humans as individuals in their relations with the national and international community. Strategically Characteristics of Organizational Culture owned by Indonesian HR must be able to support the implementation of development progress through measurable capabilities by having organized entrepreneurial capacity that makes Indonesian HR a 'model of sharing' and agents of change from the reconstruction of values. the value contained in Pancasila as a noble value of the positive character possessed by the Indonesian people through the results of research studies at the Sundanese level, namely: "Sarendek Saigeul Sabobot Sapihanean, Parahyuhan sahan, simbeuh and identity, Involvement; participate actively, consistency is to carry out the mission; work synchronization, level of creativity. With the thought of sharing is a good attitude or action that has been present among Indonesian community organizations, including the smallest membership of Indonesian society, namely the family. Cultural characteristics of the Indonesian HR organization are tools for educator experts or those who pay attention to education, human resource development planners and entrepreneurs to make the right decisions in HR management policies that consistently utilize HR potential in building patterns to counteract the nation's problems, especially in dealing with ASIAN Future Shock in 2020 with the method of cultural approach as an image of the nation on an ongoing basis towards improving the quality of the nation in the national policy circle
EFL STUDENTS’ RESPONSE TO INDIRECT CORRECTIVE FEEDBACK IN WRITING FOR GENERAL COMMUNICATION COURSE Rissa San Rizqiya; Siska Rizkiani; Gartika Pandu Bhuana
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p29-36.1527

Abstract

Written corrective feedback aims at developing students writing proficiency where they are aware of what is expected as writers and are capable to create text with minimal errors and maximum clarity. This study aims at finding the students’ response towards teacher’s coded and uncoded written corrective feedback on their writing. A total of 79 freshmen majoring English Education Study Program of IKIP Siliwangi participated in filling questionnaire and twelve of them were interviewed using a semi-structured format. Qualitative method was applied in conducting this study. The data were labeled, coded and categorized in four dimensions: value, positivity, participation, and evaluation. The findings showed that in term of value students who got coded feedback showed positive opinion; while students who got uncoded feedback felt confusion. Further, in terms of positivity, participation and evaluation both classes showed positive response. Both classes agree they favor the teacher to provide the feedback by giving a mark, suggesting error correction, and providing written comments on the content. To conclude, students approve written corrective feedback on condition that teacher provides suggestions to improve their writing. Thus, it is suggested for the teacher to consider the feedback types in correcting the students’ written error.
DEVELOPING COURSE BOOK IN TEACHING PRONUNCIATION Trisnendri Syahrizal; Ula Nisa El Fauziah; Lilis Suryani
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p37-47.1530

Abstract

Abstract Pronunciation as one of the speaking element works an important role in students’ speaking. Many research has been conducted in both how to improve students’ pronunciation and developing the theories. As problems, many students faced some difficulties in producing proper English sounds; additionally the teachers also have problems in selecting proper material and exercise for the students. This research attempted to develop a course book in teaching pronunciation that can help the teacher in managing the classroom and support the independent learning process of the students. The Research and Development (R&D) is used as method of the research since this method is very suitable for developing a new product or perfecting an existing product that can be justified. This method is divided into three parts; introductional study, product development, and testing involve validation from experts, and revision. The subject of the research is the second semester students of English education study program of IKIP Siliwangi. The instruments used were observation, interview ,and test validation. The observation used to see the real condition during the implementation of the topics. Interview was conducted to gather the data related with the topic used in the course book in every unit. There were eight topics obtained through the interview. The test is used to validate the eligibility of each topic. From the result, the mean score of content was 79.75, while display was 78.05 and language was 78.86. The researchers conclude that this course book can be used as learning resources in teaching pronunciation.Keywords: course book, pronunciation, R and D  Abstrak Pronunciation adalah salah satu element kemmapuan berbicara yang memiliki peranan penting. Banyak penelitian yang sudah dilakukan pada peningkatan pronunciation siswa dan pengembangan teori. Siswa memiliki masalah dalam memproduksi bunyi dalam Bahasa inggris, selain itu guru juga memiliki masalah dalam menentukan materi dan latihan yang sesuai. Penelitian ini mencoba untuk mengembangkan sebuah bahan ajar dalam pengajaran pronunciation yang dapat membantu guru dalam mengelola kelas dan mendukung proses pembelajaran yang mandiri. Research and development (R and D) digunakan sebagai penelitian karena penelitian ini sangat sesuai untuk mengembangkan sebuah produk baru bahan ajar. Metode ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu: studi penndahuluan, pengembangan materi, dan   uji validasi dari para ahli. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester dua pendidikan Bahasa inggris di IKIP Siliwangi. Instrumen penelitian ini adalah observasi, wawancara,dan tes validasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan dalam pembelajaran pronunciation. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data sesuai dengan topik bahan ajar. Ada delapan topik dalam buku bahan ajar ini berdasarkan hasil wawancara. Kemudian test validasi dilakukan untuk mengukur bahan ajar yang di hasilkan. Dari hasil penelitian, rata-rata nilai isi buku adalah 79.05, sedangkan tampilan buku adalah 78.05, dan Bahasa adalah 78.86. Peneliti menyimpulkan bahwa buku bahan ajar dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar dalam pengajaran pronunciation. Kata Kunci: Pronunciation, bahan ajar, R dan D
PENERAPAN PROGRAM HOLISTIK INTEGRATIF DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTRAPERSONAL ANAK USIA DINI Chandra Asri Windarsih; Agus Sumitra; Dedah Jumiatin; Dewi Safitri Elshap
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p1-10.1466

Abstract

Pendidikan dasar untuk anak harus mengikuti perkembangan zaman, para civitas akademika dituntut  untuk berinovasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sumber belajar, media pembelajaran, dan proses pembelajaran . Program Holistik Integratif yang telah diterapkan di lembaga-lembaga PAUD di Indonesia dengan konsep holistik integratif menghendaki bahwa kesehatan, gizi anak dapat dipantau oleh sekolah yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, sedangkan di sisi pendidikannya dikaitkan dengan kecerdasan intrapersonal anak akan di stimulus/ dirangsang dalam hal kemandirian, mempunyai keinginan untuk dapat mensejajarkan dirinya dengan teman sebaya untuk dapat melakukan sendiri bahkan berharap anak dapat menularkan kebiasaan itu untuk anggota keluarganya. Kecerdasan Intrapersonal salah satu kecerdasan untuk dapat mengukur,  menilai dirinya sendiri.  seperti perasaan dan keinginan. Adapun rumusan masalah yang dihasilkan sesuai dengan latarbelakang diatas adalah "Bagaimana Penerapan Program Holistik Integratif dalam Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Anak Usia Dini di TK Kartika XIX-43 Kota Cimahi?". Dengan tujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan bagaimana hasil dari penerapan holistik Integratif dalam mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak usia dini.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Ditinjau berdasarkan metode dan tujuan, penelitian holistik ini merupakan  pengembangan  dan meneliti  (research and development).Data yang diperoleh kemudian  dianalisis dengan  model analisis Interaktif Matthew B. Miller dengan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui observasi, document research dan wawancara (interview). Peneliti melakukan kegiatan penelitian selain menganalisis bagaimana penerapan program holistik integratif di TK Kartika XIX 43 Kota Cimahi.Kata Kunci : Holistik Integratif, Kecerdasan Intrapersonal, Anak Usia Dini
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SERVIS BOLA VOLI SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAH RAGA DAN KESEHATAN Kuswara, Engkus
P2M STKIP Siliwangi Vol 7 No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i2p%p.1958

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap hasil servis pada pembelajaran bolavoli. Pemahaman siswa di SMK Negeri 2 Kota Cimahi terhadap praktek servis pada pembelajaran bolavoli terlihat sangat kurang. Hal ini ditunjukan terhadap Pre-tes Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang hanya mencapai rat-rata 1,44. Penelitian ini menyajikan strategi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga media audio visual, dimulai dengan mengamati video secara keseluruhan dan dilanjutkan memahami video dengan mempraktekan pada saat dilapangan.Penelitian yang menggunakan penelitian tindakan kelas ini difokuskan kepada bagaimana perencanaan penggunaan alat peraga media audio visual dalam pembelajaran Penjaskes pokok bahasan  servis pada pembelajaran bolavoli pada siswa dilaksanakan pada Kelas X Mekatronika-A SMK Negeri 2 Kota Cimahi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini direncanakan dua siklus, dengan materi yang sama yakni servis pada pembelajaran bolavoli, tiap siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu : (1) Perencanaan Pembelajaran, (2) Pelaksanaan Pembelajaran, (3) Observasi serta pencatatan tindakan dan, (4) RefleksiDalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini guru sebagai peneliti di SMK Negeri 2 Kota Cimahi.Pelaksanaan Pembelajaran, lembar observasi kegiatan pembelajaran untuk mencatat  aktivitas guru dan siswa dalam belajar, hasil belajar untuk mengukur hasil pembelajaran dengan menggunakan alat peraga media audio visual pada pokok bahasan servis pada pembelajaran bola voli.Hasil penelitian membuktikan kebeneran hipotesis bahawa penggunaan alat peraga media audio visual dalam pemabelajaran Penjaskes pada pokok bahasan servis pada pembelajaran bolavoli di Kelas X Mekatronika-A SMK Negeri 2 Kota Cimahi dapat membantu meningkatkan pemahaman servis. Hal ini terlihat dari hasil Pre-tes dan Pos-tes. Pada siklus 1 yang semula  memiki nilai rata-rata 1,45 menjadi 2,31 dan pada siklus 2 yang semula memiliki nilai rata-rata 2,09 menjadi 2,63. Dengan demikian alat peraga media audio visual dapat dijadikan salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk mengajar Penjaskes pada servis pada pembelajaran bolavoli.di Kelas X Mekatronika-A SMK Negeri 2 Kota Cimahi.

Page 11 of 21 | Total Record : 201